Home » » Matahari Sebagai Bintang Dalam Tata Surya

Matahari Sebagai Bintang Dalam Tata Surya

Pada Pembelajaran Kelas VI semester dua pada pembelajaran Tema 9 Menjelajah Ruang Angkasa Subtema 2 Benda Angkasa Luar dan Rahasianya terdapat muatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Kompetensi yang dibahas pada subtema tersebut adalah KD 3.7 Menjelaskan sistem tata surya dan karakteristik anggota tata surya dan KD 4.7 Membuat model sistem tata surya. Materi yang dibahas pada pembelajaran tersebut adalah tata surya. Simak pembahasannya berikut ini.

A. Fakta tentang Bintang
Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahayanya sendiri. Cahaya tersebut tersusun atas gas-gas, antara lain hidrogen dan helium. Bintang memiliki warna yang bermacam-macam. Ada yang berwarna merah, jingga, kuning putih, hingga berwarna biru. Perbedaan warna-warna tersebut salah satunya disebabkan oleh perbedaan suhu permukaan bintang tersebut.

Matahari adalah salah satu contoh bintang. Matahari merupakan bintang yang letaknya paling dekat dengan Bumi. Hal ini menyebabkan cahaya Matahari tampak lebih terang. Ukuran Matahari tampak lebih besar jika dilihat dari Bumi bila dibandingkan bintang-bintang lainnya di dalam tata surya.

Matahari memiliki volume yang sangat besar yaitu sekitar satu juta kali volume Bumi. Dengan ukurannya yang sangat besar itu, Matahari memiliki gaya gravitasi yang sangat besar pula. Gaya gravitasi Matahari kurang lebih 28 kali lebih besar daripada gravitasi Bumi. Gaya gravitasi tersebut menyebabkan gaya tarik menarik antara Matahari dengan planet-planet dan benda langit lainnya. Hal inilah yang menyebabkan Matahari menjadi pusat tata surya yang dikelilingi oleh delapan planet. Kedelapan planet tersebut memiliki jarak yang bervariasi dari Matahari.

Jarak dari Matahari ke Merkurius sekitar 57,9 juta km, ke Venus berjarak 108 juta km, ke Bumi berjarak 150 juta km, dan ke Mars berjarak 228 juta km. Sedangkan jarak Matahari ke planet luar yaitu Jupiter adalah 779 juta km, ke Saturnus berjarak 1.430 juta km, ke Uranus berjarak 2.880 juta km, dan paling jauh jarak ke Neptunus yaitu sejauh 4.500 juta km.

Perhatikanlah keterangan tentang jarak Matahari dengan delapan planet dalam tata surya kita. Susunlah data tentang jarak Matahari ke planet-planet secara berurutan dan catat di tabel berikut. Kemudian cobalah untuk melengkapi tabel tersebut untuk mengetahui perbandingan jarak antara planet satu dengan yang lainnya dari Matahari. Perhatikan contoh yang disediakan
Nama PlanetJarak Planet dari MatahariPerbandingan Jarak Antar Planet dalam Gambar
Merkurius±58 juta km-
Venus±108 juta km
108= 2 kali jarak antara Matahari ke Merkurius
58
Bumi±150 juta km
150=2,6 kali jarak antara Matahari ke Merkurius
58
Mars±228 juta km
228=3,9 kali jarak antara Matahari ke Merkurius
58
Jupiter±779 juta km
779=15,4 kali jarak antara Matahari ke Merkurius
58
Saturnus±1.430 juta km
1.430=24,7 kali jarak antara Matahari ke Merkurius
58
Uranus±2.880 juta km
2.880=49,7 kali jarak antara Matahari ke Merkurius
58
Neptunus±4.500 juta km
4.500=77,6 kali jarak antara Matahari ke Merkurius
58

B. Fakta tentang Bintang Jatuh
Selain planet dan benda-benda angkasa yang juga bergerak mengelilingi matahari pada lintasan tertentu. Terkadang benda-benda angkasa tersebut keluar dari lintasannya karena adanya gangguan gravitasi. Berikut beberapa benda angkasa di dalam sistem tata surya.
Bintang Jatuh
1. Meteorid
Meteoroid adalah benda angkasa berukuran kecil yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Meteoroid tidak mengorbit matahari pada lintasan tertentu. Sebuah bintang jatuh sebenarnya adalah nama lain untuk meteoroid. Meteorid tersebut terbakar saat mencoba memasuki atmosfer Bumi. Jadi, bintang jatuh bukanlah bintang sama sekali.

Meteoroid adalah benda kecil yang ada di luar angkasa. Ukuran meteroid mulai dari sebutir pasir hingga berdiameter sebesar sepuluh meter. Jika meteoroid berukuran lebih kecil dari sebutir pasir, para astronom menyebutnya sebagai debu antarplanet. Tapi jika meteoroid itu berdiameter lebih dari 10 meter, para astronom menyebutnya sebagai asteroid.

Meteoroid disebut sebagai Bintang Berekor. Ketika meteorid memasuki atmosfer Bumi, ia akan membentuk ekor terang di belakangnya. Ekor atau garis terang di belakangnya disebabkan oleh meteroid yang bergesekan dengan atmosfer Bumi. Gesekan dengan atmosfer ditambah kecepatan yang tinggi ketika meteroid memasuki Bumi menyebabkan suhunya naik dan membuatnya berpijar. Meteoroid yang berpijar tersebut tampak dari Bumi seperti bintang yang bergerak atau bintang jatuh.

2. Asteroid
Asteroid adalah benda angkasa yang sebagian besar mengorbitsebagai sabuk asteroi. Sabuk asteroid merupakan kumpulan asteroid yang membatasi antara planet dalam dan planet luar dalam tata surya kita. Asteroid berjumlah sangat banyak dan besar. Asteroid tersebut tertahan di jalurnya di antara orbit planet Mars dan Yupiter. Para ahli menduga ada sekitar 30.000 asteroid yang berada di sabuk asteroid. Asteroid juga diduga sebagai planet yang tidak jadi. Oleh sebab itu, ukuran diameternya bervariasi antara 10 meter hingga 30 km. Asteroid mempunyai ukuran yang lebih kecil dibanding planet, tetapi berukuran lebih besar dibanding meteoroid.

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:32 AM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.