Home » » Rangkuman Materi Kelas IV Tema 8

Rangkuman Materi Kelas IV Tema 8

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada semester 2 kelas IV diawali dengan pembelajaran pada tema VIII Daerah Tempat Tinggalku. Tema 8 terbagi menjadi tiga subtema yaitu Subtema 1  Lingkungan Tempat Tinggalku, Subtema 2 Keunikan Daerah Tempat Tinggalku, dan Subtema 3 Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi tematik tema 8 kurikulum 2013. Secara garis besar materi yang ada di dalam tema 7 ini mencakup tentang:
  1. PPKn : manfaat keragaman karakteristik individu
  2. Bahasa Indonesia : tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi
  3. IPA : hubungan antara gaya dan gerak.
  4. IPS : kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan
  5. SBdP : tangga tempo sebuah lagu, gerak tari kreasi daerah dan seni rupa 3 dimensi.

A. Rangkuman Muatan PPKN
Kompetensi Dasar
3.3Menjelaskan manfaat keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan sehari-hari
4.3
Mengemukakan manfaat keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan sehari-hari

Subtema 1 : Lingkungan Tempat Tinggalku
Keragaman berarti bermacam-macam atau berjenis-jenis. Pada manusia, keragaman yang dimaksud adalah perbedaan yang dimiliki oleh setiap individu. Perbedaan pada individu itu ada karena setiap manusia memiliki ciri khas tersendiri.

Keragaman karakteristik individu berarti perbedaan ciri-ciri khusus pada setiap manusia. Keragaman karakteristik individu dapat berupa keragaman fisik. Keragaman fisik dapat meliputi, warna kulit, jenis rambut, tinggi dan rendah badan, serta berat badan. Selain keragaman fisik, juga terdapat keragaman kegemaran dan keragaman sifat.

Manfaat keragaman kegemaran adalah bisa memberikan ilmu dan pengetahuan baru satu sama lain, serta bisa belajar untuk saling menghargai satu sama lain.

Contoh keragaman karakteristik indivivdu dalam sikap antara lain Rajin, Malas, Pemarah, Suka menolong, dan jujur

Subtema 2 : Keunikan Daerah Tempat tinggalku
Cara menyikapi keberagaman karakteristik di sekolah yaitu dengan menghormati dan menghargai teman yang berbeda fisik, agama, dan asal daerah. Kita harus tetap menjalin persahabatan dengan semua teman tanpa membeda-bedakan, baik fisik, agama, maupun asal daerah.

Keragaman karakeristik individu di sekolah dapat berupa keragaman fisik, sifat, kegemaran. Berikut manfaat keragaman karakteristik di sekolah.
  1. Di sekolah, terdapat teman-teman yang memiliki keragaman fisik berbeda, misalnya tinggi badan. Apabila kita tidak dapat mengambil benda di tempat tinggi, kita dapat meminta bantuan teman yang lebih tinggi dari pada kita. Apabila kita memiliki teman yang berasal dari daerah lain, kita akan kaya akan pengetahuan. Kita dapat mengetahui informasi tentang daerah asal teman kita tersebut, misalnya saja tentang adat istiadatnya, keunikan daerahnya, makanan khas dan bahasa daerahnya.
  2. Sikap terhadap teman yang pendiam.Saya akan mendekatinya dan mengajaknya bermain bersama teman yang lainnya.
  3. Sikap terhadap teman berbeda agama.Saya akan menghargai dan menghormati teman saya tersebut, misalnya dengan cara mempersilakan beribadah sesuai ajaran agamanya.
  4. Sikap terhadap teman yang berasal dari daerah lain.Saya akan menjalin pertemanan dan bermain dengan mereka. Memiliki teman dari daerah lain akan memperkaya kita dengan pengetahuan tentang daerah tersebut

Subtema 3 : Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku
Sikap Menghadapi Perbedaan Karakteristik Antarteman dan Manfaatnya
No.Jenis Perbedaan KarakterSikap Menghadapi Perbedaan Karakteristik AntartemanManfaat yang Diperoleh
1.UsiaMenghargai cara berpikir teman yang belum dewasa.Hidup rukun dengan teman
2.FisikMenghargai teman yang memiliki perbedaan ciri fisikMensyukuri bahwa kita diberi fisik yang lebih baik dibanding mereka
3.KegemaranMempersilakan dan menghormati teman yang sedang beribadah sesuai dengan ajaran agamanyaMengenal keragaman kegemaran masing-masing individu
4.SukuMenghargai adat dan kebiasaan teman yang berbeda sukuBelajar mengenal adat istiadat suku bangsa yang lain

Keragaman karakteristik masyarakat Indonesia merupakan kekayaan khazanah budaya bangsa yang dapat memperkukuh persatuan dan kesatuan Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia hendaknya saling menghormati perbedaan karakteristik antar masyarakat. Banyak manfaat atas keragaman karakteristik masyarakat Indonesia. Beberapa manfaat yang dimaksud sebagai berikut.
  1. Dapat belajar saling menghargai karakter setiap individu.
  2. Belajar bersosialisasi.
  3. Belajar toleransi.
  4. Saling melengkapi sesama individu.
  5. Hidup rukun dalam masyarakat.

B. Rangkuman Muatan Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar
3.9Mencermati tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi
4.9
Menyampaikan hasil identifikasi tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi secara lisan, tulis, dan visual

Subtema 1 : Lingkungan Tempat Tinggalku
Cerita fiksi adalah karya sastra yang berisi cerita rekaan atau didasari dengan angan-angan (fantasi) dan bukan berdasarkan kejadian nyata, hanya berdasarkan imajinasi pengarang

Imajinasi pengarang diolah berdasarkan pengalaman, wawasan, pandangan, tafsiran, kecendikiaan, penilaiannya terhadap berbagai peristiwa, baik peristiwa nyata maupun hasil rekaan semata.

Ciri-ciri cerita fiksi :
  1. Merupakan cerita rekaan atau cerita nyata yang diolah oleh pengarang.
  2. Bertujuan untuk menghibur dengan menceritakan suatu peristiwa.
  3. Disajikan dalam alur cerita.
  4. Menggunakan bahasa yang komunikastif.
  5. Nenggunakan bahasa tidak baku
  6. Tidak memiliki sistematika yang baku
  7. Memiliki pesan moral atau amanat tertentu

Ada berbagai jenis cerita fiksi, di antaranya sebagai berikut.
1. Cerita rakyatJenis cerita rakyat antara lain cerita jenaka, mite, fabel, legenda, dan saga.
  • Cerita jenaka adalah cerita pendek berisi kebodohan atau kecerdikan seseorang dan menimbulkan senyum atau tawa bagi pembaca atau pendengar.Contoh: Pak Pandir, Pak Belalang, dan Lebai Malang.
  • Mite adalah cerita berhubungan dengan kepercayaan suatu benda, peristiwa gaib, alam gaib, atau yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib, seperti dewa, peri, dan Tuhan.
  • Fabel adalah cerita dengan tokoh-tokoh binatang yang diceritakan hidup dan bermasyarakat seperti manusia.Contoh: Kancil dengan Buaya dan Burung Bangau.
  • Legenda adalah cerita lama mengisahkan riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah, kejadian alam, asal-usul suatu benda, atau kejadian di suatu tempat atau daerah. Contoh: Terjadinya Gunung Tangkuban Perahu.
  • Saga adalah cerita lama yang mengandung unsur sejarah, misalnya kepahlawanan. Contoh: Calon Arang dan Lutung Kasarung.

2. Cerpen
Cerpen adalah cerita fiksi yang memaparkan kisah ataupun cerita tentang kehidupan manusia melalui tulisan pendek. Cerpen dapat selesai dibaca dalam sekali duduk.Contoh: cerpen-cerpen anak pada majalah atau surat kabar.Contoh: Putri Tunjung Buih dan Putri dari Bambu Malinkundang.

3. Novel
Novel adalah cerita fiksi yang panjang dan mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak setiap tokoh. Contoh: Laskar Pelangi karya Andrea Hirata

Cerita Asal Mula Telaga Warna dan Kasuari dan Dara Makota termasuk jenis cerita rakyat. Cerita Asal Mula Telaga Warna merupakan cerita rakyat berjenis legenda. Alasannya, isi cerita tersebut mengisahkan asal mula terjadinya suatu tempat, yaitu Telaga Warna.

Sementara itu, cerita Kasuari dan Dara Makota merupakan cerita rakyat berjenis fabel. Alasannya, tokoh-tokoh yang terdapat pada cerita adalah binatang, yaitu burung. Burung-burung itu diceritakan hidup, bersosialisasi, dan dapat berbicara layaknya manusia.

Cerita Asal Mula Bukit Catu
  1. Tokoh dalam cerita berjudul adalah suami, istri, dan penduduk desa.
  2. Dalam cerita berjudul Asal Mula Bukit Catu, tokoh suami, istri, dan penduduk desa memiliki peranan sebagai pengemban peristiwa dalam sebuah cerita sehingga peristiwa tersebut mampu terjalin sebagai cerita. Selain itu, mereka juga berfungsi sebagai pembawa pesan, amanat, moral atau sesuatu yang ingin disampaikan pengarang.
  3. Amanat dari cerita berjudul adalah kita harus bersyukur atas segala sesuatu yang telah diberikan oleh Tuhan. Kita tidak boleh sombong dan memaksakan kehendak untuk mengikuti keinginan yang tidak dapat kita penuhi.

Subtema 2 : Keunikan Daerah Tempat Tinggalku
Unsur unsur dalam sebuah cerita
  1. Tema dalam cerita adalah dasar dari cerita tersebut, yang menjadi gagasan pokok atau ide pikiran di awal pembuatan cerita.
  2. Latar adalah informasi mengenai waktu, suasana dan juga lokasi dimana cerita berlangsung
  3. Tokoh, Merupakan pemeran dalam cerita Antagonis : Tokoh yang mempunyai peran jahat Protagonis : Tokoh utama dalam sebuah cerita. Trita gonis : Tokoh pendukung
  4. Alur adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin sedemikian rupa sehingga menggerakkan jalan cerita

Tokoh utama pada cerita berjudul ”Roro Jonggrang” yaitu Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Tokoh tambahan pada cerita berjudul ”Roro Jonggrang” yaitu Bi Sumi, para dayang, dan pasukan jin.

Tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali” yaitu Manik Angkeran, Sidhimantra, dan Naga Besukih.

Tokoh protagonis adalah tokoh yang bersifat baik. Tokoh antagonis adalah tokoh yang bersifat tidak baik.

Tokoh antagonis yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali” yaitu Manik Angkeran. Tokoh protagonis yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali” yaitu Sidhimantra dan Naga Besukih.

Teks berjudul Asal-usul Burung Cenderawasih merupakan cerita rakyat, yaitu legenda. Teks tersebut berisi kisah seorang kakak bernama Kweiya yang tidak disenangi oleh adik-adik tirinya karena merasa iri. Berdasarkan cerita tersebut dapat diambil pesan moral bahwa kita harus menjauhkan diri dari sifat iri karena dapat merusak kerukunan dalam persaudaraan

Subtema 3 : Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku
Tokoh adalah orang yang menggambarkan suatu peristiwa dalam sebuah cerita yang diperankan. Para tokoh dalam cerita memiliki peranan masingmasing yang berbeda satu tokoh dengan tokoh
lainnya. Mari kita mengingat kembali mengenai tokoh dalam cerita fiksi.

Tokoh dibedakan menjadi dua yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan (pembantu). Pada pembelajaran-pembelajaran sebelumnya kamu sudah mengenal berbagai tokoh dalam cerita. Mari, kita mengingat kembali.

1. Tokoh utama
Tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita. Tokoh utama paling banyak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian maupun yang dikenai kejadian.Bahkan dalam novel-novel tertentu, tokoh utama senantiasa hadir dalam setiap kejadian dan dapat ditemui dalam
tiap halaman novel yang bersangkutan.

2. Tokoh Tambahan (pembantu)
Tokoh tambahan (pembantu) adalah tokoh yang memiliki peranan tidak penting dalam cerita. Kehadiran tokoh pembantu sekadar menunjang tokoh utama.

Tokoh juga dapat dibedakan berdasarkan peran tokoh dalam sebuah cerita yaitu tokoh protagonis dan antagonis.

1. Tokoh Protagonis
Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki watak baik sehingga disenangi dan dikagumi pembaca.
Protagonis adalah pelaku yang memiliki watak yang baik sehingga disenangi pembaca.

2. Tokoh Antagonis
Tokoh antagonis adalah tokoh yang tidak disenangi pembaca karena perannya tidak sesuai yang didambakan pembaca. Tokoh antagonis ini menjadi penyebab timbulnya konflik dan ketegangan yang dialami oleh tokoh protagonis. Antagonis adalah pelaku yang tidak disenangi pembaca
yang tidak sesuai dengan isi cerita yang didambakan oleh pembaca.

Inti dari cerita tentang seorang petani yang memiliki angsa istimewa. Angsa tersebut dapat bertelur emas. Petani ingin. Tokoh utama dalam cerita adalah petani. Sikap yang dimiliki petani yaitu tamak dan tidak pernah merasa cukup. Seharusnya, tokoh utama bersyukur atas nikmat yang sudah ia peroleh. Jika menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut, saya akan bersyukur terhadap rezeki yang telah saya peroleh

Cerita berjudul Nelayan dan Ikan Mas
  1. Cerita berjudul Nelayan dan Ikan Mas merupakan cerita fiksi, yaitu cerita rakyat. Alasannya, karena merupakan cerita rekaan yang dibuat oleh pengarang berdasarkan imajinasinya.
  2. Tokoh dalam cerita berjudul kakek, nenek, dan ikan mas. Berikut sifat dari tokoh-tokoh dalam cerita berjudul Nelayan dan Ikan Mas. a. Kakek; kakek memiliki sifat penurut. Kakek menuruti semua keinginan nenek.b. Nenek; nenek memiliki sifat serakah. Nenek tidak pernah puas dan selalu merasa kekurangan atas segala sesuatu yang telah ia miliki.
  3. Hikmah yang dapat diperoleh dari cerita berjudul Nelayan dan Ikan Mas adalah kita tidak boleh serakah. Kita harus bersyukur terhadap semua rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan.
  4. Sikap yang harus dihindari agar kita bisa bersyukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa adalah serakah

Tokoh Cerita
  1. Tokoh utama dalam cerita berjudul Nelayan dan Ikan Mas adalah kakek dan ikan mas.
  2. Tokoh pembantu/tambahan dalam cerita berjudul Nelayan dan Ikan Mas adalah nenek.
  3. Tokoh protagonis dalam cerita berjudul Nelayan dan Ikan Mas adalah kakek dan ikan mas. Alasannya, kedua tokoh ini bersifat baik. Kakek selalu menuruti keinginan nenek, sedangkan ikan emas juga mengabulkan keinginan nenek.
  4. Tokoh antagonis dalam cerita berjudul Nelayan dan Ikan Mas adalah nenek. Alasannya, tokoh nenek bersifat serakah. Ia tidak pernah puas dengan keinginannya dan selalu meminta lebih.

C. Rangkuman Muatan IPA
Kompetensi Dasar
3.4Menghubungkan gaya dengan gerak pada peristiwa di lingkungan sekitar
4.4
Menyajikan hasil percobaan tentang hubungan antara gaya dan gerak

Subtema 1 : Lingkungan Tempat Tinggalku
Perbedaan Gaya dan Gerak :
Gaya merupakan kekuatan yang menyebabkan suatu benda yang dikenai gaya menjadi bergerak, berubah kedudukannya, ataupun berubah bentuk.

Sementara itu, gerak merupakan perpindahan kedudukan suatu benda terhadap benda lain atau tempat asal sebagai akibat benda tersebut dikenai gaya. Pemberian gaya berpengaruh terhadap kecepatan gerak benda

Gaya juga dapat diartikan sebagai tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi keadaan suatu benda. Macam-macam gaya antara lain : Gaya listrik, gaya magnet. gaya gesek, gaya listrik,

Subtema 2 : Keunikan Daerah Tempat Tinggalku
Gaya dapat memengaruhi gerakan benda. Berikut beberapa macam pengaruh gaya terhadap gerakan benda.
  1. Gaya dapat memengaruhi benda diam menjadi bergerak.
  2. Gaya dapat memengaruhi benda bergerak menjadi diam.
  3. Gaya dapat memengaruhi benda bergerak lebih cepat atau lebih lambat.
  4. Gaya dapat memengaruhi arah gerak suatu benda.

Bola yang ditendang akan mengalami perubahan dari diam menjadi bergerak. Bola yang dihentikan akan mengalami perubahan dari bergerak menjadi diam. Gaya dapat memengaruhi bola diam menjadi bergerak. Gaya juga dapat memengaruhi bola bergerak menjadi diam.

Contoh peristiwa yang menunjukkan gerakan benda akibat gaya
  1. Sepeda dibelokkan akan berubah arah sesuai gerakan pengayuhnya.
  2. Mobil mogok yang didorong akan bergerak.
  3. Meja yang didorong akan bergerak.
  4. Sepeda motor yang direm akan berhenti.
  5. Kelereng yang dijentikkan akan bergerak

Subtema 3 : Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku
Untuk melakukan gaya kamu perlu tenaga. Dalam kehidupan sehari-hari banyak peristiwa yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara gaya dan gerak.

Berikut beberapa contoh hubungan gaya dan gerak.
1. Gaya memengaruhi benda diam menjadi bergerak.
Gerak membuka dan menutup pintu. peristiwa pintu terbuka dan pintu menutup. Dengan adanya gaya berupa dorongan dan tarikan pintu bergerak membuka
dan menutup.

2. Gaya memengaruhi benda bergerak menjadi diam.
Peristiwa bus dari melaju kemudian berhenti. Pada peristiwa itu pak sopir melakukan gaya dengan menginjak rem bus.Dengan gaya yang dilakukan pak sopir bus menjadi lambat, lalu berhenti.
Gaya memengaruhi benda bergerak menjadi diam
3. Gaya memengaruhi perubahan bentuk benda.
Membentuk berbagai bentuk dari plastin. Peristiwa perubahan bentuk plastisin. Pada peristiwa itu anak bermain plastisin dengan melakukan gaya membentuk berbagai bentuk dari plastisin. Dengan gaya yang dilakukan, plastisin menjadi berubah bentuk.

4. Gaya memengaruhi perubahan arah gerak benda.
Peristiwa perubahan arah gerak bola karena gaya yang diberikan pada bola. Pada peristiwa itu bola dilambungkan ke atas sehingga bola bergerak ke atas. Kemudian, bola dipukul ke depan sehingga bola bergerak ke arah depan.

Hubungan Gaya dan Gerak
  1. Hubungan gaya dan gerak pada peristiwa bermain ketapel adalah gaya saat anak menarik ketapel dan melepaskannya memengaruhi batu yang semula diam menjadi bergerak setelah dilontarkan dengan menggunakan ketapel.
  2. Hubungan gaya dan gerak pada peristiwa menimba adalah gaya yang dikerjakan paman saat menarik tali timba mengakibatkan ember yang semula diam menjadi bergerak naik.
  3. Hubungan gaya dan gerak pada peristiwa membuat gerabah adalah gaya yang dilakukan pengrajin saat membentuk tanah liat mengubah bentuk tanah liat menjadi gerabah.

D. Rangkuman Muatan IPS
Kompetensi Dasar
3.3Mengidentifikasi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan serta kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi
4.2
Menyajikan hasil identifikasi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan, serta kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi

Subtema 1 : Lingkungan Tempat Tinggalku
Lingkungan memengaruhi mata pencaharian penduduk di suatu daerah.
  1. Penduduk di daerah pantai bermata pencaharian sebagai nelayan, petani tambak, pedagang, petani garam, dan perajin.
  2. Penduduk di daerah dataran rendah bermata pencaharian sebagai buruh, petani, pedagang, dan peternak.
  3. Penduduk di daerah dataran tinggi bermata pencaharian sebagai petani, peternak, pedagang, dan pekerja perkebunan, misalnya teh, kopi, dan cengkeh.

Penduduk yang tinggal di desa juga memiliki mata pencaharian yang berbeda dengan penduduk di kota. Penduduk di desa lebih banyak bermata pencaharian sebagai petani, peternak, perajin, pedagang, buruh tani dan perkebunan. Sedangkan penduduk di kota bermata pencaharian sebagai pekerja jasa (pegawai bank, konsultan, pengacara, sopir), karyawan, pedagang, dan buruh pabrik.

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan, barang, atau jasa tertentu dengan tujuan mencapai kesejahteraan dalam hidupnya.

Berikut macam-macam kegiatan ekonomi.
  1. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang dan jasa. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut produsen.
  2. Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang hasil produksi dari produsen kepada konsumen. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut distributor.
  3. Konsumsi adalah kegiatan memakai barang-barang hasil produksi. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut konsumen.

Kegiatan ekonomi di Kabupaten Tabanan.
  1. Produksi: Kegiatan produksi meliputi pertanian, peternakan, industri kerajinan.
  2. Distribusi:Kegiatan distribusi meliputi perdagangan/penjualan.
  3. Konsumsi:Kegiatan konsumsi meliputi pembelian sayuran untuk kebutuhan hotel dan masyarakat.

Jenis pekerjaan yang terkait dengan kegiatan ekonomi di Kabupaten Tabanan.
  1. Produksi: petani, peternak, perajin, nelayan.
  2. Distribusi: pedagang, sopir, kuli angkut, agen, dan petugas pengirim paket.

Subtema 2 : Keunikan Daerah Tempat Tinggalku
Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang dan jasa. Sedangkan produsen adalah pelaku kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang atau jasa.

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dan jasa. Barang dan jasa tersebut didistribusikan dari produsen kepada konsumen. Distributor adalah pelaku kegiatan ekonomi yang menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

Konsumsi adalah kegiatan menggunakan barang dan jasa. Konsumen adalah pelaku kegiatan ekonomi yang menggunakan barang atau jasa yang dihasilkan produsen

Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi. Barang hasil industri memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.

Subtema 3 : Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku
Pekerjaan merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pekerjaan merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi.

Pada dasarnya, pekerjaan dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
1. Pekerjaan yang Menghasilkan Barang
Sebagian besar penduduk Indonesia bertani sesuai kondisi Indonesia sebagai negara agraris. Pekerjaan yang menghasilkan barang adalah pekerjaan yang menghasilkan suatu barang yang bisa dipergunakan oleh seseorang. Contohnya petani (menghasilkan padi dan jagung), nelayan (menghasilkan ikan), peternak (menghasilkan daging, susu, dan woll), penjual kue, dan perajin.

2. Pekerjaan yang Menghasilkan Jasa
Pekerjaan yang menghasilkan jasa adalah pekerjaan yang hasilnya bukan berupa barang, tetapi hasil pekerjaannya dapat dinikmati dan dirasakan orang lain. Contohnya guru, dokter, perawat, tukang potong rambut, polisi, tentara, dan seniman. Jenis pekerjaan jasa ini dibutuhkan masyarakat luas, terutama di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, layanan transportasi, ketertiban dan keamanan, serta pariwisata. Oleh karena itu, pekerjaan yang menghasilkan jasa disebut sebagai pekerjaan yang berkaitan dengan sosial budaya.

Manfaat adanya keragaman karakteristik individu dalam masyarakat terutama dalam kegiatan ekonomi. Contohnya sebagai berikut :
  1. Menumbuhkan sikap nasionalisme
  2. Menciptakan identita bangsa di Mata Internasional
  3. Alat Pemersatu bangsa
  4. Sebagai ikon pariwisata
  5. Menambah pendapatan nasional

E. Rangkuman Muatan SBdP
Kompetensi Dasar
3.2Mengetahui tanda tempo dan tinggi rendah nada
4.2
Menyanyikan lagu dengan memperhatikan tempo dan tinggi rendah nada

1. Subtema 1 : Lingkungan Tempat Tinggalku
Tempo adalah cepat lambatnya lagu dinyanyikan. Tempo dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tempo cepat, tempo sedang, dan tempo lambat. Pemilihan tempo dalam suatu lagu harus disesuaikan dengan isi lagu. Sebagai contoh, lagu yang menggambarkan keriangan biasanya menggunakan tempo cepat. Lagu untuk menidurkan bayi biasanya menggunakan tempo sedang ataupun tempo lambat.

Bernyanyi dengan baik membutuhkan teknik seperti intonasi dan tempo. Intonasi merupakan cara bernyayi mencapai ketepatan bunyi tiap nada. Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara yang tidak sumbang dan enak didengar.

Sementara itu, tinggi rendah nada merupakan cara menyanyikan lagu sehingga menghasilkan nada tinggi ataupun nada rendah sesuai dengan notasi lagu.

Semakin ke kanan, nada semakin tinggi. Sebaliknya, semakin ke kiri, nada semakin rendah. Nada bertitik di bawah berarti nada rendah, nada tidak bertitik berarti nada sedang, dan nada bertitik di atas berarti nada tinggi.

Kecepatan lagu diukur dengan alat pengukur yang disebut Metronome Maelzel atau disingkat MM. Metronome Maelzel ini akan memberikan petunjuk seberapa cepat atau lambatnya lagu dinyanyikan. Sebagai contoh lagu "Yamko Rambe Yamko” ditulis dengan tempo 104 artinya lagu tersebut dinyanyikan dengan tempo Allegreto: Agak Cepat (104 - 112 Ketuk/Menit). Kecepatan Tempo lagu dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
  1. Tempo lambat, contoh lento = lambat (56-58 MM) ;
  2. Tempo sedang, contoh andante = seperti orang berjalan (72-76 MM);
  3. Tempo cepat, contoh allegro = cepat, hidup, dan riang (132-138 MM)

Pada notasi angka lagu ” Injit-Injit Semut” menggunakan nada tinggi, sedang, dan rendah. Lagu ”Injit-Injit Semut” menggunakan tempo agak cepat yang artinya sedang.

Lagu ”Kicir-Kicir” dinyanyikan dengan tempo sedang. Dalam notasi angka lagu ”Kicir-Kicir” tidak terdapat nada tinggi karena tidak ada not angka yang ditulis dengan titik di atas angka.

Subtema 2 : Keunikan Daerah Tempat Tinggalku
Kompetensi Dasar
3.3Mengetahui gerak tari kreasi daerah
4.3
Meragakan gerak tari kreasi daerah

Gerak merupakan unsur utama dalam tari. Unsur lain adalah busana, tata rias, iringan, dan properti atau perlengkapan tari. Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari anggota tubuh yang dapat dinikmati oleh orang lain. Gerak tari nusantara sangat beragam. Gerak tari dari suatu daerah berbeda dengan daerah lain.

Ada dua jenis karya tari yaitu karya tari tradisional dan karya tari kreasi baru. Tari tradisional adalah tarian yang mengalami perjalanan sejarah cukup lama. Contoh tari tradisional adalah tari srimpi sango pati dan tari gambyong jawa tengah.

Tari kreasi baru sering disebut tari modern. Contoh tari kreasi baru adalah Tari manuk rawe, Garuda wisnu, dan Belibis bali.

Ciri-ciri gerak tari Bali
  1. Gerakan pada umumnya dilakukan secara lincah, enerjik, dinamis, dan cepat.
  2. Tidak hanya kepala, tangan, dan kaki yang digerakkan, mata juga digerakkan.

Ciri-ciri gerak tari Sumatra
  1. Gerak tari pada umumnya dilakukan secara lincah dan gesit.
  2. Gerak tari lebih menekankan pada gerakan-gerakan kaki.
  3. Gerak lengan, tangan, jari, leher, dan kepala tidak beragam dan tidak rumit.

3 : Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku
Kompetensi Dasar
3.1Mengetahui gambar dan bentuk tiga dimensi
4.1
Membuat gambar cerita

Gambar adalah karya seni rupa dua dimensi. Karya seni rupa dua dimensi merupakan karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang dan lebar. Objek gambar adalah benda-benda tiga dimensi. Benda tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi, serta memiliki volume. Unsur volume inilah yang menjadi pembeda antara benda dua dimensi dan benda tiga dimensi. Benda tiga dimensi misalnya benda hias dan benda yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contohnya guci, vas  bunga, meja, kursi, lemari, dan lampu hias.

Berdasarkan pengertian karya seni tiga dimensi di atas, dapat kamu  pahami adanya ciri-ciri tiga dimensi sebagai berikut.
  1. Mempunyai panjang, lebar, dan tinggi.
  2. Dapat dinikmati keindahannya dari sudut pandang mana pun.
  3. Memiliki volume.

Contoh lain karya seni tiga dimensi yang dapat ditemukan dalam lingkungan kehidupan sehari-hari yaitu patung, tugu, dan monumen.

Ada beberapa teknik dasar dalam menggambar benda tiga dimensi yaitu teknik arsir, teknik sapuan basah (aquarel),teknik dussel (gosok), teknik siluet (blok) dan teknik pointilis.

Ditinjau dari jenis bendanya, ada tiga jenis benda yang biasa dituangkan dalam gambar tiga dimensi. Tiga jenis benda yang dimaksud sebagai berikut.

1. Benda Kubistis
Benda kubistis adalah benda-benda yang berbentuk menyerupai bangunan kubus atau balok. Contohnya kotak pensil, kotak tisu, meja, kursi, lemari, bak sampah, dan kulkas.

2. Benda Silindris
Benda silindris adalah benda-benda yang berbentuk menyerupai silinder (elips). Contohnya botol, gelas, piring, mangkuk, teko, dan guci.

3. Benda Bebas
Benda Bebas adalah benda-benda yang bentuknya tidak beraturan. Contohnya buah-buahan, pepohonan, batu-batuan, dan benda alam lain.

Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menggambar antara lain sebagai berikut.

1. Media Kering
Peralatan ini di gunakan pada area gambar dengan media warna dalam keadaan kering. Cara penggunaannya adalah dengan menggoreskan langsung pada permukaan area gambar. Adapun peralatan untuk media kering sebagai berikut.
  1. PensilPensil, merupakan alat tulis yang sangat penting untuk membuat sketsa gambar (objek). Untuk merancang sebuah gambar bentuk dapat digunakan pensil keras (hard), seperti pensil HB. Coretan yang dihasilkan pensil HB tidak terlalu terang sehingga sangat cocok untuk merancang sketsa awal sebelum tahap penyempurnaan gambar (finishing). Tahap berikutnya adalah menggunakan pensil lunak seperti Pensil 3B, 4B, 5B dan 6B. Pensil jenis B ini mempunyai sifat yang lunak serta hasilnya lebih pekat sehingga cocok untuk teknik blok, arsir, atau dussel.
  2. KrayonKrayon memiliki sifat padat dan lunak sehingga cocok untuk membuat gambar blok dan gradasi (Kesan semburan warna)
  3. Spidol. Spidol, terdiri atas beragam pilihan warna. Sesuai untuk menggambar dengan teknik arsir atau blok
  4. KonteKonte, merupakan sejenis pensil dari bahan lunak berwarna hitam pekat, sering untuk membuat gambar gradasi atau benda-benda bertekstur halus.
  5. Drawing Pen Drawing pen, alat menggambar yang sering digunakan untuk teknik arsir dan blok.

2. Media Basah
Peralatan ini digunakan pada bidang gambar dengan media warna dalam keadaan basah. Bahan warnanya tersimpan dalam bentuk tube, botol, atau kaleng. Di antara peralatan media basah sebagai berikut.
  1. Cat MinyakCat minyak (acrilic) untuk menggambar dengan menggunakan bidang gambar berupa kain.
  2. EcolinEcolin terbuat dari bahan cair dengan bentuk warna. Sangat cocok untuk teknik blok, arsir, atau gradasi warna.

Berikut alat dan bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan karya tiga dimensi.
1. Karya tiga dimensi terbuat dari kertas.
Karya tiga dimensi dari kertas dibuat dengan cara menggunting dan menempel. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuatnya yaitu kertas, gunting, dan lem. Contoh karya tiga dimensi dari kertas yaitu bentuk rumah, pohon, dan manusia yang dibuat dari kertas.

2. Karya tiga dimensi terbuat dari plastisin/tanah liat.
Karya tiga dimensi dari plastisin/tanah liat dibuat dengan cara membentuk. Bahan yang digunakan untuk pembuatan karya ini yaitu plastisin atau tanah liat. Plastisin atau tanah liat dibentuk dengan tangan.Contoh karya tiga dimensi dari plastisin/tanah liat yaitu bentuk berbagai binatang yang dibuat dengan plastisin.

3. Karya tiga dimensi terbuat dari kayu.
Karya tiga dimensi dari kayu dibuat dengan cara digergaji dan disatukan dengan paku. Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya tiga dimensi dari kayu yaitu kayu, gergaji, paku, dan palu.Contoh karya tiga dimensi terbuat dari kayu yaitu meja, kursi, dan lemari.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 4:43 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.