Memahami puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono

Puisi "Aku Ingin" Karya Sapardi Djoko Damono menceritakan tentang percintaan. Puisi ini ditulis pada 1989 oleh Sapardi Djoko Damono. Makna puisi "Aku Ingin", yakni tentang perasaan cinta yang sederhana. Jika ditelusuri lebih dalam, sang penyair ingin menyatakan perasaan cintanya yang sederhana juga tulus kepada sang pujaan hati. Bukan lewat kata-kata manis atau bualan, Sapardi Djoko Damono ingin mengungkapkan cintanya dengan kasih sayang yang tulus. Keseluruhan makna puisi "Aku Ingin" ini disampaikan secara nyata dalam tiap baris puisi tersebut.

Memahami makna yang ingin disampaikan penulis dapat dilakukan dengan menganalisis struktur batin, yakni tema, perasaan penyair, nada, dan pesan.
Sapardi Djoko  Damono
1. Tema
Menurut Raharjo (2018: 48), tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan penyair. Gagagsan pokok ini menjadi dasar digubahnya sebuah puisi. 

2. Perasaan Penyair
Masih menurut Raharjo (2018: 48), perasaan berkaitan suasana perasaan penyair yang diekspresikan melalui puisi. Sikap penyair  terhadap suatu gagasan utama atau pokok permasalahan yang dituangkan ke dalam puisi diharapkan dapat dihayati pembaca.

3. Nada dan Suasana
Menurut Gustina S. (2014: 78), nada adalah sikap penyair terhadap penikmat karyanya. Puisi dapat mempunyai nada nada semangat atau nada sedih atau nada-nada lain sesuai dengan perasaan penyair. Dari sikap penyair tersebut tercipta suasana puisi. Suasana adalah efek yang ditimbulkan pada perasaan pembaca atau penikmat puisi.

4. Pesan 
Menurut Gustina S. (2014: 79), pesan atau amanat merupakan kesan yang ditangkap penikmat puisi setelah membacanya.

Buatlah kelompok dengan 2-3 kawan kalian untuk membahas pemahaman puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono, lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

1. Apakah tema atau gagasan pokok yang ingin disampaikan penulis? Jelaskan pendapat kalian!
Tema puisi tersebut adalah cinta. Gagasan yang disampaikan adalah kesederhanaan dalam mencintai dapat menjadi pengorbanan untuk kebaikan bersama.
2. Bagaimanakah perasaan penyair yang dituangkan dalam puisi ini? Tunjukkan bukti dan penjelasannya!
Menurut saya perasaan penyair yang tergambarkan pada puisi itu adalah penuh perenungan dan syahdu karena bahasa yang digunakan dalam puisi adalah bahasa sehari-hari, tetapi dapat menggambarkan pengorbanan yang membawa kebaikan. Ini digambarkan oleh awan yang menghilang dengan turunnya hujan. Hujan dapat membawa kebaikan pada tanaman.
3. Jelaskan nada yang digunakan penulis pada puisi “Aku Ingin” di atas.
Penulis menggunakan nada yang syahdu dan penuh perasaan.
4. Pesan atau amanat yang ingin disampaikan penulis dalam puisi ini? Jelaskan pendapat kalian
Pesan yang ingin disampaikan adalah cinta itu tidak selalu rumit dan alam memberikan contoh nyata.

Demikian pembahasan mengenai Memahami puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:10 AM

Mengenal Unsur-Unsur Puisi Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono

Puisi adalah ragam karya sastra dengan unsur puitika diksi dan asosiasi, majas, imaji, dan rima irama. Pantun dan syair terikat rima, jumlah baris dan bait. Pantun dan syair termasuk puisi lama. Puisi modern tidak terikat rima, bait, dan baris, sehingga disebut puisi bebas. Pemakaian kosakata lebih banyak menggunakan bahasa sehari-hari. Namun, puisi modern tetap menggunakan diksi yang indah dan majas untuk mengungkapkan perasaan maupun maksud penyair.

Setiap karya sastra mempunyai struktur yang berbeda. Seperti halnya karya sastra puisi, ciri fisiknya berbeda dengan cerpen atau bentuk prosa lainnya. Karya sastra puisi mempunyai struktur fisik dan batin. Tipografi puisi modern tergambarkan dalam bentuk susunan bait-bait sajak. 

Kosakata yang digunakan dalam puisi modern dapat ditemukan dalam penggunaan bahasa sehari-hari. Namun, diksinya tetap dapat mengungkapkan arti yang mendalam dari perasaan penyair atau penulis.

Bacalah puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono di bawah ini. Perhatikan pilihan kata, baris, dan persajakan. Bayangkanlah suasana yang digambarkan penulis dari pemilihan kata dan gaya bahasa yang digunakan
Sapardi
Unsur pembangun puisi secara fisik disebut struktur fisik. Menurut Waluyo (1987, dalam Raharjo, 2018: 44) struktur fisik dari puisi terdiri atas diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif (gaya bahasa), dan tipografi.

1. Diksi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Menurut Raharjo (2018: 44), diksi tidak hanya berkaitan dengan pemilihan kata, tetapi juga urutan, dan kekuatan atau daya magis kata. Setiap penulis mempunyai keunikan masing-masing yang terefleksikan dalam kosakata dan susunan kata yang dirangkai menjadi sebuah puisi. Pemilihan dan penyusunan kata yang tepat dan selaras bahkan dapat menyajikan makna kata yang terasa gaib dan kuat bagi pembaca. 

2. Kata Konkret
Konkret berarti nyata atau berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Walaupun kata konkret bermakna sesuatu yang nyata, namun pilihan kata konkret dalam puisi terkait dengan kiasan atau perlambangan yang ingin disampaikan oleh penyair. Pemilihan kata konkret dapat membantu pembaca mengimajinasikan maksud penulis.

3. Pengimajian
Pengimajian pada puisi tergantung pada pilihan kata konkret dan cara merangkainya. Penghayatan makna kata dalam baris-baris puisi dilakukan melalui penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Secara berurutan disebut imaji visual, imaji auditif, dan imaji taktil.

4. Bahasa Figuratif (Gaya Bahasa)
Penggunaan gaya bahasa pada puisi adalah untuk menambah pengimajian. Selain itu juga digunakan untuk menyampaikan banyak maksud dengan singkat. Penggunaan bahasa kiasan membuat puisi lebih indah, menciptakan efek lebih kaya, dan efektif. Perlambangan membantu penyair memperjelas makna.

5. Tipografi
Tipografi menunjukkan susunan puisi yang membedakannya dengan karya sastra lainnya, yakni prosa maupun drama

Buatlah kelompok dengan 2-3 kawan kalian untuk membahas unsurunsur puisi di atas. Puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono akan digunakan untuk pembahasan ini. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

1. Berdasarkan puisi di atas terdapat kutipan: “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”. Penulis menggunakan kata-kata yang dipakai dalam bahasa sehari-hari. Menurut kalian, apakah maksud penulis dengan kalimat itu dalam konteks puisi di atas?
Penulis ingin menggambarkan keinginan penulis untuk mencintai dengan membawa atau menghasilkan kebaikan bersama.
2. Temukan kata konkret pada puisi “Aku ingin” karya Sapardi Djoko Damono.
Kayu, abu, awan, hujan.
3. Pada kutipan “kayu kepada api yang menjadikannya abu”, pengimajian apakah yang kalian dapatkan? Berikan penjelasan mengenai hal itu.
Imaji yang saya dapatkan adalah pengorbanan yang besar sehingga rela berkorban seperti kayu terlalap api.
4. Sebutkan satu gaya bahasa kiasan (majas) yang digunakan dalam puisi tersebut. Jelaskan alasan kalian.
Majas personifikasi karena kayu dianggap dapat mengucapkan kata-kata seperti manusia

Demikian pembahasan mengenai Mengenal Unsur-Unsur Puisi Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:00 AM

Membaca cerpen “Malaikat Juga Tahu” karya Dee Lestari

Inspirasi untuk menggubah sebuah puisi dapat diambil dari berbagai tempat, kejadian atau bahkan dari bentuk karya sastra lain. Kali ini kalian akan mempelajari konsep transformasi cerpen menjadi puisi.

Agar kalian dapat lebih mudah memahami tema dan pesan dari penulis, berilah tanda garis bawah dengan pena atau alat tulis lain (contoh stabillo) pada gagasan-gagasan penulis. Kini kalian dapat memulai membaca cerpen “Malaikat Juga Tahu” karya Dee Lestari. Bacalah secara mandiri, kemudian berdiskusilah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengikutinya.

Cerpen ini mengisahkan tentang kedekatan seorang penyandang autis yang dipanggil “Abang” dengan seorang gadis cantik yang kost dirumah ibunya yang biasa disebut bunda. Gadis tersebut dan abang sangatlah akrab, dalam kesehariannya gadis itu selalu bebas bercerita tentang masalah percintaannya yang banyak dan selalu gagal. Orang-orang disekeliling mereka sampai terheran-heran dengannya,

Topik seperti apa yang ia bicarakan dengan penyandang autis seperti abang, gaya bicaranya saja tidak rasional dan cara ia menatap orang pun tidak bisa bertahan hingga lima detik. tetapi bagi gadis tersebut, abang mempunyai ciri khas tersendiri dalam merespon sesuatu dari lawan bicaranya. Rutinitas aneh yang dilakukan abang yaitu mencuci pakaian yang tiap harinya harus sesuai dengan warna yang ia tentukan, ia juga memiliki koleksi sabun dengan merek yang sama sebanyak 100 batang, tiap harinya ia selalu menghitung ke-100 sabunnya itu.
Malaikat Juga Tahu
1. Temukan arti kosakata di bawah ini dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia 
  • autis = penderita autisme
  • autism adalah kata asing; kata serapan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah autisme = gangguan perkembangan pada anak yang berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sehingga perilaku hubungan dengan orang lain terganggu
  • eksistensi = hal berada; keberadaan
  • ritual = tindakan seremonial
  • mantra = perkataan atau ucapan yang memiliki kekuatan gaib (misalnya dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya)
2. Berdasarkan cerpen yang telah kalian baca di atas, jawablah pertanyaan berikut ini.
a. Pada cerpen di atas, siapakah tokoh Abang?
Abang adalah anak kedua Bunda.
b. Pada cerpen di atas terdapat kutipan, Mengubah rutinitas itu sama saja dengan menawar bumi agar berhenti mengedari matahari. Jelaskan maksud kalimat tersebut berdasarkan konteks cerita di atas.
Abang perlu melakukan kegiatan hariannya dengan kondisi yang sama sesuai dengan jadwal. Mengubah kegiatan rutin harian ini sama dengan melakukan sesuatu hal yang tidak mungkin dilakukan.
c. Mengapa Bunda akan menjagokan Abang?
Karena menurut Bunda, Abang mencintai dengan seluruh jiwanya tanpa melihat pilihan lain.
d. Pada cerpen di atas terdapat kutipan, “Ini tidak adil. Ini tidak masuk akal…,” protes anaknya lagi. Siapa yang mengatakan kalimat tersebut? Jelaskan maksud dari kalimat tersebut berdasarkan konteks cerita di atas.
Yang mengatakan kalimat itu adalah anak bungsu Bunda. Anak bungsu Bunda merasa bahwa Bunda menomorsatukan Abang. Atau: Anak bungsu Bunda merasa bahwa berpura-pura untuk tidak berpacaran adalah tidak adil karena kesempatannya untuk berbahagia dihalangi.
e. Pada cerita pendek di atas juga terdapat kutipan, Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang. Siapakah yang dimaksud dengan kata ‘seseorang’ pada kutipan di atas? Jelaskan mengapa tokoh ‘ia’ melakukan hal itu?
Seseorang’ yang dimaksud adalah Abang. ‘Ia’ adalah Bunda. Bunda ingin memberi Abang kesempatan untuk berbahagia dengan menciptakan keadaan yang dipahami Abang.
f. Apakah judul cerita pendek “Malaikat Juga Tahu” sudah mewakili isi cerita? Jelaskan alasan kalian
Menurut saya, judul cerita pendek “Malaikat Juga Tahu” sudah mewakili isi cerita karena isi cerita menunjukkan tindakantindakan Bunda untuk anaknya adalah sebuah pengorbanan.
3. Berdasarkan unsur-unsur cerpen, isilah tabel di bawah ini. 
No. Unsur Cerpen Jawaban
1.TemaKasih sayang seorang ibu tentang anaknya
2. PesanKasih sayang Ibu tidak terbatas sehingga rela berkorban demi  kebahagiaan anaknya.

Perbedaan Cerpen dan Puisi “Malaikat Juga Tahu” karya Dee Lestari
  1. Cerpen dan puisi “Malaikat Juga Tahu” mempunyai persamaan pada judul, tema cerita dan pesan yang disampaikan penulis. Selain itu, juga persamaan tokoh utama, yakni “Bunda”.
  2. Perbedaan cerpen dan puisi “Malaikat Juga Tahu” adalah pada tipografi, sudut pandang penulis. dan bahasa yang digunakan. Tipografi puisi menggunakan bait-bait, sedangkan pada cerpen  berupa paragraf. Sudut pandang penulis pada puisi menggunakan sudut pandang orang pertama, sedangkan pada cerpen menggunakan sudut  pandang orang ketiga. Salah satu perbedaan bahasa adalah penggunakan aku dan kau pada puisi. Pada cerpen, tokoh disebut sebagai orang ketiga dengan menggunakan penyebutan Bunda dan Abang.

Demikian pembahasan mengenai Membaca cerpen “Malaikat Juga Tahu” karya Dee Lestari. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:47 AM

Analisis Struktur Resensi Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas 2016

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku. Dalam pengertian tersebut tujuan resensi adalah memberikan pertimbangan atau ulasan sebuah buku tersebut layak dibaca atau tidak oleh pembaca. Resensi memang identik dengan ulasan sebuah buku walau tidak menutup kemungkinan resensi juga bisa ditulis untuk mengulas sebuah film atau musik.

Resensi biasanya ditulis sebelum sebuah buku dijual kepada masyarakat, sebuah film sebelum diputar di bioskop, atau sebelum sebuah album lagu dari seorang penyanyi dipasarkan kepada masyarakat. Pada bagian ini kita akan berfokus kepada resensi buku baik fiksi maupun nonfiksi.

Resensi adalah cara yang dipakai untuk menilai sebuah karya entah berupa buku, film, atau musik apakah layak untuk dibaca, ditonton, atau didengarkan oleh masyarakat. Untuk kali ini, kalian akan berfokus untuk menulis resensi karya sastra, khususnya cerpen. Seorang penulis resensi disebut peresensi. Menulis resensi harus bersifat objektif dengan memperhatikan struktur penulisan sebuah resensi.
Resensi
Tugas kalian selanjutnya adalah menulis resensi atas salah satu cerpen yang ditulis oleh temanmu. Sebelum menulis resensi perhatikan hal-hal sebagai berikut.
  1. Pilihlah salah satu cerita pendek yang ditulis oleh teman sekelasmu untuk ditulis menjadi sebuah resensi.
  2. Perhatikan unsur-unsur yang harus ada dalam menulis resensi, yaitu kamu harus menuliskan judul, identitas, sinopsis, kelebihan, kekurangan, dan penutup.
  3. Buatlah kerangka karangan terlebih dahulu sebelum kamu menuliskan resensi.
  4. Gunakan ejaan dan tanda baca yang baik.
  5. Tulisanmu akan dipajang di kelas dan siswa lain akan menilai resensi dengan menggunakan rubrik berikut

Secara mandiri bacalah kutipan resensi di bawah ini!
Mengenal Realitas Keindonesiaan dalam Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas 2016
Judul Buku : Tanah Air Cerpen Pilihan Kompas 2016.
Penerbit : Kompas Media Nusantara 2017
Penulis : Putu Fajar Arcana
Tahun Terbit : 2017
Jumlah Halaman : 186 Halaman
Jenis Buku : Fiksi
Nomor Edisi Terbit : ISBN 978-602-412-254-6

Dan Seterusnya

Bekerjalah dalam kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan teks resensi di atas.

1. Bagaimana penulisan judul yang baik sesuai dengan contoh judul pada resensi di atas?
Judul sudah ditulis dengan benar dan menarik
2. Setelah judul terdapat identitas buku. Apa saja yang bisa dituliskan pada identitas buku?
Nama pengarang, jumlah halaman, tahun terbit, kota terbit
3. Menurut kalian, apa isi dari paragraf 1? Berikan penjelasan disertai dengan bukti!
Bagian orientasi atau pengenalan buku yang berisi sinopsis.

Bukti: “Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 mengusung cerpen “Tanah Air” karya Martin Aleida sebagai judul untuk buku kumpulan cerpen terbaiknya sepanjang tahun 2016. Cerpen ini terpilih dari 20 cerita pendek terbaik yang dipilih dari sekian banyak cerpen yang diterbitkan oleh Harian Kompas setiap hari Minggu selama tahun 2016.”
4. Paragraf 2 berisi tentang kelebihan buku dan buktinya. Tunjukkan mana kalimat yang menunjukkan kelebihan buku tersebut dan apa saja bukti yang diberikan oleh penulis?
“Buku kumpulan cerita pendek ini sangat menarik untuk dijadikan bahan bacaan oleh semua orang Indonesia yang ingin mengenal Indonesia dengan segala permasalahan, konflik, serta keunikan budayanya.”

Bukti: “Dari kelima cerpen yang ada di bawah tema tersebut kita akan bisa menemukan faktafakta sejarah yang terjadi di republik ini seperti peristiwa Agresi Belanda II, peristiwa pemberontakan PKI tahun 1948 dan 1965 dan akibat serta konsekuensi-konsekuensi yang mengikutinya, atau bahkan kita bisa tahu kekejaman Westerling di Sulawesi Selatan pada tahun 1947.”
5. Paragraf 3 berisi tentang kelemahan buku dan buktinya. Tunjukkan mana kalimat yang menunjukkan kelemahan buku tersebut dan apa saja bukti yang diberikan oleh penulis?
“Walaupun demikian terdapat kelemahan dari buku kumpulan cerita pendek ini, yaitu banyaknya cerita pendek yang menggunakan bahasa daerah sehingga menimbulkan kesulitan tersendiri bagi pembaca yang tidak mengenal dengan baik bahasa daerah tersebut.”

Bukti: “Sebut saja seperti dalam cerpen “Celurit Warisan” karya Muna Masyari yang mengangkat budaya Madura dan beberapa kosakata bahasa Madura yang kurang umum di telinga pembaca seperti kata kalebun towah yang berarti ‘kepala desa tua’.”
6. Paragraf 4 berupa penutup. Jelaskan apa saja yang bisa kita tuliskan pada bagian penutup ini? Berikan bukti secukupnya!
Berisi rekomendasi.

Bukti: Ingin menjadi lebih Indonesia, sebaiknya Anda baca sendiri buku kumpulan cerita pendek ini.
7. Dengan demikian, bisa disimpulkan struktur penulisan resensi terdiri atas 6 bagian. Sebutkan keenam bagian tersebut!
a. Judul
b. Identitas buku
c. Sinopsis
d. Kelebihan buku
e. Kelemahan buku
f. Penutup berupa rekomendasi

Demikian pembahasan mengenai Analisis Struktur Resensi Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas 2016 Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:45 PM

Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Kejadian Sehari-Hari

Menulis cerita pendek atau cerpen bisa diambil dari pengalaman sendiri atau pengalaman yang dialami oleh orang lain. Kejadian sehari-hari yang kita lihat, kita dengar, serta perasaan yang mengikutinya adalah sumber inspirasi yang tidak ada habisnya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kalian diberi kesempatan untuk menuangkan pengalaman kalian tersebut dalam bentuk cerpen.

Untuk mengerjakan tugas menulis cerita pendek tersebut perhatikan ketentuan berikut.
  1. Cerpen yang ditulis memenuhi syarat cerpen, yaitu kurang dari 10. 000 kata dan selesai dibaca dalam kurang dari 10 menit. 
  2. Fokus kepada satu tokoh utama dan mengangkat satu permasalahan penting yang dialami oleh tokoh. 
  3. Tema diangkat dari kejadian sehari-hari baik yang kalian alami sendiri atau dari orang lain.
  4. Terdapat salah satu nilai kehidupan yang terkandung pada peristiwa tersebut entah nilai moral, agama, sosial, atau budaya. 
  5. Tentukan latar tempat dan latar waktu yang akan digunakan dalam cerita pendek tersebut. 
  6. Susunlah alur cerita dengan memperhatikan lima tahapan, yaitu pengenalan, kemunculan konflik, konflik memuncak, konflik menurun, dan penyelesaian. 
  7. Perhatikan gaya bahasa untuk membuat cerita lebih hidup. 
  8. Gunakan ejaan dan tanda baca yang baik. 
  9. Buatlah kerangka karangan terlebih dahulu sebelum kamu menuliskan cerita pendek tersebut. 
  10. Tulisanmu akan dipajang di kelas dan siswa lain akan menulis resensi berdasarkan cerpen yang kalian buat


Judul : Tragis
Jumlah kata : 888 

Nilai Keagamman :
Hingga pada hari terakhir, kami berpisah. Beberapa bulan setelah pertemuan di kegiatan workshop saya pulang kampung halaman untuk berlebaran. Kampung saya denga Mba Hana memang berdekatan.

Air matanya mengering, raut mukanya lembab, dadanya pun tampak semakin sesak olehbeban hidupnya. Sama seperti hari-hari kemarin, selalu saja tidak bisa akur dengan suami. Hidup yang dia jalani, seperempat abad lamanya, tidak membuat pasangan kian harmonis. Sejak awal penikahan ada satu sikap yang sangat dia dambakan yang tidak dimiliki oleh suaminya, yaitu romantis. Dalam satu rasa ini dia harus rela melewatinya, demi kelanggengan mahligai rumah tangganya.
Tragis
"Mba apa sikapku masih seperti dulu?" Sapa Hana ketika kita baru bertemu setelah lima belas tahun lamanya tidak bertemu.

"Ya mba tidak ada yang berubah, semua tetep seperti dulu. Kecuali,...." Sambung sahabatnya membuat penasaran Hana.

" Apa Mba? Tanyanya nggak sabar.

"Bodi kita, ya saya dan Mba Hana sekarang gemuk." Jawabku sekenanya.

Kamipun tertawa berdua, membenarkan ucapanku. Setelah itu kamipun mengucapkan kata perpisahan sejenak lantaran akan mandi untuk pembukaan workshop dari kementrian sore itu. Empat hari bersama rasanya kurang untuk menceritakan kenangan yang telah terajut, mulai dari mengenang masa-masa kami kuliah sampai pada cerita keluarga, karier dan segala kenangan yang pernah ada di antara kita. Waktu itu kebetulan kami tidak sekamar, namun sering kita ketemuan, pada saaat-saat istirahat kegiatan kami.

Ketika menyapa kami memang sama, yaitu Mba. Mba Hana pangil saya Mba karena usia saya lebih tua, namun saya panggil Mba Hana dengan sebuta Mba, karena Mba Hana adalah kakak kelas saya di kampus.

Entah pertemuan ke berapa pada kegiatan worshop kali ini, Mba Hana tampak riang, namun sebagai sahabat yang telah lama bersama, saya tidak bisa dikibuli, ada rasa yang tersimpan. Dan memang benar tebakanku, ketika saya bertendang ke kamarnya.

"Mba....." begitu dia mengawali setelah kita menyeruput teh yang sengaja Mba Hana buat untuk kami berdua di kamarnya.

"Apa salah kalau batinku protes perjuangkan keromantisan diantara kami." Lanjutnya, sementarasaya tetap menjadi pendengar setia.

Suara HP Mba Hana memaksa kami menjeda percakapan, dan segera Mba Hana mengangkat HPnya. Samar-samar saya dengar ada suara laki-laki dari balik HP tersebut. Wajah sumringah terpancar ketika dia menerima panggilan di HPnya.

Lama, lama sekali berlangsung panggilan itu, tidak ingin saya mengganggu dan mendengarkan percakapan mereka lebih lanjut, sehingga dengan isyarat saya bepamitan untuk ke kamar yang letaknya hanya dua kamar setelah kamar Mba Hana. Dan saya pun pergi setelah ada isyarat mengiyakan.

Malam ini sesi telah berakhir, kami sempatkan bertemu kembali di lobi hotel. Sengaja kami memilih di sofa warna lembut, agak terpisah dari sofa-sofa lain karena letaknya di pojok. 

Harumnya tiga kelopak bunga mawar kecil yang terpasang di meja persis di hadapan kami menghampiri dengan lembut.

"Mba kemarin asyik banget berteleponnya. Dari suami ya." Tanyaku kepo mengawali pembicaraan.

"Bukan Mba, itu yang telepon tadi adalah teman. Namanya Pak Bagus, beliau satu sekolah, wakasek humas di sekolah. Ada masalah sedikit di sekolah jadi dia telp." Jawab Mba Hana, sang kepala sekolah di tempat Pak Bagus mengajar.

"Halah... masalah apa masalah." Lanjutku mengorek.

"Sebenarnya bukan sekadar masalah sekolah, tapi masalah hati." Mba Hana akhirnya mengaku.

"Tuh... betul kan perasaanku, makanya sengaja saya tinggalkan tadi karena saya tidak ingin menganggu.

Memang sejak kenal dengan Pak Bagus, Mba Hana merasa ada teman. Karena Pak Bagus adalah sosok idola yang Mba Hanaidam-idamkan. Pak Bagus dan Mba Hana cocok. Namun mereka membungkus pertemanan dengan sangat rapi, sehingga semua guru-guru di sekolah tersebut tidak mengetahui kalau antara kepala sekolah dengan wakasek humas teman dekat. Semua komunikasi
yang kasat mata tampak profesional, sabagai layaknya antara kepala sekolah dengan wakaseknya. Semua tampak biasa saja di depan umum.

"Mba, Pak Bagus mengerti aku, beliau perhatian, memang sering saya curhat sama dia. Apa salah mba? Aku masih butuh teman yang mengerti. Memang beliau juga sudah punya istri. Lega rasanya kalau saya menumpahkan beban sama beliau." Lanjut Mba Hana dengan bangga.

"Memang tidak ada tempat curhat lain? Suami Mba Hana, misalnya" sambungku dengan setengah tidak setuju dengan tingkahnya.

"Mba, sejak berumah tangga, komunikasi kami hambar. Komunikasi simbolisme, aku menyebutnya. Komunikasi yang tidak pernah lebih dari dua atau tiga kata, sebatas menanyakan kedaan anak-anak, misalnya. Itu semua aku biarkan. Suamiku adalah sosok yang sangat berharga bagi pengembangan karierku. Tapi semenjak saya jadi kepala sekolah, beberapa bulan setelah itu,
suami pensiun, komunikasi kami semakin susah. Tanpa alasan suami selalu menghindar." Mba Hana mulai menjelaskan dengan wajah sedih, dan terlihat air matanya menetes.

"Mba aku bukan patung yang tidak perlu sentuhan atau sapaan. Tanpa masalah, tanpa alasan suamiku meminta izin untuk pergi... pergi entah ke mana. Katanya akan mengaji ke pondok pesantren. Suami macam mana yang akan meninggalkan istri. Namun saya tetap bertahan. Hanya cara berkomunikasi dengan Pak Bagus, sebagai tempat pelampiasan" Lanjut Mba Hana dengan wajah sedih.

Saya masih menjadi pendengar, meski mataku semakin tidak kompromi. Maklum jam sudah menunjukkan pukul 24.00 WIB. Saya masih menampung tumpahan beban sahabatku. Hingga dia cerita kalau mereka sudah lama tidur sendiri, karena suami tidak mau diganggu.

Mereka tidak bernah bertengkar, rumah tangga berjalan apa adanya. Tapi ada rasa yang tak terbalaskan, ada rasa yang tak terbuktikan, Mba Hana ingin keromantisan. Ya meski ia dapatkan dari yang lain. Meski dia sadar itu dosa. Sesuatu yang tidak selayaknya terjadi, mestinya.

Hingga pada hari terakhir, kami berpisah. Beberapa bulan setelah pertemuan di kegiatan workshop saya pulang kampung halaman untuk berlebaran. Kampung saya denga Mba Hana memang berdekatan.

Melalui tayangan televisi lokal saya mendengar berita kalau seorang suami bunuh diri. Dari alamat yang diberitakan saya kenal betul kalau itu adalah alamat Mba Hana. Suami Mba Hana memilih dengan cara sepihak mengakhiri hidupnya. Tragis. Inalilahi wa innailaihi rojiun.

Demikian pembahasan mengenai Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Kejadian Sehari-Hari. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:23 PM

Menjawab Pertanyaan Berdasarkan Cerpen “Tanah Air” Karya Martin Aleida.

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Keas XI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Menjawab Pertanyaan Berdasarkan Cerpen “Tanah Air”  Karya Martin Aleida. Tujuan Pembelajaran kali ini adalah membaca cerpen “Tanah Air” karya Martin Aleida dan menemukan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Martin Aleida lahir di Tanjung Balai, Sumatra Utara. Sejak usia muda dia sudah mengakrabi dunia sastra. Buku-buku karya Hamka dan Pramoedya Ananta Toer merupakan inspirasi utama yang memotivasi karya-karyanya. Ia mengawali debutnya sebagai penulis sejak tahun 1962 dengan mempublikasikan karyanya ke berbagai media massa. Pada bulan juni 2017 cerpen beliau terpilih menjadi yang terbaik dalam penghargaan cerpen kompas 2016. Cerpen itu berjudul “Tanah Air”.

Setelah kalian membaca cerpen tersebut di atas, buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa. Setelah itu, diskusikan dan jawablah pertanyaan di bawah ini.
Martin Aleida
1. Temukan arti kosakata di bawah ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
  • teduh : tenang; aman
  • ganjil : lain daripada yang lain; tidak sebagaimana biasa; aneh; ajaib
  • tubir : tepi sesuatu 
  • igauan : perkataan yang bukan-bukan; omong kosong; ocehan
  • membelenggu : ikatan (sehingga tidak bebas lagi)
  • kesengsem : menyukai
  • titimangsa : tanggal
  • buntalan : bungkusan
  • acuh tak acuh : takpeduli
  • terkungkung : terbelenggu, terkurun

2. Jawablah pertanyaan- pertanyaan di bawah ini untuk menggali unsurunur ekstrinsik berupa nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen “Tanah Air” karya Martin Aleida! 

a. Nilai moral biasa disebut juga dengan etika, yaitu penilaian baik buruknya perilaku seseorang. contohnya ada manusia yang jujur, rendah hati, punya integritas, punya kepedulian kepada sesama. Tunjukkan salah satu nilai moral yang terkandung dalam cerpen “Tanah Air” kemudian berikan bukti pendukungnya!
Nilai moral yang terkandung dalam cerpen “Tanah Air” seperti pentingnya permintaan maaf saat kita berbuat salah. Bukti: Tidakkah kau bisa menafsirkan sebutannya padamu itu sebagai tanda permintaan maaf. Bahwa kau adalah ayahnya yang baik. Bahwa kau tak pulangpulang bukan lantaran kehendakmu.” 

Penjelasan: Bahwa ketika kita berbuat salah harus ada permintaan maaf. Han secara tidak langsung sudah meminta maaf kepada ayahnya karena dulu dia menuduh ayahnya sebagai seorang ayah yang tdak bertanggung jawab
b. Nilai sosial berkaitan dengan bagaimana seorang manusia menjalin hubungan dengan manusia lain dalam suatu masyarakat. Interaksi yang terjalin dalam masyarakat tersebut kadang memunculkan nilai­nilai kebaikan, kemanusiaan, sikap saling tolong, kadang juga konflik. 
Nilai sosial yang terkandung dalam cerpen “Tanah Air” seperti ketidakpedulian tetangga dan keluarga terhadap kondisi dan permasalahan orang lain. Bukti: Tetangga, sanak-famili boleh acuh-takacuh, karena takut, namun gereja membukakan pintu untukku. Walau hanya bubungan gereja kecil. Di situlah aku tinggal sambil menunggu abaaba keberangkatan yang akan datang dari daratan impian. 

Penjelasan:rasa saling membantu yang dilakukan oleh gereja kepada An Sui ketika dia telah menjual rumah dan hartanya tetapi suaminya menyuruhnya menunda keberangkatan ke Belanda
c. Nilai budaya berkaitan dengan kebiasaan atau tradisi yang berlangsung di suatu masyarakat yang mungkin tidak berlaku di masyarakat lain. Budaya tersebut mengikat masyarakat yang ada di dalamnya dan seharusnya dihormati oleh masyarakat yang tidak ada dalam lingkaran budaya tersebut. Contoh nilai budaya seperti suku Badui yang sangat memegang teguh ajaran pada sukunya seperti menggunakan pakaian hitam atau putih. 
Nilai budaya yang terkandung dalam cerpen “Tanah Air” adalah tokoh menggunakan nama-nama keturunan Tionghoa seperti Ang Sui. Bukti:Tanah Air Indonesia. Kalau terjadi apa-apa tolong hubungi istriku, An Sui. Ini nomor teleponnya. 

Penjelasan: penggunaan nama yang khusus menunjukkan suatu keturunan dari ras tertentu adalah bagian dari nilai budaya. 
d. Nilai politik berkaitan dengan bagaimana suatu masyarakat hidup dalam aturan dan ketentuan suatu negara dan pemerintahannya. 
Nilai politik yang terkandung dalam cerpen “Tanah Air” adalah adanya konflik politik di Tiongkok pada saat pemimpin Tiongkok Mao Zedong ingin meluruskan ajaran komunisme. Bukti: Menurut cerita kawankawannya itu pula, ketika Revolusi Kebudayaan membanjir di seluruh daratan Tiongkok, dia acapkali termenung, tak percaya akan apa yang dia saksikan. 

Penjelasan: terjadi pergolakan politik di Tiongkok ketika Mao Zedong ingin meluruskan ajaran komunis sosialisme di Tiongkok yang berakibat pergolakan politik di sana.
e. Nilai agama berkaitan dengan aturan dan ketentuan dari agamaagama yang ada yang nilainya berbeda antara masing­masing  agama. Ketentuan atau aturan tersebut harus dipatuhi oleh para pemeluknya. 
Nilai agama yang terkandung dalam cerpen “Tanah Air” adalah adanya agama tertentu yang dianut oleh tokoh yaitu agama Katolik atau Kristen. Bukti: Walau hanya bubungan gereja kecil. Di situlah aku tinggal sambil menunggu aba-aba keberangkatan yang akan datang dari daratan impian. 

Penjelasan: keberadaan agama adalah bukti bahwa ada nilai agama dalam cerpen tersebut. 

Demikian pembahasan mengenai Menjawab Pertanyaan Berdasarkan Cerpen “Tanah Air”  Karya Martin Aleida. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:43 PM

Menemukan Informasi Peristiwa Sejarah Cerpen Tanah Air karya Martin Aleida

Salah satu manfaat membaca karya sastra adalah memperhalus akal budi. Akal budilah yang membedakan antara manusia dan binatang. Dalam salah satu tulisannya, tepatnya dalam novel Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer sastrawan besar Indonesia pernah menulis bahwa manusia tanpa sastra hanya seperti binatang yang pintar. “Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian hanya tinggal hanya hewan yang pandai” (Bumi Manusia, hlm. 313). 

Mengapa Pramoedya Ananta Toer mengatakan hal ini? Karena yang membedakan manusia dan hewan terletak pada kemampuannya menentukan pilihan terbaik dari banyak pilihan di dalam hidupnya. Seperti kemauan untuk menolong seseorang atau membiarkan saja, saya mau korupsi atau tidak, saya mau melakukan kekerasan atau tidak. 

Kemampuan sastra dalam membantu manusia mengolah akal budi tidak lepas dari hubungan antara sastra dan masyarakat. Sastra lahir dari konflik-konflik yang diangkat pada masyarakat. Di dalam menghadapi konflik tersebut, para tokoh dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam mengambil keputusan. Dari situlah pembaca disuguhi contoh bagaimana seharusnya bersikap ketika harus dihadapkan pada pilihan-pilihan baik dan buruk dalam hidupnya. Ajaran-ajaran kehidupan yang terdapat dalam sastra dinamakan nilai. Di dalam karya sastra kita bisa menjumpai nilainilai kehidupan yang diambil dari peristiwa yang dialami manusia. 

DalamKamus Besar Bahasa Indonesia, nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan atau sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya. Oleh karena itu, nilai adalah suatu standar baik buruknya suatu tindakan bagi orang lain maupun diri sendiri. Seperti tindakan membantu orang lain dianggap mempunyai nilai kebaikan sedangkan berbohong dianggap mempunyai nilai keburukan.

Berikut adalah beberapa nilai yang dapat kita temukan pada karya sastra khususnya dalam karya berbentuk prosa seperti cerpen.
Unsur Ekstrinsik
Untuk memahami isi cerita pendek yang berjudul “Tanah Air” karya Martin Aleida ini secara komprehensif, kalian harus mempunyai pengetahuan latar belakang sejarah berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965. Berikut ini beberapa hal yang harus kalian ketahui sebelum memulai membaca cerita pendek tersebut. Bekerjalah dalam kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa dan temukanlah informasi di bawah ini!
Martin  Aleida
1. Temukan informasi tentang gedung atau tempat bernama Tjandra Naja! Mengapa tempat tersebut menjadi istimewa dalam cerpen tersebut? Berikan alasan dan bukti yang mendukung!
Tjandra Naja adalah sebuah bangunan cagar budaya di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Indonesia. Bangunan ini merupakan bekas kediaman keluarga Khouw van Tamboen, terutama Majoor der Chinezen Khouw Kim An, pemimpin bangsa Tionghoa di Batavia yang terakhir (1910–1918 dan diangkat kembali 1927–1942). Bangunan mempunyai luas 2.250 meter persegi dengan arsitektur Tionghoa yang khas.
2. Apa yang kamu ketahui tentang peristiwa G30S/PKI 1965? Mengapa peritiwa itu terjadi dan mengapa ini disebut sejarah kelam bagi Indonesia? 
Peristiwa Gerakan 30 September 1965 selama ini oleh Pemerintah Orde Baru dikatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) ingin melakukan perebutan kekuasaan terhadap pemerintah Soekarno. Hal itu dimulai dengan membunuh tujuh jenderal Angkatan Darat yang sekarang disebut sebagai Pahlawan Revolusi. Walaupun demikian, buku putih sejarah tentang peristiwa tersebut belum pernah dirilis oleh Pemerintah Indonesia sehingga bisa menjadi acuan kita belajar bersama.
3. Setelah peristiwa 30 September 1965, apa dampak yang harus ditanggung oleh orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI?
Akibat dari peristiwa Gerakan 30 September dan terbunuhnya tujuh jenderal Angkatan Darat tersebut, akhirnya PKI kemudian dilarang ada di Indonesia dan akibatnya para anggota dan simpatisannya mengalami pembun*han, pemenjaraan, pembuangan, serta jenis-jenis diskriminasi lain.
4. Apa itu Revolusi Kebudayaan di Tiongkok/China? Apa latar belakang terjadinya gerakan tersebut dan mengapa peristiwa itu disebut sebagai peristiwa kelam di Tiongkok pada waktu itu?
Revolusi Kebudayaaan secara resmi disebut Revolusi Kebudayaan Proletarian Besar. Revolusi ini adalah sebuah gerakan sosiopolitik yang terjadi di Tiongkok dari 1966 sampai 1976. Gerakan ini dipelopori oleh Mao Zedong, Ketua Partai Komunis  Tiongkok. Tujuan gerakan ini adalah menyajikan ideologi komunis yang yang dianggap benar di negara tersebut. Akibat gerakan ini adalah terjadinya pertumpahan darah di Tiongkok pada periode 1966–1976 karena orang-orang yang dianggap keluar dari ajaran Mao Zedong harus mengalami pembun*han dengan pelanggaran hak asasi manusia yang luar biasa. 

Demikian pembahasan mengenai Menemukan Informasi Peristiwa Sejarah Cerpen Tanah Air” karya Martin  Aleida.. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:28 PM

Menganalisis unsur-unsur intrinsik pada cerpen ‘Tukang Cukur’’ karya Budi Darma.

Cerpen adalah sebuah karya sastra yang relatif singkat atau dapat habis dibaca dalam sekali duduk. Di dalamnya menggunakan alur tunggal dan hanya berfokus pada satu tokoh atau peristiwa puncak. Dari pengertian tersebut, maka ciri-ciri cerpen antara lain tidak lebih dari 10 ribu kata; bersifat fiktif atau rekaan; fokus pada satu aspek cerita; lebih singkat daripada novel; tidak mencerminkan semua tokoh di dalamnya; terdapat alur, konflik, dan penyelesaian tunggal.

Meski singkat dan bersifat fiksi, tetapi cerpen umumnya menggambarkan atau mencerminkan kehidupan manusia. Selain itu, di dalam cerpen terdapat pesan atau nilai-nilai moral yang dapat diambil oleh pembacanya.

Sekarang kalian sudah mempunyai pengetahuan tentang peristiwa sejarah yang menjadi latar belakang cerpen ‘Tukang Cukur” karya Budi Darma. Kini saatnya secara mandiri bacalah cerpen tersebut! Setelah kalian membaca cerpen tersebut di atas, buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa. Setelah itu, diskusikan dan jawablah pertanyaan di bawah ini!
‘Tukang Cukur’’ karya Budi Darma
1) Arti kosakata sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia
  1. reyot : sudah sangat rusak dan hampir roboh (tentang gubuk, kursi, meja)
  2. compang-camping : sudah sangat rusak biasanya untuk pakaian
  3. remah-remah : sisa makanan dan sebagainya yang ketinggalan di tempat makan
  4. wenter : serbuk pewarna (untuk pakaian) 
  5. bungkil : ampas (kacang, kedelai, kelapa) yang sudah diambil minyaknya 
  6. udeng : destar, ikat kepala 
  7. memaki-maki : marah-marah 
  8. dug : ikat kepala
  9. semak-semak : tumbuhan perdu 
  10. fajar : waktu sebelum matahari terbit 
  11. mendesing : mengeluarkan bunyi peluru yang ditembakkan dan sebagainya
  12. berkeliaran : berjalan (terbang dan sebagainya) ke mana-mana; bertualang

2) Menjawab pertanyaan tentang unsur intrinsik berdasarkan cerpen  “Tukang Cukur” karya Budi Darma. 
  • Tema utama dari cerpen “Tukang Cukur” adalah tentang manusia yang oportunis karena dalam cerita tersebut tokoh Tukang Cukur selalu mengikuti kelompok yang sedang menang. Pertama, dia bergabung PKI kemudian mengkhianatinya karena PKI kalah melawan TNI (pasukan Siliwangi). Kedua, dia bergabung dengan TNI (pasukan Siliwangi) walau kemudian TNI mengetahui keculasannya. Ketiga, dia bergabung dengan Belanda menjadi pasukan KNIL ketika Belanda berhasil menguasai Yogyakarta. Terakhir, dia menjadi pasukan NII dan mati terbunuh di bekas pabrik rokok. Tema tambahan dari cerpen “Tukang Cukur” adalah penggambaran kemiskinan pada zaman itu. Hal ini seperti tokoh Gito yang makan seadanya dengan pakaian yang tidak pantas dipakai. 
  • Yang menjadi tokoh utama adalah Tukang Cukur karena dia menjadi pusat perhatian dalam cerita dan banyak hal dalam hidupnya disorot. Tokoh tambahan yang muncul hanya sesekali, yaitu Gito, ayah, Ibu, Dasuki, Kakek Leman, Ruslan. 
  • Penokohan cerpen “Tukang Cukur” dibagi menjadi 3, yaitu tokoh  : (1) protagonis (Gito, ayah, dan ibunya). Mereka mewakili kebaikan  karena tidak pernah berbuat jahat. (2) Kedua adalah tokoh antagonis, yaitu tokoh yang mewakili kejahatan (Tukang Cukur yang berpindah-pindah keberpihakan). (3) Kemudian, tokoh campuran. Tokoh campuran merupakan penggambaran sikap tokoh yang memiliki sisi baik selain sisi buruk. Hal ini ada pada diri Ruslan yang terlihat ketika dia memberi pertolongan kepada keluarga Gito ketika perang datang tetapi pada akhir cerita justru Ruslan diketahui sebagai salah satu pemberontak. 
  • Sudut pandang pencerita yang digunakan adalah sudut pandang orang  ketiga, yaitu sudut pandang dari tokoh Gito. 
  • Tahap-tahap Alur yang digunakan ada lima tahap sebagai berikut.: (1) Tahap pengenalan (exposition atau orientasi), yaitu pada saat diperkenalkan dengan tokoh yang bernama Gito yang mempunyai latar belakang miskin. (2) Tahap kemunculan konflik (rising action), yaitu pada saat Kakek Leman menceritakan ada seorang tukang cukur yang melukai kepalanya.  (3) Tahap konflik memuncak (turning point atau klimaks) terjadi ketika  tokoh Tukang Cukur berganti-ganti memihak kepada pihak-pihak  yang sedang meraih kemenangan: dia memihak PKI, kemudian berubah memihak TNI, lalu berpindah memihak Belanda, dan  akhirnya memihak NII. (4) Tahap konflik menurun (antiklimaks), yaitu pada saat terjadi pertempuran di pabrik rokok Nitisemito dan ditemukan beberapa korban yang telah menjadi mayat. (5) Tahap penyelesaian (resolution) yaitu terjadi ketika Gito mengetahui bahwa salah satu mayat yang melakukan pemberontakan NII adalah Tukang Cukur. 
  • Latar yang digunakan meliputi latar waktu, tempat, dan suasana. (1) Latar tempat, beberapa lokasi disebutkan menjadi latar dari cerpen ini adalah di daerah Kudus. Informasi ini terdapat pada kutipan:  “Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran kota Kudus…” (2) Latar waktu pada cerpen ini, yaitu pada September 1948–Desember 1949. (3) Latar suasana yang terbangun dalam cerpen ini adalah menegangkan dan penuh kejutan. Suasana menegangkan terjadi karena pada latar masa revolusi, yaitu September 1948–Desember 1949. Penuh kejutan karena kegiatan yang dilakukan Tukang Cukur sulit diprediksi. 
  • Gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen “Tukang Cukur” ini sangat mewakili suasana dalam cerpen yang penuh ketegangan, seperti penggambaran perang yang memaksa Gito dan ayah ibunya untuk mengungsi. Hal ini terlihat pada kalimat: Setelah Kudus ditinggal oleh pasukan Siliwangi, pada suatu hari, ketika fajar hampir tiba, seluruh kota Kudus terasa bergetar-getar, langit dilalui pesawat cocor merah yang terbang sangat rendah, datang dan pergi, datang dan pergi lagi.
  • Amanat yang terkandung dalam cerpen “Tukang Cukur” adalah jangan  mempunyai sifat oportunis seperti Tukang Cukur. 

Demikian pembahasan mengenai Menganalisis unsur-unsur intrinsik pada cerpen  ‘Tukang Cukur’’ karya Budi Darma.. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 11:44 AM

Menemukan Informasi Peristiwa Sejarah yang Menjadi Latar Belakang Sebuah Cerpen.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi cerpen adalah “kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika)”. Oleh karena itu, cerpen bentuknya pendek dan cerita ini akan selesai dibaca dalam sekitar sepuluh menit dan sering disebut dengan cerita yang dapat dibaca dalam sekali duduk. 

Cerita pendek disusun dari beberapa unsur pembangun, baik unsur yang ada di dalam cerita itu sendiri maupun unsur yang ada di luar cerita. Unsur-unsur pembangun yang ada di dalam cerita disebut unsur intrinsik.
Unsur Intrinsik
  1. Tema adalah gagasan utama suatu cerita. Tema dapat ditemukan dengan melihat pikiran-pikiran pokok dari cerpen tersebut. 
  2. Tokoh utama adalah tokoh yang ditampilkan secara terus-menerus atau paling sering diceritakan. Tokoh tambahan adalah tokoh yang dimunculkan sekali atau beberapa kali saja dalam sebuah cerita. 
  3. Penokohan adalah cara penulis menggambarkan tokoh. Penokohan terdiri atas tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh campuran. Tokoh protagonis adalah tokoh yang mewakili sifat-sifat baik sebagai manusia dan sebaliknya adalah tokoh antagonis. Adapun tokoh campuran adalah tokoh yang memiliki perwatakan baik dan buruk. 
  4. Sudut pandang pencerita yaitu kedudukan penulis dalam cerita. Sudut pandang pencerita dibagi menjadi dua jenis, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. 
  5. Alur cerita sering pula disebut plot. Alur cerita berisi rangkaian peristiwa yang memperlihatkan sebuah hubungan sebab akibat. Terdapat lima tahap alur, yaitu tahap pengenalan (exposition atau orientasi), tahap kemunculan konflik (rising action), tahap konflik memuncak (turning point atau klimaks), tahap konflik menurun (antiklimaks), tahap penyelesaian (resolution).
  6. Latar adalah segala keterangan, petunjuk, dan acuan yang berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana terjadinya suatu peristiwa dalam karya sastra. 
  7. Gaya bahasa adalah bagaimana pengarang menggunakan bahasa yang tepat sehingga bisa menampilkan suasana, seperti sedih, gembira, menyeramkan, romantis, atau suasana penuh sindiran. Penggunaan bahasa yang tepat akan mendukung jalan cerita.
  8. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Amanat biasanya disampaikan oleh penulis secara tersirat. 

Untuk memahami isi cerita pendek yang berjudul “Tukang Cukur” karya Budi Darma secara komprehensif, kalian harus mempunyai pengetahuan tentang latar belakang peristiwa sejarah yang menjadi latar belakang cerpen tersebut. Berikut adalah beberapa hal yang harus kalian temukan informasinya sebelum kalian memulai membaca cerpen tersebut. Bekerjalah dalam kelompok masing-masing, terdiri atas 4-5 siswa untuk menemukan informasi di bawah ini!

1. Jalan Daendels
Siapakah yang membuat Jalan Daendels? Apa tujuan dan bagaimana  proses pembangunan jalan tersebut? 

2. Pemberontakan PKI 1948
Siapa yang memelopori pemberontakan PKI 1948? Apa alasan yang menyertainya sehingga mereka mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah Republik Indonesia? Bagaimana hasil dari pemberontakan tersebut? 

3. Agresi Belanda II atas Yogyakarta
Mengapa Belanda menyerang Yogyakarta? Bagaimana hasil serangan mersebut? Bagaimana antisipasi atau tindakan pemerintah, tentara Nasional Indonesia (TNI), serta rakyat Indonesia terhadap serangan tersebut? 

4. Konferensi Meja Bundar
Apa yang dimaksud dengan Konferensi Meja Bundar? Mengapa konferensi ini begitu penting bagi Indonesia?

5. Pemberontakan DI/ TII 1949
Siapa yang memelopori pemberontakan DI/ TII 1949, apa alasan yang menyertainya sehingga mereka mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah Republik Indonesia? Bagaimana keadaan setelah 
pemberontakan tersebut?

Setelah kalian menemukan informasi tersebut presentasikan hasil temuan tersebut secara lisan di hadapan kelompok yang lain. 

Menemukan latar sejarah perjuangan sebagai latar cerpen “Tukang Cukur” karya Budi Darma. 
  1. Jalan Daendels diprakarsai oleh Gubernur Jenderal Belanda (1808-1811) bernama Daendels yang memelopori pembukaan  jalur sepanjang 1.000 kilometer di pesisir utara Jawa dari Anyer sampai Panarukan. Jalur yang disebut Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) itu dibangun Daendels pada awal masa kepemimpinannya di Hindia Belanda. Tujuan dibangunnya Jalan Raya Pos adalah untuk memudahkan pengangkutan hasilhasil perkebunan di pedalaman tanah Jawa untuk bisa dibawa ke pelabuhan-pelabuhan pantai utara Jawa dan dibawa ke pasar Eropa. 
  2. Pemberontakan PKI tahun 1948 terjadi di Madiun, Jawa Timur dan dipelopori oleh organisasi Partai Komunis Indonesia, Partai  Sosialis Indonesia, Partai Buruh Indonesia, Pemuda Rakyat, dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia. Tokoh yang terkenal adalah Musso dan Amir Sjarifuddin yang kabinetnya jatuh akibat Perjanjian Renville. Pemberontakan ini dilakukan dengan membunuh banyak tokoh-tokoh di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti tewasnya Gubernur Jawa Timur saat itu. Pemberontakan ini bisa ditumpas oleh TNI khususnya pasukan Siliwangi yang didatangkan dari Jawa Barat. 
  3. Agresi Belanda II dilakukan Belanda dengan menyerang Yogyakarta sebagai ibu kota negara Indonesia. Serangan pagi hari atas pangkalan udara Maguwo tersebut berhasil melumpuhkan Yogyakarta sebagai ibu kota Indonesia. Para pemimpin Indonesia seperti Soekarno, Hatta, dan Sjahrir ditangkap dan dibuang ke luar Pulau Jawa. TNI dan rakyat tidak tinggal diam dan melancarkan serangan balasan atas Yogyakarta dengan pendudukan atas Yogyakarta selama 6 jam pada 11 Maret 1949. 
  4. Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda, dari 23 Agustus 1949 sampai dengan 2 November 1949 antara perwakilan Republik Indonesia, Belanda, dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), yang mewakili berbagai negara yang diciptakan Belanda di kepulauan Indonesia. Konferensi ini begitu penting karena akhirnya Belanda menyerahkan kedaulatan Indonesia secara penuh kepada pemerintah Indonesia, kecuali Irian Barat. 
  5. Darul Islam (DI) dan Tentara Islam Indonesia (TII) adalah salah satu bagian dari ide mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirja pada tanggal 7 Agustus 1949 di Tasikmalaya. Ide NII adalah ingin membentuk negara Indonesia menggunakan dasar-dasar Islam sebagai dasar negara. Akhirnya, berdirinya negara ini dianggap membuat kegaduhan dan saling curiga di antara pemerintah, para ulama, dan rakyat. Oleh karena itu, NII dibubarkan dan pemimpinnya Sekarmadji Maridjan Kartosoewirja dijatuhi hukuman mati. 

Demikian pembahasan mengenai Menemukan  Informasi Peristiwa Sejarah yang Menjadi  Latar Belakang Sebuah Cerpen.. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 11:30 AM

Membaca cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” karya Faisal Oddang.

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang  membaca cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada  Pohon” karya Faisal Oddang. Tujuan pembelajaran kali ini adalah mengetahui latar belakang peristiwa sejarah Indonesia dari salah satu cerpen yang akan dibaca sehingga mampu memahami cerpen bertema sejarah secara lebih komprehensif. 

Setelah memahami peristiwa sejarah yang menjadi latar belakang cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” karya Faisal Oddang maka saatnya berlatih membaca nyaring dengan memperhatikan artikulasi yang jelas. Bacalah secara bergantian cerpen berikut!
Faisal Oddang.
1. Cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon?” karya Faisal Oddang disebut cerpen karena memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
  • Jumlah Kata Jumlah kata kurang dari 10.000.
  • Waktu Membaca Diperlukan waktu membaca kurang dari 10 menit.
  • Tokoh Tokoh terfokus pada Ustad Samsuri sebagai tokoh utama. 
  • Jumlah Peristiwa atau Konflik Hanya berisi satu kejadian penting yaitu saat Ustad Syamsuri harus kembali mengangkat senjata karena kedatangan Belanda dan pembunuhan oleh Westerling. 

2. Kosakata dan Artinya
  • debat : pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing
  • merubut : berkumpul
  • moncong : bagian benda yang mempunyai fungsi dan bentuk seperti mulut yang panjang
  • popor : tangkai bedil; gagang senapan 
  • langgar : masjid kecil tempat mengaji atau bersalat, tetapi tidak digunakan untuk salat Jumat; surau; musala 
  • laknatullah : yang dilaknat oleh Tuhan
  • hijaiah : aksara Arab 
  • gugur : mati dalam pertempuran 
  • bias : bayangan
  • ajal : kematian
  • kekang : berhubungan dengan tali 
  • pendiangan : perapian
  • kacau balau : sangat kacau
  • dicampakkan : dibuang begitu saja 
  • syahid : mati di jalan Allah
  • tuberkulosis : jenis penyakit berkaitan dengan paru-paru 
3. Jawaban berdasarkan isi cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon?” karya Faisal Oddang yang telah dibaca secara bergantian. 

Berdasarkan analisis tokoh dan penokohannya, mengapa Ustat Syamsuri disebut tokoh utama dan Rahing adalah tokoh pendukung? Berikan bukti yang mendukung jawabanmu
Tokoh Ustad Syamsuri dikatakan sebagai tokoh utama karena dia sering muncul dalam cerita dan konflik dalam cerpen terpusat kepadanya. Tokoh Rahing disebut peran pendukung karena hanya beberapa kali tampil dalam cerita dan pusat konflik tidak terletak padanya. 

Identifikasilah beberapa latar tempat yang menjadi latar dari cerpen dan cobalah temukan dalam peta dengan menggunakan Google Map! Bagaimana jarak antara satu tempat dan tempat lain?
Latar tempat seperti di Makassar, Parepare, dan Wajo. 
Mengapa latar waktu pada cerpen tersebut terjadi pada seputar peristiwa memperebutkan kemerdekan Indonesia? Jelaskan disertai bukti yang mendukung!
Latar waktu dalam cerpen adalah sekitar tahun 1946–1947. Tahun ini berarti Indonesia masih berumur sekitar 2 tahun. 
Pada cerpen di atas terdapat kutipan, “Kita harus sadar diri, Ustad.” Siapakah yang mengatakan kalimat tersebut dan kepada siapa dia mengatakan hal itu? Jelaskan maksud dari kalimat tersebut berdasarkan konteks cerita tersebut di atas?
Yang mengatakan kalimat “Kita harus sadar diri, Ustad.” adalah Rahing kepada Ustad Syamsuri. Hal ini dia katakan karena secara senjata dan peralatan serta jumlah pasukan laskar Batucicci pimpinan Ustad Syamsuri kalah dibandingkan pasukan DST-KNIL pimpinan Westerling.

Pada cerita pendek di atas juga ada kutipan, Matahari tidak akan tenggelam selain di ujung langit, begitu pula hidup takkan berakhir selain oleh ajal. Siapakah yang mengatakan hal tersebut dan jelaskan maksud kutipan tersebut berdasarkan konteks cerita tersebut di atas?
Yang mengatakan kalimat “Matahari tidak akan tenggelam selain di ujung langit, begitu pula hidup takkan berakhirselain oleh ajal.” adalah Ustad Syamsuri. Dia mengatakan hal tersebut karena dia tidak akan menyerah kepada Belanda sebelum maut memisahkan. 
Mengapa Ustad Syamsuri akhirnya angkat senjata melawan Belanda? 
Alasan Ustad Syamsuri angkat senjata adalah kematian istri dan anaknya akibat digranat oleh Belanda. 
Mengapa Westerling disebut sebagai Si Jagal dari Turki?
Si Jagal dari Turki adalah Westerling pimpinan pasukan DST–KNIL. 
Bagaimana pendapatmu akan sikap Rahing yang memilih menyelamat kan istrinya dahulu dari pada berangkat melawan Belanda? 
Hal tersebut dilakukan oleh Rahing karena ia merasa istrinya merupakan tanggung jawabnya. Rahing baru saja menikah dan sangat mencemaskan istrinya.
Pada cerita pendek di atas terdapat kutipan, “Sebaik­baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya,” lanjut Rahing terisak. Siapakah yang dimaksud oleh Rahing tentang manusia yang baik dan telah memberi manfaat bagi sesamanya itu? Jelaksan alasan Rahing sehingga dia mengatakan hal tersebut! 
Terdapat kalimat “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya,” lanjut Rahing terisak. Yang dimaksud adalah Ustad Syamsuri karena sejak hidup sampai kematian selalu berguna untuk orang lain. 
Bagaimana akhir kisah hidup Ustad Syamsuri?
Akhir kisah hidup Ustad Syamsuri adalah dia meninggal di Wajo akibat tuberkulosis. 
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:58 AM

Memahami Cerpen dengan Latar Belakang Beberapa Peristiwa Sejarah di Indonesia

Karya sastra berbentuk prosa bisa ditampilkan dalam bentuk novel, cerita bersambung (cerbung), dan roman. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,cerita pendek (cerpen) adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika). 

Berdasarkan pengertian tersebut, cerpen akan selesai dibaca kurang dari sepuluh menit dan sering disebut cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Ciri yang lain dari cerpen bisa dilihat dari segi isi. Dari segi isi, cerpen berfokus hanya pada satu tokoh utama dengan menceritakan satu peristiwa penting yang dialami oleh tokoh tersebut. 

Dari segi isi, cerpen fokus kepada satu tokoh utama dengan menceritakan satu peristiwa penting yang dialami oleh tokoh. Peristiwa penting yang dialami oleh tokoh tersebut akhirnya bisa mengubah jalan hidup atau cara pandang tokoh terhadap suatu hal. 

Seperti halnya karya sastra yang lain, ide penulisan cerpen dapat diambil dari peristiwa atau kejadian nyata. Hal ini karena sastra adalah refleksi kehidupan masyarakat, yaitu menyangkut manusia dan permasalahan yang dihadapinya. Oleh karena itu, karya sastra adalah sebentuk manifestasi kegelisahan atas realitas yang terjadi di sekitar kita. Salah satu contoh peristiwa yang menimbulkan kegelisahan adalah peristiwa sejarah sebuah bangsa. 

Jika sejarah ditulis dalam sebuah karya bukan fiksi, peristiwa tersebut tidak akan menimbulkan ruang bagi pembaca untuk memberi tafsir yang berbeda dari yang ditulis oleh si penulis sejarah. Akan tetapi, jika sebuah peristiwa sejarah ditulis dalam bentuk fiksi khususnya cerpen, memungkinkan terjadi tafsir yang berbeda terhadap peristiwa sejarah tersebut. Dalam karya fiksi, sebuah peristiwa sejarah kemudian dikembangkan dengan menggunakan teknik pengembangan tokoh dan penokohan, pengembangan alur serta deskripsi dan teknik penyajian cerita. 

Untuk dapat memahami cerpen dengan latar belakang peristiwa sejarah, pembaca paling tidak harus memiliki pengetahuan tentang peristiwa tersebut. Oleh karena itu, guru harus menyiapkan bekal pengetahuan sejarah yang cukup kepada peserta didik sebelum membaca cerpen dengan tema sejarah. Ketika peserta didik akan membaca cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon?” Karya Faisal Oddang misalnya, pembaca paling tidak harus mempunyai pengetahuan sejarah tentang kasus pembanta*an massal di Sulawesi Selatan oleh Westerling dan siapa sebenarnya Andi Makassau.  

Agar dapat memahami isi cerpen tersebut secara komprehensif, kalian dapat berdiskusi secara berkelompok (satu kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa) untuk menemukan informasi berikut.
Andi Makassau Parenrengi
1. Siapakah Andi Makassau? 
Andi Makassau Parenrengi adalah tokoh yang berasal dari Parepare, pejuang kemerdekaan Indonesia di daerah bekas Ajatappareng (sekarang: Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Enrekang). Dia adalah bangsawan Kerajaan Suppa
2. Berdasarkan pertanyaan nomor 1, apa yang telah dilakukannya terhadap upaya memperjuangan kemerdekaan Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan?
Sebelum kemerdekaan Indonesia, Andi Makassau membentuk dan memelopori organisasi kemasyarakatan dan politik yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Organisasi kemasyarakatan tersebut antara lain, seperti Partai Sarikat Islam di Parepare (dibentuk pada tahun 1927) dan Sumber Darah Rakyat atau disingkat SUDARA (dibentuk tahun 1944). Setelah kemerdekan, Andi Makassau menyatakan mendukung kemerdekaan Indonesia. Namun, pada 1946 Westerling yang melakukan pembanta*an terhadap kurang lebih 40.000 rakyat Sulawesi Selatan dihadang dengan gagah berani oleh laskar-laskar di bawah kepemimpinan Andi Makassau. Karena kalah senjata dan fasilitas lain, akhirnya perjuangan itu kalah. Andi Makassau dibuang di  tengah laut dalam kondisi terikat. 
3. Siapakah Westerling? 
Westerling bernama lengkap Raymond Pierre Paul Westerling. Dia lahir di Istanbul, Kesultanan Utsmaniyah, 31 Agustus 1919 dan meninggal di Purmerend, Belanda, 26 November 1987 pada umur 68 tahun. Westerling adalah komandan pasukan Belanda yang terkenal karena memimpin Pembanta*an Westerling (1946–1947) di Sulawesi Selatan dan percobaan kudeta APRA di Bandung, Jawa Barat.
4. Mengapa dia dikatakan pelaku genos*da di Sulawesi Selatan?
Westerling dikatakan sebagai pelaku genos*da di Sulawesi Selatan karena dia dan pasukan khusus Belanda yang bernama DST telah menghabisi sekitar 40.000 warga Sulawesi Selatan pada tahun 1946–1947. Hal ini berawal dari peristiwa pemb*nuhan 1.000 orang Indonesia pro-Belanda yang dilakukan pejuang kemerdekaan Indonesia di bawah pimpinan Andi Makassau. Kemudian Belanda melakukan pembalasan dengan mendatangkan pasukan DST yaitu pasukan khusus KNIL di bawah Westerling. Tanpa segan Westerling mengadakan operasi pembersihan yang mirip pembun*han massal. 
5. Apa yang dimaksud dengan pasukan Depot Speciale Troepen DST, KNIL?
Yang dimaksud dengan DST (Depot Speciale Troepen) di bawah KNIL adalah satuan khusus andalan militer Belanda yang terlibat aksi pembantaian di Sulawesi Selatan. DST biasa disebut pasukan baret hijau yang biasa dikirim ke daerah-daerah konflik yang membutuhkan operasi khusus seperti halnya di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Westerling.
6. Mengapa Depot Speciale Troepen DST, KNIL dikatakan sebagai pasukan yang penuh dengan kekejaman? 
DST dianggap menjadi pasukan yang kejam karena pada kenyataannya pasukan tersebut banyak diisi oleh pribumi sebagai prajurit. DST melakukan "eksekusi" yang terjadi di Sulawesi Selatan 
Setelah kalian menemukan informasi tersebut presentasikan hasil temuan tersebut secara lisan di hadapan kelompok yang lain. 

Demikian pembahasan mengenai Memahami Cerpen dengan Latar Belakang  Beberapa Peristiwa Sejarah di Indonesia. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 3:04 AM

Jurnal Membaca Kelas XI Sinopsis Novel

Pada bagian ini kalian dapat memilih buku untuk dibaca sebagai bagian dari kegiatan jurnal membaca. Pilihlah dua atau tiga dari beberapa alternatif karya sastra pada tabel buku rekomendasi di bawah ini. Lengkapi formulir ‘Jurnal Membaca’ yang disediakan sebagai tindak lanjut dari kegiatan membaca ini.

Lengkapilah formulir “Jurnal Membaca” berikut ini sebagai tindak lanjut kegiatan membaca dua atau tiga karya yang direkomendasikan. Gunakan formulir berbeda untuk setiap buku.
  1. Tulislah sinopsis buku yang sudah kalian baca, minimal dalam sepuluh kalimat!
  2. Gambarlah tokoh-tokoh utama yang ada dalam buku itu. Jelaskan dalam 3-4 kalimat tentang karakteristik tokoh tersebut.
  3. Berbagilah informasi tentang buku yang sedang atau telah kalian baca. Tulislah minimal dalam tujuh kalimat.

1. Kuli Kontrak

Hari/tanggal : Rabu, 6 September 2023
Nama : Wawan Hendarawan 
Kelas : XI
Judul Buku : Kuli Kontrak
Penulis : Mochtar Lubis
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
Tebal : 107 Halaman 
Tahun Terbit : 1985
Kuli Kontrak
Kuli kontrak hanya salah satu judul cerpen yang ditulis oleh Mochtar Lubis. walau seperti itu banyak orang mengatakan bahwa tulisan tentang kuli kontrak memang menjadi bagian dari hidup Mochtar Lubis selama di kerinci. pemilihan kuli kontrak sebagai judul utama rasanya juga memiliki alasan tersendiri bahwa kuli kontrak menjadi salah satu kepingan sejarah yang pernah hidup di masa lalu.

Mochtar Lubis menuliskan cuplikan derita yang dialami oleh kuli kontrak dalam perkebunan yang dikuasai oleh pihak swasta (asing). Tentu, orang-orang ini adalah kuli pendatang dari berbagai daerah, salah satunya dari pulau jawa. Mereka yang telah menjadi kuli kontrak disuruh bekerja sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Dari sisi aturan inilah lantas Mochtar Lubis menuliskan pengalamannya kala menempatkan kata aku sebagai tokoh utama dalam cerpen ini.

Ayahnya sebagai seorang demang di kota Sungai Penuh tiba-tiba mendapat sebuah kabar tentang larinya beberapa kuli kontrak. Pelarian kuli kontrak yang berjumlah lima orang ini berdasarkan kasus kriminal yang telah dilakukannya yakni menikam salah satu opsir Belanda. Sang ayah dalam tokoh ini lantas meninjau ke lapangan guna mencari orang-orang tersebut.

Pencarian yang dimulai malam hingga siang hari membuahkan hasil dan berhasil menemukan tiga orang dalam hutan. Singkat cerita para kuli kontrak ini terpaksa membunuh opsir belanda tersebut karena telah mengganggu istri-istri mereka. Akibatnya tiga kuli tersebut ditembak mati oleh pemerintah kolonial. 

Tokoh aku dalam cerpen ini telah mendapat wanti-wanti untuk tidak melihat pristiwa ini terjadi. Namun insting yang memang penasaran dengan nasib kuli kontrak yang tidak mendapat keadilan karena hukum belanda yang kuat lantas menyaksikan peristiwa tersebut dari atas pohon. “Nak jika besar nanti jangan sekali-kali menjadi pejabat negara” pesan sang ayah yang tahu anaknya telah melihat pristiwa ini. Cerpen ini cukup singkat untuk menggambarkan sebuah realita kondisi kuli kontrak diperkebunan kayu aro.

Pendapatku :
Cerpen ini simpel, bertutur linear. Tapi, ia memberi tekanan dan tikungan tegas di akhir kisah. Seorang pegawai negeri mengatakan tegas-tegas kepada anaknya agar jangan menjadi pegawai negeri. Menurutnya, demi kepentingan penguasa, seorang pegawai negeri harus melakukan pekerjaan yang bahkan bertentangan dengan nuraninya sebagai manusia.

2. Para Priyayi

Hari/tanggal : Rabu, 13 September 2023
Nama : Wawan Hendarawan 
Kelas : XI
Judul Buku : Para Priyayi
Penulis :  Umar Kayam
Penerbit : PT Pustaka Utama Grafiti (anggota IKAPI)
Tebal : 1v, 308 hlm
Tahun Terbit : 1992
Para Priyayi
Para priyayi telah menjadi sebuah bagian sejarah yang tidak dapat terpisahkan ketika kita berbicara era pra-kemerdekaan. Kelompok ini memiliki kedekatan dengan kekuasaan, kemewahan, dan kehormatan.

Dalam bukunya –Para Priyayi– Umar Kayam berhasil menggambarkan kehidupan priyayi dari dekat. Menjadi priyayi adalah sebuah ketidakmustahilan, walaupun ia berasal dari golongan bawah. Segala daya upaya ditumpahkan agar seseorang bisa masuk golongan priyayi. Kegemilangan sebuah keluarga dapat dilihat dari upayanya menjadikan seluruh keluarga atau setidak-tidaknya salah satu dari anggota keluarga menjadi priyayi.

Adalah Lantip, seorang anak penjual tempe keliling di Wanagalih. Di umur yang masih belia, ia dititipkan emboknya di rumah keluarga Sastrodarsono, keluarga priyayi terpandang di kabupaten. Ia sudah dianggap anak di rumah besar tersebut.

Sastrodarsono benar-benar seorang ayah yang bijak dan pamong yang mampu mengayomi warga di sekitarnya. Ia bukanlah turunan priyayi. Status priyayi diperolehnya dengan kerja keras yang luar biasa. Pendidikan tinggi menjadi kendaraannya agar masuk sebagai kelompok priyayi.

Bersama istrinya –Ngaisah– Sastrodarsono membangun keluarga priyayi. Sastrodarsono bukanlah priyayi yang hanya duduk menikmati kemewahan yang dimilikinya. Ia masuk ke pelosok pedesaan, membangun sekolah rakyat, dan memercikkan kebijakan bagi warga sekitar. Ia tanamkan jiwa priyayi yang kuat bagi ketiga anaknya untuk selalu berada di jalan yang benar.

Pada kenyataannya, hidup tidaklah semulus yang diharapkan. Ketiga anaknya yakni Noegroho, Hardojo, dan Soemini punya persoalan hidup masing-masing. Sampai mereka sudah berkeluarga sekali pun, persoalan hidup yang menghadang selalu dibagikan kepada ayah-ibunya.

Lantip selalu menyingsingkan lengan saat keluarga priyayi itu dilanda masalah. Ia menuntaskan semuanya itu dengan segala ketulusan hati dan kebijakan sikap yang dianutnya.

Namun, terkadang manusia tidak bisa berharap terlalu besar pada garis hidup yang diberikan Sang Pencipta. Ada saat seorang manusia harus menerima kenyataan bahwa kesatuan sebuah keluarga juga berarti kesatuan untuk rela melepaskan bagian dari sebuah kebulatan itu sendiri.

Tak berlangsung lama setelah kepergian istrinya, Sastrodarsono pun menyusul. Ia seda di “istananya”. Ia menutup mata dikelilingi keluarga besarnya. Ia meninggal dengan penuh senyum kebahagiaan.

Lantiplah orang yang memberikan pidato saat penguburan Sastrodarsono. Di tengah makam, Lantip menuturkan kisah hidup Ndoro Guru Kakungnya dari seorang anak petani kecil menjadi seorang priyayi yang bersahaja.

Buku ini mengungkapkan kehidupan priyayi dari dekat. Amat menarik mengupas buku ini. Umar Kayam dapat memotret pola pikir keluarga priyayi, kesederhanaan sekaligus kemewahan, dan nilai-nilai hidup orang Jawa.

Pendapatku :
Nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Para Priyayi ini terlihat dari keluarga Sastrodarsono, Eyang pembangunan keluarga Priyayi ini digambarkan dengan sosok penuh wibawa, pejuang sejati, kebapaan, dan teguh pendirian. Dan semua anaknya disekolahkan dan menjadi orang-orang yang berhasil begitu pula anak-anak angkatnya termasuk Lantip.

Demikian pembahasan mengenai Jurnal Membaca Kelas XI Sinopsis Novel. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:40 AM

Memahami Penyajian Teks Berita dalam Bentuk Vlog

Dengan kemajuan teknologi saat ini, vlog banyak dipakai untuk melakukan penyajian berita dan peristiwa terkini. Vlog adalah blog yang unggahannya berupa video. Hal ini tentu saja membuat penyajian berita menjadi menarik karena pemirsa dapat langsung melihat isi beritasehingga lebih mudah untuk dipahami.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, vlog adalah “blog yang isinya berupa video”. Oleh karena itu, dalam vlog kita menemukan beragam informasi hanya penyajiannya dalam bentuk video. Vlog berarti video blog, yaitu video yang menampilkan peristiwa sehari-hari yang sedang dialami oleh naravlog tersebut. Vlog ini dapat disajikan dengan mengunggah video yang menampilkan naravlog saat sedang berbicara secara langsung di depan kamera. Kejadian yang direkam itu berupa kegiatan saat sedang jalan-jalan, bermain gim (game), atau mengadakan suatu tutorial, dan sebagainya.

Namun, benarkah membuat vlog itu mudah? Kemudian bagaimana ciri-ciri sebuah vlog dikatakan baik? Berikut adalah faktor-faktor yang harus diperhatikan ketika membuat vlog.
  1. Pemilihan tema. Pilihlah tema yang dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dengan penyampaian yang menghibur.
  2. Penggunaan gambar yang jernih dan sesuai. Penampilan gambar adalah faktor penting karena vlog mengutamakan penampilan gambar. Pengambilan gambar dengan proporsional dan jernih sangat mendukung informasi yang disampaikan dalam vlog.
  3. Penggunaan audio yang jelas dan jernih. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah audio yang jernih dan jelas. Audio yang jernih dan jelas mendukung penyampaian pesan atau isi berita dengan baik.
  4. Kemampuan berbicara. Seorang naravlog perlu melatih kemampuan berbicara. Kemampuan berbicara harus didukung oleh penggunaan bahasa baku, kalimat yang tepat, intonasi, dan artikulasi saat membawakan teks.

Dari faktor-faktor tersebut maka dapat disimpulkan vlog mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Mempunyai isi konten yang menghibur dan mendidik.
  2. Gambar yang ditampilkan jernih dan mampu mendukung informasi yang ingin ditampilkan dalam vlog.
  3. Audio yang ditampilkan juga jernih sehingga terdengar jelas oleh pemirsa.
  4. Naravlog mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang baik, sikap yang baik, serta komunikatif.

Kegiatan 1 Mendiskusikan vlog.
Perhatikan vlog “Solutif! Ganti Angkutan Umum dengan Bike Sharing Jakarta!” di bawah ini. Bentuklah kelompok bersama 3-4 kawan kalian. Diskusikan beberapa hal terkait dengan inovasi serta keterkaitannya dengan usaha untuk menjaga kota dan komunitas yang keberlanjutan.

VLOG 1
Solutif! Ganti Angkutan Umum dengan Bike Sharing Jakarta! Berdasarkan tayangan video “Solutif! Ganti Angkutan Umum dengan Bike Sharing Jakarta!”, jawablah per tanyaan-pertanyaan berikut.
Bike Sharing Jakarta
1. Apakah yang dimaksud dengan “bike sharingJakarta” pada vlog di atas?
Bike Sharing Jakarta adalah layanan penyewaan sepeda yang dapat diakses oleh warga Jakarta yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Gowes.
2. Di mana sajakah pelayanan “bike sharing Jakarta” berada?
Sepeda tersedia di tempat parkir dari beberapa fasilitas publik seperti Stasiun Tanah Abang, pintu MRT Bundaran HI, Balai Kota DKI Jakarta, Kantor Dinas Teknis Jati Baru, Kantor Walikota Jakarta Pusat, dan Kantor Dinas Teknis Abdul Muis
3. Kapan layanan ini mulai berlaku?
Layanan sudah dimulai 19 Juli 2020. Berita diunggah tanggal 20 Juli 2020 dan disebutkan bahwa layanan sudah diuji coba kemarin (sehari sebelumnya).
4. Siapakah yang menunjang tersedianya layanan bike sharing Jakarta?
Pemerintah provinsi DKI Jakarta dan PT Gowes
5. Mengapa “bike sharing Jakarta” disebut solutif? Jelaskan keterkaitannya dengan usaha menjaga kota yang berkelanjutan.
Disebut solutif karena adanya inovasi untuk mempermudah orang melakukan mobilitas tanpa menambah emisi gas karbon dioksida (CO2) di udara Jakarta dan pemanfaatan teknologi digital untuk transaksi. Keterkaitannya dengan usaha menjaga kota yang berkelanjutan dapat dicapai karena pengurangan emisi karbon dioksida melalui inovasi digital untuk persewaan sepeda mendukung kondisi kota yang memungkinkan penduduk dapat bergerak dan bernapas dengan sehat sehingga meningkatkan produktivitas dan sumber daya.
6. Bagaimana pendapat kalian bila layanan ini diaplikasikan di kota kalian?
Yang diharapkan dari pembuat vlog adalah agar masyarakat mengerti fasilitas baru yang disediakan oleh Pemda DKI Jakarta dan akhirnya masyarakat menggunakannya untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta.

Kegiatan 2 Menganalisis vlog.
Perhatikan vlog “Untuk Bertahan di Tengah Pandemi, Perajin Mebel Ubah Haluan Jadi Produksi Mainan Edukasi” di bawah ini. Bentuklah kelompok bersama 3-4 kawan kalian. Diskusikan secara berkelompok beberapa hal terkait dengan inovasi serta keterkaitannya dengan usaha untuk menjaga kota dan komunitas yang keberlanjutan.

VLOG 2
Untuk Bertahan di Tengah Pandemi, Perajin Mebel Ubah Haluan Jadi Produksi Mainan Edukasi. Berdasarkan tayangan video “Untuk Bertahan di Tengah Pandemi, Perajin Mebel Ubah Haluan Jadi Produksi Mainan Edukasi”, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Apakah produk yang kini digeluti perajin pada vlog di atas?
Seorang perajin mebel di Malang beralih memproduksi mainan edukasi anak yang terbuat dari kayu khusus untuk sekolah Montessori.
2. Mengapa produk baru ini dipilih oleh perajin? Jelaskan keterkaitannya dengan ciri teks berita kepentingan masyarakat.
Pesanan mebel menurun karena terdampak pandemi sehingga penghasilan perajin mebel menurun. Dengan beralih memproduksi mainan anak dari kayu, pesanan dari sekolah-sekolah Montessori meningkat, baik dari sekolah di dalam negeri maupun dari luar negeri seperti Singapura. Hal ini berdampak positif terhadap kepentingan masyarakat karena roda ekonomi mulai berputar sehingga penghasilan perajin dan penyedia bahan baku kayu meningkat
3. Di manakah tempat kerajinan ini diproduksi? Sebutkan salah satu tujuan pengiriman produk tersebut. Jelaskan keterkaitannya dengan ciri teks berita kedekatan lokasi.
Mainan anak ini diproduksi di Malang. Salah satu tujuan pengiriman ekspor adalah negara tetangga, Singapura. Teks berita ini menarik karena menceritakan keberhasilan perajin di Malang yang terletak di negara Indonesia. Dalam hal ini kedekatan lokasi adalah negara Indonesia yang menyebabkan teks berita ini menarik bagi penduduk Indonesia.
4. Mengapa produk baru ini lebih menarik? Jelaskan keterkaitannya dengan ekspresi emosional (human interest).
Keterkaitan antara informasi dan gambar yang ada dalam vlog menunjukkan bahwa jenis permainan dari kayu yang dibuat oleh Yusuf Affandi jenisnya bermacam-macam. Gambar itu menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan adalah kayu dapat bernilai tambah dalam dunia pendidikan khususnya sekolah-sekolah Montessori. Kegigihan perajin untuk beralih membuat alat-alat permainan yang menggunakan bahan kayu merupakan salah satu ekspresi emosional yang dapat menarik simpati pembaca. Ketertarikan terhadap bidang pendidikan anak atau mainan edukasi anak juga dapat menjadi salah satu ekspresi emosional
5. Apakah yang diharapkan oleh pembuat vlog kepada kita saat memirsa dan menyimak vlog tersebut?
Harapan pembuat vlog adalah mengajak pemirsa untuk selalu gigih, tidak patah semangat, dan selalu berinovasi karena dalam keterbatasan selalu ada jalan untuk bertumbuh.
Kalian sudah menyaksikan dua vlog yang berbeda. Kalian pasti sudah dengan cermat mengamati kedua vlog tersebut. Bandingkanlah kedua vlog tersebut.
Pertanyaan Vlog 1 Vlog 2
Jenis penyajian vlog sesuai dengan tema.
Durasi vlog kurang dari 30 menit.
Pilihan gambar yang sesuai dengan tema.
Pilihan fakta yang sesuai dengan tema.
Audio yang jelas dan jernih
Intonasi dan artikulasi naravlog jelas.
Penggunaan kata dan ejaan sesuai dengan bahasa baku (standar).
Penggunaan kalimat sesuai dengan bahasa baku (standar)
Penyajian kepala berita sudah jelas.
Penyajian leher berita sudah runtut.
Penyajian tubuh berita sudah lengkap.
Penyajian kaki berita sebagai kesimpulan/penutup.

Berdasarkan ciri dan unsur teks berita, vlog manakah yang memenuhi syarat penyajian berita? Berikan alasan kalian.
Kedua vlog tersebut sudah memenuhi syarat penyajian berita karena sudah mencakup ciri dan unsur-unsur yang dimaksud.
Menurut kalian, vlog manakah yang lebih menarik dan mudah dipahami? Berikan alasan kalian.
Vlog yang lebih mudah dipahami adalah vlog yang kedua karena audionya lebih jelas dan prosesnya disampaikan dengan baik.

Demikian pembahasan mengenai Memahami Penyajian Teks Berita dalam Bentuk Vlog. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:37 PM

Menulis teks berita berdasarkan video

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Menulis teks berita berdasarkan video. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat membaca sebuah teks berita dan mengidentifikasi informasi yang aktual dan akurat dari sumber berita.

Untuk membuat suatu teks berita, perlu disusun gagasan pokok yang mengandung jawaban terhadap unsur adiksimba dari suatu peristiwa. Setelah itu, pertimbangkan kelayakan gagasan pokok agar menjadi berita utama (headline). Gunakan enam ciri di atas untuk menganalisis kemungkinan gagasan tersebut layak menjadi suatu berita.

Berbekal informasi yang didapatkan melalui penelitian sesuai unsur adiksimba (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana), susunlah sebuah teks berita yang sopan dan sesuai konteks dengan menggunakan unsur-unsur yang didapatkan dari berita TV (video). Perhatikan syarat dan ketentuan teks berita berikut ini.
  1. Tugas dikerjakan secara perorangan/individual.
  2. Teks berita ditulis dalam lima paragraf, setiap paragraf minimal terdiri atas 3 kalimat. Paragraf pertama merupakan kepala berita, paragraf kedua sampai dengan keempat merupakan leher berita atau tubuh berita, dan paragraf terakhir sebagai kaki berita.
  3. Teks berita terdiri atas 100-300 kata.
  4. Buatlah kerangka karangan terlebih dahulu sebelum kalian menuliskan teks berita itu.
  5. Gunakan ejaan dan tanda baca yang baik.
  6. Pilihlah tayangan video dari kedua tautan berikut untuk dijadikan sumber teks berita.

Video 1
Go Digital Strategi UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Hari/Tanggal: Kamis 6 Septembe 2023
Nama: Wawan Supriyatna
Kelas: XI
Tugas: Menulis teks berita 

Judul: Teks berita
Go Digital Strategi UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Pandemi Covid-19 memukul Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk sektor ekonomi kreatif. Padahal, eksistensi UMKM Indonesia menjadi salah satu kunci utama untuk dapat berkontribusi dalam rangkaian upaya pemerintah mensukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Go Digital Strategi UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Namun, ditengah pandemi UMKM mengalami kesulitan untuk berkembang, maka diperlukan solusi bisnis berbasis teknologi yang dapat meningkatkan dan memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM melalui platform digital. Tak dapat dipungkiri, UMKM yang mampu bertahan saat pandemi adalah mereka yang mampu beradaptasi dalam dunia digital.

Sebanyak 80 persen UMKM menjadikan momentum pandemi sebagai pemicu untuk berubah ke arah digital, terhubung langsung dalam ekosistem digital dengan memanfaatkan platform eCommerce maupun marketplace. Ditambaha lagi, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar, (PSBB), mengakibatkan pertumbuhan negatif pada seluruh subsektor ekonomi kreatif kecuali developer aplikasi dan game yang masih mencatat pertumbuhan positif.

Digitalisasi penting sebab perubahan perilaku konsumen dengan membatasi interaksi fisik dan mengurangi aktivitas di luar rumah terbukti dapat memberi peluang lebih besar kepada UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Banyak pelaku usaha yang di masa pandemi usahanya tidak berkurang tetapi bisa tumbuh saat pandemi, UMKM yang tumbuh adalah yang bisa membaca peluang dan mampu menyesuaikan diri salah satunya dengan go digital.

Menurut Kementerian Koperasi dan UKM, Pemerintah menargetkan pada tahun 2024, sebanyak 30 juta UMKM sudah go digital. Hingga Desember 2021, sebanyak 16,4 juta pelaku usaha UMKM sudah masuk kedalam ekosistem digital. Dengan demikian, masih ada sekitar 13,6 juta UMKM lagi yang harus dikejar untuk segera merambah dunia digital.

Video 1
Go Digital Strategi UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Hari/Tanggal: Kamis 6 Septembe 2023
Nama: Wawan Supriyatna
Kelas: XI
Tugas: Menulis teks berita

Judul: Teks berita
Robot Tari Karya Mahasiswa ITS
Mahasiswa Institut Sepuluh November, Surabaya, membuat robot yang bisa membawakan tarian Indonesia. Robot ini dibuat sebagai salah satu cara mengenalkan budaya Indonesia, dan akan diikutsertakan dalam kontes robot nasional.

Proses pengembangan robot ini melibatkan sejumlah mahasiswa dari berbagai jurusan di ITS. Mereka bekerja sama untuk menciptakan desain robot yang sesuai dengan gerakan tarian tradisional Indonesia.

Robot tersebut dilengkapi dengan sensor dan algoritma yang memungkinkannya menirukan gerakan manusia dengan akurasi yang tinggi.

Robot tari yang dibuat memang cukup luwes dan mampu menari dengan kebutuhan baterai normal selama 15 menit nonstop. Robot tari tersebut berhasil meraih posisi kedua dalam ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 4 Jawa Timur pada 5-7 Mei 2016 di Politeknik Negeri Jember. Kemudian juga melaju ke KRI Nasional yang akan diselenggarakan oleh PENS sebagai tuan rumah pada 1-4 Juni di PTC Surabaya.

Demikian pembahasan mengenai Menulis teks berita berdasarkan video. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:01 PM