Home » » Macam macam Sumber Energi Alternatif

Macam macam Sumber Energi Alternatif

Energi adalah bagian penting yang selalu berdampingan dengan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Energi alternatif atau energi terbarukan merupakan energi pengganti bahan bakar fosil. Energi alternatif ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang dapat merusak lingkungan dan mengakibatkan pemanasan global.

Sumber energi yang berasal dari minyak bumi dan gas merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Sumber energi ini ketersediannya terbatas dan suatu saat akan habis. Saat ini manusia memerlukan sumber energi lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sumber energi lain atau energi alternatif berasal dari sumber energi yang dapat diperbaharui, yaitu sinar matahari, angin, air, panas bumi, gelombang laut, dan bio. Penggunaan energi alternatif akan mengurangi kerusakan lingkungan.

Istilah energi alternatif digunakan untuk merujuk pada bentuk energi yang akan menggantikan bahan bakar fosil dan batu bara sebagai bentuk utama produksi energi. Meskipun sebagai pengganti bahan bakar fosil tentunya energi alternatif ini memiliki beberapa keuntungan sekaligus beberapa kerugian. Berikut ini kelebihan dan kekurangan penggunaan energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari.

Keuntungan Penggunaan Energi Alternatif :
  1. Lebih bersih dan tidak mencemari lingkungan
  2. Tidak akan habis jika dipakai terus-menerus
  3. Berasal dari alam
  4. Energi yang dihasilkan sangat besar
  5. Mengurangi kerusakan lingkungan

Kerugian Penggunaan Energi Alternatif
  1. Bergantung pada musim
  2. Membutuhkan teknologi yang tinggi
  3. Membutuhkan biaya yang besar untuk memperolehnya.

Setelah mengetahui keunggulan dan kerugian energi alternatif selanjutnya adalah mengenal macam-macam sumber energi alternatif. Nah berikut ini beberapa macam energi alternatif yang sering digunakan.

1. Energi matahari
Matahari merupakan sumber energi terbesar bagi bumi. energi matahari dapat berupa energi panas dan energi cahaya,yang keduanya dapat langsung kita manfaatkan. Energi cahaya matahari membuat bumi menjadi terang di siang hari, sehingga kita tidak perlu menyalakan lampu. Energi matahari membantu proses fotosintesis pada tumbuhan. Energi cahaya matahari juga bisa dimanfaatkan oleh manusia sebagai energi alternatif untuk mobil dan pemanas air di rumah dengan memanfaatkan sel surya.

Matahari merupakan sumber energi utama di bumi. Hampir semua energi yang berada di bumi berasal dari matahari. Energi radiasi sinar matahari bisa diubah menjadi energi listrik dan energi kalor. Peralatan yang menggunakan sel-sel surya bisa langsung mengubah energi radiasi sinar matahari menjadi energi listrik.
Penel Surya
Saat ini sel-sel surya sudah biasa dijumpai dipasang di atap-atap rumah, atap-atap rumah sakit, dan atap-atap hotel untuk keperluan mandi air hangat. Satu-satunya masalah yang dihadapi dalam pemanfaatan energi ini adalah matahari tidak selalu bersinar terang sepanjang hari. Pada kehidupan sehari-hari, energi matahari digunakan untuk mengeringkan pakaian, menjemur padi, membuat garam, dan sebagainya.

2. Energi Angin
Tenaga angin sudah dimanfaatkan orang sejak dahulu, untuk menggerakkan perahu layar dan kincir angin. Tenaga angin dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan alat aerogenerator yang dipasang di lapangan terbuka. Semakin banyak aerogenerator yang digunakan semakin banyak listrik yang dihasilkan.

Beberapa proyek pembangkit tenaga angina dibangun di Indonesia, diantaranya di Sulawesi Selatan. Pembangkit tersebut diantaranya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap 75 Mega Watt (Mega Watt/MW).
Energi ANgin
Angin adalah salah satu sumber energi alternatif yang murah dan tidak mengakibatkan polusi yang berbahaya. Penggunaan energi angin juga dipakai pada kincir angin yang menghasilkan listrik. Baling-baling pada kincir angin akan berputar cepat apabila ada angin besar yang bertiup. Putaran ini bisa menggerakkan turbin pada suatu pembangkit tenaga listrik. Jadi, energi angin dapat dijadikan sumber pembangkit energi listrik.

3. Energi Air
Air dapat digunakan sebagai sumber energi aliran air yang banyak dan deras akan menghasilkan energi listrik yang besar pula. Stasiun pembangkit listrik tenaga air biasanya dibangun di wilayah perbukitan yang sering terjadi hujan. Air yang dibendung dialirkan melalui terowongan yang menurun. Aliran air tersebut memutar turbin yang dihubungkan dengan generator. Generator yang berputar akan menghasilkan energi listrik.

Air yang ditampung di dalam bendungan atau waduk mempunyai energi potensial yang besar. Pada suatu bendungan sungai, air yang jatuh dari bagian atas bendungan akan menghasilkan arus dengan kecepatan yang tinggi saat tiba di bagian bawah bendungan. Keadaan ini bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin yang memutar generator agar menghasilkan energi listrik. Oleh karena diperlukan arus air dengan kecepatan tertentu, maka hanya sedikit tempat di dunia yang memenuhi syarat untuk dijadikan tempat pembangunan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).
PLTA
Selain bendungan, gerakan pasang surut air laut juga bisa digunakan untuk membangkitkan listrik. Sebuah tanggul bisa dibuat di muara sungai. Begitu pasang terjadi, air laut akan masuk ke dalam kolam dan memutar turbin yang terletak di bawah tanggul. Pintu kolam lalu ditutup. Setelah periode pasang berlalu, pintu kolam dibuka agar air kembali ke laut. Aliran air ini akan memutar turbin kembali. Putaran turbin akan menggerakkan generator sehingga dihasilkan energi listrik.

4. Energi Panas Bumi (geotermal)
Energi panas bumi adalah energi yang dihasilkan oleh magma di dalam perut bumi. Energi panas bumi disebut juga energi geotermal. Energi ini banyak digunakan terutama di daerah-daerah pegunungan. Batuan panas yang terbentuk beberapa kilometer di bawah permukaan bumi memanaskan air di sekitarnya sehingga akan dihasilkan sumber uap panas atau geiser. Sumber uap panas ini kemudian dibor.
Geothermal
Panas bumi dapat digunakan untuk menghasilkan listrik. Uap panas bumi akan memutar turbin. Turbin akan memutar generator sehingga menghasilkan listrik. Untuk menjaga agar kapasitas sumber uap panas tidak berkurang, maka air dingin disuntikkan kembali ke dalam tanah. Pembangkit listrik yang memanfaatkan energi panas bumi disebut Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Masalah yang dihadapi dalam pemanfaatan energi panas bumi adalah sulitnya pengeboran tanah, biaya yang tinggi, dan sedikitnya tempat yang memenuhi syarat untuk pembangunan PLTP.

5. Energi Biomassa
Salah satu energi alternatif yang terkenal di kalangan masyarakat adalah biomassa. Biomassa merupakan bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik. Contoh biomassa di antaranya adalah tanaman, pepohonan, rumput, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak.
Biomassa
Biomassa juga dapat digunakan sebagai sumber energi (bahan bakar) yang dapat diperbarui dan berkelanjutan. Pengembangan energi tersebut diharapkan bisa menekan penggunaan bahan bakar fosil untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan listrik yang masih dominan. Keunggulan biomassa sendiri adalah merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui dan dapat menyediakan energi yang terus berkesinambungan.

6. Energi Gelombang Laut
Gelombang menjadi salah satu energi alternatif terbarukan. Energi ini dihasilkan dari gelombang laut pasang. Karena Indonesia memiliki banyak kepulauan yang dikelilingi lautan, Indonesia memiliki potensi sempurna untuk bisa mengembangkan energi dari gelombang.
Gelombang Laut
Meski potensi tinggi, namun energi jenis ini memiliki kendala tersendiri, yaitu kecepatan ombak yang tidak stabil sehingga akan mempengaruhi proses energi yang dibutuhkan. Bahkan, biaya yang harus dikeluarkan untuk energi ini cukup besar terutama dalam membangun reaktornya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:58 AM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.