Menyimak Teks “Jauh dan Dekat”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Bab III Lihat Sekitar terdapat kegiatan menyimak bacaan berjudul Jauh dan Dekat. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah melalui kegiatan menyimak teks yang dibacakan, peserta didik dapat menyimpulkan informasi dan memahami kosakata baru.

Jauh dan Dekat
Ada banyak cara orang bepergian. Paling mudah, tentu saja dengan berjalan kaki. Namun, untuk menempuh jarak yang jauh, berjalan kaki sungguh melelahkan. Kita membutuhkan kendaraan. Dengan demikian, perjalanan bisa ditempuh dengan lebih cepat.

Kendaraan juga disebut alat transportasi. Berdasarkan tenaga penggeraknya, kendaraan terbagi menjadi dua yaitu kendaraan yang digerakkan oleh mesin dan kendaraan yang digerakkan oleh makhluk hidup, termasuk manusia. Kendaraan yang digerakkan oleh mesin antara lain mobil, sepeda motor, pesawat terbang, dan kereta api. Sementara itu, delman, gerobak, kereta kuda digerakkan oleh hewan, sedangkan sepeda digerakkan oleh kaki pengendaranya.

Menariknya, orang-orang juga mengendarai hewan secara langsung, tidak duduk di atas kereta atau gerobak yang ditarik hewan. Hewan yang dijadikan tunggangan ataupun sebagai penarik kereta biasanya memiliki kelebihan seperti kuat berjalan jauh, kuat membawa beban, atau mampu berlari kencang. Mungkin kalian sudah tahu kuda, sapi, atau kerbau dijadikan tunggangan ataupun penarik kereta. Di negara lain orang-orang juga menaiki keledai, unta, bahkan gajah.

Berdasarkan tempat pemakaiannya, ada kendaraan yang digunakan di daratan, di perairan, dan di udara. Kendaraan darat misalnya sepeda, mobil, truk, kereta api, atau hewan seperti kuda dan unta.
Alat ANgkut
Di sebagian daerah yang memiliki banyak sungai, bepergian lewat air terkadang lebih disukai. Walaupun sudah ada jalan raya, banyak orang di sana yang tetap memilih lewat sungai. Alat transportasi di sungai antara lain sampan, perahu cepat, atau kapal. Kapal yang berukuran besar bahkan bisa mengarungi lautan.

Ada jenis kendaraan yang mampu melintas di udara. Ada helikopter dan pesawat terbang, kecil ataupun besar. Ada pula kendaraan yang sampai ke luar angkasa, disebut pesawat luar angkasa.

Berdiskusi
1. Mendiskusikan Bacaan
Setelah membaca teks “Jauh dan Dekat”, berdiskusilah membahas topik kendaraan. Sebelum berdiskusi, kalian boleh mencari sumber bacaan lain tentang kendaraan. Saat berdiskusi, acungkan jari untuk meminta giliran. Berbicaralah setelah dipersilakan guru!

a. Apa saja alat transportasi yang dapat digunakan di sungai atau di laut? Adakah yang sama?
Alat transportasi yang digunakan di sungai dan laut adalah sampan, perahu cepat, atau kapal. Ada alat transportasi yang sama yaitu kapal dapat digunakan baik di sungai maupun di laut.
b. Tahukan kalian alat transportasi darat yang disebut dokar? Apa yang dapat kalian ceritakan tentang dokar?
Dokar merupakan kendaraan tradisional beroda 2 yang ditarik kuda, Pengemudi dokar disebut kusir. Dokar dapat ditemukan di beberapa tempat-tempat wisata, seperti Parangtritis, Alun-alun Kidul Yogyakarta, dan Malioboro.
c. Di sebagian daerah, perahu disebut sampan. Apa sebutan untuk perahu di daerah kalian?
Di daerahku (Jawa Tengah) perahu disebut dengan prau.
d. Menurut kalian, mengapa ada begitu banyak jenis kendaraan?
Menurut saya penyebab beragamnya jenis kendaraan adalah karena beragamnya kebutuhan manusia dan kondisi alam yang berbeda. Beragamanya kebutuhan dan kondisi alam yang berbeda menuntut manusia menyesuaikan diri.

2. Pilih Kendaraan
Untuk kegiatan berikut ini, kalian perlu membentuk kelompok yang terdiri atas 4 sampai 5 orang. Setiap kelompok memilih satu moda transportasi di antara empat yang disediakan. Satu moda transportasi hanya boleh dipilih oleh satu kelompok.
  1. Setiap kelompok mendiskusikan kendaraan pilihannya. Misalnya, Kelompok Darat memilih mobil, Kelompok Laut memilih perahu cepat, Kelompok Udara memilih pesawat terbang, dan Kelompok Hewan memilih unta. Tentu saja kalian boleh mengusulkan kendaraan lain di kelompok kalian.
  2. Setiap kelompok mendiskusikan kendaraan pilihannya. Seberapa cepat kendaraannya itu bisa berjalan? Apa keuntungan menggunakan kendaraan tersebut? Apa kekurangannya?
  3. Tuliskan hasil diskusi tersebut! 
  4. Presentasikan ke depan kelas secara bergiliran!

Kelompok Transportasi Darat Mobil
Kecepatan mobil berbeda-beda sesuai dengan jenis mesin yang digunakan. Ada beberapa mobil sport yang dapat mencapai kecepatan 300 km/jam. Bahkan kecepatan maksimal sebuah mobil F1 dapat mencapai 379 km/jam

Keuntungan menggunakan mobil
  1. Tidak kepanasan dan kehujanan
  2. Lebih cepat sampai ke tujuan
  3. Jika perjalanan jarak jauh lebih aman dan nyaman
  4. Lebih efisien saat bepergian bersama keluarga
  5. Lebih aman untuk anak-anak

Kekurangan Menggunakan Mobil
  1. Jika terjadi kemacetan tidak bisa melalui jalan sempit/gang
  2. Harga dan biaya perbaikan mobil lebih mahal dibandingkan motor
  3. Lebih besar biaya perjalanan jika dibandingkan menggunakan motor
  4. Mengeluarkan banyak asap yang dapat menyebakan polusi udara
  5. Biaya pajak lebih tinggi

Kelompok Tranportasi Air Kapal Cepat
Perahu cepat/speedboat adalah jenis perahu kecil dan dengan kecepatan tinggi. Jet air ini sanggup berlayar dengan kecepatan maksimal hingga 300 km/jam.

Keuntungan menggunakan kapal cepat
  1. Lebih cepat sampai ke tujuan.
  2. Dapat bergerak lebih lincah dan lebih leluasa.
  3. Dapat menampung lebih banyak penumpang.
  4. Bebas dari kemacetan.
  5. Fasilitas keamanan lebih lengkap (pelampung)

Kekurangan menggunakan kapal cepat
  1. Tarif lebih mahal dibandingkan angkutan lain
  2. Sering terjadi kecelakaan
  3. Biaya perawatan lebih mahal
  4. Bagi yang tidak biasa dapat menyebabkan mabuk
  5. Menimbulkan polusi udara

Kelompok Transportasi Udara Pesawat Terbang
Pesawat terbang sering juga disebut dengan pesawat udara atau kapal terbang adalah kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Pesawat berjenis Boeing 787 dapat bergerak dengan kecepatan mencapai 1.289 km/jam.

Keuntungan menggunakan pesawat terbang
  1. Naik pesawat terbang jauh lebih aman dibanding kendaraan lainnya. Terbukti dari kecelakaan pesawat terbang terbilang lebih sedikit.
  2. Hemat waktu dan hemat tenaga.
  3. Pilihan rute lebih banyak.
  4. Terhindar dari kemacetan
  5. Lebih nyaman dan aman

Kekurangan menggunakan peswat terbang
  1. Biaya lebih mahal
  2. Jika terjadi kecelakaan akibatnya fatal
  3. Menyebabkan mabuk udara
  4. Tidak bisa menggunakan ponsel
  5. Barang bawaan terbatas

Kelompok Hewan Unta
Unta adalah salah satu hewan paling luar biasa di dunia. Mereka mampu bertahan hidup di gurun, salah satu tempat yang paling ekstrem bagi makhuk hidup. Unta dapat berlari di rute padang pasir sejauh 8 km dengan kecepatan rata-rata 64 km/ jam. 

Keuntungan menggunakan unta
  1. Mampu mengangkut beban yang berat
  2. Mampu menerjang dinginnya suhu gurun di malam hari
  3. Dapat tahan haus selama berhari-hari.
  4. Hemat biaya dan tenaga
  5. Terhindar kemacetan dan ramah lingkungan

Kekurangan menggunakan unta
  1. Membutuhkan waktu lama karena unta berjalan lambat
  2. Hanya dapat dinaiki 1 atau 2 orang saja
  3. Jika unta mogok/sakit membutuhkan waktu lama untuk penyembuhannya
  4. Beban yang dapat dibawa terbatas
  5. Kotoran hewan unta dapat mengganggu kenyamanan

Demikian pembahasan mengenai Menyimak Teks “Jauh dan Dekat”. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:14 AM

Menulis Paragraf Argumentasi Teks Awas

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV sekolah dasar Bab III lihat sekitar terdapat kegiatan menulis paragraf argumentasi.  Tujuan pada kegiatan pembelajaran kali ini adalah mengemukakan pendapat terhadap kejadian pada cerita “Awas!”, peserta didik menulis argumentasi dengan benar. Kegiatan ini bertujuan membiasakan peserta didik untuk memberikan alasan pendukung saat berargumentasi, bukan mengenai benar-salahnya pendapat peserta didik.

Bagi peserta didik kelas empat, mungkin saja alasan pendukung yang dikemukakannya tidak atau kurang rasional. Itu lebih baik daripada peserta didik mengemukakan pendapat dengan alasan “Pokoknya begitu” atau yang semacam itu. Guru hendaknya memperbaiki kualitas jawaban peserta didik secara tidak langsung

Paragraf Argumentasi
Paragraf Argumentasi Menurut KBBI: ar.gu.men.ta.si n alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Dengan demikian, paragraf argumentasi adalah paragraf yang bertujuan menyampaikan suatu pendapat, konsepsi, atau opini penulis kepada pembaca (Wiyanto, 2012).
Argumentasi
Dalam menulis paragraf argumentasi, penulis bertujuan agar pembaca memahami dan/atau menyetujui pendapatnya. Penulis perlu menjabarkan ide pokok berupa pandangan, ulasan, atau pendapatnya mengenai suatu topik dengan jelas. Penulis juga perlu menyertakan alasan, bukti, data, dan lain-lainnya untuk mendukung pendapatnya tersebut

Saat berdiskusi atau menyampaikan pendapat secara lisan atau tertulis, kalian perlu menyebutkan alasan atau penyebab kalian berpendapat demikian. Makin kuat alasan, atau didukung oleh bukti-bukti seperti peraturan atau data ilmiah, maka makin kuat pula pendapat kalian. Pernyataan yang kalian sampaikan itu disebut argumentasi. Jika argumentasi disampaikan dalam bentuk tertulis atau dalam sebuah paragraf, paragraf yang kalian tulis disebut paragraf argumentasi.

Ciri-ciri paragraf argumentasi yaitu:
  1. Mengandung pendapat, keyakinan, dan pandangan terhadap sebuah permasalahan;
  2. Ada data akurat yang dipakai untuk meyakinkan orang lain;
  3. Menjelaskan permasalahan dengan cara menganalisis dan menganalogikan;
  4. Terdapat kesimpulan dalam bentuk pendapat yang lebih luas, tetapi bukan merupakan penegasan kembali topik utama

Awas
Rudi berangkat lebih pagi. Kelompoknya piket hari ini. Mereka sudah berbagi tugas. Tugas Rudi menyapu kelas.

Aduh, lampu lalu lintas sudah berganti kuning. Rudi tahu dia harus bersiap-siap untuk berhenti. 

Rudi tidak sabar menunggu lampu lalu lintas di depannya berganti hijau. Rasanya sungguh lama. 

Sudah tidak ada kendaraan lagi dari sebelah kanan dan kiri.

Jalan di depannya kosong. Ah, aman, pikir Rudi. Dia  mengayuh pedal dan bersiap untuk melaju sekencang-kencangnya.

Tiba-tiba … Teeeeeeet! Bunyi klakson memekakkan telinga.  Sebuah sepeda motor tiba-tiba melaju mendekatinya.

Rudi sangat terkejut, tetapi dia sigap  mengerem. Pengendara sepeda motor juga mengerem, tetapi dia terjatuh.

Untunglah, pengendara sepeda motor itu tidak terluka. Sepeda motornya juga tidak rusak.

“Kamu tidak apa-apa?” seorang ibu bertanya kepada Rudi.

“Kenapa kamu sudah maju? Di sebelah sana lampu lalu lintas masih hijau, berarti di sini masih merah!” kata pengendarasepeda motor dengan kesal. “Itu berbahaya!”

Rudi hanya bisa berkata, “Maaf, Bang.” Dia masih terkejut dan sekarang mulai merasa takut. 

“Sudah, sabar. Yang penting tidak ada yang terluka,” kata ibu itu menengahi. “Kalian tidak pakai helm, itu juga berbahaya!”

“Hati-hati, ya, Nak,”pesan ibu itu.

Menulis
Tuliskan pendapat kalian dengan menjawab pertanyaan di bawah ini!

1. Menurut kalian, apa yang seharusnya dilakukan Rudi? Mengapa?
Menurutku seharusnya Rudi bersiap-siap untuk berhenti saat lampu berwarna kuning dan menunggu sampai lalu lintas berwarna hijau. Jika lampu lalu lintas di depan Rudi masih berwarna kuning maka dari arah yang lain lampu lalu lintas masih berwarna hijau. Jika rudi tetap melaju maka akan bertabrakan dengan pengendara yang lain.
2. Bagaimana pendapat kalian tentang tindakan yang dilakukan pengendara sepeda motor? Jelaskan jawaban kalian!
Menurutku tindakan yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor memarahi Rudi tidak tepat karena pengendara motor juga melakukan kesalahan yaitu tidak memakai helm. Sebaiknya pengendara sepeda motor lebih bersabar karena keduanya tidak ada yang terluka.

Demikian pembahasan mengenai Menulis Paragraf Argumentasi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:20 PM

Membaca Teks Cerita Awas

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar Bab III lihat sekitar terdapat kegiatan membaca teks berjudul Awas. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah melalui kegiatan membaca cerita “Awas!” peserta didik dapat memahami dan menggunakan kata-kata dengan tepat.

Arti Warna Dasar Rambu-Rambu Lalu Lintas
Ada berbagai warna rambu lalu lintas dalam aturan di jalan raya. Kitapasti juga menyadari mengenai warna dari rambu lalu lintas. Namun apakah kita mengetahui seluruh arti rambu lalu lintas? Masing-masing warna rambu memiliki arti tersendiri yang patut dipahami. Khususnya bagi yang sering berkendara setiap harinya.

1. Warna Biru
Berbentuk persegi, berwarna dasar biru, lambang, huruf atau angka, dan kata-kata putih. Rambu ini berisi perintah wajib bagi pengguna jalan, atau penunjuk lokasi, misalnya petunjuk tempat menyeberang untuk pejalan kaki, atau tempat membuang sampah.

2. Warna Merah
Warna dasar putih dengan lingkaran merah, huruf atau angka berwarna hitam. Rambu ini bersifat larangan, misalnya dilarang parkir, dilarang berbelok ke kiri, dilarang masuk, dilarang berkecepatan tertentu, atau larangan lainnya.

3. Warna Kuning
Berbentuk ketupat. Warna dasar kuning dengan lambang, tulisan, atau gambar berwarna hitam. Rambu ini bersifat peringatan, misalnya peringatan akan jalan yang licin, adanya tanjakan yang terjal, banyak anak-anak menyeberang, atau peringatan lainnya.

4. Warna Hijau
Berbentuk persegi panjang, berwarna dasar hijau, garis tepi putih, lambang putih, huruf atau angka putih. Rambu ini berisi informasi, misalnya informasi arah, jurusan, atau lokasi fasilitas umum

5. Warna Putih
Biasanya berbentuk bulat, dengan dasar berwarna putih, tulisan putih bergaris luar hitam. Rambu ini menandai berakhirnya satu atau semua larangan, misalnya larangan melebihi kecepatan maksimum
Bacalah cerita di bawah ini bersama teman kalian!

Awas
Rudi berangkat lebih pagi. Kelompoknya piket hari ini. Mereka sudah berbagi tugas. Tugas Rudi menyapu kelas.

Aduh, lampu lalu lintas sudah berganti kuning. Rudi tahu dia harus bersiap-siap untuk berhenti. 

Rudi tidak sabar menunggu lampu lalu lintas di depannya berganti hijau. Rasanya sungguh lama. 

Sudah tidak ada kendaraan lagi dari sebelah kanan dan kiri.

Jalan di depannya kosong. Ah, aman, pikir Rudi. Dia  mengayuh pedal dan bersiap untuk melaju sekencang-kencangnya.
Rudi
Tiba-tiba … Teeeeeeet! Bunyi klakson memekakkan telinga.  Sebuah sepeda motor tiba-tiba melaju mendekatinya.

Rudi sangat terkejut, tetapi dia sigap  mengerem. Pengendara sepeda motor juga mengerem, tetapi dia terjatuh.

Untunglah, pengendara sepeda motor itu tidak terluka. Sepeda motornya juga tidak rusak.

“Kamu tidak apa-apa?” seorang ibu bertanya kepada Rudi.
Gambar Rudi
“Kenapa kamu sudah maju? Di sebelah sana lampu lalu lintas masih hijau, berarti di sini masih merah!” kata pengendarasepeda motor dengan kesal. “Itu berbahaya!”

Rudi hanya bisa berkata, “Maaf, Bang.” Dia masih terkejut dan sekarang mulai merasa takut. 

“Sudah, sabar. Yang penting tidak ada yang terluka,” kata ibu itu menengahi. “Kalian tidak pakai helm, itu juga berbahaya!”

“Hati-hati, ya, Nak,”pesan ibu itu.

Jelajah Kata
Perhatikan kata-kata yang disorot kuning pada cerita “Awas!” di  atas. Tahukah kalian artinya? Agar kalian lebih paham, lengkapilah kalimat di bawah ini dengan kata-kata yang sesuai.
sigap, helm, mengayuh, klakson, lampu lalu lintas, mengerem
1. Rudi membunyikan bel sepedanya, Bang Tanto membunyikan klakson sepeda motornya.
2. Nelayan mendayung sampan, Rudi mengayuh sepeda.
3. Ayo, bergeraklah dengan sigap, jangan bermalas-malasan!
4. Rudi mengerem sepedanya supaya berhenti.
5. Helm dipakai untuk melindungi kepala.
6. Jika lampu lalu lintas menyala merah, berarti kendaraan harus berhenti.


KBBI
  • helm n topi pelindung kepala yang dibuat dari bahan yang tahan benturan
  • klakson n alat (berupa trompet) yang dibunyikan dengan listrik pada mobil atau kendaraan bermotor lain, digunakan sebagai tanda peringatan akan keberadaan kendaraan tersebut
  • lampu lalu lintas n lampu berwarna merah, kuning, dan hijau yang dipasang di perempatan atau persimpangan jalan untuk mengatur lalu lintas
  • me.nga.yuh (kata dasar: kayuh) v mendayung
  • naik sepeda; v mengendarai sepeda
  • mengerem (kata dasar: rem)
  • v menggunakan rem supaya berhenti v menahan; mengekang
  • sigap a tangkas; cepat dan kuat (penuh semangat dan meyakinkan

Berdiskusi
Diskusikanlah kembali cerita “Awas!” bersama teman dan guru. Kalian dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai bahan diskusi.Sampaikan jawaban kalian setelah dipersilakan guru.

1. Di mana Rudi berada?
Rudi berada di perempatan jalan.
2. Mengapa pengendara sepeda motor itu marah kepada Rudi?
Pengendara motor marah kepada Rudi karena maju saat lampu lalu lintas masih berwarna kuning.
3. Mengapa Rudi memutuskan maju saat lampu lalu lintas belum berwarna hijau?
Rudi tidak sabar menunggu lampu lalu lintas di depannya berganti hijau.
4. Menurut kalian, bagaimana perasaan Rudi?
Rudi merasa takut.
5. Jika kalian menjadi Rudi, apa yang kalian lakukan?
Jika saya menjadi Rudi saya akan menunggu lampu lalu lintas berganti hijau.
6. Pernahkah kalian mengalami kejadian seperti itu? Ceritakanlah!
Saya belum pernah mengalami kejadian seperti Rudi.

Demikian pembahasan mengenai Membaca Teks Cerita Awas. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV SD, Kemendikbud.

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:03 PM

Jenis Jenis Kalimat Majemuk Setara Berdasarkan Konjungsi

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Klausa adalah  penggabungan kata yang terdiri atas  subjek dan predikat. Klausa biasanya dilengkapi dengan  menggunakan objek, pelengkap, dan keterangan. Sehingga, bisa  ditarik kesimpulannya bahwa klausa lebih lengkap dibandingkan dengan frasa. Akan tetapi , klausa belum menjadi sebuah kalimat karena  tidak mempunyai  intonasi akhir.

Pada bab ini, kalimat majemuk yang dibahas adalah kalimat majemuk setara. Klausa-klausa yang menyusun kalimat majemuk dihubungkan dengan kata penghubung atau yang disebut juga konjungsi. Berdasarkan konjungsi yang digunakan, kalimat majemuk setara dapat dibagi menjadi 5 kelompok
majemuk setara
1. Kalimat Majemuk Setara Penggabungan
Kalimat majemuk setara penggabungan merupakan kalimat majemuk yang menggunakan kata dan sebagai konjungsinya. Adapun bentuk kalimat majemuk setara ini sendiri adalah sebagai berikut!
Ayah pergi ke kantor dan ibu pergi ke pasar.
2. Kalimat Majemuk Setara Penguatan atau Penegasan
Kalimat majemuk setara penggabungan merupakan kalimat majemuk setara yang menerangkan penguatan atau penegasan suatu hal dengan kata bahkan sebagai konjungsinya. Misalnya:
Tak hanya hari ini, bahkan kemarin pun antrean loket itu selalu saja penuh.
3. Kalimat Majemuk Setara Pemilihan
Jenis kalimat majemuk setara pemilihan sama dengan kalimat majemuk setara memilih yang merupakan salah satu diantara jenis-jenis kalimat majemuk setara berdasarkan pola kalimatnya. Adapun letak persamaan keduanya terletak pada penggunaan kata atau sebagai konjungsi bagi kedua kalimat tersebut. Contohnya adalah sebagai berikut.
Adik mau dibelikan tas sekolah baru atau sepatu sekolah baru..
4. Kalimat Majemuk Setara Pertentangan
Kalimat majemuk setara pertentangan/berlawanan juga mempunyai kesamaan dengan salah satu jenis kalimat majemuk setara berdasarkan pola kalimatnya, yaitu kalimat majemuk setara mempertentangkan. Hanya saja, kalimat majemuk setara berlawanan hanya menggunakan kata sedangkan sebagai konjungsinya. Sementara itu, kalimat majemuk setara mempertentangkan menggunakan kata tetapi, melainkan, dan hanya sebagai konjungsi yang dipakainya. Contohnya adalah sebagai berikut
Udin tidak pandai belajar matematika, tetapi dia sangat mahir berbahasa Inggris.
5. Kalimat Majemuk Setara Urutan Waktu
Jenis-jenis kalimat majemuk setara berdasarkan konjungsinya yang terakhir adalah kalimat majemuk setara urutan waktu. Kalimat majemuk ini menggunakan kata kemudian, lalu, dan lantas sebagai konjungsinya. Adapun contoh-contohnya antara lain:
Budi menempelkan prangko di amplop surat, lalu membawakannya ke Kantor Pos.
Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini.

1. Kami bersuku Batak dan bermarga Siregar
SubjekPredikatObjekKonjungsiPredikatObjek
KamibersukuBatakdanbermargaSiregar

2. Sani menyalakan kipas angin, tetapi Kak Lita mematikannya
SubjekPredikatObjekKonjungsiSubjekPredikatObjek
Sanimenyalakamkipas angintetapiKak Litamematikan-nya

3. Tigor suka menyiram tanaman karena Tigor suka bermain air
SubjekPredikatObjekKonjungsiSubjekPredikatObjek
Tigorsuka menyiramtanamankarenaTigorsuka bermainair

Kalian bisa melihat bahwa ketiga kalimat itu dapat diuraikan menjadi dua kalimat terpisah. Kalimat seperti itu disebut kalimat majemuk. Kalimat majemuk adalah kalimat yang dibentuk dengan cara menggabungkan dua kalimat atau lebih. Untuk menyambungkan antarkalimat penyusun ini, biasanya digunakan kata hubung atau konjungsi. 

Pada contoh-contoh di atas, kedua kalimat penyusun memiliki kedudukan yang sederajat. Keduanya dapat menjadi kalimat sendiri kalau konjungsi dihilangkan. Kalimat majemuk yang seperti ini disebut kalimat majemuk setara. 

Konjungsi yang biasa dipakai dalam kalimat majemuk setara antara lain adalah dan (untuk menghubungkan kalimat yang situasinya sama), tetapi (untuk menghubungkan kalimat yang situasinya berlawanan), sehingga (untuk menghubungkan kalimat yang merupakan sebabakibat), dan lain-lain. 

Di bawah ini ada beberapa kalimat yang bisa kalian jadikan bahan latihan. Gabungkanlah dua kalimat berikut ini menjadi satu kalimat majemuk menggunakan konjungsi yang tepat. Tuliskan di buku kalian, ya!

1. Siwi mematikan lampu. + Kak Lita mencabut steker.
SubjekPredikatObjekKonjungsiSubjekPredikatObjek
SiwimematikanlampudanKak Litamencabutsteker

2. Abdul selesai menonton televisi. + Abdul lupa mematikan televisi.
SubjekPredikatObjekKonjungsiSubjekPredikatObjek
Abdulselesai menontontelevisinamunAbdullupa mematikantelevisi

4. Kak Lita membuka jendela lebar-lebar. + Udara segar memasuki kamar.
SubjekPredikatObjekKeteranganKonjungsiSubjekPredikatObjek
Kak Litamembukajendelalebar-lebarsupayaudara segarmemasukikamar

Demikian pembahasan mengenai Jenis Jenis Kalimat Majemuk Setara Berdasarkan Konjungsi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:48 PM

Membaca Nyaring Teks “Ada Vampir di Rumah”

Pada kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar salah satu kegiatan pembelajaran adalah Membaca Nyaring Teks “Ada Vampir di Rumah”. Tujuan kegiatan kali ini adalah membaca dan mengucapkan kata-kata yang panjang (tiga suku kata atau lebih) menggunakan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf.

1. Perhatikan judul cerita berikut ini.
Menurutmu, apa yang diceritakan dalam kisah “Ada Vampir di Rumah Ini”? Lalu, bacalah cerita dengan nyaring!

Ada Vampir di Rumah Ini
Klik! Kipas angin pun menyala. “Sejuknya,” gumam Sani. Setelah berdiri sebentar di depan kipas angin, Sani kembali memilih-milih buku di rak.

Klik! Kipas angin berhenti berputar. Kak Lita mematikannya.

“Kipas angin ada di sini, kamu di sana, percuma kamu menyalakan kipas angin. Membuang energi saja,” kata Kak Lita.

“Aku kan mau membaca di sofa,” ucap Sani. Sani menyalakan lagi kipas angin, lalu duduk di sofa. 

Baru sebentar Sani membaca, Kak Lita kembali mematikan kipas angin.

Kak, jangan dimatikan,” pinta Sani. “Gerah.”

Kak Lita tak menjawab. Dia malah membuka jendela lebar-lebar.

“Sejuk, kan? Tidak perlu kipas angin dan hemat listrik,” kata Kak Lita sambil duduk di samping Sani. 

Tiba-tiba dia melompat, lalu melepaskan kabel kipas angin yang tertancap di stopkontak. Aduh, jika tentang listrik, Kak Lita cerewet sekali. Sani sering diomeli jika lupa melepaskan kabel atau mematikan sakelar. Kak Lita juga menempel tulisan di tiap stopkontak di rumah ini: MATIKAN LAMPU! LEPASKAN KABEL! TARIK STEKERNYA, BUKAN KABELNYA!
Listrik

“Kak, kok sukanya repot seperti itu?” tanya Sani.

Kak Lita membelalak, “Repot bagaimana? Melepaskan kabel kok dibilang repot.”

“Yang penting elektroniknya sudah dimatikan. Kenapa harus dicabut kabelnya?”

“Kalau kabelnya tidak dicabut, daya listriknya masih jalan terus.” Kak Lita lalu berbisik, “Kalau sudah begitu, kita seperti memberi makan vampir.”

“VAMPIR? Kak, jangan main-main, aku takut,” Sani menoleh ke sekelilingnya dengan cemas. Masa di rumah ini ada kelelawar pengisap darah?”

“Bukan vampir yang itu. Vampir yang ini mengisap listrik.” Kak Lita tertawa, lalu menunjukkan gambar yang ada di koran.

“Lihat ini,” katanya. “Wah!” seru Sani terkejut.

“Jadi, walau televisi sudah dimatikan, kalau kabelnya tetap tercolok ke stopkontak, listrik tetap mengalir?”

“Nah, pintar adikku!” Kak Lita tertawa sambil menjawil dagu Sani.

2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Tanpa melihat buku, sampaikan kembali secara singkat isi cerita tersebut!
Sani menyalakan kipas saat membaca buku, namun kipas dimatikan oleh Kak Lita. Kak Lita juga mencabut kabel dari stopkontak. Kak Lita menjelaskan bahwa jika mematikan alat listrik namun tidak mencabut kabelnya maka listrik akan tetap mengalir. Kak Lita mengibaratkan kejadian tersebut seperti memberi makan pada vampir. Sejak kejadian tersebut Sani mengetahui bahwa jika alat listrik dimatikan nanmun tidak dicabut kabelnya dari stopkontak listrik tetap mengalir.
2. Cerita seperti apa yang kalian bayangkan saat pertama kali membaca judulnya?
Cerita yang saya bayangkan adalah kemunculan vampir di rumah.
3. Bagaimana pendapat kalian tentang judul cerita tersebut?
Judul cerita tersebut sangat menarik.
4. Apa yang membuat sikap Sani berubah di akhir cerita?
Sikap Sani berubah karena mengetahui jika alat listrik sudah dimatikan namun kabelnya tidak dicabut listrik akan tetap mengalir.
5. Apakah gambar diatas membantu kalian memahami cerita?
Gambar tersebut sangat membantu saya memahami cerita.
6. Menurut kalian, apa hubungan antara vampir, kelelawar, dan alat listrik di dalam cerita ini?
Hubungan antara vampir, kelelawar dan alat listrik dalam cerita ini adalah jika kita mematikan alat listrik namun tidak mencabut kabelnya listrik akan tetap mengalir dan diibaratkan dengan makhluk vampir bisa berubah menjadi kelelawar. Aliran listrik yang tetap tersedot ketika kabel tidak dilepaskan itu diibaratkan oleh penulis sebagai darah yang disedot vampir, yang bisa dilambangkan dengan kelelawar.

KBBI
  1. sofa n kursi panjang bertangan dan bersandaran, biasanya berlapis karet dan busa yang dibungku kain beledu, kadang-kadang dipakai sebagai tempat tidur
  2. kipas angin n kipas yang dijalankan dengan listrik atau batu baterai untuk menyejukkan ruangan dan sebagainyagerah a berasa panas badan (karena hari hendak hujan, tidak ada angin, dan sebagainya); palak
  3. kabel n kawat (penghantar arus listrik) berbungkus karet, plastik, dan sebagainya
  4. stopkontak n tempat menghubungkan arus listrik; tempat steker ditusukkan; kotak kontak
  5. sakelar n penghubung dan pemutus aliran listrik (untuk menghidupkan atau mematikan lampu)steker n pencocok yang dipasang pada ujung kabel listrik yang ditusukkan pada lubang aliran listrik untuk menyalakan lampu (listrik), radio, televisi, dan sebagainya
  6. elektronik n alat yang dibuat berdasarkan prinsip elektronika; hal atau benda yang menggunakan alat-alat yang dibentuk atau bekerja atas dasar elektronika
  7. vampir n kelelawar raksasa yang mengisap darah; n makhluk halus yang menurut kepercayaan (orang Barat) bangkit kembali dari kubur, kemudian keluar pada malam hari dan mengisap darah manusia yang sedang tidur; n ki pemeras 

Jelajah Kata
Dalam cerita “Ada Vampir di Rumah Ini” terdapat beberapa kata terkait kelistrikan yang mungkin baru kalian dengar atau ketahui. Carilah artinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia dan catat di Kamus Kartu kalian.
No.KataArti
1.stopkontaktempat menghubungkan arus listrik; tempat steker ditusukkan
2.sakelarpenghubung dan pemutus aliran listrik (tombol untuk menghidupkan atau mematikan lampu)
3.stekerpencocok yang dipasang pada ujung kabel listrik yang ditusukkan pada lubang aliran listrik untuk menyalakan lampu (listrik), radio, televisi, dan sebagainya
4.elektronikalat yang dibuat berdasarkan prinsip elektronika; hal atau benda yang menggunakan alat-alat yang dibentuk atau bekerja atas dasar elektronika
5.vampirkelelawar raksasa pengisap darah; makhluk halus yang menurut kepercayaan (orang Barat) bangkit kembali dan mengisap darah manusia

Menulis
Pada kegiatan ini peserta didik menuliskan kalimat dengan unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan, menggunakan kombinasi kata benda dan kata sifat yang sesuai dengan konteks topik bahasan

Setelah kalian memahami artinya, buatlah kalimat dengan menggunakan kata-kata tersebut. Tulislah di buku kalian. Jangan lupa, kalimat kalian hendaknya terdiri atas Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Keterangan (K).

1. Stopkontak
SubyekPredikatObjekKeterangan
Bapakmembelistopkontakdi toko elektronik

2. Sakelar
SubyekPredikatObjekKeterangan
Pak Adimenggantisakelaryang rusak

3. Steker
SubyekPredikatObjekKeterangan
Ayahmengambilstekerdi atas meja

4. Elektronik
SubyekPredikatObjekKeterangan
Ranimembelitelepon genggamdi toko elektronik

5. Vampir
SubyekPredikatObjek
Vampirbisa berubahkelelawar

Demikian pembahasan mengenai Membaca Nyaring Teks “Ada Vampir di Rumah”. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 11:46 AM

Membuat Daftar Piket Kelas

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV sekolah terdapat kegiatan membuat daftar piket. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat menunjukkan antusiasme dan kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat dengan memperhatikan intonasi agar mudah dipahami pendengar

Piket kelas diartikan sebagai kegiatan bersih-bersih secara kolektif yang dilakukan oleh beberapa regu siswa untuk mencapai tujuan bersama. Lewat piket kelas, tanpa disadari, kamu sebenarnya sedang melatih kerja sama atau gotong royong dengan sesama. Sebab, hal ini merupakan kegiatan yang dilakukan bersama-sama, sukarela, sekaligus ditujukan untuk mempererat kebersamaan.

Keikutsertaanmu dalam membersihkan kelas minimal satu kali dalam seminggu saja sudah besar untuk satu kelas. Rasa peduli pada kebersihan secara sederhana bisa dipupuk dari kegiatan ini. Coba bayangkan, jika kamu belajar di ruang kelas yang kotor dengan sampah berserakan dan berdebu. Pasti tidak nyaman.

Di awal masa tahun ajaran baru, biasanya para siswa dan wali kelas tidak langsung melakukan kegiatan belajar mengajar. Demi memperlancar kegiatan belajar, penting untuk menentukan kelengkapan kelas terlebih dahulu seperti struktur organisasi, jadwal pelajaran, dan termasuk jadwal piket kelas. Sekretaris kelas atau salah seorang siswa biasanya ditugaskan untuk membuat jadwal piket kelas ini. Cara membaginya adalah sebagai berikut.
  1. Pertama, hitung terlebih dulu berapa total siswa dalam kelas. Misalnya ada 30 siswa dan kelas berjalan selama 6 hari. Kalian tinggal membagi banyaknya siswa dengan hari. Hasilnya, dalam satu hari akan ada 5 orang yang menjalani piket. 
  2. Urutkan daftar siswanya berdasarkan absen kelas, urutan nomor ganjil-genap, atau berdasarkan kesepakatan bersama. Nah, kalau jadwalnya sudah ditentukan, sekarang saatnya kamu cari tahu apa saja sih tugas-tugas yang harus dijalani saat piket kelas. 

Setiap regu bisa secara spontan memilih ketua piket untuk mengatur agar tugas bisa terbagi jelas. Idealnya, regu piket perlu datang lebih awal dari siswa lainnya, supaya ruang kelas bisa bersih sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. 

Selanjutnya, saat pulang sekolah pun regu yang bertugas harus tinggal lebih lama untuk merapikan kursi dan membersihkan sampah-sampah. Kelancaran tugas piket harian tentu perlu ditunjang juga dengan alat-alat kebersihan kelas yang memadai dari sekolah. Alat kebersihan kelas yang perlu dipersiapkan pada setiap kelas antara lain sapu lantai, pengki, alat pel, tempat sampah, penghapus papan tulis, kemoceng, dan serbet. Setelah peralatan kebersihan siap, kamu sudah siap melakukan pembagian tugasnya.

Berikut tugas-tugas piket kelas yang dilakukan secara umum antara lain:
  1. Mengangkat kursi ke atas meja. Sebelum melakukan kegiatan bersih-bersih, baiknya kursi kelas diangkat terlebih dahulu ke atas meja. Tujuannya agar proses membersihkan lantai kelas lebih leluasa.
  2. Menyapu lantai kelas Setiap kelas. baiknya mempunyai minimal dua sapu lantai sehingga kegiatan menyapu minimal bisa dilakukan dua orang. Tujuannya agar tugas membersihkan kelas bisa cepat selesai. Jangan lupa buang kotoran atau sampah yang berada pada lantai ke tempat sampah.
  3. Mengepel lantai kelas. Setelah menyapu, pel seluruh sisi ruangan kelas hingga permukaan lantai terlihat bersih dan terbebas dari noda. Gunakan cairan pembersih lantai agar bakteri-bakteri yang masih bersarang di lantai kelas dapat terangkat dengan sempurna.
  4. Menghapus dan membersihkan papan tulis Selama satu hari penuh belajar di kelas, pasti ada banyak materi yang disampaikan oleh guru lewat papan tulis. Tugasmu ialah menghapus dan membersihkan papan tulis, setiap kali berganti mata pelajaran dan juga saat pulang sekolah. 
  5. Meyiram tanaman. Selain di dalam ruangan di luar ruangan juga perlu diperhatikan. Salah satunya adalah menyiram tanaman yang ada di depan kelas. Tanaman membutuhkan air agar tetap hidup, sehingga setiap hari perlu disiram. Tujuan menyiram tanaman adalah agar tanaman tetap segar dan tetap memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah.
  6. Memperhatikan detail-detail lain pada bagian ruang kelas. Setelah melakukan lima tahap di atas, regu piket dapat memperhatikan kembali kebersihan dan kerapian ruang kelas sebelum menyambut teman-teman kelas yang datang. Merapikan tata meja dan kursi, lap jendela, dan meja kelas bila terlihat kotor, merapikan buku kelas, mengisi spidol bila sudah habis, dan sebagainya.

Lakukan pergantian pembagian tugas regu piket setiap minggunya agar penugasan merata dan tidak membosankan. Meskipun kelihatan melelahkan, tapi jangan salah, kegiatan ini juga membawa banyak manfaat bagi kita. Berikut beberapa manfaatnya: 
  1. Menumbuhkan kekompakan kelas.
  2. Menumbuhkan rasa peduli pada teman.
  3. Memberikan pengaruh baik pada lingkungan kelas Menciptakan rasa tanggung jawab bersama.
  4. Menjaga kebersihan kelas sehingga kegiatan belajar mengajar jadi nyaman

Berdiskusi
Kalian sudah bercerita tentang tugas yang kalian lakukan di rumah. Bagaimana dengan di sekolah? Tugas apa saja yang ada di sekolah atau kelas kalian? Siapakah yang menyiram tanaman, menyapu kelas, merapikan buku, dan tugas-tugas lainnya?
  1. Diskusikan dan putuskan bersama tugas apa saja yang perlu dilakukan di sekolah atau kelas kalian.
  2. Buatlah kelompok sebanyak hari belajar kalian di sekolah. Jika kalian belajar Senin sampai Jumat, berarti kalian perlu membuat 5 kelompok.
  3. Tetapkan kelompok yang bertugas hari Senin, hari Selasa, dan seterusnya.
  4. Di setiap kelompok, pilih satu orang untuk menjadi ketua kelompok. Ketua kelompok bertanggung jawab dan memastikan semua anggotanya bertugas dengan baik.
  5. Berbicaralah dengan jelas agar mudah dipahami oleh teman-teman. Dengan mendiskusikan tugas harian di sekolah, kalian berlatih untuk aktif berdiskusi dan dapat mengemukakan pendapat dengan kalimat yang jelas 

Kreativitas
Bekerjalah dalam kelompok. Buatlah poster daftar piket sesuai hasil diskusi kalian sebelumnya.Kalian bebas berkreasi dengan bentuk, tata letak, dan pilihan warna. Setelah selesai, pajanglah daftar piket tersebut di dinding kelas.
Piket Kelas
Demikian pembahasan mengenai Memuat Daftar Piket Kelas. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:53 AM

Kata Dasar dan Kata Berimbuhan

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar terdapat pembelajaran mengenai Kata Dasar dan Kata Berimbuhan. Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah siswa dapat menulis kata-kata yang sering ditemui menggunakan pengetahuannya tentang kombinasi semua huruf. Salah satu kegiatan pembelajaran adalah menentukan kata dasar dan kata berimbuhan me yang sering ditemukan oleh peserta didik dalam kegiatan sehari-hari baik di sekolah maupun di luar sekolah. Berikut ini kegiatan pembelajaran mengenai Kata Dasar dan Kata Berimbuhan.

A. Kata Dasar
Kata dasar diartikan sebagai dasar dari pembentukan kata yang lebih besar. Kata dasar merupakan jenis kata yang dapat berdiri sendiri. Kata dasar juga mempunyai sejumlah ciri, yaitu:
  1. Merupakan satuan paling kecil dan mempunyai makna sendiri.
  2. Dasar dari pembentukan kata, baik itu kata yang memiliki imbuhan atau yamg merupakan kata turunan.
  3. Jika mendapat tambahan atau imbuhan, maka kata dasar akan mengalami perbedaan makna.
  4. Kumpulan dari kata dasar dapat menjadi suatu kesatuan kalimat tanpa perlu dibubuhi imbuhan.

Kata dasar terdiri atas dua jenis, yaitu kata dasar tunggal dan kata dasar kompleks. Kata dasar tunggal merupakan kata dasar yang hanya terdiri atas satu morfem. Sementara itu, kata dasar kompleks adalah kata dasar yang mempunyai dua morfem atau lebih. Kata dasar kompleks terjadi jika sebuah kata dasar mengalami beberapa proses, seperti pemberian imbuhan atau menngalami reduplikasi (perulangan kata).
Kata Dasar
B. Kata Berimbuhan Me
Kata berimbuhan adalah kata dasar yang telah diberi imbuhan, baik itu awalan, sisipan, akhiran, serta awalan-akhiran. Karena pemberian imbuhan tersebut, maka kata turunan mengalami pergeseran makna. Nama lain dari kata berimbuhan adalah kata turunan.

Imbuhan me- adalah sebuah imbuhan awalan (prefiks) yang membentuk sebuah kata dasar menjadi jenis-jenis kata kerja. Kata kerja merupakan salah satu unsur pembentuk jenis-jenis kalimat aktif. Dengan demikian, imbuhan me- juga turut membantu pembentukan kalimat aktif. Imbuhan me- dapat mengalami beberapa perubahan tergantung huruf awal kata dasar tersebut. Misalnya, jika sebuah kata dasar berawalan ‘a’, maka imbuhan me- akan berubah menjadi imbuhan meng-. Contoh: mengarsip.

Imbuhan me- juga mempunyai sejumlah makna. Terdapat beberapa makna imbuhan me-. Berikut makna imbuhan me- dan contohnya dalam bahasa Indonesia.

1. Melakukan Suatu Pekerjaan
Imbuhan me- dapat dibubuhkan sebuah kata dasar yang menyatakan kata kerja. Misalnya: baca, tulis, lompat, dan lain sebagainya. Pemberian imbuhan me- pada kata-kata tersebut tidak akan merubah makna kata-kata tersebut. Justru, imbuhan me- dapat memperkuat makna dari kata-kata dasar tersebut. Contoh: Menulis

2. Membentuk atau Menjadikan Sesuatu
Makna ini terjadi jika imbuhan me- dibubuhkan pada kata dasar berbentuk kata benda atau kata sifat seperti gulai, sate, empuk, keras, dan sebagainya. Setelah diberi imbuhan me-, maka kata-kata dasar tersebut akan membentuk suatu makna yang baru, yakni sebagai pembentuk sesuatu. Contoh: Melunak

3. Mengerjakan Sesuatu Dengan Alat
Makna kata ini terjadi jika imbuhan me- dibubuhkan pada kata benda konkret seperti kunci, cangkul gunting, dan sebagainya. Kata-kata benda konkert yang berimbuhan me- akan membentuk suatu makna yang baru, yaitu sebagai kata yang menerangkan suatu pekerjaan yang dikerjakan dengan sebuah alat. Contoh: Mencangkul

4. Berbuat seperti atau Dalam Keadaan Sebagai
Makna ini akan terbentuk jika imbuhan me- dibubuhkan pada kata dasar berbentuk kata benda umum yang menunjukan entitas seseorang. Misalnya: bujang, janda, dua, dan lajang. Contoh: Melajang

5. Mencari atau Mengumpulkan Sesuatu
Makna ini terjadi jika imbuhan me- bertemu dengan kata dasar berupa kata benda. Dalam membentuk makna ini, imbuhan me- harus dibubuhkan pada kata atau nama benda yang dapat dikumpukan, seperti damar, rotan, dan lidi. Contoh: Merotan

6. Menyatakan Perasaan
Makna ini akan terbentuk jika imbuhan me- dibubuhkan pada kata sifat serapan, seperti erang, ringis, dan sebagainya. Makna ini juga bisa terbentuk bila imbuhan me- bertemu dengan beberapa kata sifat bermakna sikap batin seprti mengiba dan sebagainya. Contoh: Meringis

7. Menuju ke Suatu Tempat
Makna ini akan terbentuk jika imbuhan me- dibubuhkan pada benda abstrak seperti udara atau pada beberapa kata benda konkret seperti darat, labuh, dan tepi. Contoh : Menepi

8. Memperingati atau Menyatakan Sebuah Peristiwa
Makna ini dapat terbentuk bila imbuhan me- dibubuhkan pada kata kerja reflektif seperti kenang dan renung. Contoh: Mengenang.

Kalian sudah mengenal awalan ‘me-’ sebagai pembentuk kata kerja. Tergantung kata dasarnya, awalan ‘me-’ bisa berubah bentuk menjadi ‘men-’, ‘mem-’,‘menge-’, ‘meny-’, atau tetap ‘me-’. Perhatikan contoh berikut ini!
Awalan MeKata DasarKata Berimbuhan
me-/l/, /m/, /n/, /r/, /w/, /y/
lihat, minum, nyanyi,rawat, warna, yakin
melihat, meminum, menyanyi, merawat, mewarna[i], meyakin[i]
men-/c/, /d/, /j/, /t*/
contoh, dengar, jemput, tulisi
mencontoh, mendengar, menjemput, menulis*
mem-/b/, /f/, /p*/, /v/
buka, foto, pegang, program, veto
membuka, memfoto, memegang*,  memprogram, memveto
meng-/a/, /e/, /g/, /h/, /i/, /k*/, /o/, /u/
ayun, ekor, gali, halau, injak, kupas, kristal,  obrol, undang
mengayun, mengekor, menggali, menghalau, menginjak, mengupas*, mengkristal, mengobrol, mengundang

Huruf /s/ pada “siram” tidak ditemukan pada kata “menyiram”.  Begitu pula huruf /p/, huruf /k/, dan /t/. Huruf-huruf ini luluh jika  ditambah awalan ‘me-’
Awalan me- /k/, /p/, /t/, /s/ luluh
Kerjakan latihan berikut ini di buku tulis kalian.
1. Tuliskan 10 kata yang huruf pertama kata dasarnya luluh  ketika diberi awalan ‘me-’.
Contoh: ‘me-’ + tiup meniup
1. Me+Sapu= Menyapu
  • me+tabur = menabur
  • me+ simak = menyimak
  • me+ kayuh= mengayuh
  • me+pompa= memompa
  • pe+ parkir = memarkir
  • me+ suruh = menyuruh
  • me+ Kepal = mengepal
  • me+ tulis = menulis
  • me+tangkap= menangkap
2. Tuliskan 10 kata yang huruf pertama kata dasarnya tidak luluh  ketika diberi awalan ‘me-’.
Contoh: ‘me-’ + lipat melipat, dan ‘me-’ + aduk mengaduk
me+larang = melarang
  • me+rusak= merusak
  • me+lawan= melawan
  • me+rokok= merokok
  • me+lihat= melihat
  • me+lompat = melompat
  • me+bawa = membawa
  • me+angkat = mengangkat
  • me+buang = membuang
  • me+langgar = melanggar

Dengan menuliskan kata-kata ini, kalian berlatih menuliskan kata berimbuhan sesuai aturan tata bahasa Indonesia.

Demikian pembahasan mengenai Kata Dasar dan Kata Berimbuhan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:48 AM

Menyimak Cerita Kepala Suku Len

Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah melalui kegiatan menyimak cerita yang dibacakan, peserta didik dapat menemukan, menyimpulkan informasi, serta menyampaikan kembali simpulannya dengan tepat.

Kepala Suku Len
Tigor suka menyiram tanaman karena Tigor suka bermain air. Dengan semprotan air di tangannya, Tigor dapat membuat hujan. Jika Tigor memutar kepala semprotan ke kanan, Tigor bisa menyemprotkan air lebih jauh. Jika Tigor memutar kepala semprotan ke kiri, air keluar seperti hujan gerimis. Kadang-kadang Tigor dapat melihat pelangi!

Sayangnya, Molen tidak suka. Kucing yang suka membuntuti Tigor itu takut air. Begitu Tigor menyalakan keran, Molen segera kabur dan masuk rumah. Baiklah, Tigor bekerja sendiri saja.

Rasanya Tigor ingin menyiram tanaman seharian, apalagi saat cuaca panas seperti ini. Tentu saja Inang tidak membolehkannya karena halaman akan menjadi becek. Kata Inang, menyiram tanaman secara berlebihan itu membuang-buang air. Itu tidak baik.

Syuuur! Syuuuur! Tigor beraksi. Dari tanaman berbunga ungu di pojok kiri sampai pohon mangga besar di kanan, semua disiram Tigor. Tigor melakukannya secara sistematis agar tidak ada yang terlewat.

Tigor hampir sampai di tanaman kecil-kecil punya Kak Tiur.  Tiba-tiba …

“Jangan! Kemarin sudah. Tanaman ini bisa mati kalau sering disiram,” kata Kak Tiur.

“Kenapa?” Tigor heran sekali.

“Ini sukulen. Lihat, daunnya tebal sekali. Ini untuk menyimpan air. Kalau sering disiram, sukulen bisa membusuk,” Kak Tiur menjelaskan.

“Su-ku-len? Suku Len? Aku baru tahu tanaman juga punya suku,” sahut Tigor heran. Tigor tahu keluarga mereka bersuku Batak. Tigor dan Kak Tiur bermarga Siregar, mengikuti marga Bapak. 

“Kita bersuku Batak dan bermarga Siregar. Tanaman ini bersuku Len dan bermarga apa?” tanya Tigor.

Kak Tiur tertawa. “Bukan begitu. Namanya memang sukulen. Bukan karena punya suku.”

Tigor ikut tertawa. Seru juga seandainya tanaman juga punya suku. Ada suku Mawar, suku Mangga, suku Anggrek, dan suku Singkong.

Eh, kenapa Molen mengendus-endus?

Tigor terpikir, “Hei, namamu juga ada ‘Len’. Mo-Len. Hmmm …,  bagaimana kalau kamu menjadi Kepala Suku? Kepala Suku Len.”

“Meooong …,” jawab Molen.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini! Kalian tidak diperbolehkan membuka Buku Siswa untuk mencari jawabannya. Tuliskan jawaban kalian di buku tulis! 
1. Mengapa Tigor suka menyiram tanaman?
Tigor suka menyiram tanaman karena Tigor suka bermain air.
2. Apakah yang sering dilakukan Tigor saat menyiram tanaman?
Dengan semprotan air, Tigor dapat membuat hujan.
3. Disebut apakah tanaman Kak Tiur?
Tanaman Kak Tiur disebut Sukulen.
4. Mengapa tanaman Kak Tiur tidak boleh sering disiram?
Kalau sering disiram sukulen bisa membusuk.
5. Siapakah Molen?
Molen adalah kucing peliharaan Tigor.
6. Siapakah yang tidak membolehkan Tigor menyiram tanaman secara berlebihan?
Kak Tiur.
7. Apakah nama suku keluarga Tigor?
Nama suku keluarga Tigor adalah Siregar.
8. Apakah nama marga Tigor dan Kak Tiur?
Nama suku keluarga Tigor dan Kak Tiur adalah Siregar.
9. Mengapa Tigor mengira Molen ada hubungannya dengan tanaman Kak Tiur?
Karena Molen dan Sukulen memiliki kesamaan suku kata di akhir nama.
10. Jabatan apa yang disebutkan Tigor untuk Molen?
Tigor menyebut Molen sebagai kepala suku Suku Len.

Berdiskusi
Selanjutnya, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini bersama-sama.
1. Apakah kalian juga punya tugas yang kalian sukai di rumah? Apa yang kalian kerjakan? Apakah kalian melakukannya setiap hari? Apa yang membuat kalian menyukainya?
Tugas saya adalah menyapu halaman rumah setiap sore. Hal yang membuat saya menyukai kegiatan tersebut adalah halaman menjadi bersih dan aman untuk bermain.
2. Apakah Molen memang kepala suku tanaman Kak Tiur? Jelaskan jawaban kalian!
Molen bukan kepala Suku Len, itu hanya sebutan Tigor untuk kucing peliharaannya.
3. Tigor mengatakan dia bersuku Batak. Dari provinsi manakah suku Batak berasal?
Suku Batak berasal dari Provinsi Sumatera Utara.
4. Tigor menyebut ibunya “Inang”. Bagaimana kalian memanggil ibu kalian?
Saya memanggil ibu dengan Bunda.
Jelajah Kata
1. Kata-kata Baru
Baca kembali cerita “Kepala Suku Len”. Kata-kata yang disorot kuning mungkin baru bagi kalian. Untuk mengetahui artinya, lakukan kegiatan berikut ini.

Salinlah kata-kata dan arti kata berikut ini ke buku tulis kalian.

Pasangkan kata dengan arti yang sesuai dan tepat. Buatlah garis lurus untuk menghubungkannya. Mulailah dengan kata yang paling mudah.

Tambahkan kata-kata baru tersebut ke dalam Kartu Kamus kalia
Kata Baru
kepala suku
orang yang menjadi pemimpin (raja) suatu suku;

keran:
n cerat pancuran (air leding), yang dapat dibuka dan ditutup dengan tutup berulir

mawar:
n tanaman perdu suku Rosaceae, meliputi ratusan jenis, tumbuh tegak atau memanjat, batangnya berduri, bunganya beraneka warna, seperti merah, putih, merah jambu, merah tua, dan berbau harum; bunga ros

membuntuti:
v mengikuti; mengekor

kabur:
a tidak dapat melihat sesuatu dengan jelas (tentang mata); v berlari cepat-cepat; melarikan diri

gerimis:
n hujan rintik-rintik

inang:
n perempuan yang merawat (menyusui dan sebagainya) anak tuannya (seperti anak raja atau anak pembesar)
n Tan organisme tempat parasit tumbuh dan makansistematis:
a teratur menurut sistem; memakai sistem; dengan cara yang diatur baik-baik.

marga:
n kl binatang liar (tidak diternakkan atau dipelihara); n Antr kelompok kekerabatan yang eksogam dan unilinear, baik secara matrilineal maupun patrilineal; n jalan; dasar (yang dipakai sebagai pegangan hidup, bekerja, dan sebagainya)

sistematis
a teratur menurut sistem; memakai sistem; dengan cara yang diatur baik-baik.

2. Kata Bermakna Ganda
Coba perhatikan dua kalimat berikut ini.
1. Kalau tidak memakai kacamata, semua tampak kabur bagi Ruli.
2. Begitu Tigor menyalakan keran, Molen segera kabur masuk rumah.

Samakah arti kata /kabur/ pada kedua kalimat di atas?
Perhatikan bagan berikut ini, lalu baca kembali kedua kalimat di atas. Mana arti yang lebih cocok untuk kalimat pertama dan mana arti yang lebih cocok untuk kalimat kedua?
kabur
Dapat kita lihat bahwa terdapat dua arti kata /kabur/. Di dalam bahasa Indonesia, ada beberapa kata yang memiliki arti lebih dari satu. Kata seperti itu disebut homonim

Kata-kata yang ada di dalam tabel berikut adalah contoh kata berhomonim.
KataArti 1Arti 2
Bisamampu (kuasa melakukan sesuatu); dapatzat racun yang dapat menyebabkan luka, busuk, atau mati bagi sesuatu yang hidup (biasanya terdapat pada binatang)
Bulansatelit alami yang mengitari bumi, tampak bersinar pada malam hari karena pantulan sinar mataharimasa atau jangka waktu perputaran bulan mengitari bumi dari mulai tampaknya bulan sampai hilang kembali (29 atau 30 hari)
Kalikata untuk menyatakan kekerapan tindakansungai
Palualat untuk memukul paku; godam; martilibu kota Provinsi Sulawesi Tengah
Rapathampir tidak berantara; dekat sekali (tidak renggang)pertemuan (kumpulan) untuk membicarakan sesuatu; sidang; majelis

Carilah arti kata-kata tersebut. Tuliskan di buku kalian.Kalian boleh bekerja berpasangan atau berkelompok. Jika kalian tidak mengetahui artinya, tanyakan kepada guru atau lihatlah dalam kamus.

Demikian pembahasan mengenai Menyimak Cerita Kepala Suku Len. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:51 AM

Menulis Surat untuk Sepupu atau Teman

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar pada Bab I Sudah Besar terdapat kegiatan menulis. Tujuan kegiatan ini adalah menuliskan kalimat dengan struktur SPOK menggunakan tanda baca yang tepat dan kosakata yang sesuai.

Surat adalah kertas atau sebagainya yang tertulis yang di dalamnya ada isi atau tujuan. Surat mengandung informasi berupa pemberitahuan, pernyataan, pertanyaan, permintaan, laporan, pemikiran, sanggahan, dan lain-lain.Surat memiliki banyak jenis, salah satunya adalah surat pribadi.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pengertian surat pribadi adalah surat yang ditulis seseorang atau individu kepada orang lain yang bersifat pribadi. Surat pribadi adalah surat yang bersifat personal atau tidak resmi, bebas, menggunakan bahasa sehari-hari, dan berisi masalah-masalah pribadi.

Maksud dan isi surat pribadi ada macam-macam, teman-teman. Contohnya adalah surat pada keluarga jauh, teman, atau sahabat pena.Surat pribadi memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan jenis surat yang lain. Ciri-ciri surat pribadi antara lain sebagai berikut
  1. Isi surat bersifat pribadi;
  2. Tidak menggunakan kop surat;
  3. Bahasa yang digunakan boleh tidak resmi atau bahasa sehari-hari;
  4. Salam pembuka dan penutup bersifat tidak formal;
  5. Gaya penulisan lebih bebas.

Surat pribadi memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah menanyakan kabar, memberitahukan keadaan, memberikan undangan, dan menyampaikan pesan.

Kesukaan orang berbeda-beda. Ada yang suka bermain kelereng, ada yang suka memelihara kucing. Ada yang suka sekali makan durian, ada yang sama sekali tidak mau mencicipi durian.

Bagaimana dengan sepupu atau teman kalian, apakah kesukaan atau ketidaksukaan mereka? Untuk mengetahuinya, tanyakanlah lewat surat. Tentu saja kalian ceritakan dahulu sesuatu yang kalian sukai dan sesuatu yang kalian tidak sukai. Kalian juga boleh menceritakan tentang apa yang membuat kalian takut. Tuliskan surat tersebut di buku kalian. Kalian juga boleh melengkapinya dengan gambar. Jangan lupa, gunakan sebanyak mungkin kosakata baru yang kalian dapatkan pada bab ini.
Ayunan
Kalian bisa melihat dan mempelajari contoh surat berikut ini sebelum kalian menulis surat!
Semarang, 23 Agustus 2020

Salam, Bimo
Apa kabarmu? Semoga kamu serta Om dan Tante sehat semua, ya. Kami di sini juga baik-baik saja. Ingat tidak, pohon jambu yang ada di depan rumahku?

Sekarang pohon itu sudah besar dan tinggi. Aku suka sekali memanjatnya. Memanjat sudah menjadi hobiku. Kadang aku belajar dan membaca buku di atas pohon itu. Suatu kali tanganku tidak sengaja menyenggol ulat. Uh, gatal sekali. Sejak itu aku takut setiap melihat ulat. Aku pikir, mungkin aku fobia dengan ulat, tetapi kata Ibu aku hanya takut biasa.

Bagaimana denganmu, apa hobimu? Apa yang tidak kamu suka? 

Salam hangat,
Abdul, penyuka durian

Beberapa kata baru yang telah dipelajari pada bab sebelumnya adalah sebagai berikut :
No.Kata-Kata BaruArti Menurut Perkiraan SayaArti Menurut Kamus
1.polkadotbelang-belangcorak pada kain berbentuk bulatan (berbagai ukuran) dengan jarak yang sama, biasanya di atas dasar yang polos
2.favoritkesukaanorang yang diharapkan (dijagokan, diunggulkan) untuk menjadi juara
3.mengelakmenghindarmenghindar (menyisi) supaya jangan kena (pukulan, serangan);
4.mematut diriberdandanmengatur supaya baik; memperbaiki
5.sepupusaudara perempuansaudara senenek; anak dari dua bersaudara; saudara misan
6.mengoleksimencarimengumpulkan (menjadi satu); menjadikan barang-barang sebagai koleksi
7.hobikegemarankegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama
8.paniktakutbingung, gugup, atau takut dengan mendadak (sehingga tidak dapat berpikir dengan tenang)
9.fobiaketakutanketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya
10.berkonsultasibertanyabertukar pikiran atau meminta pertimbangan dalam memutuskan sesuatu (tentang usaha dagang dan sebagainya):
11.psikologahli jiwaahli psikologi
12.terapipengobatanusaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit; pengobatan penyakit; perawatan penyakit:

Berikut ini contoh surat untuk sepupu atau teman
Purwokerto, 11 Februari 2022

Salam, Yanti Lesianda

Apa kabar Yanti? Semoga kamu, ayah, dan ibu sehat semua, ya. Aku dan keluargaku di sini juga baik-baik saja. Masih ingatkah kita memiliki hobi bermain ayunan bersama?

Aku selalu ingat kejadian yang pernah kamu alami. Saat itu aku dan kamu bermain ayunan di depan rumahku. Tiba-tiba kamu terjatuh terjerembab ke tanah dan menangis sangat kencang. Kepalamu berdarah sehingga membuat aku panik dan bingung. Aku dan sepupuku segera berlari memangil ayah. Ayah datang dan segera membawamu ke klinik kesehatan.

Setelah kamu diobati, aku dan ayah berkonsultasi dengan dokter tentang luka di kepalamu. Menurut dokter ternyata lukamu tidak berbahaya dan tidak membutuhkan terapi khusus. Aku merasa lega dan senang karena kamu baik-baik saja.

Masih ingatkah kejadian tersebut, Yan? Aku ingin kita bermain bersama lagi. Jika ada waktu berkunjunglah ke rumahku lagi, Yan! Aku dan keluargakau sangat mengharapkan kedatanganmu saat liburan nanti. Aku tunggu, ya.

Salam hangat,
Wiwin, sahabatmu

Demikian pembahasan mengenai Menulis Surat untuk Sepupu atau Teman. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:13 PM

Membaca Teks Suka dan Tidak Suka dan Menyimak Teks Fobia

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Bab I Aku Sudah besar terdapat kegiatan membaca dan menyimak teks. Tujuan kegiatan membaca adalah membaca dan mengucapkan kata-kata yang panjang (tiga suku kata atau lebih) menggunakan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf. Sedangkan pada kegiatan menyimak bertujuan untuk membaca dan mengucapkan kata-kata yang panjang (tiga suku kata atau lebih) menggunakan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf. 

Membaca
Bacalah cerita berikut ini dengan nyaring secara bergantian!

Suka dan Tidak Suka
Arisan keluarga adalah hari yang ditunggu-tunggu Ardi. Saat arisan, para om dan tante datang bersama anak-anak mereka. Ini berarti Ardi bisa bermain bersama sepupu-sepupunya itu. Sepupu adalah saudara senenek atau saudara misan.

Awalnya mereka memainkan kartu permainan milik Rio. Ternyata Rio memiliki banyak sekali kartu permainan. “Hobiku memang mengoleksi kartu permainan,” kata Rio. 
Suka dan Tidak Suka
Mulailah yang lain juga menceritakan hobi masing-masing. Lita suka membaca. Buku cerita miliknya sudah puluhan. Bobi si kecil dengan malu-malu menunjukkan kaus kaki warna-warni yang dipakainya. Mengumpulkan kaus kaki adalah kesukaannya. Tara suka menggambar. “Aku selalu membawa krayon dan buku gambar ke mana-mana,” kata Tara sambil menunjukkan gambar yang sedang dibuatnya. 

 Ardi terdiam. Apa, ya, hobinya? Hampir saja Ardi mengira dia tidak punya hobi. Ketika Deri menceritakan pengalaman pertama yang membuatnya suka berenang, Ardi segera ingat. “Aku suka memelihara kura-kura!” serunya. “Di halaman samping ada dua.”

Segera saja sepupunya ribut ingin melihat kura-kura Ardi, kecuali Bobi. Bobi takut dengan kura-kura. Tara tidak suka kura-kura, tetapi dia tetap ikut berjalan ke halaman.

 Tahu-tahu Rio menjerit ketakutan. “Itu! Itu!” teriaknya menunjuk ke arah tanaman. Bahunya berguncang, dia mulai menangis. Setelah dilihat, ternyata yang ditunjuk Rio adalah laba-laba besar yang bersarang di antara pohon mangga dan tanaman. 

“Laba-laba itu baik, kok,” kata Ardi. “Aku membiarkannya di sana supaya dia menangkap nyamuk-nyamuk yang ada di taman.”

Namun, tangisan Rio makin keras dan tak terkendali. Om Danu, ayah Rio, terpaksa menggendong Rio masuk ke rumah.

Di dalam rumah Rio mulai tenang walaupun sesekali masih terdengar isaknya. Om Danu kemudian bercerita. “Rio memang sangat takut dengan laba-laba.

“Ah, masa Rio sebesar itu takut dengan laba-laba sekecil itu,” kata Ardi.

“Kamu sebesar itu juga takut dengan kecoa kecil,” Mama meledek Ardi.

Ardi tertawa. “Wah, iya juga, ya. Tapi, aku kan tidak sampai menangis.”

“Aku tidak menangis kalau ada kura-kura atau laba-laba,” ujar Bobi. “Aku hanya takut.”

“Tidak apa-apa,” kata Om Danu sambil membelai kepala Bobi. “Itu biasa kok. Orang dewasa juga biasa takut dengan sesuatu. Tapi, ada orang yang sangat takut dengan sesuatu sampai panik dan tidak bisa mengendalikan diri. Ketakutannya berlebihan. Itu disebut fobia. Nah, Rio fobia terhadap laba-laba.”

“Apa fobia bisa dicegah, Om?” tanya Deri.

“Setahu Om, tidak bisa Deri. Ada penyebab yang terkadang tidak bisa dijelaskan dan hanya bisa dirasakan oleh penderita fobianya. Namun, bercerita dengan teman atau keluarga bisa membantu. Sebaiknya, berkonsultasi dengan tenaga ahli seperti dokter atau psikolog untuk mendapatkan terapi.”

Ardi mengerti sekarang. “Maaf, Rio,” katanya. 

Hmmm… bagaimana caranya supaya Rio tetap bisa melihat kura-kura, ya? Kolam tempat kura-kura memang di dekat sarang laba-laba itu. Oh, Ardi tahu! Dia bisa membawa masuk kura-kuranya.
Dengan membaca cerita “Suka dan Tidak Suka” secara nyaring, kalian berlatih mengucapkan kata-kata yang panjang.
Menyimak
Simaklah guru kalian membacakan teks di bawah ini!

FOBIA
Fobia adalah ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya.Contoh fobia:
  • Ofidiofobia: fobia terhadap ular
  • Koulrofobia: fobia terhadap badut 
  • Arakhnofobia: fobia terhadap laba-laba
  • Astrafobia: fobia terhadap guntur dan kilat
Fobia
Apa yang dapat kalian lakukan jika teman kalian mengalami gejala fobia? Bantulah agar dia bisa tenang, misalnya dengan 
  • Memeluknya;
  • Mengajaknya menjauh dari benda yang membuatnya takut, atau
  • Mengalihkan perhatiannya ke hal lain

Gejala fobia:
  • Jantung berdebar keras 
  • Tubuh gemetar
  • Menangis
  • Leher terasa tercekik
  • Mual
  • Selalu ingin buang air kecil
  • Sesak napas
  • Sakit kepala hebat
  • dan lain-lain

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Dari teks “Fobia” tersebut, apa perbedaan ketakutan biasa dengan fobia?
Perbedaan ketakutan biasa dengan fobia adalah kalau ketakutan biasa tidak sampai panik, namun jika fobia ketakutannya disertai panik sehingga tidak bisa terkontrol yang disebabkan oleh ketakutan yang berlebihan.
2. Apakah di antara kalian atau orang yang kalian kenal ada yang mengidap fobia? Fobia apa?
Ibu saya mengidap fobia terhadap hewan ular.
3. Apa yang harus dilakukan jika teman atau saudara kalian mengalami serangan fobia?
Jika ada saudara atau teman, bahakan keluarga mengalami serangan fobia, maka saya berusaha menjauhkan penyebabnya, membawa ketempat yang tenang, dan berusaha mengalihkan pemikirannya.
4. Carilah informasi tentang fobia di buku ensiklopedia atau di internet. Tuliskan jenis-jenis fobia lain yang kalian temukan dan artinya.
  • Glossophobia. Fobia ini dikenal sebagai kecemasan kinerja atau takut berbicara di depan orang.
  • Acrophobia, rasa takut terhadap ketinggian.
  • Claustrophobia, rasa takut terhadap ruang tertutup atau sempit.
  • Aviophobia, dikenal sebagai rasa takut terbang.
  • Dentophobia, rasa takut terhadap dokter gigi.
  • Hemophobia, fobia darah atau cedera.
  • Arachnophobia, fobia terhadap laba-laba.
  • Cynophobia, fobia terhadap anjing.
  • Ophidiophobia, fobia terhadap ular.
  • Nyctophobia, fobia terhadap situasi kegelapan.

Membaca
Baca kembali cerita “Tak Muat Lagi” dan cerita “Suka dan Tidak Suka.” Adakah kata-kata yang baru bagi kalian? Dapatkah kalian menebak artinya? Buatlah tabel seperti di bawah ini di buku tulis kalian.
No.Kata-Kata BaruArti Menurut Perkiraan SayaArti Menurut Perkiraan Kamus
1.polkadotbelang-belangcorak pada kain berbentuk bulatan (berbagai ukuran) dengan jarak yang sama, biasanya di atas dasar yang polos
2.favoritkesukaanorang yang diharapkan (dijagokan, diunggulkan) untuk menjadi juara
3.mengelakmenghindarmenghindar (menyisi) supaya jangan kena (pukulan, serangan);
4.mematut diriberdandanmengatur supaya baik; memperbaiki
5.sepupusaudara perempuansaudara senenek; anak dari dua bersaudara; saudara misan
6.mengoleksimencarimengumpulkan (menjadi satu); menjadikan barang-barang sebagai koleksi
7.hobikegemarankegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama
8.paniktakutbingung, gugup, atau takut dengan mendadak (sehingga tidak dapat berpikir dengan tenang)
9.fobiaketakutanketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya
10.berkonsultasibertanyabertukar pikiran atau meminta pertimbangan dalam memutuskan sesuatu (tentang usaha dagang dan sebagainya):
11.psikologahli jiwaahli psikologi
12.terapipengobatanusaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit; pengobatan penyakit; perawatan penyakit:

Menulis
Perhatikan kata-kata baru yang kalian dapat dari teks “Tak Muat Lagi” serta “Suka dan Tidak Suka”. Buatlah 10 kalimat menggunakan kata-kata baru tersebut di buku tulis kalian.
  1. Beni mengenakan kemeja polkadot.
  2. Makanan favorit Siti adalah bubur ayam
  3. Wawan mengelak ketika ditanya Bu guru.
  4. Dayu mematut dirinya di depan cermin
  5. Beni memiliki seorang sepupu bernama Budiman.
  6. Lani mengoleksi beberapa ikat rambut.
  7. Edo memiliki hobi bermain bola
  8. Aku panik ketika kucingku di rumah tidak ada.
  9. Udin fobia terhadap tempat yang tinggi
  10. Pasien sedang berkonsultasi dengan dokter gigi.
  11. Bu Diah dikenal sebagai seorang psikolog.
  12. Nenek menjalani terapi agar matanya sembuh dari katarak

Bahas Bahasa
Cara mencari kata di dalam kamus

A. Kamus Cetak 
  1. Perhatikan kata-kata yang ada di dalam kamus cetak. Urutan kata-kata tersebut disusun sesuai abjad.
  2. Perhatikan huruf pertama kata yang kalian cari. Bukalah kamus pada bagian huruf tersebut.
  3. Jika kata tersebut kata berimbuhan, kenali kata dasarnya terlebih dahulu. Perhatikan huruf pertama kata dasar tersebut.
  4. Kalian tidak perlu mengurutkan kata satu per satu, cukup perhatikan huruf kedua dan ketiga dari kata yang kalian cari.
  5. Lihatlah huruf sebelum arti kata. Huruf itu menunjukkan kelas kata tersebut.

Contoh : 
Kata yang dicari: panik 
  1. Bukalah kamus pada bagian huruf P.
  2. Huruf kedua adalah /a/, carilah daftar kata yang dimulai dengan suku kata /pa/.
  3. Telusuri daftar kata /pa/ yang diikuti dengan huruf /n/ menjadi /pan/ dan seterusnya sampai kalian menemukan kata “panik”.
  4. Dapatkan artinya.
  5. Lihatlah huruf sebelum arti kata “panik”.
  6. Huruf /a/ ini menunjukkan bahwa kata “panik’ termasuk kelas adjektif (kata sifat).
Kata Panik
B. Kamus Daring
  1. Bukalah laman kbbi.kemdikbud.go.id
  2. Ketikkan kata yang kalian cari di kotak pencarian.
  3. Dapatkan artinya.
  4. Lihatlah huruf sebelum arti kata. Huruf tersebut menunjukkan kelas kata yang dimaksud.

Contoh:
KBBI

Kelas kata dan singkatannya di dalam KBBI
No.Kelas KataLambang SingkatanContoh Kata
1.Verba (kata kerja)vberlari
2.Nomina (kata benda)ndaun
3.Pronomina (kata ganti)pdia
4.Numeralia (bilangan/jumlah)nlima
5. Adjektiva (kata sifat)a atau adjbingung
6.Adverbia (kata keterangan)s atau advsangat

Demikian pembahasan mengenai Membaca Teks Suka dan Tidak Suka dan Menyimak teks Fobia. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:48 PM

Membaca Cerita “Tak Muat Lagi”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV sekolah dasar Bab I Aku Sudah Besar terdapat kegiatan membaca. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah memahami dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita serta mengaitkannya dengan pengalaman pribadi. Perhatikan bahwa tidak semua pertanyaan memiliki jawaban eksplisit di dalam teks. Oleh karena itu, guru perlu membaca dan memahami semua pertanyaan terlebih dahulu.

Membaca
Bacalah cerita berikut ini dengan nyaring secara bergantian!

Tak Muat Lagi

Lala baru saja pulang sekolah. Cuaca panas membuatnya buru-buru masuk rumah. Segelas air dingin, itulah yang diinginkannya.

“Kakak pasti haus. Ini, minum dulu.” Kiki menyodorkan segelas air. Adiknya itu memang baik.
Tak Muat Lagi
“Waaaah, terima ka ….” Lala menghentikan ucapannya begitu melihat baju yang dipakai Kiki. Itu baju biru polkadot favoritnya!

“Kenapa kamu memakai bajuku?” Lala bertanya dengan kesal.

“Kata Ibu, baju ini untukku. Kakak kan sudah tidak pernah lagi memakainya,” jawab Kiki bingung.

“Tidak pernah kupakai bukan berarti boleh diambil.” Lala mulai marah. “Ayo ganti bajumu.”

“Tapi … baju ini pas untukku.” Kiki mengelak. “Pasti sudah kekecilan untuk Kak Lala.”

“Tidak! Ini bajuku, bukan bajumu,” Lala berkeras.

Akhirnya, Kiki mengalah. Lala mendapatkan kembali bajunya.

Langsung saja Lala ke kamar untuk berganti pakaian. Kiki mengikutinya.

“Hmmm, masih cukup.” Lala berdiri di depan cermin. “Kenapa belakangan ini aku tidak pernah memakainya, ya?”

Lala terus mematut diri. Awalnya tidak ada masalah, tetapi lama-lama Lala merasa gerah. Dia juga sulit bernapas dengan lega.
Kulitnya mulai terasa gatal.

Lala lalu berusaha menggaruk punggungnya.

Breeet …!

“Kak, baju Kakak sobek!” Kiki berteriak.

Lala terdiam. Dengan sedih dia meraba bagian baju yang sobek.

“Nanti minta tolong Ibu untuk menjahitnya, Kak,” usul Kiki.

“Bisa sih, tapi ….” sahut Lala pelan. Dalam hati dia mengakui, memakai baju sempit sungguh tidak nyaman. Lala juga menjadi paham mengapa akhir-akhir ini dia tidak pernah lagi memakai baju itu. Mungkin baju itu akan bertambah sobek kalau dia terus memakainya.

Lala melihat bayangan dirinya dan Kiki di cermin. Ternyata, Lala memang sudah besar. Dia sudah tak cocok lagi memakai baju itu.

“Ya, nanti kita minta tolong Ibu menjahit baju ini,” katanya.

Kemudian Lala menambahkan, “Nanti baju ini buat kamu saja.”

“Yang benar, Kak? Horeee!” teriak Kiki senang.

Lala mengangguk pelan. “Iya, untukmu saja.”

“Terima kasih.” Kiki langsung memeluk kakaknya.
Cerita oleh Dian Kristiani

Bagaimana menurut kalian cerita berjudul “Tak Muat Lagi”? Menarik, bukan? Sekarang jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1. Sampaikan kembali cerita “Tak Muat Lagi” dalam tiga kalimat buatanmu sendiri!
Kiki memakai baju Lala yang sudah lama tidak dipakai. Lala tidak terima dan meminta baju tersebut dari adiknya. Saat dipakai baju tersebut sobek karena badan Lala yang sudah besar.
2. Mengapa Lala kesal kepada Kiki?
Lala kesal pada Kiki karena baju polkadot favoritnya dipakai oleh Kiki
3. Dari mana Lala mengetahui baju itu tidak muat lagi untuknya?
Lala mengetahui baju tidak muat lagi untuknya ketika baju tersebut sobek saat lala mencoba memakainya.
4. Menurutmu, bagaimana perasaan Lala setelah memutuskanakan memberikan bajunya kepada Kiki?
Lala merasa bahagia dan lega karena menyadari bahwa dia sudah besar dan tidak cocok lagi memakai baju itu, sehingga lebih baik diberikan kepada adiknya.
5. Apakah kalian juga punya adik? Bagaimana perasaan kalian jika barang kalian diminta adik?
Perasaan saya sebagai kakak harus ikhlas memberikan barang yang kita miliki jika adik membutuhkan barang tersebut.
6. Bayangkan diri kalian sebagai Kiki. Bagaimana perasaan kalian jika memiliki kakak seperti Lala?
Jika memiliki kakak seperti Lala saya akan sangat senang karena dia mau memberikan baju kesayangan kepada adiknya.
Berdiskusi
Diskusikan bersama, seperti apakah hubungan kakak-adik yang baik? Acungkan tangan jika kalian ingin menyampaikan pendapat dan jangan menyela jika guru atau temanmu sedang berbicara.
Menurut saya hubungan adik kakak yang baik antara adik-kakak adalah saling menyayangi, saling menghargai, saling menolong, saling berbagi, bermain bersama, dan mau belajar bersama.

Bahas Bahasa
Kalimat Transitif dan Intransitif
Kalian tentu ingat unsur-unsur yang membentuk sebuah kalimat, yaitu Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan. Ada kalimat yang hanya terdiri atas Subjek dan Predikat. Ada pula kalimat yang memerlukan Objek.
  1. Kalimat transitif adalah kalimat yang terdiri atas tiga unsur wajib, yaitu Subjek, Predikat, dan Objek. Pada kalimat jenis ini, kata kerja (verba) yang digunakan adalah verba transitif yang menuntut adanya objek. Tanpa objek, kalimat transitif menjadi tidak lengkap dan salah.
  2. Kalimat intransitif adalah kalimat yang hanya memiliki dua unsur wajib, yaitu Subjek dan Predikat. Baik kalimat transitif maupun intransitif dapat memiliki unsur tak wajib seperti keterangan waktu dan/atau keterangan tempat.
KalimatObjekContoh
TransitifPerluLani memetik jambu.
Yopi menyanyikan lagu Indonesia Raya.
IntransitifTidak perluLani menangis.
Yopi bernyanyi

Menulis
  1. Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif dalam cerita “Tak Muat Lagi” Coba perhatikan cerita “Tak Muat Lagi”. Carilah kalimat transitif dan intransitif di dalamnya. Tuliskan 5 kalimat transitif dan 5 kalimat intransitif yang kalian temukan dalam cerita “Tak Muat Lagi”. Tuliskan pula kata yang menjadi objek pada kalimat transitif.
  2. Latihan Menulis Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif
No.Kalimat TransitifObjek
1.Cuaca panas membuatnya buru-buru masuk rumah.-nya
2.Kiki menyodorkan segelas air.segelas air
3."Kakak kan sudah tidak pernah lagi memakainya,”-nya
4.Lala mendapatkan kembali bajunya.bajunya
5.Kiki mengikutinya.-nya
6.Lala terus mematut diri.diri
7.Lala merasa gerah.gerah
8.Lala lalu berusaha menggaruk punggungnya.punggungnya
9.Dengan sedih dia meraba bagian baju yang sobek.bagian baju yang sobek
10.akhir-akhir ini dia tidak pernah lagi memakai baju itu.baju itu
11.Lala melihat bayangan dirinya dan Kiki di cermin.bayangan dirinya dan Kiki
12.Dia sudah tak cocok lagi memakai baju itu.baju itu
13.Kiki langsung memeluk kakaknya.kakaknya
No.Kalimat Intransitif
1.Lala bertanya dengan kesal.
2.Kiki mengelak.
3.Lala berkeras.
4.Lala berdiri di depan cermin.
5.Dia juga sulit bernapas dengan lega.
6.Kiki berteriak.
7.Lala terdiam.

Menuliskan Kebiasaan di Rumah Menggunakan Kalimat Transitif dan Kalimat Intransitif
Bagaimana kebiasaan di rumah kalian terhadap barang-barang yang sudah tidak kalian pakai? Apakah baju, sepatu, tas, atau buku kalian dijual, diberikan kepada adik, atau disumbangkan? Ceritakan dan tuliskan di buku tulis kalian.Ketika menulis, perhatikan untuk:
  1. Menggunakan tanda baca yang tepat; dan
  2. Menggunakan setidaknya 2 kalimat transitif dan 2 kalimat intransitif.

Contoh
Kebiasaan dalam keluargaku, jika aku memiliki baju atau sepatu yang sudah tidak dipakai, kami memberikan kepada adik sepupuku. Adik sepupuku perempuan, sama seperti aku dan kakak. Ibuku mengumpulkan baju-baju yang sudah tidak terpakai dalam satu kardus. Aku dan kakak menyimpan sepatu bekas di dalam kotak sepatu. Pada hari Minggu, kami sekeluarga pergi ke rumah paman di desa. Tidak lupa kami membawa baju-baju dan sepatu yang akan kami berikan kepada adik sepupuku. Saat tahu aku membawakakan baju dan sepatu, adik sepupuku sangat gembira. Dia tersenyum sendiri saat mencoba baju yang kuberikan kepadanya. Aku dan kakak tertawa melihat tingkahnya.

Kalimat Transitif :
  1. aku memiliki baju atau sepatu
  2. Ibuku mengumpulkan baju-baju
  3. Aku dan kakak menyimpan sepatu bekas
  4. kami membawa baju-baju dan sepatu

Kalimat Intransitif :
  1. kami sekeluarga pergi ke rumah paman di desa.
  2. Dia tersenyum sendiri.
  3. Aku dan kakak tertawa

Demikian pembahasan mengenai Membaca Cerita “Tak Muat Lagi”. Semoga tulisan ini bermanfaat. 

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:25 PM