Bermain Peran Wawancara Kisah Kesuksesan Nadya

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Bab IV Belajar Berwirausaha terdapat kegiatan wawancara. Tujuan kegiatan ini adalah melalui kegiatan kreativitas, peserta didik dapat melakukan praktik wawancara secara langsung dan mendapatkan pengalaman nyata dalam melakukan wawancara.

Kisah kesuksesan Nadya dapat digali melalui wawancara. Mari ingat kembali topik wawancara sewaktu di kelas empat. Diskusikan dengan teman sebangku. Gunakan pertanyaan di bawah ini sebagai panduan diskusi.

1. Apa yang dimaksud dengan wawancara?
Wawancara adalah tanya jawab dengan seorang narasumber untuk memperoleh informasi yang diinginkan.
2. Apa tujuan kita melakukan wawancara?
Tujuan wawancara adalah untuk mencari informasi tertentu.
3. Bagaimana cara melakukan wawancara yang baik?
Sikap Saat Wawancara
• bersikap sopan dan menghormati narasumber;
• menyapa dengan sapaan yang sesuai, misalnya Bapak, Ibu, Kakak, dan lainnya;
• berbicara dengan tenang; dan
• berbahasa Indonesia yang baik, singkat, dan jelas.

Cara Berbicara
• Nada suara jangan terlalu keras, tetapi juga tidak terlalu pelan.
• Gunakan intonasi yang sopan.
• Ucapkan pertanyaan dengan jelas.

Bahasa Tubuh dan Penampilan
• Berdirilah atau duduklah dengan tegak.
• Tataplah narasumber saat berbicara. Tatap mata narasumber secara wajar.
• Gunakan gerak tangan untuk menegaskan sesuatu.
• Berpakaianlah dengan sopan dan rapi.

4. Apa yang harus dipersiapkan agar wawancara berjalan dengan lancar?
Langkah-Langkah Persiapan
• Buat janji bertemu dengan narasumber.
• Siapkan daftar pertanyaan.
• Siapkan alat tulis untuk mencatat atau alat perekam.
• Siapkan kamera (jika ada).

Informasi yang Perlu Dicatat
• jawaban sesuai daftar pertanyaan;
• identitas narasumber; dan
• tanggal wawancara diadakan.

Agar Siap dan Percaya Diri
• Pelajari semua tentang narasumber.
• Kuasai daftar pertanyaan wawancara.
• Berlatih mengajukan pertanyaan sebelum melakukan wawancara sebenarnya.
5. Selain melakukan tatap muka, adakah cara lain untuk mendapatkan informasi dari narasumber?
Wawancara tak langsung bisa melalui sambungan telepon, teks (chatting), dan email (wawancara tertulis).
Di bawah ini adalah contoh pertanyaan yang dapat diajukan ketika mewawancarai seorang pengusaha atau wirausaha.
  1. Apa jenis usaha yang dijalankan?
  2. Kapan memulai usaha?
  3. Mengapa memilih usaha ini?
  4. Berapa modal yang digunakan untuk memulai usaha?
  5. Di mana tempat yang dipilih untuk memasarkan usaha?

Apakah kalian dapat menambahkan pertanyaan lain? Ayo tunjuk tangan. Berbicaralah yang lantang agar teman-teman dapat mendengar pertanyaan yang kalian buat.

Berbicara, Berdiskusi, Mempresentasikan
Bermain peran. Bacalah dialog di bawah ini bersama rekan kalian. Tentukan peran masing-masing. Saat berlatih, lengkapi bagian yang tidak lengkap dengan kalimat tanya yang tepat.

Narasumber (N) : Nadya Hersa 
Hari/tanggal wawancara : Selasa, 18 Agustus 2020
Waktu wawancara : Pukul 10.00 WIB
Tempat wawancara : Kantor KS Group
Pewawancara (P) : Indah
Wawancara
P:Selamat pagi, Kak Nadya.
N:Selamat pagi.
P:Saya Indah, mendapat tugas dari sekolah untuk mewawancarai  Kak Nadya tentang usaha susu kemasan yang dijalankan selama  ini.
N:Silahkan.
P:Kapan Kak Nadya memulai usaha?
N:Saya memulai usaha tahun 2016
P:Mengapa Kak Nadya memilih usaha susu kemasan?
N:Saya adalah penggemar susu. Saya ingin memasyarakatkan susu yang sehat dan berkualitas murni. Saya ingin orang-orang juga menyukai susu, sebab susu banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh kita.
P:Berapa modal yang Kak Nadya keluarkan untuk memulai usaha ini?
N:Hmm, modal saya tidak banyak. Saya dan kedua teman saya memulai usaha dari yang kecil dulu. Lama-lama, modal kami bertambah seiring majunya usaha kami.
P:Apakah ada tantangan dalam menjalankan usaha tersebut? Jika ada, apa saja tantangannya?
N:Banyaaak. Di awal memulai usaha ini, saya harus angkat-angkat barang sendiri karena belum punya pegawai. Saya juga  harus mengesampingkan rasa malu, berjualan di acara-acara tertentu seperti Car Free Day. Tantangan lainnya dari keluarga  saya sendiri. Itu karena mereka tidak tega melihat saya banting tulang demi menjalankan usaha susu kemasan ini.
P:Bagaimana cara Kak Nadya menghadapi tantangan tersebut?
N:Tetap optimistis dan bermental baja.
P:Hebat sekali. Apakah menjalankan suatu usaha itu harus memiliki latar pendidikan yang sesuai?
N:Itu lebih baik. Namun, yang terpenting adalah semangat dan tekad yang kuat.
P:Usaha Kak Nadya sekarang sudah maju. Bagaimana cara Kak Nadya menjaga dan mempertahankan usaha Kakak?
N:Menjaga kemurnian susu kemasan produksi kami. Saya juga tidak boleh sombong dengan pencapaian ini. Tantangan selalu ada, meskipun usaha sudah maju
P:Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan jika membuat usaha seperti Kak Nadya?
N:Apa, ya? Yang boleh dilakukan adalah selalu bersemangat, jujur dalam menjalankan usaha, komitmen, bekerja sama yang baik dalam tim, dan bekerja keras. Yang tidak boleh dilakukan, ya tentu saja kebalikannya semua tadi.
P:Wah, Kak Nadya hebat sekali! Kami juga ingin seperti Kak Nadya. Bolehkah saya meminta Kak Nadya memberikan pesan untuk orang yang sedang atau mungkin berencana memulai usaha? Jika boleh, apa pesan dari Kak Nadya?
N:Boleh sekali. Pesan saya, teruslah berkreasi. Kreativitas akan menjadi kesuksesan jika dibarengi semangat bekerja, kejujuran, dan kerendahan hati
P:Terima kasih, Kak. Kami sudah mendapatkan informasi yang sangat berharga dari Kak Nadya. Semoga usaha Kakak selalu sukses.
N:Terima kasih kembali.

Demikian pembahasan mengenai Bermain Peran Wawancara Kisah Kesuksesan Nadya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:53 PM

Ide Pokok Teks Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Bab IV Belajar Berwirausaha terdapat kegiatan menemukan ide pokok teks “Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan”. Tujuan kegiatan kali ini adalah Melalui latihan ini, peserta didik dapat menentukan ide pokok pada setiap paragraf dari teks “Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan”.

Sebuah teks dapat terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki ide pokok.Ide pokok adalah gagasan utama tentang isi teks. Dengan mengetahui ide pokok, kita dapat lebih mudah untuk memahami maksud dari isi teks. Di mana letak ide pokok pada sebuah paragraf? Bagaimana cara menentukan ide pokok?

Ide pokok dapat tersurat pada kalimat awal atau kalimat akhir sebuah paragraf.Ide pokok juga dapat tersirat pada keseluruhan isi sebuah paragraf. Hal paling penting dalam menentukan ide pokok adalah membaca terlebih dahulu teks yang dimaksud, lalu tentukan apa inti dari teks tersebut.

Mari kita amati isi paragraf 1 dari teks “Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan”.
Pada mulanya, Nadya Hersa Ursulla Permana hanya seorang gadis yang menyukai susu karena segudang manfaatnya bagi kesehatan. Setelah remaja, dia mulai menjajaki bisnis susu kemasan. Nadya ingin mengenalkan minuman susu kepada masyarakat. 
Ide Pokok
Ide pokok dari paragraf ini adalah informasi singkat tentang pengusaha (Nadya Hersa Ursulla Permana) dan usaha yang dijalankannya (minuman susu).

Sekarang, bacalah kembali teks “Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan” dan tentukan ide pokok setiap paragraf.

Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan
Pada mulanya, Nadya Hersa Ursulla Permana hanya seorang gadis yang menyukai susu karena segudang manfaatnya bagi kesehatan. Setelah remaja, dia mulai menjajaki bisnis susu kemasan. Nadya ingin mengenalkan minuman susu kepada masyarakat.

Untuk menyalurkan keinginannya itu, Nadya mengajak dua temannya, Toga Christovel dan Siti Hani Kusmiati. Mereka mulai memasarkan susu pada tahun 2016 dengan modal kecil dan nama dagang Klinik Susu. Nadya dan kedua temannya harus berjuang untuk memasarkan produknya. Nadya termasuk orang yang bermental baja. Dia rela mengangkat sendiri produknya dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan, dia menjadi pedagang asongan di acara-acara publik agar produk susunya dikenali masyarakat. Keluarganya sampai menentangnya karena kasihan melihatnya banting tulang seperti itu.

Kini, Nadya sudah meraih apa yang dicita-citakannya. Perusahaannya yang bernama Klinik Susu (KS) Group sudah dikenal masyarakat. Omzet perusahaannya mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Usahanya yang sedang naik daun ini juga memberikan peluang kerja kepada banyak orang. Meskipun sudah sukses, Nadya tetap rendah hati. Menurutnya, capaian yang berhasil diraihnya adalah berkat dukungan keluarga dan kerja sama tim di perusahaan. 

Sebagai pengusaha, Nadya selalu serius dalam mempertahankan kemasan dan standar susunya. Susu kemasan produksinya tidak memakai bahan campuran lainnya. Dengan begitu, manfaat dan kandungan susu yang baik bagi kesehatan akan selalu terjaga. Kepercayaan masyarakat adalah yang terpenting dalam usahanya.

Setelah sukses dengan produk susu, Nadya memproduksi yoghurt dan keripik. Saat ini dia berharap bisa mengembangkan bisnis di bidang lainnya. Nadya juga selalu bersiap untuk risiko dan tantangan di masa depan. Risiko terbesar suatu usaha adalah gulung tikar. Namun, Nadya memandang semua tantangan itu adalah jalan yang harus dilaluinya untuk mencapai kesuksesan. Seperti kata pepatah, komitmen dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.

No.Ide Pokok
1.Informasi singkat tentang pengusaha dan usaha yang dijalankannya.
2.Cara pengusaha memasarkan usahanya.
3.Kesuksesan perusahaan Nadya hingga bisa dikenal masyarakat.
4.Cara pengusaha mempertahankan produk usahanya.
5.Pengembangan produk usaha selain produk utama yang sudah dirintis.

Bahas Bahasa
Idiom
Perhatikan kata-kata bercetak tebal pada teks “Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan”. 
Kata-kata tersebut adalah idiom. Idiom adalah gabungan kata-kata yang membentuk makna baru. Idiom digunakan sebagai ungkapan.

Contoh idiom:
Ia dikenal sebagai orang yang tinggi hati di kampungnya.  Tinggi hati : sombong.

Pasangkan idiom dari teks dengan maknanya.
Idiom
Bagaimana cara kalian memutuskan makna idiom di atas? Pilihlah jawaban sesuai dengan pengalaman belajar kalian.
• Menebak acak
• Menebak dengan membayangkan makna dari kata
• Menebak dengan membaca kalimat pada wacana
• Sebelumnya sudah tahu maknanya

Demikian pembahasan mengenai Ide Pokok Teks Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:36 PM

Membaca Teks Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan membaca Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah melalui kegiatan membaca teks “Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan”,peserta didik dapat memahami isi teks dengan bantuan kata tanya panduan seperti apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.

Pada tema keempat ini bertujuan mengajarkan peserta didik untuk mengenal nilai-nilai kewirausahaan (komitmen dan kerja keras) dengan meneladani kisah tokoh pada wacana, mencari informasi dari tokoh melalui wawancara, dan menjadi pribadi yang unggul serta berprestasi dengan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan
Pada mulanya, Nadya Hersa Ursulla Permana hanya seorang gadis yang menyukai susu karena segudang manfaatnya bagi kesehatan. Setelah remaja, dia mulai menjajaki bisnis susu kemasan. Nadya ingin mengenalkan minuman susu kepada masyarakat.

Untuk menyalurkan keinginannya itu, Nadya mengajak dua temannya, Toga Christovel dan Siti Hani Kusmiati. Mereka mulai memasarkan susu pada tahun 2016 dengan modal kecil dan nama dagang Klinik Susu. Nadya dan kedua temannya harus berjuang untuk memasarkan produknya. Nadya termasuk orang yang bermental baja. Dia rela mengangkat sendiri produknya dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan, dia menjadi pedagang asongan di acara-acara publik agar produk susunya dikenali masyarakat. Keluarganya sampai menentangnya karena kasihan melihatnya banting tulang seperti itu.

Kini, Nadya sudah meraih apa yang dicita-citakannya. Perusahaannya yang bernama Klinik Susu (KS) Group sudah dikenal masyarakat. Omzet perusahaannya mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Usahanya yang sedang naik daun ini juga memberikan peluang kerja kepada banyak orang. Meskipun sudah sukses, Nadya tetap rendah hati. Menurutnya, capaian yang berhasil diraihnya adalah berkat dukungan keluarga dan kerja sama tim di perusahaan. 
Keripik
Sebagai pengusaha, Nadya selalu serius dalam mempertahankan kemasan dan standar susunya. Susu kemasan produksinya tidak memakai bahan campuran lainnya. Dengan begitu, manfaat dan kandungan susu yang baik bagi kesehatan akan selalu terjaga. Kepercayaan masyarakat adalah yang terpenting dalam usahanya.

Setelah sukses dengan produk susu, Nadya memproduksi yoghurt dan keripik. Saat ini dia berharap bisa mengembangkan bisnis di bidang lainnya. Nadya juga selalu bersiap untuk risiko dan tantangan di masa depan. Risiko terbesar suatu usaha adalah gulung tikar. Namun, Nadya memandang semua tantangan itu adalah jalan yang harus dilaluinya untuk mencapai kesuksesan. Seperti kata pepatah, komitmen dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.

Kosa Kata Baru
  1. omzet : jumlah uang hasil penjualan
  2. yoghurt : susu fermentasi berbentuk krim dengan rasa agak asam
  3. bisnis : usaha dagang
  4. kemasan : bungkus 
  5. asongan : barang yang dijual dengan cara dijajakan langsung ke pembeli

Sekarang, buatlah kalimat menggunakan kata-kata tersebut. 
  1. Usaha kue warung Ibu Aminah meraih omzet jutaan rupiah setiap Lebaran tiba.
  2. Yoghurt terbuat dari susu yang difermentasi.
  3. Kue fruit cake merupakan salah satu bisnis yang sedang viral.
  4. Air mineral itu dijual dalam kemasan plastik dan galon.
  5. Banyak pedagang asongan berjualan di stasiun kereta.
 
Berbicara Berdiskusi Memperentasikan
Diskusi Teks
Bekerjalah bersama teman kalian. Jawablah pertanyaan di bawah ini dan sebutkan pada paragraf berapa jawaban tersebut ditemukan.

1. Kapan Nadya mulai memasarkan produk susu kemasan miliknya?
Nadya Hersa mulai memasarkan produk susu kemasan miliknya sejak tahun 2016.
2. Siapa yang bekerja sama dengan Nadya dalam membuka usaha?
Nadya bekerja sama dengan dua temannya, Toga Christovel dan Siti Hani Kusmiati, dalam membuka usaha.
3. Di mana Nadya memasarkan produknya pada awal memulai usaha?
Nadya memasarkan produknya secara asongan dari satu tempat ke tempat lain di acara-acara publik.
4. Apa nama perusahaan Nadya?
Perusahaan Nadya bernama Klinik Susu (KS).
5. Bagaimana cara Nadya mempertahankan kualitas produknya?
Nadya mempertahankan kualitas produknya dengan cara tidak memakai bahan campuran.

Presentasi
Setelah selesai, buatlah rangkuman singkat tentang usaha Nadya menggunakan pertanyaan di atas sebagai panduan. Lalu presentasikan di depan kelas bergantian dengan teman kalian.
Nadya Hersa adalah seorang pengusaha yang memasarkan produk susu kemasan sejak tahun 2016. Ia membuka usaha ini bekerja sama dengan dua temannya, Toga Christovel dan Siti Hani Kusmiati. Pada mulanya produk susu dipasarkan secara asongan dari satu tempat ke tempat lain di acaraacara publik. Berkat ketekunannya, produk susu buatan perusahaannya yang bernama Klinik Susu (KS) dikenal oleh masyarakat. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, Nadya mempertahankan kualitas produknya dengan cara tidak memakai bahan campuran. Di masa depan, Nadya berharap dapat mengembangkan bisnisnya di bidang lain.

Demikian pembahasan mengenai Membaca Teks Dari Pedagang Asongan hingga Pemilik Perusahaan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:56 PM

Membaca dan Menulis Pengumuman

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Bab VI Cinta Indonesia terdapat kegiatan membaca dan menulis pengumuman. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah melalui kegiatan menulis, peserta didik dapat membuat teks pengumuman yang berisi undangan untuk menghadiri kegiatan museum mini.

Pada kegiatan ini Peserta didik membaca dan memahami materi mengenai pengumuman. Guru menjelaskan konsep dan contoh pengumuman yang ada di buku. Peserta didik menjawab empat pertanyaan yang berhubungan dengan isi contoh pengumuman tersebut

A. Membaca Pengumuman
Pengumuman adalah proses atau cara menginformasikan suatu hal kepada khalayak (umum). Penulisan teks pengumuman juga harus dengan bahasa yang singkat, tetapi jelas. Isi pengumuman harus memuat kepada siapa pengumuman itu ditujukan, dari siapa pengumuman tersebut dibuat, dan tentang apa pengumuman itu. Jika menyangkut waktu, hendaknya ditulis dengan jelas waktunya, yang meliputi pukul, hari, dan tanggal. Pengumuman ditulis dalam bentuk ringkas, padat, dan jelas. Isi pengumuman harus menjelaskan tentang:
Pengumuman
  1. hal yang diumumkan
  2. pembuat pengumuman
  3. penerima pengumuman 
  4. informasi penting (tanggal, tempat, waktu, acara, dan lainnya)

Pengumuman dipajang di tempat-tempat publik dan dapat pula dibacakan di depan khalayak. Perhatikan contoh pengumuman tentang karyawisata berikut

Pengumuman

Siswa kelas V SD Jaya Raya yang akan mengikuti karyawisata ke Museum Satria Mandala dan Museum Fatahillah dimohon untuk hadir pada:

Hari/Tanggal: Senin, 21 Januari 2019
Waktu: Pukul 06.00 WIB
Tempat: Lapangan SD Jaya Raya
Perlengkapan yang harus dibawa:
  1. Seragam putih-merah yang dikenakan langsung
  2. Alat tulis
  3. Botol minuman

Terima kasih atas perhatian para siswa.
Salam,
Ibu Rosita Sijabat, S.Pd
Panitia Karyawisata Kelas V

Jawablah pertanyaan di bawah ini.
1. Siapa yang menuliskan pengumuman?
Pengumuman ditulis oleh Ibu Rosita Sijabat, S.Pd, Panitia Karyawisata Kelas V.
2. Kepada siapakah pengumuman ditujukan?
Pengumuman ditujukan untuk seluruh siswa dan siswi kelas V SD Jaya Raya.
3. Tentang apakah pengumuman tersebut?
Pengumuman berisi tentang informasi persiapan karyawisata Kelas 5 ke Museum Satria Mandala dan Museum Fatahillah.
4. Apa saja rincian informasi dari pengumuman tersebut?
Informasi pengumuman berisi tentang: tanggal, waktu, dan tempat berkumpul. Pengumuman juga berisi seragam dan perlengkapan yang harus dibawa siswa.

B, Menulis Pengumuman
Pada umumnya pengumuman ditulis dipapan tulis atau kertas. Selain itu pengumuman juga ditulis di sosial media (medsos), seperti internet. Di mana itu untuk menjaring pembaca yang lebih banyak, luas, dan cepat.

Tugas Menulis
Kelas kalian hendak mengadakan kegiatan mini museum yang bertema Sejarah Indonesia. Buatlah pengumuman yang mengundang siswa-siswi dari kelas lain untuk hadir pada pameran tersebut. Perhatikan penulisan huruf besar, tanda baca, dan kelengkapan teks pengumuman.
Pengumuman

Siswa kelas V SD Nusantara akan mengadakan kegiatan mini museum bertema Sejarah Indonesia. Kepada seluruh siswa SD Nusantara dimohon untuk hadir pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 5 April 2022
Waktu: Pukul 09.00 WIB
Tempat: Ruang kelas V SD Nusantara
Perlengkapan yang harus dibawa:
  1. Seragam putih-merah yang dikenakan langsung
  2. Alat tulis

Terima kasih atas perhatian para siswa.
Salam,
Aca Septriasa
Panitia Kegiatan Mini Museum Kelas V

Demikian pembahasan mengenai Membaca dan Menulis Pengumuman. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:43 AM

Menemukan Informasi Pada Brosur Museum Benteng Vredeburg

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V sekolah dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Menemukan Informasi Pada Brosur. Tujuan kegiatan ini adalah melalui kegiatan membaca, peserta didik dapat menemukan informasi yang ada di dalam sebuah brosur yang dibacanya dengan membaca sekilas. Melalui kegiatan menyimak, peserta didik dapat memahami isi brosur dan membandingkannya dengan cara membaca memindai.

Brosur museum adalah selebaran cetakan kertas yang berisi keterangan singkat namun lengkap tentang suatu museum. Fungsi brosur adalah untuk menginformasikan mengenai apa saja yang ada di museum tersebut. Pengunjung museum akan bertambah pengetahuannya tentang apa saja yang ada di museum tersebut jika mereka melihat brosur.

Banyak museum membagikan brosur untuk diberikan kepada pengunjung. Brosur ini sebagai panduan bagi pengunjung untuk mengetahui informasi penting tentang museum. Apa sajakah informasi yang terdapat di dalamnya? Bagaimana pengunjung dapat mencari informasi yang diinginkannya segera? Mari kita cari tahu.

Sekarang, amati brosur Museum Benteng Vredeburg di bawah ini. Luangkan satu hingga dua menit untuk memindai brosur tersebut.Informasi apa saja yang dapat ditemukan pada brosur? Apa petunjuk yang kalian lihat?
Vredenburg
Museum Benteng Vredeburg adalah salah satu museum bersejarah di Indonesia. Terletak tepat di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Alamat Jalan Ahmad yani No. 6 Jogjakarta.

Waktu kunjungan :
Selasa-Kamis 07.30 - 16.00 WIB.
Jumat-Minggu 07.30 - 16.30 WIB.
Senin Tutup

Harga Tiket Masuk :
Anak Rp2.000,00
Dewasa Rp3.000,00
Dewasa Rombongan Minimum 20 Orang Rp2.000,00
Turis Asing Rp10.000,00

Infografik Museum Benteng Vredeburg
Infografik
  1. Dibangun tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I.
  2. Koleksi sejarah: bangunan, foto, lukisan, dan artefak sejarah kemerdekaan Indonesia lainnya.
  3. Diorama : a. Diorama 1: Peristiwa Perjuangan Pangeran Diponegoro sampai masa  pendudukan Jepang di Yogyakarta. b. Diorama 2: Peristiwa sejarah proklamasi kemerdekaan hingga agresi militer Belanda di Indonesia. c. Diorama 3: Peristiwa Perjanjian Renville hingga pengakuan kedaulatan  Republik Indonesia Serikat. d. Diorama 4: Peristiwa sejarah periode Negara Kesatuan Republik  Indonesia hingga pada masa Orde Baru.

Peta Lokasi
Peta Lokasi
Kosa Kata Baru
  1. diorama : model miniatur tiga dimensi yang menggambarkan sebuah peristiwa
  2. narahubung : penyedia informasi untuk pihak luar
  3. turis : wisatawan 

Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat. Tunjukkan letak informasi jawaban pada brosur. 
1. Di kota mana museum tersebut berada?
Yogyakarta
2. Berapakah harga tiket masuk museum bagi satu orang dewasa?
Rp3.000,00. 
3. Pada hari apakah museum tidak dapat dikunjungi?
Hari Senin. 
4. Berapakah perbedaan harga tiket anak dengan dewasa?
Rp1.000,00.
5. Apa saja jalur komunikasi yang dapat digunakan untuk menghubungi museum ini?
Nomor telepon, Whatsapp, surel (email). 
6. Bagaimana cara menuju Diorama 4 dari pintu masuk Gerbang Timur?
Dari pintu gerbang, berjalanlah lurus ke depan, melewati gedung letak diorama. Setelah itu, belok ke kiri. Diorama 4 ada di seberang jalan.
7. Di manakah letak Diorama 2?
Diorama 2 terletak di antara Diorama 1 dan 2
8. Apa persamaan dan perbedaan Diorama 1 dan 3?
Sama-sama terletak di Bagian Tengah Benteng dan terdapatminirama di dalamnya. Bedanya, Diorama 1, terdapat 11 minirama peristiwa Pangeran Diponegoro. Sedangkan Diorama 2, terdapat 19 minirama sejarah proklamasi-agresi militer Belanda.
9. Bagaimana cara menuju ke Museum Sonobudoyo jika kalian sedang berada di Benteng Vredeburg?
Dari pintu keluar Museum Vredeburg, belok kiri menyusuri Jalan Ahmad Yani. Setelah itu, belok ke arah Jalan Pangurakan. Sampailah di Museum Sonobudoyo
10. Apakah nama gedung yang berlokasi tepat di seberang Museum Benteng Vredeburg?
Kantor Pajak.

Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang isinya menyatakan ajakan, harapan, dan larangan.
Kalimat Perintah
  1. Kalimat yang sifatnya menyatakan ajakan biasanya dimulai dengan kata ayo, ayolah, mari, marilah.
  2. Kalimat yang sifatnya menyatakan harapan biasanya dimulai dengan kata hendaknya atau harap. 
  3. Kalimat yang sifatnya menyatakan larangan yang lunak biasanya dimulai dengan kata jangan atau janganlah.Kalimat yang sifatnya menyatakan larangan yang keras biasanya dimulai dengan kata dilarang dan dapat diikuti dengan sanksi.

Demikian pembahasan mengenai Menemukan Informasi Pada Brosur Museum Benteng Vredeburg. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:55 AM

Membaca Teks Berkunjung ke Gedung Djoeang ‘45 Solo

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas v sekolah dasar Kurikulum Merdeka BAB VI Cinta Indonesia terdapat kegiatan membaca teks Berkunjung ke Gedung Djoeang ‘45 Solo. Tujuan kegiatan ini adalah melalui kegiatan membaca, peserta didik dapat membaca dan memahami isi teks “Berkunjung ke Gedung Djoeang ‘45”.

Peserta didik membaca dan memahami teks “Berkunjung ke Gedung Djoeang ‘45”. Peserta didik lalu menjawab lima pertanyaan seputar isi teks untuk mengetahui pemahaman peserta didik mengenai isi teks. Selanjutnya, guru membahas enam kosakata baru yang terdapat di dalam teks “Berkunjung ke Gedung Djoeang ‘45”.

Museum adalah tempat penyimpanan koleksi sejarah, seni, budaya, dan ilmu. Mengunjungi museum sangat menyenangkan dan bermanfaat. Mari menambah wawasan sejarah dan menumbuhkan semangat cinta Indonesia lewat wisata museum. Bacalah dengan saksama wacana tentang kunjungan ke museum di bawah ini. Kemudian, bayangkan isi wacana tersebut.

Berkunjung ke Gedung Djoeang ‘45 Solo
Pada hari Sabtu yang lalu, aku sekeluarga berkunjung ke Gedung Djoeang ‘45. Gedung itu ada di Jalan Mayor Sunaryo, Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon. Tepatnya di sebelah timur Beteng Trade Center (BTC). Jarak rumahku ke museum sejauh 20 km. Waktu tempuh perjalanan sekitar 45 menit dari rumah.
Gedung Juang
Gedung Djoeang ‘45 merupakan gedung bergaya Eropa. Catnya berwarna putih dan terlihat megah sekali. Di halaman depan gedung yang memanjang ke samping, terdapat air mancur dan taman rumput yang hijau. Taman tersebut dipercantik dengan tanaman hias dan gazebo mini, yakni kursi taman yang di atasnya terdapat tanaman rambat. Di bagian kanan halaman gedung terdapat Tugu Prasasti yang menjulang sekitar 10 meter tingginya.

Ruang pertama yang kami temui setelah pintu masuk berisi koleksi foto tempo dulu Kota Solo (Surakarta) zaman penjajahan Belanda. Ada juga beberapa tulisan yang berisi informasi dari Kota Solo pada saat itu. Kami sempat berbicara dengan seorang pemandu museum yang bernama Pak Budi Pur. Beliau menuturkan bahwa Gedung Djoeang ‘45 mulai dibangun tahun 1876 dan selesai tahun 1880, di zaman Belanda. Gedung ini dibangun sebagai pelengkap dan pendukung Benteng Vastenburg yang ada di bagian utara gedung ini.

Setelah melewati ruang pertama, kami sampai di bagian tengah gedung yang berupa ruang terbuka. Di ruang ini terdapat beberapa kursi taman serta lampu jalan bergaya Eropa dan beberapa ornamen lainnya. Banyak pengunjung yang berlama-lama di sana. Ada yang sedang duduk santai, berfoto, atau menjelajahi setiap sudut ruang terbuka mengamati setiap arsitektur khas gedung.

Tidak banyak koleksi barang yang dipamerkan di Gedung Djoeang ‘45. Akan tetapi, suasana masa lalu sangat terasa saat kita di sana. Sangat disarankan untuk mengunjungi Gedung Djoeang ‘45 di sore hari untuk menikmati keindahan arsitektur gedung dan juga bersantai sore di bangku taman yang tersedia di sana.

Jawablah pertanyaan di bawah ini.
1. Ruang apa sajakah yang terdapat di Gedung Djoeang ‘45?
Ruang koleksi foto, ruang terbuka, dan Benteng Vastenburg.
2. Apa keunikan Gedung Djoeang ‘45?
Keindahan arsitektur bergaya Eropa dengan ruang tengah terbuka berbentuk taman.
3. Bagaimana kita mencari tahu suasana tempo dulu dalam Gedung Djoeang ‘45?
Melihat koleksi foto tempo dulu di Ruang 1.
4. Apa tujuan didirikannya Gedung Djoeang ’45?
Gedung ini dibangun sebagai pelengkap dan pendukung Benteng Vastenburg yang ada di bagian utara gedung ini.
5. Kegiatan apa saja yang dapat dilakukan di Gedung Djoeang ‘45? 
Mencari informasi Kota Solo tempo dulu, menikmati arsitektur khas Eropa tempo dulu.

Kosa Kata Baru
Berikut adalah daftar kosakata dari wacana di atas. 
  1. pemandu : orang yang memberikan bimbingan, penerangan, dan petunjuk
  2. koleksi : kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dan sebagainya)
  3. kunjungan : hal mengunjungi
  4. arsitektur : metode dan gaya rancangan suatu bangunan
  5. petunjuk : arah atau bimbingan dalam melakukan suatu hal
  6. zaman : masa, jangka waktu yang menandai sesuatu

Latihan
Lengkapi kalimat di bawah ini. Gunakan kata-kata dari daftar kosakata sebagai petunjuk.
  1. Pemasangan petunjuk arah memudahkan para wisatawan yang berkunjung mendatangi seluruh area wisata.
  2. Gedung Djoeang ’45 yang besar dan kokoh memiliki arsitektur khas kolonial.
  3. Mereka bergegas menuju pintu keluar museum saat jam kunjungan sudah berakhir.
  4. Museum ini memiliki koleksi benda-benda bersejarah zaman kemerdekaan.
  5. Gedung Djoeang ‘45 didirikan pada zaman Belanda.
  6. Para peserta didik menyimak dengan saksama penjelasan pemandu tentang sejarah gedung ini.

Museum bagi suatu bangsa adalah penting. Peradaban suatu bangsa dapat dilihat dari atau lewat Museum-museum yang dimilikinya. Seorang asing yang datang di suatudaerah tidak perlu menjelajah seluruh daerah itu untuk mengenal dan melihat kebudayaan atau sejarahnya. Dengan adanya museum-museum lapangan yang baik keinginan memahami peradaban daerah itu sebagian sudah terjawab. Manfaat museum bagi penduduk pribumi merupakan cermin dari nenek moyangnya.

Demikian pembahasan mengenai teks Berkunjung ke Gedung Djoeang ‘45 Solo. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas V, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:04 AM

Aturan Penggunaan Huruf Kapital

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum merdeka terdapat kegiatan tentang Aturan Penggunaan Huruf Kapital. Tujuan kegiatan pembelajaran kegiatan ini adalah melalui kegiatan latihan, peserta didik dapat menemukan dan memperbaiki kata yang terdapat kesalahan dalam penulisan huruf kapital.

Penggunaan huruf kapital dalam kehidupan sehari-hari merupakan aturan dasar yang wajib dipahami agar bisa menulis dengan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Kegiatan menulis bukan hanya menuangkan ide dan pemikiran yang dimiliki, namun juga harus sesuai aturan agar mudah dipahami. Huruf besar digunakan untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk menegaskan penulisan pada sebuah kata.

Huruf kapital seringkali disebut juga dengan huruf besar yang umumnya digunakan sebagai awalan dalam penulisan sebuah kata. Selain itu, terdapat beberapa aturan yang menegaskan bagaimana aturan penulisan huruf besar yang sesuai dengan aturan.

Hampir sebagian besar aturan yang tertera dalam PUEBI tidak jauh berbeda dengan EYD, namun terdapat beberapa perubahan serta tambahan yang dilakukan. Dalam EYD, huruf besar harus digunakan pada huruf awal nama orang, gelar keagamaan, kehormatan, maupun keturunan. Tujuan penempatan huruf besar dengan baik adalah untuk mempermudah pembaca dalam memahami sebuah informasi yang ada pada sebuah kalimat.

Kesalahan penggunaan aturan penulisan dapat mempengaruhi intonasi pembaca dan bisa memunculkan persepsi yang berbeda dari yang dimaksudkan oleh penulis. Untuk menambah informasi/pemahaman kalian tentang penulisan dalam bahasa Indonesia, kali ini kalian akan belajar tentang penggunaan huruf kapital.
No.Kaidah PenulisanContoh
1.Penulisan bilangan tingkat.
  1. Mari menuju ke ruang utama.
  2. Di mana letak toko itu?
2.Huruf pertama unsur nama orang
  1. Bapak Hussain
  2. Martha Kristina Tiahahu
3.huruf pertama di awal kalimat dalam petikan kalimat langsung
  1. Atika bertanya, “Kapan tugas itu dikumpulkan?”
  2. Bu Guru bertanya, “Di antara kalian, siapa yang bercita-cita ingin menjadi astronot?”
4.huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan
  1. Tuhan Yang Maha Esa
  2. Al-Qur’an
  3. Katolik
5.huruf pertama nama gelar yang diikuti nama orang
  1. Sultan Hasanuddin
  2. Haji Agus Salim
6.huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa
  1. suku Jawa
  2. bahasa Banjar
7.huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya
  1. Selasa, 17 September 2020
  2. hari Waisak
8.huruf pertama nama geografi
  1. Biak, Kalimantan Selatan, Jalan 
  2. Kebahagiaan, Danau Limboto
9.huruf pertama nama unsur peristiwa sejarah
  1. Sumpah Pemuda
  2. Perjanjian Linggarjati
10.huruf pertama nama negara, lembaga,  organisasi
  1. Peraturan Presiden
  2. Perserikatan Bangsa-Bangsa

Latihan
Bacalah tiga paragraf singkat tentang sejarah Museum Ambarawa berikut ini. Salinlah kembali paragraf ini dalam buku kalian dengan penggunaan huruf kapital yang tepat.

1. museum kereta api indonesia awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama stasiun willem i. stasiun ini diresmikan pada tanggal 21 mei 1873 bersamaan dengan dibukanya perlintasan kereta api di jalur kedungjati-ambarawa. museum ini terletak di kota ambarawa, jawa tengah.
Museum Ambarawa
2. pada awal pengoperasiannya, stasiun willem i digunakan sebagai sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi militer di sekitar jawa tengah. setelah di nonaktifkan tahun 1976, stasiun ambarawa dicanangkan sebagai museum kereta api oleh gubernur jawa tengah pada saat itu, supardjo rustam. rencana ini bertujuan untuk menyelamatkan tinggalan lokomotif uap serta sebagai salah satu daya tarik wisata di jawa tengah. stasiun ambarawa dipilih karena Ambarawa memiliki latar belakang historis yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan yakni pertempuran ambarawa. selain itu stasiun ambarawa pada saat itu masih menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan.

3. kini, museum ambarawa menampilkan koleksi perkeretaapian dari masa hindia belanda hingga pra-kemerdekaan republik indonesia yang meliputi sarana, prasarana, dan perlengkapan administrasi. beberapa koleksi sarana perkeretaapian warisan seperti lokomotif uap, lokomotif diesel, kereta dan gerbong dari berbagai daerah dapat dilihat di sana. para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki kereta api wisata relasi ambarawa-tuntang

Jawaban Latihan Menulis Huruf Kapital
1. Museum Kereta Api Indonesia awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I. Stasiun ini diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan dengan dibukanya perlintasan kereta api di jalur Kedungjati-Ambarawa. Museum ini terletak di Kota Ambarawa, Jawa Tengah.

2. Pada awal pengoperasiannya, Stasiun Willem I digunakan sebagai sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi militer di sekitar Jawa Tengah. Setelah dinonaktifkan tahun 1976, Stasiun Ambarawa dicanangkan sebagai Museum Kereta Api oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Supardjo Rustam. Rencana ini bertujuan untuk menyelamatkan tinggalan lokomotif uap serta sebagai salah satu daya tarik wisata di Jawa Tengah. Stasiun Ambarawa dipilih karena Ambarawa memiliki latar belakang historis yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan yakni Pertempuran Ambarawa. Selain itu, Stasiun Ambarawa pada saat itu masih menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan.

3. Kini, Museum Ambarawa menampilkan koleksi perkeretaapian dari masa Hindia Belanda hingga pra-kemerdekaan Republik Indonesia yang meliputi sarana, prasarana, dan perlengkapan administrasi. Beberapa koleksi sarana perkeretaapian warisan seperti lokomotif uap, lokomotif diesel, kereta dan gerbong dari berbagai daerah dapat dilihat di sana. Para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang.

Demikian pembahasan mengenai Aturan Penggunaan Huruf Kapital. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:31 PM

Menulis Angka dan Bilangan

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Menulis Angka dan Bilangan .Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah melalui kegiatan latihan, peserta didik dapat menemukan dan memperbaiki kata yang terdapat kesalahan dalam penulisan angka dan bilangan

Angka merupakan lambang bilangan, sedangkan bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. Penulisan angka dan bilangan dalam bahasa Indonesia harus diperhatikan. Penggunaan dan penulisannya juga tergantung konteks kalimatnya. Dalam buku Standar Aturan Bahasa Penulisan yang Baik dan Benar (EYD) Ejaan Yang Disempurnakan (2015), angka Romawi atau Arab dalam tulisan bahasa Indonesia sebagai lambang bilangan atau nomor.

Angka yang kita pakai ada dua, yaitu angka Arab dan angka Romawi. Angka Arab adalah angka seperti 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, angka-angka yang setiap hari kita pakai. Angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 adalah angka Arab, yang konon dalam buku Filsafat ilmu Jujun S. Sumantri, yang mengalami "metamorfosis" dari angka Arab yang sering kita lihat di halaman Alquran.

Angka Romawi atau bilangan Romawi merupakan sistem penomoran yang berasal dari Romawi kuno. Sistem penomoran ini menggunakan huruf Latin sebagai simbol untuk melambangkan angka numerik. Angka Romawi biasa digunakan untuk penomoran pada bab buku, penomoran pada seri olimpiade olahraga, serta digunakan untuk menandakan waktu pada jam dinding atau jam tangan.
Angka Arab012345678910501005001000
Angka Romawi0IIIIIIIVVVIVIIVIIIIXXLCDM


Sebagaimana telah diketahui secara umum, bahwa lazimnya ada dua macam angka yang digunakan dalam tulisan yaitu angka Arab dan angka Romawi. Di Indonesia sudah ada ketentuan dalam pemakaiannya, apakah dipakai angka Arab atau angka Romawi. Berikut ini beberapa ketentuan mengenai penulisan kedua angka tersebut.
No.Kaidah PenulisanContoh
1.Bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf.Sudah dua kali kami berkunjung ke museum itu.
Jika bilangan ditulis secara berurutan seperti dalam perincian maka ditulis dengan angka/nomorPT Berkah Sejahtera memiliki 35 orang karyawan yang terdiri atas 15 karyawan laki-laki dan 20 karyawan perempuan
2.Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.Tiga pemenang sayembara itu diundang ke Jakarta.
Apabila bilangan pada awal kalimat tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimatnya diubah.Panitia mengundang 250 orang peserta. Catatan: Angka tidak boleh berada di awal kalimat, seperti: 250 orang peserta diundang panitia.
3.Angka yang menunjukkan bilangan besar dapat ditulis sebagian dengan huruf supaya lebih mudah dibaca.Sekolah kami mendapatkan bantuan 250 juta rupiah untuk pengembangan perpustakaan sekolah.
4.Angka dipakai untuk menyatakan satuan ukuran.
  1. panjang -> 8 sentimeter
  2. berat -> 7 kilogram
  3. luas -> 10 hektare
  4. isi -> 10 liter
  5. waktu -> 5 tahun 7 bulan 3 hari 1 jam 20 menit
  6. nilai uang-> Rp5.000,00.
5.Angka dipakai untuk menomori alamat, seperti jalan, rumah, apartemen, atau kamar.
  1. Jalan Pulo Raya I No. 15
  2. Hotel Samudera, Kamar 542
  3. Gedung Wahana, Lantai II, Ruang 201
6.Penulisan bilangan dengan huruf utuh
  1. dua belas (12)
  2. tiga puluh (30)
  3. lima ribu (5.000)
Penulisan bilangan dengan huruf pecahan
  1. setengah atau seperdua (½)
  2. tiga perempat (¾)
7.Penulisan bilangan tingkat.
  1. abad XX
  2. abad ke-20
  3. abad kedua puluh

Latihan
Bacalah teks singkat di bawah ini. Kenali angka dan bilangan yang terdapat pada teks. Apakah penulisannya sudah benar? Kalau belum, tuliskan secara benar dengan menyalin kembali isi paragraf pada buku tulis kalian.
Kri Pasopati
Salah satu wisata sejarah yang dapat dilakukan di Surabaya adalah dengan mengunjungi Monkasel (Monumen Kapal Selam). Di tempat ini terdapat KRI Pasopati 410 yang dijadikan monumen peringatan sejarah perjuangan Indonesia dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah di tahun seribu sembilan ratus enam puluh tiga. 

KRI Pasopati 410 memiliki panjang tujuh puluh enam koma enam meter, lebar 6,3 meter, dan berat seribu tiga ratus ton. Kecepatannya mencapai delapan belas koma tiga knot di atas permukaan laut, dan tiga belas koma enam knot di bawah permukaan laut. Hebatnya, KRI Pasopati 410 ini dilengkapi dengan dua belas torpedo uap gas dengan panjang tujuh meter. Kapal ini dapat memuat enam puluh tiga awak kapal termasuk kapten.

Monumen ini beralamat di Jalan Pemuda Tiga puluh Sembilan, Surabaya. Setiap pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar lima belas ribu rupiah per orang. Waktu kunjung museum adalah setiap hari Selasa-Minggu.

Jawaban Latihan Menulis Bilangan
Salah satu wisata sejarah yang dapat dilakukan di Surabaya adalah dengan mengunjungi Monkasel (Monumen Kapal Selam). Di tempat ini terdapat KRI Pasopati 410 yang dijadikan monumen peringatan sejarah perjuangan Indonesia dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah di tahun 1963.

KRI Pasopati 410 memiliki panjang 76,6 meter, lebar 6,3 meter, serta berat 1.300 ton. Kecepatannya mencapai 18,3 knot di atas permukaan laut, dan 13,6 knot di bawah permukaan laut. Hebatnya, KRI Pasopati 410 ini dilengkapi dengan 12 torpedo uap gas dengan panjang 7 meter. Kapal ini dapat memuat 63 awak kapal termasuk kapten.

Monumen ini beralamat di Jalan Pemuda 39, Surabaya. Setiap pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp15.000,00 per orang. Waktu kunjung museum adalah setiap hari Selasa-Minggu.

Angka Arab senantiasa digunakan untuk urutan tak bertingkat. Angka Romawi tidak selalu dipakai untuk urutan bertingkat, tetapi adakalanya juga untuk urutan tak bertingkat dan pengucapannya tanpa ke- di depannya seperti angka Arab biasa.

Demikian pembahasan mengenai Menulis Angka dan Bilangan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kaelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:43 AM

Menulis Laporan Perjalanan Ke Jogjakarta

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Menulis Laporan Perjalanan. Tujuan pembelajaran kali ini adalah melalui menulis laporan perjalanan dengan panduan ADiKSiMBa, peserta didik dapat menulis dengan struktur awal, tengah, akhir dengan baik.

Kalian tentu pernah melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk berwisata atau keperluan lainnya. Kegiatan itu dapat kalian tuangkan dalam bentuk laporan perjalanan. Apakah laporan perjalanan itu? Laporan perjalanan adalah tulisan yang berisi hasil dari kunjungan atau perjalanan ke suatu tempat. Laporan perjalanan berisi fakta atau informasi berdasarkan pengamatan atau pengalaman orang yang melakukan perjalanan. Laporan perjalanan harus ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Laporan perjalanan dapat dituliskan dalam bentuk narasi atau karangan. Kalian tentu masih ingat ADiK SiMBa (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana). Unsur-unsur di dalam laporan perjalanan harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. 

Sekarang, ingat-ingatlah perjalanan menarik yang pernah kalian lakukan. Lalu, buatlah laporan perjalanan dalam bentuk narasi atau karangan. Tuliskan karangan kalian dengan memulai dari bagian awal yang menarik, diikuti bagian tengah yang seru, ditutup dengan bagian akhir yang juga menarik. Gunakan kerangka karangan berikut untuk memudahkan kalian bekerja.

Judul
Awal (1 paragraf)
Ceritakan nama dan waktu perjalanan yang dilakukan (apa dan kapan), orang yang ikut dalam perjalanan (siapa), dan untuk apa perjalanan itu dilakukan (mengapa).

Tengah (2—3 paragraf)
Ceritakan proses perjalanannya (bagaimana). Kalian dapat menceritakan kendaraan yang digunakan, berapa lama waktu yang diperlukan, dan suasana perjalanannya. Kalau kalian mengetahui biaya-biaya dalam perjalanan tersebut, kalian dapat mencantumkannya. Ceritakan suka duka yang dialami selama perjalanan atau saat sampai di tujuan. Ceritakan pula hal-hal yang dijumpai atau dilakukan di tempat tujuan.

Akhir (1 paragraf)
Sampaikan kesan yang kalian dapat dari perjalanan ini. Kalian juga dapat menyampaikan rencana atau saran untuk perjalanan selanjutnya. Misalnya, “Kalau berkunjung ke tempat ini, sebaiknya membawa payung.”

Berikut ini contoh laporan perjalanan :
LAPORAN PERJALANAN KE JOGJAKARTA

1. Awal
Pada akhir tahun pelajaran sekolah kami mengadakan Study Tour ke Jogjakarta. Yogyakarta menjadi tujuan karena terdapat berbagai macam tempat yang bisa menambah pengetahuan siswa; baik itu sejarah, budaya, dan tempat-tempat penting. Kegiatan tersebut dilaksankan pada tanggal 9 Juli 2022. Kegiatan study tour diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI di sekolah kami. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah wawasan siswa mengenai seputar Yogyakarta dan sebagai sarana pengenalan siswa dengan budaya lain yang beragam.

2. Tengah
Kami berangkat ke Yogyakarta menggunakan Bus Pariwisata Sinar Jaya. Kami dijadwalkan berangkat tanggal 9 Juli pukul 23:00 WIB. Namun, bus baru diberangkatkan pukul 23:30 WIB dikarenakan ada kendala dalam administrasi presensi siswa. Biaya dalam melakukan perjalanan wisata study tour ini sebesar Rp.400.000,- dengan rincian sebagai berikut: transportasi: Rp.200.000,-, tiket masuk: Rp.100.000,-, makan dan Minum: 100.000,- Sumber dana kegiatan ini sebagian berasal dari iuran para siswa dan tabungan siswa.
Malioboro
Objek wisata yang kami kunjungi adalah Candi Borobudur, Museum Dirgantara, dan Malioboro. Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini ternyata sangat mengagumkan. Candi dengan banyak stupa ini adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia. Museum Dirgantara Mandalaa berisikan benda-benda koleksi sejarah, dimana sebagian besarnya berupa pesawat terbang yang pernah mengabdikan diri di lingkungan TNI AU. Malioboro adalah sebuah jalan lurus yang menurut narasumber kami membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta yang secara utuh, jalan ini menggabungkan tiga jalan yakni Jalan Margo Mulyo, Margo Utomo, dan Malioboro itu sendiri.

3. Akhir
Selama kami mengikuti kegiatan ini kami sangat senang dan gembira karena bisa melihat kekayaan budaya dan peninggalan sejarah di Indonesia. Jika kalian ingin mengunjungi Malioboro sebaiknya pada waktu sore atau malam hari. Keuntungan mengunjungi Malioboro pada sore hari yakni udara yang tidak terlalu panas. Kalian juga bisa dengan nyaman menikmati suasana Malioboro sambil duduk-duduk di kursi-kursi ruang terbuka yang tersedia.

Demikian pembahasan mengenai Menulis Laporan Perjalanan Ke Jogjakarta. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:21 AM

Majas Metafora teks “Anak-Anak Merapi”

Majas adalah kiasan. Majas metafora adalah kiasan yang menggunakan kata atau kelompok kata yang bukan arti sebenarnya untuk menggambarkan sesuatu. Kata atau kelompok kata tersebut memiliki persamaan atau perbandingan dengan kata yang diwakilinya.

Majas Metafora yang menjadi bagian dari majas yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai berbagai jenis gaya bahasa. Secara garis besar, majas dikelompokkan ke dalam empat jenis sesuai fungsinya seperti majas perbandingan, majas penegasan, majas pertentangan, hingga majas sindiran. Namun, majas sendiri memiliki banyak nama, seperti personifikasi, hiperbola, simile, litotes, metafora, dan lain sebagainya. 

Majas merupakan sebuah gaya bahasa yang berbentuk kiasan, definisi, ibarat, dan perumpamaan yang memiliki tujuan untuk mempercantik makna dan pesan dari sebuah kalimat. Majas atau gaya bahasa juga dipahami sebagai kegiatan pemanfaatan kekayaan unsur bahasa dan penggunaan ragam bahasa tertentu. Berikut ini majas metafora yang terdapat pada bacaan “Anak-Anak Merapi”

Anak-Anak Merapi
Langit masih semburat merah. Hawa dingin masih menggigit tulang. Yono, Panji, dan Ratna berjalan beriringan menuju sekolah. Mereka berangkat lebih pagi untuk tugas piket.

 “Semoga Merapinya baik-baik saja,” gumam Panji.

Anak-anak ini tinggal di lereng Gunung Merapi. Beberapa tahun lalu, wedus gembel menjadi buah bibir orang se-Indonesia. 

Wedus gembel membabi buta, menghanguskan apa saja yang dilaluinya. Seluruh penduduk desa harus mengungsi sampai kondisi membaik kembali. Wajar jika Panji memiliki harapan seperti itu.

“Kata bapakku, Gunung Merapi itu penting bagi kehidupan masyarakat di sini. Kalau Merapi akan meletus, kita sebaiknya menyingkir sebentar. Abu dan lava yang dikeluarkan itu baik untuk menyuburkan tanah,” Ratna angkat bicara. 

 “Iya,” imbuh Yono. “Buktinya, sekarang sawah dan kebun kita makin subur.”

 “Tapi kalau meletus lagi, menakutkan sekali. Gara-gara wedus gembel itu, Si Blendhung meninggal.” Mendung menyelimuti wajah Panji ketika dia teringat sapi kesayangannya.

Ratna dan Yono ikut sedih, tetapi tertawa mendengar Panji mengucapkan kata “meninggal” untuk sapinya. Mereka meminta Panji berlapang dada menerima kenyataan itu.

“Bekas aliran lava Merapi malah menjadi pemikat wisatawan,  ya. Pamanku sering mengantar mereka dengan jip,” ujar Yono.
Anak-Anak Merap
“Aku belum pernah naik jip. Kapan-kapan, ajak aku, ya?” Ratna memohon kepada Yono. Dia sedikit iri. Banyak wisatawan datang ke Merapi untuk bertualang naik jip menyusuri Gunung Merapi. Namun, dia sendiri belum pernah mencobanya.

“Nanti aku bilang pamanku. Biar kita bertiga diajak berkeliling Merapi naik jip,” janji Yono.

Ratna dan Panji bersorak. Panji sudah melupakan Si Blendhung gara-gara janji Yono.

“Kita terlambat!” Yono mengejutkan kedua temannya. 

Mendengar itu, mereka berlarian menuju sekolah.
Cerita oleh B.E. Priyanti

Berikut ini kalimat yang menggunakan majas metafora dalam teks “Anak-Anak Merapi”
No.KataArti Sebenarnya
1.Beberapa tahun lalu, wedus gembel menjadi buah bibir orang-orang di Indonesia.bahan pembicaraan
2.Wedus gembel membabi buta, menghanguskan apa saja yang dilaluinya.menerjang tanpa memilih
3.“Abu dan lava yang dikeluarkan itu baik untuk menyuburkan tanah,” Ratna angkat bicara.mulai berbicara atau memberi pendapat
4.Mereka meminta Panji berlapang dada menerima kenyataan itu.sabar
5.Mendung menyelimuti wajah Panji ketika dia teringat sapi kesayangannyasedih

Demikian pembahasan mengenai Majas Metafora teks “Anak-Anak Merapi”. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:32 PM

Membaca Teks “Anak-Anak Merapi”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan Membaca Teks “Anak-Anak Merapi”. Tujuan kegiatan ini adalah melalui membaca teks “Anak-Anak Merapi”, peserta didik dapat menjelaskan kejadian dan menyebutkan perubahan perasaan tokoh cerita. 

Bacalah teks berikut dengan cermat!  Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan setelahnya.

Anak-Anak Merapi
Langit masih semburat merah. Hawa dingin masih menggigit tulang. Yono, Panji, dan Ratna berjalan beriringan menuju sekolah. Mereka berangkat lebih pagi untuk tugas piket.

 “Semoga Merapinya baik-baik saja,” gumam Panji.

Anak-anak ini tinggal di lereng Gunung Merapi. Beberapa tahun lalu, wedus gembel menjadi buah bibir orang se-Indonesia. 

Wedus gembel membabi buta, menghanguskan apa saja yang dilaluinya. Seluruh penduduk desa harus mengungsi sampai kondisi membaik kembali. Wajar jika Panji memiliki harapan seperti itu.

“Kata bapakku, Gunung Merapi itu penting bagi kehidupan masyarakat di sini. Kalau Merapi akan meletus, kita sebaiknya menyingkir sebentar. Abu dan lava yang dikeluarkan itu baik untuk menyuburkan tanah,” Ratna angkat bicara. 

 “Iya,” imbuh Yono. “Buktinya, sekarang sawah dan kebun kita makin subur.”

 “Tapi kalau meletus lagi, menakutkan sekali. Gara-gara wedus gembel itu, Si Blendhung meninggal.” Mendung menyelimuti wajah Panji ketika dia teringat sapi kesayangannya.

Ratna dan Yono ikut sedih, tetapi tertawa mendengar Panji mengucapkan kata “meninggal” untuk sapinya. Mereka meminta Panji berlapang dada menerima kenyataan itu.

“Bekas aliran lava Merapi malah menjadi pemikat wisatawan,  ya. Pamanku sering mengantar mereka dengan jip,” ujar Yono.

“Aku belum pernah naik jip. Kapan-kapan, ajak aku, ya?” Ratna memohon kepada Yono. Dia sedikit iri. Banyak wisatawan datang ke Merapi untuk bertualang naik jip menyusuri Gunung Merapi. Namun, dia sendiri belum pernah mencobanya.

“Nanti aku bilang pamanku. Biar kita bertiga diajak berkeliling Merapi naik jip,” janji Yono.

Ratna dan Panji bersorak. Panji sudah melupakan Si Blendhung gara-gara janji Yono.

“Kita terlambat!” Yono mengejutkan kedua temannya. 

Mendengar itu, mereka berlarian menuju sekolah. 
Cerita oleh B.E. Priyanti

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! Tuliskan jawaban di buku tulis kalian.
1. Mengapa Ratna dan Yono tertawa mendengar kata “meninggal”?
Yono dan Ratna tertawa mendengar kata meninggal karena kata tersebut kurang tepat jika digunakan untuk hewan.
2. Apa kata yang lebih tepat pengganti kata “meninggal” dalam kalimat Panji?
Kata pengganti meninggal yang tepat adalah mati.
3. Di antara tiga tokoh dalam teks “Anak-Anak Merapi”, ada satu tokoh yang mengalami perubahan perasaan. Semula dia bersedih, kemudian gembira. Siapakah dia?Jelaskan penyebabnya.
Tokoh yang mengalami perubahan perasaan bersedih kemudian gembira adalah Panji. Dia bersedih karena sapinya mati, namun dia gembira karena akan diajak naik jip oleh Yono.

KBBI
  1. mengungsi: v pergi menghindarkan (menyingkirkan) diri dari bahaya atau menyelamatkan diri (ke tempat yang dirasa aman)
  2. lava: n bahan vulkanis dalam keadaan cair yang keluar dari kepundan gunung berapi
  3. petualang: n orang yang bertualang, menjelajah
  4. piket: n kelompok atau regu yang melakukan tugas jaga siang atau malam hari (biasanya dalam kesatuan militer, rumah sakit, kantor, dan sebagainya)
  5. meletus: v pecah atau terbuka dengan tiba-tiba karena adanya tekanan atau dorongan yang sangat kuat sehingga mengeluarkan bunyi yang sangat keras; meledak
  6. vulkanis: a memiliki sifat gunung berapi (vulkan)
  7. lereng: n sisi (bidang, tanah) yang landai atau miring
  8. lahar: n lumpur batu yang keluar dari kawah gunung berapi
  9. jip: n mobil kecil yang kuat, serbaguna, bentuknya segi empat 
  10. posko: n akr pos komando

Jelajah Kata
Perhatikan kata-kata yang disorot kuning pada bacaan di atas. Tahukah kalian artinya?Gunakan kata-kata tersebut untuk melengkapi teka-teki silang berikut agar kalian makin memahami maknanya. 
TTS
Mendatar:
2. terbuka karena tekanan dengan bunyi yang kuat
4. berkaitan dengan gunung berapi
6. sisi tanah yang landai atau miring
7. lumpur berbatu yang keluar dari gunung berapi
8. mobil berbentuk segi empat yang kuat
10. pos komando

Menurun:
1. pergi menyelamatkan diri ke tempat aman
3. cairan panas dari gunung berapi
5. orang yang suka bertualang
9. kelompok atau regu yang menjalankan tugas

Demikian pembahasan mengenai Membaca Teks “Anak-Anak Merapi”. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:03 AM

Menilai Ilustrasi Teks Bertualang di Sabana Sumba

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka terdapat kegiatan membaca teks Bertualang di Sabana Sumba. Tujuan pembelajaran kali ini adalah dengan membaca teks “Bertualang di Sabana Sumba”, peserta didik dapat menyampaikan pendapat tentang kesesuaian ilustrasi terhadap teks dengan baik.

Pada kegiatan ini peserta didik mengamati gambar. Ajak peserta didik mengamati gambar secara terperinci. Perhatikan reaksi peserta didik ketika mengamati gambar. Tanyakan apakah mereka menemukan gambar yang menarik atau ganjil? Katakan bahwa mereka boleh berkomentar apa saja tentang ilustrasi selama ada alasannya.

Mereka boleh juga berpendapat tentang warnanya, komposisi teks dan gambar, atau hal lainnya. Muatan pendapat memang dapat dipertimbangkan dalam asesmen formatif, tetapi itu bukan menjadi bahan penilaian utama. Hal yang lebih diharapkan dari kegiatan ini adalah minat atau antusiasme peserta didik mengamati ilustrasi dan memberikan pendapat. 

Bacalah cerita berikut ini dengan intonasi yang tepat.Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan setelahnya.

Bertualang di Sabana Sumba
“Selamat datang di surga eksotis wilayah timur Indonesia!” Aku tersenyum melihat gaya ramah Arman, sepupuku. Tangannya terentang, terbuka lebar menyambut kedatanganku di Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Sumba Timur. Arman memang sepupu terbaik yang kupunya.

Inilah satu titik di muka bumi yang ingin aku kunjungi. SejakArman bercerita kalau di tempatnya banyak kuda, aku menabung untuk bisa mengunjunginya. Sekarang saatnya tiba.

“Di mana sabananya?” tanyaku tidak sabar.
Sabana
“Lumayan jauh. Sekitar 45 menit dari sini. Namanya Bukit Warinding. Bukit ini adalah rangkaian dataran tinggi sabana yang luas sekali. Wisatawan suka berfoto di bukit ini karena keindahannya,” jawab Arman. “Kebetulan sekarang bulan Juli, sabananya seperti permadani emas. Kalau kamu ke sini bulan November sampai Mei, sabananya menghijau.”

Aku mengangguk-angguk. Aku mengerti, pasti itu karena pengaruh musim.

“Kalau kudanya?” cecarku lagi.

Arman tertawa. Menurutnya, di sekitar Puru Kambera ada sabana lain dengan vegetasi khas Sumba. Sabana itu sering dijadikan destinasi wisata untuk melihat kuda liar Sumba di alam bebas.

Gerombolan kuda akan mudah dijumpai di saat musim kemarau. Itu karena sabana sangat kering sehingga kuda-kuda aktif merumput.

“Kita ke sana sekarang, ya!” seruku bersemangat.

“Besok!” jawab Arman tegas.

Aku sedikit kecewa. Namun, bagaimana lagi. Untuk pergi ke sana ternyata butuh persiapan. Di sana tidak ada angkutan umum, kami harus menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa. Selain itu, di sana tidak ada warung. Pengunjung harus membawa bekal sendiri, terutama air minum, karena Sumba memiliki cuaca panas yang cukup tinggi.

Teks oleh B.E. Priyanti

Setelah membaca cerita “Bertualang di Sabana Sumba”, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Kalian boleh membaca lagi cerita tersebut untuk lebih memahaminya.

a. Bagaimana menurut kalian cerita “Bertualang di Sabana Sumba” secara keseluruhan?
Cerita Bertualang di Sabana Sumba sangat menarik karena baccan tersebut mampu menunjukkan keindahan alam Sumba,
b. Apakah judul cerita sudah menggambarkan isi cerita?
Judul cerita di atas sesuai dengan isi cerita yaitu petualangan di Sabana Sumba.
c. Bagaimana pendapat kalian tentang ilustrasi pada cerita ini?Sebutkan alasan kalian.
Menurutku gambar ilustrasi pada cerita di atas mampu memperjelas maksud dari cerita.
Berdiskusi
Bentuklah kelompok diskusi yang terdiri atas 5—6 orang.
  1. Temukan kata-kata di dalam teks “Sabana Sumba” yang mungkin baru bagi kalian. Cari artinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, lalu tambahkan ke dalam Kamus Kartu kalian.
  2. Carilah sumber bacaan lain tentang sabana! Kalian boleh mencarinya di perpustakaan sekolah, perpustakaan digital, atau di internet. 
  3. Diskusikan informasi yang kalian dapat bersama kelompok kalian. 
Kalian dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai panduan.
a. Selain Bukit Warinding di Sumba, adakah sabana di wilayah Indonesia lainnya?
Sabana Baluran, Jawa Timur, Sabana Gunung Bromo, Jawa Timur, Sabana Cidaon, Taman Nasional Ujung Kulon, Sabana Gunung Merbabu, Taman Nasional Gunung Merbabu, Sabana Kepulauan Komodo, Nusa Tenggara Timur.
b. Adakah sebutan lain untuk sabana? Apakah itu?
Sabana disebut juga dengan padang rumput tropis.
c. Apa saja jenis hewan yang dapat hidup di sabana?
Di sabana hidup hewan-hewan seperti, Kuda, Singa, Zebra, Gajah, Jerapah, dan Kerbau.
d. Bagaimana sebaiknya sikap pengunjung ketika mengunjungi sabana untuk melihat kuda liar? 
Sebaiknya pengunjung tetap menjaga kelestarian lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga keselamatan masing-masing.
e. Bagaimana sebaiknya sikap pengunjung kalau mengunjungi tempat wisata mana pun
Sebaiknya para pengunjung menjaga kebersihan dan menaati peraturan yang ada di tempat wisata.
KBBI
  1. eksotis: a memiliki daya tarik khas karena belum banyak dikenal umum
  2. lanskap: n tata ruang di luar gedung (untuk mengatur pemandangan alam)
  3. sabana: n padang rumput yang ada pepohonannya
  4. vegetasi: n kehidupan (dunia) tumbuh-tumbuhan atau (dunia) tanam-tanaman
  5. destinasi: n tempat tujuan; tempat tujuan pengiriman

Demikian pembahasan mengenai Menilai Ilustrasi Teks  Bertualang di Sabana Sumba. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:00 AM

Soal Latihan Tes Sumatif Tengah Semester I Bahasa Indonesia Kelas IV

Soal Tes Sumatif Tengah Semester merupakan sebutan baru dalam Kurikulum Merdeka. Pada setiap tengah semester biasanya diadakan tes sumatif tengah semester yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman peserta didik terhadap muatan pelajaran yang telah dipelajari. Latihan soal Tes Sumatif Tengah Semester I Bahasa Indonesia untuk kelas 1V SD MI diharapkan dapat membantu kalian belajar di rumah. Berikut ini contoh soal Latihan Tes Sumatif Tengah Semester I Bahasa Indonesia Kelas IV

I. BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A, B, C, ATAU D DI DEPAN JAWABAN YANG PALING TEPAT!

Bacalah Penggalan cerita berikut untuk menjawab soal Nomor 1-3.
Tak Muat Lagi
Lala baru saja pulang sekolah. Cuaca panas membuatnya buruburu masuk rumah. Segelas air dingin, itulah yang diinginkannya. “Kakak pasti haus. Ini, minum dulu.” Kiki menyodorkan segelas air. Adiknya itu memang baik. “Waaaah, terima ka ….” Lala menghentikan ucapannya begitu melihat baju yang dipakai Kiki. Itu baju biru polkadot favoritnya! “Kenapa kamu memakai bajuku?” Lala bertanya dengan kesal. “Kata Ibu, baju ini untukku. Kakak kan sudah tidak pernah lagi memakainya,” jawab Kiki bingung.
Tak Muat Lagi
“Tidak pernah kupakai bukan berarti boleh diambil.” Lala mulai marah. “Ayo ganti bajumu.” “Tapi … baju ini pas untukku.” Kiki mengelak. “Pasti sudah kekecilan untuk Kak Lala.” “Tidak! Ini bajuku, bukan bajumu,” Lala berkeras. Akhirnya, Kiki mengalah. Lala mendapatkan kembali bajunya. Langsung saja Lala ke kamar untuk berganti pakaian. Kiki mengikutinya. “Hmmm, masih cukup.” Lala berdiri di depan cermin. “Kenapa belakangan ini aku tidak pernah memakainya, ya?” Lala terus mematut diri. Awalnya tidak ada masalah, tetapi lama-lama Lala merasa gerah. Dia juga sulit bernapas dengan lega. Kulitnya mulai terasa gatal. Lala lalu berusaha menggaruk punggungnya. Breeet …! “Kak, baju Kakak sobek!” Kiki berteriak.

Cerita oleh Dian Kristiani

1.Tokoh utama dalam penggalan cerita tersebut adalah ...
A.Kiki
B.Lala*
C.Ibu
D.Ayah
2.Permasalahan yang dialami tokoh Lala adalah ...
A.bajunya tak muat lagi*
B.diminta Lala
C.dipakai tidak bilang-bilang
D.memakai seijin ibu
3.Sifat tokoh dalam cerita di atas termasuk jenis tokoh ...
A.antagonis
B.tritagonis
C.protagonis*
D.campuran
4.Tokoh yang memerankan karakter jahat adalah tokoh ...
A.antagonis*
B.protagonis
C.tritagonis
D.campuran
5.Kalimat transitif adalah ...
A.kalimat yang tidak memerlukan objek*
B.kalimat yang memerlukan objek
C.kalimat subjek, predikat, dan keterangan
D.kalimat aktif
6.Sugeng sedang belajar di kamar. Kalimat tersebut merupakan kalimat ...
A.transkriptif
B.positif
C.intransitif
D.transitif*
7.Deni mengantar kue ke pasar. Kata bercetak tebal dalam kalimat tersebut merupakan ...
A.subjek
B.pelengkap
C.objek*
D.keterangan
8.Perhatikan langkah berikut!
(1) Menuliskan kata dasar dan arti yang sudah kamu cari di dalam PUEBI.
(2) Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.
(3) Menuliskan kata sulit yang akan kamu buat untuk kamus sederhana
(4) Menghias gambar yang sesuai dengan kata tersebut.
(5) Menuliskan kata turunan dan kata gabungan untuk kata tersebut.
Urutan langkah pembuatan kamus sederhana yang tepat adalah nomor ...
A.(3) – (1) – (5) – (4) – (2)
B.(2) – (3) – (1) – (5) – (4)*
C.(2) – (5) – (1) – (4) – (3)
D.(5) – (4) – (3) – (2) – (1)
9.Penulisan kata yang benar menurut KBBI adalah ...
A.film*
B.bang
C.apotik
D.bis
10.Berikut ini yang merupakan contoh kalimat intransitif adalah ....
A.Andi berlari sekencang mungkin.
B.Tina belajar matematika dengan serius
C.Kami belajar mengenai jenis-jenis kalimat.
D.Paman pergi ke sawah.*
11.Awalan “me-” pada kalimat berikut yang benar ialah ...
A.mengkayuh
B.memancing*
C.menterjemahkan
D.mensapu
12.Berikut kalimat yang memuat fungsi awalan “me-“ mencari/mengumpulkan ialah ...
A.Paman mengendarai motor dengan aman.
B.Ridwan mengemasi baju-bajunya di dalam kardus.*
C.Abdul menendang bola ke gawang lawan.
D.Anggun mencuci baju putihnya yang baru dibeli.
13.Awalan “me-“ jika ditambahkan dengan kata tiup (me+tiup) menjadi ...
A.metiup
B.mentiup
C.memtiup
D.meniup*
14.Kata me+syarat+kan menjadi ...
A.menyaratkan
B.mengsyaratkan
C.mensyaratkan*
D.mesyaratkan
15.Kata-kata berikut yang mendapatkan imbuhan me- yang tepat adalah ...
A.melapor, menbuat, mecampur
B.menyapu, menjaga, mempagari
C.menaruh, metambah, merebus
D.memancing, menyaring, menggelar*
16.Kata bermakna ganda memiliki sebutan ...
A.homonim*
B.anonim
C.homograf
D.homofon
17.Berikut yang merupakan homonim kata adalah ...
A.bank; bang
B.kabur; kabur*
C.selang; slang
D.bangun; tidur
18.Amatilah kalimat berikut !
Aku mencuci kentang, ... mengupas kentang tersebut.
Kata hubung yang tepat untuk melengkapi kalimat diatas adalah ...
A.lalu*
B.atau
C.tetapi
D.sedangkan
19.Perhatikan dua kalimat berikut !
1. Budi rajin membantu ibunya.
2. Budi rajin mengerjakan PR.
Konjungsi yang tepat untuk menghubungkan kedua kalimat tersebut menjadi sebuah kalimat baru adalah ...
A.tetapi
B.lalu
C.dan*
D.sedangkan
20.Wawan sedang membaca buku puisi. Kata membaca memiliki kata dasar ...
A.mbaca
B.membaca
C.memaca
D.baca*

II. ISILAH TITIK-TITIK DI BAWAH INI DENGAN JAWABAN YANG TEPAT!
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 21-24.
Pada hari Minggu, warga di lingkungan rumahku melaksanakan kerja bakti. Orang tua, remaja, dan anak-anak mulai usia 9 tahun turut serta melaksanakan kerja bakti. Kini, usiaku sudah 9 tahun. Aku pun mengikuti kerja bakti. Aku membantu menumpulkan daun-daunan yang berjatuhan di taman. Tiba-tiba, aku melihat seekor ulat bulu. Ulat bulu tersebut melata di atas daun. Aku kaget. Aku buru-buru lari menjauh. Sejak balita aku sangat takut dengan ulat bulu.
  1. Kegiatan yang dilakukan tokoh dalam cerita tersebut adalah ....
  2. Sifat tokoh aku dalam cerita tersebut adalah ... dan ....
  3. Permasalahan yang dialami tokoh aku dalam cerita tersebut adalah ....
  4. Salah satu kalimat transitif dalam cerita tersebut adalah ....
  5. Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat memiliki fobia.  Makna kata yang dicetak tebal dari kalimat tersebut adalah .... 
  6. Imbuhan yang tepat untuk kata (dayung) adalah ....
  7. Nama lain dari konjungsi adalah ....
  8. Kata penghubung yang dipakai untuk menghubungkan kalimat yang situasinya sama adalah ....
  9. Konjungsi biasanya terletak di ... kalimat.
  10. Perhatikan kalimat berikut! Anhar rajin belajar. Anhar ranking satu dikelas. Kata penghubung yang tepat untuk kalimat diatas adalah ...
III.JAWABLAH PERTANYAAN-PERTANYAAN DI BAWAH INI DENGAN BENAR!
  1. Sebutkan tiga jenis tokoh dalam cerita!
  2. Jelaskan arti dari kalimat intransitif! 
  3. Sebutkan tiga unsur yang harus dimiliki oleh kalimat transitif! 
  4. Jelaskan arti dari argument dalam teks diskusi!
  5. Carilah arti homonim dari kata bulan!

Demikian pembahasan mengenai Soal Latihan Tes Sumatif Tengah Semester I Bahasa Indonesia Kelas IV. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:23 PM

Menulis Puisi tentang Keindahan Alam

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Bab 6 Satu Titik terdapat kegiatan menulis puisi tentang keindahan alam. Tujun pembelajaran pada kegiatan ini adalah dengan menggambarkan keadaan daerah mereka menggunakan kata-kata yang deskriptif, peserta didik dapat menulis puisi dengan baik.

Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat yang berupa kepulauan. Dari banyak pulau yang ada, terdapat empat yang paling besar, yaitu Pulau Waigo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool. Sebagian penduduknya bekerja sebagai nelayan. Raja Ampat menjadi rumah bagi biota laut. Ada sekitar 540 jenis karang, 1.511 jenis ikan, 700 jenis moluska, dan masih banyak lagi lainnya. Sebelumnya kalian sudah membaca cerita “Raja Ampat”. Teks di bawah ini judulnya hampir serupa. Isinya juga menggambarkan keindahan Raja Ampat. Namun, penyajiannya berbeda.

Pada kegiatan ini Guru dan peserta didik membaca puisi “Raja Ampat” bergantian dan saling memberi pendapat. Guru dapat mengajukan pertanyaan pemantik seperti 
  1. Di mana kira-kira penulis berdiri ketika menuliskan puisi ini?
  2. Apa yang dilihat penulis ketika menuliskan puisinya?
  3. Kalimat mana yang tidak kalian mengerti?
  4. Kalimat mana yang menurut kalian menarik?

Setelah itu, sampaikan kepada peserta didik bahwa mereka boleh menulis puisi dengan kalimat mereka sendiri. Minta peserta didik membaca puisi yang ditulisnya. Ajak mereka merasakan dan meresapi kata-katanya. Kalau peserta didik merasakan ada kata-kata yang janggal atau belum sesuai, mereka dapat mengubahnya.

Raja Ampatku
oleh B.E. Priyanti

Dari atas mata memandang
Gugusan pulaumu berdaratan
Laksana untaian mutiara di lautan
Sungguh indah dan menawan

Dari bawah mata menyelam
Airmu beriak tenang membahagiakan
Lambaian terumbu karang dan ikan
Manyapa hangat kehadiran para penyelam

Kalian mungkin bisa menebak bahwa teks “Raja Ampatku” di atas adalah puisi. Ada puisi yang termasuk ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Ada pula puisi bebas yang cara penulisannya lebih bebas, tidak terikat rima, jumlah kata, ataupun jumlah larik.

Puisi merupakan salah satu cara mengungkapkan perasaan atau pikiran melalui tulisan. Kata-kata dipilih dengan tepat dan dirangkai dengan indah. Biasanya perasaan tersebut diungkapkan melalui perumpamaan atau majas.

Contoh: 
  1. Laksana untaian mutiara di lautan (gugusan pulau diumpamakan untaian mutiara)
  2. Lambaian terumbu karang dan ikan menyapa … (karang dan ikan dipersonifikasi seolah-olah seperti manusia)

Dapatkah kalian membayangkan Raja Ampat seperti yang digambarkan pengarang puisi tersebut? Sekarang bayangkan suatu tempat di daerah kalian. Ceritakan keindahannya dalam bentuk puisi.Tahap yang dapat kalian lakukan adalah sebagai berikut.
  1. Tentukan tema puisi kalian. 
  2. Buat daftar kata yang sesuai untuk tempat tersebut. Contoh: jernih, gemericik, dan sejuk → puisi tentang air terjun
  3. Carilah perumpamaan atau majas untuk menggambarkan tempat itu atau suasananya.Contoh: bunyi hempasan ombak → seperti alunan musik 
  4. Tulislah puisi kalian di buku tulis.
  5. Bacalah puisi tulisan kalian dengan nyaring. Rasakan keindahannya.Jika ada kata-kata yang terasa janggal atau belum sesuai, kalian dapat mengubahnya lagi.

Contoh :
Tema : Keindahan alam pantai
Daftar kata : Ombak, pasir, ikan, camar
Pantai
Alam Indah Tepi Pantai
Sang ombak menari-nari di tepian pantai
Menyapa pasir yang terhampar luas
Camar berterbangan di atas ombak
Berharap ikan segar bertemu mereka

Ombak mengusap kedua mata kaki
Terasa dingin hingga ke relung dada
Ikan-ikan kecil genit menggigit telapak kaki
Menambah perasaan suka pada alam ini

Kupandangi kaki langit yang kemerahan
Terasa indah di pandang mata
Kurasa sinar mentari indah inilah
Yang menyatukan langit biru dan laut luas

Kata Baru
pu.i.si
  1. n ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait
  2. n gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus

Bagi sebagian peserta didik, menulis bisa mendatangkan tekanan misalnya karena keterbatasan kosakata atau pengalaman. Guru tidak bisa secara umum memberi petunjuk kepada peserta didik “Ayo, gunakan imajinasi kalian! Bebaskan imajinasi!”Sebagian peserta didik perlu diberi contoh dan diberi panduan. 

Demikian pembahasan mengenai Menulis Puisi tentang Keindahan Alam. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:41 AM