Home » » Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi Menanam Bakau

Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi Menanam Bakau

Pada Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi tema 6 kelas V ini akan membaca teks tentang menanam bakau. Setelah membaca jawablah pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan proyek tentang ekosistem laut. Simak kegiatannya berikut ini.

A. Kegiatan Literasi
Guru meminta siswa membaca senyap bacaan tentang Tanaman Bakau. Guru juga menjelaskan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa setelah membaca senyap bacaan yang tersedia. Guru juga dapat memberikan pertanyaan untuk menstimulasi siswa agar timbul rasa ingin tahunya mengenai bacaan tersebut.

Menanam Bakau
Penulis: Tyas KW 

“Lila, yuk ikut ke pantai!” Tante Mia sudah siap dengan topi lebarnya.

“Asyik, kita akan main pasir di pantai!” Lila melonjak kegirangan.

“Eh, kita tidak ke pantai pasir putihnya, Lila. Kita melihat hutan bakaunya. Tapi, seru, kok,” Tante Mia cepat-cepat menjelaskan.

“Hutan bakau banyak lumpurnya, tante,” keluh Lila.

Tante Mia tersenyum penuh rahasia.“Apa serunya melihat hutan bakau?” pikir Lila.

Namun, tak lama kemudian, rasa ingin tahu Lila tergelitik. Akhirnya, ia ikut juga.

Tante Mia, adik Bunda, itu memang suka menjelajahi pantai di akhir pekan. Baru kali ini Lila ikut. Sudah dua hari ini, Tante Mia menginap di rumah Lila di Medan. Ia akan pergi ke Pantai Bakau di sebelah barat Medan. Sekitar dua jam dari rumah Lila.

Tiba di Pantai Bakau, Lila mengikuti Tante Mia yang membawa beberapa bibit tanaman bakau. Mereka akan menanam bibit bakau itu. Lila memasukkan kakinya ke tanah yang becek. Hiii, geli. Lila pakai sepatu, tapi tetap saja ia merasa geli melihat lumpur yang seperti bubur hitam. Lila melihat beberapa ikan kecil dan biota laut lainnya yang bersembunyi di antara akar tanaman.

“Lucu sekali. Itu anak kepitingnya bersembunyi,” ujar Lila. Ia terkikik geli. Ia lupa dengan lumpur yang tidak disukainya. Tante Mia membuat lubang di tanah. Lila segera memasukkan bibit yang dipegang. Lalu, ia memegang bibit itu agar Tante Mia mudah mengikatnya ke batang bambu penopang.

Lila akhirnya sibuk menanam sambil memperhatikan hewan-hewan kecil yang kadang tampak muncul dari dalam lumpur. Kadang-kadang, ia menjerit geli, bila ada anak kepiting yang tiba-tiba muncul. Tentu saja anak kepiting itu juga kaget dan berlari menjauh. “Tanaman bakau ini menjadi tempat tinggal anak-anak ikan, udang, dan kepiting. Mereka bisa bersembunyi di antara akar bakau. Kalau sudah cukup besar, baru mereka ke laut,” Tante Mia menjelaskan.

“Tapi, fungsi utama tanaman bakau ini juga untuk menahan abrasi laut,” lanjut Tante Mia, sambil menerangkan bahwa abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak.

Lila kini jadi tahu, tanaman bakau banyak manfaatnya. Sungguh menyenangkan bisa berekreasi di pantai sambil belajar.

Siang hari setelah menanam bakau, Lila memandang bibit bakau yang ditanam. Ia senang bisa ikut menjaga tempat hidup satwa air itu.

Lalu, Lila mengikuti Tante Mia yang mengajaknya ke rumah makan di tepi pantai. Mereka akan makan kepiting rebus dan dodol buah bakau. Sungguh nikmat. Rasa capai Lila pun hilang.

A. Jawablah pertanyaan berikut ini berdasarkan bacaan tersebut!
1. Siapakah tokoh utama pada cerita tersebut?
Tokoh utama pada cerita tersebut adalah Lila dan Tante Mia.
2. Permasalahan apakah yang timbul pada cerita tersebut?
Permasalahan yang timbul pada cerita tersebut ialah Lila awalnya tidak suka pergi ke hutan bakau karena banyak lumpurnya.
3. Bagaimanakah pemecahan masalah berdasarkan cerita tersebut?
Pemecahan masalah berdasarkan cerita tersebut yaitu Tante Mia mengajak Lila ke hutan bakau dan menjelaskan fungsi tanaman bakau.
4. Pesan apakah yang dapat kamu petik dari cerita tersebut?
Pesan yang dapat dipetik adalah kita harus menjaga kelestarian hutan bakau agar dapat mencegah abrasi dan tempat hidup beberapa hewan laut.

B. Kegiatan proyek
Bersama kelompokmu, kamu akan membuat sebuah poster yang berisi informasi tentang ekosistem laut. Ikutilah tahapan kegiatan berikut ini.
  1. Carilah informasi tentang salah satu jaring-jaring makanan pada ekosistem laut yang kamu ketahui. Gambarlah.
  2. Gambarlah juga salah satu rantai makanan dalam ekosistem laut yang kamu ketahui.
  3. Sebutkanlah usaha-usaha manusia yang merugikan ekosistem laut.
  4. Sebutkan dan jelaskan usaha-usaha manusia yang dapat memperbaiki ekosistem laut.
  5. Tuliskanlah semua informasi yang kamu miliki pada selembar kertas karton berukuran A3. Gunakan pensil warna dan kertas warna-warni untuk membuat postermu menarik untuk dibaca.
  6. Presentasikan hasil kerja kelompokmu di depan kelas dengan percaya diri.

Ekosistem laut atau ekosistem bahari adalah ekosistem akuatik alami, didominasi oleh perairan yang sangat luas dan berkadar garam tinggi. Eekosistem laut adalah kompleks kehidupan di laut mencakup unsur biotik (hidup) dan unsur abiotik (tidak hidup). Unsur biotik ekosistem laut seperti ikan, kerang, ganggang, dan anemon. Sementara unsur abiotik meliputi air, oksigen, cahaya matahari, garam, pasir, dan batu.

Jaring-jaring Makanan Di Laut
Jaring-jaring makanan ekosistem laut memiliki siklus yang sama seperti rantai makanan yang ada di daratan maupun di sungai, di mana siklus makan dimakan terjadi yang kemudian diuraikan oleh dekomposer atau pengurai.
Jaring Makanan
Berikut ini adalah organisme yang ada dalam rantai makanan ekosistem laut 
  1. Fitoplankton, memiliki peran sebagai penyedia makanan atau produsen. Meski berperan sebagai produsen, ukuran fitoplankton sangatlah kecil dan hidunya melayang di lautan. Organisme ini juga bisa melakukan fotosintesis karena memiliki klorofil. 
  2. Zooplankton, merupakan hewan yang ukurannya sangat kecil dan hidupnya melayang bebas di lautan. Zooplankton adalah konsumen tingkat satu karena Zooplankton memakan Fitoplankton.
  3. Predator: pada rantai makanan ekosistem laut, predator menempati posisi konsumen puncak, karena berada di posisi paling tinggi. Contohnya adalah ikan paus pembunuh yang tak hanya memakan ikan besar, namun juga kelompok ikan kecil sekaligus.
  4. Dekomposer atau pengurai menepati posisi terakhir dalam suatu rantai makanan, karena pada organisme predator yang tak memiliki musuh alami yang menjadikannya target makanan, maka organisme itu saat mati akan diuraikan oleh pengurai atau dekomposer.

Rantai Makanan Di Ekosistem Laut
Rantai makanan merupakan proses makan dan dimakan yang terjadi pada makhluk hidup secara linier untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Contoh rantai makanan di ekosistem laut adalah:
Phytoplankton – Ikan Kecil – Singa Laut – Paus Pembunuh – Dekomposer
Rantai Makanan Di Ekosistem Laut
Bagian-bagian dari rantai makanan di laut antara lain :
  1. Phytoplankton, yaitu sebagai produsen karena ia dapat membentuk cadangan makanan yang disebut amylum melalui proses fotosintesis.
  2. Ikan kecil, yaitu sebagai Konsumen primer karena ikan kecil memakan phytoplankton agar dapat bertahan hidup.
  3. Singa laut, yaitu sebagai konsumen sekunder karena Singa laut memakan ikan kecil, dan mengubahnya menjadi energi untuk kelangsungan hidupnya.
  4. Paus pembunuh, yaitu sebagai konsumen puncak karena paus pembunuh memakan anjing laut agar dapat bertahan hidup
  5. Dekomposer, perannya mengurai hiu pada saat mati. Agar nutrisi nya dapat di serap tanah dimana tanaman laut hidup.

Kegiatan Manusia yang Dapat Merusak Ekosistem Laut
ndonesia merupakan negara kepulauan yang luas wilayah perairannya jauh lebih luas dari daratan, yaitu 3,1 juta km2 dibanding daratan yang seluas 1,9 km2. Ini berarti, kehidupan kita sangat erat kaitannya dengan laut. Namun kegiatan yang dilakukan oleh manusia dapat merugikan ekosistem laut. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Membuang sampah sembarangan di pantai
  2. Menangkap ikan menggunakan bahan peledak
  3. Pembukaan hutan manggrove untuk dijadikan tambak udang
  4. Pemanfaatan kayu manggrove untuk bahan bangunan
  5. Ekploitasi sumber daya alam laut yang berlebihan.

Usaha Manusia Memperbaiki Ekosistem Laut
Manusia selain memanfaatkan ekosistem laut juga memiliki kewajiban untuk menjaga kelestariannya. Cara melestarikan alam laut dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut: 
  1. Tidak membuang sampah sembarangan di laut.
  2. Tidak membuang limbah pabrik ke laut. 
  3. Tidak memakai pukat harimau atau bom dalam menjaring ikan.
  4. Melakukan penanaman terumbu karang
  5. Melakukan penanaman bibit mangrove di pinggir pantai
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:23 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.