Home » » SBdP Kelas VI Tangga Nada Diatonis Mayor dan Minor

SBdP Kelas VI Tangga Nada Diatonis Mayor dan Minor

Pada Pembelajaran Tema 7 Subtema 1 Kelas VI sekolah dasar terdapat muatan pelajaran SBdP. Kompetnsi yang diajarkan pada subtema tersebut adalah KD 3.2 Memahami interval nada.
dan KD 4.2 Memainkan interval nada melalui lagu dan alat musik.Berikut penjelasan mengenai materi tersebut.

Nada-nada pada lagu disusun berdasarkan tinggi dan rendahnya nada secara berurutan membentuk tangga nada. Tangga nada dasar adalah tangga nada dasar 1 (do) atau sama dengan C. Jarak antar satu nada dengan nada lainnya dinamakan interval nada. Interval nada bernilai jarak 1 dan setengah.

Interval adalah sebuah jangka ( langkah) dari nada ke nada lainnya. Jangka tersebut mempunyai nama tertentu yang disebut nama pangkat. Interval selalu dibatasi oleh dua nada. Nada pertama disebut nada pangkal, nada kedua disebut nada selang. Sebagai contoh jika dalam tangga nada C mayor, nada c’ kita tetapkan sebagai nada pangkal, diperoleh nama-nama interval sebagai berikut.

Urutan tangga nada C mayor c’ d’ e’ f’ g’ a’ b’ c’
  1. c’ ke c’ adalah langkah ke- 1 disebut prime.
  2. c’ ke d’ adalah langkah ke-2 disebut secondo.
  3. c’ ke e’ adalah langkah ke-3 disebut terts.
  4. c’ ke f’ adalah langkah ke-4 disebut kuart.
  5. c’ ke g’ adalah langkah ke-5 disebut kuin.
  6. c’ ke a’ adalah langkah ke-6 disebut sekst.
  7. c’ ke b’ adalah langkah ke-7 disebut septim.
  8. c’ ke c’’adalah langkah ke-8 disebut oktaf.

A. Tangga Nada Diatonis Mayor
Tangga nada merupakan susunan berjenjang, misalnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Dalam seni musik ada jenis tangga nada diatonis. Tangga nada diatonis terdiri atas delapan nada. Tangga nada diatonis dibagi lagi dalam dua jenis tangga nada, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor. Tangga nada diatonis mayor memiliki interval (jarak nada) 1 1 ½ 1 1 1 ½ . Perhatikan contoh urutan tangga nada diatonis mayor berikut.
Diatonis Mayor
Ciri-ciri tangga nada diatonis mayor biasanya sebagai berikut.
  1. Bersifat riang gembira.
  2. Bersemangat.
  3. Biasanya diawali dan diakhiri nada do. Namun, tidak menutup kemungkinan diawali dengan nada 5 (sol) atau 3 (mi) dan diakhiri nada 1 (do)

B. Tangga Nada Diatonis Minor
Tangga nada diatonis minor memiliki interval (jarak nada) 1 ½ 1 1 1 ½ 1 1. Tangga nada diatonis minor ada bermacam-macam salah satunya tangga nada diatonis minor harmonis. Tangga nada diatonis minor harmonis adalah tangga nada diatonis minor dengan nada ketujuh dinaikkan setengah. Perhatikan contoh urutan tangga nada diatonis minor harmonis berikut.
Diatonis Minor
Ciri-ciri tangga nada diatonis minor biasanya sebagai berikut.
  • Lagu bersifat sedih.
  • Lagu kurang bersemangat.
  • Melodi lagu biasanya diawali dan diakhiri nada 6 (la). Namun, tidak menutup kemungkinan diawali nada 3 (mi) dan diakhiri nada 6 (la).

C. Tanda Kromatik
Untuk mengetahu jarak pada nada kita dapat menggunakan tanda kromatik. Tanda kromatik adalah tanda yang digunakan untuk menaikkan atau mengembalikan nada yang telah dinaikkan atau diturunkan. Fungsi tanda kromatik untuk menaikkan setengah nada dari nada aslinya. Contoh tanda kromatik adalah kress (#) dan mol (♭)
  1. Tanda kres (#) adalah tanda kromatik yang digunakan untuk menaikan setengah nada.
  2. Tanda kromatik mol (♭) adalah tanda kromatik yang digunakan untuk menurunkan setengah nada.

1. Tanda Krs (#)
Perhatikan cuplikan lagu Ibu Kita Kartini Berikut ini :
Ibu Kita Kartini
  1. Lagu Ibu Kita Kartni memiliki nada dasar D (D = do)
  2. Lagu Ibu Kita Kartini temasuk lagu bertangga nada diatonis mayor.
  3. Lagu Ibu Kita Kartini memiliki dua tanda kres (#) artinya ada dua nada yaitu F dan C yang dinaikan setengah menjadi Fis dan Cis.pada lagu tersebut.

Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan mengenai tanda kres (#) berikut ini.
Perhatikan tangga nada dasar berikut ini :
Kress
Tanda kres (#) dimulai dari nada ke 5 (g) dan dinaikan setengah pada nada ke tujuh.
  1. Sehingga menjadi g - a - b - c - d - e - fis - g (tanda # ada 1)
  2. Sehingga menjadi d - e - fis - g - a - b - cis- d (tanda # ada 2)

2. Tanda Mol (♭)
Perhatikan cuplikan Lagu Butet berikut ini
Lagu Butet
  1. Lagu Butet merupakan lagu dengan nada dasar F = do.
  2. Lagu Butet memiliki tanda satu mol (♭) artinya artinya ada satu nada yaitu nada b yang diturunkan setengah menjadi bes.
  3. Pada tanda kromatik mol (♭) nada keempat diturunkan setengah.
  4. f - g - a - b - c - d -e - f menjadi f - g - a - bes - c -d - e - f
Tanda Kromatik Mol
Demikian pembahasan mengenai SBdP Kelas VI Tangga Nada Diatonis Mayor dan Minor. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Kelas VI Tema 7, Kemendikbud


Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 3:14 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.