Beberapa Tari Tradisional dan Unsur Pendukungnya

Seni tari adalah seni mengenai tari menari (gerak-gerik yang berirama). Seni tari dipertunjukkan dengan ekspresi penjiwaan melalui gerakan ritmis yang estetis dan indah. Tari tradisional adalah tarian yang lahir tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang kemudian diturunkan atau diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Nah berikut ini Beberapa Tari Tradisional Beserta Unsur Pendukungnya.

1. Tari Kejei
Tari Kejei merupakan salah satu bentuk tari tradisi yang berkembang di daerah Bengkulu. Tarian ini dipercaya masyarakat mengandung unsur sakral dan magis. Awalnya tarian ini sebagai pembuka pada perayaan Kejei, yaitu perayaan besar bagi masyarakat suku Rejang.
Kejei
Sekarang pemerintah setempat memperbolehkan tari Kejai ditarikan pada setiap acara-acara walaupun tidak pada saat upacara Kejai. Hal ini dirasa perlunya pelestarian Tari Kejei yang merupakan ciri khas seni tari di daerah Rejang Lebong agar tidak tengelam dari kemajuan zaman yang terus berkembang dengan pesat. Tari Kejei ini biasanya digunakan untuk merayakan pernikahan, khitanan, panen raya, dan kegiatan-kegiatan lain yang berbau kedaerahan.

a. Musik Tari Kejei
Adapun alat musik yang digunakan dalam tari Kejei yaitu gong, kulintang, dan redap, yang terdiri dari satu buah gong, 5 buah kulintang dan satu buah redap. Alat musik tersebut sangat penting perannya dalam tarian Kejei. Sebelum dimulainya tarian Kejei, alat musik tersebut oleh masyarakat suku Rejang disaratkan dalam ritual te mu’un gung klintang.

Berikut adalah tujuh lagu tarian Kejei atau gabungan dari beberapa lagu rejang yang telah disepakati.
  1. Ombak laut
  2. Tupai melompat
  3. Siamang balik bukit
  4. Percang naik tebing
  5. Kumbang mengharap bunga
  6. Burung klating
  7. Diwo menimbang anak

b. Properti Tari Kejei
Properti dalam tari Kejei adalah tempat sirih (cerano)

c. Tata rias Tari Kejei
Rias yang digunakan menggunakan rias realis. Masyarakat mengenalnya dengan penyebutan rias cantik. Warna-warna yang dipilih menyesuaikan dengan warna dari busana yang dikenakan oleh penari

d. Tata busana Tari Kejei
Pakaian yang dikenakan oleh penari pria berupa:
  1. Baju jas belango warna hitam
  2. Celana dasar hitam
  3. Penutup kepala yang disebut dengan cek’ulew
  4. Selempang dari kanan ke kiri
  5. Songket
  6. Keris

Untuk pakaian yang dikenakan penari wanita berupa:
  1. Baju kurung beludru warna merah yang ditabur logam warna kuning emas
  2. Mengenakan songket
  3. Selendang
  4. Motif bagian bawahnya berbentuk pucuk rebung
  5. Sunting goyang dan cempaka harus ganjil
  6. Mengenakan gelang
  7. Kemudian burung-burung

2. Tari Blantek
Tari Blantek merupakan tari tradisi yang berkembang di Betawi. Gerak dalam tari ini berasal dari gerak-gerak dasar tari Topeng. Awalnya tari Blantek ini sebagai tari pembuka pada pertunjukan Topeng Blantek, yaitu pertunjukan teater rakyat. Penyebutan nama Blantek diambil dari bunyi musiknya yaitu blan-blan crek.
Blantek
a. Musik Tari Blantek
Musik pengiring tari Blantek berasal dari perpaduan alat musik tanji,seperti terompet, trombone, baritone, gendang, gong, simbal, dan tehyan.

b. Properti Tari Blantek
Properti tari Blantek berupa selendang atau sampur dalam bahasa Sunda, yang diselipkan di bagian pinggang kiri dan kanan. Sesekali sampur tersebut dimainkan saat menari.

c. Tata Rias Tari Blantek
Tidak ada karaketeristik khusus dalam tata rias tari Blantek. Dalam hal ini tata rias yang digunakan untuk berupa rias realis. Selain mepertegas garis-garis wajah, tata rias tersebut juga memberikan wajah penari lebih terlihat merona dengan pengaplikasian warna di mata, pipi, dan bibir.

d. Tata busana Tari Blantek
Busana tari Blantek terdiri baju atasan, ampreng, sampur, toka-toka, kain sarung batik.

3. Tari Lenso – Maluku
Tari Lenso merupakan tari tradisional yang berkembang di Maluku dan biasa ditarikan dalam kegiatan penyambutan di berbagai acara seperti, adat, hiburan, maupun pertunjukan. Dalam bahasa Portugis, kata Lenso bermakna saputangan.
Lenso
a. Musik Tari Lenso
Tari Lenso diiringi musik khas tradisi Maluku, seperti bunyi dari totobuang dan tifa. Irama yang dimainkan bertempo sedang dan menggambarkan keceriaan.

b. Properti Tari Lenso
Properti dalam tari Lenso berupa saputangan yang diselipkan di antara jari penari. Saputangan yang digunakan umumnya berwarna putih atau merah.

c. Tata Rias tari Lenso
Tata rias yang digunakan adalah rias realis dengan memberikan kesan natural dari wajah penarinya dan mempertegas garis-garis wajahnya.

d. Tata Busana Tari Lenso
Busana yang dikenakan menggunakan kebaya putih lengan panjang (baju celei) dan kain cele. Busana tersebut juga sebagai busana adat tradisioanl Maluku. Bagian rambut disanggul atau digelung dengan aksesoris bunga putih sebagai pemanis.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:13 AM

Deskripsi Gerak Tari Jepin Selendang

Gerak tari merupakan gerak tubuh yang telah disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan unsur estetis dan ritmisnya. Tari Tradisi Jepin Selendang yang berasal dari Pontianak Utara provinsi Kalimantan Barat, dimana geraknya terdiri dari tiga macam gerak. 

Pada gerak Tari Jepin Selendang tidak memiliki dinamika yang bervariasi seperti tari kreasi. Tari Jepin Selendang terdapat perubahan level dan perubahan tempo, tempo yang digunakan adalah tempo sedang dan lambat hingga ke tempo sedang kembali dalam penggunaan tariannya.

Begitu pula pada gerak yang ditarikan terdapat perubahan yaitu pada saat gerak raddat, karena pada ragam tersebut perubahan dinamika terjadi dari sisi gerak yang menjadi sedikit lebih lembut. 

1. Gerak Jepin Empat-empat (Gerak Pembuka)
Hitungan1
Hitungan 1
  1. Hitungan satu, kepala tegak dengan muka menghadap ke depan dan posisi badan berdiri.
  2. Posisi tangan kanan lurus dan sedikit membuka ke samping kanan. Posisi tangan kiri membentuk sudut siku-siku di depan dada.
  3. Posisi kaki kanan berada di depan mengarah ke serong kanan dengan bertumpu menggunakan tumit. Posisi kaki kiri berdiri tegak.
Hitungan 2
Hitungan 2
Hitungan dua, kaki kanan di depan dengan tapak kaki menapak. Posisi tangan, kaki kiri, torso dan kepala tidak berubah dan masih sama dengan hitungan satu.

Hitungan 3
Hitungan 3
Hitungan tiga, kaki kiri melangkah ke posisi berdampingan dengan kaki kanan. Gerakan tangan kebalikan dari gerakan pada hitungan satu

Hitungan 4
Hitungan empat, kaki kanan melangkah di tempat diikuti perubahan pada tangan kembali ke posisi hitungan satu.
Hitungan 4 dan 5
Hitungan 5
Hitungan Lima, kaki kiri melakukan gerakan seperti pada hitungan satu pada kaki kanan.
Hitungan 7 dan 8
Hitungan selanjutnya lakukan seperti bergantian hingga 6 x 8 selesai. Gerakan tangan sama dengan hitungan tiga.

2. Gerak Menahan Anyaman
Hitungan 1
Buka Anyam 1
  1. Hitungan satu kepala tegak, arah wajah dan pandangan kurus ke depan, posisi badan berdiri. 
  2. Posisi kedua tangan lurus ke atas dengan sedikit membuka. 
  3. Posisi kaki kanan berada di serong depan kiri, posisi kaki kiri berdiri tegak
Hitungan 2
Anyam 2
Hitungan dua posisi wajah, kepala, badan dan tangan seperti hitungan satu. Posisi kaki kanan dan kiri berdiri tegak
 
Hitungan 3
Hitungan tiga kaki kiri melakukan gerakan berkebalikan sama seperti hitungan satu 
Hitungan 3 dan 4
Hitungan 4
Hitungan empat melakukan gerakan yang sama seperti hitungan dua.

Hitungan 5, 6, 7, dan 8
Gerakan 5678
Hitungan lima, kaki kanan melakukan gerakan seperti pada hitungan satu. Gerakan tangan sama seperti hitungan satu sampai seterusnyaGerak ini dilakukan sebanyak 5x8 hitungan.

3. Gerak Pasang/Buka Anyaman
Hitungan 1
Hitungan 1
  1. Hitungan satu kepala dan wajah menuduk menghadap ke bawah, posisi badan sedikit condong ke depan.
  2. Posisi kedua tangan lurus ke bawah dengan sedikit membuka.
  3. Posisi kaki kanan berada di serong depan kaki kiri dan posisi kaki kiri sedikit ditekuk.

Hitungan 2
Hitungan 2
Hitungan dua posisi kepala, wajah badan dan tangan sama seperti hitungan satu. Posisi kedua kaki sejajar dan sedikit ditekuk.

Hitungan 3
Hitungan 3
Hitungan tiga posisi badan dan tangan sama seperti hitungan sebelumnyaPosisi kaki melakukan gerakan berkebalikan dengan hitungan satu.

Hitungan 4
Hitungan empat melakukan gerakan yang sama seperti hitungan dua.
Hitungan 48
Hitungan 5, 6, 7, dan 8
Hitungan lima, kaki kanan melakukan gerakan seperti pada hitungan satu pada saat Pasang/Buka Anyam.Gerakan tangan sama seperti hitungan satu pada saat Pasang/Buka Anyam sampai hitungan seterusnya.Gerak ini dilakukan sebanyak 8x8 hitungan. 

4. Gerak Pasang/Buka Anyam dengan properti selendang
Pertama
Hitungan satu sampai delapan kedua penari maju dengan menggunakan gerak Pasang/Buka Anyam yaitu badan menunduk dengan tangan berada di bawah dan kaki melakukan gerakan menendang
Selendang
Kedua
Hitungan satu sampai delapan kedua penari bergerak membentuk lingkaran dengan arah sebelah kiri untuk memasang anyaman. Kemudian bergerak membentuk lingkaran dengan arah berlawanan dari sebelumnya untuk membuka anyaman, hingga kembali ke tempat semula

5. Gerak Raddat
Hitungan 1 dan 2
Hitungan satu dan dua posisi duduk bersimpuh dengan kedua tangan berada di depan muka dan melakukan gerak ukel. Posisi kepala dan wajah sedikit menghadap sedikit ke atas.
Radat1
Hitungan 3 dan 4
Hitungan tiga dan empat posisi duduk bersimpuh, posisi kepala dan wajah menunduk dengan badan sedikit condong ke depan. Kedua tangan bertepuk sebanyak dua kali di posisi bawah.

Gerakan 5 dan 6
Hitungan lima dan enam melakukan gerakan sama seperti gerakan hitungan satu dan dua. Posisi kaki sama seperti posisi sebelumnya.
Gerakan 5-8
Gerakan 7 dan 8
Hitungan tujuh dan delapanmelakukan gerak sama dengan hitungan tiga dan empat.Lakukan sebanyak 3x8 pengulangan.

Gerakan Mengukel ke Samping Kanan dan Kiri
Hitungan satu sampai empat posisi duduk bersimpuh dengan kepala dan wajah menghadap ke samping kanan sedikit ke atas. Kedua tangan melakukan gerakan ukel secara bersamaan, dimana posisi tangan kanan berada di samping kanan dan sedikit ditekut, posisi tangan kiri mengikuti tangan kanan dengan posisi berada di depan dada.
Uke Kanan 1-4
Hitungan lima sampai delapan posisi kaki, dan badan sama seperti hitungan 1-4, gerakan tangan dan muka melakukan gerak berkebalikan seperti hitungan 1, Hitungan selanjutnya lakukan gerakan ini hingga 4x8 selesai.
Ukel Kiri
Tarian ini menunjukan kegembiraan dalam permainan menganyam selendang sehingga menjadi sebuah anyaman yang disebut “cepol” atau “sanggul, Tari Jepin Selendang memiliki dinamika sedang dan lambat. Dinamika sedang berada pada saat penari Tari Jepin Selendang menarikan pada ragam gerak pembuka, gerak membuat anyaman, gerak raddat, gerak membuka anyaman dan gerak penutup. Dinamika lambat terjadi pada saat penari Tari Jepin Selendang melemparkan dan mengembalikan selendang.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:22 PM

Unsur Pendukung Tari Jepin Selendang

Tari Jepin Selendang merupakan satu diantara tari melayu tradisi yang ada di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Tari Jepin Selendang di Kota Pontianak berkembang di lingkungan daerah Siantan Hilir tepatnya di Jalan Parit Makmur. Tari Jepin Selendang ini dia kenali pada tahun sekitar 1990-an sebagai hiburan dan tontonan untuk masyarakat setempat.

Unsur pendukung dikenal juga dengan istilah aspek artistik yaitu elemen yang dapat membantu serta menunjang pertunjukan tari agar menjadi lebih indah dan menarik. Ada empat unsur pendukung yang dibahas dalam unit pembelajaran 1 ini yaitu musik, properti, tata rias dan tata busana. Dalam prosedur kegiatan pembelajaran 1 ini unsur pendukung yang dibahas terlebih dahulu adalah musik dan properti.

1. Musik
Dalam koreografi, musik bersifat fungsional yang terdiri dari tiga fungsi (Hidajat, 2008). 
  1. Pertama, musik berfungsi sebagai iringan atau partner gerak yaitu memberikan dasar irama pada gerak bagaikan rel sebagai tumpuan rangkaian gerak. Fungsi ini memberikan kesesuaian irama musik terhadap irama gerak. Pemilihan musik sebagai iringan harus disesuaikan dengan irama gerak karena musik dapat mengungkapkan karakteristik tari. Musik iringan seperti ini biasanya digunakan untuk koreografi yang tidak memfokuskan pada cerita atau lakon yang disampaikan secara kronologis. 
  2. Kedua, musik berfungsi sebagai penegas gerak. Fungsi ini juga memiliki karakteristik yang sama dengan fungsi musik sebagai pengiring. Musik menjadi penumpu gerak dan memberikan tekanan terhadap gerak. Musik seperti ini bisanya digunakan untuk koreografi yang memiliki rasa ritmikal yang menonjol seperti koreografi yang bersumber dari gerak pencak silat.
  3. Ketiga, musik berfungsi sebagai ilustrasi yaitu berfungsi memberi  suasana pada koreografi untuk menggambarkan peristiwa sehingga dapat diterima oleh penonton. Sebagai ilustrasi, musik berfungsi membangun suasana, baik itu suasana lingkungan tertentu atau suasana hati. Musik seperti ini biasanya digunakan pada koreografi yang berstruktur dramatari.

Musik dalam tari terdiri dari dua macam yaitu internal dan eksternal. Musik internal adalah musik yang dilahirkan oleh tubuh penari seperti tepukan tangan, hentakan kaki, suara penari dan lain sebagainya. Sedangkan musik eksternal adalah musik yang bunyinya berasal dari instrumen musik seperti biola, gitar, gendang, dan instrumen musik lainnya.

Musik pada tari Jepin Selendang berfungsi sebagai pengiring tari yang terdiri dari musik eksternal dan internal. Musik iringan eksternal tari Jepin Selendang adalah musik iringan Jepin Melayu yang dimainkan dengan menggunakan alat musik dan syair-syair yang dinyanyikan untuk mengiringi penari. Sedangkan musik iringan internal terdapat pada tepukan tangan penari secara bergantian. saat melakukan gerak Raddat untuk beberapa hitungan.

Tari Jepin Selendang diiringi dengan tempo musik sedang. Pemain musik iringan tari Jepin Selendang tidak dibedakan berdasarkan strata sosialnya. Berikut ini adalah gambar alat musik yang digunakan untuk mengiringi tari Jepin Selendang.
Tari Jepin Selendang
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa tari Jepin Selendang juga diiringi oleh syair. Adapun bunyi syair-syair tari Jepin  Selendang adalah sebagai berikut.
“Tari selendang yang kami tampilkan” 2x
“Delapan orang putri yang tampil ke depan” 2x
“Selendang dianyam saling berkaitan” 2x
“Ke kanan dan ke kiri untuk dimainkan” 2x
“Tari delapan putri menari berkawanan” 2x
“akhirnya jadi akhir jadi anyaman” 2x

“Izinkanlah kami membuka anyaman” 2x
“Saling berputar berpasang-pasangan” 2x
“Sambil diayun membentuk satu lingkaran” 2x
“Satu persatu saling berputar” 2x
“Saudara saudara ini hanya satu permainan” 2x
“Jikalau ada kesalah mohon kami dimaafkan” 2x

2. Properti
Properti merupakan alat yang dibawa penari saat menari. Tari Jepin Selendang menggunakan properti selendang berwarna-warni dengan panjang 2 meter dan lebar 50-70 cm. Warna yang beragam menunjukkan/sebagai simbol bahwa walaupun berbeda tetapi tetap menyatu. Setiap penari menggunakan satu selendang yang pada awalnya seledang diikatkan di pinggang penari, lalu kemudian digunakan untuk menari.
Properti Tari
Inti dari penggunaan properti selendang dalam tari ini untuk membuat pola anyam yang disebut cepol atau menyerupai sanggul. Pola anyam tersebut menggambarkan aksesoris yang digunakan oleh wanita di kepala. Posisi cepol harus kokoh dan bediri tegak. Hal tersebut memberikan simbol bahwa dibalik kelembutan seorang wanita terdapat kekuatan didalamnya. Sebagai bentuk penggambaran dari simbol tersebut, dalam proses anyaman yang dilakukan penari harus menjaga keeratan selendang agar posisi cepol yang dihasilkan tetap tegak dan tidak miring.

3. Tata Rias
Tata rias memiliki fungsi pengubah karakter seseorang atau tokoh sehingga membentuk watak yang sesuai dengan ide tari, memperkuat ekspresi penari, dan menambah daya tarik penampilan penari (Sekarningsih dan Rohayani, 2006). Adapun jenis tata rias yang perlu diketahui adalah sebagai berikut. 
  1. Tata rias korektif yaitu bentuk tata rias yang bersifat menyempurnakan (koreksi). Kekurangan-kekurangan yang terdapat pada wajah dapat ditutupi dan dapat menonjolkan bagian-bagian menarik dari wajah.
  2. Tata rias fantasia atau tata rias karakter khusus yaitu bentuk tata rias yang mengubah wajah menjadi bentuk yang tidak realistik.
  3. Tata rias karakter yaitu bentuk tata rias yang diaplikasikan untuk melahirkan karakter yang dikehendaki oleh karya tari dengan mengubah tampilan wajah penari.
Tata Rias
Tata rias yang digunakan dalam tari Jepin Selendang adalah tata rias natural dan cantik. Riasan tari menggunakan foundation, bedak tabur, bedak padat, eye shadow, shading, pensil alis, blush on, lipstik, pensil alis, mascara dan eyeliner.

4. Tata Busana
Dalam tari busana berfungsi sebagai artistik. Busana berfungsi memperjelas tema tari dan menghidupkan karakter penari dalam satu penyajian tari. Busana menambah keindahan pada tari dan menciptakan keserasian antara tubuh penari dengan tariannya. Dalam menentukan busana tari diperlukan pertimbangan-pertimbangan seperti pemilihan warna, bahan dan bentuk. Hal ini untuk menggambarkan jiwa dan semangat tari serta membantu mewujudkan suasana yang akan dilahirkan dalam tari.
Tata Busana
Tata busana tari Jepin Selendang terdiri atas baju kurung, kain dengan motif/corak insang, dan teratai, serta dilengkapi aksesoris kepala seperti sanggul lipat pandan, kembang goyang berbentuk daun atau bambu dan anting. Warna baju kurung dan kain tidak memiliki aturan tertentu. Warna disesuaikan dengan ketersediaan busana yang dimiliki. Penari dapat menggunakan warna yang sama ataupun berbeda-beda dalam satu kelompok tari.
Busana 2
Tempat pertunjukan yang digunakan pada penyajian Tari Jepin Selendang adalah tempat yang tidak mempunyai syarat khusus serta tidak mempunyai sudut depan sehinga dapat dilihat dari sudut manapun., Tarian ini ditarikan pada saat adanya acara keluarga seperti hajatan, Hataman Qur’an. masak-masak, halal bihalal dan acara pernikahan. Tetapi, tarian ini pada awal terciptanya ditarikan juga untuk menghibur

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:45 PM

Gerak Maknawi dalam Tari dan Keseharian

Kegiatan bertani siklusnya adalah tanah di luku (dibajak menggunakan kerbau) kemudian di garu(tanah dibolak-balik menggunakan alat seperti garpu yang terbuat dari kayu dan berukuran besar) lalu proses  perendaman air yang sering disebut angler agar tanah bisa menjadi tanah liat/endhut, setelahnya di kerek yaitu kegiatan menggaris tanah sampai terbagi menjadi beberapa kotak segi empat kecil yang kemudian di tanduri/ditanami padi. Maka kegiatan petani ketika menanam padi dilakukan dengan gerakan mundur supaya tepat pada garis yang sudah dipersiapkan.

Hal tersebut enunjukkan bahwa segala sesuatu akan lebih baik apabila dipersiapkan terlebih dahulu. Kegiatan tersebut merupakan upaya petani untuk tetap menjaga tanah agar dapat diolah dan menghasilkan hasil alam yang bermanfaat bagi makhluk hidup.

Teori-teori tentang kehidupan yang dipelajari saat ini merupakan hasil dari pengalaman nenek moyang kita. Nilai-nilai kehidupan yang didapat oleh mereka dari pembelajaran dengan alam, diwariskan pada kita melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Nilai-nilai inilah yang membangun karakter generasi muda.

Pentingnya kita memahami strategi menjaga dan melestarikan alam adalah bekal untuk melakukan siklus kehidupan sesuai dengan ekosistem yang ada. Alternatif pembelajaran tentang kebermaknaan nilai dengan alam adalah dengan memahami profesi-profesi yang langsung bekerja mengolah alam. Salah satunya adalah petani.

Petani bekerja dalam ekosistem buatan yaitu sawah, yang didalamnya komponen biotik dan abiotik yang saling mempengaruhi. Petani bekerja berdampingan dengan alam. Alam harus dijaga, saling menghargai dan melestarikan melalui kerja sama antara semua makhluk hidup di dalamnya.

Nilai saling menghargai, menghormati dan melestarikan alam tercermin dalam karya tari ini. Selain itu nilai kerja keras, disiplin, kerja sama serta kerukunan juga menjadi salah satu pesan yang digambarkan dengan karya tari petani.

Melalui karya tari yang disadur dari kehidupan sehari-hari petani, peserta didik belajar menghargai orang lain melalui pekerjaan yang dilakukan oleh orang tersebut, orang yang berada di lingkungan hidup peserta didik, dengan ragam pekerjaan apa yang dilihat peserta didik, sehingga peserta didik menyadari bahwa:
  1. Setiap pekerjaan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.
  2. Setiap pekerjaan memiliki peran dan manfaat yang berbeda di dalam kehidupan.
  3. Setiap pekerjaan jika dilakukan dengan ikhlas akan membawa manfaat tidak hanya untuk diri sendiri namun utuk orang di sekitarnya.
  4. Semua pekerjaan itu baik dan menebarkan banyak kebermanfaatan untuk sesama, tidak ada pekerjaan yang tidak baik.

Pada dasarnya dalam tari terdapat pula gerak yang mempunyai makna atau pesan tertentu. Gerak tari adalah gerak hasil stilasi atau distorsi dari gerak di kehidupan. Gerak distorsi adalah gerak yang dalam pengolahannya menjadi lebih jelek atau kasar dari gerak sebenarnya.

Adapun gerak distilir yakni gerak yang dalam pengolahannya diperindah dari gerak sebenarnya. Oleh sebab itu, dalam sebuah tarian terdapat beberapa kategori gerak Diantaranya:  Gerak murni (Pure Movement), Gerak bermakna (Gesture), Gerak berpindah tempat (Locomotor).
  1. Gerak murni yakni gerak yang tidak mempunyai makna dan hanya berfungsi untuk memperindah.
  2. Gerak berpindah tempat yaitu gerak yang digunakan untuk berpindah tempat oleh penari.
  3. Gerak bermakna adalah gerak yang mempunyai makna tertentu. Arti makna tertentu yakni makna yang disepakati atau dimengerti oleh sebagian orang di daerah tertentu. Seringkali terdapat gerak yang sama, namun mempunyai makna yang berbeda antar daerah atau etnis. Pada gerak bermakna termuat beberapa pesan ataupun nilai-nilai sosial dan budaya yang terkait dengan kearifan lokal.
Gerak Maknawi
Berikut ini adalah Gerak Maknawi dalam Tari dan Keseharian
Gerak Maknawi dalam TariGerak Maknawi dalam Keseharian
Gerak orang-orangan sawah yang menghalau burung dengan tangan yang telentang (lihat gambar 1.10. “Orang-orangan Sawah”).Gerak seseorang yang bertujuan untuk melindungi orang lain: Gerak memeluk untuk melindungi
Gerak segerombolan burung Pipit yang saling terbang bersama dalam kelompok. Berbagi padi yang didapat, dari paruh burung satu ke paruh burung lainnya (lihat gambar 1.9. Burung makan di sawah).Gerak mengusap kepala orang lain yang lebih muda tanda sayang dan menghargai orang lain.
Gerak burung ketika terbang mengitari sawah untuk mencari makanan (lihat gambar 1.8. Burung terbang di sawah).Gerak mengacungkan jempol tangan atau menganggukkan kepala tanda setuju
Gerak padi tertiup angin, bergoyang-goyang melambai-lambai (lihat gambar 1.6. Padi tertiup angin).Gerak tangan yang digoyangkan atau kepala yang digelengkan tanda menolak. Gerak tangan tanda memanggil, atau anggukan kepala tanda memanggil
Gerak petani dengan membawa alat (cangkul dan sebagainya) berangkat ke sawah dengan ekspresi yang yakin dan penuh semangat. Menggambarkan kerja keras dan kedisiplinan (lihat gambar 27. Petani membawa cangkul).Kegiatan petani yang berangkat ke sawah sebelum matahari terbit merupakan simbol bahwa kedisiplinan berkaitan dengan waktu. Jika berangkat ketika matahari telah terbit, maka petani akan merasakan lebih panas sehingga akan cepat lelah karena energinya terkuras.
Gerak mundur petani ketika menanam padi dengan bentuk badan yang membungkuk simbol menghormati alam Tandur atau menanam padi dilakukan dari depan ke belakang oleh petani dengan tujuan padi tertanam di kotak agar tidak rusak terinjak. Perencanaan yang matang dan menghargai lingkungan tercermin dalam gerakan ini.
Kegiatan suka cita ketika panen tiba, menggambarkan guyub rukun dan kerja sama (lihat gambar 15. Para Petani bersukacita atas keberhasilan panen),Pekerjaan di sawah tidak dapat dilakukan seorang diri, maka ketika panen tiba para petani akan meminta bantuan petani lainnya untuk memanen padi di sawah masing-masing.
Gerak berjinjit seakan melewati pematang yang sempit kemudia gerak berjalan lebar dengan hentakan.Petani akan berjalan berhati-hati melewati pematang yang sempit kemudian sampailah pada sawah yang luas. Makna yang terdapat dalam proses perjalanan ini adalah ketika mereka berjuang untuk mencapai keberhasilan

Demikian pembahasan mengenai Gerak Maknawi dalam Tari dan Keseharian. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Tari Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:51 PM

Elemen Dasar Komposisi Tari

Komposisi tari atau dikenal juga dengan koreografi merupakan aspek penting dalam seni tari, khususnya tari kelompok. Komposisi tari ini lah yang membuat suatu tarian terasa lebih hidup dan bernyawa. Menurut Soedarsono di dalam pembuatan sebuah tari tentu ada elemen-elemen atau unsur-unsur tari yang sangat diperlukan ataupun mendukung seperti : gerak, musik, kostum, tata rias, lighting, desain lantai, level dan dinamika. Berikut ini penjelasannya,

A. Desain lantai
Desain lantai atau floor design adalah garis-garis imajiner yang dilalui oleh formasi penari secara berkelompok. Desain lantai juga diartikan sebagai gambar pola yang dirancang oleh penari untuk menggambarkan pola gerakan yang akan ditampilkan.
Desain Lantai
Garis-garis lantai dibentuk berasal dari garis lurus dan garis lengkung. Garis lurus dapat menghasilkan beragam bentuk atau pola seperti garis diagonal, segitiga, zig zag, V atau V terbalik, T atau T terbalik sedangkan garis lengkung dapat menghasillkan bentuk lingkaran, setengah lingkaran, spiral, angka delapan dan lain sebagainya.

B. Desain atas
Desain atas atau air design adalah desain yang dibuat oleh anggota badan yang berada di atas lantai. Desain ini dilihat dari arah penonton. Menurut La Mery (dalam Andewi, 2019) terdapat berbagai macam desain yaitu: 
Desain Atas
  1. Desain datar adalah desain yang bila dilihat dari arah penonton, posisi penari penari mengarah kesamping, dalam adalah desain atas yang apabila dilihat dari arah penonton posisi tubuh hingga kaki penari diarahkan ke belakang, kedepan atau serong, vertical adalah desain yang arah hadap penari mengarah ke diagonal atau seluruh anggota badan menjulur ke atas atau ke bawah, 
  2. Desain horizontal dalahh desain yang menggunakan sebagian besar dari anggota bdan mengarah kegaris horizontal, kontras, murni, statis, lurus, lengkung, berdusut, spiral, tinggi, medium, renah, terlukis, lanjutan, tertunda, simetris, dan asimetris.

C. Desain Dramatik
Desain dramatik adalah tahap-tahap emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahap-tahap emosional ini perlu ada dalam sebuah tari agar tarian menjadi menarik dan tidak terkesan monoton. Melalui tahapan ini, penonton akan dapat merasakan perbedaan tari bagian awal, kemudian naik mencapai suatu puncak yang paling menarik yang disebut klimaks.
Desain Dramatik
Berikutnya penonton merasakan adanya inti menuju akhir dari sebuah tarian.Desain dramatik dibagi menjadi dua yakni desain dramatik kerucut tunggal dan desain dramatik kerucut ganda.
  1. Desain dramatik kerucut tunggal adalah desain dramatik yang apabila diibaratkan seorang mendaki gunung membutuhkan tenaga awal yang cukup besar karena harus menaiki gunung dengan posisi kemiringan dan terjal dan berjalan lambat, perjalanan menuju klimaks sama dengan perjalanan menuju puncak gunung, setelah titik puncak dicapai alur dramatik ini dengan sendirinya menurun untuk mencapai penyelesaian atau anti klimaks. 
  2. Desain dramatik kerucut ganda adalah proses mencapai klimaks melalui beberapa tanjakan dan membutuhkan beberapa kali perhentian. Dibutuhkan strategi agar tenaga tetap terjaga untuk mencapai klimaks

D. Dinamika
Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena danya variasi-variasi di dalam tari tersebut. Dinamika di dalam tari memberikan kesan bahwa tarian itu menarik, tidak membosankan, dan tidak monoton. Dinamika di dalam tari dapat dicapai karena adanya variasi-variasi dalam penggunaan tenaga dalam gerak, tempo, tinggi rendah (level), pergantian posisi penari, serta perubahan suasana. La Mery (dalam Andewi, 2019).

E. Staging
Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. Tata pentas tidak hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistic tetapi juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yang terkait dengan konsep tari. Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang memiliki 2 jenis, yaitu panggung tertutup dan panggung terbuka.
Panggung
  1. Panggung tertutup disebut dengan proscenium. Ciri panggung tertutup adalah para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium. 
  2. Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. Bentuknya bermacam-macam yaitu berbentuk arena, pendopo, di halaman pura, di halaman rumah atau di lapangan. Ciri panggun terbuka adalah pemain atau penari dapat dilihat dari berbagai arah pandang.

Demikian penjelasan mengenai Elemen Dasar Komposisi Tari. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Tari Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:47 PM

Mengenal Lingkungan dengan Tari

Bagi anak-anak pengenalan terhadap lingkungan di sekitarnya merupakan pengalaman yang positif, menarik dan menyenangkan. Mereka memiliki rasa ingin tahu, sikap antusias yang kuat terhadap segala sesuatu, sikap berpetualang serta minat yang kuat untuk mengobservasi lingkungan. Oleh karena itu, banyak nilai dan manfaat yang dapat diambil dari kegiatan mengenal lingkungan sekitar tersebut. Hal ini termasuk salah satu stimulus bagi anak untuk mengembangkan minat keilmuannya.

Salah satu media untuk memperkenalkan lingkungan pada anak bisa melalui pembelajaran tari yang mengangkat tema lingkungan. Alam semesta berikut isinya dengan berbagai flora dan fauna adalah sumber inspirasi yang bisa Diangkat menjadi tema sebuah karya tari. Wawasan anak terhadap lingkungan akan memotivasi untuk melakukan pengamatan, eksplorasi dan merangkai gerak.

Tari dengan latar belakang flora dan fauna seperti padi dan burung Pipit, maka busana yang digunakan biasanya dibentuk menyerupai warna atau bentuk padi dan burung. Peserta didik dapat membuat kreativitas kostum padi dengan menggunakan bahan kardus, kertas karton dan bahan lainnya yang dibentuk seperti padi dan dipakai pada tubuh penari.

Pemilihan warna juga disesuaikan dengan warna yang sesungguhnya, kalau padi bisa berwarna hijau dan warna coklat. Begitu pula dengan rias dan busana burung Pipit, harus disesuaikan dengan anatomi tubuh burung yang sesungguhnya, misalnya: ada sayap, ekor, paruh, kaki dan jambul di kepala. Peserta didik bisa berkreasi dari bahan-bahan sederhana untuk membuat tampilan penari menyerupai burung. Untuk rias burung bisa menggunakan rias fantasi yang dalam bentuknya menyerupai wajah burung.

Setelah peserta didik bereksplorasi, selanjutnya peserta didik melakukan improvisasi secara individu maupun kelompok. Peserta didik melakukan gerak bebas sesuai dengan imajinasi mereka tentang tumbuhan dan hewan dengan jenis habitat yang ada di sekitar lingkungan mereka tinggal. Seperti, darat (sawah, ladang, kebun, dan sejenisnya) dan air (sungai, laut, kolam, dan sejenisnya).

Peserta didik bersama guru melakukan evaluasi konsep dan gerak dalam penciptaan karya tari. Peserta didik dan guru dapat melakukan stilisasi terhadap gerak yang telah dipilih sesuai dengan konsep karya tari mereka.

Peserta didik menyusun gerak (forming) sesuai dengan alur cerita yang mereka buat. 

Contoh Penyusunan Gerak Sesuai Alur Cerita
Komposisi GerakAlur cerita
membajak
Petani membajak sawah kemudian menebarkan benih padi, dan menanam padi.
pupuk
Petani menebar pupuk agar padi tumbuh subur
rumput
Petani membersihkan rumput dan alang-alang yang tumbuh di sekitar padi.
subur
Padi tumbuh subur dari kecil menjadi lebih panjang dan bulir padi mulai nampak.
padi tua
Semakin tua, padi menguning semakin merunduk dan siap untuk dipanen
pipit
Segerombolan burung Pipit hinggap di tanaman padi, sambil menikmati butir padi.
pipit2
Burung Pipit terbang mengitari sawah. burung Pipit memiliki ukuran tubuh yang kecil tetapi terbangnya gesit dan lincah. Suaranya kecil nyaring memanggil temantemannya. Cara terbangnya sayap terkepak naik turun, dua kaki diturunkan saat hendak mendarat.
orang
Burung Pipit melompat kecil lincah di atas tali orang-orangan sawah. Orang-orangan sawah bergoyang-goyang karena talinya dihinggapi oleh burung Pipit
panen
Saat panen tiba, petani memanen padi bersama-sama. Membawa alat pemotong padi dan alu (papan penggilas padi)
beras
Padi diolah menjadi gabah. Setelah itu melalui proses selip untuk mengupas kulit ari, menjadi beras. Kemudian dimasak menjadi nasi.
panen
Kegiatan suka cita hasil bumi yang dinikmati bersama. Dengan ditampilkan simbol-simbol seperti padi, alat penumbuk padi, penanak beras, guyub rukun para petani/ manusianya

Peserta didik merangkai gerak yang telah disusun menggunakan elemen-elemen komposisi tari.
Elemen Komposisi TariContoh Rangkaian Gerak
Desain LantaiPeserta didik menggunakan desain lengkung:
  • Penari menggerakkan tangan yang terlentang dengan sedikit lengkung seperti burung terbang mengepakkan sayapnya.
  • Penari membungkuk seperti padi yang merunduk ketika siap panen
Peserta didik menggunakan desain tinggi:
  • Gerakkan orang-orangan sawah tangan telentang atau ke atas untuk menghalau burung
Peserta didik menggunakan desain vertikal:
  • Petani menengadahkan tangan ke atas sebaga wujud syukur kepada yang kuasa
  • Petani menirukan gerak tumbuhan padi ketika awal tumbuh yang menjulang tegak ke atas
Desain LantaiKarya tari tentang tumbuhan padi dan burung Pipit ini dapat menggunakan pola lantai lurus yang terkesan kuat, dan pola yang menggambarkan kerja sama dalam tim seperti gerombolan burung-burung Pipit. Guru dapat mengeksplor penggunaan pola lantai yang dapat mencerminkan nilai-nilai tersebut. Misal, menggunakan pola:
  1. Lingkaran
  2. Lengkung
  3. Lurus atau diagonal
  4. Huruf V
  5. Angka 8
Desain DramatikPeserta didik memberikan alur cerita dalam karya tari sesuai dengan imajinasi yang dituangkan dalam gerak. Ada tahap awal , konflik, akhir, konklusi/ penyelesaian. Nilai-nilai yang diteladani dapat diberikan penekanan dalam gerak hingga pesan dapat tersampaikan
Desain KelompokPeserta didik mengaplikasikan desai kelompok yang terdiri dari:
  1. Unison (kompak)
  2. Balance (seimbang)
  3. Broken (terpecah/memisah)
  4. Alternate (selang-seling)
  5. Cannon (berurutan)
  6. Proportion (proporsi)
Contoh:
Gerakan sekumpulan biring Pipit yang bergerombol ketika mengitari sawah. Kemudian broken ketika para burung mencari padi untuk di makan. Gerak tumbuhan padi yang berdekatan satu sama lain dengan jarak yang telah diatur oleh petani, sehingga tampak seimban
Desain MusikPeserta didik dapat menggunakan musik eksternal maupun internal. Eksternal berasal dari luar tubuh penari seperti suara gemericik air, suara burung, suara gesekan daun padi terkena angin. Musik internal adalah musik yang berasal dari tubuh penari, seperti suara siul, tepukan tubuh, atau teriakan dari para penari
DinamikaPeserta didik memberikan sentuhan emosi, ekspresi pada gerak-gerak tari yang bersumber pada tumbuhan dan hewan yang mereka amati, dalam hal ini contohnya adalah padi dan burung Pipit. Bagaimana burung susah payah mendapatkan padi setelah dihalau oleh “orang-orangan sawah”
Kostum, tata rias, tata panggungPeserta didik merancang kostum dan tata rias yang akan digunakan dalam karya tari padi dan burung Pipit. Dapat disesuaikan dengan bentuk fisik dari padi dan burung Pipit

Peserta didik bekerja secara individu maupun kelompok untuk membuat unsur-unsur pendukung tari.
Unsur PendukungKeterangan
Tata busana/ kostum
  1. Peserta didik dapat menggunakan kostum yang ada di sekitarnya 
  2. Membuat bentuk padi atau bunga-bunga dari kardus dan kertas koran, atau bahan-bahan lain yang mudah ditemukan peserta didik
  3. Membuat mahkota, sayap dan bentuk lain yang ada dalam karya tari dari barang-barang yang tersedia
Tata Rias
  1. Peserta didik dapat menggunakan rias cantik, rias karakter, rias fantasi dan dibantu oleh guru.
  2. Peserta didik dapat menggunakan bahan alami untuk merias diri. Seperti, warna yang didapat dari daun atau bunga, dari tanah liat dan bahan lainnya
Musik
  1. Peserta didik dapat membuat musik iringan dengan menggunakan kenthongan, ember, suara kaleng, suara angin, suara gabah yang ada dalam tampah.
  2. Peserta didik dapat menggunakan suara tepukan dari diri mereka. Tepuk tangan, suara injak bumi, teriakan, suara petik tangan, dan lainny
Tata Panggung
  1. Peserta didik membuat “orang-orangan sawah” untuk menguatkan suasana sawah.
  2. Peserta di4ik membuat Caping atau peralatan sawah lain, kemudian diletakkan di panggung
Tata Cahaya
  1. Peserta didik dapat menggunakan cahaya matahari sebagai sumber cahaya/ lighting.
  2. Peserta didik dapat membuat pencahayaan dengan tambahan lamp
Demikian pembahasan mengenai Mengenal Lingkungan dengan Tari. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Seni Tari Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:46 PM