Home » » Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi Bank Sampah

Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi Bank Sampah

Pada Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi Kelas V tema 6 Ekosistem akan membahas tentang teks bank sampah dan usaha manusia mengelola sampah. Guru akan meminta siswa membaca senyap bacaan tentang Bank Sampah. Guru juga menjelaskan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa setelah membaca senyap bacaan yang tersedia. Guru juga dapat memberikan pertanyaan untuk menstimulasi siswa agar timbul rasa ingin tahunya mengenai bacaan tersebut. Simak kegiatannya berikut ini

A. Kegiatan Literasi

Bank Sampah
Penulis: Sam Edy Yuswanto
Suatu hari, saat jam istirahat di sebuah sekolah di Jakarta. “Jangan buang sampah sembarangan, Nita!” seru Luna saat melihat Nita, sahabatnya, membuang bungkus kudapan di taman depan sekolah.

“Kenapa?” sahut Nita cuek.

“Kata ayah dan ibuku, jika setiap orang buang sampah sembarangan, itu bisa mencemari lingkungan,” terang Luna.
Bank Sampah
Luna kemudian berjongkok memungut bungkus kudapan yang baru dibuang Nita. Sampah itu lantas ia masukkan ke dalam tas kresek yang baru saja ia ambil dari saku roknya.

“Eh, buat apa bungkus kudapan itu, Luna?” tanya Nita heran.

“Kalau mau tahu, nanti sepulang sekolah kamu ikut aku, oke?” ujar Luna seraya mengajak Nita masuk kelas karena bel sekolah telah berbunyi.

“Wah! Bagus-bagus sekali tas dan dompetnya!” seru Nita takjub saat melihat tas dan dompet beraneka warna yang terbuat dari anyaman plastik bekas bungkus permen, kudapan, deterjen, dan benda lainnya.

“Makanya, Dik. Kalau di rumah punya sampah plastik dan kertas, bawa saja ke sini. Jangan dibuang, ya,” kata Bu Yeti, pemilik rumah tempat penampungan sampah.

“Iya, Bu,” ujar Nita.

Setelah pulang sekolah, Nita memang diajak Luna mampir ke rumah Bu Yeti yang tak begitu jauh dari sekolah. Di rumah yang diberi nama “Bank Sampah” tersebut, Bu Yeti mengajak para tetangganya agar tidak membuang sampah secara sembarangan. Bu Yeti meminta mereka untuk menyetorkan sampah berupa plastik dan bungkus yang telah dibersihkan kepadanya. Ternyata, sampah-sampah itu dimanfaatkan Bu Yeti untuk membuat bermacam suvenir yang sangat menarik dan bernilai seni. Suvenir atau cindera mata itu antara lain berupa tas, dompet, tempat bolpoin, dan lain-lain.

“Oh, jadi tadi pagi kamu mengumpulkan bungkus kudapan di sekolah untuk disetorkan ke sini, Luna?” tanya Nita pada Luna.

Luna mengangguk dan tersenyum.

“Oh, iya. Kalian mau tidak, Ibu ajari untuk membuat tas, dompet, maupun pernak-pernik kerajinan tangan lainnya dari bahan sampah plastik?” ujar Bu Yeti.

Luna dan Nita saling berpandangan sejenak, lalu menjawab serempak dengan senang. “Mau..., mau, Bu!”

“Kalau mau, ya, sudah besok sepulang sekolah, kalian bisa datang lagi ke sini. Tetapi, minta izin dahulu, ya, pada orang tua kalian. Jangan lupa juga bawa sampah-sampah plastik sebagai bahan utama kerajinan tangan yang akan kalian buat,” lanjut Bu Yeti.

Luna dan Nita pun saling tersenyum. Mereka berdua gembira karena bakal mempunyai kegiatan baru yang menyenangkan, yaitu mendaur ulang sampah menjadi benda-benda yang menarik dan bisa bermanfaat. Mereka juga bisa turut berpartisipasi menyelamatkan lingkungan.

A. Jawablah pertanyaan berikut ini berdasarkan bacaan tersebut!
1. Siapakah tokoh utama pada cerita tersebut?
Tokoh utama pada cerita Bank Sampah yaitu Luna dan Nita.
2. Permasalahan apakah yang timbul pada cerita tersebut?
Permasalahan yang timbul dari cerita Bank Sampah ialah tentang Nita membuang sampah sembarangan.
3. Bagaimanakah pemecahan masalah berdasarkan cerita tersebut?
Pemecahan masalah dengan Luna menegur Nita agar tidak membuang sampah sembarangan dan membawa Nita ke bank sampah untuk melihat kerajinan dari sampah.
4. Pesan apakah yang dapat kamu petik dari cerita tersebut?
Pesan yang dapat dipetik dari cerita tersebut adalah kita tidak boleh membuang sampah sembarangan karena dapat mencemari lingkungan.

B. Kegiatan proyek
Bersama dengan teman sekelompokmu, lakukanlah kegiatan berikut ini.
  1. Carilah informasi tentang usaha manusia untuk mengelola sampah yang kamu ketahui.
  2. Sebutkanlah keuntungan dan kerugian cara-cara mengelola sampah tesebut.
  3. Carilah informasi tentang bahaya sampah bagi lingkungan, baik bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan.
  4. Sebutkanlah usaha-usaha yang dapat kamu lakukan untuk mengelola sampah yang tidak membahayakan lingkunganmu!
  5. Tuliskanlah semua informasi yang kamu dapatkan pada selembar kertas karton ukuran A3. Lengkapilah dengan gambar yag dapat mendukung agar informasi yang kamu sampaikan menarik.
  6. Presentasikanlah hasil pekerjaan kelompokmu dengan percaya diri

A. Usaha Manusia Mengelola Sampah
Hampir setiap hari manusia menghasilkan sampah. Terbayangkan berapa banyaknya sampah yang dihasilkan manusia setiap tahunnya? Untuk itulah diperlukan tindakan manusia untuk mengelola sampah. Tujuan pengelolaan sampah adalah membuat sampah memiliki nilai ekonomi atau merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan. Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, kamu dapat membantu untuk menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan.

Bagaimana sih cara pengelolaan sampah yang? Simak cara melakukannya di bawah ini.

1. Pembuangan terbuka (Open Dumping)
Pembuangan terbuka merupakan pengelolaan sampah yang paling sederhana, yaitu dengan cara mengumpulkan sampah yang ada pada suatu tempat yang telah disiapkan. Kelebihan serta kekurangan dari cara pengelolaan sampah dengan cara pembuangan terbuka adalah sebagai berikut :

Kelebihan
  • Biaya operasional yang relatif rendah;
  • Tidak membutuhkan peranan teknologi yang tinggi;
  • Dapat menampung berapapun sampah yang ada tergantung dari luasan lahan;
  • Tidak perlu mengumpulkan secara terpisah;
  • Tempat pembuangan sampahnya masih dapat digunakan untuk kepentingan lainnya misalnya lapangan, tempat parkir dan sebagainya.

Kekurangan
  • Menimbulkan pencemaran lingkungan yang cukup besar;
  • Pilihan lokasi pembuangannya harus jauh dari kawasan permukiman serta kegiatan-kegiatan perkotaan lainnya yang berakibat tingginya biaya transportasi yang perlu dikeluarkan;
  • Kebutuhan akan lahan yang cukup besar;
  • Lokasi pembuangan sampah yang digunakan dimanfaatkan lebih lama disebabkan sampah yang ada tidak dipadatkan terlebih dahulu.

2. Penimbunan Saniter (Sanitary Landfill)
Berbeda dengan pembuangan terbuka, cara pengelolaan sampah penimbunan saniter lebih sedikit mengakibatkan tercemarnya lingkungan dikarenakan sampah yang ada dipadatkan terlebih dahulu sebelum ditimbun dengan tanah. Kelebihan dan kekurangan pengelolaan sampah dengan cara penimbunan saniter adalah sebagai berikut :

Kelebihan
  • Tidak membutuhkan peranan teknologi yang tinggi;
  • Investasi awal serta biaya operasional yang relatif rendah;

Kekurangan
  1. Pilihan lokasi pembuangannya harus jauh dari kawasan permukiman serta kegiatan-kegiatan perkotaan lainnya yang berakibat tingginya biaya transportasi yang perlu dikeluarkan;
  2. Seperti pembuangan terbuka, pengelolaan dengan cara ini juga memerlukan lahan yang luas;
  3. Pencemaran terhadap air tanah jauh lebih besar dibandingkan dengan pembuangan terbuka, oleh karena itu pemilihan lokasi sedapat mungkin yang jauh dari kemungkinan mencemari air tanah;

3. Pembuatan Kompos (Composting)
Pembuatan kompos dapat dikatakan juga dengan "daur ulang", akan tetapi penggunaannya sudah berubah dari kebutuhan sebelumnya menjadi pupuk untuk tanaman. Kelebihan dan kekurangan pengelolaan sampah dengan cara pembuatan kompos adalah sebagai berikut :

Kelebihan
  • Penggunaan lahan yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan 2 metode diatas;
  • Setelah selesai dikelola, hasilnya dapat digunakan untuk memupuki tanaman;
  • Cara yang relatif murah untuk jumlah sampah yang besar akan tetapi dengan fluktuasi sampah yang kecil

Kekurangan
  • Memerlukan biaya investasi awal yang jauh lebih besar dibandingkan dengan 2 metode sebelumnya;
  • Memerlukan biaya operasional yang relatif tinggi, dan juga dapat menjadi lebih tinggi lagi apabila sampah yang diolah kapasitasnya lebih kecil dari kapasitas instalasi pembuatan kompos;
  • Bahan yang tidak dapat diolah menjadi pupuk kompos, terpaksa harus menjadi sampah lagi;
  • Dari poin ke-3 dapat disimpulkan bahwa tidak semua jenis sampah dapat dikelola;
  • Untuk kebutuhan jangka panjang, cara ini sangat tidak efektif karena pada masa yang akan datang, jumlah sampah yang tidak dapat diolah menjadi pupuk kompos menjadi lebih besar;

4. Pemanfaatan Ulang atau Daur Ulang (Recycling)
Cara ini digunakan agar membuat sampah yang ada menjadi memiliki nilai ekonomis setelah dikelola. Sampah yang biasanya dikelola dengan cara daur ulang adalah sampah-sampah anorganik. Kelebihan dan kekurangan pengelolaan sampah dengan cara daur ulang adalah sebagai berikut :

Kelebihan
  • Tidak membutuhkan lahan yang besar;
  • Bahan yang telah didaur ulang dapat digunakan lagi;
  • Metode ini memberikan kesempatan kerja bagi para pemulung.

Kekurangan
  • Memerlukan biaya investasi yang besar serta biaya operasional yang juga lumayan tinggi;
  • Pasokan sampah harus memiliki jumlah yang besar dan selalu konstan;
  • Tidak semua jenis sampah dapat di daur ulang;
  • Sampah yang tidak dapat di daur ulang terpaksa tetap menjadi sampah dan harus dikelola dengan cara yang lainnya atau dibuang;
  • Tidak cocok untuk kebutuhan jangka panjang, karena jumlah sampah yang tidak dapat di daur ulang akan bertambah banyak.

B. Bahaya Sampah Bagi Lingkungan
Bahaya sampah merupakan masalah yang timbul akibat perilaku manusia. Ya, plastik sebenarnya bisa diolah atau digunakan kembali agar tidak merugikan lingkungan. Berikut ini bahaya sampah yang perlu diantisipasi.

1. Tidak sedap dipandang
Sahabat, pernahkah merasa terganggu dengan sampah yang berceceran? Sampah yang sulit terurai sering kali mengapung di permukaan air sungai atau laut. Hal ini tentu membuat lingkungan jadi tidak enak dipandang. Sampah yang sulit terurai membuat lingkungan terlihat kotor dan kumuh.

2. Polusi bagi hewan dan mikroorganisme
Sampah yang bertekstur keras bisa melukai hewan-hewan kecil. Bayangkan jika limbah sampah tidak bisa terurai di dalam pencernaan hewan, tentu sangat berbahaya.

3. Merusak rantai makanan
Bagaimana pengaruh mikroorganisme bagi lingkungan? Hal ini bukan hanya berpengaruh pada tanaman, loh. Saat tanah tercemar oleh sampah, tumbuhan juga akan terkena pengaruhnya. Hal ini bisa mengakibatkan lingkungan gersang, serangga mati, dan hewan tidak bisa mencari bahan makanannya sendiri.

4. Mencemari air dan tanah
Sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sampah tentunya membuat polusi udara. Namun, saat bahan kimianya meresap ke tanah dan berinteraksi dengan air, kualitas air akan ikut tercemar. Tanah akan terkontaminasi bahan kimia sehingga air tanah juga rentan mengandung racun berbahaya.

5. Bisa menyebabkan polusi udara
Selain baunya yang tidak sedap, sampah bisa mencemari udara melalui pembakaran terbuka. Metode pengelolaan limbah dengan insinerasi dapat menghasilkan emisi karbondioksida yang sangat tinggi. 

6. Berpotensi menimbulkan masalah kesehatan
Polusi udara, air, dan tanah tentu bisa berdampak bagi kesehatan manusia. Sahabat juga perlu memahami bahwa kandungan bahan kimia yang mencemari hewan laut bisa berbahaya bagi manusia. Hal ini bisa terjadi karena ikan yang terkontaminasi bahan kimia juga ikut mengandung bahan beracun saat dikonsumsi oleh manusia.

C. Usaha Pengelolaan Sampah di Rumah
Bagaimana sih cara pengelolaan sampah yang benar di rumah? Simak cara melakukannya di bawah ini.
  1. Pisahkan Sampah Sesuai Dengan Jenisnya. Secara garis besar kamu dapat memisahkan sampah menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Siapkanlah dua tempat sampah yang berbeda di rumah yang dikhususkan untuk setiap jenis-jenis sampah.
  2. Pengelolaan Sampah Organik. Cara pengelolaan sampah organik yang paling mudah adalah dengan membuatnya menjadi pupuk kompos yang dapat kamu gunakan untuk berkebun.
  3. Pengelolaan Sampah Anorganik. Sebagian sampah anorganik dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng dan lainnya. Bawa sampah-sampah anorganik tersebut ke pusat daur ulang sampah terdekat atau kamu juga bisa memberikannya kepada pemulung.
  4. Pengelolaan Sampah Berbahaya. Pisahkan sampah-sampah berbahaya untuk dibawa ke pusat daur ulang.
  5. Reduce, Reuse and Recycle! Budayakan gaya hidup Reduce, Reuse and Recycle atau biasa dikenal dengan 3R, dari diri kamu. Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:05 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.