Home » , » Cagar Budaya Pendopo Si Panji

Cagar Budaya Pendopo Si Panji

Pendopo SI Panji merupakan salah satu situs bersejarah yang menjadi simbol pemerintahan di Kabupaten Banyumas. Pendopo ini dibangun pada tahun 1706 di Banyumas dan dipindahkan ke Purwokerto pada tahun 1937. Tahukah kamu alasan pemindahan Pendopo Si Panji dari Banyumas ke Purwokerto?

A. Pendopo Si Panji
Pendopo Si Panji dibangun pada tahun 1706 oleh Adipati Yudonegoro II (Bupati Banyumas ke-VII tahun 1707 - 1743). Pendopo ini diberi nama Si Panji untuk mengenang putra bupati yaitu Panji Ganda Subrata atau Bagus Kunthing yang tinggal sejak kecil di Keraton Kartasura bersama neneknya Raden Ayu Bendar.
Si Panji
Awalnya Pendopo Si Panji dibangun di Kota Banyumas. Saat itu wilayah Banyumas sering terjadi banjir karena letaknya yang berdekatan dengan sungai Serayu. Oleh karena alasan tersebut ibu kota kabupaten dipindahkan ke Purwokerto pada tahun 1937. Pemindahan ibu kota ke Purwokerto didukung oleh beberapa hai yaitu :
  1. Pertama, Kabupaten Purwokerto dihapus oleh Belanda pada 1 Januari 1936.
  2. Kedua, karena letak kota Purwokerto yang strategis dan memiliki jalur kereta api.
  3. Ketiga, Kota Purwokerto bebas dari luapan sungai Serayu.

Karena alasan pemindahan tersebut Pendopo Si Panji juga ikut dipindahkan. Perpindahan pendopo tersebut pada masa kepemimpinan bupati Banyumas ke-20 yaitu KRAA Sudjiman Gandasubrata pada tanggal 7 Januari 1937.

Sejarah Pendopo Si Panji tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Kabupaten Banyumas. Pendopo ini sekarang terletak di Jalan Kabupaten, Purwokerto. Pendopo tersebut terletak sekitar 16 km arah tenggara dari lokasinya sekarang. Untuk mengenang kebesaran Pendopo Si Panji pemerintah Kabupaten Banyumas membangun pendopo duplikat Si Panji di bekas berdirinya pendopo tersebut yakni di Kecamatan Banyumas.

B. Karakteristik Pendopo Si Panji
Setiap benda atau bangunan bersejarah memiliki karakteristiknya masing-masing. Karakteristik tersebut memberikan ciri khusus yang membedakannya dengan benda atau bangunan lainnya. Begitu pula dengan Pendopo Si Panji yang memiliki karakteristik khusu di bagian pilar-pilarnya. Beberapa karakteristik Pendopo Si Panji antara lain sebagai berikut :
  1. Langit-langit atap terdiri atas deretan kayu-kayu yang tersusun terpusat di tengah-tengah atap pendopo.
  2. Pada bagian gelagar soko guru (tiang penyangga utama) sebelah utara dan selatan terdapat ornamen suluran dan bunga berwarna keemasan.
  3. Pada keempat puncak soko guru juga terdapat ornamen yang sama yang dikerjakan dengan halus dan rapi.
  4. Pada dua pilar sebelah utara terdapat hiasan kepala rusa. Sementara lambang negara berada di tiang penampang lain sehingga terlihat seperti Garuda Pancasila diapit oleh hiasan kepala rusa tersebut.
  5. Di sisi timur pendopo terdapat kenthongan dengan ornamen keemasan, sementara di sisi barat terdapat seperangkat gamelan.

C. Melakukan Kunjungan dan Membuat Laporan
Laporan kegiatan merupakan laporan yang dibuat setelah melakukan kegiatan kunjungan. Dalam membuat laporan kegiatan harus menggunakan bahasa yang baik dan benar. Laporan tersebut berisi informasi-informasi penting yang diperoleh saat melakukan kunungan. beberapa informasi penting yang ada dalam laporan antara lain sebagai berikut :
  1. Sejarah cagar budaya.
  2. Peninggalan-peninggalan yang ada di cagar budaya.
  3. Manfaat peninggalan-peninggalan tersebut dalam kehidupan masa kini.
  4. Cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan cagar budaya.

Laporan Kegiatan Kunjungan Ke Cagar Budaya
Nama : Sugiri
Kelas : IV
Kegiatan : Kunjungan ke cagar budaya Pendopo Si Panji
Tujuan : Mengenal karakteristik Pendopo Si Panji
Tempat : Pendopo Si Panji Purwokerto
Waktu : Sabtu, 5 Mei 2022

Deskripsi Kegiatan
  1. Pendopo Si Panji terletak di jalan kabupaten tepat berada di depan kantor Bupati Banyumas.
  2. Pendopo Si Panji dibangun pada tahun 1706 oleh Adipati Yudonegoro II (Bupati Banyumas ke-VII tahun 1707 - 1743).
  3. Pendopo ini diberi nama Si Panji untuk mengenang putra bupati yaitu Panji Ganda Subrata atau Bagus Kunthing.
  4. Awalnya Pendopo Si Panji dibangun di Kota Banyumas. Saat itu wilayah Banyumas sering terjadi banjir karena letaknya yang berdekatan dengan sungai Serayu.
  5. Kota kabupaten dipindahkan ke Purwokerto pada tahun 1937 sehingga Pendopo Si Panji ikut dipindahkan.
  6. Perpindahan pendopo tersebut pada masa kepemimpinan bupati Banyumas ke-20 yaitu KRAA Sudjiman Gandasubrata pada tanggal 7 Januari 1937.
  7. Untuk mengenang kebesaran Pendopo Si Panji pemerintah Kabupaten Banyumas membangun pendopo duplikat Si Panji di bekas berdirinya pendopo tersebut yakni di Kecamatan Banyumas.
  8. Beberapa karakteristik Pendopo Si Panji antara lain sebagai berikut : Langit-langit atap terdiri atas deretan kayu-kayu yang tersusun terpusat di tengah-tengah atap pendopo. Pada bagian gelagar soko guru (tiang penyangga utama) sebelah utara dan selatan terdapat ornamen suluran dan bunga berwarna keemasan. Pada keempat puncak soko guru juga terdapat ornamen yang sama yang dikerjakan dengan halus dan rapi. Pada dua pilar sebelah utara terdapat hiasan kepala rusa. Sementara lambang negara berada di tiang penampang lain sehingga terlihat seperti Garuda Pancasila diapit oleh hiasan kepala rusa tersebut. Di sisi timur pendopo terdapat kenthongan dengan ornamen keemasan, sementara di sisi barat terdapat seperangkat gamelan.
  9. Pendopo Si Panji merupakan cagar budaya bermanfaat bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
  10. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan Pendopo Si Panji antara lain dengan melakukan perawatan dan tidak merusak bangunan tersebut.

Kesimpulan :
Pendopo Si Panji merupakan cagar budaya yang sangat penting bagi masyarakat Banyumas. Agar tetap lestari cagar budaya tersebut dijaga agar tidak rusak
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 11:23 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.