Manfaat Keberagaman dan Melestarikan Keberagaman Budaya

Pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas IV Sekolah Dasar terdapat materi Manfaat Keberagaman dan  Melestarikan Keberagaman Budaya. Tujuan pembelajaran topik C adalah peserta didik dapat mendeskripsikan manfaat keragaman budaya di Indonesia. Peserta didik dapat mendeskripsikan damenerapkan cara melestarikan kebudayaan Indonesia.

Pada topik ini, peserta didik akan mempelajari manfaat keberagaman dan cara melestarikan keberagaman budaya. Peserta didik melanjutkan kegiatan dengan melakukan diskusi dan wawancara mengenai manfaat keberagaman budaya. Hal ini dapat meningkatkan sikap kemandirian dan percaya diri serta membuka diri terhadap pendapat orang lain yang berbeda.

Pada kegiatan membuat jendela informasi dapat melatih peserta didik berbagi, menghormati dan menghargai setiap keberagaman yang ditemukannya. Pada kegiatan refleksi pembelajaran, guru dapat memastikan kesesuaian pemahaman siswa dan meluruskan miskonsepsi.

Dalam keragaman budaya yang kita miliki terdapat manfaat dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, maupun di masyarakat. Manfaat dari keberagaman sosial budaya bangsa Indonesia sebagai berikut.
  1. Menjadi identitas negara di mata dunia.
  2. Memperkaya kebudayaan nasional.
  3. Mempererat persaudaraan.
  4. Saling mengenal satu sama lain.
  5. Dapat dijadikan aset wisata yang menambah pendapatan negara, menciptakan lapangan kerja.
  6. Menjadi ikon pariwisata yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.
  7. Dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan.
  8. Dapat dijadikan sebagai media hiburan yang mendidik.
  9. Menumbuhkan rasa nasionalisme, rasa memiliki dan menghargai.

Agar keberagaman yang kita miliki menjadi penguat dan pemersatu bangsa, maka kita sebagai bagian bangsa dan negara Indonesia sudah sepatutnya menjunjung tinggi nilai-nilai menghargai keberagaman sesuai dengan pengamalan Pancasila. Hal ini dapat diwujudkan dengan menunjukkan sikap seperti :
  1. Menghindari sikap egois.
  2. Lebih membuka diri terhadap pendapat dan pandangan orang lain.
  3. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  4. Bersikap adil dan tidak membeda-bedakan satu sama lain.
  5. Berusaha mengenal dan belajar budaya daerah lain.
  6. Menghormati adat kebiasaan suku bangsa lain.
  7. Tdak memandang rendah suku atau budaya bangsa lain.
  8. Tidak menganggap suku dan budayanya paling tinggi dan paling baik.
  9. Menerima keragaman suku dan budaya sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya.
  10. Lebih mementingkan negara dan kepentingan bersama daripada kepentingan daerah.

Upaya-upaya di atas harus dilakukan oleh semua anggota masyarakat bersama-sama dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan. Dengan demikian keberagaman akan membuat bangsa kita menjadi sebuah bangsa yang kaya dan besar, juga arif dalam bertindak. Banyaknya keberagaman yang ada di Indonesia justru bisa menjadi kekuatan besar terutama jika dilandasi dengan nilai-nilai persatuan dan kesatuan NKRI.

Kita bangga menjadi bagian bangsa Indonesia. Kebanggaan ini dapat diwujudkan dengan menjunjung tinggi, mengapresiasi, dan melestarikan budaya yang kita miliki. Berikut adalah beberapa cara melestarikan keragaman budaya di Indonesia:
  1. Menyaring budaya asing yang masuk Indonesia.
  2. Mengajarkan budaya kepada orang lain.
  3. Mengikuti festival kebudayaan.
  4. Mengenalkan kebudayaan Indonesia di luar negeri.
  5. Mengetahui dan selalu mencari informasi keanekaragaman budaya bangsa Indonesia.
  6. Menghormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan sosial dan adat istiadatnya.
  7. Menghargai hasil kebudayaan suku bangsa lain.
  8. Mempelajari dan menguasai seni budaya bangsa sesuai minat dan kesenangannya.
  9. Melestarikan dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional seperti seni tari, seni musik, dan seni pertunjukan.

Kita harus bangga terhadap kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Kebudayaan yang kita miliki merupakan identitas bangsa Indonesia dan perlu kita lestarikan. Caranya dengan menjaga persatuan dan kesatuan. Kita dapat saling mengenal satu sama lain walaupun berasal dari daerah yang berbeda. Toleransi dalam keberagaman perlu kita bangun agar bangsa semakin kuat, aman, dan damai.

Mari Mencoba
Kali ini kalian akan mencari tahu tentang manfaat keragaman budaya yang ada di Indonesia. Perhatikan langkah berikut.

1. Salinlah tabel berikut pada buku tugas!
No.Nama GuruManfaat Keberagaman Budaya yang Ada di IndonesiaParaf
1.SuginoDapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan
2.SutrisnoMemperkaya kebudayaan nasional
3.Firdaus MuktiMempererat persaudaraan
4.KusmirahayuSaling mengenal satu sama lain
5.Hari MulyantoMenjadi identitas negara di mata dunia

2. Lalu, bertanyalah kepada 5 orang guru atau staf yang ada di sekolah kalian tentang manfaat keragaman budaya yang ada di Indonesia.

3. Setelah wawancara, sampaikan isi wawancara kalian kepada teman-teman yang lain berdasarkan arahan guru kalian.

Kosakata Baru
toleransi: sifat atau sikap menghargai perbedaan yang ada.
Lakukan Bersama
Secara berkelompok, buatlah jendela informasi mengikuti contoh skema di bawah. Diskusikanlah manfaat keberagaman budaya untuk mengisi jendela informasi kalian. Setiap kelompok akan bercerita mengenai jendela informasinya secara bergantian.
Jendela Informasi
a. Apa manfaatnya keberagaman bagi bangsa Indonesia?
Memperkaya kebudayaan nasional, menjadi identitas di mata dunia, kekayaan budaya bagi Bangsa Indonesia.
b. Apakah manfaat keberagaman budaya bagimu?
Dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan, dapat dijadikan sebagai media hiburan yang mendidik, menumbuhkan rasa nasionalisme, mempererat persaudaraan, saling mengenal satu sama lain.

c. Apakah manfaat keberagaman bagi perekonomian bangsa?
Menjadi ikon pariwisata yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, dapat dijadikan aset wisata yang menambah pendapatan negara, menciptakan lapangan kerja.

d. Bagaimana cara melestarikan budaya Indonesia? 
Menyaring budaya asing yang masuk Indonesia, mengajarkan budaya kepada orang lain, mengikuti festival kebudayaan. mengenalkan kebudayaan Indonesia di luar negeri dan lain-lain.

Mari Refleksikan
1. Apa yang sudah kalian pelajari dari aktivitas di bagian ini?
Bisa mempelajari manfaat keberagaman, cara melestarikan kebudayaan, serta sikap terhadap keberagamaan.

2. Apa manfaat keberagaman budaya di Indonesia?
Bisa dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan, dapat dijadikan sebagai media hiburan yang mendidik, menumbuhkan rasa nasionalisme, mempererat persaudaraan, saling mengenal satu sama lain.
3. Apa yang bisa kamu lakukan untuk melestarikan budaya Indonesia?
Mempelajari dan menguasai seni budaya bangsa sesuai minat dan kesenangannya. Melestarikan dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional seperti seni tari, seni musik, dan seni pertunjukan, dan lain-lain.

Demikian pembahasan mengenai Manfaat Keberagaman dan  Melestarikan Keberagaman Budaya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 3:08 PM

Topik B Kekayaan Budaya Indonesia

Pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas IV sekolah dasar terdapat materi Keragaman Budaya Indonesia. Tujuan Pembelajaran pada Topik B adalah peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai keragaman budaya yang ada di Indonesia. Peserta didik dapat mengetahui faktor yang menyebabkan keberagaman di Indonesia. Peserta didik dapat menerapkan sikap menghargai keberagaman di lingkungannya.

Kekayaan Budaya Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya. Banyak suku bangsa dengan bahasa, pakaian, rumah, makanan, dan kesenian yang berbeda-beda. Keragaman ini salah satunya disebabkan karena tempat tinggal yang berbeda-beda. Setiap pulau di Indonesia mempunyai perbedaan keadaan alam. Bahkan, kondisi alam dalam satu pulau bisa saja berbeda-beda. Perbedaan kondisi alam ini memengaruhi cara hidup, kebiasaan, serta budaya penduduknya. Ada beberapa faktor penyebab Indonesia memiliki kekayaan dan keragaman budaya, yaitu:

1. Letak Strategis Wilayah Indonesia
Indonesia berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia juga berada di antara Benua Asia dan Benua Australia. Letak strategis tersebut menjadikan Indonesia berada di tengah-tengah lalu lintas perdagangan. Para pedagang dari berbagai negara datang ke Indonesia membawa agama, adat istiadat, dan kebudayaan dari negaranya. Banyak pendatang menyebarkan agama, adat istiadat, dan kebudayaan negaranya, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja.

2. Kondisi Geografis Negara Kepulauan
Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang terdiri atas 17.491 pulau (berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia (Kemenkomarves) mencatat hingga Desember 2019). Penduduk yang menempati satu pulau atau sebagian dari satu pulau tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa dan budaya sendiri.

3. Perbedaan Kondisi Alam
Kehidupan masyarakat pantai berbeda dengan kehidupan masyarakat pegunungan. Masyarakat pantai lebih banyakmemanfaatkan laut untuk mempertahankan hidupnya, yaitu dengan menjadi nelayan. Sebaliknya, masyarakat yang tinggal di lereng pegunungan memiliki upaya sendiri untuk mempertahankan hidupnya. Mereka lebih memilih mata pencaharian yang berkaitan dengan relief alam pegunungan, misalnya sebagai peternak atau petani sayur. Bagaimana dengan masyarakat yang tinggal di kota? Masyarakat yang tinggal di kota tentu tidak akan menjadi nelayan. Masyarakat kota cenderung untuk membuka usaha, bekerja di kantor, atau bekerja di pabrik.

4. Keadaan Transportasi dan Komunikasi
Kemudahan sarana transportasi dan komunikasi memudahkan masyarakat berhubungan dengan masyarakat lain. Sebaliknya, sarana yang terbatas akan menyulitkan masyarakat dalam berhubungan dan berkomunikasi dengan masyarakat lain. Kondisi ini menjadi penyebab keragaman masyarakat Indonesia.

5. Penerimaan Masyarakat terhadap Perubahan
Keterbukaan masyarakat terhadap sesuatu yang baru, baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat, membawa pengaruh terhadap perbedaan masyarakat Indonesia. Karena keterbukaan ini menyebabkan akulturasi budaya. Budaya yang ada di daerah tertentu akan terpengaruh dengan budaya dari luar.

Mari Mencoba
Mari kita cari keragaman budaya yang ada di sekitar kita! Perhatikan instruksi berikut sebelum memulai.

1. Salinlah tabel informasi keragaman berikut
No.NamaAsal DaerahMakanan KhasBahasaKesenianSukuSenjataTradisi
1.AsepJawa BaratKaredokSundaJaipongSundaKujangNgejrag Bumi
2.TagorSumatera UtaraBika AmbonBatakLagu ButetBatakGaja DompakMangulosi
3.YunansarSumatera BaratRendangMinangTari PiringMinangKarihBalimau
4.EdoPapau BaratPapedaBahasa DaniLagu ApuseDaniPanahPesta Bakar Batu
5.AmirullahSulawesi SelatanPisang EpeBugisTari PakarenaBugisBadik LagecongCemme Passili
6.SutrisnoJawa TengahMendoanJawaKuda KepangJawaKerisSadranan
7.AbimanyuBaliAyam BetutuBaliTari KecakBaliKerisMekare-kare
8.SukirnoJawa TengahLumpiaJawaLagu Gundul PaculJawaKerisDugderan
9.WawanJawa BaratPeuyeumSundaCalungSundaKujangNyekar
10.SujimanJawa TengahKeripik tempeJawaLenggerJawaKerisMitoni

2. Wawancarailah 10 orang teman, guru, atau orang-orang di sekitar kalian mengenai ciri khas budaya di daerahnya. Tanyakan sesuai tabel tersebut.

3. Kumpulkan hasil wawancara sesuai arahan guru kalian.

4. Dengan melihat hasil wawancara, coba jawab beberapa pertanyaan berikut.
a. Apa saja keragaman budaya yang kalian temukan?
Keragaman makanan khas, bahasa, suku, bahasa, dan kesenian daerah.
b. Apa nama suku terbanyak yang kalian dapatkan dari hasil wawancara?
Suku Jawa
c. Apa lagu daerah yang sudah kalian ketahui?
Lagu Butet, Lagu Gundul Pacul, dan Lagu Apuse
d. Apa nama makanan khas yang belum pernah kalian coba? Sebutkan dari mana asalnya!
Bika Ambon dari Medan, Sumatera Utara
e. Mengapa terdapat keragaman budaya di daerah kalian?
Karena memiliki perbedaan kondisi alam, letak geografis, adanya penerimaan masyarakat terhadap perubahan, serta adanya perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi.
5. Guru kalian akan memandu untuk kegiatan diskusi bersama

Setiap wilayah di Indonesia memiliki ciri khas budayanya masing-masing. Mulai dari pakaian adat, makanan tradisional, rumah adat, dan masih banyak lagi. Perbedaan inilah yang membuat Indonesia menjadi indah dan unik.

Lakukan Bersama
Kalian akan di bagi menjadi 6 kelompok dan mewakili salah satu dari 5 pulau besar (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua) dan 1 pulau gabungan (Bali, NTB, dan NTT) di Indonesia. Setiap kelompok akan menggambar peta satu pulau di Indonesia.

Membuat Peta Keberagaman
  1. Siapkan atlas dan buku literatur lainnya!
  2. Baca dan cari tahu provinsi yang ada di pulau pilihan kelompok kalian.
  3. Tulis dan cari tahu ragam budaya di setiap provinsi pada pulau tersebut yaitu, suku, bahasa, rumah adat, makanan khas, senjata tradisional, kesenian, dsb.
  4. Gambarlah pulau dengan ukuran yang besar. Isilah peta dengan gambar ragam budaya sesuai daerahnya. Warnai agar lebih menarik.
  5. Jika sudah selesai, gabungkan dengan kelompok yang lain sehingga menjadi peta keragaman Indonesia yang utuh.
  6. Setiap kelompok akan mempresentasikan pulaunya dengan ragam budayanya
pulau jawa
Mari Mencari Tahu
Apa penyebab keragaman budaya di Indonesia? Mari kita cari tahu bersama. 
  1. Guru telah menyebar kertas-kertas berisi pertanyaan di sekitar kelas.
  2. Berkelilinglah bersama kelompok untuk mengisi pertanyaan di atas meja.
  3. Sepakati batas waktu di setiap meja bersama guru dalam kelompok lainnya.
  4. Guru kalian akan memandu untuk kegiatan diskusi setelah semua kelompok selesai berkeliling.

Mari Refleksikan
1. Mengapa budaya Indonesia beraneka ragam?
Karena Indonesia memiliki kondisi alam yang berbeda-beda, karena letak geografis, adanya penerimaan masyarakat terhadap perubahan, serta adanya perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi.
2. Mengapa perbedaan justru membuat Indonesia unik?
Dengan adanya perbedaan kita akan mengetahui dan saling mengenal keragaman budaya Indonesia sehingga Indonesia menjadi beragam dan memiliki ciri khas sendiri.
3. Bagaimana dengan kondisi keragaman budaya di daerah kalian?
Keragaman budaya didaerahku juga sangat beragam.
4. Faktor apa yang menyebabkan suku bangsa di daerah kalian berbeda dengan daerah lain?
Karena kondisi alam yang berbeda-beda, karena letak geografis, adanya penerimaan masyarakat terhadap perubahan, serta adanya perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi.
5. Bagaimana sikap kalian dalam rangka menghargai keragaman suku bangsa di Indonesia sesuai dengan tujuan pembelajaran sebelumnya?
Merasa bangga terhadap keberagaman suku, ikut melestarikan keragaman budaya di Indonesia dengan cara menggunakan produk lokal, mempromosikan budaya, mengikuti festival kebudayaan, menjadi duta kebudayaan, mempelajari bahasa daerah.

Demikian pembahasan mengenai Topik B: Kekayaan Budaya Indonesia. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:24 PM

Keunikan Kebiasaan Masyarakat di Sekitarku

Pada pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar Bab 6 Topik A: Keunikan Kebiasaan Masyarakat di Sekitarku akan mempelajari tentang kearifan lokal. Tujuan pembelajaran kali ini adalah mendeskripsikan keragaman budaya dan kearifan lokal di daerahnya masing-masing. Serta mengetahui manfaat dan pelestarian keragaman budaya di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan berbagai suku bangsa yang mendiami kepulauan. Setiap masyarakat memiliki budaya yang berbeda-beda serta kebiasaan masyarakat yang unik. Kebiasaan, perilaku, dan nilai-nilai baik yang diwariskan dari nenek moyang yang masih diterapkan di masyarakat dapat disebut kearifan lokal. 

Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk melindungi dan mengolah lingkungan hidup secara lestari. Dapat berbentuk ritual atau upacara adat, kepercayaan, pengelolaan sumber daya alam, cara menanam, dan lain sebagainya. Bisa juga berupa hukum adat yang disepakati bersama.
Kearifan Lokal
Menurut UU No.32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari. Kearifan lokallahir dari pemikiran dan nilai yang diyakini suatu masyarakat terhadap alam dan lingkungannya. Di dalam kearifan lokal terkandung nilai-nilai, norma norma, sistem kepercayaan, dan ide-ide masyarakat setempat. Oleh karena itu, di setiap daerah memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda.

Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal. Adapun ciri-ciri kearifan lokal yaitu:
  1. Memiliki kemampuan mengendalikan;
  2. Mampu bertahan dari pengaruh budaya luar;
  3. Mengakomodasi budaya luar;
  4. Memberi arah perkembangan budaya;
  5. Mengintegrasi atau menyatukan budaya luar dan budaya asli.

Kearifan lokal berkaitan erat dengan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Masyarakat memiliki sudut pandang tersendiri terhadap alam dan lingkungannya dan mengembangkan cara-cara tersendiri untuk memelihara keseimbangan alam serta lingkungan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Fungsi dan manfaat kearifan lokal adalah:
  1. Pengembangan iptek;
  2. Pelestarian dan konservasi sumber daya alam;
  3. Pengembangan sumber daya manusia;
  4. Sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan;
  5. Bermakna sosial
  6. Bermakna etika dan moral;
  7. Sebagai pengetahuan budaya.

Contoh kearifan lokal dalam bidang pemanfaatan sumber daya alam adalah Sasi Laut di Maluku. Sasi merupakan sebuah larangan untuk mengambil hasil alam tertentu. Larangan ini sebagai upaya pelestarian demi menjaga mutu dan populasi sumber daya alam tersebut. Saat ini, Sasi lebih bersifat hukum adat dibandingkan tradisi. Sasi digunakan sebagai cara mengambil kebijakan dalam pengambilan hasil laut dan hasil pertanian. Kebijakannya berupa penentuan masa jeda, yaitu masa dimana warga tidak boleh mengambil sumber daya dari laut dalam waktu tertentu dan di tempat yang telah ditentukan. Dengan adanya Sasi, warga pun lebih bijak dalam mengambil hasil laut, serta ekosistem laut pun tetap terjaga. Inilah salah satu kearifan lokal yang memiliki nilai etika dan moral terhadap alam.

Seiring berjalannya waktu, globalisasi, serta masuknya teknologi, maka kearifan lokal menghadapi tantangan-tantangan yang mengancam keberadaan dan kelestariannya. Berikut adalah cara menjaga kelestarian budaya, yaitu:
  1. Menggunakan bahasa daerah di rumah sesuai dengan asal daerah.
  2. Mempromosikan kekayaan budaya.
  3. Mengikuti kegiatan kebudayaan di lingkungan sekitar.
  4. Menggunakan produk lokal yang bermanfaat bagi masyarakat

Mari Mencari Tahu
Sebelum kalian mengenal warisan kebiasaan budaya di Indonesia, sebaiknya kita mengenal dahulu kebiasaan masyarakat di lingkungan terdekat kalian. Coba tanya kepada teman dan guru kalian kebiasaan yang dilakukan di keluarganya secara turun temurun. Lihatlah contoh pada tabel berikut lalu salin di buku kalian!
NamaPeranKebiasaan Lingkungan Keluarga yang Dilakukan Secara Turun-menurunManfaatParaf
RaniGuruMinum jamu kunyit asam setiap pagiAgar badan tetap sehat
AdiTemanBerbicara bahasa Jawa di rumahAgar bahasa daerah lestari
AgusTemanMemasak makanan khas di hari rayaAgar makanan tradisional tetap lestari
LaniTemanBersilaturahmi saat hari rayaAgar persaudaraan tetap terjaga
UdinTemanTradisi mitoniAgar janin dan ibunya memperoleh keselamatan
WawanTemanUpacara perkawinanAgar upacara tradisional tidak hilang

Lakukan Bersam
Mari mencari tahu keberagaman kearifan lokal atau kebiasaan  warisan turun temurun di daerah kalian. Berikut adalah tahapannya.
1. Buatlah kelompok sesuai dengan arahan guru kalian.

2. Masing-masing kelompok akan mencari tahu kearifan lokal yang ada di lingkungan terdekat kalian.

3. Buatlah kesepakatan dalam kelompok kalian mengenai tugas masing-masing anggota kelompok.

4. Jawablah beberapa pertanyaan berikut berdasarkan data wawancara sebelumnya.
a. Kebiasaan apa yang menurut kalian paling unik di lingkungan?
Kebiasaan memasak makanan khas setiap hari raya.
b. Kebiasaan apa yang ternyata banyak juga dilakukan oleh orang-orang ?
Salah satunya adalah menggunakan bahasa daerah di rumah.
c. Apa nilai dan manfaat yang diturunkan dari kebiasaan ini?
Kebiasaan tersebut mengandung nilai dan norma untuk menjalankan kehidupan
d. Apa yang membuat kebiasan ini bisa hilang?
Kebiasaan tersebut bisa hilang karena pengaruh budaya luar yang masuk, karena tidak dilestarikan, karena tidak digunakan, serta pengaruh keterbukaan informasi.
e. Mengapa ada orang yang sama-sama dari suatu daerah tetapi tidak melakukan kebiasaan yang sama?
Karena kurangnya pengetahuan tentang kebiasaan adat, pengaruh globalisasi, pengaruh keterbukaan informasi
f. Apa yang harus dilakukan agar kearifan lokal ini bisa lestari?
Kearifan lokal dapat lestari dengan digunakan atau diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan bangga menggunakan produk lokal.

Mari Refleksikan
1. Apa kebiasaan masyarakat yang masih terlihat di lingkungan kalian?
Kebiasaan yang masih terlihat antara lain penggunaan bahasa daerah, tradisi adat istiadat.
2. Apa manfaat dan fungsi kearifan lokal yang ada di daerah kalian?
Manfaat kearifan lokal adalah bisa memberikan pandangan dan nilai nilai bermanfaat untuk menjalankan kehidupan.
3. Bagaimana sikap kalian terhadap perbedaan kearifan lokal yang ada?
Sikap saya terhadap perbedaan kearifan lokal yang ada adalah menghargai perbedaan yang ada, toleransi terhadap perbedaan, dsb.
4. Bagaimana cara melestarikan kebiasaan masyarakat yang unik agar tetap lestari?
Cara melestarikan kebiasaan masyarakat yang unik adalah dengan menggunakan produk lokal, mempromosikan kebiasaan masyarakat, mengambil nilai-nilai positif dari kebiasaan masyarakat, dsb.
5. Apa yang akan kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah mempelajari kearifan lokal ini? 
Setelah mempelajari bab ini saya akan menerapkan hal-hal positif yang bermanfaat seperti minum jamu, memakai pakaian batik dan lain-lain

Kearifan lokal adalah kebiasaan, perilaku, dan nilai-nilai baik yang diwariskan dari nenek moyang yang masih diterapkan di masyarakat. 

Fungsi dan manfaat kearifan lokal adalah menjaga kelestarian sumber daya alam, pengembangan ilmu pengetahuan, sumber ilmu pengetahuan, mengembangkan sumber daya alam, memiliki aturan-aturan yang mengatur kehidupan masyarakat setempat

Demikian pembahasan mengenai Keunikan Kebiasaan  Masyarakat di Sekitarku. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:18 PM

IPAS Kelas IV Aku dan Kebutuhanku

Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mengenal cara mendapatkan barang kebutuhan. dan mengaitkan pemahaman terhadap kebutuhan dan keinginan dengan nilai guna barang dan skala prioritas.

A. Kebutuhan Manusia
Setiap makhluk hidup memiliki kebutuhan. Misalnya kebutuhan paling mendasar adalah makanan dan tempat tinggal. Namun, setiap orang juga memiliki kebutuhan lainnya yang berbeda-beda. Lalu, bagaimana caranya kita mendapatkan kebutuhan ini?

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dimiliki atau diperlukan oleh seseorang untuk bertahan hidup dan memiliki kehidupan yang layak. Jenis kebutuhan manusia bermacam-macam. Bila dilihat dari kepentingan atau intensitasnya, kebutuhan manusia terbagi menjadi 3, yaitu:

1. Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan mutlak dan utama dari setiap individu yang harus dipenuhi. Jika kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi, maka individu tersebut akan terancam kehidupannya. Terdapat 3 macam kebutuhan primer, diantaranya:
  • Pangan, adalah kebutuhan utama yakni makanan dan minuman.
  • Sandang adalah kebutuhan utama akan pakaian yang melindungi tubuh manusia dari lingkungan.
  • Papan adalah kebutuhan utama akan tempat tinggal untuk berlindung.
kebutuhan manusia
2. Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan sekunder adalah yang muncul setelah kebutuhan primer dapat terpenuhi. Contoh: telepon genggam, kendaraan, sepatu, dan sebagainya.

3. Kebutuhan Tersier
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang ada atau dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.

Kebutuhan tersier ini biasanya berupa kebutuhan barang mewah untuk memperlihatkan jenjang sosial seseorang atau dapat berfungsi sebagai hiburan. Contoh mobil mewah, pergi berlibur, villa, barang bermerk dan sebagainya. Kebutuhan ini dapat berbeda-beda pada setiap individunya. Tergantung kemampuan ekonomi dan profesi seseorang.

Sebuah kebutuhan bisa jadi berawal dari sebuah keinginan. Keinginan untuk menjadi lebih baik dan hidup lebih layak. Keinginan merupakan fungsi tambahan yang ingin dimiliki. Jika tidak terpenuhi, maka tidak akan mengganggu kelangsungan hidup seseorang. Namun, keinginan pun harus didasari dengan kemampuan diri masing-masing individu.

Bila tidak terkontrol dengan baik, keinginan akan membuat kelangsungan hidup tidak berjalan dengan baik. Maka dari itu, ada baiknya waktu pemenuhan kebutuhan diutamakan terlebih dahulu. Bagaimana mengatur urutan kebutuhan berdasarkan waktunya?

Kebutuhan manusia berdasarkan waktu adalah:
  1. Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan tidak dapat ditunda
  2. Kebutuhan mendesak adalah kebutuhan yang tiba-tiba muncul dan bersifat sangat kritis, sehingga dapat mengancam nyawa jika tidak dipenuhi.
  3. Kebutuhan yang Akan Datang adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi di kemudian hari dan dapat ditunda sebab sifatnya yang tidak mendesak. Kebutuhan ini dapat direncanakan terlebih dahulu.

B. Skala Prioritas
Skala prioritas adalah suatu daftar yang kita buat untuk mengurutkan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya atau berdasarkan tingkat urgensinya. Skala prioritas ini adalah hal yang sangat bermanfaat karena dengan membuat skala prioritas ini, kita bisa memenuhi kebutuhan yang benar-benar penting terlebih dahulu sehingga kita bisa memastikan bahwa setiap kebutuhan yang paling penting akan terpenuhi dan tidak mengganggu kelangsungan hidup kita. Ada empat kuadran yang bisa kita gunakan untuk membedakan kebutuhan kita.

Berikut adalah empat kuadran dalam skala prioritas diri:
  1. Penting dan mendesak: jenis kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang tinggi dan juga harus segera dipenuhi karena akan mengganggu kelangsungan hidup apabila tidak dipenuhi. Misalnya mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan besok.
  2. Penting dan tidak mendesak: jenis kebutuhan yang memiliki tingkat kepentingan tinggi namun pemenuhannya bisa ditunda karena tidak bersifat darurat. Contohnya adalah olah raga.
  3. Tidak penting dan Mendesak: jenis kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang rendah namun harus segera dipenuhi karena bersifat mendesak dan tidak bisa ditunda. Misalnya menjawab panggilan telpon dari teman.
  4. Tidak mendesak dan tidak penting: jenis kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang rendah dan pemenuhannya bisa ditunda. Misalnya menonton film kartun.

Untuk menentukan skala prioritas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
  1. Tingkat urgensi atau keharusan mendesak.
  2. Kesempatan yang dimiliki
  3. Pertimbangan masa depan.
  4. Kemampuan diri.

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menyusun skala prioritas yaitu :
  1. Mencatat semua daftar kebutuhan.
  2. Menyusun tingkat kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya.
  3. Membuat catatan kebutuhan dan alokasi dana
  4. Memilih kebutuhan mulai dari yang paling memberi manfaat secara optimal dari keseluruhan daftar kebutuhan.
  5. Memenuhi kebutuhan sesuai dengan daftar yang telah dibuat.

Mari Mencari Tahu
Mari kita coba mengelompokkan kebutuhan kita berdasarkan kepentingannya.
1. Buatlah tabel seperti contoh berikut di buku tugas kalian.
Skala
2. Buatlah beberapa hal yang kalian butuhkan saat ini. Masukkan kebutuhan tersebut ke kolom tabel yang menurut kalian sesuai dengan kriteria kepentingan kebutuhan kalian. Kalian dapat menambahkan ilustrasi gambar di samping tulisan kalian itu.

3. Jika sudah, duduk berpasangan dengan teman sebelah kalian dan ceritakan alasan mengapa memilih pengelompokan kebutuhan tersebut.

Lakukan Bersama
1. Berkumpullah dengan kelompok yang sudah dibagi bersama guru kalian. Pelajari 4 kolom tabel yang telah kalian buat. 

2. Diskusikan mengenai 4 pernyataan yang berkaitan dengan informasi pada tabel sebelumnya;

a. penting dan mendesak;
Kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang tinggi dan juga harus segera dipenuhi karena akan mengganggu kelangsungan hidup apabila tidak dipenuhi. Misalnya makan, minum, dan tidur
b. tidak penting dan mendesak;
Kebutuhan yang memiliki tingkat kepentingan rendah namun pemenuhannya tidak bisa ditunda karena bersifat darurat. Misalnya memakai payung saat hujan, menjawab telepon, dan membalas chat WA.
c. penting dan tidak mendesak;
Kebutuhan yang memiliki tingkat kepentingan tinggi namun pemenuhannya bisa ditunda karena tidak bersifat darurat. Misalnya membaca buku, berolah raga, dan berkumpul bersama keluarga
d. tidak penting dan tidak mendesak.
Kebutuhan dengan tingkat kepentingan yang rendah dan pemenuhannya bisa ditunda. Misalnya menonton tv, bermain game, dan mengobrol bersama teman
3. Kelompokkan 4 pernyataan tersebut dengan deskripsi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
Kebutuhan Primer :Makan, minum, dan tidur
Kebutuhan Sekunder : Membaca buku, berolah raga, berkumpul bersama keluarga.
Kebutuhan tersier : Memakai payung, menjawab telepon, membalas chat, bermain game, menonton tv, mengobrol bersama teman
4. Diskusikan alasan mengapa kebutuhan-kebutuhan tersebut berada pada posisi tiap kolom dan tuliskan alasannya pada buku tugas.
Kebutuhan seperti makan, minum, dan tidur sangat penting karena jika tidak dipenuhi karena dapat mengancam hidup. Kebutuhan membaca buku, berolah raga, dan berkumpul bersama keluarga memang penting namun dapat ditunda. Kebutuhan menjawab telepon, membalas chat wa, dan memakai payung tidak penting namun harus segera dilakukan. Kebutuhan bermain game, menonton tv, mengobrol bersama teman dapat ditunda.
5. Tunjuklah perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.

Mari Refleksikan
1. Mengapa kalian memiliki kebutuhan?
Saya memiliki kebutuhan untuk menjaga kelangsungan hidup.
2. Apakah kebutuhan hidup kalian sama dengan kebutuhan hidup teman kalian/orang lain?
Setiap orang memiliki beberapa kebutuhan serupa seperti sandang, pangan, papan. Namun ada juga yang memiliki kebutuhan yang berbeda.
3. Apa hal yang menentukan bahwa kebutuhannya itu utama atau tidak?
Hal yang menentukan adalah kepentingan, waktu, faktor kemampuan, mendesak dan penting, urgensitas).
4. Apakah kalian dapat memaksakan kebutuhan kalian kepada orang lain? Mengapa?
Kita tidak bisa memaksakan kebutuhan kepada orang lain karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan kemampuan yang juga berbeda untuk memenuhinya.
5. Mana yang lebih utama kebutuhan atau keinginan?
Kebutuhan yang lebih utama dipenuhi, kalau masih mampu dan keinginan itu termasuk ke dalam kebutuhan yang akan datang, bisa direncanakan.
6. Menurut kalian bagaimana caranya menentukan urutan kebutuhan dari masing-masing orang?
Cara menentukan urutan kebutuhan adalah : menentukan urutan prioritasnya. penuhi atau laksanakan sesuai dengan urutan prioritasnya.

Demikiian pembahasan mengenai IPAS Kelas IV Aku dan Kebutuhanku. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:39 AM

Topik B Bagaimana Aku Memenuhi Kebutuhanku?

Pada pembelajaran IPAS kelas IV Bab 7 mempelajari tentangTopik B Bagaimana Aku Memenuhi Kebutuhanku? Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah Peserta didik dapat mendemonstrasikan pemenuhan kebutuhan masa sebelum uang ditemukan.

A. Bagaimana Aku Memenuhi Kebutuhanku?
Dalam kehidupan, manusia membutuhkan berbagai barang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dari mana kalian mendapatkan semua keperluan tersebut?

Perhatikan percakapan Mia dan Dara pada gambar. Ibu Mia membutuhkan telur dan tepung untuk membuat kue. Ibu warung menyediakan kebutuhan tersebut. Ibu Mia memerlukan ibu warung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, apakah kemudahan seperti ini sudah berlangsung lama dan terjadi di semua tempat?
Pemenuhan Kebutuhan
Keterbatasan itulah yang akhirnya membuat seseorang memerlukan orang lain. Seseorang memerlukan jasa orang lain yang menyediakan kebutuhan itu. Pernahkah kalian ingin tahu bagaimana cara manusia pada zaman dahulu memenuhi kebutuhannya?

Salah satu cara manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah dengan bekerja. Nelayan bekerja di tengah laut untuk mendapatkan ikan. Petani bekerja membajak sawah untuk menghasilkan padi yang dapat dikonsumsi atau dimakan bersama keluarga. Namun ada kalanya kebutuhan manusia tidak dapat terpenuhi. Ada beberapa faktor yang memengaruhi terbatasnya pemenuhan kebutuhan manusia.

1. Kondisi geografis
Letak suatu daerah sangat memengaruhi bentuk aktivitas pemenuhan kebutuhan manusia. Contoh untuk orang yang tinggal di daerah pantai,secara geografis berbatasan dengan laut. Hal ini menyebabkan orang-orang yang tinggal di daerah ini mayoritas hanya dapat menghasilkan kebutuhan yang bersumber pada daya alam laut seperti ikan, kerang, rumput laut, dan sebagainya.

Kebutuhan pangan orang yang tinggal di laut seperti padi, baju, atau hasil pertanian pasti akan terbatas mengingat kebutuhan ini banyak terdapat di daerah dataran rendah. Begitu juga dengan orang yang tinggal dataran tinggi mungkin cukup sulit untuk mendapatkan kebutuhan lauk pauk seperti ikan karena kondisi geografisnya yang jauh dari pantai atau laut.

2. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang dimiliki setiap daerah pasti berbeda-beda dan cukup beragam tergantung dengan kondisi geografis yang dimiliki daerah tersebut. Bagi orang yang tinggal di daerah dataran rendah sumber daya alam hasil tanah akan melimpah ruah, sementara orang yang tinggal di daerah dataran tinggi memiliki keterbatasan itu

3. Sumber Daya Manusia
Tidak semua orang memiliki keahlian yang mumpuni dalam melakukan pengolahan sumber daya alam yang dimiliki daerahnya. Sehingga butuh orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut.

B. Masa Sebelum Uang Ditemukan
Sistem barter adalah sistem tukar barang yang digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan manusia pada masa sebelum uang ditemukan. Pada awalnya setiap orang berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya melalui usaha sendiri. Usaha yang dilakukan antara lain adalah berburu, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan sederhana, serta mencari buah-buahan untuk dikonsumsi sendiri.

Perkembangan selanjutnya manusia dihadapkan pada kenyataan bahwa apa yang dilakukannya tidak cukup memenuhi seluruh kebutuhannya. Keterbatasan kebutuhan, kondisi geografis, dan sumber daya alam memaksa manusia untuk bertukar barang kebutuhan pada masa itu.

Pada tahap awal manusia melakukan pertukaran antara barang dengan barang dari kelompok yang saling membutuhkan. Inilah yang menjadi cikal bakal sistem barter, yaitu sistem jual beli barang ditukar dengan barang.

Kelebihan sistem barter:
  1. Cukup mudah karena hanya bertukar suatu barang dengan barang jenis lainnya.
  2. Mendapat barang bernilai di atas barang yang ditukar.
  3. Adanya keinginan yang sama (keinginan saling bertukar barang)
  4. Barang dapat ditukar berdasarkan kesepakatan.

Kelemahan sistem barter
  1. Sulit mendapatkan orang yang bertukar dengan barang yang dibutuhkan.
  2. Sulit memperoleh barang yang memiliki nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya.
  3. Sulit menemukan orang yang sama-sama ingin bertukar barang yang saling dibutuhkan.
  4. Tidak ada nilai ukur yang pasti.
  5. Hanya dapat dilakukan dalam skala kecil.
  6. Membutuhkan waktu untuk mencapai kesepakatan.

Berikut alasan mengapa orang mulai meninggalkan barter.
  1. Manusia memiliki kebutuhan yang terus bertambah. Sulit rasanya menemukan orang yang berkeinginan sama.
  2. Jumlah manusia bertambah banyak. Ini menyulitkan cara tukar menukar barang karena kadang barang yang diinginkan tidak tersedia atau tidak dimiliki oleh orang lain.
  3. Kesulitan membawa barang yang akan ditukar. Contoh untuk mendapatkan sapi, orang harus bertukar dengan 16 kg karung beras. Ini pastinya akan merepotkan orang yang mau menukarkan sapi tersebut. Pemilik sapi pun juga kesulitan untuk membawa dan menyimpan beras sebanyak itu.

Mari Mencoba
Guru kalian akan meminta kalian merencanakan sebuah kegiatan bermain peran yang akan melibatkan seluruh kelas. Guru kalian akan bertindak sebagai narator. Perhatikan instruksi yang diberikan oleh guru kalian. 
1. Pilih satu daerah tujuan kalian sesuai dengan kartu gambar yang ditunjukkan oleh guru kalian. 
Kartu Gambar
2. Bergabunglah dengan teman yang memilih daerah tujuan yang sama.

3. Ambil satu lembar kertas kosong dan bagi kertas menjadi 3 bagian. 

4. Gambarlah 3 hasil Bumi daerah tujuan kalian lengkap dengan jumlah. Contoh: Pantai menghasilkan 2 kg ikan kerapu, 1 kg rumput laut, dan 4 butir kerang mutiara. 
Pantai
5. Diskusikan dalam kelompok apa saja kebutuhan yang akan digambar.

6. Kemudian jawab pertanyaan berikut.
a. Apakah semua barang yang kalian miliki di kelompok dapat memenuhi semua kebutuhan kalian? 
Tidak
b. Adakah barang atau kebutuhan yang tidak ada di kelompok kalian namun sangat dibutuhkan karena merupakan kebutuhan utama dalam hidup daerah kalian?
Ada misalnya beras, bumbu dapur, dan minyak goreng.
7. Tuliskan hasil diskusi kelompok kalian dalam tabel seperti contoh berikut! Tambahkan 3 kolom di bawahnya.
No.Kebutuhan Yang Tidak Ada Di KelompokAlasan Kalian MembutuhkannyaJumlah Yang Dibutuhkan
1BerasUntuk makanan pokok 1 kg
2Minyak GorengUntuk menggoreng ikan1/2 liter
3Bumbu dapurBahan penambah rasa masakan ikan1 ons

Lakukan Bersama
Bagaimana melengkapi kebutuhan yang tidak ada? Yuk, ikuti instruksi berikut.
1. Diskusikan rencana atau strategi untuk memenuhi semua kebutuhan yang sudah dituliskan pada tabel dengan kondisi bahwa pada zaman itu belum mengenal uang untuk membeli semua kebutuhan tersebut.

2. Laksanakan rencana atau strategi kelompok kalian.

3. Lakukan pengamatan untuk beberapa hal ini dan catat hasilnya di buku tugas.
a. Bagaimana bisa mendapatkan bahan yang kalian perlukan dari kelompok lain?
Dengan melakukan barter.
b. Apakah semua kebutuhan yang kalian perlukan didapat dari satu kelompok saja?
Tidak, kebutuhan kelompokku didapat dari beberapa kelompok yang lain.
c. Bagaimana kalian membuat kesepakatan untuk nilai tukar bahan?
Barang yang ditukar nilainya harus sama atau sebanding dan keduanya saling membutuhkan
.
d. Sikap seperti apa yang perlu ada sehingga setiap kelompok bisa melakukan kesepakatan secara adil?
Sikap jujur, adil dan saling memahami.
4. Presentasikan hasil pengamatan kelompok kalian.

Mari Refleksikan
Tuliskan refleksi kalian dalam bentuk mind map seperti contoh di berikut!
refleksi
Demikian pembahasan Topik B Bagaimana Aku Memenuhi Kebutuhanku? Semoga tulisan ini bermanfaat.


Sumber : Buku IPAS Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:51 PM

IPAS Kelas IV Berkenalan dengan Uang

Pada pembelajaran IPAS Kelas IV Bab 7 akan membahas tentang Bagaimana Mendapatkan Semua Keperluan Kita? Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah Peserta didik dapat mengidentifikasi sejarah singkat beberapa jenis alat tukar dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan manusia. Peserta didik mengetahui nilai dan fungsi uang dalam kegiatan ekonomi manusia. Peserta didik mengetahui jenis uang yang digunakan dalam kegiatan jual beli

Awal digunakannya uang tidak diketahui pasti. Setelah masa barter ditinggalkan, manusia mulai menggunakan barang sebagai alat tukar. Namun tidak semua barang bisa dianggap sebagai uang. Syaratnya adalah berharga dan setara dengan barang yang ditukar. Berikut adalah contoh uang dan barang.

Keterbatasan jumlah dan kelangkaan, uang barang ini mulai ditinggalkan. Perdagangan atau tukar menukar mulai berkembang. Ada sebuah masa ketika logam mulia seperti emas, perak, dan tembaga menjadi pengganti uang barang sebagai nilai tukar.
Emas
Lalu, mengapa uang emas ditinggalkan juga, ya? Emas dianggap memiliki nilai yang tinggi dan tidak semua barang senilai dengan nilai tukar uang emas ini. Contohnya seekor ayam dianggap memiliki nilai tukar rendah dari emas. Uang emas masih digunakan, namun tidak secara umum.

Melihat dari penjelasan sebelumnya, dapat terlihat bahwa uang berfungsi sebagai alat tukar. Bentuk uang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

A. Fungsi Uang
Fungsi Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedakan menjadi dua yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.

1. Fungsi asli
  • Uang sebagai nilai tukar & digunakan sebagai nilai yang dapat ditukarkan untuk mendapat suatu barang atau kebutuhan.
  • Uang sebagai alat ukur & digunakan sebagai nilai hitung besaran suatu barang atau kebutuhan. Contoh Anton ingin membeli sebuah tas senilai Rp50.000,00, ini menunjukkan Anton cukup membayar uang sejumlah Rp50.000,00 untuk sebuah tas.

2. Fungsi turunan
  • Uang sebagai alat pembayaran & untuk membayar tanpa ditukar dengan benda, jasa, atau barang apa pun. Contohnya membayar pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan. 
  • Uang sebagai penunjuk harga & menunjukkan harga/nilai dari suatu barang. Contoh ketika di supermarket bisa kita lihat harga 1 kg mangga adalah Rp11.500,00, harga pensil adalah Rp5.600,00.
  • Uang sebagai alat pembayaran hutang.
  • Uang sebagai alat penimbun kekayaan. Contoh seperti menabung yang dapat digunakan saat ada keperluan mendesak. 

B. Jenis uang
Berdasarkan pengelompokannya, jenis uang dibagi menjadi 4 yaitu:

1. Berdasarkan bahan pembuatnya
  • Uang logam terbuat dari logam, emas, atau perak dan nominalnya kecil seperti Rp100,00, Rp200,00, Rp500,00, dan Rp1.000,00
  • Uang kertas dibuat agar tidak mudah robek, luntur, dan tahan terhadap air. Nominalnya besar contohnya Rp10.000,00, Rp20.000,00, atau Rp100.000,00

2. Berdasarkan nilai
  • Full bodied money (bernilai penuh) merupakan uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominal, misalnya nilai emas pada uang logam Rp500 bernilai sama dengan nominalnya.
  • Representative full bodied money (tidak bersifat penuh) yaitu nilai intrinsik lebih kecil dari nilai nominal. Biasanya terdapat pada jenis uang kertas.

3. Berdasarkan lembaga yang menerbitkan
  • Uang kartal diterbitkan oleh Bank Sentral yaitu Bank Indonesia serta digunakan oleh seluruh masyarakat dalam bentuk logam dan kertas.
  • Uang giral diterbitkan oleh bank umum dalam bentuk cek atau bilyet giro
Uang KartalUang Giral
Berlaku dan digunakan di seluruh lapisan masyarakatBerlaku dan hanya digunakan di kalangan masyarakat tertentu saja
Nominal sudah tertera dan terbatasNominal harus ditulis lebih dahulu sesuai dengan kebutuhan, dan nominalnya tidak terbatas
Dijamin oleh pemerintah.Hanya dijamin oleh bank yang mengeluarkan saja
Ada kepastian pembayaran seperti yang tertera dalam nominal uangBelum ada kepastian pembayaran dan lembaga yang mengeluarkannya

4. Berdasarkan kawasan
  • Uang lokal hanya berlaku disuatu negara tertentu, misalnya mata uang peso hanya dapat digunakan di negara Filipina.
  • Uang regional berlaku di suatu kawasan yang lebih luas daripada uang lokal, misalnya mata uang euro dapat digunakan untuk beberapa negara yang ada di benua Eropa seperti Jerman, Spanyol, Austria, Spanyol, dan lain-lain.
  • Uang internasional berlaku di seluruh dunia sebagai standar pembayaran, contohnya US dollar. 

C. Syarat uang
Uang yang telah disepakati oleh masyarakat harus memenuhi 7 syarat sebagai berikut.
  1. Diterima secara umum (acceptability) yakni kegunaannya harus diterima sebagai alat tukar, penimbun kekayaan, atau pembayar utang.
  2. Ada jaminan artinya harus dijamin pemerintah sehingga penggunaannya untuk berbagai keperluan dapat dipercaya oleh masyarakat.
  3. Nilainya stabil (stability of value) artinya tidak naik-turun (fluktuatif) agar orang bersedia menjadikannya alat tukar.
  4. Mudah disimpan (storable), yaitu bentuk fisik uang tidak terlalu besar atau membutuhkan tempat penyimpanan yang besar.
  5. Mudah dibawa (portability), yaitu uang mudah dipindah alihkan dan tidak menyulitkan pengguna untuk membawanya bepergian.
  6. Tidak mudah rusak (durability) agar dapat digunakan atau tahan untuk jangka waktu yang lama.
  7. Mudah dibagi (divisibility), yaitu memiliki pecahan nominal yang senilai dan dapat dibagi. Contohnya uang Rp100.000,00 dapat dipecah menjadi 2 lembar uang Rp50.000,00 atau 1 lembar uang Rp50.000,00, 2 lembar uang Rp20.000,00 dan 1 lembar uang Rp10.000,00. Fungsi pecahan nominal ini untuk memudahkan pengembalian uang dalam suatu transaksi.

Mari Mencari Tahu
1. Buatlah tabel berikut ini pada buku tugas kalian! Tambahkan 9 baris ke bawah!

2. Lakukan wawancara dengan orang dewasa sekitar kalian. Minta mereka untuk menyebutkan jenis uang yang mereka ketahui dan contohnya. Tuliskan ciri-ciri yang dapat kalian lihat pada uang tersebut.
No.NamaJenis uangParaf
1Bu KusmirahayuUang kertas-
2Pak SutrisnoUang logam-
3Pak Firdaus MuktiUang lokal-
4Bu Tuti HandayaniUang regional-
5Bu Eri Muji AstutiUang Internasional-
6Pak Hari MulyantoUang giral-
7Pak HafidUang kartal-
8Pak SuginoUang bernilai tidak penuh-
9Bu KusriyatiUang bernilai penuh-

Lakukan Bersama
1. Berkumpullah bersama kelompok yang sudah ditentukan. 

2. Siapkan hasil wawancara yang sudah kalian lakukan sebelumnya. 

3. Berdiskusilah tentang hasil wawancara kalian tersebut. Lakukan pengamatan pada beberapa uang logam dan uang kertas yang kelompok kalian miliki.

4. Salin tabel berikut di buku tugas untuk mengisi hasil pengamatan!
No.Nilai NominalGambarCiri Ciri
1.Rp100.000,00
Seratus
  1. Gambar lambang negara (garuda pancasila).
  2. Frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Sebutan pecahan dalam angka dan huruf nominal uang.
  4. Tanda tangan Gubernur Bank Indonesia beserta tulisan “Gubernur” dan tanda tangan Menteri Keuangan Republik Indonesia beserta tulisan “Menteri Keuangan”
  5. Tulisan tahun emisi 
  6. Gambar depan Pahlawan Nasional Indonesia Soekarno Hatta.
  7. Gambar belakang Tari Topeng Betawi, Pemandangan Alam Raja Ampat, Bunga Anggrek​ Bulan
  8. Gambar ornamen batik.
  9. Gambar lingkaran-lingkaran kecil.
2.Rp50.000,00
  1. Gambar lambang negara (garuda pancasila).
  2. Frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Sebutan pecahan dalam angka dan huruf nominal uang.
  4. Tanda tangan Gubernur Bank Indonesia beserta tulisan “Gubernur” dan tanda tangan Menteri Keuangan Republik Indonesia beserta tulisan “Menteri Keuangan”
  5. Tulisan tahun emisi yaitu “Emisi 2016”.
  6. Gambar depan Pahlawan Nasional Indonesia Ir. H. Djuanda Kartawidjaja.
  7. Gambar belakang 
  8. Tari Legong, Pemandangan
  9. Alam Taman Nasional Komodo, Bunga Jepun Bali
  10. Gambar ornamen batik.
  11. Gambar lingkaran-lingkaran kecil.
3.Rp500,00
uang 500
  1. Bahan Aluminium
  2. MukaRelief teks: BANK INDONESIA; Relief gambar:Burung Garuda
  3. Sisi Bergerigi
  4. Belakang Relief Angka: Bunga Melati dan 500; Relief teks: BUNGA MELATI dan RUPIAH
4.Rp100,00
Sertus perak
  1. Bahan Aluminium
  2. Muka : Relief angka: 100; Relief teks: RUPIAH
  3. Sisi : Rata polos; Tanpa gerigi
  4. Belakang : Relief angka: Burung Kakatua Raja dan 100; Relief teks: KAKATUA RAJA dan RUPIAH

5. Setelah mengisi tabel tersebut, diskusikan dengan teman kelompok pertanyaan berikut.
a. Apa fungsi uang?
Sebagai alat tukar dan alat ukur
b. Apakah hanya uang logam dan kertas yang dapat dijadikan alat pembayaran?
Tidak, ada uang giral juga uang elektronik
c. Apakah ada alat pembayaran lain yang kalian ketahui? Sebutkan!
Ada, misalnya saja Kartu kredit, Kartu debit, dan Cek
6. Catat hasil diskusi pada buku tugas kalian

Mari Refleksikan
1. Menurut kalian, apa sebenernya fungsi uang?
Uang berfungsi sebagai alat tukar.
2. Apa jenis uang yang beredar di sekitar kalian?
Uang kertas dan logam.
3. Apa saja yang biasanya kamu lakukan dengan uangmu?
Kita dapat menggunakan uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari
4. Mengapa kita harus berhati-hati dalam menerima dan mengeluarkan uang?
Kita harus berhati-hati saat menggunakan uang karena adanya uang palsu dan agar tidak boros.
5. Bagaimana cara mengatur uang yang baik?
Menggunakan uang sesuai kebutuhan, tidak boros, dan berhati-hati menggunakan uang

Demikian pembahasan mengenai IPAS Kelas IV Berkenalan dengan Uang. Semoga Tulisan ini bermanfaat. 

Sumber : Buku IPAS kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:22 PM

Kegiatan Jual Beli Sebagai Salah Satu Pemenuhan Kebutuhan

Tujuan Pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri terjadinya jual beli. Mengidentifikasi aktivitas ekonomi yang terjadi pada kegiatan jual beli. Memahami proses terjadinya kegiatan ekonomi dalam kegiatan jual beli. Menentukan peran produsen, distributor, dan konsumen dalam alur kegiatan ekonomi.

Pada topik ini peserta didik akan mengenal jual beli sebagai salah satu cara pemenuhan kebutuhan dan kegiatan ekonomi. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui pengamatan sederhana akan melatih kemampuan analisis peserta didik dalam mengidentifikasi syarat terjadinya kegiatan jual beli. Kegiatan ini juga melatih peserta didik untuk berinteraksi dengan orang lain di luar teman dan gurunya.

Setelah itu peserta didik akan belajar mencari informasi secara mandiri terkait urutan kegiatan ekonomi melalui kegiatan identifikasi dan literasi. Dari informasi yang didapatkannya, peserta didik akan belajar berdiskusi dan guru dapat membantu dengan menguatkan pemahaman serta meluruskan miskonsepsi. Kemudian dari pemahaman tersebut peserta didik akan diajak berpikir kritis melalui kegiatan refleksi serta diharapkan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari
Tawar Menawar
Pernahkah kalian pergi ke pasar? Percakapan di atas merupakan gambaran jual beli yang dilakukan oleh manusia sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan hidupnya. Ibu Mira membutuhkan sayuran untuk dimasak sebagai makanan. Ibu Mira berperan sebagai pembeli. Penjual sayur berperan sebagai yang menjual kebutuhan atau penjual. Pasar sendiri adalah tempat jual beli. Namun, ada juga barang yang tidak dapat ditawar. Biasanya ini terjadi pada barang yang sudah mencatumkan harga di kemasannya. Biasanya ini ada di supermarket atau pusat perbelanjaan

Mari Mencari Tahu
Mari kita lakukan pengamatan! Carilah 5 tempat lain atau lebih yang memiliki kegiatan jual beli lainnya di sekitar kalian.
1. Apa ciri-ciri kegiatan jual beli yang tampak oleh kalian?
2. Apa saja barang-barang yang diperjual belikan?
3. Salin tabel seperti contoh berikut pada buku tugas kalian.
No.Nama TempatCiri Ciri Kegiatan Jual BeliYang Diperjualbelikan
1.Pasar Tradisional
  1. Ada barang atau jasa yang diperjualbelikan,
  2. Adanya proses permintaan dan tawar menawar,
  3. Transaksi terjadi ketika ada kesepakatan antaran penjual dan pembeli.
Menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur- sayuran, telur, daging, kain, barang elektronik, jasa, dll.
2.Mini Market
  1. Ada barang atau jasa yang diperjualbelikan,
  2. Tidak adanya proses permintaan dan tawar menawar,
  3. Harga pada setiap barang sudah tertera.
Menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur- sayuran, telur, dan daging.
3.Warung
  1. Ada barang atau jasa yang diperjualbelikan,
  2. Adanya proses permintaan dan tawar menawar,
  3. Transaksi terjadi ketika ada kesepakatan antaran penjual dan pembeli.
Bermacam kebutuhan sehari-hari seperti minyak, sayuran, beras, tepung, gula dan lain sebagainya
4.Toko Buku
  1. Ada barang atau jasa yang diperjualbelikan,
  2. Tidak adanya proses permintaan dan tawar menawar,
  3. Harga pada setiap barang sudah tertera.
Berbagai jenis buku dan perlengkapan sekolah seperti tas dan alat tulis
5.Pasar Hewan
  1. Ada barang atau jasa yang diperjualbelikan,
  2. Adanya proses permintaan dan tawar menawar,
  3. Transaksi terjadi ketika ada kesepakatan antaran penjual dan pembeli.
Hewan seperti kambing, ayam, itik, kelinci, dan bebek

4. Guru kalian akan memandu untuk kegiatan diskusi

Kesimpulan :
Alasan terjadinya jual beli adalah karena adanya keterbatasan kebutuhan dan tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri.
Kegiatan Ekonomi
Tidak semua kebutuhan dapat langsung kita beli begitu saja. Terkadang butuh suatu proses sampai barang atau jasa itu sampai ke tangan kita. Proses membuat (produksi), dikirimkan (distribusi) lalu digunakan (konsumsi).
ekonomi
Kegiatan masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sangat beragam. Ada yang bekerja di sawah, ladang, berjualan di pasar, bekerja di kantor, bekerja di pabrik, maupun pengemudi kendaraan. Semua bentuk kegiatan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.
Kegiatan Produksi
1. Kegiatan Produksi
Produksi merupakan kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Contoh kegiatan produksi antara lain pabrik sepatu, perajin anyaman, dan penjahit pakaian. Kegiatan petani mulai dari menanam, memanen sampai mengolah gabah jadi beras merupakan kegiatan produksi. 

Kegiatan produksi tidak hanya memproduksi barang saja, tetapi juga jasa. Guru, penerjemah, dosen, jaksa adalah contoh kegiatan produksi jasa. Orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.Proses kegiatan produksi memiliki 3 tahapan:

2. Kegiatan Distribusi
Kegiatan penyaluran barang maupun jasa dari produsen ke konsumen. Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut sebagai distributor. Adapun lembaga-lembaga yang menjadi pelaku distribusi seperti agen, pedagang besar atau grosir, dan pengecer.

3. Kegiatan Konsumsi
Kegiatan konsumsi merupakan kegiatan menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya kita membeli tahu di pasar. Tahu tersebut kemudian diolah menjadi masakan untuk dikonsumsi. Dengan demikian kita telah melakukan kegiatan konsumsi.

Selain makan dan minum, kegiatan konsumsi yang dilakukan manusia adalah menggunakan telepon, membeli pakaian, membeli alat-alat tulis, dan membeli barang elektronik. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen.

Kegiatan ekonomi merupakan kegiatan suatu perusahaan atau suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengonsumsi barang dan jasa tersebut. Tujuannya adalah:
  1. Untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan memanfaatkan sumber daya.
  2. Untuk membantu sesama manusia. 
  3. Meningkatkan mutu dan jumlah produksi. 
  4. Mencari keuntungan atau laba

Lakukan Bersama
Kalian telah mengetahui tempat-tempat terjadinya jual beli, bukan? Sekarang belajar lebih lanjut kegiatan ekonomi yang terjadi di tempat jual beli. 
  1. Berkelompoklah dengan 3 orang teman kalian!
  2. Kalian boleh melakukan pengamatan ke warung atau pun supermarket terdekat. Amati kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi yang terjadi dan buatlah catatan kecil.
  3. Diskusikan hasil pengamatan kalian dan tuangkan kegiatan ekonomi yang kalian lihat dalam bentuk mind map atau peta pikiran. Berikan gambar pendukung untuk membuat mind mapkalian lebih menarik dan mudah dipahami.
  4. Guru kalian akan memandu untuk kegiatan presentasi.

Peta Pikiran
Mari Refleksikan
1. Menurut kalian, apa syarat terjadinya jual beli?
Ada keterbatasan kebutuhan, tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, dsb.
2. Menurutmu, bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan apabila barang atau jasanya tidak tersedia dari lingkungan sekitar kita?
Mencari dari tempat lain, membeli dari warung atau tempat jual beli lainnya,membeli di marketplace atau toko daring.
3. Apa saja proses yang terjadi pada kegiatan ekonomi yang ada di sekitarmu?
Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.
4. Apakah kamu pernah berperan menjadi produsen, distributor, atau konsumen? Jelaskan!
Saya pernah berperan sebagai konsumen ketika membeli peralatan tulis di toko buku.
 5. Setelah mempelajari alur kegiatan ekonomi, bagaimana sebaiknya kamu bersikap terhadap barang-barang yang kamu pakai?
Kita harus dapat lebih berhemat, mencari alternatif kebutuhan, dsb.

Demikian pembahasan mengenai Kegiatan Jual Beli Sebagai Salah Satu Pemenuhan Kebutuhan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:20 PM

IPAS Kelas IV Topik A Norma dalam Adat Istiadat Daerahku

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok masyarakat. Dengan kata lain norma adalah aturan yang mengatur tingkah laku manusia. Norma dibuat oleh manusia disesuaikan dengan keadaan masyarakat di suatu wilayah dengan memerhatikan nilai-nilai yang dijunjung pada kelompok masyarakat tersebut.

Hal tersebut menjadikan norma hanya berlaku pada suatu tatanan masyarakat tertentu. Artinya, norma tidak bersifat menyeluruh. Masyarakat berusaha untuk menjunjung tinggi dan mempertahankan norma yang berlaku. Adat istiadat merupakan aturan tidak tertulis yang diakui sebagai hal baik oleh masyarakat, sehingga terus dilakukan dan menjadi sebuah kebiasaan.
Adat Istiadat
Adat istiadat juga berlaku bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tertentu. Artinya, tidak bersifat menyeluruh. Jika dilihat dari kedua pengertian norma dan adat istiadat, dapat dikatakan bahwa adat istiadat merupakan bagian dari norma. Norma atau pun adat istiadat yang ada di lingkungan masyarakat:
  1. Mengucapkan permisi ketika memasuki rumah.
  2. Mencium tangan kedua orang tua ketika hendak pergi.
  3. Tidak meludah di sembarang tempat.
  4. Tidak duduk selonjoran di depan orang lain.
  5. Melakukan upacara adat pernikahan, kematian, maupun rasa syukur terhadap hasil bumi.
  6. Tata cara menanam maupun panen.
  7. Tata cara berburu.

Tahukah kalian, Indonesia dengan segala kekayaan budaya di dalamnya juga memiliki norma dan adat istiadat yang berbeda.
Norma adalah aturan yang berlaku pada suatu wilayah. Adat istiadat adalah aturan tidak tertulis dan diakui sebagai hal yang baik untuk dilakukan. Dengan kata lain, adat istiadat merupakan bagian dari norma.

Mari Mencari Tahu
Pada kegiatan ini, kalian akan mencari informasi mengenai norma maupun adat istiadat yang ada di sekitar kalian melalui wawancara kepada warga sekolah. Kalian dapat memaksimalkan waktu yang kalian miliki untuk melakukan wawancara. Sebelum memulai, perhatikan instruksi berikut dengan saksama.
  1. Buatlah tabel wawancara seperti contoh tabel berikut!
  2. Carilah lima orang narasumber yang dapat kalian wawancara.
  3. Lakukan wawancara sesuai dengan instruksi yang disampaikan oleh guru kalian.
  4. Mintalah izin sebelum memulai. Gunakan etika dan sopan santun saat melakukan wawancara.
  5. Setelah selesai, mintalah paraf orang tersebut di tabel yang kalian buat.
No.NarasumberNorma atau Adat IstiadatDaerah Asal Norma atau Adat IstiadatParaf
1.SuginoJika berbicara kepada orang yang lebih tua menggunakan krama inggilJawa Tengahx
2.SutrisnoTradisi BrobosanJawa tengahx
3.KusmirahayuAcara kenduren/SelamatanJawa Tengahx
4.Fatimah HidayahUpacara Tedak SitenJawa tengahx
5.Eri Muji AstutiAcara ruwatanJawa tengahx

Lakukan Bersama
Dalam kegiatan ini kalian akan berbagi informasi berdasarkan hasil wawancara dan saling menceritakan ciri khas daerah masing-masing. Sebelum mulai, perhatikan instruksi berikut dengan saksama.
  1. Berkumpullah dengan kelompok yang sudah dibagi oleh guru kalian.
  2. Pelajari lembar kerja hasil wawancara kalian.
  3. Diskusikan mengenai norma dan adat istiadat yang telah kalian dapatkan dari hasil wawancara sebelumnya.
  4. Setelah itu ceritakan secara bergiliran mengenai norma dan peraturan yang ada di keluarga dan daerah kalian kepada anggota kelompok.
  5. Simak dan tulis apa yang teman kalian sampaikan.

1. Menggunakan Bahasa Krama Inggil Kepada Orang yang Lebih Tua
Secara sederhana bahasa jawa ngoko digunakan oleh seseorang pada seseorang lain yang seusia atau sudah dikenal dekat. Sedangkan Bahasa Jawa Krama adalah bahasa Jawa halus yang biasanya digunakan ketika berbicara kepada orang tua atau orang yang lebih tua. Bahasa Jawa krama mengajarkan kita untuk lebih bersikap sopan dan menghargai mereka yang lebih tua. Sebagai anak akan terbiasa dilatih untuk menghormati orang lebih tua.

2. Tradisi Brobosan
Salah satu upacara tradisi kematian yang masih dilangsungkan masyarakat Jawa hingga kini adalah brobosan alias berjalan di bawah keranda jenazah. Brobosan dilakukan setelah keranda jenazah dikeluarkan dari dalam rumah menuju tengah halaman.

Brobosan bertujuan agar keluarga yang ditinggalkan dapat melupakan kesedihan yang mendalam. Semua keluarga akan berkumpul dan melakukan ritual ini sebagai perpisahan terakhir sebelum jenazah dimakamkan. Dengan harapan, semua keluarga bisa benar-benar merelakan kepergian

3. Kenduren/Selamatan
Selamatan atau kenduren dilakukan dengan mengundang beberapa kerabat atau tetangga . Secara tradisional acara syukuran dimulai dengan doa bersama, dengan duduk bersila di atas tikar, melingkari nasi tumpeng dengan lauk pauk dan kemuadian di lanjutkan dengan menikmati nasi tumpeng tersebut secara bersama – sama. Biasanya upacara ini di pimpin oleh pemuka agama (Modin). Tujuan dari kegiatan selamatan adalah untuk mendapatkan keselamatan dan perlindungan dari Tuhan yang maha Kuasa.

4. Upacara Tedhak Siten
Tedak Siten juga dikenal dengan sebutan turun tanah. Dalam tradisi Jawa, setiap bayi yang usianya telah mencapai tujuh atau delapan bulan disarankan untuk melakukan ritual adat Tedak Siten. Istilahnya sendiri berasal dari bahasa Jawa, tedhak yang artinya kaki dan Siten (siti) yang berarti tanah.

Upacara turun tanah ini memiliki tujuh rangkaian yang saling berkaitan. Tujuan dilaksanakannya prosesi Tedak Siten adalah untuk mempersiapkan anak agar mampu melewati setiap fase kehidupan. Di mulai dengan tuntunan dari kedua orang tuanya hingga ia mulai berdiri sendiri dan memiliki kehidupan mandiri.

5. Upacara Ruwatan
Ruwatan adalah salah satu ritual penyucian yang masih dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Jawa. Ruwat sendiri dalam bahasa Jawa sama dengan kata luwar berarti dilepas atau dibebaskan. Sehingga Ruwatan berarti upacara untuk membebaskan atau melepaskan seseorang yang diruwat dari hukuman atau kutukan dewa yang menimbulkan bahaya.

Tradisi ruwatan dilakukan sebagai suatu permohonan agar manusia diselamatkan dari gangguan dan bencana yang mengancam hidup dan kehidupannya

Mari Refleksikan
1. Apa hal menarik yang kalian pelajari pada kegiatan kali ini?
Hal menarik pada pembelajaran kali ini adalah mencari informasi mengenai norma maupun adat istiadat yang ada di sekitar kalian melalui wawancara.
2. Apakah kalian mengenali akar budaya kalian?
Ya, saya mengenal akar budaya saya.
3. Dari suku mana ayah, ibu, kakek, dan nenek kalian berasal?
Ayah, ibu, kakek, dan nenek saya berasal dari suku Jawa.
4. Apa saja yang pernah diajarkan ayah, ibu, kakek, dan nenek kepada kalian?
Beberapa yang diajarkan ayah, ibu, kakek, dan nenek antara lain : menjaga sopan santun kepada siapapun, menerima apa adanya, mudah bergaul dan membaur, saat berjalan sungkan mendahului, kebersamaan dan tolong menolong.
5. Apakah kalian harus menggunakan cara bicara tertentu jika berbincang dengan mereka?
Ya, saya menggunakan bahasa krama inggil yang ditujukan kepada yang lebih tua, lebih dihormati, atau orang asing.
6. Bagaimana ajaran yang kalian terima dari ayah, ibu, kakek, dan nenek?
Ajaran yang diterima dari ayah, ibu, kakek dan nenek mengajarkan kepada saya untuk selalu berbuat baik kepada orang lain.
7. Apa yang bisa kalian lakukan untuk menghargai ajaran tersebut?
Yang saya lakukan adalah bersikap rendah hati dengan bertutur kata yang baik, selalu berbuat baik dan memprioritaskan orangtua, membantu mewujudkan impian orangtua, melaksanakan segala perintah orangtua, dan merawat orangtua yang sudah memasuki usia senja.

Belajar Lebih Lanjut
Berkenalan Lebih Dalam dengan Indonesia
Di beberapa daerah, ada aturan adat yang kemudian diserap oleh pemerintah. Aturan adat ini dijadikan peraturan daerah yang mengikat warganya secara hukum. Bahkan, peraturan tersebut diberlakukan secara lebih luas bagi masyarakat yang berada di tempat tersebut, meskipun bukan warga di tempat itu

Masih ingat, siapa perangkat pemerintah yang ada di daerah kalian? Di Bali, ada pemimpin dan petugas adat yang bekerjasama dengan pemerintah daerah. Mereka disebut Pecalang. Pecalang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban wilayah secara umum sehingga upacara adat yang diselenggarakan dapat berjalan dengan tertib dan aman. 
pecalang
Masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memiliki aturan memisahkan wilayah Baduy Dalam dan Baduy Luar. Di wilayah Baduy Dalam, masyarakat sama sekali tidak boleh menggunakan alat elektronik, termasuk kamera. Tidak ada listrik di area tersebut.

Masyarakat juga tidak boleh menggembala ternak di area aliran sungai, tidak diperkenankan masuk ke area hutan tertentu, dan masih banyak aturan lain. Tujuan mereka adalah untuk mempertahankan sistem adat dan melindungi areanya dari perubahan. Mereka memenuhi segala keperluan hidupnya dengan cara mereka sendiri Teknologi yang digunakan pun tradisional dan selaras dengan alam. Misalnya, penyimpanan bahan pangan menggunakan sistem lumbung. 

Masyarakat Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, memiliki kebiasaan berburu paus sekitar bulan Mei-November yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Kebiasaan ini menjadi bagian dari upaya masyarakat tradisional memenuhi kebutuhan protein bagi warganya. Namun, masyarakat ini memiliki peraturan yang harus ditaati warganya, yaitu:
  1. Hanya berburu untuk kebutuhan makan seluruh warganya;
  2. Tidak memperjualbelikan bagian apapun dari paus;
  3. Tidak berburu paus jantan dan betina yang sedang hamil;
  4. Semua aktivitas perburuan dilakukan secara tradisional

Demikian pembahasan mengenai IPAS Kelas IV Topik A Norma dalam Adat Istiadat Daerahku. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV, Kemendikbud

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:33 PM

IPAS Kelas IV Topik B Kini Aku Menjadi Lebih Tertib

Adanya peraturan diharapkan dapat mengatur tingkah laku manusia. Tahukah kalian, ada banyak peraturan atau norma yang dibuat oleh manusia. Ada peraturan yang berlaku hanya di wilayah tertentu, ada juga yang berlaku secara menyeluruh bagi semua warga negara. Peraturan yang ada dibuat dengan mengikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu, dari masa ke masa peraturan akan terus bertambah dan disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Ada peraturan yang tertulis adapula yang tidak tertulis. Apa perbedaan dari kedua peraturan tersebut?

Peraturan dapat diartikan sebagai tatanan (petunjuk, kaidah, ketentuan) yang dibuat untuk mengatur suatu hal. Peraturan ada yang bersifat tertulis maupun peraturan tidak tertulis. Berdasarkan proses penetapannya, peraturan ada yang dibuat berdasarkan kesepakatan bersama namun ada juga peraturan yang dibuat berdasarkan keputusan seorang yang memiliki wewenang.

Peraturan ditentukan dengan tujuan untuk mengatur suatu hal sehingga mencapai suatu tujuan. Setiap kelompok masyarakat bisa saja memiliki peraturan yang berbeda-beda dengan tujuan yang berbeda-beda.Peraturan tertulis merupakan aturan yang mengatur tingkah laku manusia dengan mengacu kepada peraturan yang berlaku di negara. 

Peraturan tertulis biasanya dibuat oleh pemerintah, penguasa negara, maupun pengelola suatu tempat. Peraturan tertulis bersifat memaksa dan mengikat. Adapun sanksi dari peraturan tertulis adalah sanksi yang tegas. 

Peraturan tidak tertulis adalah peraturan yang dibuat oleh masyarakat yang tinggal di wilayah tertentu. Peraturan tersebut berlaku bagi masyarakat tersebut. Contoh peraturan tidak tertulis adalah adat istiadat. Beberapa contoh peraturan tertulis dan tidak tertulis:
Peraturan TertulisPeraturan Tidak Tertulis (Norma)
Mematuhi rambu-rambu lalu lintas Tidak meludah di sembarang tempat
Membayar pajak tepat waktuTidak menyalakan alat elektronik saat hari raya Nyepi di Bali
Menggunakan helm saat berkendaraMenghargai pendapat orang lain
Memiliki SIM dan STNK ketika ingin mengendarai kendaraan bermotorMembungkukan badan saat berjalan melewati orang yang lebih tua.
Siswa harus berseragam sesuai dengan ketentuan sekolah.Melakukan upacara adat pernikahan, kematian, maupun rasa syukur terhadap hasil bumi

Perbedaan Antara Aturan Tertulis dengan Aturan Tidak Tertulis
Peraturan TertulisPeraturan Tidak Tertulis
Aturannya pasti (tertulis) Aturannya tidak tertulis
Mengikat semua orangKadang aturannya tidak tertulis dan tidak pasti
Memiliki alat penegak aturanAda atau tidaknya alat penegak hukum yang tidak pasti
Dibuat oleh penguasa Dibuat oleh masyarakat
Bersifat memaksaBersifat tidak terlalu memaksa
Sangsinya berat Sangsinya ringan

Pentingnya Mematuhi Norma dan Peraturan yang Berlaku
Tujuan dibuatnya norma dan peraturan adalah untuk menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Norma dibuat agar perbedaan kepentingan setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat tidak menimbulkan terjadinya perselisihan, konflik, maupun perpecahan dalam masyarakat. Beberapa pentingnya mematuhi aturan dan norma adalah sebagai berikut :
  1. Sanksi dari peraturan tertulis bersifat memaksa dan tegas, sehingga bagi yang melanggar tidak dapat terhindar dari sanksi tersebut.
  2. Agar membuat pelanggar jera sehingga tidak lagi mengulangi pelanggaran tersebut.
  3. Agar tercipta keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.
  4. Mencegah terjadinya perselisihan, konflik, maupun perpecahan dalam masyarakat

Mari Mencari Tahu
Supaya kalian lebih mengetahui apa itu peraturan dan bagaimana peraturan diterapkan, lakukan aktivitas berikut ini.
  1. Guru kalian akan meminta kalian mengambil satu buah kartu berisi tulisan/gambar lokasi tertentu.
  2. Setelah mengambil kartu itu, ambillah alat tulis kalian. 
  3. Tuliskanlah dalam buku tugas hal-hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan di tempat itu.
  4. Tuliskan juga, apa yang kira-kira akan terjadi jika kalian melakukan hal-hal yang dilarang di tempat itu

Kartu Situasi
Kartu Situasi
Jawaban Kartu Situasi
SituasiHal yang BolehHal yang Tidak BolehAkibat Pelanggaran
Taman bermainMenggunakan fasilitas yang tersediaMembuang sampah sembaranganAkan menjadi tidak nyaman karena kotor
Pergi ke sekolah dari rumahSalam dan meminta doa dari kedua orang tuaTidak pamit dan salam kepada kedua orang tuaDitegur orang tua, orang tua menjadi khawatir
Membayar jajanan di kasir atau kantinMengantriMenyerobot antrian.Kondisi menjadi tidak tertib dan menimbulkan pertengkaran
Saat melaksanakan ulangan di kelasJujurMelihat buku catatan, bertanya kepada temanBerdosa, malu, dan merugikan diri sendiri di masa depan
Menaiki kendaraan bermotorMenggunakan helmTidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM dan STNKBeresiko mengalami kecelakaan dan terkena tilang
Melihat barang bukan miliki kitaMenyerahkan kepada petugas keamananLangsung diambilBerdosa, malu, mendapatkan sanksi, dan merugikan diri
Di pusat perbelanjaanMembayar barang yang dipilihMengambil tanpa membayarBerdosa, malu, dan mendapatkan sanksi
Toilet umumMengantri saat akan menggunakan toiletTidak menyiram jika sudah digunakanMengganggu kenyamanan dan kebersihan

Lakukan Bersama
Pada kegiatan ini, kalian akan diminta untuk bermain peran. Sebelum mulai bermain peran, ada beberapa hal yang perlu kalian persiapkan.
  1. Berkumpulah dalam kelompok kecil berdasarkan kartu yang didapat pada kegiatan sebelumnya. 
  2. Secara berkelompok, kalian akan mendiskusikan dialog singkat berdasarkan situasi pada kartu yang kalian dapatkan.
  3. Buatlah dialog tentang hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
  4. Aturlah pembagian peran dan lakukan latihan dialog sesuai peran masing-masing.
  5. Setiap kelompok akan bermain peran secara secara bergiliran di depan kelas.
  6. Pikirkan akibat dari pelanggaran yang terjadi pada situasi yang dimainkan kelompok lain. Tuliskan dalam buku tugas.
  7. Guru kalian akan memimpin untuk diskusi bersama

Peraturan Tertulis dan Tidak Tertulis
Peraturan ada yang tertulis dan ada juga yang tidak tertulis. Semuanya bertujuan untuk menciptakan situasi yang tertib sehingga kita semua dapat hidup berdampingan secara damai. Di rumah ada peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga. Begitu juga di sekolah, masyarakat, jalan raya, juga tempat ibadah. Apakah ada tempat-tempat di sekitar kalian yang memberlakukan peraturan tertentu?

Peraturan tertulis artinya peraturan dengan sanksi yang memaksa. Biasanya peraturan ini dibuat oleh negara atau pengelola sebuah tempat.

Peraturan tidak tertulis adalah peraturan yang dibuat oleh manusia dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat atau daerah setempat. Sanksi peraturan tidak tertulis ini lebih berupa teguran, peringatan, malu, atau perasaan menyesal pada diri sendiri.

Kosakata Baru
sanksi: hukuman yang diberikan kepada orang yang melakukan pelanggaran

Mari Mencari Tahu
Mari belajar mengenai peraturan tertulis dan tidak tertulis. Simak instruksi berikut dengan saksama, ya.
  1. Buatlah tabel berikut pada buku tulis kalian
  2. Ingat kembali situasi bermain peran yang telah kalian lakukan sebelumnya.
  3. Tuliskan minimal 3 contoh peraturan tertulis dan tidak tertulis dari situasi tersebut.
SituasiPeraturan TertulisPeraturan Tidak Tertulis
Menaiki kendaraan bermotorMembawa SIM dan STNKSaling mendahului
Menggunakan helmBermain ponsel
Menyalakan lampu utama motor pada siang hari Membawa barang bawaan berlebih

Mari Refleksikan
1. Apa hal baru yang kamu pelajari pada kegiatan kali ini?
Saya belajar lebih memperhatikan lingkungan sekitar, jika ada peraturan maka aku harus mematuhinya.
2. Apa sajakah peraturan tidak tertulis yang ada di lingkungan sekitarmu? Dari mana kamu mengetahui peraturan tersebut?
Beberapa peraturan tidak tertulis di lingkungan sekitarku antara lain : menyapa jika bertemu tetangga dijalan, membungkukan badan saat berjalan melewati orang yang lebih tua, tidak boleh mencuri. Saya mengetahui peraturan tersebut dari ayah dan ibu.
3. Apa sajakah peraturan tertulis yang ada di lingkungan sekitarmu? Dari mana kamu mengetahui peraturan tersebut?
Beberapa aturan tertulis di lingkungan sekitar antara lain : tamu yang menginap lebih dari 24 jam wajib lapor kepada ketua RT, tamu dilarang bertamu melebihi jam 22.00, dan warga masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan. Saya mengetahui peraturan tersebut dari stiker yang ditempelkan di pintu rumah.
4. Dampak apa yang kamu rasakan/lihat dengan adanya peraturan?
Dampak adanya peraturan adalah merasa lebih nyaman karena lingkungannya menjadi tertib.
5. Apakah kamu pernah melanggar peraturan? Mengapa?
Pernah, karena aku tidak mengetahui adanya peraturan tersebut.

Demikian pembahasan IPAS Kelas IV Topik B:Kini Aku Menjadi Lebih Tertib. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:31 AM