Bermain Peran Wawancara Kisah Kesuksesan Nadya

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Bab IV Belajar Berwirausaha terdapat kegiatan wawancara. Tujuan kegiatan ini adalah melalui kegiatan kreativitas, peserta didik dapat melakukan praktik wawancara secara langsung dan mendapatkan pengalaman nyata dalam melakukan wawancara.

Kisah kesuksesan Nadya dapat digali melalui wawancara. Mari ingat kembali topik wawancara sewaktu di kelas empat. Diskusikan dengan teman sebangku. Gunakan pertanyaan di bawah ini sebagai panduan diskusi.

1. Apa yang dimaksud dengan wawancara?
Wawancara adalah tanya jawab dengan seorang narasumber untuk memperoleh informasi yang diinginkan.
2. Apa tujuan kita melakukan wawancara?
Tujuan wawancara adalah untuk mencari informasi tertentu.
3. Bagaimana cara melakukan wawancara yang baik?
Sikap Saat Wawancara
• bersikap sopan dan menghormati narasumber;
• menyapa dengan sapaan yang sesuai, misalnya Bapak, Ibu, Kakak, dan lainnya;
• berbicara dengan tenang; dan
• berbahasa Indonesia yang baik, singkat, dan jelas.

Cara Berbicara
• Nada suara jangan terlalu keras, tetapi juga tidak terlalu pelan.
• Gunakan intonasi yang sopan.
• Ucapkan pertanyaan dengan jelas.

Bahasa Tubuh dan Penampilan
• Berdirilah atau duduklah dengan tegak.
• Tataplah narasumber saat berbicara. Tatap mata narasumber secara wajar.
• Gunakan gerak tangan untuk menegaskan sesuatu.
• Berpakaianlah dengan sopan dan rapi.

4. Apa yang harus dipersiapkan agar wawancara berjalan dengan lancar?
Langkah-Langkah Persiapan
• Buat janji bertemu dengan narasumber.
• Siapkan daftar pertanyaan.
• Siapkan alat tulis untuk mencatat atau alat perekam.
• Siapkan kamera (jika ada).

Informasi yang Perlu Dicatat
• jawaban sesuai daftar pertanyaan;
• identitas narasumber; dan
• tanggal wawancara diadakan.

Agar Siap dan Percaya Diri
• Pelajari semua tentang narasumber.
• Kuasai daftar pertanyaan wawancara.
• Berlatih mengajukan pertanyaan sebelum melakukan wawancara sebenarnya.
5. Selain melakukan tatap muka, adakah cara lain untuk mendapatkan informasi dari narasumber?
Wawancara tak langsung bisa melalui sambungan telepon, teks (chatting), dan email (wawancara tertulis).
Di bawah ini adalah contoh pertanyaan yang dapat diajukan ketika mewawancarai seorang pengusaha atau wirausaha.
  1. Apa jenis usaha yang dijalankan?
  2. Kapan memulai usaha?
  3. Mengapa memilih usaha ini?
  4. Berapa modal yang digunakan untuk memulai usaha?
  5. Di mana tempat yang dipilih untuk memasarkan usaha?

Apakah kalian dapat menambahkan pertanyaan lain? Ayo tunjuk tangan. Berbicaralah yang lantang agar teman-teman dapat mendengar pertanyaan yang kalian buat.

Berbicara, Berdiskusi, Mempresentasikan
Bermain peran. Bacalah dialog di bawah ini bersama rekan kalian. Tentukan peran masing-masing. Saat berlatih, lengkapi bagian yang tidak lengkap dengan kalimat tanya yang tepat.

Narasumber (N) : Nadya Hersa 
Hari/tanggal wawancara : Selasa, 18 Agustus 2020
Waktu wawancara : Pukul 10.00 WIB
Tempat wawancara : Kantor KS Group
Pewawancara (P) : Indah
Wawancara
P:Selamat pagi, Kak Nadya.
N:Selamat pagi.
P:Saya Indah, mendapat tugas dari sekolah untuk mewawancarai  Kak Nadya tentang usaha susu kemasan yang dijalankan selama  ini.
N:Silahkan.
P:Kapan Kak Nadya memulai usaha?
N:Saya memulai usaha tahun 2016
P:Mengapa Kak Nadya memilih usaha susu kemasan?
N:Saya adalah penggemar susu. Saya ingin memasyarakatkan susu yang sehat dan berkualitas murni. Saya ingin orang-orang juga menyukai susu, sebab susu banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh kita.
P:Berapa modal yang Kak Nadya keluarkan untuk memulai usaha ini?
N:Hmm, modal saya tidak banyak. Saya dan kedua teman saya memulai usaha dari yang kecil dulu. Lama-lama, modal kami bertambah seiring majunya usaha kami.
P:Apakah ada tantangan dalam menjalankan usaha tersebut? Jika ada, apa saja tantangannya?
N:Banyaaak. Di awal memulai usaha ini, saya harus angkat-angkat barang sendiri karena belum punya pegawai. Saya juga  harus mengesampingkan rasa malu, berjualan di acara-acara tertentu seperti Car Free Day. Tantangan lainnya dari keluarga  saya sendiri. Itu karena mereka tidak tega melihat saya banting tulang demi menjalankan usaha susu kemasan ini.
P:Bagaimana cara Kak Nadya menghadapi tantangan tersebut?
N:Tetap optimistis dan bermental baja.
P:Hebat sekali. Apakah menjalankan suatu usaha itu harus memiliki latar pendidikan yang sesuai?
N:Itu lebih baik. Namun, yang terpenting adalah semangat dan tekad yang kuat.
P:Usaha Kak Nadya sekarang sudah maju. Bagaimana cara Kak Nadya menjaga dan mempertahankan usaha Kakak?
N:Menjaga kemurnian susu kemasan produksi kami. Saya juga tidak boleh sombong dengan pencapaian ini. Tantangan selalu ada, meskipun usaha sudah maju
P:Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan jika membuat usaha seperti Kak Nadya?
N:Apa, ya? Yang boleh dilakukan adalah selalu bersemangat, jujur dalam menjalankan usaha, komitmen, bekerja sama yang baik dalam tim, dan bekerja keras. Yang tidak boleh dilakukan, ya tentu saja kebalikannya semua tadi.
P:Wah, Kak Nadya hebat sekali! Kami juga ingin seperti Kak Nadya. Bolehkah saya meminta Kak Nadya memberikan pesan untuk orang yang sedang atau mungkin berencana memulai usaha? Jika boleh, apa pesan dari Kak Nadya?
N:Boleh sekali. Pesan saya, teruslah berkreasi. Kreativitas akan menjadi kesuksesan jika dibarengi semangat bekerja, kejujuran, dan kerendahan hati
P:Terima kasih, Kak. Kami sudah mendapatkan informasi yang sangat berharga dari Kak Nadya. Semoga usaha Kakak selalu sukses.
N:Terima kasih kembali.

Demikian pembahasan mengenai Bermain Peran Wawancara Kisah Kesuksesan Nadya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:53 PM