Home » » Arti Penting Memahami Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Arti Penting Memahami Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Pasal 25 UUD NRI Tahun 1945 berbunyi ”Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah dan batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang”. Kepulauan mengandung makna banyaknya pulau-pulau, sedangkan kenusantaraan menyangkut keseluruhan lingkup konektivitas perairan dan pedaratan antar pulau-pulau dalam kepulauan tersebut. Pembangunan harus ditempatkan dalam konteks satu kesatuan pulau yang saling terhubung satu sama lain.

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah merupakan negara kepulauan. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia, menyebutkan pengertian negara kepulauan adalah negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan dan dapat mencakup pulau-pulau lain. Dalam konsep wawasan nusantara, laut bukan merupakan unsur pemisah akan tetapi menjadi unsur pemersatu.

Selain kondisi kewilayahan, aspek sosial budaya menunjukkan bahwa masya rakat Indonesia diwarnai oleh berbagai macam perbedaan. Kondisi sosial budaya yang demikian menjadikan kehidupan bangsa Indonesia menyimpan potensi terjadinya konflik.

Keberagaman masyarakat Indonesia memiliki dampak positif sekaligus dampak negatif. Dampak positif memberikan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan, sedangkan dampak negatif mengakibatkan ketidakharmonisan bahkan kehancuran bangsa dan negara.

Bagi bangsa Indonesia keberagaman suku bangsa, budaya, agama, ras dan antargolongan merupakan kekayaan bangsa yang sangat berharga. Meskipun berbeda-beda suku bangsa, adat istiadat, ras, dan agama kita tetap bersatu dalam perjuangan mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan bangsa Indonesia. Dalam buku Empat Pilar Kehidupan dimana dalam buku tersebut mengutip pendapat Suhandi Sigit, menyatakan ungkapan Bhinneka Tunggal Ika dapat ditemukan dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad XIV di masa Kerajaan Majapahit.
Bhinneka Tunggal Ika
Dalam kitab tersebut Mpu Tantular menulis ”Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa” (Bahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belah, tetapi satu jua, artinya tak ada dharma yang mendua). Ungkapan dalam bahasa jawa kuno tersebut mengandung arti bhinneka (beragam), tunggal (satu), ika (itu) yaitu beragam satu itu.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika terdapat pada lambang negara Republik Indonesia, yaitu Burung Garuda Pancasila. Di kaki Burung Garuda Pancasila mencengkram sebuah pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika. Kata-kata tersebut dapat pula diartikan : Berbeda-beda tetapi tetap satu. 

Bhinneka Tunggal Ika mengandung makna bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa, adat-istiadat, ras dan agama yang beraneka ragam namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan dan kesatuan. Penjelmaan persatuan bangsa dan negara Indonesia tersebut disimpulkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 tahun 1951 tentang lambang Negara Republik Indonesia, yang diundangkan tanggal 28 Nopember 1951 dan termuat dalam Lembaran Negara Nomor II Tahun 1951

Bhinneka Tunggal Ika mengandung makna meskipun bangsa Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa, adat istiadat, ras dan agama namun keseluruhannya itu merupakan satu kesatuan, yaitu bangsa dan negara Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan negara Indonesia sebagai dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia, dimana kita harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti hidup saling menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, warna kulit, dan lain-lain. 

Tanpa adanya kesadaran sikap dan perilaku untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika pasti akan terjadi perpecahan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena setiap orang hanya akan hanya mementingkan diri atau daerahnya sendiri daripada kepentingan bangsa dan negara.

Aktivitas 4.6
Setelah kalian mempelajari pengertian dan makna Bhinneka Tunggal Ika, cobalah kalian diskusikan pernyataan berikut ini
No.PernyataanUraian
1.Pengertian Bhinneka Tunggal Ika dalam Buku SutasomaBahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belah, tetapi satu jua, artinya tak ada dharma yang mendua).
2.Pengertian Bhinneka Tunggal Ika dalam lambang negara Garuda PancasilaBhinneka Tunggal Ika mengandung makna bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa, adat-istiadat, ras dan agama yang beraneka ragam namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan dan kesatuan.
3.Makna semboyan Bhinneka Tunggal IkaMakna Bhinneka Tunggal Ika yang kita pahami sebagai semboyan bangsa Indonesia adalah bahwa Indonesia sebagai sebuah negara memiliki masyarakat dengan latar belakang berbeda-beda. Baik itu kebudayaan, adat-istiadat, agama, kepercayaan, Bahasa, suku, ras, Bahasa, dan lain sebagainya, namun identitasnya tetap satu yakni sebagai bangsa Indonesia yang utuh dan padu.

Aktivitas 4. 7
  1. Amati keberagaman yang ada di lingkungan sekolah, masyarakat, bangsa dan negara. Gunakan format pengamatan yang telah kalian siapkan.
  2. Pilihlah satu topik keberagaman yang ada, seperti keberagaman budaya di sekolahku.
  3. Carilah berbagai peristiwa yang berkaitan dan terjadi di sekitar kalian.
  4. Diskusikan secara berkelompok mengapa terjadi, apa manfaat dan akibat negatif serta bagaimana upaya meningkatkan agar lebih bermanfaat.
  5. Tuliskan hasil diskusi kalian dalam tabel berikut.
No.Peristiwa/BeritaManfaatAkibatUpaya Meningkatkan
1.Keberagaman budayaMenumbuhkan rasa cinta tanah air atau nasionalisme  dan mempelajari budaya daerah orang lainDapat memicu terjadinya perpecahan karena adanya perbedaan budayaSikap saling menghargai serta toleransi antar kebudayaan dan mempelajari budaya orang lain
2.Keberagaman agamaMenambah keberagaman agama serta keharmonisan antar umat beragamaDapat memicu konflik karena memiliki perbedaan pandangan agamaMeningkatkan toleransi antar umat beragama, dan menghilangkan rasa benci terhadap umat agama lain
3.Keberagaman sukuMenambah kekayaan budaya dan saling melengkapi kekurangan masing-masingMudah terjadinya konflik antar sukuSaling mempelajari keragaman suku yang ada, dan meningkatkan jiwa toleransi
4.Keberagaman bahasaDapat mempelajari bahasa bahasa daerah lain dan memperkaya bahasa IndonesiaTerjadinya salah paham, karena salah mengartikan kata atau kalimatMenggunakan bahasa utama bahasa Indonesia saat berbicara dengan orang beda daerah
5.Perbedaan pendapatMenumbuhkan sikap saling menghargai pendapat orang lainJika ada yang tidak setuju maka akan dapat menimbulkan pertikaian atau adu mulutSaling menghormati, menghargai, serta menerima pendapat orang lain

Kesimpulan :
Keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang sangat berharga dan bukan merupakan unsur perpecahan namun untuk untuk saling mengenal dan bersaudara.

Demikian pembahasan mengenai Arti Penting Memahami Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Semoga tulisan ini bermanfaat.


Sumber : Buku PPKn Kelas VII, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:01 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.