Home » » Pembelajaran 4 Subtema 4 Cuaca, Musim, dan Iklim

Pembelajaran 4 Subtema 4 Cuaca, Musim, dan Iklim

Ayo Membaca
Sore yang dinanti telah tiba. Cuaca sedikit berawan. Lani dan teman-teman pun bergegas menuju rumah Edo. Mereka ingin segera bertemu dengan Pak Tono. Mereka ingin bertanya banyak hal tentang cuaca, musim, dan iklim.

Mereka pun tiba di rumah Edo. Ternyata Pak Tono belum datang. Mereka lalu duduk di ruang tamu
menunggu Pak Tono.

Setelah menunggu selama 10 menit, Pak Tono akhirnya datang. Tetapi, baju Pak Tono agak basah. Mengapa, ya?

Halo, anak-anak. Maaf, ya, Bapak terlambat. Bapak tadi kehujanan. Bapak tidak bawa payung. Jadi, Bapak berteduh dulu.

Iya, Pak, tidak apa-apa. O, ya, nama saya Edo. Ini teman-teman saya.

Wah, kebetulan sekali. Itu contoh tentang perubahan cuaca.

Iya. Beberapa hari ini cuaca cepat berganti. Tetapi sekarang lebih sering hujan.

Iya, betul. Di sini cuaca cerah. Ternyata, di tempat lain, hujan.

Di sini pun, cuaca bisa berubah-ubah.

Kami senang sekali kalau boleh bertanya kepada Bapak.

Kalian boleh bertanya apa saja yang ingin kalian ketahui. Tapi, dengarkan dulu penjelasan Bapak baik-baik.

Perbedaan antara Cuaca, Musim, dan Iklim
Kita sering mendengar orang menyebutkan istilah cuaca, musim, dan iklim. Namun, banyak yang masih bingung tentang perbedaannya.

Cuaca, musim, dan iklim merupakan keadaan udara di wilayah tertentu. Cuaca diamati pada suatu wilayah yang kecil dan waktu yang singkat. Cuaca ini diamati harian dan dapat berubah setiap harinya. Kadang-kadang pada hari yang sama, cuaca bisa berubah. Cuaca harian biasanya dilambangkan dengan simbol berikut.
Jenis Cuaca
Musim adalah keadaan cuaca yang paling sering terjadi di waktu tertentu. Saat musim hujan adalah pada waktu tertentu cuaca hujan sering terjadi. Musim kemarau adalah waktu tertentu yang sedikit hujan.

Musim terjadi dalam waktu yang lebih lama daripada cuaca. Musim diamati dalam hitungan bulan. Indonesia merupakan negara tropis. Hanya terdapat dua musim: musim kemarau dan musim hujan.

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang. Iklim diamati dalam hitungan tahun.

Ayo Berdiskusi
Setelah Pak Tono menjelaskan, Edo dan teman-teman dibolehkan untuk bertanya. Bacalah diskusi mereka dengan saksama.
Pak Tono:Bagaimana anak-anak, siapa yang mau bertanya?
Siti:Saya, Pak. Apakah yang dimaksud dengan garis khatulistiwa?
Pak Tono:Garis khatulistiwa adalah garis yang mengelilingi bumi. Garis ini ada di tengah Bumi. Negara kita terletak di garis tersebut.
Dayu:Apakah karena itu negara kita hanya memiliki dua musim?
Pak Tono:Iya, betul, Dayu. Kita hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Beni:Kalau sekarang cuaca sering hujan berarti sudah masuk musim hujan, ya, Pak?
Pak Tono:Iya, Beni. Para ahli harus menghitung banyaknya curah hujan setiap sepuluh hari.
Baik, sekarang giliran Bapak yang bertanya, ya. Bapak minta kalian menceritakan kembali informasi tentang cuaca, musim, dan iklim. Siapa yang bersedia?
Edo dan
teman-teman
:Saya, Pak!

Ayo Bercerita
Sekarang giliranmu menceritakan informasi tentang cuaca, musim, dan iklim. Ceritakanlah dengan kata-kata dan kalimatmu sendiri. Berceritalah di depan teman-temanmu. Ajak mereka untuk ikut bercerita secara bergiliran.
Cuaca itu keadaan udara yang diukur dalam waktu singkat. Kalau iklim dalam waktu panjang.  Cuaca, musim, dan iklim merupakan keadaan udara di wilayah tertentu.  Musim adalah keadaan cuaca yang paling sering terjadi di waktu tertentu.

Musim terjadi dalam waktu yang lebih lama daripada cuaca. Musim diamati dalam hitungan bulan. Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang. Iklim diamati dalam hitungan tahun.

Musim di Indonesia hanya ada dua. Musim hujan dan musim kemarau. Saat musim hujan sering terjadi. Musim kemarau hanya terjadi sedikit hujan.

Ayo Beraktivitas
Hari sudah makin sore. Cuaca yang tadinya berawan, kini berubah mendung. Sebelum hujan, Edo meminta tolong kepada teman-teman untuk membantu ibunya.

Lani dan Siti membantu mengangkat jemuran yang kering. Dayu dan Edo membantu membawa masuk sepatu yang ada di luar.

Beni dan Udin membantu mengangkat keset yang dijemur di atas pagar.

Itulah manfaatnya kita bersatu saat mengerjakan suatu hal. Pekerjaan akan cepat selesai. Terima kasih, teman-teman. Kalian sudah meringankan pekerjaan ibu saya.

Sampaikan manfaat dan pentingnya bersatu dalam keberagaman di hadapan teman-temanmu. Ajak mereka untuk melakukan hal yang sama.
Bersatu dalam keberagaman sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan persatuan pekerjaan menjadi cepat selesai. Selain itu dengan persatuan juga meningkatkan rasa persaudaaran.

Didalam lingkungan sekolah, kita pasti akan berbaur dengan siswa-siswa lain yang berasal dari daerah yang berbeda dengan tempat kita tinggal. Mereka juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda seperti agama dan dan pekerjaan orang tua mereka.
Persatuan dalam keberagaman banyak sekali manfaatnya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Memperluas hubungan kekerabatan.
  2. Menumbuhkan sikap toleransi.
  3. Saling bertukar pemikiran dan pengalaman.
Keberagaman di sekolah membawa banyak pengalaman dan pemikiran yang bisa digali melalui interaksi seperti contohnya percakapan. Selain mempererat kekerabatan antar warga sekolah, keberagaman disekolah juga bisa memberikan informasi-informasi baru yang dibawa oleh para penghuni sekolah yang datang dari berbagai latar belakang.

Ayo Mencoba
Lani, Siti, Dayu, Beni, dan Udin bergegas pulang sebelum hujan turun. Di jalan desa, terdapat banyak lubang. Agar tidak tergenang saat hujan, lubang tersebut ditutupi batu.

Sambil berjalan, mereka melompati bebatuan yang ada di jalan desa. Senangnya bermain lompat-lompatan

Di tengah jalan, hujan mulai turun. Udin mengajak teman-teman ke rumahnya agar tidak kehujanan.
Udin mengajak mereka bermain lompat jauh dengan menggunakan matras.

Perhatikan gambar berikut!
Meloncat
  1. Posisi 1. Udin melangkah menuju area tolakan.
  2. Posisi 2. Udin melakukan gerakan menolak dengan bertumpu pada satu kaki. Udin bertumpu pada kaki yang lebih kuat.
  3. Posisi 3. Udin melakukan gerakan melayang. Kaki tumpuan lurus ke belakang. Kaki yang bukan tumpuan ditekuk ke depan.
  4. Posisi 4. Udin ada pada posisi di udara. Kedua kaki dirapatkan dan ditekuk ke depan. Kedua tangan ditekuk ke atas.
  5. Posisi 5. Udin siap mendarat. Kedua kaki dan tangan lurus ke depan.
  6. Posisi 6. Kedua kaki Udin mendarat di atas matras. Kedua telapak tangan menumpu di atas matras.
Teman-teman memperhatikan gerakan Udin. Mereka pun mencoba melakukan gerakan yang sama. Tak lama kemudian, hujan mulai reda. Lani, Siti, Dayu, dan Beni pun pamit pulang. Dapatkah kamu menirukan gerakan lompatan Udin?
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:41 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.