Home » » Rangkuman Materi Kelas IV Tema 7

Rangkuman Materi Kelas IV Tema 7

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada semester 2 kelas IV diawali dengan pembelajaran pada tema VII Indahnya Keragaman di Negeriku. Tema 7 terbagi menjadi tiga subtema yaitu Subtema 1 Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku, Subtema 2 Indahnya Keragaman Budaya Negeriku dan Subtema 3 Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi tematik tema 7 kurikulum 2013. Secara garis besar materi yang ada di dalam tema 7 ini mencakup tentang:
  1. PPKn : Bentuk keragaman suku bangsa, sosial, dan budayai.
  2. Bahasa Indonesia : pengetahuan baru yang terdapat pada teks
  3. IPA : macam-macam gaya.
  4. IPS : keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama
  5. SBdP : tangga tempo sebuah lagu, pola lantai dan seni rupa teknik tempal.

A. Rangkuman Muatan PPKN
Kompetensi Dasar
3.4Mengidentifikasi berbagai bentuk keragaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan
4.4
Menyajikan berbagai bentuk keragaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan

Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku
Sikap yang perlu dikembangkan adalah menghormati dan menghargai keberagaman bangsa Indonesia

Contoh sikap yang dapat dilakukan dalam menjaga keberagaman adalah:
  1. Berteman tanpa membeda-bedakan suku dan agama
  2. Menghormati teman yang sedang beribadah
  3. Tidak mengejek teman karena logat bahasa yang berbeda
  4. Menghormati setiap pekerjaan yang kita temui

Sikap yang dapat dilakukan oleh siswa untuk melestarikan bahasa daerah:
  1. Bangga saat menggunakan bahasa daerah
  2. Menghargai teman yang menggunakan bahasa daerah
  3. Mau mempelajari bahasa daerah lain
  4. Tidak mengejek bahasa daerah lain

Subtema 2 : Indahnya Keragaman Budaya Negeriku
Sikap yang dapat melestarikan pakaian adat antara lain :
  1. Mencintai pakaian adat. Karena bila kita cinta maka kita akan melakukan segala cara untuk melindunginya.
  2. Tidak merasa malu menggunakan pakaian adat. Saat kita memakai pakaian adat dengan rasa bangga, nilai seninya akan semakin terpancar.
  3. Memperkenalkan pakaian adat kepada khalayak umum.
  4. Mengadakan pelatihan pembuatan pakaian adat. Hal ini bisa membantu keberlangsungan produksi pakaian adat itu sendiri.
  5. Mengadakan pameran atau event khusus pakaian-pakaian adat. Sebisa mungkin sering dilakukan agar kebudayaan yang satu ini tidak hilang.

Subtema 3 : Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku
Sikap toleransi antarumat beragama dapat diwujudkan dalam  bentuk tindakan seperti berikut.
  1. Tidak menghina agama yang diyakini orang lain.
  2. Tidak memaksakan agama kepada orang lain.
  3. Menghormati agama yang diyakini orang lain.
  4. Beribadah dengan baik sesuai ajaran agama yang dianut.
  5. Hormat menghormati dan saling bekerja sama antarumat beragama.
  6. Memberi kesempatan kepada pemeluk agama lain untuk beribadah.
  7. Menjaga kerukunan antarumat beragama, intern umat beragama, dan antar umat beragama dan pemerintah

Sikap toleran dalam keragaman suku dan ras dapat kita tunjukkan dalam bentuk :
  1. Bersikap sikap dan perilaku baik kepada siapa pun tanpa membedakan suku dan ras mana pun.
  2. Senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan martabat setiap manusia.
  3. Kita harus bisa menerima suku-suku dan ras bangsa lain.

Sikap Toleran dalam Keragaman Sosial Budaya
  1. Bangga terhadap kebudayaan dalam negeri.
  2. Menyaring budaya asing yang masuk Indonesia.
  3. Mengetahui dan selalu mencari informasi keanekaragaman budaya bangsa Indonesia.
  4. Menghormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan sosial dan adat istiadatnya.
  5. Menghargai hasil kebudayaan suku bangsa lain.
  6. Mempelajari dan menguasai seni budaya bangsa sesuai minat dan kesenangannya.
  7. Melestarikan dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional seperti seni tari, seni musik, dan seni pertunjukan.

Sikap Toleran dalam Keragaman Gender dan Mengembangkan Kesetaraan Gende
  1. Tidak membeda-bedakan laki-laki dan perempuan dalamberteman.
  2. Memberikan hak yang sama antara laki-laki dan perempuan.
  3. Tolong-menolong tanpa membedakan jenis kelamin

B. Rangkuman Muatan Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar
3.7Menggali pengetahuan baru yang terdapat pada teks
4.7Menyampaikan pengetahuan baru dari teks nonfiksi ke dalam tulisan dengan bahasa sendiri

Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku
Menuliskan kata sulit dalam bacaan dan menjelaskan artinya. Contoh kata sulit dan artinya :
  1. Slogan artinya kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat.
  2. Sesnsus penduduk artinya penghitungan jumlah penduduk dalam jangka waktu tertentu oleh pemerintah.
  3. Adat artinya aturan atau kebiasaan yang telah dilakukan sejak dahulu.
  4. Budaya artinya suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
  5. Tradisi artinya adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan oleh masyarakat .
  6. Tradisional adalah sikap dan cara berpikir serta bertindak yang sellau berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun- temurun.
  7. Teknologi artinya keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia.
  8. Modern mempunyai arti sikap dan cara berpikir serta cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman.

Menentukan pokok pikiran dalam paragraph
Ide pokok disebut juga pokok pikiran atau gagasan utama merupakan masalah utama yang dibahas atau diungkapkan dalam bacaan . Ide pokok paragraf dapat terletak di awal paragraf, di akhir kalimat , di tengah paragraf.

Cara menentukan pokok pikiran pada paragraf adalah :
  1. Membaca seluruh kalimat dalam paragraf.
  2. Menandai kalimat awal, kalimat akhir , atau kalimat awal dan akhir kalimat.
  3. Menandai pikiran pokok yang terdapat di awal awal, akhir , atau awal dan akhir kalimat.

Subtema 2 ( Indahnya keragaman budaya negeriku )
Pengetahuan baru dari teks yang dibaca
Mbaru niang terdiri dari 5 lantai antara lain :
  1. Tingkat pertama disebut Lutur.
  2. Tingkat kedua disebut lobo
  3. Tingkat ketiga disebut lentar
  4. Tingkat keempat disebut lempa rae
  5. Tingkat kelima disebut hekang kode

Keunikan pakaian adat wanita Minangkabau
  1. Pakaian adat wanita Minang disebut Limpapeh rumah nan gadang.
  2. Bagian-bagian pakaian adat wanita Minangkabau :
  3. Bagian atas disebut baju batabu
  4. Bagian bawah berupa kain atau sarung
  5. Bagian pelengkap

Subtema 3 Indahnya persatuan dan kesatuan negeriku
Kata sulit dari teks bacaan dan artinya
  1. Adat artinya aturan atau kebiasaan yang telah dilakukan sejak dulu.
  2. Toleransi artinya bersikap menghargai orang lain.
  3. Sikap artinya perilaku , bentuk tubuh , perbuatan yang berdasarkan pada pendirian .
  4. Desainer artinya perancang, pendesain.

C. Rangkuman Muatan IPA
Kompetensi Dasar
3.3Mengidentifikasi macam-macam gaya, antara lain: gaya otot, gaya listrik, gaya magnet, gaya gravitasi, dan gaya gesekan
4.3Mendemonstrasikan manfaat gaya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya gaya otot, gaya listrik, gaya magnet, gaya gravitasi, dan gaya gesekan
Subtema 1 Keragaman suku bangsa dan agama di negeriku
Gaya: besaran berupa tarikan atau dorongan yang membuat benda bergerak. Jenis-jenis Gaya:
  1. Gaya Otot: dihasilkan oleh tenaga otot manusia/hewan. Contoh: menendang bola, membawa air dalam ember.
  2. Gaya Gesek: dihasilkan oleh dua permukaan benda yang saling bersentuhan, besar kecilnya gaya dipengaruhi kasar halusnya permukaan benda. Contoh: mengerem sepeda, gesekan alas sepatu dengan lantai agar kita dapat berjalan tanpa tergelincir.
  3. Gaya Pegas: membuat benda memantul atau terlontar seperti pegas. Contoh: bermain ketapel.
  4. Gaya Magnet: tarikan atau dorongan yang dihasilkan magnet, tidak tampak tetapi dapat menarik benda logam yang ada di dekatnya. Contoh: kutub utara dan selatan bumi (magnet alam), magnet batang/silinder/bentuk U/tapal kuda (magnet buatan).
  5. Gaya Gravitasi: gaya tarik yang menyebabkan semua benda di permukaan bumi tertarik menuju ke arah bawah (pusat bumi), besarnya dipengaruhi ketinggian tempat. Contoh: apel jatuh dari pohon.
  6. Gaya Listrik: menghasilkan energi listrik yang berguna untuk menyalakan alat elektronik. Contoh: televisi, kipas angin.

Subtema 2 Indahnya keragaman budaya negeriku
Manfaat gaya listrik
  1. Penerangan. Listrik membuat kita dengan mudah menyalakan lampu saat keadaan gelap.
  2. Menyalakan alat elektronik. Tanpa adanya listrik, alat-alat elektronik tidak akan bisa menyala.
  3. Baterai
  4. Baterai adalah media penyimpanan listrik yang dapat digunakan menyalakan ponsel, laptop, dan arloji.
  5. Keperluan industri. Listrik digunakan untuk menyalakan mesin-mesin produksi dalam industri.
  6. Transportasi. Moda transportasi seperti KRL, mobil listrik, atau motor listrik bersifat lebih ramah lingkungan.
  7. Ilmu Pengetahuan. Ditemukannya listrik memancing lebih banyak pengetahuan tentang elektronika.

Perubahan energi listrik, contohnnya :
  1. Saat arus listrik mengalir melewati bohlam , bohlam akan menyala. Energi listrik berubah menjadi energi cahaya.
  2. Saat arus listrik mengalir melewati motor di dalam kipas angin, motor akan berputar dan menggerakkan bilah-bilah kipas. Energi listrik berubah menjadi energi gerak.
  3. Saat arus listrik melewati elemen pemanas di dalam setrika, elemen akan menjadi panas. Energi listrik berubah menjadi energi panas.
  4. Pada lemari pendingin, arus listrik akan memutar motor pada mesin lemari pendingin dan membuat bahan pendingin bekerja.

Peralatan elektronik beserta fungsinya
  1. Lampu Sebagai alat penerangan.
  2. Rice cooker Menanak nasi.
  3. Blender Mencampur, menghaluskan bahan makanan.
  4. Kulkas Tempat menyimpanan makanan agar tahan lama.
  5. Mikser Mencampur bahan adonan kue.
  6. Mesin cuci Mencuci dan mengeringkan pakaian.
  7. Kipas angin Mengatur sirkulasi udara di rumah.
  8. Setrika Melicinkan pakaian agar tidak kusut.
  9. AC Mendinginkan ruangan.

Listrik statis dan listrik dinamis
  1. Setiap benda netral mempunyai dua muatan yaitu, yaitu muatan positif (proton) dan muatan negatif (elektron) dalam jumlah yang sama.
  2. Saat penggaris digosok-gosokkan pada rambut kering , elektron dari rambut berpindah ke penggaris. Akibatnya penggaris bermuatan negatif. Sisi kertas yang dekat dengan penggaris bermuatan positif, sehingga potongan kertas ditarik oleh penggaris. Tarik-menarik penggaris plastik dan potongan kertas ini merupakan satu bentuk gaya listrik.

Listrik dibagi menjadi 2 yaitu :
  1. Listrik statis , yaitu listrik yang diam dan tidak mengalir, contoh pada peristiwa kertas yang menempel pada penggaris yang digosokkan ke rambut.
  2. Listrik dinamis, yaitu listrik yang mengalir terus menerus atau mengalir dalam suatu rangkaian listrik, contoh aliran listrik di dalam rumah kita yang menyebabkan alat listrik menyala/bisa digunakan.

Penghantar listrik
Listrik mengalir melalui benda-benda penghantar.
  1. Penghantar listrik yang baik dinamakan konduktor , contoh listrik dapat mengalir melalui benda yang terbuat dari logam misalnya besi, tempaga, alumunium.
  2. Penghantar listrik yang buruk/tidak baik dinamakan isolator, contoh listrik tidak dapat mengalir pada bendayang terbuat dari plastik, kain, kaca.

Subtema 3 indahnya persatuan dan kesatuan negeriku
Gaya magnet adalah gaya yang dihasilkan oleh magnet.. Hanya benda yang mengandung unsur besi atau baja yang akan menempel ke magnet. Benda yang terbuat dari plastik atau kertas tidak akan tertarik dan menempel ke magnet.

Macam-macam magnet :
Berdasarkan asalnya, magnet dibedakan menjadi 2 :
  1. Magnet alam merupakan magnet yang terbentuk secara alami , pertama kali ditemukan di Asia, yaitu Magnesia.
  2. Magnet buatan merupakan magnet yang dibuat oleh manusia. Magnet buatan dibedakan menjadi 2 yaitu : Magnet besi : - Sifat kemagnetannya mudah hilang, - Besi lebih mudah dibuat magnet
  3. Magnet baja : - Sifat kemagnetannya tahan lama, - Baja lebih sulit dibuat magnet

Kegunaan magnet antara lain :
  1. Penunjuk arah pada kompas
  2. Magnet dapat digunakan pada kotak pensil
  3. Magnet digunakan pada alat-alat berat untuk mengangkat benda yang terbuat dari besi.
  4. Pada sebuah ujung gunting yang berfungsi untuk memudahkan dalam mengambil jarum jahit.
  5. Terdapat di bel listrik yang berfungsi untuk menggerakkan pemukul lonceng.
  6. Terdapat di papan catur yang berfungsi agar catur tidak mudah terguling.
  7. Terdapat pada dinamo sepeda dan generator yang berfungsi untuk membangkitkan sebuah tenaga listrik.
.
Magnet dapat dibuat dengan 3 cara :
  1. Cara induksi. Membuat magnet dengan cara menempelkan magnet pada benda magnetis yang akan dibuat magnet.
  2. Cara gosokan. Membuat magnet dengan cara menggosok-gosokkan baja atau besi yang akan dibuat magnet.
  3. Cara aliran listrik. Cara ini disebut juga elektromagnetik. Sifat kemagnetannya sementara dan mudah hilang.

Gaya gravitasi
Gaya gravitasi disebut juga gaya tarik adalah kekuatan bumi untuk menarik benda ke bawah. Jika kita melemparkan bola ke atas, maka bola akan jatuh ke bawah. Demikian juga buah yang ada di pohon, jika rontok akan jatuh ke bawah.

Gaya gravitasi memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa manfaatnya:
  1. Mempermudah kegiatan manusia sehari-hari.
  2. Membuat semua benda yang ada di Bumi berada pada tempatnya.
  3. Sebagai prinsip dasar ilmu penerbangan.
  4. Sebagai olahraga dan juga hiburan.
  5. Membuat semua benda memiliki berat atau massa.
  6. Sebagai sumber energi.
  7. Menjaga satelit buatan supaya berapa pada orbitnya.

Gaya gesek
Gaya gesek adalah gaya berlawanan arah yang dihasilkan oleh suatu benda ke benda lain yang dipengaruhi oleh permukaan benda . Contoh gaya gesek adalah : gaya gesek antara telapak tangan dengan benda yang dipegang atau gaya gesek antara telapak kaki dengan lantai , gaya gesek antara lemari dengan lantai saat didorong.

Manfaat gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari ;
  1. Benda dapat mudah dipegang karena adanya gaya gesek.
  2. Ban mobil dapat dibuat dari bahan karet dan permukaannya beralur-alur agar tidak tergelincir.
  3. Rem digunakan untuk menghentikan sepeda.
  4. Ampelas digosokkan ke permukaan kayu agar halus.
  5. Gergaji digosok-gosokkan pada kayu agar terpotong .

D. Rangkuman Muatan IPS
Kompetensi Dasar
3.2Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia serta hubungannya dengan karakteristik ruang
4.2Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa. Memahami pentingnya upaya keseimbangan dan pelestarian sumber daya alam di lingkungannya

Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku
Keragaman di Indonesia Keragaman Budaya: variasi jenis-jenis budaya yang dihasilkan oleh berbagai suku bangsa, berkaitan dengan kekayaan alam dan luasnya wilayah. Keragaman Sosial dan Budaya: sumber daya yang membuat Indonesia dikenal dunia. Keragaman Ekonomi: berbagai jenis mata pencaharian penduduk, misal: petani, nelayan, pedagang, dan pengusaha.

Faktor Yang Mempengaruhi Keragaman Di Indonesia
Keragaman di Indonesia dipengaruhi oleh :
  1. Letak Strategis Wilayah Indonesia. Letak Indonesia sangat strategis, yaitu berada di antara Samudra Hindia  dan Samudra Pasifik.
  2. Kondisi Negara Kepulauan. Keadaan geografi Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang terdiri  atas 13.466 pulau
  3. Perbedaan Kondisi Alam. Keadaan alam Indonesia tersebut memengaruhi keanekaragaman  masyarakatnya.
  4. Keadaan Transportasi dan Komunikasi . Kemudahan sarana transportasi dan komunikasi memudahkan masyarakat berhubungan dengan masyarakat  lain
  5. Penerimaan Masyarakat terhadap Perubahan Keterbukaan masyarakat terhadap sesuatu yang baru, baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat,

Subtema 2: Indahnya Keragaman Budaya Negeriku
Jenis-jenis Keragaman Budaya: 
  1. Suku Bangsa: Jawa, Sunda, Madura, Bugis.
  2. Bahasa Daerah: Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa Bali, Bahasa Banjar.
  3. Rumah Adat: Rumah Joglo (Jawa Tengah), Rumah Gadang (Sumatera Barat).
  4. Tarian Daerah: Tari Jaipong (Jawa Barat), Tari Piring (Sumatera Barat).
  5. Pakaian Adat: Kebaya (Jawa Tengah), Baju Bodo (Sulawesi Selatan).
  6. Upacara Adat: Upacara Ngaben (Bali), Upacara Yadnya Kasada (Jawa Timur).
  7. Lagu Daerah: Ampar-ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Manuk Dadali (Jawa Barat).
  8. Makanan Daerah: Gudeg (DI Yogyakarta), Ayam Taliwang (Nusa Tenggara Barat).
  9. Senjata Tradisional: Kujang (Jawa Barat), Rencong (Nanggroe Aceh Darussalam)

Suku Bangsa/Etnis: golongan manusia yang mengidentifikasikan diri dengan sesamanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama, merujuk kepada kesamaan budaya, bahasa, agama, dan perilaku. 

Ciri Suku Bangsa: 
  1. Bersifat tertutup dari kelompok lain.
  2. Memiliki nilai dasar yang tercermin dalam kebudayaan
  3. Memiliki komunikasi dan interaksi

Contoh Suku Bangsa di Indonesia: 
1. Suku Jawa – Pulau Jawa 2. Suku Batak dan Nias – Sumatera Utara 3. Suku Minangkabau – Sumatra Barat 4. Suku Sunda – Jawa Barat 5. Suku Betawi – DKI Jakarta 6. Suku Madura dan Tengger – Jawa Timur 7. Suku Dayak dan Banjar – Pulau Kalimantan 8. Suku Sasak dan Sumbawa – Nusa Tenggara Barat 9. Suku Bugis dan Toraja – Sulawesi Selatan 10. Suku Sentani dan Asmat – Papua 11. Etnis Tionghoa: Tionghoa Peranakan dan Tionghoa Totok 


Dalam menghadapi keragaman agama, kita harus menjalankan sikap toleran, saling menghormati, dan bekerja sama antarpemeluk agama agar tercipta kerukunan.

Jenis-jenis Masyarakat Berdasarkan Jenis Wilayah Penyebaran Suku Bangsa:
  1. Adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi dengan baik di wilayah yang ditinggali.
  2. Keinginan mencari daerah yang lebih subur, lebih berkembang, dan/atau lebih aman.
  3. Bisa terjadi dalam satu pulau atau berpindah ke luar pulau.

Ciri Dasar Perbedaan Suku Bangsa:
  1. Bahasa daerah 
  2. Adat istiadat
  3. Sistem kekerabatan
  4. Kesenian daerah
  5. Tempat asal

Dataran Rendah: hamparan tanah lapang berketinggian tidak lebih dari 200 meter di atas permukaan laut, umumnya berdekatan dengan pantai dan hilir sungai dan padat penduduk karena daerahnya lebih subur.

Ciri Masyarakat Dataran Rendah:
  1. Mata pencaharian bervariasi, mulai dari petani, pedagang, guru, dokter, sopir, dan lain-lain.
  2. Penghasilan masyarakatnya juga bervariasi sehingga menimbulkan keragaman tingkat sosial dan ekonomi.
  3. Sarana dan prasarana umum tersedia dengan baik sehingga menunjang pembangunan dan pendidikan.

Ciri Masyarakat Pesisir:
  1. Tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir laut.
  2. Memiliki mata pencaharian yang bergantung pada potensi wilayah dan sumber daya pesisir dan lautan.
  3. Sebagian besar masih menganggap bahwa laut memiliki kekuatan magis sehingga umumnya melakukan ritual tertentu untuk menyanjung lautan.
  4. Umumnya, masyarakat yang bekerja sebagai nelayan tergolong sebagai kelas rendah.

Perbedaan Masyarakat Pesisir, Dataran Rendah, dan Dataran Tinggi:
Dataran Tinggi
Subtema 3 : Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku
Keragaman Agama di Indonesia:
1. Islam 2. Kristen Protestan 3. Katolik 4. Hindu 5. Budha 6. Konghucu

E. Rangkuman Muatan SBdP
Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku
Kompetensi Dasar
3.2Mengetahui tanda tempo dan  tinggi rendah nada
4.2Menyanyikan lagu dengan  memperhatikan tempo dan  tinggi rendah nada

Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku
Tempo adalah cepat dan lambatnya sebuah lagu. Kecepatan dalam suatu birama diukur dengan menggunakan sebuah alat yang disebut metronome dan keybord. Biasanya, tempo sebuah lagu dituliskan di bagian kiri atas lagu. Berikut ini beberapa tanda tempo beserta artinya:
  1. Largo artinya lambat sekali
  2. Lento artinya lebih lambat
  3. Adagio artinya lambat
  4. Andante artinya sedang
  5. Moderato artinya sedang agak cepat
  6. Allegro artinya cepat
  7. Vivace artinya lebih cepat
  8. Presto artinya cepat sekal

Bagian lagu Apuse yang dinyanyikan dengan nada tinggi (huruf tebal)
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase

Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase

Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar

Bagian lagu Apuse yang dinyanyikan dengan nada rendah (huruf tebal)
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase

Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase

Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar

Lagu Satu Nusa Satu Bangsa (itebalkan = tinggi, dicetak biasa = rendah
Satu nusa, Satu bangsa
Satu bahasa kita
Tanah air, Pasti jaya
Untuk Selama-lamanya

Indonesia pusaka
Indonesia tercinta
Nusa bangsa dan Bahasa
Kita bela bersama

Subtema 2: Indahnya Keragaman Budaya Negeriku
Kompetensi Dasar
3.3Mengetahui gerak tari kreasi daerah
4.3Memperagakan gerak tari kreasi daerah

Pola lantai adalah garis imajiner yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak tari. Secara umum, pola lantai berupa garis lurus atau garis lengkung.

Bentuk pola garis lurus dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai, di antaranya horizontal, diagonal, garis lurus ke depan, zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima. Bentuk pola garis lengkung dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai, di antaranya lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang.

Pola lantai garis lurus biasanya dilakukan pada jenis tari berpasangan atau kelompok. Contoh tarian yang menggunakan pola lantai garis lurus seperti tarian Bedaya di Keraton Jawa

Pola lantai garis lurus dapat dilakukan dengan berbagai level, seperti:
  1. Level rendah, seperti berbaring atau duduk
  2. Level sedang, seperti berlutut atau jongkok
  3. Level tinggi, seperti berdiri, jinjit, atau melompat dan melayang

Pola garis lengkung yaitu garis lingkaran, angka delapan, membentuk huruf U, dan lengkung ular. Pola ini memberikan kesan lembut. Pola lantai garing lengkung terdapat pada tari Kecak-Bali yang membentuk lingkaran.  Pola lantai garis lengkung juga terdapat pada tari Randai dari Minangkabau, di mana penari berjalan mengelilingi pentas membentuk lingkaran. Di daerah Flores dapat dijumpai tari dengan menggunakan garis lengkung, yaitu tari Gawi.

Subtema 3 : Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku
Kompetensi Dasar
3.4Mengetahui karya seni rupa teknik tempel
4.4Membuat karya kolase, montase, aplikasi, dan mozaik

A. Montase.
Montase merupakan karya seni yang dibuat dari berbagai foto atau gambar yang digabungkan dengan gambar tangan, gambar-gambar tersebut bisa terdiri atas berbagai macam gambar yang berasal dari foto, majalah, atau bahan lainnya. Gambar-gambar itu diatur sedemikian rupa sehingga membuat gambar baru yang mencapai makna.

Kelebihan dari montase menurut adalah dapat menggali potensi siswa dalam menggabungkan gambar satu dengan yang lainnya sehingga menjadi satu kesatuan dan menghasilkan sebuah karya yang menarik. Selain itu juga dapat mengembangkan daya imajinasi siswa dalam menghasilkan berbagai hasil karya yang menarik.

Alat dan bahan yang diperlukan sebagai berikut.
  1. Kertas gambar
  2. Gambar-gambar yang sudah ada
  3. Lem kertas
  4. Gunting
  5. Alat gambar (pensil, spidol, pensil warna)

Cara membuat karya montase adalah sebagai berikut :
Montase
  1. Tentukan tema karya, misalnya tentang keragaman budaya di Indonesia.
  2. Buatlah rancangan karya montase pada selembar kertas.
  3. Carilah gambar-gambar sesuai rancangan. Gambar-gambar dapat kamu peroleh dari buku bekas, majalah, atau koran bekas.
  4. Guntinglah gambar-gambar yang kamu peroleh.
  5. Rekatkan potongan gambar-gambar pada kertas sesuai rancangan.
  6. Jika perlu, lengkapi dengan gambar dengan menggunakan pensil, lalu warnailah.

B. Mozaik
Mozaik adalah pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan bahan dari kepingan-kepingan yang sengaja dibuat dengan cara dipotong-potong atau sudah dibentuk potongan. Potongan-potongan tersebut kemudian disusun dengan cara ditempelkan pada bidang datar menggunakan lem.

Kepingan benda-benda itu, antara lain kepingan pecahan keramik, potongan kaca, potongan kertas, potongan daun, dan potongan kayu. Untuk membuat garis yang membatasi ruangan atau bidang digunakan tempelan-tempelan yang berbeda warna.

Mozaik dibuat dari bahan-bahan yang sifatnya lembaran atau kepingan yang kemudian ditempel pada bidang datar sehingga membentuk sebuah gambar.

Mozaik merupakan salah satu jenis karya seni yang mengandung kreativitas tinggi. Hal ini karena karya mozaik mengandung beberapa unsur di dalamnya seperti seni tempel, gambar, dan lainnya. Oleh kerena itu, jenis seni rupa satu ini sangat cocok digunakan untuk mengembangkan potensi serta meningkatkan kreativitas anak .

Langkah-langkah membuat mozaik

Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam membuat mozaik.
  1. Kertas origami, kertas koran/majalah bekas, dan biji-bijian
  2. Lem
  3. Pensil
  4. Penghapus
  5. Kertas gambar A4
  6. Gunting/pelubang kertas

Cara membuat karya mozaik adalah sebagai berikut :
Mozaik
  1. Buatlah gambar pada selembar kertas sesuai tema yang dipilih.
  2. Siapkan bahan untuk kolase, misalnya kertas atau kain.
  3. Potong-potong kain atau kertas menjadi potongan kecil-kecil.
  4. Tempelkan potongan-potongan bahan pada gambar.

Perbedaan antara mozaik dengan kolase adalah, pada mozaik, gambar disusun oleh panel, potongan atau bagian berwarna, sementara pada kolase, gambar disusun oleh foto atau gambar lainnya.

C. Kolase
Kolase merupakan teknik dalam pembuatan karya seni yang dibuat dengan cara menyusun gambar dengan menggunakan kain, kertas Koran, dan biji-bijian. Komposisi bahan penyusun yang berbeda ini kemudian direkatkan pada permukaan gambar.

Bahan-bahan untuk membuat kolase bisa menggunakan berbagai jenis bahan. Kolase juga dapat dibuat menggunakan bahan dari jenis yang sama, tetapi biasanya memiliki motif atau karakter yang berbeda seperti kertas krep, origami, dan kertas Koran.

Dengan melakukan kegiatan kolase, anak-anak akan dilatih untuk belajar tekun dalam menyelesaikan desain kolase. Mengerjakan kolase membutuhkan konsentrasi supaya berhasil menyusun kolase menjadi bentuk yang sempurna. Dengan hal ini, anak-anak mampu melatih konsentrasinya.

Siapkan bahan-bahan berikut ini.
  1. Selembar kertas, bisa kertas karton atau kertas sketsa/gambar
  2. Lem
  3. Gunting
  4. Koran bekas
  5. Gambar

Cara membuat karya kolase adalah sebagai berikut :
Kolase
  1. Buatlah gambar pada selembar kertas sesuai tema yang dipilih.
  2. Siapkan bahan untuk kolase, misalnya kertas, kain, kayu, atau biji-bijian.
  3. Potong-potong bahan kolase, kecuali biji-bijian.
  4. Tempelkan potongan-potongan bahan pada gambar menggunakan lem.

D. Aplikasi
Aplikasi merupakan karya seni yang dibuat dengan cara menempelkan guntungan-guntingan kain yang dibentuk sesuai dengan keinginan, misalnya: buah, bunga, binatang, mobil, pesawat dan lain-lain. Aplikasi dapat dijadikan alternatif untuk menghias baju yang polos atau menutupi kain yang sobek sehingga terlihat lebih bagus.

Selain menghias kain aplikasi ini ternyata juga dapat menutupi kain yang sobek. Supaya kain yang ditempel tidak lepas sebaiknya menggunakan benang dan jarum yang sesuai dengan ketebalan kain.


Siapkan bahan-bahan berikut ini.
  1. Selembar kertas/kain
  2. Lem
  3. Gunting
  4. Benang dan jarum
  5. Gambar

Cara membuat hasil karya seni aplikasi adalah sebagai berikut :
Karya Aolikasi
  1. Siapkan bahan untuk aplikasi, misalnya kain atau kertas (kertas berwarna atau kertas bekas kalender).
  2. Rancanglah gambar pada selembar kertas sesuai dengan tema yang dipilih.
  3. Potonglah kain atau kertas menjadi bentuk tertentu, misalnya daun, bunga, binatang, atau bentuk-bentuk lain sesuai dengan gambar rancangan.
  4. Tempelkan potongan bentuk tersebut pada benda yang akan dihias. Tempelkan menggunakan lem atau dengan menjahit jika aplikasi menggunakan kain.

Secara umum persamaan karya kolase, montase, aplikasi, dan mozaik dapat ditemukan pada teknik pembuatannya yang sama-sama dengan cara tempel. Sementara perbedaan dari karya kolase, montase, aplikasi, dan mozaik dapat dilihat dari bahan yang digunakan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:02 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.