Membuat Poster Lingkungan

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membuat Poster Lingkungan. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu menulis kalimat efektif yang menarik untuk poster dan membuat ilustrasi yang sesuai. Pada kegiatan ini hasil karya peserta didik dapat digunakan untuk lomba, untuk pameran, dan dikurasi untuk dipajang di dinding kelas.

Poster adalah informasi berupa teks dan gambar yang biasanya ditempel di dinding atau papan informasi. Tujuan poster adalah memberi informasi dan atau mengajak orang untuk melakukan aktivitas tertentu. Poster tidak hanya berbentuk cetak, perkembangan teknologi membuat poster dapat berbentuk gambar grafis yang dipublikasikan di media sosial atau internet.

Poster harus menarik agar mendapatkan perhatian orang lain. Tujuannya adalah agar pesan yang ingin disampaikan dapat diketahui oleh pembacanya. Untuk fungsinya, poster dapat dimanfaatkan untuk hal-hal tertentu seperti berikut ini:
  1. Memberitahukan sebuah kegiatan atau acara. Poster dapat digunakan sebagai media yang mengumumkan adanya sebuah kegiatan atau acara. Dengan membuat pengumuman acara lewat poster, diharapkan orang akan mengetahui informasi seputar acara dan juga hadir dalam acara tersebut. Contohnya seperti poster pemberitahuan upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia atau poster pemilihan calon ketua OSIS.
  2. Mempromosikan barang atau jasa. Selain mengenalkan acara, poster bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan sebuah barang atau jasa. Poster berperan sangat baik sebagai media promosi. Dengan pengemasan dan desain yang menarik, calon pembeli diharapkan akan membaca iklan yang disampaikan dan tertarik membeli barang atau jasa yang dipromosikan. Sebagai contoh seperti poster iklan bimbingan belajar daring.
  3. Menyampaikan pesan layanan masyarakat. Poster juga untuk menyampaikan pesan-pesan layanan masyarakat. Poster layanan masyarakat memuat informasi untuk mengedukasi masyarakat secara umum tentang suatu hal. Misalnya poster penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Pada bab ini kita banyak membahas masalah lingkungan dengan penjelasan ilmiah dan aksi-aksi yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya. Kita bisa berkontribusi pada bumi dengan melakukan aksi-aksi kecil kita sendiri, misalnya dengan menghemat penggunaan energi, mengolah sampah dapur, memilih menggunakan tas dan kemasan ramah lingkungan, dan mendukung Slow Fashion dengan tidak bergonta-ganti mode dan menghasilkan sampah tekstil.

Aksi pribadi sudah cukup bagus, namun akan lebih baik kalau kita bisa mengajak  orang lain untuk mengikuti aksi kita. 

Seiring perkembangan zaman, kondisi lingkungan kita, Bumi kita bersama, sedang tidak baik-baik saja. Ada banyak permasalahan lingkungan yang harus kita tuntaskan bersama, seperti pencemaran, sampah plastik, hingga pemanasan global. Masalah-masalah seperti ini susah diselesaikan jika masih banyak orang yang tak sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Untuk mengajak orang bersama-sama menjaga lingkungan, kita bisa menggunakan poster lingkungan yang persuasif.

Buatlah satu poster dengan tema lingkungan yang tujuannya mengajak orang lain untuk mendukung aksi yang kita lakukan untuk menyelamatkan bumi. Kalian dapat membuat poster dengan teman. Buatlah poster dengan gambar/lukisan dan kata-kata yang menarik. Ingat, kata-kata dan kalimat dalam poster dan brosur sebaiknya singkat dan jelas.
Poster Lingkungan
Sebelum membuat poster, pastikan peserta didik sudah memikirkan konsep posternya, yaitu kata-kata yang ingin disampaikan dan gambar yang ingin dipakai.

Demikian pembahasan mengenai Membuat Poster Lingkungan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:25 PM

Memahami Informasi dari Infografi Perbedaan antara Slow Fashion dan Fast Fashion

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Infografik Perbedaan antara Slow Fashion dan Fast Fashion. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat memahami informasi pada infografik.

Infografik adalah representasi visual informasi, data, atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafik ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas. Saat ini infografik ada di segala bentuk media, mulai dari hasil cetakan biasa dan ilmiah hingga papan dan rambu jalan. Infografik mengilustrasikan informasi yang memiliki sedikit teks dan berperan sebagai ringkasan visual untuk konsep sehari-hari.

Infografik atau dalam bahasa Inggris berasal dari kata infographic, juga sangat identik dengan penambahan data dalam bentuk angka yang dikemas dalam berbagai paduan warna desain yang menarik. Hal tersebut dapat membuat konten anda menjadi lebih interaktif, estetik, dan atraktif di mata pembaca.

Saat ini, infografis ada di segala bentuk media, mulai dari hasil cetakan biasa dan ilmiah hingga papan dan rambu jalan. Infografis mengilustasikan informasi yang memiliki sedikit teks, dan berperan sebagai ringkasan visual untuk konsep sehari-hari seperti rambu berhenti dan jalan.

Langkah pertama untuk membuat infografis yang menarik adalah menentukan topik atau tujuan awal konten sesuai dengan kebutuhan audiens. Langkah yang kedua, anda harus memfokuskan pada target audiens sesuai dengan kebutuhan konten. 

Langkah yang ketiga, setelah berhasil menyusun topik dan menentukan audiens, selanjutnya adalah mengumpulkan sumber informasi dan referensi terkait pembuatan sebuah konten. Langkah yang berikutnya adalah dengan mengimplementasikan data dalam bentuk visual sehingga membentuk sebuah struktur infografis yang terstruktur.

Berdiskusi
Infografis
Infografik tersebut menjelaskan perbedaan antara fast fashion dan slow fashion.Presentasikan informasi yang ada dalam infografik tersebut di depan kelas. Untuk persiapan, kalian bisa menuliskan rencana presentasimu di buku tulis. Kalian bisa menggunakan bantuan kalimat-kalimat di bawah ini atau menggunakan kalimatmu sendiri.

Perbedaan antara Slow Fashion dan Fast Fashion
Fast fashion adalah a) industri pakaian yang memproduksi pakaian dengan cepat setiap dua minggu sekali. Sementara lawannya, slow fashion adalah b) industri pakaian yang lebih menekankan kualitas pakaian dan lebih ramah lingkungan. Ada beberapa perbedaan mendasar dari kedua industri pakaian ini. Dari segi kualitas c) fast fashion cenderung berkualitas rendah. Sementara  slow fashion kualitasnya lebih bagus, lebih mahal, dan lebih tahan lama. Metode pembuatan dari slow fashion sering kali masih tradisional. Kebalikannya, metode pembuatan fast fashion e) menggunakan mesin modern. 

Dilihat dari skala industrinya, fast fashion adalah industri yang f) besar, dengan volume produksi yang g) tinggi. Berbeda dengan slow fashion yang merupakan industri h) kecil dengan volume produksi i) yang rendah. Perbedaan antara dua industri juga terlihat pada besarnya dampak pada lingkungan. Industri j) slow fashion lebih ramah lingkungan daripada industri k) fast fashion.

Saya lebih mendukung industri l) slow fashion karena m) tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Demikian pembahasan mengenai Memahami Informasi dari Infografi Perbedaan antara Slow Fashion dan Fast Fashion Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:34 AM

Membaca dan Memahami Infografik Kontroversi di Balik Industri “Fast Fashion”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca dan Memahami Infografik. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat memahami informasi pada infografik.

Pada kegiatan ini peserta didik membaca teks “Kontroversidi Balik Industri“Fast Fashion” sambil memirsa foto yang ditampilkan dalam bacaan tersebut. Setelah itu,peserta didik menjawab pertanyaan berkaitan dengan bacaan dan menyampaikan pendapat mengenai penyajian informasi tentang fashion.

Infografik adalah representasi visual informasi, data, atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafik ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas. Saat ini infografik ada di segala bentuk media, mulai dari hasil cetakan biasa dan ilmiah hingga papan dan rambu jalan. Infografik mengilustrasikan informasi yang memiliki sedikit teks dan berperan sebagai ringkasan visual untuk konsep sehari-hari.

Kontroversi di Balik Industri“ Fast Fashion”
Pernahkah kamu mendengar tentang Fast Fashion? Fast dalam bahasa Inggris artinya ‘cepat’, sementara fashion adalah padanan kata dari ‘fesyen’ atau ‘mode’. Fast Fashion adalah pakaian yang diproduksi dalam siklus yang cepat dan masif oleh industri pakaian demi tren terbaru di masyarakat. Biasanya, pakaian ini harganya murah dan kualitasnya tidak begitu bagus. 

Industri fesyen siap pakai ini melibatkan banyak buruh di pabrik garmen. Sebesar 34% pekerja berada di wilayah Asia. Sebagian besar di antaranya tidak mendapatkan upah yang layak. Selain itu, beberapa pengusaha mempekerjakan anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Selain kontroversi di sektor sosial, industri fesyen ini juga mempunyai dampak buruk pada lingkungan. Proses pembuatan pakaian membutuhkan banyak sekali air. Misalnya untuk memproduksi 1 potong kaus katun dibutuhkan 2.700 liter air yang setara dengan air minum satu orang selama 2,5 tahun. Proses produksi baju juga menghasilkan emisi yang besar dan menghasilkan limbah plastik dalam bentuk mikrofiber.

Untuk mengurangi dampak buruk dari fesyen siap pakai, kita bisa berkontribusi dengan memilih pakaian dari bahan katun organik, mengurangi membeli baju baru, dan mendaur ulang pakaian yang sudah tidak terpakai. 
Memahami Infografik
Amati infografik tersebut dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan fast fashion?
Fast fashion adalah pakaian yang diproduksi dalam siklus yang cepat dan masif oleh industri pakaian demi tren terbaru di masyarakat.
2. Sebutkan dampak sosial dari industri fast fashion!
Dampak sosial dari industri fast fashion adalah banyaknya buruh yang tidak mendapatkan upah yang layak. Ada juga pengusaha yang mempekerjakan anak-anak di bawah usia 18 tahun.
3. Apa dampak lingkungan dari industri ini?
Dampak lingkungan dari industri ini adalah membutuhkan banyak sekali air, menghasilkan emisi yang besar, dan menghasilkan limbah plastik dalam bentuk mikrofiber.
4. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak buruk industri fesyen siap pakai ini?
Hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak buruk industri fesyen siap pakai ini antara lain memilih pakaian dari katun organik, mengurangi membeli baju baru, dan mendaur ulang pakaian yang sudah tidak terpakai.

Demikian pembahasan mengenai Membaca dan Memahami Infografik Kontroversi di Balik Industri “Fast Fashion”. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:00 PM

Mengenal Sinonim dan Antonim

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Sinonim dan Antonim. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik paham tentang sinonim dan antonim. Pada kegiatan ini Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang sinonim dan antonim. Kemudian peserta didik mencari sinonim dan antonim dari kosakata yang terdapat dalam teks berita dan menyelesaikan tabel pada Buku Siswa.

Dalam bahasa Indonesia, antonim dan sinonim dipakai untuk menjelaskan atau menyatakan suatu hal. Antonim lazim digunakan untuk menjelaskan kata dengan makna berlawanan. Sedangkan sinonim dipakai untuk menyatakan kata yang bermakna sama atau serupa.
Sinonim dan Antonim
1. Antonim
Antonim berasal dari kata anti atau ant berarti lawan dan onuma artinya nama. Antonim adalah kata-kata yang memiliki makna berbeda atau berlawanan. Antonim memperlihatkan adanya hubungan kontras antara beberapa kalimat.  Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang bermakna kebalikan, pertentangan, atau kontras antara satu dengan lainnya.

Beberapa ciri khas dari kata antonim adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki arti kebalikan. Kata antonim selalu memiliki arti kebalikan dengan kata lainnya. Arti kebalikan ini dapat berupa lawan kata secara langsung atau kebalikan makna secara umum. Misalnya, kata "panjang" dan "pendek" merupakan antonim karena keduanya memiliki arti yang berlawanan.
  2. Terletak pada posisi yang sama dalam tata bahasa. Kata antonim selalu terletak pada posisi yang sama dalam tata bahasa. Misalnya, kata "tinggi" dan "rendah" merupakan antonim karena keduanya merupakan kata benda (kata sifat) dan memiliki urutan yang sama dalam kalimat.
  3. Menggambarkan perbedaan dalam arti. Kata antonim digunakan untuk menggambarkan perbedaan dalam arti. Dalam percakapan sehari-hari, kata antonim sering digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara dua hal atau keadaan yang berlawanan.

2. Sinonim
Kata sinonim berasal dari bahasa Yunani Kuno, onoma berarti nama dan syn artinya dengan.  Menurut Engkay Sobariah dalam buku EYD dan Tata Bahasa Indonesia (2015), sinonim adalah kata yang memiliki bentuk berbeda, namun arti atau maknanya sama. Sinonim sering disebut persamaan kata atau padanan kata. Pengertian sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan kesamaan makna antara satu kata dengan lainnya.

Kata sinonim pun mempunyai beberapa ciri-ciri, yaitu: 
  1. Salah satu kata sinonim berasal dari bahasa daerah atau asing. Contoh: khawatir dan gelisah, kreator dan pencipta, konde dan sanggul
  2. Kata sinonim bergantung pada laras bahasa atau konteks penggunaannya. Contoh: meninggal, wafat, dan mati; gadis, dara, dan cewek; surya dan matahari
  3. Kata sinonim kadang memiliki makna kognitif dan emotif yang berbeda. Contoh: negarawan dan politikus, ningrat dan feodal Ada pula kata sinonim yang pemakaiannya terbatas pada kata tertentu. Contoh: kata basi, busuk, asam, serta tengik mempunyai makna yang buruk namun tidak bisa saling menggantikan.
  4. Kata sinonim terkadang maknanya tumpang-tindih. Maksudnya yaitu kadang bercampur aduk atau bahkan bertentangan. Contoh: bimbang, cemas, dan sangsi; konkret dan nyata; kata ‘abu’ dalam nomina abu rokok dan abu gosok

Latihan
Tuliskan sinonim dan antonim dari kosakata di bab ini. Gunakan kata-kata yang tersedia. Satu kata bisa jadi memiliki lebih dari satu sinonim atau antonim.
KosakataSinonimAntonim
daringonlineluring
peloporinisiator, pemimpinpengikut
globasedunialokal
emisipancaran-
kesenjanganperbedaanpemerataan
efisiensitepat guna, kesangkilanpemborosan
ekstremterlalurata-rata, normal
mendukungmenyokongmenentang

Demikian pembahasan mengenai Sinonim dan Antonim. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:49 PM

Memberi Tanggapan terhadap Teks Berita Anak-Anak Muda Indonesia Ikuti Seruan Aksi Iklim Greta Thunberg

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Memberi Tanggapan terhadap Teks Berita. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu memberikan pendapat tentang teks berita.

Pada kegiatan ini peserta didik membaca kembali teks berita, menjawab pertanyaan pemahaman bacaan dan menyampaikan pendapatnya tentang teks tersebut.

Teks berita adalah teks yang menyampaikan kabar atau informasi mengenai peristiwa faktual dan aktual kepada masyarakat. Faktual artinya sesuai fakta dan tidak mengada-ngada, sedangkan aktual artinya hangat atau baru saja terjadi.

Sifat faktual pada berita dibuktikan dengan adanya keterangan dari orang-orang yang terlibat pada peristiwa tersebut. Kalau di televisi nih, kamu pasti pernah melihat reporter yang mewawancarai narasumber. Fakta-fakta berita bersumber dari keterangan warga setempat serta bukti pendukung seperti foto atau video di lokasi kejadian. Tujuan atau fungsi teks berita yaitu memberikan informasi terkini dan terpercaya untuk masyarakat. 
Krisi
Cara Menanggapi Berita
Berita yang disajikan dalam media cetak atau elektronik berisi hal-hal yang terjadi di sekitar kita atau di dunia ini. Berita tersebut berisi fakta-fakta yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Berita yang disusun diinformasikan kepada pembaca atau pendengar dengan maksud untuk menambah wawasanpara pembaca atau pendengarnya.

Tanggapan atau respon terhadap suatu teks berita yang dibaca atau didengar sangat beragam. Kita dapat menanggapi isi teks berita dari aspek bahasa yang digunakan, kebenaran isi, berita atau isi informasi. Perlu diingat bahwa dalam memberikan tanggapan baik tanggapan yang positif dan negatif terhadap isi suatu berita harus disampaikan dengan santun.

Anak-Anak Muda Indonesia Ikuti Seruan Aksi Iklim Greta Thunberg
Jakarta (ANTARA) - Anak-anak muda di 12 kota Indonesia akan mengikuti seruan aksi iklim dari aktivis lingkungan muda Greta Thunberg asal Swedia dengan turun ke jalan dalam kegiatan bertajuk “Jeda untuk Iklim” guna mendukung Global Climate Strike pada 20 September 2019.

“Jika dibandingkan dengan aksi di New York, mungkin tidak akan sebanyak itu. Namun setidaknya sudah ada anak-anak muda dari 12 kota dan masih akan bertambah yang menyatakan bergabung turun ke jalan,” kata salah satu penggagas aksi “Jeda untuk Iklim”, Alexandra Karyn, di Jakarta, Rabu.

Di Jakarta, seribu lebih pelajar, mahasiswa, dan orang dewasa yang mengambil cuti kerja sudah mendaftar secara daring di situs globalclimatestrike untuk mengikuti aksi iklim dengan berjalan dari Masjid Cut Mutia menuju Balai Kota DKI Jakarta lalu bergerak ke titik akhir Taman Aspirasi.

Dan sterusnya.....

Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apa nama aksi yang akan dilakukan anak-anak muda di Indonesia pada 20 September 2019?
Nama aksi yang dilakukan anak-anak pada 20 September adalah aksi “Jeda untuk Iklim” guna mendukung Global Climate Strike.
2. Siapa yang memelopori aksi tersebut?
Tokoh yang memelopori aksi Jeda Untuk Iklim adalah  Alexandra Karyn,
3. Pesan apa yang ingin disampaikan Alexandra Karyn kepada pemerintah?
Anak-anak muda akan menyampaikan pesan kepada pemerintah agar menghentikan cara-cara biasa (Business as Usual/BAU) dalam menurunkan emisi gas rumah kaca mengingat menurut perhitungan para ilmuwan sebelas tahun ke depan Bumi sudah akan mencapai climate tipping point, titik kritis iklim..
4. Berapa negara yang menyatakan bergabung dalam aksi iklim global?
Menurut catatan 350.org, aksi iklim itu akan dilakukan di 137 negara dan meliputi total 4.500 kegiatan.
5. Setujukah kalian dengan aksi jeda untuk iklim ini? Tuliskan tanggapanmu beserta alasannya!
Saya menyatakan sangat setuju dengan adanya aksi “Jeda untuk Iklim” di Indonesia. Sudah saatnya anak-anak muda turun ke jalan kalau pemerintah dirasa tidak mampu melakukan hal yang benar untuk mengatasi krisis iklim yang mengancam masa depan. Sayang sekali partisipasi anak-anak muda Indonesia untuk aksi ini masih sangat kecil dibandingkan dengan partisipasi anak-anak dan pelajar di negara lain. Ini kemungkinan karena kurangnya kesadaran akan bahayanya perubahan iklim yang berdampak pada kita semua, bukan hanya pada negara tertentu. Sudah saatnya isu tentang iklim ini menjadi perbincangan dan diskusi di ruang-ruang kelas kita untuk menumbuhkan kesadaran anak Indonesia untuk menjaga satu-satunya planet yang kita punya.

Demikian pembahasan mengenai Memberi Tanggapan terhadap Teks Berita. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:49 AM

Menyimak Teks Berita “Anak-Anak Muda Indonesia Ikuti Seruan Aksi Iklim Greta Thunberg”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Menyimak Teks Berita “Anak-Anak Muda Indonesia Ikuti  Seruan Aksi Iklim Greta Thunberg”. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik Peserta didik  memahami istilah baru dari menyimak bacaan.

Pada kegiatan ini peserta didik menyimak ketika guru membacakan teks berita. Ketika menyimak, peserta didik mencatat istilah-istilah baru dan kemudian membahasnya di kelas. Biasanya peserta didik kurang memahami isi berita karena belum memahami kosakata yang digunakan. Cari makna kosakata dalam kamus dan diskusikan dengan seluruh kelas.
Jeda Iklim
Teks berita adalah teks yang menyampaikan kabar atau informasi mengenai peristiwa faktual dan aktual kepada masyarakat. Faktual artinya sesuai fakta dan tidak mengada-ngada, sedangkan aktual artinya hangat atau baru saja terjadi.

Sifat faktual pada berita dibuktikan dengan adanya keterangan dari orang-orang yang terlibat pada peristiwa tersebut. Kalau di televisi nih, kamu pasti pernah melihat reporter yang mewawancarai narasumber. Fakta-fakta berita bersumber dari keterangan warga setempat serta bukti pendukung seperti foto atau video di lokasi kejadian. Tujuan atau fungsi teks berita yaitu memberikan informasi terkini dan terpercaya untuk masyarakat. 

Kosa Kata Baru
Kosakata Baru dalam Bacaan “Anak-Anak Muda Indonesia Ikuti Seruan Aksi Iklim Greta Thunberg”
  1. aksi: n gerakan
  2. iklim: n keadaan hawa (suhu, kelembapan, awan, hujan, dan sinar matahari) dalam jangka waktu yang agak lama (30 tahun) di suatu daerah
  3. jeda: n waktu berhenti (mengaso) sebentar; waktu beristirahat di antara dua kegiatan atau dua babak (seperti dalam olahraga dan sebagainya)
  4. emisi: n kandungan gas mesin yang dibuang ke udara
  5. penggagas: n pemikir atau pencetus gagasan
  6. kesenjangan: n perihal (yang bersifat, berciri) senjang; ketidakseimbangan; ketidaksimetrisan
  7. aktivis: n orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya; n Pol seseorang yang menggerakkan (demonstrasi dan sebagainya)
  8. daring: n akr dalam jaringan, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya
  9. komitmen: n perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak

Bisakah kalian menebak arti dari istilah berikut? Coba kalian berlatih menuliskan  arti kata-kata ini sebelum membahasnya bersama-sama di kelas.
  1. Aksi iklim = aksi untuk mengatasi krisis iklim 
  2. Aktivis lingkungan = orang atau organisasi penggerak di bidang lingkungan 
  3. Jeda untuk iklim = aksi untuk mogok sekolah atau kerja untuk berdemonstrasi menuntut penanganan krisis iklim 
  4. Turun ke jalan = berdemonstrasi dengan melakukan protes di jalanan
  5. Energi bersih = energi dari sumber terbarukan
  6. Gas rumah kaca = gas dalam atmosfer yang menjebak panas, terdiri atas CO2,  metana, dan klorofluorokarbon
  7. Titik kritis iklim = titik ketika perubahan pada iklim tidak bisa dihentikan atau diputar balik

Untuk lebih memahami arti dari kosakata yang baru kalian pelajari, pilihlah 3 kata/istilah yang paling kalian sukai dari daftar di atas dan buatlah kalimat dengan kata-kata tersebut. Contoh penggunaan dalam kalimat:
  1. Aksi iklim merupakan tindakan untuk membangun strategi antisipasi dan memanfaatkan peluang yang menguntungkan.
  2. Di tengah kekhawatiran akan kelangsungan bumi ini, kita patut berterima kasih terhadap para aktivis lingkungan.
  3. Aksi Jeda untuk Iklim Global kini rutin dihelat secara serentak di berbagai kota dunia
  4. Para pelajar di seluruh dunia tergerak untuk turun ke jalan demi  menyerukan para pemimpin dunia untuk bertindak sesuai saran para ilmuwan.
  5. Pemerintah seharusnya mengusahakan tersedianya energi bersih yang terjangkau untuk semua orang.
  6. Upaya mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi tren dunia itu mendorong penetapan standar internasional untuk pengukurannya.
  7. Mencairnya es di kutub utara adalah salah satu contoh titik kritis iklim yang seharusnya membuat kita khawatir dan bertindak lebih bijaksana dalam menggunakan energi.
Demikian pembahasan mengenai Menyimak Teks Berita “Anak-Anak Muda Indonesia Ikuti  Seruan Aksi Iklim Greta Thunberg”. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:04 PM

Menulis Ringkasan Teks Eksplanasi Ilmiah “Mengenal Krisis Iklim”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Menulis Ringkasan Teks Eksplanasi Ilmiah. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik Peserta didik dapat menulis ringkasan teks eksplanasi ilmiah.

Pada kegiatan ini Peserta didik membaca kembali teks eksplanasi ilmiah dengan saksama. Peserta didik mengidentifikasi ide pokok dalam setiap paragraf. Peserta didik menulis ringkasan berdasarkan ide pokok tersebut dan menambahkan ide pendukung yang dirasa penting. Peserta didik menyunting tulisannya sesuai dengan PUEBI.

Teks eksplanasi adalah tulisan yang menjelaskan proses kejadian suatu peristiwa, baik peristiwa alam maupun sosial. Sifat tulisan ini adalah informatif. Artinya, isi tulisan ini memberikan informasi baru kepada pembacanya. Informasi ilmiah terkait dengan suatu proses dikenal juga dengan istilah eksposisi.
Mengenal Krisis Iklim
Teks eksplanasi memiliki beberapa ciri khusus yang dapat membedakan jenis teks ini dengan teks lainnya. Beberapa ciri-ciri teks eksplanasi yang dapat dikenali antara lain sebagai berikut :
  1. Informasi yang dimuat dalam teks eksplanasi berdasarkan fakta (faktual).
  2. Hal yang dibahas, yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan.
  3. Sifatnya informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas.
  4. Fokus pada hal umum (generik), bukan partisipan manusia. Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan lainnya.

Sedangkan meringkas teks adalah kegiatan menulis inti atau pokok bahasan dari sebuah teks menjadi sebuah tulisan yang singkat. Secara umum, tujuan dari meringkas adalah agar seseorang membaca teks dalam waktu yang singkat. Tujuan lain dari meringkas di antaranya untuk menemukan informasi penting di dalam teks dengan cepat, untuk menemukan bagian-bagian pokok isi teks, untuk mempersingkat waktu dalam membaca, untuk menggambarkan keadaan isi teks, dan untuk membantu mencari gagasan utama/ide pokok teks dalam waktu singkat

Langkah-langkah menulis ringkasan teks eksplanasi:
  1. Membaca seluruh teks dengan saksama.
  2. Mencari ide pokok (gagasan utama) setiap paragraf. Cari dan tandai kalimat utama di setiap paragraf. Kalimat utama ini biasanya adalah kalimat umum, sementara kalimat-kalimat lain merupakan penjelasan dari kalimat utama. Kalimat utama bisa ditemukan di awal, tengah, maupun akhir paragraf.
  3. Menuliskan ringkasan. Pastikan kalimat utama di setiap paragraf masuk ke ringkasan.
  4. Memeriksa kembali ringkasan dan mengedit sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). KBBI merupakan acuan berbagai kalangan pengguna bahasa Indonesia, terutama dalam pemakaian bahasa tulis, secara baik dan benar.

Contoh Ringkasan
Krisis iklim adalah krisis akibat perubahan iklim, yaitu ketika suhu rata-rata bumi meningkat dalam waktu yang lama. Penyebab dari krisis iklim adalah seluruh kegiatan manusia yang membuang gas rumah kaca. Contohnya antara lain penggunaan bahan bakar fosil pada kendaraan. Perubahan iklim berdampak buruk pada kelangsungan hidup manusia. Cuaca panas yang ekstrem bisa menyebabkan kematian. Cuaca panas juga mengganggu rantai makanan karena banyak tumbuhan dan hewan yang tidak bisa bertahan hidup. Naiknya permukaan laut akan membuat kota-kota tergenang, atau bahkan tenggelam. Dampak paling buruk yang mengancam adalah langkanya bahan makanan dan air bersih. Untuk menghentikan krisis ini diperlukan perubahan gaya hidup, yaitu dengan mengurangi konsumsi dan menggunakan energi bersih.

Demikian pembahasan mengenai Menulis Ringkasan Teks Eksplanasi Ilmiah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:46 AM

Membaca Teks Eksplanasi Mengenal Krisis Iklim

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca Teks Eksplanasi Mengenal Krisis Iklim. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik Peserta didik menentukan kebenaran informasi dari teks eksplanasi ilmiah.

Pada kegiatan ini peserta didik membaca dengan nyaring teks “Mengenal Krisis Iklim”. Peserta didik mengisi tabel benar salah untuk membantu memahami teks kemudian peserta didik dan guru mendiskusikan makna kosakata baru.

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan mengenai suatu fenomena atau peristiwa, baik fenomena alam maupun fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena alam yang terjadi bisa berupa tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran hutan, proses terbentuknya pelangi, dan sebagainya. Sedangkan fenomena sosial yang dapat dijelaskan oleh teks eksplanasi antara lain; aksi sengit, tawuran, peperangan , dan lain-lain.

Teks eksplanasi bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan secara jelas kepada pembaca . Itulah sebabnya, di dalam teks eksplanasi harus memuat proses, sebab, dan akibat suatu kejadian . Ada empat ciri-ciri teks eksplanasi, yaitu Faktual, Keilmuan, Informatif, dan Pembahasan yang Bersifat Umum. 
  1. Faktual artinya, teks eksplanasi memuat informasi yang nyata dan benar adanya.
  2. Bersifat Keilmuan artinya teks eksplanasi membahas fenomena yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Misalnya, gempa bumi dikaitkan dengan ilmu Geografi . Atau aksi tajam yang dibahas dari sudut pandang ilmu Sosiologi 
  3. Informatif artinya teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan informasi  tanpa mempengaruhi pembaca . Ingat ya, teks eksplanasi hanya menjelaskan proses terjadinya suatu kejadian, bukan untuk membujuk siapa pun.
  4. Membahas hal-hal yang bersifat umum artinya teks eksplanasi menjelaskan peristiwa yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
Efek RUmah Kaca
Kosa Kata Baru
Adakah kata-kata sulit yang belum kalian pahami? Gunakan kamus untuk mencari arti kata-kata berikut ini.

Kosakata Baru dalam Bacaan “Mengenal Krisis Iklim”
  1. stratosfer: n lapisan udara di antara 10–60 km di atas permukaan bumi; lapisan udara di atas troposfer; n daerah atmosfer yang terletak antara tropopause dan stratopause, di dalam daerah ini makin ke atas suhunya makin tinggi
  2. fosil: n sisa tulang belulang binatang atau sisa tumbuhan zaman purba yang telah membatu dan tertanam di bawah lapisan tanah
  3. karbon: n Kim unsur bukan logam, dalam alam terdapat sebagai intan, grafit, dan arang; zat arang; unsur dengan nomor atom 6, berlambang C, bobot atom 12,0111
  4. metana: n gas tanpa warna dan tanpa bau, yang dapat meledak jika dicampur dengan udara, sifatnya lebih ringan daripada udara〈CH4〉
  5.  manufaktur: v membuat atau menghasilkan dengan tangan atau mesin; n proses mengubah bahan mentah menjadi barang untuk dapat digunakan atau dikonsumsi oleh manusia
  6. biodiversitas: keragaman hayati
  7. efisiensi: n ketepatan cara (usaha, kerja) dalam menjalankan sesuatu (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya); kedayagunaan; ketepatgunaan; kesangkilan; n kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya)
  8. ekstrem: a paling ujung (paling tinggi, paling keras, dan sebagainya); a sangat keras dan teguh; fanatik
  9. pemangku kepentingan: orang atau pihak yang memiliki kepentingan

Setelah membaca, tentukan pernyataan berikut ini benar atau salah.  Beri tanda centang di kolom yang sesuai!
No.PernyataanBenarSalah
1.Krisis iklim adalah krisis yang dialami masyarakat di seluruh dunia karena adanya perubahan iklim.-
2.Suhu rata-rata bumi meningkat karena gas rumah kaca yang terjebak di atmosfer.-
3.Penggunaan energi dari bahan bakar fosil tidak menyebabkan krisis iklim.-
4.Cuaca panas ekstrem akan berdampak pada kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.-
5.Bongkahan es besar di Arktik yang meleleh menyebabkan naiknya permukaan laut.-
6.Berkurangnya sumber daya alam bisa menyebabkan konflik antara suku, ras, dan negara.-
7.Salah satu usaha untuk mengatasi krisis iklim adalah dengan mengurangi konsumsi.-
8.Sumber energi bersih atau energi terbarukan harganya murah dan mudah diakses-

Demikian pembahasan mengenai Membaca Teks Eksplanasi Mengenal Krisis Iklim. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:23 PM

Membaca Grafik Jumlah Kunjungan Wisata Labuhan Bajo

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca Grafik . Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat memirsa dan menganalisis grafik.

Pada kegiatan ini peserta didik akan menemukan dan mengidentifikasi informasi pada satu paragraf atau pada fitur grafis (grafik, bagan, dll.) serta informasi lain yang ditambahkan oleh penerbit dalam bentuk glosarium yang sesuai untuk jenjangnya.Menemukan informasi pada sumber pendukung lain seperti kamus, ensiklopedia, dan tesaurus yang sesuai jenjangnya.

Grafik adalah metode umum untuk mengilustrasikan hubungan dalam data secara visual. Grafik dapat menjadi cara efektif untuk menyajikan data dan menginterpretasikannya. Pepatah umum mengatakan “sebuah gambar bernilai ribuan kata”, yang mana asumsinya bahwa sebuah gambar dapat “mengatakan” hal-hal yang tidak dapat diungkapkan atau diungkapkan dengan jelas dan ringkas oleh kata-kata.

Penyajian data menggunakan grafik atau diagram merupakan pengembangan dari penyajian data menggunakan tabel. Penyajian data menggunakan grafik haruslah mudah dimengerti oleh pembaca, sebab terkadang pemberian informasi kepada umum hanya disajikan dalam benttuk grafik tanpa adanya tabel sebagai informasi yang mendukung. 

Penyajian dalam bentuk grafik adalah suatu penyajian data secara visual. Untuk memahami dan menginterpretasikan data selain dengan menghitung nilai ststiatika deskriptif kadang-kadang lebih mudah dan cepat memahami data tersebut jika disajikan dalam bentuk diagram. Berikut merupakan jenis-jenis diagram.
  1. Diagram batang
  2. Diagram garis
  3. Diagram lambing atau diagram symbol
  4. Diagram pastel dan diagram lingkaran
  5. Diagram peta atau kartogram
  6. Diagram pencar atau diagram titik.

Cara Membaca Grafik
Tujuan grafik adalah untuk menyampaikan informasi. Berikut beberapa langkah untuk membantu Anda membaca grafik:

1. Merangkum
Merangkum dapat menggunakan kata ‘total’. Contoh: Pada tahun 2019, total luas kebakaran hutan dan lahan di 10 provinsi sebesar 857,755 hektare.

2. Menggunakan kata sifat superlatif (paling)
Kata sifat paling bisa digunakan untuk data yang paling tinggi dan paling rendah.
Contoh:
a) Provinsi Kalimantan Tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan terluas pada tahun 2019.
b) Kebakaran hutan dan lahan paling sedikit terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat seluas 22,046 Ha.

3. Membandingkan
Membandingkan bisa dengan menggunakan kata-kata lebih banyak atau lebih sedikit. Contoh: Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat sedikit lebih kecil daripada yang dialami provinsi tetangganya, Kalimantan Tengah.

4. Membaca tren (kecenderungan)
Kalau ada data waktu ke waktu, kalian bisa menyatakan kecenderungan suatu  peristiwa meningkat atau menurun.

Latihan
Buatlah setidaknya lima kalimat dari pembacaan grafik berikut ini. Kalian bisa merangkum, membandingkan, menggunakan kata sifat superlatif (paling), dan menyatakan tren/kecenderungan
Labuhan Bajo
Hasil Membaca Grafik
  1. Pada tahun 2015, angka kunjungan wisatawan di Labuan Bajo adalah sebesar 27.325.
  2. Dari tahun 2015 sampai tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan di Labuan Bajo paling sedikit pada tahun 2017 sebesar 18.632.
  3. Kunjungan wisatawan di Labuan Bajo meningkat drastis pada tahun 2018 menjadi sebesar 67.592.
  4. Peningkatan kunjungan wisatawan di Labuan Bajo dari tahun 2017 ke tahun 2018 lebih dari 300%.
  5. Rata-rata kunjungan wisatawan di Labuan Bajo dalam empat tahun terakhir adalah 35 ribu orang.
  6. Antara tahun 2015 dan 2016 tidak ada perbedaan besar terhadap angka kunjungan wisatawan di Labuan Bajo

Dengan menuliskan kalimat tentang data pada grafik, kalian berlatih memahami dan menafsirkan data yang tersaji pada grafik.

Demikian pembahasan mengenai Membaca Grafik  Jumlah Kunjungan Wisata Labuhan Bajo Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:04 PM

Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Teks “Bertemu Orang Utan di Taman Nasional Tanjung Puting”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Kalimat Langsung dan Tidak Langsung. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik tahu ciri-ciri dan mampu mengubah kalimat langsung dan tidak langsung.

Pada kegiatan pembelajaran kali ini peserta didik akan mengenali dan memahami fungsi tanda titik, koma, tanda tanya, tanda seru, elipsis, tanda kutip, serta dapat membacanya dengan intonasi yang sesuai konteks/register formal/informal.

Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan apa yang diujarkan orang secara cermat. Kalimat langsung ini dapat berupa kalimat tanya, berita, atau kalimat perintah. Sementara kalimat tidak langsung adalah kalimat yang berisi ungkapan apa yang diujarkan orang.
Orang Utan
Pada bacaan “Bertemu Orang Utan di Taman Nasional Tanjung Puting” terdapat kalimat langsung dan tidak langsung. Jika kalian cermati kembali, adakah perbedaan yang bisa kalian temukan pada kalimat-kalimatnya? Berikut adalah perbedaan antara kalimat langsung dan tak langsung
Definisi
Kalimat LangsungKalimat Tidak Langsung
Kalimat yang langsung diucapkan oleh pembicara atau pelakuKalimat yang tidak langsung diucapkan oleh pembicara atau pelaku.
Ciri-Ciri
Kalimat LangsungKalimat Tidak Langsung
  1. Menggunakan tanda petik dua (“…”)
  2. Sebelum tanda petik dua, dipisahkan dengan tanda koma (,)
  3. Huruf pertama di awal petikan menggunakan huruf kapital
  1. Tidak menggunakan tanda petik dua 
  2. Menggunakan kata hubung bahwa, agar, untuk, dan untuk pertanyaan menggunakan kata apakah serta mengenai. 
Contoh
Kalimat LangsungKalimat Tidak Langsung
  1. Lani berkata, “Kunang-kunang di hutan ini cantik sekali.” 
  2. “Apakah kamu sudah lapar?” tanya Ibu kepadaku
  1. Lani mengatakan bahwa kunang-kunang di hutan ini cantik sekali.
  2. Ibu bertanya apakah aku sudah lapar.

Latihan
Di catatan perjalanan dengan kelotok, terdapat beberapa kalimat langsung dan tidak langsung. Bekerjalah dengan teman sebangkumu.Carilah kalimat langsung dan tidak langsung dalam teks tersebut dan ubahlah jenis kalimatnya tanpa mengubah maknanya.
bawah ini dengan informasi yang kalian dapatkan dari catatan perjalanan di halaman sebelumnya. 
No.Kalimat LangsungKalimat Tidak Langsung
1.Adikku yang berusia enam tahun berseru, “Asyik sekali menjelajah hutan.”Adikku yang berusia enam tahun menyerukan bahwa menjelajah hutan itu asyik sekali.
2.“Penduduk di sekitar taman nasional sangat menghormati Prof. Birute dan memanggilnya ibu,” kata pemandu kami.Pemandu kami mengatakan bahwa penduduk di sekitar taman nasional sangat menghormati Prof. Birute dan memanggilnya ibu.
3.Ibu berkata, “Birute Galdikas adalah peneliti dan aktivis yang mengadvokasi pelestarian orang utan dan hutan hujan tropis. Ibu mengatakan bahwa Birute Galdikas adalah peneliti dan aktivis yang mengadvokasi pelestarian orang utan dan hutan hujan tropis.
4.Pak Safei memberi tahu kami, “Itu Rini, dan dua bayinya, Ricak dan Robby.”Pak Safei memberi tahu kami bahwa orang utan itu bernama Rini dan dua bayinya bernama Ricak dan Robby.
5. “Semua orang mematuhi perintah ibu untuk tidak mengambil ikan di area taman nasional,” tambah Pak Safei.Pak Safei menambahkan bahwa semua orang mematuhi perintah ibu untuk tidak mengambil ikan di area taman nasional.

Demikian pembahasan mengenai Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:59 AM

Fakta dan Opini Teks “Taman Nasional Tanjung Puting”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Fakta dan Opini Teks “Taman Nasional Tanjung Puting”. Tujuan pembelajaran kali ini adalah Ppeserta didik memahami inti dari catatan perjalanan dengan menjawab pertanyaan, membedakan opini dan fakta, dan mencari makna dari kosakata baru.

Pada kegiatan ini peserta didik menjelaskan ide pokok dan banyak ide pendukung dari sebuah teks sastra dan informasional yang terus meningkat sesuai jenjangnya. Mengidentifikasi dan memahami kata-kata yang memiliki makna jamak yang sering digunakan sehari-hari (misalnya keberagaman, warisan) dan kata-kata baru (misalnya globalisasi) pada teks sesuai jenjangnya dengan menggunakan petunjuk visual dan konteks kalimat yang mendukung.
Bertemu Orang Utan di Taman Nasional Tanjung Puting
Fakta adalah keadaan atau peristiwa yang benar-benar ada atau terjadi dalam kehidupan nyata. Kebenaran yang dikandung dalam fakta ini sudah terbukti dan terverifikasi. Oleh karena itu saat dihadapkan dengan fakta, tidak ada orang yang bisa membantahnya. Misalnya, ketika seseorang mengatakan bahwa matahari terbit dari timur, kita tidak bisa membantahnya karena hal itu benar-benar terjadi.

Berbeda dengan kalimat fakta yang mengandung kebenaran yang sudah terbukti, kebenaran dalam opini belum terbukti, karena kalimat opini mengandung pendapat, pandangan, gagasan, sikap, saran atau solusi penulis terhadap sebuah masalah atau kejadian yang sedang dibahas dalam artikelnya. Sekalipun demikian, bila sebuah opini pada akhirnya terbukti kebenarannya, maka opini tersebut berubah menjadi fakta.

Apakah kalian suka catatan perjalanan itu? Sekarang, jawablah pertanyaan-pertanyaan ini, ya!
1. Mengapa penulis sangat ingin mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting?
Penulis ingin mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting karena pernah membaca tentang peneliti yang mengadvokasi pelestarian orang utan dan hutan hujan tropis.
2. Mengapa penulis mengatakan bahwa perjalanannya istimewa? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri!
Perjalanan tersebut istimewa karena mereka tidak menginap di penginapan, tetapi di rumah perahu yang disebut kelotok.
3. Kegiatan apa saja yang dilakukan oleh pusat rehabilitasi orang utan?
Kegiatan pusat rehabilitasi orang utan antara lain merawat orang utan yang menjadi korban kejahatan (misalnya dengan memberi makan) dan kemudian melepaskan mereka kembali ke habitat aslinya.

Mengelompokkan Informasi
Supaya lebih memahami suatu teks atau wacana, kalian bisa mengelompokkan informasi yang terdapat di dalamnya. Pengelompokan bisa dilakukan berdasar kejadian kronologis, atau berdasar tempat kejadiannya. Pengelompokan ini juga akan membantu kalian memahami bacaan. Coba lengkapi tabel di bawah ini dengan informasi yang kalian dapatkan dari catatan perjalanan di halaman sebelumnya. 
Hari KeTempatInformasi atau Peristiwa Penting
1.Tanjung Harapan
  1. Bertemu Gundul dan orang utan lain di tempat pemberian makan. Melihat Bekantan. 
  2. Makan malam dengan kunang-kunang
1.Tanjung Puting
  1. Melihat bekantan
  2. Melihat burung Rangkong
2.Pondok Tanggul
  1. Melihat orang utan bersantai di pohon: Rini dan dua bayinya bernama Ricak dan Robby. 
  2. Tidak ada orang utan yang datang saat pemberian makanan
2.Camp Leakey
  1. Adik penulis mengeluh capek ketika harus berjalan dari dermaga ke tempat pemberian makan. 
  2. Bertemu dengan Tom, orang utan yang dikenal sebagai penguasa hutan. 
  3. Mengunjungi pusat informasi tentang orang utan. 
  4. 97% DNA oramg utan sama dengan DNA manusia. 
  5. Melihat rumah Prof. Birute Galdikas, orang yang pertama kali meneliti orang utan di Tanjung Puting. 
  6. Melihat gerhana bulan dari dek kelotok
3.Desa Sekonyer
  1. Melihat-lihat desa tempat bermukimnya penduduk yang sebelumnya tinggal di dalam taman nasional. 
  2. Di sini turis dapat membeli kerajinan tangan hasil karya penduduk.

Opini atau Fakta
Baca dengan saksama pernyataan dari catatan perjalanan di atas dan tentukan apakah kalimat tersebut opini atau fakta. Beri tanda centang di kolom yang sesuai.
No.PernyataanOpiniFakta
1.Perjalanan ini istimewa karena kami menginap di rumah perahu atau kelotok.-
2.Tom, orang utan di Camp Leakey, memiliki kekuatan setara delapan orang dewasa.-
3.Prof. Birute Galdikas pertama kali meneliti orang utan di Tanjung Puting pada tahun 1971.-
4.Pemandangan malam di hutan tampak indah.-
5.Penduduk Desa Sekonyer awalnya tinggal di dalam taman nasional, tapi kemudian dipindah ke lokasi ini.tanda -

Kosakata Baru dalam Bacaan “Bertemu Orang Utan”
  1. taman nasional: kawasan pelestarian alam yang dikelola, dimanfaatkan untuk kegiatan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, serta rekreasi dan pariwisata
  2. kelotok: n perahu bermotor (di daerah Kalimantan Selatan) terbuat dari kayu untuk kendaraan sungai
  3. dermaga: n tembok rendah yang memanjang di tepi pantai menjorok ke laut di kawasan pelabuhan (untuk pangkalan dan bongkar muat barang); kade
  4. mengadvokasi: melakukan pembelaan
  5. tanah gambut: Tan tanah yang terbentuk dari proses pelapukan tumbuhan rawa, kurang subur
  6. pemandu wisata: orang yang pekerjaannya mendampingi wisatawan dengan mengatur perjalanan dan memberi penjelasan tentang tempat yang dikunjungi; orang yang bertugas memandu wisatawan; pramuwisata
  7. habitat: n Bio tempat hidup organisme tertentu; tempat hidup yang alami (bagi tumbuhan dan hewan); lingkungan kehidupan asli, n Geo tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia dengan kondisi tertentu pada permukaan bumi
  8. polusi cahaya: lampu dan cahaya buatan yang membuat langit terlalu terang sehingga bintang tidak terlihat
  9. endemik: berkenaan dengan spesies organisme yang terbatas pada wilayah  geografis tertentu

Demikian pembahasan mengenai Fakta dan Opini Teks “Taman Nasional Tanjung Puting” Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:35 AM

Membahas Gaya Bahasa Majas Teks “Legenda Putri Komodo”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membahas Gaya Bahasa Majas Teks “Legenda Putri Komodo”. Tujuan pembelajaran kali ini adalah Peserta didik bisa menganalisis penggunaan gaya bahasa majas dalam legenda dan membedakan makna sebenarnya dan makna kiasan.

Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar semakin hidup. Mudahnya, bisa kita pahami bahwa majas itu menjadi ungkapan yang dapat menghidupkan suatu kalimat. Majas melakukan penyimpangan dari makna dari suatu kata yang biasa digunakan.
Majas
Jenis majas yang ada dalam Bahasa Indonesia ada sangat banyak sekali. Tapi, di artikel ini kita akan bahas beberapa saja ya yang sering muncul di pelajaran. Secara umum, kita akan membahas macam-macam majas, di antaranya majas metafora, majas asosiasi, majas personifikasi, dan majas hiperbola.
  1. Majas Metafora: mengungkapkan sesuatu dengan perbandingan langsung  atas dasar sifat yang sama atau hampir sama. Contoh: Karena rajin  membantu, dia dianggap anak emas oleh orang tuanya.
  2. Majas Asosiasi (Perumpamaan): membandingkan dua objek yang berbeda  tapi dianggap sama, menggunakan kata pembanding ‘bagaikan,’ ‘bak,’  atau ‘seperti.’ Contoh: Matanya indah seperti bintang kejora.
  3. Majas Personifikasi: menggunakan sifat-sifat benda hidup pada suatu  benda mati. Contoh: Pohon nyiur melambai-lambai tertiup angin.
  4. Majas Hiperbola: menyampaikan sesuatu dengan gaya melebih-lebihkan.  Contoh: Ayah bekerja keras membanting tulang demi memenuhi  kebutuhan keluarganya.

Untuk memperkirakan makna majas, peserta didik bisa mengaitkan dengan konteks dalam bacaan atau mintalah peserta didik untuk membayangkan secara visual kata-kata majas tersebut, misalnya rata dengan tanah, bayangkan sebuah desa yang bangunannya hampir tidak ada yang berdiri melebihi tinggi tanah.

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, penduduk Pulau Komodo juga punya legenda yang turun temurun diturunkan secara lisan. Cerita tersebut populer dengan sebutan legenda Putri Naga Komodo yang katanya menjawab asal muasal mengapa komodo ada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Eksistensi kadal raksasa itu memang populer banget sampai ke mancanegara. Bahkan habitat Komodo ini sudah diklaim sebagai Situs Warisan Dunia sejak 1991.

Dalam cerita tentang Putri Komodo ada beberapa contoh majas. Sebutkan termasuk majas apa dan tuliskan maknanya.
KalimatJenis MajasMakna
Hati yang berkeping-kepingHiperbolaSangat sedih
Rata dengan tanahHiperbolaHancur
Setegar karangAsosiasiSangat tabah
Hutan bisa memberi kita makan Personifikasihutan tempat kehidupan
Buah hatiMetaforaAnak
Berat hatiMetaforaTidak tega
Angin menari-nariPersonifikasiAngin berhembus
Wajah bersinar seperti bulanAsosiasiWajah cantik
Ruh sudah meninggalkan jasad PersonifikasiMeninggal
Berlapang dadaMetaforaIkhlas
Belahan hati MetaforaPasangan (istri atau suami)
Buah bibir MetaforaMenjadi pembicaraan
Matahari baru bangunPersonifikasiMatahari terbit
Air mata yang membanjirHiperbolaMenangis hebat
Secepat kilatHiperbolaSangat cepat
Darah dagingMetaforaAnak kandung atau keluarga

Demikian pembahasan mengenai Membahas Gaya Bahasa Majas Teks “Legenda Putri Komodo” Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:46 AM

Menyimak Kisah Legenda Putri Komodo

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Menyimak Kisah Legenda Putri Komodo. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik didik mampu menyimak dengan baik dan membuat pertanyaan mengenai kisah yang dibacakan.

Pada kegiatan ini peserta didik menyimak dengan saksama, memahami, memaknai instruksi yang lebih kompleks sesuai jenjangnya, memahami dan menganalisis ide pokok dan ide yang lebih terperinci dalam paparan guru atau teman dan dalam teks audiovisual dan teks aural (teks yang dibacakan, misalnya buku yang dibacakan nyaring atau siaran berita)

Menyimak sangat dekat maknanya dengan mendengar dan mendengarkan. Namun, kalau kita pelajari lebih jauh, ketiga kata itu terdapat perbedaan pengertian. Mendengar didefinisikan sebagai suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak memerhatikan makna dan pesan bunyi itu. Sedangkan menyimak adalah proses mendengar denganpemahaman dan perhatian terhadap makna dan pesan bunyi itu.

Jika keterampilan menyimak dikaitkan dengan keterampilan berbahasa yang lain, seperti keterampilan membaca, maka kedua keterampilan berbahasa ini berhubungan erat, karena keduanya merupakan alat untuk menerima komunikasi. Perbedaannya terletak dalam hal jenis komunikasi. Menyimak berhubungan dengan komunikasi lisan, sedangkan membaca berhubungan dengan komunikasi tulis. Dalam hal tujuan, keduanya mengandung persamaan, yaitu memperoleh informasi, menangkap isi, memahami makna komunikasi.

Nama Putri Naga sudah tidak asing lagi ditelinga penduduk Pulau Komodo. Sebab, sosok putri gaib itu memiliki peranan penting dalam cerita asal-usul hewan Komodo yang eksistensinya masih ada sampai sekarang. Apa sih hubungannya si Tuan Putri dengan komodo? Jadi, legenda Putri Naga Komodo sudah turun temurun diceritakan dari generasi silam. Konon, di sekitar wilayah tersebut ada seorang wanita cantik yang punya kekuatan mistis. Penduduk menyebutnya sebagai Putri Naga.

Putri Naga juga memiliki sifat yang baik sehingga salah satu pemuda bernama Majo kesengsem. Untungnya, Putri Naga juga memiliki perasaan yang sama sehingga mereka berdua menikah. Lama-kelamaan, Putri Naga akhirnya hamil dan kejadian mengejutkan terjadi setelah mereka mengetahui anak yang dilahirkan ternyata tidak normal.

Menyimak
Simaklah ketika guru membacakan cerita rakyat tentang komodo ini. Selama menyimak, tuliskan satu pertanyaan yang terlintas di pikiranmu tentang kisah ini di selembar kertas!

Legenda Putri Komodo
Pada zaman dahulu di Kepulauan Komodo tinggallah seorang pria bernama Empu Najo dan istrinya, Lea. Mereka tinggal di Teluk Loh Lawi di Gili Mana. Di sana Empu Najo terpilih menjadi kepala desa. Namun, desa tersebut terus diserang oleh orang-orang dari Suku Bajo yang tak segan menjarah dan mengobrak-abrik desa mereka hingga luluh lantak. 
Kisah Legenda Putri Komodo
Dan seterusnya

Bacalah ulang cerita “Legenda Putri Komodo” tersebut. Kemudian, jawablah  pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Menurut kalian, apakah kisah legenda ini benar-benar terjadi? Jelaskan jawabanmu.
Kisah legenda merupakan cerita fiksi. Jadi, tidak benar-benar terjadi pada masa lalu. Kisah legenda digunakan sebagai dongeng, hiburan, atau nasihat untuk diteruskan ke generasi selanjutnya.
2. Mengapa Si Gerong bersikap baik kepada saudara perempuannya?
Gerong bersikap baik pada adiknya karena dia menyayangi satu-satunya saudara kandung yang hidup bersamanya sejak kecil dan mereka berdua dibesarkan oleh ayahnya dengan penuh kasih sayang. Gerong juga ingin melindungi adiknya dari penduduk desa yang mungkin berniat jahat.
3. Bagaimana cara Empu Najo membesarkan kedua anaknya?
Empu Najo membesarkan kedua anaknya dengan penuh kasih sayang dan berlaku adil.
4. Apa pesan atau amanat yang bisa dipetik dari legenda ini?
Hikmah yang bisa dipetik dari legenda ini adalah bahwa sebaiknya kita hidup berdampingan dengan hewan-hewan yang tinggal di habitat yang sama dengan baik. Tidak perlu memburu atau menyakiti hewan tersebut.

Demikian pembahasan mengenai Menyimak Kisah Legenda Putri Komodo. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:49 AM

Mewawancarai Orang Tua/Keluarga di Rumah

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Mewawancarai Orang Tua/Keluarga di Rumaho. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat melakukan wawancara untuk menggali ide dan menuliskan hasilnya dalam laporan singkat.

Pada kegiatan ini peserta didik belajar tentang berbicara dengan sopan (menggunakan maaf, tolong, dan terima kasih).  Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, 
berbicara dengan jelas sehingga dipahami lawan bicara. Menanggapi dengan  aktif ketika berbicara dengan kelompok pendengar yang berbeda (teman,  guru, dan orang dewasa di sekitarnya).

Wawancara adalah tanya jawab antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan data, keterangan, dan pendapat tentang suatu hal. Wawancara harus dipersiapkan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang optimal. Sebelumnya, tentukan tujuan dari wawancara tersebut. Setelah itu, pilihlah narasumber yang sesuai. Mintalah kesediaan narasumber untuk diwawancarai tentang topik tertentu. Setelah itu, buatlah daftar pertanyaan yang akan diajukan.
Mewawancarai Orang Tua/
Ketika melakukan wawancara di waktu yang disepakati, perhatikan adab sebagai pewawancara. Pakailah baju yang sopan dan berbicara dengan sopan. Perkenalkan diri terlebih dahulu dan ucapkan terima kasih kepada narasumber yang sudah mau diwawancara. Sampaikan pertanyaan dengan jelas. Apabila jawaban narasumber kurang jelas, sampaikan konfirmasi dengan mengatakan, “Apakah yang Bapak/Ibu maksud seperti ini …?” Ajukan pertanyaan yang sesuai meskipun tidak ada dalam daftar pertanyaan. Sampaikan terima kasih kepada narasumber ketika wawancara sudah selesai dan mintalah kesediaannya untuk ditanya kembali kalau ada hal-hal yang perlu dikonfirmasi.

Hal yang tidak kalah penting dari praktik wawancara adalah menuliskan hasilnya. Kalau kalian mempunyai alat perekam suara, kalian bisa menuliskan transkrip wawancara lengkap. Namun kalau tidak punya alat perekam, kalian bisa merangkum hal-hal yang penting saja dari wawancara dengan merujuk ke tujuan wawancara. Ketika melakukan wawancara, catat kata-kata kunci saja, tidak perlu menuliskan seluruh kalimat. Lebih baik pewawancara fokus untuk mendengarkan dan memahami jawaban dari narasumber.

Langkah-langkah wawancara:
  1. Menemukan tokoh yang akan diwawancara. Narasumber ini bisa orang tuamu, kakek nenek, saudara, atau tetangga yang sekiranya mempunyai pengetahuan dan pengalaman tentang kesenian daerah.
  2. Menghubungi narasumber dan meminta kesediaan untuk diwawancarai.
  3. Menyiapkan daftar pertanyaan untuk wawancara. Contoh: 1. Menurut Bapak/Ibu, apa kesenian tradisional yang khas dan paling dibanggakan dari daerah ini? 2. Apa alasan Bapak/Ibu memilih kesenian tradisional tersebut? 3. Bagaimana sejarah atau latar belakang terciptanya kesenian tersebut? 4. Apakah ada permainan tradisional khas dari daerah sini yang sekarang tidak dimainkan lagi oleh anak-anak? Tolong ceritakan bagaimana cara memainkannya.

1. Menurut Bapak/Ibu, apa kesenian tradisional yang khas dan paling dibanggakan dari daerah ini?
Menurut saya kesenian tradisional yang khas dan paling membanggakan dari daerah ini adalah Ebeg. Ebeg merupakan bentuk kesenian tari daerah Banyumas yang menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan kepalanya diberi ijuk sebagai rambut. Tarian Ebeg di daerah Banyumas menggambarkan prajurit perang yang sedang menunggang kuda. Gerak tari yang menggambarkan kegagahan diperagakan oleh pemain Ebeg.

2. Apa alasan Bapak/Ibu memilih kesenian tradisional tersebut?
Saya memilih kesenian tersebut karena Ebeg dianggap sebagai seni budaya yang benar-benar asli dari Jawa Banyumasan mengingat didalamnya sama sekali tidak ada pengaruh dari budaya lain. Berbeda dengan Wayang yang merupakan apresiasi budaya Hindu India dengan berbagai tokoh-tokohnya. 

Selain itu, biasanya dalam pertunjukkan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan, penthul & cepet. Dalam pertunjukkannya ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe. Kesenian ini mirip dengan jathilan, kuda kepang dan kuda lumping di daerah lain.

3. Bagaimana sejarah atau latar belakang terciptanya kesenian tersebut?
Menurut saya kesenian Ebeg berkembang di daerah Jawa Tengah khususnya wilayah Banyumas, Purbalingga,Cilacap, dan Kebumen. Kesenian Ebeg termasuk dalam seni tari tradisional yang bercerita tentang ksatria yang berlatih perang (Pangeran Diponegoro). Kesenian ini telah berkembang sejak meletusnya perang diponegoro.

Tarian ini sejatinya melambangkan dukungan rakyat terhadap Pangeran Diponegoro dalam melawan imperialisme kolonial Belanda. Pada pementasannya, tari ebeg terdiri dari empat pembabakan (fragmen), yaitu fragmen buto lawas yang dilakukan 2 kali, fragmen senterewe, dan fragmen begon putri.

Masyarakat banyak yang mengaitkan kesenian ini dengan hal-hal yang bersifat magis, mengingat dalam salah fragmen tertentu, penari mengalami kerasukan dan hilang akal. Ketika para penari mulai kesurupan (mengalami trance/ mendhem/ wuru), tanpa sadar mereka memakan pecahan kaca, bara api dan benda benda berbahaya lainnya, makan dedaunan yang belum matang, dedhek/ kathul (pakan ternak), kemudian mengupas serabut kelapa dengan gigi, memakan), serta bertingkah sepeti monyet, ular, dll .

4. Apakah ada permainan tradisional khas dari daerah sini yang sekarang tidak dimainkan lagi oleh anak-anak? Tolong ceritakan bagaimana cara memainkannya.
Menurut saya permainan khas yang sekarang sudah jarang dimainkan anak-anak adalah Sliring Genting. Permainan ini berkisah tentang seorang pencuri yang berpura-pura mendatangi sebuah rumah untuk meminta api. Namun, si empunya rumah yang curiga, akhirnya mengetahui bahwa tamu tak diundangnya, ternyata berniat mengambil pithik alias ayam miliknya. 

Para pemain akan tegang di belakang si empunya rumah yang berada di barisan paling depan, berhadap-hadapan dengan si pencuri. Nah, si pencuri akan berusaha mengejar ayam yang ada di barisan paling belakang. 

Sementara itu, mereka yang khawatir di belakang penjaga rumah berperan sebagai prajurit yang bertugas menjaga si ayam agar tak sampai jatuh ke tangan si begal alias si pencuri. Para prajurit ini harus pintar-pintar mengelak agar si begal bisa menangkap si ayam.

Demikian pembahasan mengenai Mewawancarai Orang Tua/Keluarga di Rumah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:54 PM

Membaca Transkrip Wawancara Panggung Dunia Eko Supriyanto

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca Transkrip Wawancara Panggung Dunia Eko Supriyanto. Tujuan pembelajaran kali ini adalah menjelaskan ide pokok dan banyak ide pendukung dari sebuah teks sastra dan informasional yang terus meningkat sesuai jenjangnya,

Pada kegiatan ini peserta didik membaca transkrip wawancara “Panggung Dunia Eko Supriyanto” dan menjawab pertanyaan pemahamaan untuk bacaan di Buku Siswa. Peserta didik dapat memahami ide pokok dan ide pendukung dari suatu transkrip wawancara. 

Transkrip wawancara atau menyalin wawancara adalah catatan tertulis dari wawancara lisan yang telah selesai dilakukan. Menyalin wawancara sendiri merupakan kegiatan mendokumentasikan percakapan antara dua orang atau lebih. Proses ini dapat dilakukan secara real-time atau dari rekaman audio atau video.

Panggung Dunia Eko Supriyanto
Eko Supriyanto adalah seniman tari kontemporer Indonesia. Namanya dikenal ketika pada tahun 2001 berhasil menjadi penari latar diva pop dunia, Madonna, dalam tur keliling dunia. Eko berhasil mengalahkan ribuan orang yang mengikuti audisi di Amerika Serikat. Pada tahun 2018, Eko menjadi koreografer tarian pembuka ASEAN Games di Jakarta. Berikut adalah cuplikan wawancara Eko Supriyanto dengan wartawan Beritagar.id.

Dan seterusnya...

Untuk menguji pemahamanmu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Menurut kalian, apa yang dimaksud dengan tari kontemporer? Apa perbedaannya dengan tari tradisional?
Tari kontemporer adalah tari masa kini yang bentuknya bisa berbeda dari tari tradisional. Sementara tari tradisional adalah tari yang mengikuti pakem atau aturan tertentu.
2. Apakah kalian setuju dengan anggapan bahwa menari hanya cocok dilakukan 
oleh perempuan?
Saya setuju karena menari bisa dilakukan oleh siapa saja, baik perempuan atau laki-laki, seperti halnya kegiatan kesenian lainnya.
3. Eko Supriyanto terpilih sebagai penari latar Madonna melalui seleksi yang ketat. Ia menjadi satu-satunya orang asing yang terpilih. Apa yang dapat kalian pelajari dari hal ini?
Eko Supriyanto mendapatkan pengalaman berharga terpilih dari ribuan penari lain yang mengikuti audisi. Ini menunjukkan kemampuan tarinya dan juga bahwa Indonesia memiliki keragaman tari yang luar biasa.
4. Mengapa Eko Supriyanto tidak ingin tarian tradisi kita hanya dianggap sebagai  barang eksotis? Jelaskan dalam kata-kata kalian sendiri!
Barang eksotis hanyalah barang yang sekadar ditonton atau diperlihatkan untuk orang asing. Eko Supriyanto ingin agar tarian tradisi diinterpretasi kembali dan memunculkan gagasan baru dalam berbagai ungkapan dan bentuk

Kosakata Baru dalam Bacaan “Panggung Dunia Eko Supriyanto”
Dalam teks bacaan””Panggung Dunia Eko Supriyanto”, terdapat beberapa kata yang mungkin masih jarang kalian dengar.
  1. kontemporer: a pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa ini
  2. koreografer: n orang yang ahli dalam mencipta dan menggubah gerak tari
  3. sanggar: n Jw tempat untuk kegiatan seni (tari, lukis, dan sebagainya)
  4. penari latar: orang yang menari mendampingi penyanyi yang pentas di panggung
  5. motivasi: n dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu
  6. konotasi: n Ling tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata; makna yang ditambahkan pada makna denotasi
  7. regenerasi: n ki penggantian generasi tua kepada generasi muda; peremajaan
  8. feminin: a menyerupai atau seperti perempuan
  9. maskulin: a bersifat jantan
  10. pakem: n pedoman pokok (tentang aturan, tata cara, dan sebagainya)
  11. eksotis: a bergaya asing; luar biasa; istimewa; aneh; ganjil

Untuk lebih memahami makna kata-kata tersebut, pasangkanlah kata di kolom kanan dengan makna kata yang sesuai di kolom kiri!
Kata Baru
Demikian pembahasan mengenai Membaca Transkrip Wawancara Panggung Dunia Eko Supriyanto. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:07 AM

Kosakata Baru Teks “Seni sebagai Kekuatan Diplomasi Budaya”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Kosakata Baru Teks “Seni sebagai Kekuatan Diplomasi  Budaya”. Tujuan pembelajaran kali ini adalah mengenali dan mengeja kata-kata baru berdasarkan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf yang sering ditemui.Membaca dan mengucapkan kata-kata baru yang digunakan dalam konteks topik tertentu berdasarkan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf.

Kosa kata adalah himpunan kata atau pembendarahan kata yang sering digunakan seseorang untuk menyusun suatu kalimat. Penguasaan kosa kata sangat penting sebab hal itu berkaitan tentang kemampuan seseorang untuk dalam berkomunikasi secara verbal.
Kosa Kata Baru
Kosakata baru adalah perbendaharaan kata yang baru masuk ke dalam kaidah bahasaIndonesia. kosakata dalam suatu bahasa  akan selalu mengalami perkembangan dan pengembanganseiring berjalannya waktu. Perkembangan dan pengembangan sejatinya merupakan dua prosesyang berbeda, tetapi menghasilkan keluaran yang sama, yakni kebaruan suatu kosakata.

Kosa Kata Baru
  1. Diplomasi n 1 urusan atau penyelenggaraan perhubungan resmi antara satu negara dan negara yang lain; 2 urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negeri lain; 3 pengetahuan dan kecakapan dalam hal perhubungan antara negara dan negara; 4 cak kecakapan menggunakan pilihan kata yang tepat bagi keuntungan pihak yang bersangkutan (dalam perundingan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan sebagainya).
  2. Diplomasi lunak n penggunaan cara-cara halus untuk memengaruhi opini masyarakat suatu negara.
  3. Bernegosiasi v melakukan (mengadakan) tawar-menawar dengan rundingan untuk mencapai kesepakatan.
  4. Industri kreatif n industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
  5. Berkontribusi v menyumbang.
  6. Popularitas n perihal populer; kepopuleran.
  7. Apresiasi n 1 kesadaran terhadap nilai seni dan budaya; 2 penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu; 3 kenaikan nilai barang karena harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah.
  8. Bergengsi v mempunyai gengsi.
  9. Nilai tambah n selisih harga antara bahan baku dan harga barang jadi setelah proses pengolahan.
  10. Investasi n penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
  11. Sumber daya n 1 faktor produksi terdiri atas tanah, tenaga kerja, dan modal yang dipakai dalam kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang jasa, serta mendistribusikannya; 2 bahan atau keadaan yang dapat digunakan manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya; 3 segala sesuatu, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang digunakan untuk mencapai hasil, misalnya peralatan, sediaan, waktu, dan tenaga.

Untuk menguji pemahaman kalian atas makna kata-kata tersebut, lengkapilah kalimat berikut ini dengan daftar kosakata di atas! 
  1. Dia tidak hanya dikenal di daerah asalnya, tetapi juga di luar daerahnya. Media sosial mempercepat popularitasnya.
  2. Popularitas bukanlah tujuan utamanya. Namun, berkontribusi pada perekonomian daerahnya adalah cita-citanya.
  3. Batik merupakan salah satu industri kreatif yang menjadi perhatian pemerintah.
  4. Pemberian penghargaan kepada seniman merupakan bentuk apresiasi dalam industri kreatif.
  5. Banyak seniman Indonesia yang telah meraih penghargaan bergengsi di mancanegara.
  6. Kreativitas dan inovasi menjadi modal utama dalam menghasilkan nilai tambah suatu karya.
  7. Industri kreatif menjadi alternatif Jepang dan Korea dalam mengatasi keterbatasan sumber daya alamnya.
  8. Pertukaran seniman antar-negara merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya.
  9. Dengan pendekatan persuasif, Indonesia melakukan diplomasi lunak dalam kasus luar negeri itu. 
  10. Benturan antar-kelompok dapat diatasi dengan bernegosiasi.
  11. Kelestarian lingkungan menjadi salah satu motif investasi di bidang industri kreatif.

Demikian pembahasan mengenai Kosa Kata Baru Teks  “Seni sebagai Kekuatan Diplomasi Budaya”a. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:35 PM

Memahami Bacaan “Seni sebagai Kekuatan Diplomasi Budaya”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Memahami Bacaan “Seni sebagai Kekuatan Diplomasi Budaya”. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat memahami ide pokok dan ide pendukung dari suatu artikel.

Paragraf adalah kumpulan dari sejumlah kalimat dari suatu teks bacaan. Biasanya ditandai dengan adanya bagian yang menjorok ke dalam atau ke kanan, pada setiap awal paragraf.
Setiap paragraf memiliki gagasan pokok dan gagasan pendukung. Gagasan pokok adalah ide utama atau inti utama yang dibahas dalam suatu paragraf. Gagasan pokok disebut juga sebagai ide pokok, gagasan utama, ide utama, atau pokok pikiran. Sementara itu, gagasan pendukung adalah informasi tambahan untuk mendukung gagasan pokok. Gagasan pendukung ini dapat ditemukan pada kalimat penjelas.
Seni sebagai Kekuatan Diplomasi Budaya
Berikut ini langkah-langkah cara menemukan ide pokok dan ide pendukung dalam suatu bacaan
  1. Baca judul dan paragraf pendahuluan dengan cepat dan teliti. Berdasarkan judul dan paragraf pendahuluan tersebut, rumuskan ide pokok bacaan.
  2. Untuk membuktikan ketepatan dugaan gagasan pokok yang telah dibuat, baca secara cepat paragraf-paragraf berikutnya.
  3. Bacalah kalimat- kalimat utama saja. Jika terdapat subjudul, bacalah sub-subjudul tersebut, dan kaitkan dengan pokok pikiran yang telah diduga.
  4. Jika dugaan benar, maka dapat dikatakan telah bisa merumuskan secara tepat ide pokok bacaan tersebut.

Cara Menentukan Ide Pendukung
Ide pendukung berguna untuk memperjelas ide pokok. Berikut adalah cara menentukan ide pendukung dalam suatu bacaan.
  1. Setelah memahami ide pokok, lanjutkan membaca paragraf-paragraf yang ada dalam tubuh bacaan secara cepat.
  2. Ketika membaca paragraf-paragraf tersebut, jangan lupa memerhatikan hubungan-hubungan antarkalimat, seperti: sebab-akibat, urutan waktu, hubungan tempat, hubungan masalah dan penyelesaiannya, atau hubungan orang-orang yang terlibat.
  3. Usahakan untuk tetap mengingat ide pokok setiap paragraf, dan memahami hubungan-hubungan antarkalimat yang ada.

Dengan mengetahui cara menemukan ide pokok dan ide pendukung, maka akan mempermudah dalam menyusun ringkasan. Ringkasan adalah bentuk singkat yang disarikan dari tulisan panjang tanpa mengurangi ide pokok.

Seni sebagai Kekuatan Diplomasi Budaya
Apa yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata Jepang? Kemungkinan besar kalian akan menyebutkan sushi, kimono, Doraemon, dan Naruto. Bagaimana dengan negara Australia? Mungkin kalian akan mengingat Opera House, koala, dan kanguru. Kalau Amerika Serikat disebut, yang ada di benak sebagian besar orang adalah film-film dari Disney atau produksi Hollywood, burger, dan ayam goreng.

Produk budaya yang dikenal oleh masyarakat dunia adalah modal suatu negara untuk melakukan diplomasi lunak (soft diplomacy). Diplomasi adalah suatu seni dan praktik untuk bernegosiasi yang dilakukan oleh negara atau organisasi. Diplomasi lunak menggunakan cara-cara yang halus untuk memengaruhi opini masyarakat akan suatu negara. Lawan dari diplomasi lunak adalah diplomasi keras, misalnya dengan menggunakan kekuatan militer.

Dan seterusnya.....

Kalian telah membaca artikel “Seni sebagai Kekuatan Diplomasi Budaya”di atas. Sekarang, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan teman-teman dalam kelompok!

1. Setujukah kalian bahwa budaya populer Korea digemari oleh banyak kalangan di Indonesia?
Budaya populer Korea seperti drama, fashion, makanan, dan K-pop banyak digemari di Indonesia.
2. Apa yang dimaksud dengan istilah ‘industri tanpa cerobong asap’?
Cerobong asap adalah simbol dari pabrik yang menggunakan mesin dan menghasilkan asap. Industri tanpa cerobong asap artinya industri yang tidak menggunakan pabrik untuk menghasilkan sesuatu, misalnya industri musik dan film yang karyanya dibuat tanpa pabrik.
3. Mampukah Indonesia mengikuti jejak Korea dalam menyebarkan budaya ke seluruh dunia?
Keberhasilan Indonesia menyebarkan budaya seperti gelombang Korea sangat dipengaruhi oleh kerja sama yang baik dari semua pihak, pemerintah yang mendukung dan pelaku industi kreatif yang bekerja keras menghasilkan karya terbaiknya.
4. Menurutmu, apa yang dapat dilakukan Indonesia untuk melakukan ‘diplomasi lunak’?
Indonesia mempunyai banyak potensi untuk melakukan diplomasi lunak melalui seni budaya, makanan, pariwisata, dan lain-lain. Keberhasilan gelombang Korea sangat dipengaruhi oleh kerja sama yang baik dari semua pihak, pemerintah yang mendukung dan pelaku industi kreatif yang bekerja keras menghasilkan karya terbaiknya.

Demikian pembahasan mengenai Memahami Bacaan “Seni sebagai Kekuatan Diplomasi Budaya”a. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:53 PM

Joey Alexander, Pianis yang Mendunia

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Joey Alexander, Pianis yang Mendunia. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu menyimak dengan baik dan menjawab pertanyaan mengenai artikel yang dibacakan. Pada kegiatan ini pesera didik menjelaskan kembali ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks yang dibacakan berdasarkan pemahaman dan pemaknaannya terhadap tulisan dan gambar pendukung.

Gagasan pokok adalah ide utama dari sebuah paragraf. Gagasan pokok biasanya terdapat di kalimat utama, bisa diletakkan di kalimat pertama dan terakhir. Sementara itu, gagasan pendukung adalah penjelasan atau informasi lain yang memperkuat gagasan pokok.

Di dalam sebuah paragraf, gagasan pokok dan gagasan pendukung memiliki peranan yang penting. Agar lebih tahu fungsi dari masing-masing gagasan, berikut ini penjabaran lebih lengkap terkait gagasan pokok dan gagasan Pendukung.
Joey Alexander, Pianis yang Mendunia
Fungsi Gagasan Pokok
  1. Sebagai pokok masalah dalam paragraf atau teks.
  2. Menunjukkan informasi yang ingin disampaikan penulis.
  3. Memudahkan pembaca untuk memahami maksud teks.
  4. Sebagai batasan untuk penulis dalam mengembangkan paragraf. 

Fungsi Gagasan Pendukung
  1. Sementara itu, untuk fungsi gagasan pendukung adalah sebagai berikut:
  2. Menjelaskan gagasan pokok.
  3. Melengkapi gagasan pokok.
  4. Memberikan informasi tambahan yang masih berkaitan dengan gagasan pokok. 

Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam menentukan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Pertama-tama, tentu saja kamu harus membaca paragraf tersebut secara cermat dan utuh serta pahami maksud dari paragraf tersebut.

Teruslah membaca hingga kamu menemukan gagasan pokok dari paragraf tersebut. Gagasan pokok bisa diletakkan di awal atau akhir. Kemudian, cermati apakah kalimat tersebut merupakan gagasan pokok atau bukan. 

Setelah menemukan gagasan pokok, kamu bisa menganalisis gagasan pendukungnya. Selain bisa dilihat dari letak kalimatnya, kamu bisa mengidentifikasi kata-kata yang menggunakan kata ganti atau rujukan, seperti: ini, itu, tersebut, mereka, dan lainnya.

Jangan lupa tulis gagasan pokok dan gagasan pendukung yang sudah kamu temukan. Baca kembali apakah gagasan pokok dan gagasan pendukung yang kamu tulis sudah benar atau belum.
Menyimak
Bacalah dengan nyaring secara bergantian artikel tentang musisi Indonesia yang dikenal di panggung dunia. Sambil menyimak bacaan, catatlah sebanyak mungkin kata kunci atau informasi penting dan menarik di buku tulis kalian.

Sekarang, periksalah catatan kalian! Tugas kalian berikutnya adalah membuat pertanyaan dari informasi yang kalian catat. Kalian akan menanyakan pertanyaan tersebut kepada teman sebangku. Kalian juga harus menjawab pertanyaan teman sebangku kalian. Jangan lupa untuk menanyakan pertanyaan secara bergantian. Apabila pertanyaan teman kalian sama dengan pertanyaan yang telah kalian buat, kalian tidak dapat menanyakan pertanyaan itu lagi.
No.Kata KunciPertanyaanku
1.AmerikaDi manakah Joey Alexander sekarang tinggal?
2.BaliDi manakah Joey Alexander dilahirkan?
3.Keyboard ElektronikApa nama alat musik yang digunakan Joey saat mulai belajar bermain piano? 
4.Jaz klasikApa aliran musik yang dikenalkan ayah Joey?
5.Herbie HancockSiapa nama pianis terkenal yang mengunjungi Indonesia saat Joey berusia 8 tahun?
6.UkrainaDi mana Joey memenangkan hadiah kompetisi musik untuk semua usia yang diikuti 200 peserta dari 17 negara?
7.Trio Joey AlexanderApa nama grup musik Joey sekarang?

Jumlah pertanyaan teman yang kujawab dengan benar: .....

Jumlah pertanyaan yang dijawab temanku dengan benar ....

Dengan membuat dan menjawab pertanyaan, kalian berlatih mengingat ide pokok dan ide pendukung pada teks yang dibacakan kepada kalian.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:54 AM