Home » » Karyaku Prestasiku Proyek 4 Batik dalam Pecahan

Karyaku Prestasiku Proyek 4 Batik dalam Pecahan

Pada Proyek 4 Batik dalam Pecahan akan membahas mengenai batik dan pecahan. Seperti kita ketahui bahwa pada kahir tema siswa akan melaksanakan tugas proyek. Proyek adalah penugasan yang diberikan oleh guru berupa serangkaian kerja yang dikerjakan di luar waktu pembelajaran dan dalam waktu tertentu .Tugas proyek ini memberi kesempatan siswa mengintegrasikan berbagai kompetensi bahkan kompetensi lintas kurikulum.

Proyek ini merupakan keterpaduan Bahasa Indonesia, matematika, dan SBdP. Siswa membuat kombinasi motif batik dengan mengikuti petunjuk yang disajikan. Siswa membuat iklan sederhana untuk memasarkan produk motif batik yang dibuatnya.

Buatlah kombinasi gambar motif batik dengan mengikuti petunjuk di bawah ini.
  1. Gambarlah 3 motif batik sederhana yang berbeda.
  2. Ambilah 1 lembar kertas A4.
  3. Gambarlah motif 1 pada 1/2 bagian dari kertas yang kamu miliki.
  4. Gambarlah motif 2 pada 1 /4 bagian dari kertas yang tersisa.
  5. Gambarlah motif 3 pada bagian yang tersisa.
  6. Buatlah iklan sederhana yang mempromosikan hasil karya senimu.
Motif Batik

Iklan :
iKLAN bATIK
Keragaman corak batik Nusantara merupakan kekayaan yang tak ternilai bagi bangsa Indonesia. Corak batik yang beragam motif dan warnanya, tidak hanya menampilkan keindahan dan keunikan tersendiri, tetapi juga sarat dengan makna-makna hidup yang luar biasa. Batik tidak hanya berasal dari satu daerah misalnya Pulau Jawa. Namun, batik juga berasal dari daerah lain dengan ciri khasnya masing-masing seperti batik Bali, batik Kalimantan, batik Minangkabau, batik Toraja, batik Flores, batik Halmahera, dan batik Papua.

Beberapa teknik dalam pembuatan batik antara lain sebagai berikut.
1. Batik Tulis
Teknik pembuatan batik ini masih menggunakan alat canting tradisional yang diisi dengan lilin panas sebelum kemudian digoreskan di atas kain membentuk ragam pola batik yang indah. Setelah semua pola yang diinginkan telah tertutupi lilin, barulah kain kemudian diwarnai dan lilin di-”lorot” atau dilepaskan dari kain dan terbentuklah gambar motif batik yang indah.

2. Batik Cap
Proses pembuatan batik ini seperti menggunakan stempel sehingga proses pengerjaan batik menjadi jauh lebih cepat. Tak hanya menggunakan cap secara menyeluruh, tak sedikit juga pembatik yang menggabungkan teknik pembuatan batik tulis dan juga batik cap dimana pola atau gambar utama dibentuk menggunakan cap, dan ornamen dekoratif pelengkap baru ditambahkan dengan teknik canting yang masih tradisional.

3. Teknik Batik Colet
Teknik batik colet atau kerap dikenal juga dengan istilah batik lukis. Ciri khas dari teknik pembuatan batik ini ialah proses pewarnaan dimana setelah lilin diaplikasikan di atas permukaan kain, kemudian kain diwarnai dengan kuas sesuai dengan warna-warna yang diinginkan pada pola batik.

4. Batik Printing
Teknik pembuatan batik yang lebih modern adalah batik printing dimana proses pembuatan batik semuanya telah dilakukan oleh mesin. Kain batik yang dihasilkan dengan teknik printing ini bisa memiliki motif lebih detail dan juga rapi namun dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan batik-batik yang dibuat dengan teknik serta metode pembuatan yang lebih tradisional.

5. Teknik Celup Ikat
Teknik pembuatan batik dengan warna yang mengikat juga disebut teknik celup ikat, banyak dipakai untuk praktek pada kegiatan kesenian sekolah. Pembuatan pola atau motif pada kain dibuat dengan cara mengikat sebagian kain lalu mencelupkan ke dalam cairan pewarna. Dalam proses pewarnaan terkadang kain dicelupkan pada beberapa warna untuk menghasilkan warna campuran yang berpola.

Alat dan Membuat Batik
Peralatan yang digunakan untuk membatik antara lain sebagai berikut.
No.Nama/GambarKeterangan
1.Canting
Canting
Canting, merupakan alat yang digunakan menulis dengan menggunakan lilin untuk membuat motif-motif hias yang diinginkan. Canting terbuat dari tembaga, sifatnya ringan, mudah lentur, dan kuat meski tipis. Bagian-bagian dari canting, yaitu gagang terong, nyamplung, dan carat atau cucuk.

Ada banyak sekali jenis canting yang bisa digunakan, masing-masing jenis tersebut memiliki fungsi yang berbeda, ada yang berfungsi sebagai pembentuk pola, berfungsi sebagai isen atau yang lainnya.
2.Wajan dan kompor kecil
Kompor
Wajan dan kompor, berfungsi untuk proses mencairkan lilin. Selain kompor, biasanya juga menggunakan pemanas lain berupa anglo.

Kompor kecil ini biasanya terdapat stelan yang bisa digunakan untuk mengontrol besar-kecilnya api. Pada umumnya para perajin biasanya menggunakan jenis kompor minyak biasa.
3.Gawangan
Gawangan
Gawangan atau tiang penyangga, untuk membentangkan kain, terbuat dari bambu atau kayu. Gawangan berfungsi untuk menyandarkain kain yang akan dibuat batik.

Untuk para pembatik jaman dulu biasanya memiliki gawangan yang diberi motif hiasan pada bagian atasnya. Biasanya berupa ukiran kayu yang membentuk motif tertentu seperti naga ataupun motif lung-lungan (tumbuhan).
4.Dingklik
Dhingklik
Dingklik atau kursi kecil ini merupakan alas tempat duduk para pembatik. Dingklik merupakan kursi kecil terbuat dari kayu, plastik atau apapun sebagai tempat duduk perajin.

Biasanya memang proses menggambar batik tulis dilakukan dengan cara duduk di bawah, tidak dilakukan dengan berdiri sebagaimana yang dilakukan pengrajin saat membuat batik cap. 

Bahan Membuat Batik
Bahan-bahan yang digunakan untuk membatik antara lain sebagai berikut.
No.Nama/GambarKeterangan
1.Kain Mori
Kain mori merupakan bahan utama untuk membuat batik tulis. Kain yang bisa digunakan untuk bahan batik tentunya adalah kain yang mudah menyerap zat-zat pewarna batik.

Untuk bahan batik tulis juga bisa menggunakan kain Kapas Grey, Kain rayon, Kain Kapas dan bisa juga menggunakan kain sutera.
2.Malam/Lilin
Lilin Batik
Malam atau lilin batik berfungsi untuk penahan warna pada batik sehingga bisa memunculkan pola. Ada beberapa jenis malam yang bisa digunakan untuk membatik, diantaranya adalah malam klowong, malam tembok dan malam bironi.

Malam klowong digunakan untuk nglowongi.. Malam tembok digunakan untuk nemboki/ngeblok/mengisi bidang yang luas pada sebuah pola. Sedangkan malam bironi digunakan untuk menutupi warna biru serta isen-isen.
3.Zat Pewarna
Pewarna
Untuk pembuatan batik terdapat dua jenis zat pewarna yang bisa dipilih, zat pewarna alami dan zat pewarna sintetis atau buatan. masing-masing zat pewarna tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Untuk industri batik saat ini sebagian pengrajin lebih banyak menggunakan zat pewarna sintetis karena lebih praktis, bahan mudah didapat, murah dan terdapat banyak pilihan warna.

Selain memiliki teknik pembuatan batik, motif batik juga menyimpan makna tersendiri. Misalnya motif batik parang rusak yang memiliki makna pertarungan antara manusia melawan kejahatan dengan cara pengendalian diri yang dapat membentuk manusia menjadi mulia dan bijaksana. Beberapa macam motif batik Nusantara
  1. Motif kawung
  2. Motif tiga negeri
  3. Motif jombang
  4. Motif mega mendung
  5. Motif sulur anggrek
  6. Motif beasan
  7. Motif lasem
  8. Motif sekar jagad
  9. Motif Palembang
  10. Motif papua
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:57 AM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.