Mengapresiasi Pagelaran Musik Pop melalui Media Elektronik

Pada pembelajaran Seni Musik Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Mengapresiasi Pagelaran Musik Pop melalui Media Elektronik. Tujuan Pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu mengapresiasi pertunjukan musik yang ditonton melalui media elektronik, seperti video dari VCD/DVD, televisi, maupun YouTube. Dalam Kegiatan Belajar ini yang menjadi bahan pembelajaran adalah penampilan penyanyi dan pemain musik.

Musik telah mengalami perkembangan yang pesat. Saat ini,berbagai warna musik telah muncul untuk memberikan variasi aliran musik. Aliran musik yang sedang menjadi tren dewasa ini adalah Ballad / Pop (yang biasa dimainkan oleh boy band), Rock (termasukhip metal dan punk), Black Music ( R&B, hip hop, rap dan seterusnya)juga Jamaican Music (ska, dan reggae). Seperti halnya manusia,setiap aliran tersebut memiliki watak dasar yang berbeda, ada yang lemah lembut ataupun keras.

Pada tulisan ini hanya akan berfokus pada musik pop saja. Musik pop atau musik populer adalah satu di antara genre musik yang terkenal, bahkan genre musik pop bisa dibilang sebagai aliran musik paling banyak dinyanyikan para penyanyi dan band di seluruh dunia. Lagu-lagu pop biasanya diciptakan dengan aransemen sederhana yang mudah diingat. Selain itu, melodi lagu pop biasanya bisa digunakan pada berbagai karakter lirik lagu dan bisa dikombinasikan dengan aliran musik lain.
Anneth
Pertunjukan merupakan kegiatan kesenian, baik pertunjukan musik, drama, atau pertunjukan lainnya. Sedangkan musik yaitu nada atau suara yang disusun sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi itu). Pertunjukan musik adalah suatu penyajian fenomena bunyi yang disajikan dalam bentuk musik dengan kualitas. DI mana pertunjukan tersebut dapat didengar dan dinikmati oleh manusia.

Persiapan dan Peralatan yang Diperlukan
Guru mempersiapkan peralatan sebagai berikut:
  1. VCD/DVD yang berisi video pertunjukan musik pop atau link YouTube tentang pertunjukan musik pop yang pantas ditonton anak-anak usia SD.
  2. DVD player, laptop, atau gawai yang bisa memutar video (boleh dipilih salah satu).
  3. Televisi atau proyektor (jika tersedia).
  4. Buku dan alat tulis (untuk peserta didik).

Langkah 1
Guru memutar video yang sudah dipersiapkan dan peserta didik menyimak video yang diputar dari awal hingga akhir.

Langkah 2
Guru meminta peserta didik untuk mempersiapkan buku dan alat tulis. Selanjutnya, guru memutar kembali video dari awal dan meminta peserta didik mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut:Contoh Tabel untuk diisi oleh peserta didik.
Judul Lagu dan ArtisJumlah Pemain yang Mengiringi LaguJumlah PenyanyiJenis Musik/Irama
Lagu Cinta Untuk Mama - D'SISTERS-4 OrangPopuler
Sampai Akhir Nanti - D'Sisters1 orang4 orangPopuler
Pelangiku- Anneth-1 orangPopuler
Langit Malam - Starfire4 orang1 orangPopuler

Langkah 3: 
Mendeskripsikan dan mendokumentasikan pertunjukan
1. Mendeskripsikan dalam bentuk tulisan mengenai pertunjukan yang dilihat
  • Bagaimana tanggapan peserta didik mengenai musik yang telah ditonton?
  • Apakah peserta didik terhibur?
  • Setelah mengamati permainan musik pada video tersebut, peran/ permainan apa yang ingin peserta didik pelajari?
Pertunjukkan yang saya saksikan sangat menarik dan menghibur. Khusunya lagu Cinta Untuk Mama yang dibawakan oleh D'SISTERS. Lagu tersebut Lagu Cinta Untuk Mama ini masih sangat populer hingga saat ini. Lagu ini sangat cocok untuk diputar ketika sedang merayakan momen Hari Ibu untuk mengucapkan rasa terima kasih atas peran seorang ibu selama ini.

Setelah mengamati pertunjukkan saya ingin mempelajari bagaimana cara menyanyikan lagu dengan baik. Bernyanyi akan membuat kita lebih bahagia. Hal ini penting karena bernyanyi akan membuat lebih merasa bahagia.
2. Memberikan kesan terhadap pertunjukan yang ditonton
  1. Peserta didik memberikan kesan, apakah penampilan para musisi ataupun penyanyi sangat bagus, cukup bagus, biasa saja, atau kurang bagus.
  2. Melihat penampilan para musisi dan penyanyi, apakah memicu semangat peserta didik untuk lebih giat belajar musik dan ingin seperti mereka.
Penampilan yang ditunjukkan oleh D'SISTERS sangat luar biasa. Mereka benyanyi dengan kompak dan saling mengisi sehingga lagu menjadi lebih enak didengar. Melihat penampilan mereka membuat saya bersemangat untuk belajar musik dan ingin menjadi penyanyi seperti mereka.

Demikian pembahasan mengenai Mengapresiasi Pagelaran Musik Pop melalui Media Elektronik. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 11:07 AM

Mengapresiasi Pertunjukan Musik Tradisional

Apresiasi seni musik dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memahami musik itu sendiri dengan jalan menghargainya. Tujuan pembelajaran kegiatan ini adalah peserta didik mampu mengapresiasi, mendeskripsikan, dan mendokumentasikan pertunjukan musik tradisional.

Pada kegiatan ini peserta didik akan melihat pertunjukan musik tradisional atau pertunjukan seni lainnya yang mengandung unsur musik di dalamnya, seperti seni tari dan seni teater dengan musik pengiring yang langsung dimainkan oleh pemusik (live music), bukan dari musik yang diputar dengan media elektronik. Melihat pertunjukan musik tradisional maupun modern, kemudian mendeskripsikan dan mendokumentasikannya.

Langkah 1: Mengamati Petunjukan 
Mengamati pertunjukan adalah melihat dan memperhatikan beberapa hal yang terkait dalam pertunjukan tersebut. Hal-hal yang menjadi fokus perhatian dan harus dideskripsikan peserta didik dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1. Nama pertunjukan
Nama pertunjukan adalah istilah yang dipakai dalam satu pertunjukan dan biasanya dilengkapi dengan nama kelompok musik yang tampil dan nama acara-nya, misalnya pertunjukan yang ada di luar sekolah: 
  1. Wayang golek dari Jawa barat
  2. Gamelan dari Jawa Tengah dan Bali
  3. Reog dari Ponorogo Jawa Timur
  4. Kacapi Suling dari Jawa Barat
  5. Ronggeng Melayu dari Sumatera
  6. Gondang Sabangunan dari Tapanuli Utara Sumatera utara

Adapun pertunjukan yang biasa diadakan di sekolah: 
  1. Gamelan
  2. Rampak Sekar (paduan suara)
  3. Tarian daerah dengan musik pengiring

2. Jumlah pemain dan peralatan musik yang dimainkannya. Berapa orang pemain yang terlibat dan apa peran tiap-tiap pemain yang terlibat dalam pertunjukan tersebut.

3. Bahasa yang digunakan dalam pengantar pertunjukan atau ketika menyanyikan lagu

4. Judul lagu/repertoar yang dibawakan oleh para pemain yang tampil dalam pertunjukan yang ditonton.

Langkah 2:
Mendeskripsikan dan mendokumentasikan pertunjukan secara berkelompok. Guru membagi kelas dengan beberapa kelompok yang terdiri dari 6 hingga 8 peserta didik. Setiap kelompok diberi tugas sebagai berikut: 
  1. Memaparkan ulang tentang pertunjukan yang dilihat. Pemaparan ulang dalam bentuk tulisan, bisa dimulai dari persiapan hingga pertunjukan dimulai; apakah berjalan lancar atau menunggu lama, penampilan para pemusik, antusias dan sambutan penonton terhadap penampilan yang disajikan. 
  2. Dokumentasi audio, merekam suara dari pertunjukan yang ditonton.
  3. Dokumentasi visual, mengambil gambar/foto dari pertunjukan dan merekam kegiatan dari pertunjukan yang ditonton, mulai dari persiapan, penampilan, dan penutupan dengan kamera video.
Apabila guru tidak menemukan pagelaran musik tradisional untuk ditonton peserta didik, dapat pula menonton pagelaran dari media elektronik, seperti televisi, DVD, atau dari YouTube.

Contoh 
Mengapresiasi Pertunjukan Musik Tradisional Reog Ponorogo

1. Nama Pertunjukan
Reog adalah sebuah kesenian budaya berbentuk teater yang dilakukan oleh sekelompok pemain drama tari dengan berbagai karakter dan perwatakan pelaku, kesenian Reog ini berasal dari daerah Jawa Tawa timur bagian barat – laut dan kabupaten Ponorogo dianggap sebagai kota asal kesenian Reog yang sebenarnya.

2. Jumlah Pemain dan Peralatan Musik yang Dimainkannya
Reog Ponorogo mempunyai 5 pemeran utama yang selalu bermain disaat pertunjukan yaitu :
Reog Ponorogo
  1. Singgo Barong yang berbentuk kepala harimau dengan tatanan bulu merak yang mengembang lebar sebagai mahkota yang di sebut dengan dadak merak, beratnya bisa mencapai 50 – 60 kg yang digigit dengan gigi,jadi penari harus kuat dan mengerti tekniknya.
  2. Pujangga Anom atau Bujanganong, memakai yang bentuknya lucu dan seram, gerak tariannya lincah dan akrobatik.
  3. Raja Klono Sewandono adalah seorang raja, juga memakai topeng yang berciri khas satria dan pemberani
  4. Sekelompok Jathilan jumlahnya bisa mencapai empat, enam, delapan dan seterusnya dan harus genap, penari berpenampilan kesatria tapi feminim dengan menunggang kuda replika dari kepang atau anyaman bambu.
  5. Warok peran sebagai pembinaataun sesepuh diperankan oleh laki – laki yang bertubuh kekar, mempunyai jambang dan kunis yang tebal serta memakai tutup kepala yang disebut belangkon

Musik Pengirig Reog Ponorogo Musik pengiring ini di bagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok penyanyi yang terdiri dari dua penyanyi yang menyanyi lagu daerah. Kelompok instrument gamelan memiliki anggota sekitar 9 orang yang terdiri dari:
  1. 2 orang penabuh gendang
  2. 1 orang penabuh ketipung atu gendang terusan.
  3. 2 orang peniup slompret
  4. 2 orang penabuh kenong
  5. 1 orang penabuh gong
  6. 2 orang pemain angklung

3. Bahasa yang Digunakan
Bahasa yang digunakan dalam pengantar pertunjukan atau ketika menyanyikan lagu dalam kesenian Reog Ponorogo adalah bahasa jawa. Pertunjukan Reog diiringgi beberapa penabuh gamelan dan penyanyi yang membawakan lagu dengan berbahasa daerah.

4. Judul Lagu/Repertoar
Judul lagu/repertoar yang dibawakan oleh para pemain yang tampil dalam pertunjukan yang ditonton adalah Jathilan Jonorogo apabila diadakan di kabupaten Ponorogo dan apabila di Surabaya para aguyuban reog di Surabaya sering menggantinya dengan Semanggi Surabaya atau Jembatan Merah.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:46 AM

Menyanyikan Lagu Dengan Iringan Perkusi

Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu menampilkan perpaduan musik dan nyanyian dalam sebuah  penampilan.  Dalam kegiatan belajar ini, kelompok bernyanyi akan bernyanyi diiringi musik pengiring dalam bentuk permainan perkusi. Musik pengiring terdiri dari permainan stik kayu/sumpit bakmi, tepuk tangan atau bisa ditambah alat perkusi lainnya, seperti jimbe, galon air minum, dan alat musik lainnya yang tersedia. Jika memungkinkan, bisa digabung dengan musik minus one (musik tanpa vokal atau biasa disebut karaoke).

Alat musik perkusi adalah alat musik yang ditabuh, dipukul, digoyang, digesek, atau tindakan lainnya, yang dapat membuat getaran pada alat tersebut. Pada dasarnya, instrumen (alat musik) perkusi terdiri atas alat apa pun yang ketika dipukul, digoyangkan, atau digesek bisa menimbulkan suara.

Pada kegiatan ini peserta didik mempelajari dan memainkan lagu-lagu daerah nusantara berikut Ini:

Judul Lagu : “Apuse”
Asal Daerah : Papua
Pola Irama Kelompok A dengan stik/sumpit bakmi dan tepuk tangan:
Pola Irama Kelompok B (dengan jimbe atau galon air minum)
Apuse
Judul Lagu : “Ampar-Ampar Pisang”
Asal Daerah : Kalimantan Barat
Pola Ritmis : 
Pola Irama Kelompok A Dengan Stik/Sumpit Bakmi Dan Tepuk Tangan:
Pola Irama Kelompok B (Dengan Jimbe Atau Galon Air Minum):
Ampar
Judul Lagu : “Cublak-Cublak Suweng”
Asal Daerah : Jawa Tengah
Pola Irama :
Kelompok A Dengan Stik Kayu/Sumpit Bakmi
Kelompok B Dengan Jimbe Atau Galon Air Minum
Cublak
Judul Lagu : “Bungong Jeumpa”
Asal Daerah : Aceh
Pola Irama :
Kelompok A Dengan Stik Kayu/Sumpit Bakmi
Kelompok B Dengan Jimbe Atau Galon Air Minum
Bungong
Teks Ke 2:
Lam Sinar Buleun Lam Sinar Buleun 
Angen Peu Ayon
Luroh Meususon Meususon Yang Mala Mala 
Lam Sinar Buleun Lam Sinar Buleun
Angen Peu Ayon 
Luroh Meususon Meususon Yang Mala Mala
Keubit That Meubee Meunyoe Tatem Com
Leupah That Harom Si Bungong Jeumpa
Keubit That Meubee Meunyoe Tatem Com
Leupah That Harom Si Bungong Jeumpa

Pada Kegiatan Belajar ini guru mempersiapkan peralatan sebagai berikut: Guru menyiapkan stik kayu/sumpit bakmi untuk mencontohkan dan ikut bermain pola ritmis atau ikut mengiringi dengan alat musik keyboard atau gitar bersama kelompok bermusik. Peserta didik juga menyiapkan stik kayu/sumpit bakmi untuk  bermain pola ritmis dan alat-alat perkusi lainnya serta alat musik, seperti gitar atau keyboard jika ada.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:36 AM

Beberapa Tari Tradisional dan Unsur Pendukungnya

Seni tari adalah seni mengenai tari menari (gerak-gerik yang berirama). Seni tari dipertunjukkan dengan ekspresi penjiwaan melalui gerakan ritmis yang estetis dan indah. Tari tradisional adalah tarian yang lahir tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang kemudian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Nah berikut ini Beberapa Tari Tradisional Beserta Unsur Pendukungnya.

1. Tari Kejei
Tari Kejei merupakan salah satu bentuk tari tradisi yang berkembang di daerah Bengkulu. Tarian ini dipercaya masyarakat mengandung unsur sakral dan magis. Awalnya tarian ini sebagai pembuka pada perayaan Kejei, yaitu perayaan besar bagi masyarakat suku Rejang.
Kejei
Sekarang pemerintah setempat memperbolehkan tari Kejai ditarikan pada setiap acara-acara walaupun tidak pada saat upacara Kejai. Hal ini dirasa perlunya pelestarian Tari Kejei yang merupakan ciri khas seni tari di daerah Rejang Lebong agar tidak tengelam dari kemajuan zaman yang terus berkembang dengan pesat. Tari Kejei ini biasanya digunakan untuk merayakan pernikahan, khitanan, panen raya, dan kegiatan-kegiatan lain yang berbau kedaerahan.

a. Musik Tari Kejei
Adapun alat musik yang digunakan dalam tari Kejei yaitu gong, kulintang, dan redap, yang terdiri dari satu buah gong, 5 buah kulintang dan satu buah redap. Alat musik tersebut sangat penting perannya dalam tarian Kejei. Sebelum dimulainya tarian Kejei, alat musik tersebut oleh masyarakat suku Rejang disaratkan dalam ritual te mu’un gung klintang.

Berikut adalah tujuh lagu tarian Kejei atau gabungan dari beberapa lagu rejang yang telah disepakati.
  1. Ombak laut
  2. Tupai melompat
  3. Siamang balik bukit
  4. Percang naik tebing
  5. Kumbang mengharap bunga
  6. Burung klating
  7. Diwo menimbang anak

b. Properti Tari Kejei
Properti dalam tari Kejei adalah tempat sirih (cerano)

c. Tata rias Tari Kejei
Rias yang digunakan menggunakan rias realis. Masyarakat mengenalnya dengan penyebutan rias cantik. Warna-warna yang dipilih menyesuaikan dengan warna dari busana yang dikenakan oleh penari

d. Tata busana Tari Kejei
Pakaian yang dikenakan oleh penari pria berupa:
  1. Baju jas belango warna hitam
  2. Celana dasar hitam
  3. Penutup kepala yang disebut dengan cek’ulew
  4. Selempang dari kanan ke kiri
  5. Songket
  6. Keris

Untuk pakaian yang dikenakan penari wanita berupa:
  1. Baju kurung beludru warna merah yang ditabur logam warna kuning emas
  2. Mengenakan songket
  3. Selendang
  4. Motif bagian bawahnya berbentuk pucuk rebung
  5. Sunting goyang dan cempaka harus ganjil
  6. Mengenakan gelang
  7. Kemudian burung-burung

2. Tari Blantek
Tari Blantek merupakan tari tradisi yang berkembang di Betawi. Gerak dalam tari ini berasal dari gerak-gerak dasar tari Topeng. Awalnya tari Blantek ini sebagai tari pembuka pada pertunjukan Topeng Blantek, yaitu pertunjukan teater rakyat. Penyebutan nama Blantek diambil dari bunyi musiknya yaitu blan-blan crek.
Blantek
a. Musik Tari Blantek
Musik pengiring tari Blantek berasal dari perpaduan alat musik tanji,seperti terompet, trombone, baritone, gendang, gong, simbal, dan tehyan.

b. Properti Tari Blantek
Properti tari Blantek berupa selendang atau sampur dalam bahasa Sunda, yang diselipkan di bagian pinggang kiri dan kanan. Sesekali sampur tersebut dimainkan saat menari.

c. Tata Rias Tari Blantek
Tidak ada karaketeristik khusus dalam tata rias tari Blantek. Dalam hal ini tata rias yang digunakan untuk berupa rias realis. Selain mepertegas garis-garis wajah, tata rias tersebut juga memberikan wajah penari lebih terlihat merona dengan pengaplikasian warna di mata, pipi, dan bibir.

d. Tata busana Tari Blantek
Busana tari Blantek terdiri baju atasan, ampreng, sampur, toka-toka, kain sarung batik.

3. Tari Lenso – Maluku
Tari Lenso merupakan tari tradisional yang berkembang di Maluku dan biasa ditarikan dalam kegiatan penyambutan di berbagai acara seperti, adat, hiburan, maupun pertunjukan. Dalam bahasa Portugis, kata Lenso bermakna saputangan.
Lenso
a. Musik Tari Lenso
Tari Lenso diiringi musik khas tradisi Maluku, seperti bunyi dari totobuang dan tifa. Irama yang dimainkan bertempo sedang dan menggambarkan keceriaan.

b. Properti Tari Lenso
Properti dalam tari Lenso berupa saputangan yang diselipkan di antara jari penari. Saputangan yang digunakan umumnya berwarna putih atau merah.

c. Tata Rias tari Lenso
Tata rias yang digunakan adalah rias realis dengan memberikan kesan natural dari wajah penarinya dan mempertegas garis-garis wajahnya.

d. Tata Busana Tari Lenso
Busana yang dikenakan menggunakan kebaya putih lengan panjang (baju celei) dan kain cele. Busana tersebut juga sebagai busana adat tradisioanl Maluku. Bagian rambut disanggul atau digelung dengan aksesoris bunga putih sebagai pemanis.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:13 AM

Membagi Kelompok Bermusik Dan Kelompok Bernyanyi

Pada pembelajaran seni musik kelas V Kurikulu Merdeka pada Unit 4 Saatnya Bermain Musik dan Bernyanyi terdapat kegiatan tentang Membagi Kelompok Bermusik Dan Kelompok Bernyanyi. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu bermusik dan bernyanyi secara berkelompok. 

1. Kelompok Bermusik
Pada tahap pertama, seluruh peserta didik masuk ke dalam kelompok bermusik. Kelompok bermusik dalam kegiatan ini, memainkan musik perkusi/ritmis dengan alat musik sepasang stik kayu atau sumpit bakmi yang dipukulkan satu sama lain.

Selain itu, jika ada salah seorang atau beberapa orang dari peserta didik yang mampu memainkan alat musik lain, seperti gitar atau keyboard boleh dimasukkan ke dalam kelompok bermusik. Alangkah baiknya jika guru juga mampu memainkan alat musik, dapat ikut bergabung di kelompok bermusik untuk menambah semangat peserta didik.

2. Kelompok Bernyanyi
Guru mengajarkan lagu: “Si Patokaan: yang berasal dari daerah Sulawesi Utara. Berikut partitur Lagu “Si Patokaan” Dalam Not Angka
Sipatokaan
3. Pembagian Kelompok Bermusik Dan Kelompok Bernyanyi
Setelah peserta didik mampu menguasai lagu “Si Patokaan” dengan baik, guru membagi kelas dengan kelompok bermusik dan bernyanyi. Kelompok bermusik memainkan pola ritmis 1 dan 2 mengiringi kelompok bernyanyi yang menyanyikan  lagu “Si Patokaan”. Didampingi guru dengan memainkan alat musik gitar atau keyboard (jika memungkinkan). 

Pembagian kelompok bermusik dan bernyanyi bisa diambil dari nomor absen genap dan ganjil. Absen ganjil adalah kelompok  bermusik dan absen genap kelompok bernyanyi. Kelompok ini bisa dibalik, jika sebelumnya menjadi kelompok bermusik, pada sesi berikutnya menjadi kelompok bernyanyi. Hal ini agar seluruh peserta didik bisa mendapat pelajaran bermusik  dan bernyanyi.

Intro: (2 Kali Dan Diteruskan Hingga Bait Lagu)
Intro Musik
Jika ada salah satu atau beberapa peserta didik yang mampu memainkan alat musik pengiring seperti gitar ataupun keyboard, bisa digabungkan ke dalam kelompok bermusik agar kegiatan lelajar ini bisa lebih semarak.

Demikian pembahasan mengenai Membagi Kelompok Bermusik Dan Kelompok Bernyanyi . Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:29 PM

Mengenal Pola Irama

Irama adalah unsur musik yang bisa membuat sebuah musik begitu hidup. Dengan irama, sebuah musik dapat dinikmati oleh pendengarnya. Pola irama adalah bagian yang bisa membedakan suasana atau perasaan tertentu pada sebuah musik. Pola irama adalah komponen yang secara signifikan memengaruhi aspek melodi dan harmonis dari sebuah karya musik.  Pola irama adalah bagian salah satu fitur kunci untuk membedakan genre musik.

Pola irama adalah satuan ritmis tertentu yang dimainkan secara berulang-ulang. Pola irama terbentuk dari akibat bunyi ritmis dalam suatu musik yang asalnya tidak hanya dari alat musik ritmis, tetapi juga alat musik melodis. Secara umum, jenisnya dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut.
  1. Pola Irama Rata. Pola irama rata merupakan pola yang memiliki pembagian pola yang rata pada bagian atas maupun pada bagian pulsa. Pola ini biasanya ditemui pada lagu-lagu anak.
  2. Pola Irama Tidak Rata. Pola irama tidak rata merupakan pembagian nada berulang yang tidak sama antara pola dengan pulsa. Jenis pola ini berkebalikan dengan pola rata. 
  3. Pola Suku Bangsa. Pola suku bangsa merupakan irama musik yang menjadi ciri dari suatu daerah, suku, atau bangsa. Misalnya irama dari India, Arab, Latin, Melayu, dan sebagainya.
  4. Pola Sincope. Pola Sincope terbentuk ketika pulsa yang seharusnya tidak mendapat tekanan berpindah dari aksen kuat dari pulsa yang seharusnya mendapat tekanan. Pola ini sering ditemui pada musik-musik orkestra.
  5. Pola Ostinato. Pola ostinato adalah pola nada yang dinyanyikan secara berulang. Namun, ketika memiliki lebih dari satu variasi nada disebut dengan ostinanti. Pola ini banyak diterapkan dalam musik-musik klasik.
  6. Polirotmik. Polirotmik merupakan penggunaan beberapa jenis pila secara bersamaan sehingga menciptakan kekhasan nada yang memiliki tekanan kuat dan rendah yang serentak. Sebagai contoh pola irama pada kesenian musik Jawa yang menggunakan gong, kendang, dan alat musik lainnya secara bersamaan sehingga menciptakan irama polirotmik.
  7. Polimerik. Polimerik merupakan irama yang tercipta dari beberapa instrumen yang dimainkan secara bersamaan dengan pola yang berbeda. Pola ini berbeda dengan lagu anak yang menerapkan pola rata atau tidak rata.

1. Membaca Dan Memainkan Pola Irama
Pada Kegiatan Belajar ini guru menuliskan beberapa pola ritmis/ketukan,dimulai dari pola yang sederhana hingga ke pola yang lebih rumit.
Pola Irama
2. Tanda Istirahat
Tanda istirahat atau tanda diam adalah tanda yang menunjukkan bahwa  not tidak dimainkan pada ketukan dimana tanda tersebut berada. Tanda  istirahat mempunyai durasi atau nilai yang berbeda-beda sesuai dengan bentuknya sama halnya seperti not balok.
Tanda Istirahat
Pada kegiatan belajar ini dikenalkan pula tanda-tanda istirahat, yakni tanda istirahat ¼ (1 ketuk) dan tanda istirahat 1/8 (½ ketuk) dengan bentuk sebagai berikut:

Tempo merupakan ukuran kecepatan birama lagu, yang mana nilai tempo yang besar terjadi jika lagu yang dimainkan semakin cepat. Tempo menjadi salah satu hal krusial yang harus ada dalam seni musik. Tempo menjadi acuan cepat atau lambat alunan lagu. Tempo juga dapat dimaknai sebagai jeda antarketukan. Sedangkan melodi adalah tingkatan dalam sebuah alunan musik yang terdiri dari tinggi rendah dan panjang pendek suatu nada. Melodi hadir untuk memberikan warna dalam musik.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 11:23 AM

Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah

Pada pembelajaran seni musik kelas V sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu menyanyikan lagu wajib nasional dengan teknik bernyanyi yang benar dan dapat menyanyikan beberapa lagu mars yang dipadukan dengan hentakan kaki yang teratur. 

Lagu daerah merupakan sebuah lagu yang berasal dari suatu daerah dan biasanya mempunyai tema kehidupan sehari – hari masyarakat setempat. Secara umum lagu daerah Indonesia mempunyai lirik yang sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing. Misalnya seperti lagu Manuk Dadali yang berasal dari Jawa Barat dan lagu Rasa Sayange yang berasal dari Maluku.

Lagu daerah banyak yang bertema kehidupan sehari – hari sehingga akan mudah dipahami dan mudah diterima oleh berbagai kegiatan masyarakat. Pencipta lagu daerah Indonesia umumnya tidak diketahui. Meski seperti itu, lagu daerah akan tetap populer karena sering dinyanyikan oleh masyarakat setempat maupun masyarakat lainnya yang bertempat tinggal diluar daerah asal terciptanya lagu tersebut. Berikut ini beberapa lagu daerah yang dipelajari pada kegiatan kali ini.

1. Lagu Ampar Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan
Ampar Pisang
Lagu Ampar Ampar Pisang ini menceritakan tentang hamparan buah pisang yang hendak dibuat kue rimpi. Namun, hamparan buah pisang tersebut terdapat binatang berukuran kecil yang berterbangan di atasnya, sebab menyukai aroma pisang tersebut.

2.  “Sue ora Jamu” berasal dari DIY Yogyakarta
Sue Ora Jamu
Lagu ini menceritakan tentang dua orang yang sudah lama tidak saling bertemu. Maka itu, ketika bertemu mestinya membuat mereka berbahagia, bukan justru membuat kecewa sehingga menjadi beban di pikiran dan hati.

3. “Manuk Dadali” berasal dari Jawa Barat;
Manuk Dadali
Manuk Dadali diartikan sebagai burung Garuda. Dimana burung ini adalah burung perkasa dan pemberani sehingga disegani oleh banyak orang. Manuk Dadali juga diartikan sebagai sikap rukun dan hidup berdampingan. Lagu ini juga melukiskan nasionalisme dan kebanggaan.

4. “Rambadia” berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara;
Rambadia
Lagu Rambadia berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara yang mendeskripsikan tentang tegur sapa masyarakat suku Batak Toba dengan orang baru atau ucapan salam kenal masyarakat Batak kepada pendatang yang datang ke tanah mereka. Tegur sapa ini umumnya dilakukan dengan menanyakan asal daerah, dan marga karena budaya masyarakat Batak yang lebih sering bertanya mengenai identitas marga atau rumpunnya daripada namanya. Bila marga atau rumpunnya sama maka akan terjalin kerukunan dan persatuan yang baik

5. “O Ina Ni Keke” berasal dari Sulawesi Utara;
Inani Keke
O ina ni keke ini mempunyai makna tentang kasih sayang dan cinta tak terbatas dari orang tua kepada anaknya. Namun, anak menjadi manja sehingga tak mampu membalas rasa sayang orang tua. Hal ini membuat hubungan ibu dan anak tidak ada timbal balik yang tulus.

6. “Soleram” berasal dari Riau;
Soleram

Lagu Soleram mencerikan petuah dan amanat untuk menjaga kehormatan dan harga diri serta amanat untuk mempertahankan malu sebagai orang yang berbudaya. Selain itu, lagu Soleram juga memiliki makna untuk menyambung tali persaudaraan dan menghindari perpecahan.

g. “Sio Mama” berasal dari Maluku.
Ayo Mama
Lagu bernada riang ini menceritakan tentang seorang anak yang takut dimarahi ibunya karena ketahuan pacaran. Dalam lagu itu, si anak menjelaskan kepada ibunya ia tidak melakukan hal-hal dilarang

Lagu daerah menjadi salah satu kebanggaan, bukti kekayaan, dan ciri khas dari masing-masing daerah di Indonesia. Indonesia adalah negara yang kaya akan keindahan alamnya, suku, ras, dan budaya yang sangat banyak atau beragam, dan menjadi indah karena keberagaman tersebut bisa hidup berdampingan di dalam satu negara. Saling menghargai adalah kuncinya, salah satu bentuknya adalah dengan belajar budaya dari daerah di luar daerah sendiri dan mencoba mencari tahu kisah di kehidupan budaya tersebut.

Demikian pembahasan mengenai Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku  Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 4:45 PM

Menyanyikan Lagu-Lagu Wajib Nasional

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Menyanyikan Lagu-Lagu Wajib Nasional. Tujuan kegiatan ini adalah peserta didik mampu menyanyikan lagu wajib nasional dengan teknik bernyanyi yang benar dan dapat menyanyikan beberapa lagu mars yang dipadukan dengan hentakan kaki yang teratur

Lagu nasional adalah lagu yang bertemanakn tentang cinta pada tanah air Indonesia dan dikenal masyarakat secara nasional. Lagu nasional diciptakan untuk membangkitkan rasa nasionalisme, patriotik, cinta negara, dan semangat perjuangan Indonesia. Selain itu, diciptakannya lagu nasional juga untuk mengapresiasi perjuangan pahlawan yang sudah berjuang demi Indonesia. Serta menumbuhkan semangat perjuangan ke generasi muda. Contoh lagu nasional, di antaranya.
  1. Bagimu Negeri cipt. Kusbini
  2. Indonesia Pusaka cipt. Ismail Marzuki
  3. Garuda Pancasila cipt. Prohor Sudarnoto
  4. Ibu Kita Kartini cipt. WR Supratman
  5. Halo-Halo Bandung cipt. Ismail Marzuki
  6. Rayuan Pulau Kelapa cipt. Ismail Marzuki
  7. Berkibarlah Benderaku cipt. Ibu Sud
  8. Syukur cipt. H Mutahar
  9. Gugur Bunga cipt. Ismail Marzuki
  10. Desaku yang Kucinta cipt. L Manik

Sedangkan lagu wajib adalah lagu yang dinyanyikan seluruh rakyat Indonesia, untuk menanamkan persatuan, kesatuan, dan cinta Tanah Air. Lagu wajib nasional adalah lagu yang bertemakan perjuangan dan nasionalisme bangsa. Lagu wajib ini menjadi produk dan hasil karya masyarakat di bidang musik. Lagu wajib juga menjadi ikon dalam budaya masyarakat Indonesia.

Lagu wajib nasional, berisi perjuangan dan nasionalisme yang sifatnya wajib dihafalkan peserta didik. Lagu perjuangan biasanya dimainkan untuk membangkitkan semangat perjuangan kemerdekaan.

Lagu mars adalah sebuah jenis musik dengan memiliki komposisi irama yang teratur dan menghentak atau dimainkan dengan lebih bertenaga/keras (dinamik marcato) serta memiliki tempo cepat seperti orang berbaris (tempo mars). Birama (ketukan) yang digunakan lagu mars umumnya adalah genap seperti 2/4, 4/4, 6/8.

Lagu mars atau disebut juga lagu marcia identik dengan semangat, riang gembira, kekompakan, jiwa persatuan dan kesatuan, dengan memiliki lirik yang cenderung provokatif.

1. Lagu Halo-Halo Bandung Cipt. Ismail Marzuki
Halo Halo Bandung
Makna lagu Halo-Halo Bandung menceritakan tentang perjuangan rakyat kota Bandung dalam masa pasca-kemerdekaan pada tahun 1946. Tepatnya saat peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada tanggal 23-24 Maret 1946. Lirik lagu Halo-Halo Bandung mencerminkan nilai-nilai cinta tanah air karena bercerita mengenai perjuangan penca kemerdekaan.

2. “Garuda Pancasila” cipt. Sudharnoto;
Garuda Pancasila
Syair lagu Garuda Pancasila memiliki arti bahwa kita sebagai warga negara akan selalu mendukung Pancasila. Warga negara Indonesia berjiwa patriot. Berjiwa patriot berarti siap berjuang dan rela berkorban untuk negara. Rakyat Indonesia akan hidup makmur sentosa jika melaksanakan nilai-nilai Pancasila.

3. “Tanah Airku” cipt. Ibu Sud;
Tanah Airku
Lagu Tanah Airku bermakna tentang kecintaan bangsa Indonesia terhadap Tanah Air. Meski telah pergi atau bahkan tinggal di negeri lain, Indonesia tetap terkenang di hati dan pikiran. Indonesia adalah tempat di mana bangsanya merasa senang dan tenang.

4. “Satu Nusa Satu Bangsa” cipt. Liberty Manik;
Satu Nusa Satu Bangsa
Lagu Satu Nusa Satu Bangsa bercerita tentang para pejuang yang membela tanah air hingga menuju kemerdekaan. Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, budaya dan ras, namun tetap menjadi satu bangsa. Makna dari lagu Satu Nusa Satu Bangsa mewakili semboyan Indonesia yaitu 'Bhineka Tunggal Ika'.

5. “Hymne Guru” cipt. Sartono
Hymne Guru
Lagu “Hymne Guru” menggambarkan pentingnya peran guru dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Dalam lagu ini terdapat lirik seperti “Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, engkau patriot pahlawan bangsa, pembangun insan cendekia”.

Demikian pembahasan mengenai Menyanyikan Lagu-Lagu Wajib Nasional. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:31 PM

Menyanyikan Lagu Populer yang Bertema Anak-Anak

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Menyanyikan Lagu Populer yang Bertema Anak-Anak. Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah Peserta didik mampu menyanyikan lagu populer dengan teknik bernyanyi yang benar.

Lagu adalah salah satu bentuk dari musik. Lagu tidak dapatdipisahkan dengan musik, lagu dan musik merupakan suatu kesatuan yang apabila digabungkan akan tercipta sebuah karya seni yang indah. Dengan menyuarakan lagu atau bernyanyi anak akan merasa senang, bahagia gembira, dan anak dapat terdorong untuk lebih giat belajar.

Lagu atau nyanyian dapat digunakan sebagai media penyampaian pesan yang menyenangkan bagi anak. Lagu tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pembelajaran pada anak. Anak-anak bermain dengan lagu, bahkan mereka belajar dengan lagu.

Endraswara mengatakan, yang disebut lagu anak-anak ialah lagu yang bersifat riang dan mencerminkan etika luhur. Lagu anak merupakan lagu yang biasa dinyanyikan anak-anak, sedangkan syair lagu anak-anak berisi hal-hal sederhana yang biasanya dilakukan olehanak-anak. Lagu anak-anak adalah bagian dari budaya populer, dan lagu anak-anak merupakan lagu pop yang bernuansakan anak-anak.

Lagu anak juga mengajarkan suatu budipekerti yang memberikan pengaruh baik dalam pertumbuhan mereka. Dengan kata lain, dampak positif dalam lagu anak yang mengajarka ntentang suatu tindakan sopan santun yang dapat mempengaruhi pikiran, jiwa, dan raga mereka. Sebab lagu anak yang tepat dapat mencakup semua aspek tujuan pembelajaran pada anak. Beberapa aspek tujuan pembelajaran yang terdapat pada lagu anak yang mengajarkan budi pekerti adalah :
  1. Aspek kognitif atau pemahaman dan pemikiran mereka terhadap pengetahuan tentang tingkah laku terpuji.
  2. Aspek afektif yang menekankan pada pengaruh lagu anak terhadap emosi atau perasaan serta perilaku mereka.
  3. Aspek psikomotorik yakni kemampuan mereka dalam berperilaku sopan santun, yang tercermin dalam keterampilan berkomunikasi verbal atau non verbal sesuai dengan keadaan dan situasi.

1. Lagu Bintang Kecil
Bintang Kecil
Lagu  berjudul “Bintang Kecil”. Liriknya asyik, nadanya sederhana, dan pesannya kuat. “Lagu yang menceritakan tentang keindahan alam semesta dan keagungan Tuhan dan sebagai fantasi anak terhadap dunia dan cita-cita masa depan.

Beberapa lagu populer bertema anak-anak yang lain adalah sebagai berikut :

2. “Cinta untuk Mama” cipt. Seli Pontoh; 
Cinta Untuk Mama
Maksud lagu Cinta untuk Mama adalah ungkapan seorang anak yang yang ingin mengucapkan terima kasih kepada ibunya meski hanya melalui sebuah lagu sederhana.

3. “Laskar Pelangi” cipt. Nidji;
Laskar Pelangi
Maksud atau tujuan dalam lirik lagu “Laskar Pelangi” adalah ajakan kepada kita untuk tetap bersyukur dalam menjalani hidup. Kisah tentang semangat menempuh atau meraih impian di tengah kemiskinan serta kehidupan yang tidak adil yang akan membuat kita paham untuk lebih bersyukur dalam kehidupan ini.

4. “Pemandangan” cipt. A.T. Mahmud;
Pemandangan
Maksud lagu berjudul Memandang Alam adalah rasa bahagia dan kagum atas keindahan alam sekitar yang disaksikan dari atas bukit, di mana sungai berliku-liku, sawah hijau bagai permadani di kaki langit serta gunung yang yang menjulang berpayung awan.

5. “Desaku” cipt. L. Manik; dan
Lagu Desaku
Lagu daerah Nusa Tenggara Timur yang berjudul desaku ini mempunyai makna, akan kerinduan seseorang terhadap tanah airnya yang permai atau indah. Bisa juga bermakna kerinduan akan seseorang pada keluarganya yang ada di desa.

6. “Naik Delman” cipt. IPak kasur.
Delman
Lagu ini menceritakan tentang keceriaan seorang anak ketika liburan pergi ke kota bersama dengan ayahnya dan keceriaan anak tersebut saat ia menaiki kendaraan tradisional, yaitu delman.

Demikian pembahasan mengenai Menyanyikan Lagu Populer yang Bertema Anak-Anak. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:03 PM

Mengenal Teknik Bernyanyi yang Benar

Teknik bernyanyi merupakan metode atau cara yang dilakukan dengan langkah- langkah teratur sehingga mencapai tujuan yang baik.  Teknik vokal dalam bernyanyi digunakan dengan tujuan untuk menghasilkan produksi suara yang baik dan sehat. Pada saat mempelajari teknik vokal, peserta didik harus mempersiapkan fisik, mental, maupun pikiran, serta tujuan yang ingin dicapai dalam mempelajari teknik vokal tersebut.

Salah satu teknik vokal yang berkembang adalah teknik vokal barat. Beberapa unsur dari teknik vokal barat, antara lain posisi tubuh dalam bernyanyi (body position), pernapasan (breathing), produksi nada (tone production), register dan kelenturan suara, intonasi, artikulasi, interpretasi, serta ekspresi. Unsur-unsur tersebut harus dapat terkoordinasi dengan baik pada saat bernyanyi. Dalam Kegiatan Belajar ini, akan dibahas beberapa bagian teknik vokal saja.

A. Posisi Tubuh dalam Bernyanyi
Sikap tubuh yang baik saat bernyanyi sebaiknya dalam posisi tegak, seimbang, dan santai. Kondisi ini dapat membantu peserta didik untuk tampil lebih percaya diri dan dapat memaksimalkan fungsi seluruh organ tubuh yang digunakan pada saat bernyanyi. Posisi tubuh yang baik saat bernyanyi diwujudkan dengan koordinasi yang baik dari beberapa organ tubuh sebagai berikut
  1. Telapak kaki. Sebaiknya berat tubuh seimbang ditopang oleh kedua telapak kaki. Posisi salah satu telapak kaki berada lebih maju daripada yang lain. Jarak kedua telapak kaki sebaiknya berdekatan.
  2. Kaki. Pada saat bernyanyi, sebaiknya peserta didik merasakan bahwa kedua kakinya lentur dan dapat bergerak kapan saja. Kelenturan pada kedua kaki dapat mengurangi rasa tegang, menimbulkan rasa nyaman yang bisa menambah rasa percaya diri peserta didik.
  3. Lutut . Kedua lutut harus dalam keadaan rileks dan siap untuk digerakkan kapan saja. Hindari menarik lutut terlalu ke belakang dan menguncinya dalam posisi itu.
  4. Pinggul dan pantat. Bagian pinggul dan pantat sebaiknya nyaman dan berada dalam satu garis lurus yang ditarik dari tumit ke kepala.
  5. Perut. Perut bagian bawah merupakan bagian penting untuk mendukung sikap tubuh yang baik. Oleh karena itu, bagian ini harus berada dalam posisi yang rileks dan tidak dibuat mengembang secara kasar. Perut bagian atas juga berperan penting pada saat bernyanyi, khususnya dalam teknik pernapasan yang baik.
  6. 6. Punggung
  7. Punggung dikembangkan selebar mungkin sesuai dengan kemampuan peserta didik. Meluruskan lekukan pada bagian punggung membantu peserta didik untuk dapat menarik wilayah tulang belakang dan memperoleh posisi dada yang tepat.
  8. Dada. Rongga dada harus terkembang dengan nyaman di setiap waktu. Sikap tubuh akan berada pada posisi ini sebelum peserta didik menarik napas atau bernyanyi.
  9. Bahu. Kedua bahu tidak boleh dinaikkan atau digerakkan ke arah depan saat peserta didik bernyanyi atau bernapas. Apabila kedua bahu berada dalam posisi yang tertarik ke belakang dan rileks maka peserta didik jauh lebih mudah untuk mempertahankan kenyamanan posisi dada saat bernyanyi.
  10. Lengan dan pergelangan tangan. Kedua lengan peserta didik menggantung secara bebas dan alami pada kedua sisi tubuh. Pergelangan tangan merupakan perluasan dari lengan serta bergantung bebas dan alami pada kedua sisi tubuh. Hindari kekakuan pada kedua tangan.
  11. Kepala. Kepala harus berada dalam satu garis lurus dengan tubuh dan berada di tengah kedua bahu. Untuk menyanyikan nada-nada tinggi, dianjurkan untuk menarik dagu sedikit ke bawah.
  12. Rongga mulut. Besarnya ruang dalam rongga mulut adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi bunyi suara. Semakin besar ruang dalam rongga mulut maka suara yang dihasilkan akan semakin baik.
  13. Lidah. Posisi lidah yang tertarik ke belakang engakibatkan ruang bagi suara yang akan keluar, telah tertutup. Sebagai akibatnya, volume suara yang terdengar oleh orang lain akan kecil walaupun peserta didik yang sedang bernyanyi itu merasa bahwa volumenya besar.

Telapak kaki, kaki, lutut, pinggul dan pantat, perut, punggung, dada, bahu, lengan dan pergelangan tangan, kepala, sebaiknya diatur senyaman mungkin dan berada dalam satu garis lurus yang dapat ditarik dari mulai tumit sampai ke kepala. Seperti terlihat pada gambar berikut:
Posisi
B. Pernapasan
Saat bernyanyi, sebaiknya menarik napas melalui hidung dan mulut secara bersamaan. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan berikut ini:
  1. Kita tidak dapat menarik napas secara cepat dan dalam, hanya melalui hidung saja, tetapi juga melalui mulut. Hal ini disebabkan oleh saluran nasal hidung terlalu sempit.
  2. Menarik napas melalui hidung dengan cepat dapat menyebabkan ekspresi muka kurang atraktif, menimbulkan suara yang tidak diinginkan dan mengganggu penampilan.
  3. Menarik napas melalui mulut dan hidung secara bersamaan, dapat membuka saluran resonansi dalam mempersiapkan kondisi membran vokal untuk lebih bebas bergetar (Budidharma, 2001).

Menurut McKinney, ada empat tahap yang harus dipelajari dalam teknik pernapasan, yaitu sebagai
berikut:
  1. Menghirup napas (inhalation). Seorang penyanyi yang sedang menyanyikan lagu harus dapat menghirup udara dengan lebih cepat, lebih banyak, dan memasukan ke bagian yang lebih dalam dari paru-paru.
  2. Menahan napas (suspension). Berbeda dengan pernapasan secara alami, seorang penyanyi sebaiknya menahan napas sejenak ketika udara yang dihirup telah maksimal. Tahap ini bertujuan untuk mempersiapkan mekanisme pendukung napas untuk mengeluarkan napas pada saat bernyanyi.
  3. Mengatur udara yang keluar (controlled exhalation). Napas sebaiknya dikeluarkan secara perlahan dan sehemat mungkin bersamaan dengan gerakan diafragma yang semakin rileks dan kembali ke posisi semula.
  4. Recovery. Pada setiap akhir napas, peserta didik memerlukan waktu singkat untuk relaksasi otot pernapasan. Dalam bernyanyi, tahap ini membutuhkan waktu yang singkat karena peserta didik harus menghirup udara kembali untuk melanjutkan frasa-frasa selanjutnya dari lagu yang sedang dinyanyikan

Jenis pernapasan yang digunakan saat bernyanyi terbagi dalam tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
  1. Napas Dada. Bernapas dengan dada menyebabkan terangkatnya kedua bahu dan dada pada saat menghirup udara. Sebaliknya, bahu dan dada kembali ke posisi semula saat mengeluarkan udara. Sewaktu menghirup dan mengeluarkan udara dengan cepat saat bernyanyi, peserta didik sebaiknya tidak menggunakan teknik ini. Jenis pernapasan ini dapat menghasilkan produksi suara dengan napas yang boros, ketegangan, nada yang lemah, dan suara yang pales (out of tune).
  2. Napas Perut. Peserta didik bisa menarik napas sedalam-dalamnya dan menahannya hingga beberapa detik supaya perutnya bisa menggembung. Kemudian, embuskan secara perlahan-lahan melalui mulut selama beberapa detik. Dengan pernapasan perut dapat menghasilkan suara yang sangat nyaring saat bernyanyi. Namun, kelemahan menggunakan pernapasan perut adalah udara yang sudah tersimpan di dalam perut akan cepat habis.
  3. Napas Diafragma. Diafragma adalah otot yang memisahkan antara rongga perut dan dada. Pernapasan diafragma atau pernapasan rongga perut ini sangat cocok digunakan untuk bernyanyi. Selain diafragma, sistem pernapasan juga melibatkan beberapa kontraksi dari otot dada, tulang rusuk, dan otot perut (Brinkman dan Hage, 2015).

Metode pernapasan yang paling baik untuk penyanyi adalah bernapas dengan kombinasi antara tulang rusuk dengan otot-otot perut yang rileks pada saat menghirup udara. keadaan rileks pada otot perut, memungkinkan peserta didik lebih maksimal dalam menghirup udara dan dapat mengurangi ketegangan pada tenggorokan dan leher saat mengeluarkan udara. Pada waktu menarik napas, diafragma akan bergerak ke arah bawah (down support) dan ke arah luar (outward support). Sebaliknya, pada saat mengeluarkan napas diafragma secara perlahan-lahan kembali ke posisi semula.
Pernapasan
C. Intonasi
Intonasi adalah perihal tepat atau tidak tepatnya bidikan nada yang berkenaan dengan pitch atau ketinggiannya (Syafiq, 2003: 152). Penyebab tidak tepatnya intonasi peserta didik saat bernyanyi, antara lain ketegangan, kondisi fisik yang sedang lelah, kurang tidur, posisi tubuh yang salah, dan juga kurang terlatihnya kemampuan dalam mengimitasi nada.

Salah satu bentuk latihan yang dapat digunakan guru untuk melatih ketepatan nada peserta didik saat bernyanyi, yaitu melalui latihan solfeggio. Guru membunyikan satu nada dengan menggunakan alat musik keyboardatau gitar, kemudian peserta didik mengikuti suara nada tersebut dengan menggunakan kata “ma” atau “la”. Lakukan latihan ini berulang kali sehingga peserta didik semakin terlatih dalam menyelaraskan nada dan memiliki intonasi yang baik saat bernyanyi.

D. Artikulasi
Artikulasi adalah kejelasan pengucapan kata. Artikulasi yang baik tidak saja sanggup memberikan kejelasan kata kepada pendengarnya, tetapi juga membantu terciptanya kemerduan dan kejernihan suara. Artikulasi dibagi dalam dua bagian besar, yaitu: huruf vokal; dan huruf konsonan.

Selain itu, terdapat juga diftong, yaitu dua huruf vokal yang berdekatan dalam satu suku kata, misalnya au (danau), ai (pantai), ia (bahagia).Lidah, rahang bawah, gigi, bibir, danlangit-langit merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam pembentukan artikulasi yang baik pada saat bernyanyi.

Demikian pembahasan mengenai Mengenal Teknik Bernyanyi yang Benar. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:44 PM

Fungsi Paru-paru, Pita Suara, dan Rongga Resonansi

Pada pembelajaran seni musik kelas v Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Mengenal Fungsi Paru-paru, Pita Suara, dan Rongga Resonansi. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah

Apabila seseorang ingin bernyanyi dengan benar dan baik, hal yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan latihan vokal. Dalam melakukan latihan vokal atau belajar bernyanyi, salah satu aspek terpenting yang perlu dikuasai seorang calon penyanyi adalah menghasilkan suara.

Suara yang dihasilkan manusia berasal dari sumber bunyi yang ada dalam tubuhnya. Beberapa organ penghasil suara, yaknia. udara dari paru-paru; pita suara; rongga resonansi di tenggorokan, mulut, dan hidung.
Paru Paru
Suara adalah instrumen yang sangat lengkap dan terdapat berbagai macam cara dalam mengekspresikannya. Banyak peserta didik memiliki warna suara alami yang indah. Apabila hal ini terus dilatih, akan menghasilkan suara yang merdu.

Sebagaimana halnya dengan suara manusia, semua instrumen musik pada umumnya memiliki tiga elemen penting, yaitu generator, vibrator (alat penggetar), dan resonator. Pada suara manusia, kekuatan napas dari paru-paru merupakan generator yang menyebabkan pita suara (vibrator) bergetar. Produksi suara dari pita suara tersebut memberikan bunyi dan warna suara yang bergema di dalam tenggorokan, mulut, dan rongga resonator (Peckham, 2000: 18).
Larynx
Salah satu organ tubuh yang merupakan bagian penting dalam proses terjadinya suara manusia adalah laring (larynx). Laring terletak di dalam tenggorokan. Di sini terdapat sepasang pita suara yang bergetar apabila tersentuh embusan napas dari paru-paru. Dengan bergetarnya pita suara maka terciptalah suara. 

Laring sering juga disebut voice box karena di bagian inilah terjadinya suara. Suara vokal yang terfokus dapat digambarkan seperti kulit drum yang kencang. Adapun jika pita suara tidak terfokus dan terlalu terbuka maka dapat mengakibatkan suara yang agak pecah. Berikut ini gambar dari bagian-bagian tubuh manusia yang berperan penting dalam produksi suara.

Kualitas suara yang khas dapat diperoleh dari memodifikasi suara, hidung, faring, dan mulut yang menggerakkan saluran vokal resonator dan artikulator. Paru-paru mengembang dan mengempis untuk menyedot dan mengeluarkan udara. Udara yang dihembuskan oleh paru-paru keluar melewati suatu daerah yang dinamakan daerah glotal. Pita suara (vocal cord) pada keadaan ini bervibrasi menghasilkan berbagai jenis gelombang suara.

Udara kemudian melewati lorong yang dinamakan faring. Dari faring, udara melewati dua lintasan, yaitu melalui hidung dan melalui rongga mulut. Lidah,gigi, bibir, dan hidung bertindak sebagai modulator untuk menghasilkan berbagai bunyi yang berbeda. Tinggi rendah dan keras lemahnya suara dalam ilmu gelombang suara dipengaruhi oleh 2 variabel, yaitu: frekuensidan amplitudo. Frekuensi menentukan tinggi rendahnya suara, sedangkanamplitudo menentukan keras lemahnya suara.

Demikian pembahasan mengenai Mengenal Fungsi Paru-paru, Pita Suara, dan Rongga Resonansi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:38 AM

Mengenal, Mempelajari, Menyanyikan, dan Memainkan Tangga Nada Mayor

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat pembelajaran mengenai Mengenal, Mempelajari, Menyanyikan, dan Memainkan Tangga Nada Mayor. Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah peserta didik mampu menyanyikan dan memainkan tangga nada.

Tangga nada yang dalam bahasa Inggris disebut scale ialah urutan nada yang disusun secara berjenjang (Banoe, 2003: 406). Tangga nada disusun dari nada yang terendah hingga nada tertinggi dalam 1 oktaf.  Mulai dari nada dasar sampai dengan nada oktaf, yaitu do, re, mi, fa, so, la, si, do. Namun, ada pula yang menyebut bahwa tangga nada merupakan susunan dari sebuah nada yang dirangkai dengan menggunakan rumus interval dari nada tertentu.

Interval nada adalah jarak antara nada yang satu dengan nada yang lain. Jarak tersebut beragam, ada yang memiliki jarak ½, ada yang 1, dan juga ada yang 2. Dari jarak tersebut nantinya akan menentukan sebuah variasi nada dan juga jenis tangga nada yang dihasilkan.

Tangga nada ada tiga jenis yaitu, tangga nada diatonis, pentatonis, dan juga kromatis. Tangga nada diatonis dibagi lagi menjadi dua jenis. Pertama adalah tangga nada mayor. Kedua adalah tangga nada minor. Tangga nada yang akan dipelajari dalam unit ini adalah tangga nada mayor diatonis, yakni tangga nada yang mempunyai jarak 1 dan 1/2.

Tangga nada diatonis mayor merupakan salah satu tangga nada yang umum digunakan pada sebuah musik. Jarak antara nada atau not pada diatonis mayor adalah 1-1-½-1-1-1-½. Nah, contoh dari tangga nada diatonis mayor yaitu C mayor. Jika dimulai dari nada C, urutannya adalah sebagai berikut:C – D – E – F – G – A – B – C.
Tangga nada Mayor
Adapun pada tuts piano digambarkan sebagai berikut: 
Piano
Jika nada ini dimainkan, umumnya diatonis mayor akan memiliki nuansa musik yang ceria dan juga menyenangkan. Dari penjelasan mengenai pengertian tangga nada diatonis mayor tentu sudah mengetahui beberapa ciri-ciri yang ada di dalam tangga nada ini, yakni sifat yang dimilikinya dan juga interval yang diterapkannya. Beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh tangga nada diatonis mayor di bawah ini.
  1. Bersifat Ceria dan Menyenangkan. Tangga nada mayor sendiri akan lebih menunjukkan sifat yang ceria dan menyenangkan. Sehingga saat kamu mendengarkan sebuah lagu ataupun musik yang menggunakan tangga nada ini, maka kemungkinan besar lagu tersebut akan mempunyai kesan yang ceria dan juga menyenangkan.
  2. Memberikan Kesan yang Berharga. Lagu ataupun musik yang menggunakan jenis tangga nada diatonis mayor biasanya juga bisa memberikan kesan yang berharga. Tangga nada diatonis mayor kerap digunakan pada lagu yang bertema perjuangan. 
  3. Awalan dan Akhiran Tangga Nada Diatonis Mayor. Pada dasarnya, tangga nada diatonis mayor ini akan diawali dengan nada dasar “do” pada not pertamanya. Kemudian, tangga nada jenis ini akan diakhiri dengan nada dasar do yang mempunyai oktaf lebih tinggi daripada nada dasar do yang sebelumnya. 
  4. Pola Interval pada Tangga Nada Diatonis Mayor. Pola interval yang ada pada tangga nada diatonis mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½. Pola interval ini juga akan menjadi pembeda antara jenis tangga nada diatonis mayor dengan jenis tangga nada lainnya. 

Beberapa contoh lagu nasional dengan tangga nada mayor adalah sebagai berikut :
  1. Indonesia Raya- Ciptaan WR Supratman
  2. Maju Tak Gentar-Ciptaan C. Simanjuntak
  3. Bangun Pemuda Pemudi-Ciptaan Alfred Simanjuntak
  4. Berkibarlah Benderaku-Ciptaan Ibu Sud
  5. Dari Sabang Sampai Merauke-Ciptaan R.Soeharjo
  6. Halo-Halo Bandung-Ciptaan Izmail Marzuki
  7. Satu Nusa Satu Bangsa-Ciptaan Liberty Manik
  8. Hari MerdekaCiptaan HS Mutahar
  9. Merah Putih - Ciptaan Gombloh
  10. Rayuan Pulau Kelapa-Ciptaan Izmail Marzuki

Sedangkan beberapa lagu daerah yang menggunakan tangga nada diatonis mayor adalah sebagai berikut :
  1. Potong Bebek Angsa dari Nusa Tenggara Timur.
  2. Yamko Rambe Yamko dari Papua.
  3. Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara Timur.
  4. Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan.
  5. Burung Kakak Tua dari Maluku.
  6. Kampuang Nan Jauh di Mato dari Minangkabau.
  7. Burung Kakak Tua berasal dari daerah Maluku
  8. Manuk Dadali berasal dari daerah Jawa Barat
  9. Anak Kambing saya berasal dari Nusa Tenggara Timur
  10. Sajojo berasal dari Papua

Sedangkan lagu anak yang menggunakan tangga nada diatonis mayor adalah sebagai berikut :
  1. Naik Delman-Ciptaan : Ibu Sud
  2. Aku Anak Gembala-Ciptaan : A T Mahmud
  3. Dua Mata Saya-Ciptaan : Pak Kasur
  4. Abang Tukang Bakso-Ciptaan : Mamo Agil
  5. Nenek Moyangku-Ciptaan : Ibu Sud
  6. Di Sini Senang di Sana Senang-Ciptaan : Mutahar
  7. Pelangi-pelangi-Ciptaan : A T Mahmud
  8. Balonku Ada Lima-Ciptaan : A T Mahmud
  9. Cicak di Dinding-Ciptaan : A T Mahmud
  10. Naik Kereta Api-Ciptaan : Ibu Sud

Demikian pembahasan mengenai Memainkan Tangga Nada Diatonis Mayor. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:11 PM

Mengenal dan Memainkan Notasi balok

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Mengenal dan Memainkan Notasi balok. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu membaca dan memainkan not balok secara ritmis, mulai dari not penuh (4 ketuk), not 1/2 (2 ketuk), dan not 1/4 (1 ketuk). Apabila ketiga bentuk not tersebut sudah dikuasai, boleh dilanjutkan dengan not 1/8 (setengah ketuk).

Notasi balok adalah tulisan musik dengan mempergunakan 5 garis sejajar yang sama panjang dan jaraknya. Notasi ini merupakan notasi yang paling populer dan paling sering digunakan dalam menuliskan notasi instrumen musik. Notasi balok juga dapat dikatakan sebagai media pengantar untuk mempelajari seluruh alat musik Barat (nontradisi). Seseorang yang menguasai notasi balok secara baik dapat memainkan lagu apa saja walaupun belum pernah mempelajari atau mendengar lagu tersebut.Beberapa keunggulan notasi balok, antara lain sebagai berikut:
  1. Posisinya pada alat musik pasti dan mutlak (tidak berubah-ubah). Misalnya, not C tengah pada piano, pada notasi balok posisinya sudah pasti. Adapun pada not angka, posisi 1 atau do bisa berubah-rubah sesuai nada dasarnya.
  2. Berlaku umum untuk semua alat musik (nontradisi) dan diakui secara internasional.
  3. Secara visual dapat dilihat pergerakan naik turunnya nada.

Beberapa kekeliruan dalam mempelajari not balok, antara lain sebagai berikut:
  1. Menganggap notasi balok susah dipelajari.
  2. Tidak mempraktikkan secara langsung ketika mempelajari notasi balok.
  3. Tidak menggunakan alat musik sebagai sarana utama untuk mempelajari ataupun memberi pelajaran notasi balok

A. Mengenal Bentuk dan Nilai Not Balok
Salah satu hal utama terbentuknya suatu musik ialah ritmis. Di dalamnya mengandung nilai notasi penyusunnya. Untuk itu, nilai notasi inilah yang harus dikuasai terlebih dulu agar dapat menghasilkan ritmis musik yang baik. Nilai not balok menentukan jumlah ketukan dari setiap not yang dimainkan. Notasi balok memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai nilainya.
Not
B.  Memainkan Ritme/Ketukan Not Balok Berdasarkan Nilai Not
Ketukan/ritme maupun nilai not sangatlah penting. Kesalahan pada ketukan dapat berakibat berubahnya irama suatu lagu. Siapkan stik kayu untuk memainkan not-not yang tertulis dan mulailah memainkan not dengan memukulkan kedua stik kayu. Memukul stik kayu bisa digantikan dengan bertepuk tangan.
Latihan
  1. Pertama, guru memainkan not 1/4 sebanyak 4 bar dengan tempo sedang (80–90), kemudian diikuti oleh peserta didik dengan memainkan not yang sama.
  2. Guru memainkan not 1/2 sebanyak 4 bar dengan tempo sedang, kemudian diikuti oleh peserta didik dengan memainkan not yang sama.
  3. Guru memainkan not penuh sebanyak 4 bar dengan tempo sedang, kemudian diikuti oleh peserta didik dengan memainkan not yang sama.
  4. Guru memainkan variasi dari not-not di atas sebanyak 8 bar, kemudian diikuti oleh peserta didik dengan memainkan not yang sama

Apabila ketiga bentuk not balok tersebut sudah dikuasai, guru bisa melan jutkan mengenalkan not 1/8 dengan nilai ½ ketuk yangketukannya lebih rapat dari not ¼
not 1/8
Selain harus dapat membaca, peserta didik juga harus bisa menuliskan notasi balok agar apa yang telah dipelajari selalu diingat.
Menulis Not
  1. Siapkan buku bergaris, pensil, dan penggaris.
  2. Buatlah 5 garis datar yang sejajar dan sama panjang, serta jaraknya sesuai dengan garis sepanjang halaman buku.
  3. Kemudian, bubuhkanlah kunci G di sebelah kiri garis paranada.
  4. Mulailah dengan menulis not C (not penuh) dengan pensil pada paranada yang telah kita buat tadi. Gambarlah hingga ke akhir baris dengan jarak ± 2 cm

Demikian pembahasan mengenai Mengenal dan Memainkan Notasi balok, semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:29 AM

Mengenal Paranada, Not pada Garis dan Spasi, serta Tanda kunci G

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat pembelajaran tentang Mengenal Paranada, Not pada Garis dan Spasi, serta Tanda kunci. Tujuan pembelajaran kegiatan ini adalah peserta didik mampu mengetahui garis paranada, letak not, serta tanda kunci.

Notasi balok adalah notasi yang paling populer dan paling sering digunakan dalam menuliskan notasi instrumen musik. Notasi balok juga dapat dikatakan sebagai media pengantar untuk mempelajari seluruh alat musik Barat (nontradisi). Seseorang yang menguasai notasi balok secara baik dapat memainkan lagu apa saja walaupun belum pernah mempelajari atau mendengar lagu tersebut. Beberapa keunggulan notasi balok, antara lain sebagai berikut:
  1. Posisinya pada alat musik bersifat pasti dan mutlak (tidak berubah-ubah). Misalnya, not C tengah pada piano, pada notasi balok posisinya sudah pasti.
  2. Berlaku umum untuk semua alat musik (nontradisi) dan diakui secara internasional.
  3. Secara visual dapat dilihat pergerakan naik turunnya nada.

A. Mengenal Paranada
Paranada adalah susunan 5 garis datar yang sama panjang dan jaraknya, tempat meletakkan notasi balok. Paranada terdiri atas 5 garis dan 4 ruang (spasi). Paranada biasa disebut sangkar nada. Dalam istilah Inggris, paranada disebut ‘staff’. Berikut ini gambar paranada.
Para nada
Umumnya, paranada terdiri dari 5 garis horizontal yang tersusun dari bawah ke atas (vertikal). Setiap garis tersebut dipisahkan oleh jeda kosong (space).

Satu paranada digunakan untuk mewakili satu jenis instrumen tunggal, misal: instrumen senar (violin, viola, violoncello/cello, kontrabass, gitar), instrumen tiup (seruling, oboe, klarinet, dll), dan suara/vokal.  Namun, untuk satu jenis instrumen yang bisa dimainkan 2 tangan sekaligus misal: piano, keyboard, harpa, harpsichord; maka dituliskan 2 paranada yang dihubungkan dengan satu garis lurus vertikal disertai satu tanda kurung kurawal buka ukuran besar (brace).  Ini juga berlaku untuk instrumen yang memiliki tuts pedal, seperti: organ pipa.

B. Kunci G
Tanda kunci adalah tanda untuk meletakkan nama nada pada garis paranada. Kunci G menentukan not yang ada pada garis kedua yaitu nada G. Oleh karena itu, disebut Kunci G. Kunci paranada sendiri digunakan untuk menjelaskan letak not, panjang atau pendek, dan tinggi atau rendahnya suatu nada. Tanda kunci ini akan menentukan kekuatan nada-nada dalam sebuah lagu.
Kunci G
Kunci G sendiri sering disebut dengan kunci biola atau treble. Jika diperhatikan, tanda kunci G berbentuk melingkar dan tepat berhenti pada garis kedua. Hal tersebut karena pada garis kedua itu terletak nada G, tepatnya g’ = g bergaris satu. Kunci G biasanya digunakan untuk menuliskan suara tinggi dalam sebuah lagu, seperti Sopran, Mezzo Sopran, dan Alto.

C. Mengenal birama, garis birama, dan tanda birama
Birama disebut juga bar yang berarti kelompok ketukan yang dibatasi oleh garis birama. Adapun tanda birama adalah tanda yang menentukan jumlah ketukan untuk tiap birama. Tanda birama berada di awal musik, berisi dua angka di mana angka yang satu diletakkan sebelum angka lainnya, sebagaimana pecahan dalam matematika. Angka yang di atas menunjukkan jumlah ketukan pada setiap ruas birama.
Birama
Birama dituliskan dalam angka pecahan seperti 2/4, 3/4, dan seterusnya. Angka pembilang (di atas tanda "/" ) berfungsi untuk menunjukkan jumlah ketukan. Sedangkan angka penyebut (di atas tanda "/") menunjukan nilai nada dalam satu ketukan. Pada setiap partitur lagu dengan notasi angka, maka akan selalu tertera tanda birama di sudut kiri atas lagunya.

Demikian pembahasan mengenai Mengenal Paranada, Not pada Garis dan Spasi, serta Tanda kunci G. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:39 PM

Mengenal, Mempelajari, Menyanyikan, dan Memainkan Not Angka

Pada pembelajaran seni musik kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Mengenal, Mempelajari, Menyanyikan, dan Memainkan Not Angka. Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah peserta didik mampu membaca dan menyanyikan notasi angka.

Hal utama yang harus dipahami ketika mempelajari musik adalah notasi atau not. Secara umum, not terbagi menjadi dua jenis, yakni not angka dan balok. Namun, not angka adalah jenis yang paling sering dijumpai. Not angka merupakan penulisan sebuah lagu yang menggunakan angka-angka sebagai simbolnya. Not angka ini digunakan untuk menulis nada do (1), re (2), mi (3), fa (4), sol (5), la (6) si (7) do (i).

Notasi angka dapat dikatakan cukup mudah untuk dipelajari. Hal ini karena not angka terdiri atas deretan angka-angka yang sudah sangat familiar dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kita harus berhati-hati dalam memainkannya. Peserta didik harus memperhatikan titik-titik di atas dan di samping not yang dapat mengubah posisi oktaf dan nilai not.

Notasi angka adalah tulisan musik dengan mempergunakan simbol angka yang terdiri dari angka-angka. Simbol angka-angka tersebut mempunyai sebutan khusus untuk tiap angkanya. Dalam diagram keyboard atau piano (pada nada dasar C=do), notasi angka dapat dilihat sebagai berikut:
Not Angka
Adapun jika digambarkan dalam bentuk tangga nada, dari nada pertama (terendah) hingga ke nada tertinggi, notasi angka adalah sebagai berikut:
Not Angka

Not angka menggunakan beberapa tanda untuk memperjelas penulisan notasi. Salah satunya adalah tanda titik yang digunakan sebagai tanda jumlah atau panjang ketukan: Tanda titik digunakan untuk penambahan jumlah atau panjang ketukan suatu nada. Rinciannya sebagai berikut:
  1. untuk not yang bernilai 1 ketuk, setelah not angka tidak ada simbol atau tanda;
  2. untuk not yang bernilai 2 ketuk, setelah not angka ada 1 tanda titik;
  3. untuk not yang bernilai 3 ketuk, setelah not angka ada 2 tanda titik; dan
  4. untuk not yang bernilai 4 ketuk, setelah not angka ada 3 tanda titik.
Ketukan
Catatan: 
Ukuran kecepatan pada musik adalah tempo atau jumlah ketukan per menit dengan satuan MM (Metronom Maelzel). Misalnya, jika sebuah lagu menggunakan tempo 60, berarti ada ketukan per menit yang sama dengan pergerakan jarum detik pada jam. Metronom adalah alat untuk menentukan atau mengetahui tempo dalam musik. 

Untuk berlatih membaca not angka kalian bisa memainkan lagu sederhana seperti contoh di bawah ini.
Latihan
Bagi peserta didik yang sedang belajar tentang musik, harus bisa membaca not balok ataupun not angka. Karena itu termasuk salah satu kemampuan dasar untuk kamu belajar ke level yang lebih rumit. Mulai dari menyanyikan lagu atau memainkan alat musik. Kemampuan ini sangat berguna dan sangat bisa dirasakan manfaatnya apalagi ketika sudah lancar membaca dan menulis not, maka akan sangat mempermudah kamu untuk menciptakan sebuah komposisi aransemen atau saat ingin menciptakan sebuah lagu.

Demikian pembahasan mengenai Mengenal, Mempelajari, Menyanyikan, dan Memainkan Not Angka. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Musik Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:53 PM