Modul 7 Setelah Belajar di Tahap Awal (Part 2)

Materi penutup mengajak Anda untuk tidak berhenti dalam belajar. Tentunya kita berharap satuan pendidikan tidak hanya berhenti sampai tahap berkembang, namun terus berupaya mengembangkan organisasinya. Dengan begitu, kita dapat maju ke tahap lain dalam menerapkan kurikulum operasional di satuan pendidikan.

Sebelumnya, kita belajar mengenai komponen pengorganisasian belajar. Pada bagian ini, ibu Bapak telah mempelajari mengenai ragam pendekatan dalam menjadwalkan muatan pembelajaran dikegiatan intrakurikular menyiapkan projek profil dan juga ekstra kurikuler. Umumnya, hasil dari pengorganisasian pembelajaran ini seperti berupa kalender akademik, program tahunan, program semester dan lain sebagainya.
Bagian Akhir
Kedua, mengenai komponen perancangan pembelajaran. Ingat, perancangan ini harus dimulai dari tingkat satuan penidikan ya ibu Bapak. Penyusunan alur tujuan pembelajaran serta pendekatan pembelajaran perlu detentukan di tingkat satuan penidikan. Dengan begitu, saat membuat perancangan di tingkat kelas, para pendidik tinggal menurunkannya saja menjadi dokument perancangan pembelajaran yang bisa dipakai untuk memberikan pembelajaran bermakna bagi peserta didik.

Pendidik boleh memilih. Bisa dalam bentuk seperti rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP, module ajar dan sebagainya yang sesuai. Nah, dalam perancangan dokumen kurikulum operasional satuan penidikan, contoh bentuk alur tujuan pembelajaran, contoh RPP atau modul ajar, dapat disajikan sebagai lampiran dan menjadi panduan bagi para pendidik dalam membuat perancangan pembelajaran di tingkat kelas. 

Lalu pada modul perancangan pembelajaran. Kita juga mempelajari contoh-contoh praktik penerapan prinsip penjajaran yang bisa diterapkan di tahap awal, berkembang, siap, maupun mahir. Nah, langkah selanjutnya adalah melanjutkan perancangan dokumen kurikulum operasional satuan pendidikan untuk komponen 3 dan 4 ini. Tentunya dilakukan bersama-sama dengan perwakilan para pendidik ya, dengan bimbingan dan arahan ibu-bapa sebagai kepala satuan penidikan.

Dokument kurikulum operasional satuan pendidikan adalah dokument berjalan. Artinya bukan sekali dibuat, kemudian sudah selesai. Harus ada proses evaluasi dan peninjauan yang dilakukan secara berkala. Untuk komponen karakteristik satuan pendidikan, setelah visi, misi dan tujuan, dapat ditinjau 4-5 tahun sekali. Sedangkan komponen pengorganisasian pembelajaran dan perancangan pembelajaran, dapat ditinjau minimal 1 tahun sekali. Dengan begitu, kurikulum yang dijalankan oleh satuan pendidikan akan tetap terus relevan dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi satuan penidikan.

Proses evaluasi ini juga akan mendorong satuan penidikan ibu-bapa untuk kembali berrefleksi mengenai kesiapan satuan penidikan. Yang semula ada di tahap awal atau berkembang, karena ini sudah mulai terbiasa kemudian melanjutkan ketahap siap atau mahir. Jadi, selalu ada upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di satuan pendidikan.

Latihan Pemahaman
Implementasi tahap awal merupakan langkah pertama, bukan menjadi akhir.
Jawaban : Benar
Cerita Reflektif
Setelah mempelajari topik ini, saya akan melakukan...
Melakukan evaluasi dan peninjauan dokumen KOSP secara berkala
Soal Post Test
Soai 1 dari 1
Langkah selanjutnya setelah menyelesaikan topik ini adalah..
A. Meninjau kembali dokumen kurikulum operasional yang telah dimiliki
B. Mencoba belajar tahap yang lain
C. Mengerjakan aksi nyata
D. Semua benar

Jawaban : D. Semua Benar

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 7 Setelah Belajar di Tahap Awal (Part 2) platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:55 AM

Modul 6 Implementasi Perencanaan Pembelajaran di Tahap Awal

Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan adalah dokumen dinamis yang terus diperbaharui seiring berjalannya waktu. Ini berarti bahwa isi dan pedoman dalam KOSP dapat terus diperbarui dan disempurnakan sejalan dengan perkembangan waktu dan kebutuhan pendidikan.

Pada komponen perencanaan pembelajaran di dokumen KOSP, contoh ATP, modul ajar atau RPP, dapat disajikan sebagai lampiran. Lampiran ini dapat dijadikan referensi atau patokan bagi para guru dalam membuat perencanaan pembelajaran di tingkat kelas. Namun guru juga tetap diberikan ruang untuk eksplorasi sesuai kebutuhannya.

Dalam merencanakan pembelajaran di tingkat kelas, guru harus memperhatikan prinsip pembelajaran yang disampaikan di modul sebelumnya (Perencanaan Pembelajaran) . Video-video pada modul ini memberikan contoh gambaran pelaksanaan pembelajaran dan asesmen sesuai tahap implementasinya.
Tahap Awal
Rencana pembelajaran dirancang untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran sehari-hari untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Merencanakan pembelajaran tidak bisa terlepas dari merencanakan asesmen

Kita menyadari setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda. Pembelajaran terdiferensiasi menjamin peserta leluasa untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajarnya. Penerapan pembelajaran terdiferensiasi pada tahap awal, guru mula-mula dapat mencoba memberikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mayoritas peserta didik.

Latihan Pemahaman
Pada tahap awal, membuat perencanaan di ruang lingkup satuan pendidikan dapat dilakukan dengan memilih contoh alur tujuan pembelajaran dari referensi yang sudah disediakan kemdikbudristek.
Jawaban : benar
Mana yang merupakan ciri-ciri pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?
Jawaban : Peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran
Untuk mendapatkan informasi mengenai kesiapan belajar peserta didik, pendidik dapat melakukan ....
Jawaban : Asesmen pada awal pembelajaran
Kebutuhan belajar murid sangatlah beragam. Hal yang paling memungkinkan bagi guru untuk dapat memenuhi keberagaman tersebut di tahap awal adalah ….
Jawaban : Menerapkan pembelajaran terdeferensiasi
Cerita Reflektif
Apa hal menarik yang Anda pelajari setelah melihat contoh-contoh penerapan pembelajaran di tahap ini?
Kebutuhan belajar murid sangatlah beragam sehingga guru sebaiknya melaksanakan pembelajaran terdeferensiasi
Soal Post Test
1.Berikut ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pendidik dalam merancang asesmen pada satuan pendidikan di tahap awal, yaitu ....
A.Membayar jasa pembuat soai asesmen pembelajaran dari luar satuan pendidikan
B.Memberikan kesempatan kepada murid untuk memilih jenis asesmen yang ingin dirancang.
C.Menggunakan soai asesmen yang disediakan di dalam buku teks pelajaran ataupun modul ajar
D.Meminta peserta didik untuk membuat soal
Pembahasan :
Jawaban :  C. Menggunakan soai asesmen yang disediakan di dalam buku teks pelajaran ataupun modul ajar
2.Sebagai guru tugas kita adalah melayani murid-murid dengan segala keberagaman serta menyediakan lingkungan dan pengalaman belajar terbaik bagi mereka. Sikap yang relevan dengan pernyataan tersebut adalah ...
A.Bersikap adil ¡tu bukan berarti menyamaratakan perlakuan kepada semua murid
B.Setiap murid memiliki pola belajarnya yang sama
C.Guru bukanlah kunci dari keberhasilan pengembangan program pembelajaran murid-murid di kelasnya
D.Guru tidak membutuhkan dukungan dari komunitas yang lebih besar untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung semua murid
Pembahasan :
Jawaban : A. Bersikap adil ¡tu bukan berarti menyamaratakan perlakuan kepada semua murid
3.Perencanaan pembelajaran dalam ruang lingkup kelas pada tahap awal dapat dilakukan dengan....
A.Memodifikasi contoh alur tujuan pembelajaran
B.Memilih contoh perangkat ajar yang tersedia
C.Memodifikasi contoh asesmen
D.Memilih contoh alur tujuan pembelajaran yang tersedia
Pembahasan :
Jawaban : A. Memodifikasi contoh alur tujuan pembelajaran
4.Model pembelajaran dengan cara peserta didik bekerja secara kelompok untuk mendiskusikan suatu topik tertentu.
A.Model pembelajaran kooperatif
B.Model pembelajaran discovery learning
C.Model pembelajaran berbasis proyek
D.Model pembelajaran inkuiri
Pembahasan :
Jawaban : A. Model pembelajaran kooperatif
5.Perancangan pembelajaran yang berpusat pada murid dapat dilakukan dengan menggunakan....
A.Hasil asesmen awal pembelajaran
B.Hasil asesmen sumatif
C.Nilai rapor
D.Asesmen di buku paket
Pembahasan :
Jawaban :  A. Hasil asesmen awal pembelajaran
6.Hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum menentukan pembelajaran terdiferensiasi adalah.
A.Asesmen sumatif
B.Asesmen formatif awal 
C.Ujian semester
D.Ujian praktek
Pembahasan :
Jawaban : B. Asesmen formatif awal
7.Berikut ini yang bukan merupakan karakteristik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, adalah ...
A.Memenuhi keragaman potensi peserta didik
B.Memenuhi kepentingan pendidik
C.Memenuhi kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar peserta didiK
D.Memenuhi kepentingan peserta didik
Pembahasan :
Jawaban : B. Memenuhi kepentingan pendidik.

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 6 Implementasi Perencanaan Pembelajaran di Tahap Awal Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:22 PM

Modul 5 Perencanaan Pembelajaran Tahap Awal Part 2

Perencanaan pembelajaran meliputi kegiatan perumusan tujuan yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan pembelajaran, metode yang digunakan untuk menilai pencapaian tujuan tersebut, bahan materi yang akan disajikan, cara menyampaikannya, persiapan alat atau media yang digunakan  Agar proses pembelajaran dan asesmen dapat berjalan dengan baik, terdapat prinsip-prinsip yang dapat dipelajari oleh pendidik sebelum merancang pembelajaran. Prinsip-prinsip ini akan membantu pendidik dalam memodifikasi pembelajaran agar lebih bermakna bagi pesertadidik.

PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN
Pembelajaran dirancang mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran jadi bermakna dan menyenangkan. Contoh:
  1. Mengetahui kesiapanbelajar dan pencapaian peserta didik sebelumnya: Membaca laporan basil belajar di kelas sebelumnya. Bertanya dan mendiskusikan capaian peserta didik bersama pendidik di kelas sebelumnya Memetakan kemampuan peserta didik: apakah di kelas terdapat peserta didik dengan kebutuhan khusus atau memiliki gaya belajar yang dominan. Mencari tahu melalui obrolan atau diskusi dengan peserta didik. Pendidik dapat memulainya melalui pertanyaan terbuka, seperti "Apa yang anak-anak ketahui mengenai matematika?" atau "Apa yang kalian sukai dan tidak sukai dari matematika?" Menggali informasi dari orang tua untuk menyesuaikan informasi yang telah diberikan oleh pendidik di kelas sebelumnya
  2. Mencari tahu kegemaran/hobi peserta didik saat ini dapat menjadi ide dalam menyajikan pembelajaran di kelas agar lebih menyenangkan. Misalnya: Menggunakan artikel seputar idola/tokoh/karakter favorit peserta didik sebagai konten belajar/studi kasus. Menggunakan lagu yang sedang populer dan mengubah liriknya sesuai materi yang sedang dipelajari
Perencanaan
2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Contoh:
  1. Pendidik memberikan pertanyaan terbuka yang mampu menstimulasi pikiran dan mampu menimbulkanpertanyaan-pertanyaan baru yang mendalam bagi peserta didik. Bagaimana hubungan antarmakhluk hidup dan lingkungannya pada suatu ekosistem? Bagaimana pengaruh keragaman alam terhadap keragaman sosial budaya? Bagaimana literasi berperan dalam perubahan sosial? Apa peran seni dalam kehidupan kita? Bagaimana cara mengidentifikasi sebuah pola dan menggunakannya untuk memprediksi sesuatu?
  2. Pemberian umpan balik sebagai kebiasaan belajar dan mendorong peserta didik untuk terus belajar. Selain dari pendidik, umpan balik bisa dilakukan antarteman.
  3. Melakukan pembelajaran yang membangun kapasitas peserta didik, dengan cara: belajaran berbasis inkuiri dan projek. Memberikan peserta didik kesempatan untuk memilih topik yang ingin dipelajari. Misalnya, pendidik meluangkan satu hari dalam satu minggu untuk peserta didik memilih pelajaran yang ingin dipelajari. Hal ini dapat dikoordinasikan terlebih dahulu kepada peserta didik saat di awal semester, agar peserta didik dapat mempersiapkan diri dalam mencari topik yang ingin ia pelajari.
  4. Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi dalam pembelajaran agar peserta didik terbiasa berpikir ref lektif.

3. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik. Contoh: Pemberian umpan balik yang tak hanya berisi apresiasi, melainkan berisi apa yang telah dicapai dan apa yang perlu dikembangkan kembali oleh peserta didik. Pemberian umpan balik, baik apresiasi maupun koreksi merujuk kepada profil pelajar Pancasila. Pendidik menyesuaikan nenvAmnaian çp^iiaí riptman knntpks npmhPlaiArannvA

4. Pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orangtua, dan komunitas sebagai mitra. Contoh:
  1. Pendidik memberdayakan masyarakat sekitar, orangtua, komunitas, organisasi, dan ahli
  2. dari berbagai prof esi sebagai narasumber.
  3. Memberdayakan orang tua murid sebagai narasumber untuk memperkaya dan mendorong pembelajaran yang relevan.
  4. Menggunakan profesi yang ada di masyarakat sekitar sebagai sumber belajar. Misalnya mengundang tukang jamu di lingkungan sekitar satuan pendidikan, sebagai pendukung pembelajaran terkait pengolahan bahan alam, manfaat dari rempah-rempah, obat-obatan tradisional, dsb.
  5. Bekerja sama dengan komunitas tertentu untuk mengembangkan pembelajaran berbasis proyek. Misalnya komunitas bank sampah, komunitas peduli hewan terlantar, komunitas olahraga,dsb.
  6. Bekerja sama dengan orang tua, mitra, masyarakat sekitar, atau komunitas untuk melakukan kunjungan ke lapangan sesuai dengan jenjang. Misal berkunjung ke lokasi bank sampah, berkunjung ke pabrik teh, dsb.

5. Pembelajaranberorientasi pada masa depan yang berkelanjutan. Contoh:
  1. Pendidik melibatkan peserta didik dalam mencari solusi pada permasalahan di kesehariannya. Peserta didik diajak untuk mengamati fenomena alam yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya dan mencari solusinya. Misalnya, salah satu peserta didik mendapati sampah yang berserakan di lingkungan rumahnya dan menyadari dampak négatif dari hal tersebut. la pun membuat kampanye tentang menjaga lingkungan dan meminta dukungan ketua RT setempat dan bekerja samadengan bank sampah untuk mempelajari cara pengolahan sampah dan memilah sampah yang tepat mengadakan kerja bakti bersama seluruh penduduk.
  2. Pendidik menghubungkan ilmu yang dipelajari di kelas dengan kehidupan nyata. Dalam prosesnya, pembelajaran dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik. Misalnya, pendidik sedang menyampaikan materi ekonomi terkait kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Untuk itu peserta didik dapat diajak untuk memahami dan mengenali jenis kebutuhan primer, sekunder, dan tersier dari amatan dan pengalaman hidup mereka pribadi. Seiring dengan prosesnya, peserta didik dapat termotivasi untuk menyadari bahwa mereka perlu mengambil peran dan tanggung jawab untuk masa depan mereka dalam hal kebutuhan tersebut.

PRINSIP-PRINSIP ASESEMEN
Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitas pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orangtua agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya. Contoh:
  1. Pendidik tidak hanya melakukan asesmen di pertengahan semester maupun di akhir asesmen, melainkan asesmen dilakukan di awal pembelajaran sebagai upaya untuk mengetahui dan mengenali capaian serta kebutuhan peserta didik dalam menyusun perencanaan pembelajaran.
  2. Ketika membagikan hasil asesmen, pendidik memberikan waktu untuk peserta didik berefleksi tentang hasil yang mereka dapatkan, mulai dari keberhasilan, letak kesalahan, dan hal yang perlu diperbaiki.
  3. Pendidik menyampaikan hasil asesmen dan umpan balik kepada peserta didik dan orang tua.
  4. Pada PAUD, orang tua sangat penting untuk dilibatkan dalam memantau aspek perkembangan peserta didiknya. Pendidik juga dapat memberikan tahapan perkembangan yang ideal pada setiap usia peserta didik kepada orang tua, agar dapat selaras dalam pemberian stimulus kepada peserta didik.
  5. Dari hasil asesmen, pendidik mengevaluasi kembali mengenai proses pembelajaran serta kesesuaian asesmen dengan tujuan pembelajarannya. Hasil evaluasi ini menjadi umpan balik untuk pembelajaran selanjutnya.

2. Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran. Contoh:
  1. Tidak hanya menggunakan satu teknik dalam asesmen, melainkan beragam. Misalnya tidak hanya menggunakan teknik tertulis/soal menulis, tetapi juga teknik performa, dan observasi.
  2. Mengkomunikasikan kembali terkait waktu pelaksanaannya dan teknik yang digunakan kepada peserta didik.
  3. Pendidik melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi, misalnyamenyampaikan materi melalui proses yang beragam dan mengajak peserta didik untuk menghasilkan suatu produk pembelajaran darimateri yang telah disampaikan. Materi bisa berupa video, dongeng, atau apapun sesuai dengan kemampuan dan kapasitaspada peserta didik. Jadi pendidik tak melulu melakukan tes tulis untuk mengetahui kemampuan peserta didik.
  4. Menyampaikan rencana tindak lanjut dari asesmen yang akan dilakukan oleh peserta didik.
3. Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya. Contoh:
  1. Pendidik menggunakan hasil asesmen untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.
  2. Bekerja sama dengan pendidik lainnya untuk merancang dan menetapkan kriteria yang serupa pada asesmen, agartingkat kesulitannya merata.
  3. Membuat kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran setelah menentukan jenis asesmen yang akandilakukan.
  4. Menginformasikan kriteria sukses kepada peserta didik sebelum dilakukan asesmen agar peserta didik mengetahui posisi awal mereka dan kondisi yang diharapkan. Misalnya dengan memberikan rubrik kepada peserta didik di awal asesmen.

4. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut. Contoh:
  1. Pendidik menyampaikan hasil belajar dalam bentuk penilaian dan deskripsi yang mencakup ketercapaian dan kebutuhan lanjutan yang perlu dikembangkan oleh peserta didik di satuan pendidikan dan orang tua di rumah dalam bahasa yang mudah dimengerti.
  2. Hasil laporan kemajuan belajar dapat disampaikan dalam bentuk pertemuan tatap muka satu persatu antara pendidik dan orangtua. Pertemuan tidak hanya dilakukan di akhir semester, melainkan di pertengahan proses pembelajaran sehingga dapat dilakukan lebih dari satu kali dalam satu semester.
  3. Mengatur pertemuan tatap muka satu per satu dengan peserta didik. Misal dalam 1 semester pendidik mengatur pertemuan dengan durasi max 15 menit untuk masing-masing peserta didik. Dalam pertemuan ini, pendidik bisa memberikan suasana yang santai dan rileks bagi peserta didik untuk bercerita mengenai kesulitan belajarnya dan bersama-sama menyusun rencana untuk perbaikan/kemajuan peserta didik ke depannya.

5. Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Contoh:
  1. Pendidik melakukan pertemuan khusus terhadap orangtua untuk mendiskusikan bersama terkait capaian peserta didik dan kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti bersama untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Misal ada murid yang terlihat belum bisa mencapai kriteria keberhasilan di pertengahan semester. Pendidik dapat membuka ruang diskusi dengan orang tua untuk tindak lanjut tanpa harus menunggu ketika sudah pembagian rapor.
  2. Setelah pendidik membagikan hasil asesmen, pendidik mengajak peserta didik untuk mempelajari hasil dan berefleksi mengenai hal-halapa saja yang sudah berjalan baik dan hal- hal apa saja yang masih perlu diperbaiki. Misal, pendidik membagikan hasil kuis Matematika. Lalu pendidik memberikan waktu 5-10 menit untuk peserta didik mempelajari hasil kuisnya dan melihat jenis soal yang sudah ia kuasai, belum dikuasai, bagian yang ia tidak teliti, dsb.
A. Apa itu Perencanaan Pembelajaran?
Latihan Pemahaman
Bentuk dari perencanaan pembelajaran dapat berupa....
Jawaban : Semua benar (RPP, Modul, dan Lesson plan)
Langkah awal dalam melakukan perencanaan pembelajaran adalah…
Jawaban : Memahami capaian pembelajaran
Cerita Reflektif
Apa hal baru yang Anda pelajari tentang perencaaan pembelajaran di materi ini?
Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
B. Merencanakan Pembelajaran
Latihan Pemahaman
Jika sudah membuat modul ajar, guru tidak lagi harus membuat RPP.
Jawaban : benar
Berikut ini yang bukan merupakan prinsip pembelajaran bermakna adalah….
Jawaban : Melibatkan banyak materi
Cerita Reflektif
Ceritakan satu pengalaman bermakna yang pernah Ibu dan Bapak alami saat dulu menjadi murid.
Ketika berada di sekolah dahulu, pengalaman saat belajar membaca adalah belajar cara membunyikan masing-masing abjad yang ada pada suatu kata ...
Soal Post Test
1.Motivasi yang tumbuh pada diri murid untuk belajar secara bermakna harus dimulai dari penguatan oleh guru mengenai pentingnya materi tersebut bagi kehidupan guru. Pernyatan di atas adalah.
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : B. Salah
2.Perhatikan pernyataan berikut ¡ni :
  1. Memahami Capaian Pembelajaran
  2. Menyusun modul ajar
  3. Membuat RPP
  4. Merumuskan tujuan pembelajaran
  5. Menyusun alur tujuan pembelajaran
  6. Melakukan asesmen awal pembelajaran
Dari pernyataan di atas, yang merupakan tahap perencanaan pembelajaran di tingkat satuan pendidikan ditunjukkan oleh
A.1, 2, dan 3
B.2, 3, dan 6 
C.1, 4, dan 5
D.4, 5, dan 6
Pembahasan :
Jawaban : C. 1, 4, dan 5
3.Cara yang salah dalam memahami Capaian Pembelajaran adalah...
A.Dimulai dengan memahami rasional, tujuan, dan karakteristik mata peiajaran
B.Langsung membaca capaian per fase dan merumuskan tujuan pembelajaran
C.Berdiskusi dengan guru mata peiajaran serumpun dalam memahami karakteristik mata peiajaran
D.Mencari tahu peran mata peiajaran kita terhadap perwujudan profil Pelajar Pancasila
Pembahasan :
Jawaban : B. Langsung membaca capaian per fase dan merumuskan tujuan pembelajaran
4.Pernyataan berikut yang salah mengenai rancangan pembelajaran adalah ...
A.Sebelum menentukan aktivitas pembelajaran, kita perlu menentukan dulu asesmennya
B.Asesmen ditentukan berdasarkan kompetensi yang diminta pada tujuan pembelajaran
C.Asesmen ditentukan setelah kita merancang aktivitas pembelajaran
D.Aktivitas pembelajaran dirancang untuk mempersiapkan murid menunjukkan penguasaan kompetensinya
Pembahasan :
Jawaban : A. Sebelum menentukan aktivitas pembelajaran, kita perlu menentukan dulu asesmennya

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 5 Perencanaan Pembelajaran Tahap Awal Part 2 Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:01 PM

Soal Post Test Modul 4 Implementasi Pengorganisasian Pembelajaran di Tahap Awal

Saat mengembangkan kurikulum operasional, satuan pendidikan perlu melakukan pengorganisasian pembelajaran menggunakan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan.

Pada implementasi pengorganisasian pembelajaran di tahap awal Kurikulum Merdeka, pendidik dapat memulai dengan melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk mengidentifikasi fase capaian belajar mayoritas murid di kelasnya. Asesmen ini bertujuan untuk memahami kebutuhan belajar yang berbeda-beda di antara murid, sehingga pendidik dapat menyesuaikan metode pengajaran yang diterapkan.

Pada tahap awal ini, pendidik diharapkan untuk mengajar seluruh murid di kelasnya sesuai dengan fase capaian belajar mayoritas murid tersebut. Untuk konteks Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ini berarti mengajar sesuai dengan tahapan perkembangan mayoritas anak di kelasnya. Hal ini memungkinkan pendidik untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan mayoritas murid, sambil tetap memperhatikan individu yang mungkin membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Pendekatan Pembelajaran
Pendidik yang merasa belum percaya diri dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dapat mulai dengan langkah-langkah sederhana ini. Dengan menjadi lebih peka terhadap kebutuhan belajar yang beragam di antara murid-muridnya, pendidik dapat secara bertahap meningkatkan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan kurikulum ini. Langkah awal ini juga membantu pendidik dalam mempersiapkan diri untuk beralih ke tahap-tahap selanjutnya yang memerlukan pengorganisasian pembelajaran yang lebih kompleks dan diferensiasi yang lebih luas.

Penting untuk diingat bahwa implementasi Kurikulum Merdeka pada tahap awal ini tetap harus berpegang pada prinsip-prinsip perancangan kurikulum yang berlandaskan pada filosofi Merdeka Belajar. Ini termasuk fokus pada penguatan kompetensi murid dan pengembangan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, pendidik dapat mulai mengimplementasikan kurikulum dengan cara yang lebih sederhana, namun tetap berorientasi pada tujuan akhir yang ingin dicapai.

Untuk di tahap awal, satuan pendidikan dapat menggunakan inspirasi dari contoh dokumen yang sudah disediakan kemendikbudristek untuk menyusun pengorganisasian pembelajaran. Satuan pendidikan juga dapat menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik dalam kegiatan pembelajaran intrakulikuler.
  1. Perancangan kurikulum operasional satuan pendidikan. Membuat penyesuaian kecil terhadap contoh dokumen kurikulum operasional satuan pendidikan yang disediakan oleh Kemendikbudristek.
  2. Perancangan alur tujuan pembelajaran. Menggunakan contoh “alur tujuan pembelajaran” yang disediakan oleh Kemendikbudristek
  3. Perencanaan pembelajaran dan asesmen. Menggunakan contoh perencanaan pembelajaran dan asesmen yang disediakan oleh Kemendikbudristek
  4. Penggunaan dan pengembangan perangkat ajar. Menggunakan buku teks dan modul ajar sebagai sumber utama pengajaran
  5. Perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Menggunakan modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek tanpa penyesuaian atau dengan penyesuaian yang sangat sedikit
  6. Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila. Menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan jumlah yang lebih sedikit atau lebih banyak dari yang dianjurkan Kemendikbudristek. Projek berorientasi pada menghasilkan artifak (produk seperti makanan, minuman), belum menitikberatkan pada pemahaman tentang konsep dan/atau penyelesaian masalah (problem solving)
  7. Penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru menggunakan metode pengajaran yang bervariasi namun masih didominasi oleh peran seperti instruktur yang mengarahkan kegiatan peserta didik sepanjang proses pembelajaran
  8. Keterpaduan penilaian dalam pembelajaran. Guru melakukan asesmen pada awal pembelajaran namun tidak digunakan untuk merancang pembelajaran ataupun untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih. Guru mulai melakukan asesmen beberapa kali (tidak hanya saat mendekati masa pelaporan/rapor) namun asesmen dilakukan hanya untuk memberikan nilai kepada siswa dan belum digunakan untuk merancang pembelajaran) Guru hanya menggunakan asesmen yang disediakan dalam buku teks dan/atau modul ajar
  9. Pembelajaran sesuai tahap belajar peserta didik (pendidikan dasar dan menengah) Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, guru mengajar seluruh siswa di kelasnya sesuai dengan fase Capaian Pembelajaran mayoritas siswa di kelasnya.
  10. Kolaborasi antar guru untuk keperluan kurikulum dan pembelajaran. Guru belum berkolaborasi untuk keperluan pembelajaran intrakurikuler, namun sudah berkolaborasi untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
  11. Kolaborasi dengan orang tua/keluarga dalam pembelajaran. Guru melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan saat peserta didik mengalami masalah belajar. Komunikasi cenderung satu arah, dari pihak satuan pendidikan/ guru kepada orang tua/wali, misalnya guru memberikan saran kepada orangtua/wali tentang apa yang mendukung proses belajar peserta didik sebaiknya dilakukan untuk
  12. Kolaborasi dengan masyarakat/komunitas/ industri. Satuan pendidikan sudah merancang pelibatan masyarakat/ komunitas/industri dalam proses pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila, namun belum terlaksana.
  13. Refleksi, evaluasi dan peningkatan kualitas implementasi kurikulum. Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran cenderung satu arah dari pimpinan satuan pendidikan, dan belum berbasis data.

Latihan Pemahaman
Berikut adalah cara pengorganisasian pembelajaran di tahap awal yaitu…
Jawaban : Mencontoh dari dokumen kurikulum operasional satuan pendidikan yang susah ada.
Cerita Reflektif
Setelah mempelajari materi ini, 1 hal yang akan saya akan coba untuk melakukan pengorganisasian pembelajaran, yaitu...
Saya akan menggunakan modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek tanpa penyesuaian atau dengan penyesuaian yang sangat sedikit.
Soal Post Test
1.Dalam melaksanakan pengorganisasian pembelajaran di tahap awal Pak Bayu memilih satu dokumen dari ferensi yang disediakan. Ia hanya mengganti ñama sekolahnya saja tanpa menyesuaikan pengorganisasian pembelajaran dengan konteks sekolahnya. Bagaimana praktik tersebut menurut Ibu dan Bapak?
A.Tidak tepat, karena pengorganisasian pembelajaran menjadi tidak sesuai dengan kesiapan satuan pendidikan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan peserta didik
B.Tepat, karena praktik tersebut sudah termasuk implementasi pengorganisasian pembelajaran di tahap awal
C.Tepat, karena dengan begitu, Pak Bayu dapat memiliki waktu lebih banyak untuk mengurus kepentingan lain
D.Tidak tepat, karena Pak Bayu bisa mendapatkan sanksi dari Dinas
Pembahasan :
Jawaban : A. Tidak tepat, karena pengorganisasian pembelajaran menjadi tidak sesuai dengan kesiapan satuan pendidikan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan peserta didik

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 4 Implementasi Pengorganisasian Pembelajaran di Tahap Awal Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:38 AM

Soal Post Test Modul 3 Mengorganisasikan Muatan Pembelajaran Tahap Awal (Part 2)

Menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan memerlukan pertimbangan untuk menyesuaikan dengan tujuan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan , terutama dalam mengorganisasi muatan pembelajaran. Dalam proses ini, satuan pendidikan dapat memilih pendekatan mata pelajaran, pendekatan tematik, pendekatan terintegrasi, dan pendekatan secara bergantian dalam blok waktu terpisah (sistem blok).

Pendekatan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru. Pemilihan dan penerapan pendekatan pembelajaran harus mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain tujuan, materi, kondisi peserta didik, sumber belajar, dan evaluasi pembelajaran. Penerapan pendekatan pembelajaran harus dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah atau sintaks yang telah ditetapkan dalam model pembelajaran yang sesuai.
Pendekatan
Pendekatan pembelajaran adalah suatu metode atau strategi yang digunakan oleh guru dalam mengajar guna membantu siswa memahami dan menguasai materi pelajaran dengan lebih efektif. Setiap pendekatan memiliki pertimbangannya masing-masing. Lebih jelasnya mari kita pelajari satu per satu.
  1. Pertama, pendekatan mata pelajaran. Artinya, setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dan mapel lainnya. Ini pendekatan yang paling umum sering dilakukan satuan pendidikan. Pendekatan mata pelajaran ini memudahkan satuan pendidikan dalam pembuatan jadual pembelajaran. Namun, pendidik berbagai mata pelajaran perlu berkordinasi supaya penugasan di atur sedemikian rupa agar tidak bertumpuk dalam waktu yang sama.
  2. Kedua, pendekatan tematik. Artinya, pembelajaran di susun berdasarkan tema yang menaungi kompetensi-kompetensi dari berbagai mata pelajaran. Pendekatan tematik bersifat fleksibel dan menghadirkan tema tema yang relevant dan kontekstual, serta berkaitan dengan kehidupan real peserta didik. Namun, pantangannya adalah perlu perencaran yang matang, antar pendidik dan difasilitasi oleh satuan pendidikan. Artinya, para pendidik perlu duduk bersama di awal tahun ajaran untuk mematakan tujuan pembelajaran ke dalam unit-unit tematik dalam setahun.
  3. Ketiga, pendekatan secara integrasi. Artinya, konsep konsep dan ketarampilan tertentu dari mata pelajaran diajarkan secara kolaboratif atau tim teaching. Misalnya, mata pelajaran IPS dan mata matika berkolaborasi saat mengajarkan peta dan sekalah. Dengan begitu, peserta didik mendapatkan pembelajaran yang kompetensif dan alokasi waktu yang lebih efisian. Tantangan yang perlu diperhatikan adalah satuan pendidikan, perlu memberikan waktu yang cukup agar para pengampu mata pelajaran unit integrasi bisa berdiskusi dan menentukan tujuan pembelajaran yang bisa di kolaborasi kan bersama.
  4. Pendekatan sistem block. Artinya, pembelajaran di kelola dalam bentuk block-block waktu terpisah. Misalnya, Di MP, triwulan pertama adalah block mata pelajaran IPS. Kemudian, triwulan kedua adalah block IPS. Dengan begitu, peserta didik mendapatkan waktu yang cukup untuk mempelajari materi secara mendalam dan tuntas. Namun, pendekatan ini perlu memperhatikan beban mengajar pendidikan agar tetap proporsional dan juga mempertimbangkan penggunaan sarana dan pelasarana.
A. Apa i
tu Pendekatan Pembelajaran?
Latihan Pemahaman
Ada empat pendekatan pengorganisasian muatan pembelajaran.
Jawaban : benar
Cerita Reflektif
Pendekatan apa yang diterapkan di satuan pendidikan saat ini untuk mengorganisasikan muatan pembelajaran?
Pendekatan mata pelajaran memang memudahkan satuan pendidikan dalam mengatur jadwal pembelajaran, karena pembelajarannya terpisah antara mata pelajaran yang satu dan mata pelajaran lainnya.
B. Ragam Pendekatan Pembelajaran
Latihan Pemahaman
Jika menggunakan pendekatan tematik, semua mata pelajaran harus masuk ke dalam 1 tema.
Jawaban : Salah
Tantangan yang mungkin terjadi jika pendekatan mata pelajaran digunakan adalah…
Tugas atau PR yang menumpuk di suatu waktu
Di bawah ini, mana yang merupakan pendekatan pembelajaran secara terintegrasi?
Konsep-konsep dan keterampilan mapel tertentu diajarkan secara terintegrasi
Apa ciri-ciri pendekatan sistem blok?
Jawaban : Pembelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu
Cerita Reflektif
Setelah mempelajari ini, saya ingin mencoba untuk melakukan pendekatan pembelajaran..... karena.....
Pendekatan tematik karena pembelajaran di susun berdasarkan tema yang menaungi kompetensi-kompetensi dari berbagai mata pelajaran. Pendekatan tematik bersifat fleksibel dan menghadirkan tema tema yang relevant dan kontekstual
Soal Post Test
1.Mana yang merupakan kelebihan pendekatan sistem blok?
A.Adanya tema sebagai payung besar yang menaungi kompetensi- kompetensi dari berbagai mata pelajaran
B.Memudahkan satuan pendidikan dalam pembuatan jadwal pembelajaran
C.Menghadirkan tema-tema yang relevan dan kontekstual
D.Waktu pembelajaran menjadi lebih banyak sehingga memungkinkan peserta didik belajar hingga tuntas.
Pembahasan :
Jawaban :D. Waktu pembelajaran menjadi lebih banyak sehingga memungkinkan peserta didik belajar hingga tuntas.
2.Di bawah ini yang bukan cakupan hal yang dipertimbangkan satuan pendidikan dalam pengorganisasian muatan pembelajaran, yaitu...
A.Orang tua peserta didik
B.Jumlah pendidik dan peserta didik
C.Beban mengajar
D.Kesiapan satuan pendidikan
Pembahasan :
Jawaban : A. Orang tua peserta didik
3.Dalam pendekatan mata pelajaran, satuan pendidikan menjadwalkan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran secara terpisah.
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : A. Benar
4.Berikut ini adalah karakteristik pendekatan tematik, kecuali...
A.Memberikan pendidik fleksibilitas dalam mengajar
B.Mengajarkan konsep-konsep dalam tujuan pembelajaran secara terpadu
C.Mencocokkan berbagai tujuan pembelajaran secara paksa dalam satu tema (dipaksakan)
D.Ada payung tema yang mengikat dan memberi konteks beberapa mata pelajaran
Pembahasan :
Jawaban : C. Mencocokkan berbagai tujuan pembelajaran secara paksa dalam satu tema (dipaksakan)
5.Mana yang merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran secara terintegrasi?
A.Memilih tim guru
B.Menentukan mata pelajaran
C.Menyusun jadwal belajar
D.Melakukan pemetaan tujuan pembelajaran dan memodifikasi alur tujuan pembelajaran
Pembahasan :
Jawaban : D. Melakukan pemetaan tujuan pembelajaran dan memodifikasi alur tujuan pembelajaran
6.Perhatikan pengaturan waktu belajar yang disusun berikut:
  1. Mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia dan IPAS akan diajarkan dari jam 07.00-12.00 dalam semester 1 
  2. Dalam satu tahun ajaran, pembelajaran IPA dibagi ke dalam 
  3. Periode (masing-masing 4 bulan). Mata pelajaran Biologi, Kimia dan Fisika akan diajarkan secara bergantian. Periode ke- 1 tahun ajaran 2021/2022 untuk Fisika, periode ke-2 untuk Biologi, periode ke-3 Kimia.

Pengaturan waktu belajar seperti di atas merupakan contoh pengaturan belajar dengan model ....
A.Blok
B.Kolaborasi
C.Tematik
D.Mata Pelajaran
Pembahasan :
Jawaban : A. Blok

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 3 Mengorganisasikan Muatan Pembelajaran Tahap Awal (Part 2) platform Merdeka Mengajar. Semoga bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:09 AM

SOal Post test Modul 2 Mengenal Pengorganisasian Pembelajaran Tahap Awal (Part 2)

Pengaturan jadwal kegiatan dan pembelajaran di satuan pendidikan, sebaiknya memang harus dipikirkan matang-matang. Dengan begini, jadwal pembelajaran dapat berjalan efektif, peserta didikpun dapat belajar dengan nyaman dan optimal. Saat mengatur waktu pembelajaran antar kelas, mengatur beban belajar peserta didik, proses belajar hingga misalnya pengaturan penggunaan sarana-parasarana, di saat itulah sebenarnya guru sedang melakukan pengorganisasian pembelajaran.

Dengan kata lain, pengorganisasian pembelajaran adalah cara satuan pendidikan mengatur pembelajaran dalam muatan kurikulum, dalam satu periode waktu. Pengorganisasian pembelajaran mengatur semua kegiatan belajar, yang akan peserta didik jalani di satuan pendidikan selama satu tahun ajaran.

Kegiatan belajar peserta didik, bisa kita bagi berdasarkan struktur kurikulum yang sudah di tetapkan oleh pemerintah. Yaitu, intrakulikuler dan projek penguatan peropil pelajar pancasila. Selain itu, kita juga perlu mengatur pembelajar untuk kegiatan ekstrakurikuler dan program sekolah lainnya.
Pengorganisasian
Semua kegiatan belajar ini harus kita atur pelaksanaannya. Agar jadwal antara kegiatan dan penggunaan sarana dan kerasarana, bisa digunakan secara maksimal. Dengan begini, pendidi kdan peserta didik dapat belajar dengan nyaman. Program yang sudah disusun dapat berjalan dengan lancar. Dengan demikian, kebutuhan peserta didik dalam mencapai capaian pembelajaran dan profil pelajar pancasila dapat tercapai.

Dalam pengorganisasian pembelajaran yang diatur adalah semua kegiatan belajar dan program sekolah selama satu tahun ajaran. Di antaranya, pengaturan beban belajar mencakup total JP yang akan dilalui peserta di dalam rentang waktu tertentu. Baik itu beban belajar intrakurikuler, maupun projek profil. Pada jenjang dasar dan menengah. Beban belajar intrakurikuler, berarti beban belajar untuk setiap mata pelajaran. Pada paud, berarti beban belajar terhadap tujuan pembelajaran, tujuan pembelajaran yang didukung oleh tema materi dalam pengaturan. Pengaturan ini akan berkaitan dengan beban mengajar pendidik. Pemerintah pusat sudah menutukan beban belajar untuk setiap jenjang yang bisa dijadikan acuan.

Pengorganisasian pembelajaran membantu satuan perlilihan untuk dapat mengolah aktivitas pembelajaran dengan lebih teratur. Sesuai dengan kerangka struktur kurikulum dan program satuan perlaluan. Dalam mengorganisasi pembelajaran, satuan perlilihan perlu mempertimbangkan tujuan dan kondisinya. Hal yang perlu dilakukan adalah pertama, mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, lalu memperoritaskanya sesuai tujuan dan kondisi satuan pendidikan.

Di tahap awal, satuan pendidikan disararankan mengambil langkah bertahap dengan melakukan penyesuan kecil dalam hal pendekatan pembelajaran dan mengorganisasikan muatan mata pelajaran dalam intrakurikuler. Projek penguatan profil pelajar majasila dan intrakurikuler. Kemudian, satuan pendidikan perlu menyesuaikan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan yang ada.

Latihan Pemahaman
Kalender akademik merupakan salah satu bentuk atau luaran dari pengorganisasian pembelajaran.
Pernyataan di atas adalah...
Jawaban : benar
Hasil yang diharapkan dari pengorganisasian pembelajaran oleh satuan pendidikan adalah:
Jawaban : Pengaturan muatan belajar dalam struktur kurikulum yang terdiri dari intrakurikuler dan projek pengatan profil pleajar pancasila
Kegiatan belajar yang diatur oleh satuan pendidikan dalam kegiatan pengorganisasian pembelajaran adalah Intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, ekstrakurikuler, dan program lainnya. Pernyataan di atas adalah..
Jawaban : Benar
Cerita Reflektif
1 hal yang saya baru tahu, yaitu...
Pengorganisasian pembelajaran membantu satuan perlilihan untuk dapat mengolah aktivitas pembelajaran dengan lebih teratur.

Soal Post test
1.Hal yang tidak tepat mengenai ekstrakurikuler adalah....
A.Dapat dibimbing oleh guru dari luar satuan pendidikan
B.Dilakukan di luar jam belajar
C.Harus dilaporkan dalam bentuk angka di rapor
D.Bertujuan mengembangkan minat dan bakat peserta didik
Pembahasan :
Jawaban :  C. Harus dilaporkan dalam bentuk angka di rapor
2.Hal-hal yang diatur dalam pengorganisasian pembelajaran adalah...
A.Beban belajar
B.Muatan mata pelajaran
C.Pendekatan pembelajaran
D.Semua benar
Pembahasan :
Jawaban : D. Semua benar
3.Di tahap awal, satuan pendidikan disarankan mengambil langkah bertahap dengan melakukan penyesuaian kecil dalam hal pendekatan pembelajaran dan mengorganisasikan muatan mata pelajaran dalam intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler.

Pernyataan di atas adalah..
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : A. benar

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 2 Mengenal Pengorganisasian Pembelajaran Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:59 PM

Soal Post Test Modul 1 Memulai Belajar di Tahap Awal (Part 2)

Secara gambaran besar, langkah penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan adalah sebagai berikut. Langkah pertama, dimulai dari menganalisis konteks karakteristik satuan pendidikan. Kemudian, dilanjutkan dengan merumuhkan visi, misi, dan tujuan dari satuan pendidikan kita.

Tahapan selanjutnya adalah langkah-langkah operasional untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan dalam pembelajaran. Di mulai dari menentukan pengorganisasian pembelajaran, sampai menyusun rencana pembelajaran. Satuan pendidikan juga bisa merancang program pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional pendidik. Evaluasi dilakukan secara berkala, sehingga dari evaluasi tersebut, satuan pendidikan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan melakukan perbaikan terus menerus.

Komponen pengorganisasian pembelajaran merupakan ruang lingkup satuan pendidikan. Artinya dilakukan bersama-sama antara kepala satuan pendidikan, wakasek, dan perwakilan pendidik. Jadi ketika menentukan pendekatan pembelajaran, tema projek profil dalam satu tahun, ekstrakurikuler dan program sekolah lainnya itu sudah mempertimbangkan masukkan dari berbagai pihak, terutama para pendidik yang akan berinteraksi langsung dengan peserta didik.

Untuk penyusunan alur tujuan pembelajaran  masuk ke lingkup satuan pendidikan. Tapi untuk pencanaan dan pelaksalan pembelajaran, itu sudah masuk ruang lingkup kelas masih masing. Nah, seperti-nya guru-guru di sekolah masih memiliki kesiapan yang berbeda-beda. Ada yang masih di tahap awal, berkembang, dan juga mahir. Memang kondisi seperti itu sangat mungkin terjadi. Kalau begitu, ibu sebagai kepala sekolah bisa mengarakan guru-guru untuk belajar di tahap yang mana.

Bisa dari hasil superfisi akan demikian telah dilakukan. Ajak saja guru-guru nya untuk melihat rubrik di masing-masing tahap. Kemudian, direfleksikan dengan kapasitasnya masih masing. Mirip ketika melakukan refleksi mandiri kesiapan satuan pendidikan. Jika gurunya sudah mampu pada tahap siap atau mahir, malah akan menurunkan motivasi mereka jika belajar di tahap awal atau berkembang. Sebaliknya, bagi yang baru bisa ditahaap awal atau berkembang, akan kesulitan jika dipaksa berada di tahap mahir.

Berikut adalah peta belajar yang bisa Anda pelajari dalam mempelajari kurikulum operasional satuan pendidikan di Platform Merdeka Mengajar. Terdapat 4 pilihan topik lanjutan yang dapat Anda pilih sesuai hasil refleksi mandiri tingkat kesiapan satuan pendidikan.
Tahap Awal
Tahap Awal
TOPIK 1
Memahami Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Tahap Awal
1. Karakteristik Satuan Pendidik
2. Visi, Misi, danTujuan

TOPIK 2
Memahami Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan TahapAwal
3. Pengorganisasian pembelajaran
4. Perencanaan pembelajaran

Tahap Berkembang
TOPIK 1
Memahami Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Tahap Berkembang
1. Karakteristik Satuan Pendidik
2. Visi, Misi, danTujuan

TOPIK 2
Memahami Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Tahap Berkembang
3. Pengorga- nisasian Pembelajaran
4. Perencanaan Pembelajaran

Tahap Siap
TOPIK l
Memahami Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Tahap Siap
1. Karakteristik Satuan Pendidik
2. Visi, Misi, danTujuan

TOPIK 2
Memahami Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Tahap Siap
3. Pengorganisasian Pembelajaran
4. Perencanaan Pembelajaran

Tahap Mahir
TOPIK 1
Memahami Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Tahap Mahir
1. Karakteristik Satuan Pendidikan
2. Visi, Misi, danTujuan

TOPIK 2
Memahami Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Tahap Mahir
3. Pengorganisasian Pembelajaran
4. Perencanaan Pembelajaran

Latihan Pemahaman
Berikut yang merupakan komponen kurikulum operasional yang menjadi fokus pada topik ini adalah…
Jawaban : Pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran
Cerita Reflektif
Pada materi ini tidak ada cerita reflektif. Silakan tuliskan tanda '-' pada kotak yang disediakan.

Soal Post Test
Soai 1 dari 1
Pendidik bebas mempelajari komponen pada tahap lain sesuai kesiapannya masing-masing.
A. Benar
B. Salah

Jawaban : Benar

Demikian pembahasan mengenai  Soal Post Test Modul 1 Memulai Belajar di Tahap Awal (Part 2) Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:28 PM

Soal Post Test Modul 4 Memimpin Perubahan

Komunitas belajar adalah sebuah wadah atau kelompok yang dibentuk oleh individu atau kelompok yang memiliki minat dan tujuan yang sama. Komunitas belajar dapat dibentuk oleh berbagai pihak, seperti pendidik, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah.  Komunitas belajar dalam sekolah bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. 

Membangun komunitas belajar sejatinya membutuhkan perubahan budaya sekolah dan pola pikir seluruh warga sekolah. Ada 4 hal yang harus dilakukan kepala satuan pendidikan sebagai pemimpin dan pendamping proses perubahan. Beberapa contoh caranya sudah kita pelajari pada modul-modul sebelumnya. Berikut adalah rangkuman tautan menuju beberapa contoh cara yang bisa dilakukan pemimpin dalam mendampingi proses perubahan.
Perubahan
  1. Mengkomunikasikan rasional dan tujuan secara efektif. Contoh caranya sudah dibahas pada modul kedua, yaitu: Melakukan Penguatan Pentingnya Komunitas Belajar dan Langkah Moderasi Penguatan Pentingnya Komunitas Belajar
  2. Membangun kepercayaan Contoh caranya sudah dibahas pada modul kedua, yaitu: Membangun Nilai Bersama dalam Komunitas, Langkah Moderasi Membangun Nilai Bersama, dan Menciptakan Lingkungan Belajar yang Ramah Guru
  3. Membangun kompetensi. Contoh caranya sudah dibahas pada modul kedua dan ketiga, yaitu: Membentuk Kelompok Belajar, Ragam skema kelompok belajar Dengan memfasilitasi belajar bersama dan berbagi praktik (Modul 3) Menggunakan Seri Belajar Bersama di PMM untuk alat bantu mengadakan IHT di satuan pendidikan. Klik di sini untuk melihat kumpulan Seri Belajar Bersama.
  4. Mengomunikasikan hasil. Contoh caranya sudah dibahas pada ketiga, yaitu: Langkah Moderasi Tim Kecil: Analisis Keberhasilan Praktik Terbaik dan Lembar Pengamatan Realisasi Komunitas Belajar dalam Sekolah

Perubahan besar tidak terjadi secara instan. Resistensi dari para guru di awal perubahan sangat mungkin terjadi. Fokuslah pada bagaimana perubahan dikelola sampai akhirnya tercapai cita-cita yang diharapkan. Ambil sikap dan contoh perilaku yang bisa Anda terapkan sebagai pemimpin perubahan nantinya.

A. Peran Pemimpin Perubahan
Latihan Pemahaman
Berikut ini merupakan peran kepala sekolah sebagai pemimpin perubahan, kecuali…
Jawaban : Membangun kepemimpinan terpusat
Cerita Reflektif
Apa inspirasi yang Anda dapatkan dari video Peran Pemimpin Perubahan?
Membangun komunitas belajar sejatinya membutuhkan perubahan budaya sekolah dan pola pikir seluruh warga sekolah
B. Cerita Pemimpin Perubahan
Latihan Pemahaman
Untuk membuat perubahan, cukup dengan membekali guru dalam sebuah pelatihan di awal tahun ajaran baru.
Jawaban : Salah
Cerita Reflektif
Apa inspirasi yang Anda dapatkan dari video Cerita Pemimpin Perubahan?
Perubahan besar tidak terjadi secara instan. Resistensi dari para guru di awal perubahan sangat mungkin terjadi

Soal Post Test
1.Agar perubahan bisa terjadi, maka perlu...
A.Dimulai dari hal sederhana
B.Dibuat jadi kebiasaan secara konsisten
C.Dilakukan monitoring dan evaluasi
D.Semua benar
Pembahasan :
Jawaban :  D. Semua benar
2.Hal berikut dapat dilakukan untuk membangun kapasitas guru, kecuali...
A.memfasilitasi kegiatan kolaborasi antar guru
B.memberikan pengakuan terhadap pencapaian guru 
C.mengalokasikan anggaran untuk pelatihan guru 
D.membangun penilaian antarguru secara subjektif
Pembahasan :
Jawaban : D. membangun penilaian antarguru secara subjektif
3.Peran pemimpin di satuan pendidikan dalam mempertahankan perubahan adalah ...
A.Memberikan pendampingan kepada para guru
B.Melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin
C.Konsisten terhadap nilai yang ingin dibangun dan diterapkan dalam siklus kerja sehari-hari
D.Semua benar
Pembahasan :
Jawaban : D. Semua benar
4.Hal berikut harus dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dalam memastikan pencapaian perubahan yang diharapkan, kecuali ...
A.Senantiasa melakukan refleksi terhadap proses yang sudah terjadi
B.Memberikan kebebasan kepada para guru untuk mengimplementasi program sesuai keinginan masing-masing
C.Melibatkan seluruh anggota komunitas dalam perencanaan program
D.Membuat keputusan berbasis data evaluasi pelaksanaan program sebelumnya
Pembahasan :
Jawaban : B. Memberikan kebebasan kepada para guru untuk mengimplementasi program sesuai keinginan masing-masing

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 4 Memimpin Perubahan Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:53 AM

Soal Post Test Modul 3 Memfasilitasi Belajar Bersama dan Berbagi Praktik

Komunitas belajar sangat penting karena komunitas belajar menjadi wadah untuk merealisasikan terjadinya kolaborasi antar GTK. GTK dapat belajar bersama (tidak terisolasi), dan bersepakat bahwa pendidikan semua murid adalah tanggung jawab kolektif. Dengan adanya komunitas belajar, ketimpangan kompetensi antar GTK, khususnya guru dapat diminimalisir, sehingga murid memperoleh pengalaman belajar dengan kualitas yang sama siapapun pendidiknya.

Selain itu, semua guru memiliki kesempatan untuk belajar, dan hasil belajar dalam komunitas dapat segera dipraktikkan di kelas masing-masing untuk memfasilitasi pembelajaran yang berkualitas dan meningkatkan hasil belajar murid. Dalam proses belajarnya di komunitas, guru menggunakan siklus inkuiri sebagai acuan untuk belajar secara berkelanjutan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan murid di sekolah. 
Siklus
Refleksi Awal
  1. Melihat data murid: hasil asesmen, hasil penilaian pembelajaran, atau data lain
  2. Analisis hasil belajar murid
  3. Diskusi dan refleksi dengan guru lain
  4. Menentukan agenda atau topik prioritas untuk komunitas belajar
  5. Menentukan tujuan dan target belajar untuk peningkatan pembelajaran murid

Perencanaan
  1. Kolaborasi mengembangkan perencanaan pembelajaran
  2. Mereviu perencanaan pembelajaran yang sudah ada/berjalan
  3. Gunakan 4 pertanyaan kritis* untuk mengarahkan diskusi: • Apa yang kita harapkan untuk murid pelajari? Bagaimana kita tahu bahwa setiap murid telah belajar hal tersebut? Bagaimana respons kita jika ada murid yang tidak belajar? Bagaimana kita akan memperkaya pembelajaran untuk murid yang sudah mahir?

Implemetasi
  1. Mempraktikkan perencanaan di kelas
  2. Melakukan asesmen formatif untuk mengetahui perkembangan murid
  3. Berbagi praktik
  4. Observasi pembelajaran di kelas guru lainnya untuk pembelajaran yang lebih maksimal

Evaluasi
  1. Diskusi hasil pembelajaran di kelas
  2. Refleksi mengenai apa yang sudah berjalan efektif?
  3. Refleksi mengenai apa yang kurang efektif?
  4. Rencana tindak lanjut
  5. Melakukan apresiasi pada capaian dan perilaku efektif

Observasi kelas merupakan salah satu cara berbagi praktik yang bisa dilakukan dengan rekan sejawat. Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kompetensi guru dengan mengobservasi langsung praktik yang dilakukan oleh rekan lainnya. Tujuan observasi adalah untuk belajar dan mencari umpan balik, bukan untuk menilai atau mengkritik. 

Program observasi kelas membantu guru-guru untuk belajar dari berbagai pengalaman mengajar. Mereka bisa melihat bagaimana guru-guru lain mengajar dengan cara yang berbeda-beda. Hal ini dapat membantu memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengajar.

A. Siklus Komunitas Belajar dalam Sekolah
Latihan pemahaman
Berikut yang bukan merupakan siklus inkuiri pada komunitas belajar dalam sekolah adalah...
Jawaban : Selebrasi
Cerita reflektif
Dalam materi ini tidak ada cerita reflektif. Silakan ketikan pernyataan ini pada kolom yang tersedia.
Menentukan tujuan dan target belajar untuk peningkatan pembelajaran murid
B. Mempraktikkan Siklus Komunitas Belajar dalam Sekolah
Latihan pemahaman
Apa yang menjadi fokus guru dalam tahap refleksi awal?
Menentukan agenda dan topik priorotas untuk komunitas belajar
Melakukan asesmen formatif termasuk bagian dari tahap implementasi.
Benar
Tahap evaluasi tidak melibatkan rencana tindak lanjut.
Salah
Cerita reflektif
Apa hal menarik yang Anda dapatkan dari contoh praktik pada materi ini?
Guru melakukan observasi rekan sejawat untuk meminta umpan balik saat kegiatan pembelajaran.
C. Panduan Moderasi untuk Kelompok Belajar
Latihan pemahaman
Tujuan observasi pembelajaran oleh rekan sejawat di tahap implementasi adalah untuk menilai kinerja guru.
Jawaban : Salah
Cerita reflektif
Bagaimana perasaan Anda jika ada yang mengobservasi kelas Anda? Mengapa?
Saya merasa senang dengan adanya observasi kelas. Mengapa? Karena pada saat itulah saya bisa berbagi praktik baik terkait metode 
Soal Post Test
1.Apa yang dilakukan guru dalam tahap refleksi awal pada siklus inkuiri?
A.Melihat data murid, analisis hasil belajar, dan berdiskusi dengan guru lain.
B.Melaksanakan perencanaan pembelajaran
C.Mempraktikkan perencanaan di kelas
D.Melakukan asesmen formatif untuk mengetahui perkembangan murid.
Pembahasan :
Jawaban : A. Melihat data murid, analisis hasil belajar, dan berdiskusi dengan guru lain.
2.Berikut adalah hal yang bisa dilakukan pada tahap implementasi di siklus komunitas belajar, kecuali...
A.Melihat data murid dan menentukan agenda komunitas belajar.
B.Mempraktikkan perencanaan di kelas dan mereviu perencanaan pembelajaran
C.Observasi pembelajaran di kelas guru lainnya untuk pembelajaran yang lebih maksimal.
D.Melakukan asesmen formatif untuk mengetahui perkembangan murid
Pembahasan :
Jawaban : A. Melihat data murid dan menentukan agenda komunitas belajar.
3.Berikut merupakan bagian dari tahap evaluasi di komunitas belajar, kecuali...
A.Menentukan rencana tindak lanjut
B.Melakukan observasi kelas oleh rekan sejawat
C.Refleksi mengenai apa yang sudah berjalan efektif dan kurang efektif
D.Melakukan apresiasi pada capaian dan perilaku efektif
Pembahasan :
Jawaban : B. Melakukan observasi kelas oleh rekan sejawat

Demikian pembahasan mengenai Soal Pot Test Modul 3 Memfasilitasi Belajar Bersama dan Berbagi Praktik Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:58 PM

Soal Post Test Modul 2 Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah

Komunitas belajar dalam sekolah adalah sekelompok pendidik dan tenaga kependidikan dalam satu sekolah yang belajar bersama-sama dan berkolaborasi secara rutin dengan tujuan yang jelas dan terukur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik.

Tim yang akan membantu kepala sekolah merealisasikan jalannya komunitas belajar dalam sekolah. Apa itu Tim Kecil? Tim manajemen dan guru yang berpotensi dan mampu: Memimpin (memiliki potensi kepemimpinan, Menggerakan rekan sesama guru, Berkomitmen tinggi, Terampil dalam memfasilitasi kegiatan komunitas belajar.
Kombel


Apa Peran Tim Kecil dalam Membangun Komunitas Belajar?
  1. Tahap 1: Membantu Perencanaan. Merencanakan pembagian kelompok belajar. Analisis konteks ideal untuk membangun kelompok belajar (contoh: apakah berdasarkan relevansi subject, jenjang kelas, atau fase). Merencanakan jadwal pertemuan rutin yang paling efektif
  2. Tahap 2: Membantu Inisiasi Komunitas Belajar. Menjadi fasilitator sesi penguatan pentingnya keberadaan komunitas belajar dalam sekolah. Menjadi fasilitator sesi penyepakatan tata nilai dan komitmen bersama komunitas belajar dalam sekolah. Sepakati Tata Nilai dan Komitmen Bersama dalam menjalankan komunitas belajar agar aman dan nyaman belajar di komunitas. Tim kecil menyampaikan pembagian kelompok belajar serta jadwal pertemuan rutin
  3. Tahap 3 Pendampingan yaitu 1. Menjadi teladan utama dalam penerapan tata nilai dan komitmen bersama komunitas belajar. 2. Beri contoh dan jadi teladan dalam menjalankan nilai dan komitmen, dan apresiasi GTK yang sudah menerapkan. 3. Menjadi fasilitator pertemuan rutin kelompok-kelompok komunitas belajar dalam sekolah. 4. Menganalisis tantangan pelaksanaan kegiatan komunitas belajar dan memberikan alternatif solusi terhadap tantangan yang terjadi. 5. Melakukan evaluasi dan monitoring

Untuk membangun komunitas belajar, guru perlu memiliki persepsi yang sama dan paham akan tujuan yang ingin dicapai dengan adanya komunitas belajar. 

Tujuan membangun nilai bersama adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, membuat kenyamanan dan keterbukaan saat proses belajar serta mendukung, meningkatkan kolaborasi, meningkatkan kepercayaan, meningkatkan komunikasi dan menjaga agar tetap fokus pada tujuan bersama dalam proses belajar guru dalam komunitas belajar.

Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kemampuan para guru dalam membimbing siswa untuk mencapai potensi penuh mereka. Agar komunitas belajar menjadi praktik yang berdampak dan berkelanjutan, maka kita perlu menciptakan lingkungan belajar yang ramah guru.

Agar proses belajar setiap guru dalam komunitas dapat berjalan kondusif dan efektif, maka komunitas belajar perlu dibagi ke dalam kelompok-kelompok belajar.

1. Membentuk Tim Kecil
Latihan Pemahaman
Berikut ini merupakan kriteria dari anggota tim kecil, kecuali....
Jawaban : Guru paling senior
Cerita Reflektif
Apakah Anda sudah memiliki gambaran siapa yang akan diajak bergabung menjadi tim kecil?
Kepala Sekolah Guru, Tenaga kependidikan dan komite sekolah
2. Melakukan Penguatan Pentingnya Komunitas Belajar
Latihan Pemahaman
Berikut ini merupakan tujuan dilakukannya penguatan tentang pentingnya komunitas belajar dalam sekolah, kecuali
Jawaban : Agar guru dapat melakukan penilaian
Cerita Reflektif
Bagaimana menurut Anda tanggapan awal para guru mengenai komunitas belajar?
Pada implementasi Kurikulum Merdeka, Komunitas Belajar mendukung guru, tenaga kependidikan dan pendidik lainnya untuk dapat mendiskusikan komunitas belajar
3. Membangun Nilai Bersama
Latihan Pemahaman
Konsistensi bukan hal yang penting agar guru dapat menjaga komitmen.
Jawaban : Salah
Cerita Reflektif
Apakah para guru di satuan pendidikan Anda sudah terbiasa memegang komitmen dan budaya disiplin positif?
Sudah, karena budaya positif yang diterapkan di sekolah adalah salah satu perwujudan dari visi guru karena visi guru
4. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Ramah Guru
Latihan Pemahaman
Berikut ini merupakan prinsip belajar orang dewasa, kecuali…
Jawaban : Didorong oleh perintah atasan
Cerita Reflektif
Apakah saat ini guru-guru di satuan pendidikan Anda sudah saling terbuka dan nyaman dengan satu sama lain?
Ada pentingnya jika diantara guru saling terbuka satu sama lain, artinya guru diharapkan selalu berkata jujur dalam segala hal
5. Membentuk Kelompok Belajar
Latihan Pemahaman
Kelompok belajar terdiri dari guru-guru yang…
Jawaban : Memiliki relevansi yang mirip
Cerita Reflektif
Kira-kira, kelompok belajar seperti apa yang paling tepat diterapkan di satuan pendidikan Anda?
Pengelompokkan guru berdasarkan kelasnya karena di sekolah dasar terdiri dari 6 tingkat kelas
6. Belajar Bersama dan Berbagi Praktik Baik
Latihan Pemahaman
Di awal, tim kecil dapat mengikuti pertemuan kelompok belajar dan berperan sebagai...
Jawaban : Fasilitator
Cerita Reflektif
Dalam materi ini tidak ada cerita reflektif. Silakan ketikan pernyataan ini pada kolom yang tersedia.
Langkah terakhir dalam membangun komunitas belajar, yaitu mempraktikan belajar bersama dan berbagi di antara para guru.
Soal Post Test
1.Berikut ini adalah paradigma yang perlu dibangun agar guru merasa aman mengungkapkan pendapat, kecuali…
A.Setiap pendapat itu berharga
B.Tidak ada pendapat yang salah atau jelek
C.Perbedaan pendapat itu memperkaya pengetahuan
D.Pendapat saya paling benar
Pembahasan :
Jawaban : D. Pendapat saya paling benar
2.Hal yang harus diperhatikan saat menentukan koordinator belajar adalah…
A.Harus guru dengan pangkat tertinggi
B.Merupakan guru yang berkomitmen untuk selalu belajar
C.Sebaiknya ditunjuk langsung oleh tim kecil atau kepala sekolah
D.Semua benar
Pembahasan :
Jawaban : B. Merupakan guru yang berkomitmen untuk selalu belajar
3.Perhatikan pernyataan berikut!
  1. Melakukan evaluasi dan monitoring
  2. Menjadi fasilitator dalam sesi penguatan pentingnya komunitas belajar 
  3. Menjadi fasilitator dan mendampingi pertemuan-pertemuan awal di kelompok belajar 
  4. Menjadi fasilitator dalam pertemuan kelompok belajar
Dari pernyataan di atas, yang merupakan peran tim kecil dalam tahap inisiasi komunitas belajar, yaitu....
A.1 dan 2
B.1 dan 4
C.2 dan 3
D.2, 3, dan 4
Pembahasan :
Jawaban :D. 2, 3, dan 4
4.Bagaimana strategi memulai sebuah praktik baru agar mudah diterima?
A.Membahas teori secara lengkap
B.Memberikan instruksi secara mendetail
C.Mulai dengan yang mudah dan relevan
D.Mengundang ahli untuk menjelaskan
Pembahasan :
Jawaban : C. Mulai dengan yang mudah dan relevan
5.Apa tujuan dari membangun nilai bersama dalam komunitas belajar?
A.Agar Untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dalam komunitas belajar aman dan nyaman
B.Untuk memenuhi tagihan administrasi
C.Untuk berpendapat tanpa menghargai pendapat orang lain
D.Agar lebih mudah mengevalasi nilai murid
Pembahasan :
Jawaban : A. Agar Untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dalam komunitas belajar aman dan nyaman

Demikian pembahasan mengenai Soal Pot Test Modul 2  Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:53 PM

Soal Post Test Modul 1 Pembelajaran Terdiferensiasi dalam Numerasi

Seperti yang kita ketahui, numerasi sangat penting bagi kita semua. Karena numerasi tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, pembelajaran numerasi di sekolah perlu di desain dengan efektif, agar, peserta di dik, mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan dapat membelajaran. Namun, bagaimana seorang guru dapat mendesain program yang bermakna tersebut?

Di kurikulum merdeka, terdapat capain pembelajaran sebagai acuan semua sekolah saat merencanakan program pembelajaran. Capain pembelajaran ini ditetapkan oleh pemerintah dan disusun dalam fase-fase yaitu fase A, B, dan C untuk sekolah dasar. Agar setiap peserta didik, dapat mencapai capain pembelajaran di setiap akhir fase, setiap sekolah perlu menyusun alur tujuan pembelajaran atau ATP, yang terdiri dari rangkaian tujuan pembelajaran atau ATP mulai awal ingga akhir fase.
Numerasi
ATP ini ditujukan untuk membantu para guru dalam merancang program mengajarnya, sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman belajar numerasi yang bermakna dan relevan. Dengan memahami ATP matematika ini guru dapat melihat jelas sampai sejauh mana materi harus diajarkan kepada peserta didiknya, Tujuan pembelajaran yang disusun menjadi ATP, memungkinkan seorang guru memilih tujuan pembelajaran, yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Guru dapat menyusun programnya berdasarkan kebutuhan mereka. 

Pembelajaran terdifrensiasi diharapkan dapat membantu peserta didik belajar sesuai tingkat kemampuannya. Materi dalam setiap tujuan pembelajaran di satu fase diharapkan, dapat dipelajari dengan baik oleh peserta didik. Ibu dan Bapak dengan pembelajaran terdifrensiasi diharapkan dapat membantu peserta didik belajar sesuai tingkat kemampuannya.

Kita bisa melihat dari ATP ada penjalaman materi dari setiap fase. Misalnya pada element bilangan kita bisa melihat dari kelas 1 sampai kelas 6. Satuan bilangan semakin tinggi kelas akan semakin besar. Keterampilan kepekaan bilangan semakin tinggi kelas semakin kompleks peningkatan kemampuan penalaran semakin tinggi kelas semakin berkembang.

Contohnya dimulai dari membandingkan mengurutkan sampai memberi saya jawaban yang tidak masuk akal. Salah satu hal esensial dari ATP ini adalah masa transisi peserta didik dari paud di fasilitasi pada awal fase A. Sebagai contoh, kegiatan membilang dilakukan di awal fase A tanpa membubaniepeserta didik untuk menulis atau membaca kata bilangan. Kegiatan perencanaan pembelajaran yang memanfaatkan ATP matematika sebaiknya dilakukan secara kolaboratif agar guru mendapatkan ide ide yang beragam dalam menyediakan pembelajaran numerasi yang bermakna.

A. Alur Tujuan Pembelajaran Matematika untuk Pembelajaran Numerasi
Latihan Pemahaman
Di Kurikulum Merdeka, terdapat Capaian Pembelajaran sebagai acuan sekolah saat merencanakan program pembelajaran.
Pernyataan di atas adalah…
Jawaban : Benar
Cerita Reflektif
Menurut Ibu dan Bapak apakah alur tujuan pembelajaran matematika yang dikembangkan INOVASI dapat membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran numerasi yang mendalam dan bermakna? mengapa?
Numerasi berperan menentukan cara dan arah pembelajaran matematika di sekolah, sehingga pembelajaran matematika lebih bermakna bagi peserta  didik
B. Memanfaatkan Alur Tujuan Pembelajaran Matematika untuk Pembelajaran Terdiferensiasi
Latihan Pemahaman
Kegiatan perencanaan pembelajaran yang memanfaatkan ATP Matematika sebaiknya dilakukan secara kolaboratif agar guru mendapatkan ide-ide yang beragam dalam menyediakan pembelajaran numerasi yang bermakna.
Pernyataan di atas adalah…
Jawaban : benar
Cerita Reflektif
Apakah alur tujuan pembelajaran matematika yang dikembangkan INOVASI dapat membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran terdiferensiasi numerasi? Mengapa?
Benar, karena dapat menciptakan kegiatan belajar yang bermakna.
C. Apa dan Bagaimana Pembelajaran Terdiferensiasi Numerasi?
Latihan Pemahaman
Pembelajaran Terdiferensiasi Numerasi adalah pendekatan yang bertujuan untuk mengakomodasi perbedaan dalam kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa dalam proses belajar numerasi.
Pernyataan di atas adalah…
Jawaban : Benar
Cerita Reflektif
Apakah Ibu dan Bapak pernah menerapkan pembelajaran terdirensiasi numerasi? Jika sudah pernah, mohon ceritakan! Jika belum pernah apa rencana Ibu dan Bapak dalam menerapkannya?
Pernah, yakni dengan mengukur jarak dan luas area. Peserta didik diajak untuk mengukur jarak antara dua tempat di lingkungan sekitar dengan memakai alat pengukur jarak.
Soal Post Test
1.Penyusunan perencanaan kegiatan pembelajaran yang memanfaat ATP Matematika dapat dilakukan di tingkat satuan pendidikan oleh tim pendidik pada fase yang sama.

Pernyataan di atas adalah…
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban :A. Benar
2.Dalam merancang program semester maka guru atau tim guru…
A.harus menggunakan satu TP untuk merancang satu topik pembelajaran
B.dapat merancang pembelajaran menggunakan beberapa TP jika dibutuhkan, sesuai dengan keragaman peserta didik
C.merancang pembelajaran dengan tujuan pembelajaran yang sama untuk semua peserta didik
D.mencari kegiatan yang disesuaikan dengan ATP yang tersedia
Pembahasan :
Jawaban : B. dapat merancang pembelajaran menggunakan beberapa TP jika dibutuhkan, sesuai dengan keragaman peserta didik
3.Asesmen non-kognitif memberikan informasi tentang gaya belajar, minat, dan kesiapan belajar siswa.

Pernyataan di atas adalah…
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban :A. Benar
4.Apa yang harus dilakukan guru dalam merancang pembelajaran terdiferensiasi?
A.Mengelompokkan peserta didik berdasarkan usia
B.Mengabaikan hasil asesmen dalam merencanakan pembelajaran terdiferensiasi
C.Menggunakan metode asesmen awal yang sama untuk semua peserta didik
D.Mengumpulkan informasi dan data kemampuan peserta didik melalui pengamatan saat proses belajar berlangsung
Pembahasan :
Jawaban : D. Mengumpulkan informasi dan data kemampuan peserta didik melalui pengamatan saat proses belajar berlangsung
5.Alur tujuan pembelajaran yang disusun oleh guru, sekolah atau lembaga lain sudah langsung dapat dipakai oleh sekolah.

Pernyataan di atas adalah…
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : B. Salah
6.Apa yang dimaksud dengan materi esensial dimaksud dalam penyusunan ATP dalam satu semester?
A.Materi kegiatan numerasi yang tidak penting
B.Materi yang tidak sesuai dengan kemampuan peserta didik
C.Materi pokok yang harus dikuasai peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran
D.Materi kegiatan belajar yang sama untuk semua peserta didik
Pembahasan :
Jawaban : C. Materi pokok yang harus dikuasai peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran
7.Dalam merancang pembelajaran terdiferensiasi numerasi berdasarkan ATP Matematika, guru dapat melakukan kegiatan yang berbeda untuk tujuan pembelajaran yang sama.

Pernyataan di atas adalah…
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : A. Benar
8.Apa yang dimaksud dengan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kesiapan belajar peserta didik?
A.Tujuan pembelajaran yang tidak penting
B.Tujuan pembelajaran yang berbeda untuk setiap peserta didik
C.Tujuan pembelajaran yang sama untuk semua peserta didik
D.Tujuan pembelajaran yang tidak sesuai dengan kemampuan peserta didik
Pembahasan :
Jawaban : C. Tujuan pembelajaran yang sama untuk semua peserta didik
9.Alur Tujuan Pembelajaran ATP menunjukkan rangkaian Tujuan Pembelajaran yang mencakup urutan materi dalam setiap jenjang kelas.

Pernyataan di atas adalah…
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : B. Salah
10.Mengapa guru perlu melakukan perencanaan pembelajaran terdiferensiasi?
A.Tujuan pembelajaran yang tidak penting, yang penting materi pembelajarannya berbeda.
B.Untuk merancang tujuan pembelajaran yang berbeda untuk setiap peserta didik
C.Pembelajaran Terdiferensiasi diharapkan dapat membantu peserta didik belajar sesuai tingkat kemampuannya.
D.Tujuan pembelajaran yang tidak sesuai dengan kemampuan peserta didik
Pembahasan :
Jawaban : C. Pembelajaran Terdiferensiasi diharapkan dapat membantu peserta didik belajar sesuai tingkat kemampuannya.


Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 1 Pembelajaran Terdiferensiasi dalam Numerasi Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:52 PM