Home » » Pembelajaran 1 Tema 1 Subtema 2 Kebersamaan dalam Keberagaman

Pembelajaran 1 Tema 1 Subtema 2 Kebersamaan dalam Keberagaman

Pada Pembelajaran 1 Tema 1 Subtema 2 Kebersamaan dalam Keberagaman akan mempelajari tentang mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks, menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf, menjelaskan proses terjadinya bunyi dari sumber bunyi hingga ke indera pendengaran, menyajikan laporan tentang proses terjadinya bunyi, menjelaskan pengalaman sikap toleransi dan kerja sama antar teman berbeda agama, mengomunikasikan pengalaman sikap toleransi dan kerja sama antar teman berbeda agama sebagai identitas bangsa Indonesia. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru.

Ayo Membaca
Suku, budaya, dan agama yang berbeda tidak menghalangi Udin, Siti, Dayu, Beni, Lani, dan Edo menjalani kebersamaan. Mereka berbagi cerita tentang budaya masing-masing dan saling belajar. Hari-hari mereka penuh keceriaan dalam kebersamaan. Hari ini mereka berkumpul bersama untuk bekerja sama. Bacalah teks berikut dalam hati!

Bekerja Sama dalam Keberagaman
Edo dan kelima temannya mendapat tugas untuk melakukan percobaan tentang bunyi. Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumahnya. Setiap orang sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Lani dan Siti membawa beberapa kaleng yang sudah dilubangi. Udin dan Beni membawa benang kasur. Mereka berkumpul di halaman depan rumah. Keenam sekawan siap bekerja sama melakukan percobaan.
Bekerja Sama dalam Keberagaman
Saat percobaan akan dimulai, tiba-tiba terdengar adzan. Siti dan Udin meminta izin teman-temannya untuk shalat. Teman-temannya mengizinkan mereka untuk melakukan ibadah. Edo meminjamkan ruang makannya untuk digunakan Siti dan Udin Shalat. Meskipun Edo beragama Katolik, ia tidak keberatan rumahnya dipakai untuk shalat. Beni yang beragama Kristen, Dayu yang beragama Hindu, dan Lani yang beragama Buddha menunggu dengan sabar temannya beribadah. Keenam sahabat selalu menghargai satu dengan yang lain.

Tiba saatnya keenam sekawan melakukan percobaan. Setiap orang menunjukkan tanggung jawabnya dalam bekerja. Tidak ada satu pun di antara mereka yang duduk diam atau memberi perintah saja. Semuanya ikut bagian dalam percobaan. Saat Dayu membutuhkan pertolongan memotong benang, Udin datang membawakan gunting. Saat Edo kesulitan menalikan benang di kaleng, Siti ikut membantu. Keenam sahabat bekerja sama dengan semangat. Mereka hidup rukun, saling membantu meskipun berbeda agama.

Bacalah setiap paragraf dan tulislah gagasan pokok dan gagasan pendukungnya pada diagram yang telah disediakan. Bacalah paragraf pertama dan isi diagram berikutnya!
pARAGRAF 1
Diskusikan dengan temanmu diagram yang kamu hasilkan. Perhatikanperbaikan yang diberikan oleh guru agar kamu bisa lebih baik lagi dalammemahami bacaan
No.ParaggrafGagasan UtamaGagasan Pendukung
1.Paragraf 1Edo dan kelima temannya mendapat tugas untuk melakukan percobaan tentang bunyi.
  1. Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumanya.
  2. Setiap orang sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.
  3. Lani dan Siti membawa beberapa kaleng yang sudah dilubangi.
  4. Udin dan Beni membawa benang kasur.
  5. Mereka berkumpul di halaman depan rumah.
  6. Keenam sekawan siap bekerja sama melakukan percobaan.
2.Paragraf 2Keenam sahabat selalu menghargai satu dengan yang lain.
  1. Saat percobaan akan dimulai, tiba-tiba terdengar adzan.
  2. Siti dan Udin meminta izin teman-temannya untuk shalat.
  3. Teman-temannya mengizinkan mereka untuk melakukan ibadah.
  4. Edo meminjamkan ruang makannya untuk digunakan Shalat.
  5. Edo tidak keberatan rumahnya dipakai untuk shalat.
  6. Teman yang lain menunggu dengan sabar.
3.Paragraf 3Mereka hidup rukun, saling membantu meskipun berbeda agama
  1. Tiba saatnya keenam sekawan melakukan percobaan.
  2. Setiap orang menunjukkan tanggung jawabnya dalam bekerja.
  3. Tidak ada satu pun di antara mereka yang duduk diam atau memberi perintah saja.
  4. Semuanya ikut bagian dalam percobaan.
  5. Saat Dayu membutuhkan pertolongan memotong benang, Udin datang membawakan gunting.
  6. Saat Edo kesulitan menalikan benang di kaleng, Siti ikut membantu.
  7. Keenam sahabat bekerja sama dengan semangat.

Ayo Membaca
Ayo, kita membuktikannya dengan melakukan percobaan.
Di Manakah Bunyi
Di Manakah Bunyi?
Tujuan: Mengidentifikasi sumber dan tempat bunyi berasal.

Alat dan Bahan: Alat musik tradisional setempat (misalnya angklung)

Langkah Kerja:
  1. Duduklah di kursi dan tutup matamu dengan kain. Mintalah temanmu untuk memainkan alat musik tradisional (misalnya angklung) di sekitarmu.
  2. Tunjuklah tempat yang kamu anggap sebagai asal bunyi. Berapa kalikah kamu menebak dengan tepat?

Buatlah laporan dari salah satu percobaan yang kamu lakukan!
Nama Percobaan:Percobaan Sumber Bunyi
Tujuan Percobaan:Mengidentifikasi sumber dan tempat bunyi berasal
Alat-alat:Alat musik tradisional setempat (misalnya angklung)
Langkah Kerja:
  1. Duduklah di kursi dan tutup matamu dengan kain. Mintalah temanmu untuk memainkan alat musik tradisional (misalnya angklung) di sekitarmu.
  2. Tunjuklah tempat yang kamu anggap sebagai asal bunyi. Berapa kalikah kamu menebak dengan tepat?
Hasil Percobaan;Dari percobaan di atas dapat dinyatakan bahwa dengan mata tertutup, kita masih dapat mendengar bunyi dengan jelas pada jarak tertentu karena bunyi merambat melalui udara. Bunyi kemudian merambat melalui udara dan ditangkap oleh telinga kita.
Kesimpulan:Bunyi merambat memlui udara dari sumber bunyi ke telinga kita. Getaran bunyi mengenai gendang telinga dan diubah menjadi pesan/ sinyal listrik di telinga bagian dalam. Sinyal tersebut kemudian diteruskan oleh saraf pendengaran menuju otak yang kemudian menterjemahkan jenis dari bunyi tersebut.

Beragam bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Benda-benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi.

Bunyi kemudian merambat melalui udara dan ditangkap oleh telinga kita. Getaran bunyi mengenai gendang telinga yang berupa selembar kulit tipis. Getaran dari gendang telinga menjadi lebih besar di telinga bagian tengah dan diubah menjadi pesan/sinyal listrik di telinga bagian dalam. Sinyal tersebut kemudian diteruskan oleh saraf pendengaran menuju otak yang kemudian menterjemahkan jenis dari bunyi tersebut.

Kita harus bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa dengan dianugerahkannya indera telinga. Merawat telinga dan menggunakannya secara benar adalah bentuk dari rasa syukur tersebut.

Indra Pendengar (Telinga)
Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menciptakan bentuk tubuh yang paling sempurna. Salah satunya adalah kita diberi indra pendengar (telinga). Dengan menggunakan indra ini, kita bisa mendengar berbagai suara, seperti kicauan burung, suara air mengalir, dan musik. Apa saja bagian dan fungsi indera pendengar?Hal apa yang perlu kita lakukan untuk merawatnya? Mari kita pelajari lebih jauh.
Indera Pendengar
Bagaimana telinga merasakan getaran?
Semua bunyi membuat udara bergetar. Getaran bunyi mengenai gendang telinga yang berupa selembar kulit tipis. Saat itulah gendang telingamu juga mulai bergetar. Getaran dari gendang telingamu menjadi lebih besar di telinga tengahmu dan diubah menjadi pesan-pesan listrik di telinga dalammu. 

Apakah kamu pernah mengalami gangguan indra pendengar? Ceritakan!
Saya belum pernah mengalami gangguan indera pendengar.

Ayo Berdiskusi
Pahamilah teks berikut dan diskusikan isinya dengan temanmu.

Belajar dari Cerita
Pak Burhan selalu memulai kegiatan di kelas dengan berbagi cerita. Bukan Pak Burhan yang bercerita, tetapi anak-anak di kelas yang bergantian bercerita. Berbagi cerita selalu dinantikan oleh anak-anak. Semua ingin memperoleh kesempatan bercerita.

Pagi ini, Pak Burhan mengajak anak-anak berbagi cerita seputar hari raya. “Sehari sebelum hari Natal, yaitu di tanggal 24 Desember, aku dan keluarga berkumpul di rumah Opa.” ujar Edo. “Di hari itu, Oma pasti memasak makanan spesial yang jarang dimasaknya di hari lain. Papeda juga menjadi makanan spesial yang terhidang di malam Natal. Kami sekeluarga berkumpul hingga larut malam, dan mengakhiri malam dengan berdoa. “Nah, kalau di hari Natal, pada tanggal 25 Desember, kami sekeluarga pergi beribadah Natal di gereja.

“Wah, ternyata hampir sama seperti hari raya Idul Fitri ya” ujar Siti. “Kami pun di hari Idul Fitri selalu berkumpul dan saling memohon maaf dengan kerabat dan saudara setelah ibadah di Masjid,” tambahnya.

“Iya ya, sama seperti Edo pada hari Natal, saat Idul Fitri juga selalu ada makanan spesial, yaitu ketupat dan opor ayam.” Udin menambahkan komentar Siti.

“Di Bali, menjelang hari raya Galungan seluruh kampung selalu ramai dihiasi oleh penjor atau janur yang tinggi. Kami sekeluarga lebih sering pulang ke Bali menjelang hari raya Galungan agar bisa berkumpul dengan sanak saudara di sana. Sebelum merayakan bersama, keluarga melakukan kegiatan ibadah di Pura pada pagi hari,” kata Dayu.

“Ah, semua sudah bercerita. Aku juga mau bercerita, Pak. Boleh ya, hari ini banyak yang berbagi cerita.” pinta Lani.

Pak Burhan dan teman-teman sekelas tertawa.

“Tentu saja boleh, Lani. Ayo, sekarang giliranmu bercerita.” ujar Pak Burhan.

“Nah, kamu pasti belum pernah mendengar cerita tentang kebiasaan keluargaku di hari raya Waisak. Sebenarnya sih tidak banyak berbeda. Ibu dan nenekku biasanya juga membuat masakan spesial menjelang hari raya Waisak. Saat ini nenekku yang paling tua, jadi semua keluarga akan datang ke rumahku untuk berkumpul pada hari Waisak. Selain menyediakan makan untuk keluarga, pada hari tersebut biasanya kami pun berbuat kebaikan bagi orang lain yang membutuhkan. Vihara, rumah ibadah kami pun dipenuhi cahaya lilin dari umat yang hadir untuk menjalankan ritual ibadah di sana,” Lani mengakhiri ceritanya.

“Berbagi cerita memang selalu menyenangkan. Kita bisa belajar dari banyak cerita, juga belajar dari teman yang berbeda,” ujar Pak Burhan menutup kegiatan pagi ini.

Berdasarkan cerita di atas, jawablah pertanyaan berikut!
1. Apakah perbedaan yang dimiliki oleh enam sekawan menghalangi mereka untuk berteman dan bekerja sama? Jelaskan!
Perbedaan enam Sekawan tidak menghalangi untuk beteman dan bekerja sama. Dengan perbedaan yang ada, mereka dapat saling melengkapi dan saling belajar.

2. Bagaimana sikapmu jika kamu bermain dengan teman yang berbeda agama?
Kita harus saling menghargai dan menghormati karena walaupun berbeda agama.

3. Ceritakan pengalamanmu memiliki teman yang berbeda agama. Perbedaan apa yang kamu ketahui? Bagaimana sikapmu terhadap perbedaan tersebut?
Saya memiliki teman yang berbeda agama. Perbedaan yang saya ketahui adalah cara beribadahnya. Teman saya yang beragama Budha beribadah di Vihara, doa-doa yang mereka ucapkan juga berbeda. Menurut saya perbedaan tersebut sangat menarik.

Ayo Renungkan
Apa yang kamu pelajari dari kegiatan hari ini?
Hari ini saya telah mempelajari ide gagasan pokok dan gagasan pendukung, indera pengengar manusia, dan sikap toleransi.
Apa manfaatnya bagi kehidupanmu sehari-hari?
Manfaat bagi saya dalam kehidupan sehari-hari adalah saya dapat memahami teks dengan baik, mengetahui pentingnya indera pendengar dan mampu bersikap toleran kepada teman yang berbeda agama.
Bagaimana cara kamu mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa?
Cara mensyukuri nikmat Tuhan adalah dengan selalu menghargai dan menghormati teman yang berbeda agama sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.
Kerja Sama dengan Orang Tua
Diskusikan dengan orang tua mengenai contoh-contoh kerukunan dalam keragaman agama di sekitar rumahmu.
  1. Mengucapkan selamat hari raya kepada tetangga beda agama yang sedang merayakan hari raya agama mereka.
  2. Tetap menjaga silaturahmi denga mengujungi mereka walaupun berbeda agama.
  3. Selalu siap membantu apabila mereka dalam kesusahan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:59 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.