Home » , » Menulis Teks Narasi dan Melakukan Swasunting

Menulis Teks Narasi dan Melakukan Swasunting

Pada Pembelajaran Bab VIII Sehatlah Ragaku muatan Bahasa Indonesia Kelas IV kita akan belajar menulis teks narasi dengan struktur awal-tengah-akhir dengan mematuhi kaidah ejaan bahasa Indonesia. Teks narasi adalah teks yang tersusun secara kronologis sesuai urutan waktu yang bersifat khayalan penulis atau juga bisa perpaduan antara fakta dan imajinasi penulis. Teks narasi digunakan untuk menghibur pembacanya melalui cerita.

Secara umum pola dari tulisan narasi adalah berupa skema yang sangat sederhana, yaitu “awal – tengah – akhir”.
  1. Pada bagian awal seorang penulis biasanya berusaha untuk menuturkan pengenalan yang baik sehingga mampu mengikat para pembaca. Umumnya awal narasi berisi gambaran pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. 
  2. Pada bagian tengah, penulis mengisahkan secara runtut tentang isi tulisan. Seorang pengarang akan berusaha mendesain alurnya agar mudah dimengerti pembaca. Sebab, bagian inilah yang memunculkan suatu konflik.
  3. Pada bagian akhir penulis akan menutup ending cerita sesuai keinginannya. Kalimat penutup teks narasi adalah dengan memberikan kesan tertentu kepada pembaca.

Awali kegiatan dengan membaca buku cerita atau sebuah cerpen. Ajak peserta didik untuk menentukan bagian awal-tengah-akhir cerita.  Guru dapat meminta peserta didik juga mengamati aspek tertentu yang telah dipelajari selama kelas empat, misalnya konjungsi, kalimat efektif, majas, atau kalimat majemuk.

1. Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi atau disebut juga sebagai kata penghubung adalah kata yang berfungsi menghubungkan dua kata, frasa, kalimat, maupun paragraf. Konjungsi antarkalimat itu menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Posisinya selalu memulai suatu kalimat yang baru dan tentu saja huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital. 

Contoh konjungsi antarkalimat adalah biarpun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu, kemudian, sesudah itu, selain itu, sebaliknya, sesungguhnya, bahkan, tetapi, kecuali itu, dengan demikian, oleh karena itu, dan sebelum itu.

2. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Klausa-klausa yang menyusun kalimat majemuk dihubungkan dengan kata penghubung atau yang disebut juga konjungsi. Berdasarkan konjungsi yang digunakan, kalimat majemuk setara dapat dibagi menjadi 5 kelompok.
Jenis kalimat Majemuk SetaraKonjungsi
Penggabungan dan
Pertentangantetapi, sedangkan
Pemilihanatau
Penguatan/Penegasan bahkan
Urutan Waktulalu, lantas, kemudian

3. Kalimat Efektif
Suatu kalimat dikatakan efektif apabila dapat menyampaikan pesan atau informasi secara singkat, lengkap, dan mudah diterima pembaca atau pendengar (Wiyanto, 2012).
  1. Singkat. Hemat dalam penggunaan kata. Tidak bertele-tele. Kata-kata yang digunakan hanyalah kata-kata yang diperlukan.
  2. Lengkap. Memiliki unsur kalimat (setidaknya subjek dan predikat) yang digunakan dengat tepat. Mengikuti aturan ejaan bahasa Indonesia.
  3. Mudah diterima pembaca atau pendengar. Pesan yang disampaikan jelas, tidak membingungkan

4. Majas Personifikasi
Majas adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan untuk menyampaikan pesan atau maksud. Makna yang ditunjukkan dalam majas bukanlah makna sebenarnya, melainkan makna konotatif. Majas digunakan agar pembaca lebih menangkap atau membayangkan gagasan, suasana, atau perasaan yang dimaksud oleh penulis. Di samping itu, penggunaan majas dapat memberikan efek tertentu yang lebih kuat atau lebih indah.

Mari kita lihat contoh berikut. 
  • Petugas pemberangkatan meniup peluit sebagai tanda kereta api segera berangkat.
  • Peluit petugas memekik-mekik memanggil penumpang kereta api untuk bergegas.

Pada kalimat kedua, desakan waktu lebih terasa dibanding pada kalimat pertama. Kalimat kedua menggunakan majas yang menggambarkan seolah-olah peluit dapat berperilaku sebagai manusia: memekik-mekik memanggil penumpang. Majas seperti ini disebut majas personifikasi, yaitu majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.

A. Menulis Cerita
Pernahkah kalian sakit atau anggota keluarga kalian sakit?Apa yang kalian lakukan? Ceritakan di buku tulis kalian. Pastikan cerita kalian memiliki struktur awal, tengah, dan akhir. Ini tugas menulis terakhir di kelas empat. Pastikan kalian menggunakan semua ketentuan dan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang kalian pelajari di kelas empat ini.
Menulis Cerita
Contoh Teks Narasi Kisah Kakakku yang Terjangkit Virus Corona
BagianParagraf
AwalWawan adalah salah satu kakakku yang bekerja di sebuah perusahaan. Tepat saat pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia, ia mendapatkan tugas untuk melakukan perjalanan dinas ke Jawa Timur. Perusahaannya memang tengah mengerjakan beberapa proyek di provinsi tersebut.
TengahPada suatu hari, salah satu rekannya tidak bisa menghadiri rapat karena sakit. Beberapa hari setelah rapat tersebut, Wawan juga jatuh sakit. Ia mengalami demam yang cukup tinggi sehingga dokter memvonis mengalami gejala tipes. Wawan akhirnya memutuskan kembali ke rumah lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan.

Saat tiba di rumah, Wawan memutuskan untuk mengisolasi diri dan tidak melakukan kontak fisik dengan anggota keluarganya. Namun sayangnya keadaan Wawan ternyata berangsur memburuk. Kali ini, selain demam dan lidahnya mati rasa, ia juga merasakan gejala sesak napas. Anggota keluarga berinisiatif untuk membawa Wawan ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, Wawan diwajibkan melakukan swab test sebelum dapat dirawat inap. Keluarga Wawan pun menyanggupinya dan ternyata Wawan dinyatakan positif tertular COVID-19. Kengerian mulai menyelubungi Wawan dan keluarganya. Rasa cemas, takut, ditambah dengan keadaan Wawan yang belum membaik menambah kegelisahan anggota keluarganya.
AkhirRumah keluarga Wawan akhirnya didatangi oleh petugas yang melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan. Kedatangan petugas juga sembari menjemput seluruh keluarga Wawan untuk diisolasi sambil menunggu hasil tes swab.

Hasil tes swab menunjukkan hasil negatif terhadap anggota keluarga Wawan. Wawan pun akhirnya berangsur pulih setelah dirawat di rumah sakit. Akhirnya setelah satu bulan menjalani perawatan, ia dinyatakan sudah sembuh dan terbebas dari virus corona.

B. Swasunting
Periksa kembali cerita yang kalian tulis dan perbaiki jika perlu. Memeriksa dan memperbaiki tulisan itu disebut mengedit atau menyunting. Swasunting adalah kegiatan penyuntingan yang dilakukan terhadap tulisan sendiri. ‘Swa-’ berarti sendiri. Beberapa kegiatan swasunting antara lain :
  1. Periksa jalannya cerita
  2. Periksa ejaan 
  3. Periksa tanda baca
  4. Periksa unsurunsur kalimat 
  5. Periksa diksi

Buatlah daftar periksa berikut ini
No.PemeriksaanHasil
1.Apakah alur cerita sudah wajar dan dapat dimengerti? Apakah cerita memiliki struktur awal, tengah, dan akhir?Sudah
2.Apakah semua kata sudah dituliskan dengan ejaan yang benar? Periksa kembali dengan menggunakan KBBI.Sudah
3.Apakah semua tanda baca sudah sesuai tempatnya? Apakah pemakaian huruf kapital sudah sesuai? Gunakan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) untuk memeriksanya.Sudah
4.Apakah kata-kata yang digunakan sudah mengikuti ragam bahasa baku? Sudah
5.Apakah sudah tidak ada kata-kata yang termasuk ragam percakapan lisan, tetapi bukan ucapan langsung tokoh?Sudah
6.Apakah konjungsi (kata sambung) sudah digunakan dengan benar?Sudah
7.Apakah kata depan sudah ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya?Sudah
8.Apakah awalan sudah ditulis bersambung dengan kata yang mengikutinya?Sudah

Demikian pembahasan Menulis Teks Narasi dan Melakukan Swasunting. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:42 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.