Home » » Pembelajaran 3 Tema 1 Subtema 1 Keberagaman Budaya Bangsaku

Pembelajaran 3 Tema 1 Subtema 1 Keberagaman Budaya Bangsaku

Pada Pembelajaran 3 Tema 1 Subtema 1 Keberagaman Budaya Bangsaku akan mempelajari tentang menjelaskan aturan main dan manfaat permainan Gobak Sodor untuk melatih keterampilan pola gerak dasar lokomotor, mempraktikkan keterampilan pola gerak dasar lokomotor, menjelaskan sifat-sifat bunyi merambat, menyajikan laporan tentang sifat-sifat bunyi merambat, mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf, dan menyajikan gagasan utama dan gagasan pendukung setiap paragraf dari teks tulis dalam bentuk peta pikiran. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru.

Ayo Mencoba
Tahukah kamu, bahwa Indonesia juga kaya dengan permainan tradisional? Bacalah teks berikut sebelum kamu mempraktikkannya!

Benteng-Bentengan
Benteng-bentengan atau Rerebonan adalah permainan yang dimainkan oleh dua kelompok penawan dan tertawan. Masing-masing kelompok terdiri atas empat sampai dengan delapan orang dan memiliki satu tempat sebagai markas. Markas atau ‘benteng’ bisa berupa sebuah tiang, pohon, atau pilar.
Permainan Gobak Sodor
Gobak Sodor
Permainan Gobak Sodor atau Galah Asin atau Galasin dilakukan di lapangan. Arena bermainnya merupakan kotak persegi panjang dan dibagi menjadi beberapa bagian secara horizontal dan vertikal.

Tahukah kamu bahwa untuk bermain Benteng-bentengan dan Gobak Sodor dengan baik diperlukan beberapa keterampilan, di antaranya jalan, lari, dan lompat?

Perhatikan penjelasaan dan cara gurumu memperagakan teknik berjalan, berlari, dan melompat yang baik agar kamu dapat bermain dengan baik.

Keterampilan Lokomotor
Keterampilan lokomotor adalah kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh agar dapat berpindah tempat. Keterampilan lokomotor sangat penting untuk mengukur kemampuan motorik siswa berdasarkan usia dan dapat digunakan sebagai indikator tingkat perkembangan siswa. Berikut adalah keterampilan lokomotor dasar
  • Berjalan
  • Berlari
  • Melompat
  • Meloncat
  • Merosot

Keterampilan Nonlokomotor
Keterampilan nonlokomotor adalah kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh yang tidak menyebabkan seluruh tubuh berpindah tempat. Keterampilan nonlokomotor biasanya diajarkan sebagai keterampilan yang mendukung siswa untuk melakukan berbagai aktivitas dalam posisi tubuh tetap di tempat.

Berikut adalah contoh keterampilan nonlokomotor dasar
  • Memutar pinggang
  • Menekuk badan, tangan, dan kaki,
  • Memiringkan badan
  • Membentang tangan dan kaki
  • Memutar badan menghadap ke kiri, ke kanan, dan ke belakang

Sekarangsaatnya kamu bermain. Lakukan pemanasan terlebih dahulu dengan arahan dari guru.

Benteng-bentengan
Benteng-bentengan adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup. Setiap grup terdiri dari 4- 8 orang. Setiap grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, sebagai ‘benteng’.

Cara Bermain
Tujuan utama permainan adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya.

Dalam permainan ini, biasanya setiap anggota mempunyai tugas seperti ‘penyerang’, ‘mata-mata, ‘pengganggu’, dan ‘penjaga benteng’. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.

Galasin atau Gobak Sodor
Sebelum bermain perlu membuat garis-garis penjagaan dengan kapur tulis yang membentuk lapangan segi empat yang kemudian dibagi menjadi 6 bagian. Buatlah garis di tengah lapangan yang memotong keempat persegi panjang tersebut sebagai tempat atau jalan kapten (sodor).

Selanjutnya, bagi siswa menjadi dua tim. Masing-masing terdiri dari 3-5 siswa. Satu tim akan menjadi tim “jaga” dan tim yang lain akan menjadi tim “lawan”. Penentuan tim jaga dan tim lawan biasanya dilakukan dengan ping sut oleh kapten dari masing-masing tim.

Anggota tim yang mendapat giliran “jaga”akan menjaga lapangan, yaitu di garis horizontal dan garis batas vertikal (kapten). Penjaga garis horizontal bertugas menghalangi lawan yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan. Penjaga garis horizontal bisa bergerak ke kanan dan ke kiri, sedangkan penjaga garis batas vertikal adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan dengan bergerak dari depan ke belakang atau sebaliknya.

Tim yang menjadi lawan, harus berusaha melewati baris pertama hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal tanpa tersentuh oleh tim jaga.Manfaat yang dapat kita ambil dari permainan ini adalah kebersamaan dan kerja sama.

Ayo Berdiskusi
Tuliskan pengalamanmu saat mencoba salah satu permainan tradisional. Diskusikan jawabanmu dengan jawaban teman sekelompokmu!

1. Apa yang membuat kamu tertarik dengan kedua permainan tradisional tersebut? Jelaskan!
Permainan tersebut sangat mudah dimainkan dan dapat melatih kerjasama tim.
2. Bagaimana aturan permainan tradisional tersebut?
Peraturan Permainan Benteng-Bentengan
  • Permainan bentengan terdiri dari 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-6 pemain.
  • Permainan bentengan dilakukan dengan menjaga benteng yang diwujudkan berbentuk tonggak tiang kayu atau bambu, dapat juga menggunakan pohon hidup. Tonggak dijadikan sebagai basecamp masing-masing kelompok.
  • Permain bentengan yang keluar dari basecamp dianggap menyerbu terlebih dahulu. Pemain ini apabila dikejar oleh musuh dan tersentuh tangan oleh musuh dianggap tertangkap. Pemain yang tertangkap ditempatkan tawanan 
  • Peman ini dapat kembali mempertahankan bentengnya apabila telah diselamatkan temannya, dengan cara menyentuh tangan atau bagian tubuhnya.
  • Kelompok pemain dinyatakan mendapatkan nilai apabila dapat menyentuh basecamp musuh. Berakhirnya permainan ditentukan oleh kesepakatan para pemain. Kelompok yang kalah akan mendapatkan hukuman, yaitu mengendong kelompok yang menang dari benteng satu ke benteng lainnya, jumlah gendongan tergantung kesepakatan.

Peraturan Permainan Gobak Sodor
  • Masing-masing pemain dari tim jaga harus bergerak di sepanjang garis melintang yang telah ditentukan. Jadi kakinya harus selalu menginjak garis tersebut.
  • Yang boleh melalui garis sodor hanyalah penjaga garis melintang pertama yang juga sebagai sodor.
  • Masing-masing pemain tim serang dari pangkalan harus berusaha melewati semua garis melintang. Jika salah satu pemain saja bisa kembali lagi ke pangkalan tanpa tersentuh tim jaga, maka tim serang menang.
  • Bila pemain tim jaga bisa menyentuh salah satu pemain tim serang, maka tim jaga menang. Lalu tim jaga berganti menjadi tim serang. Begitu seterusnya.
  • Jika satu petak terisi 2 atau lebih pemain, maka tim serang kalah, dan berganti jadi tim jaga.

3. Bagaimana strategi kelompokmu untuk dapat memenangkan permainan itu?
Strategi dalam permainan tersebut adalah membagi anggota kelompok menjadi penyerang dan penjaga. Penyerang bertugas mencari celah agar dapat menyentuh benteng lawan dan penjaga 'benteng' harus menjaga benteng mereka dari pihak lawan yang ingin menyentuh benteng. Satu hal yang sangat diperlukan dalam permainan ini adalah kerjasama tim.

4. Sikap apa yang sebaiknya kamu tunjukkan saat kelompokmu menang atau kalah dalam permainan?
Ketika kelompok kita menang bersyukurlah dan jangan sombong.  Ketika kalah, terimalah hasil yang ada dan memberi semangat kelompok agar di kompetisi selanjutnya bisa lebih baik dan jangan lupa beri selamat pada kelompok yang memenangkan.

5. Hal baik apa saja yang dapat kamu pelajari dari permainan itu?
Dari permainan tersebut kita dapat belajar bagaimana bergotong royong dan kerjasama tim.

Indonesia memiliki banyak permainan tradisional yang sangat menarik. Banyaknya jenis permainan tradisional ini menunjukkan keragaman budaya yang harus kita jaga.

Selain memiliki permainan tradisional yang beragam, Indonesia memiliki musik tradisional yang beragam pula. Bunyi yang dihasilkan suatu benda berbeda-beda. Demikian pula dengan bunyi yang dihasilkan oleh alat musik tradisional.

Bagaimana bunyi tersebut bisa sampai ke telinga kita? Buatlah pertanyaan tentang perambatan bunyi. Diskusikan pertanyaan yang kamu buat dengan kelompokmu, kemudian sampaikan hasilnya di depan kelas! Lakukan percobaan berikut dalam kelompokmu!

Percobaan 1
Tujuan: Mengidentifikasi sifat bunyi (merambat) melalui udara.

Alat dan bahan:
Selang plastik (Panjang 2 meter atau lebih)

Langkah kerja:
  1. Pegang salah satu ujung selang dan minta temanmu memegang ujung lainnya.
  2. Dekatkan ujung selang ke telinga.
  3. Minta temanmu berbicara melalui ujung selang yang ia pegang.
  4. Dengarkan dan catat apa yang ia sampaikan. Berikan hasilnya kepada temanmu untuk diperiksa.
Percobaan 1
Percobaan 2
Tujuan: Mengidentifikasi sifat bunyi (merambat) melalui benda padat.

Alat dan bahan:
  1. Gelas plastik 4 buah
  2. Benang kasur
  3. Paku (gurumu yang akan menggunakannya)

Langkah-langkah:
  1. Buatlah satu lubang kecil dengan ujung paku di tengah dasar gelas plastik.
  2. Potonglah tali kasur sepanjang 2 sampai 3 meter.
  3. Masukkan benang ke dalam gelas plastik melalui lubang kecil.
  4. Buatlah simpul agar tidak lepas.
  5. Berbicaralah dengan temanmu melalui telepon gelas plastik.
  6. Sekarang coba lepaskan benang dari gelas plastik.
  7. Berbicaralah dengan temanmu melalui telepon gelas plastik tanpa benang.
  8. Dengarkan dan catat apa yang ia sampaikan. Berikan hasilnya kepada temanmu untuk diperiksa.
Percobaan 2
Percobaan 3
Tujuan: Mengidentifikasi sifat bunyi (merambat) melalui benda cair.

Alat dan bahan:
  1. Ember besar
  2. Air
  3. Batu koral
  4. Corong kecil

Langkah kerja:
  1. Isi ember dengan air hingga penuh.
  2. Masukkan corong ke dalam ember hingga bagian bawahnya terendam.
  3. Usahakan corong tidak menempel pada ember.
  4. Minta bantuan temanmu mengetuk salah satu sisi ember dengan menggunakan batu secara perlahan.
  5. Sementara itu dekatkan telingamu pada bagian atas corong.
  6. Dengarkan dan catat hasilnya.
Percobaan 3

Percobaan KeMedia Perambatan BunyiBunyi yang Dihasilkan
TerdengarTidak Terdengar
1Benda Gas Udara-
2Benda Padat (Benang)-
3Benda Cair (Air)-

Melalui media apa saja bunyi dapat merambat dan sampai ke telinga kita? 
Bunyi dapat merambat melalui media benda cair, padat, dan gas.
Media atau benda apakah yang digunakan untuk merambatkan bunyi? 
Benda yang dapat digunakan untuk merambatkan bunyi adalah beda padat, cair, dan gas.
 Apakah bunyi yang dihasilkan dari setiap media sama? Mengapa? 
Bunyi yang dihasilkan dari setiap media berbeda-beda, karena setiap media dapat menghasilkan gelombang bunyi yang berbeda pula. 
 Apa yang dapat kamu simpulkan tentang perambatan bunyi
Bunyi memerlukan medium perambatan. Bunyi dapat merambat di benda padat, cair dan gas, tapi tidak dapat merambat di ruang hampa.

Ayo menulis
Buatlah laporan dari salah satu percobaan yang kamu lakukan!

Nama Percobaan:Percobaan Perambatan Bunyi
Tujuan Percobaan:Mengidentifikasi sifat bunyi (merambat) melalui benda cair.
Alat-alat:
  1. Ember besar
  2. Air
  3. Batu koral
  4. Corong kecil
Langkah Kerja:
  1. Isi ember dengan air hingga penuh.
  2. Masukkan corong ke dalam ember hingga bagian bawahnya terendam.
  3. Usahakan corong tidak menempel pada ember.
  4. Minta bantuan temanmu mengetuk salah satu sisi ember dengan menggunakan batu secara perlahan.
  5. Sementara itu dekatkan telingamu pada bagian atas corong.
  6. Dengarkan dan catat hasilnya.
Hasil Percobaan:Batu dibenturkan di udara (di luar air) terdengar pelan, sedangkan batu yang dibunyikan dalam air terdengar lebih eras.

Suara yang dihasilkan oleh kedua batu yang dipukulkan merambat melalui partikel-partikel air. Suara yang dihasilkan lebih pelan jika dipanding di luar air karena partikel air lebih padat.
Kesimpulan:Cepat rambat bunyi di air lebih cepat dibandingkan cepat rambat di udara, hal ini karena kepadatan partikel di air dan di udara berbeda (lebih rapat di zat cair)

Sifat Bunyi Merambat
Bunyi merupakan gelombang yang perambatan arahnya sejajar dengan arah getarnya. Bunyi dapat terdengar jika memenuhi syarat berikut.
  1. Ada sumber bunyi 
  2. Ada media penghantar 
  3. Ada pendengar

Bunyi yang berasal dari sumber bunyi sampai kepada pendengar dengan cara merambat. Bunyi dapat merambat melalui media perantara: udara, zat cair, dan benda padat. Bunyi tidak dapat merambat tanpa adanya media perantara.Bunyi yang merambat melalui benda padat dan zat cair akan terdengar lebih jelas dibandingkan bunyi yang merambat melalui udara

Ayo Membaca
Pada pembelajaran sebelumnya, kamu sudah membaca cerita tentang Siap Menghadapi Musim Hujan.

Bacalah sekali lagi cerita tersebut dan tulislah gagasan pokok dan gagasan pendukungnya. Gunakan diagram-diagram berikut.

Paragraf 1
Paragraf1

No.ParagrafGagasan PokokGagasan Pendukung
1Paragraf 1Pawai Budaya sangat menarik bagi warga Kampung Babakan
  1. Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia.
  2. Udin dan teman-teman tidak pernah bosan menanti rombongan pawai lewat
  3. Tahun ini mereka datang ke alun-alun untuk melihat pawai tersebut
2Paragraf 2Budaya Maluku sangat unik dan menarik.
  1. Rombongan laki-laki mengenakan kemeja putih, jas merah, dan topi tinggi dengan hiasan keemasan.
  2. Rombongan perempuan mengenakan baju Cele
  3. Baju Cele terdiri dariatasan putih berlengan panjang serta rok lebar merah.
  4. Tifa adalah alatmusik dari Maluku.
  5. Bunyi Tifa seperti gendang, namun bentuknya lebih ramping dan panjang
3Paragraf 3Budaya Bali terkenal karena bunyi musiknya yang berbeda
  1. Rombongan dari Bali membunyikan alat musik daerahnya, Ceng-Ceng namanya
  2. Alat ini berbentuk seperti dua keping simbal yang terbuat dari logam
  3. Nyaring bunyinya ketika kedua keping ini dipadukan.
4Paragraf 4Budaya Toraja sangat menarik untuk dipelajari.
  1. Wanita Toraja memakai pakaian adat yang disebut baju Pokko
  2. Rombongan laki-laki menggunakan pakaian adat yang disebut Seppa Tallung Buku
  3. Rombongan Toraja membunyikan alat musik khas mereka, Pa'pompang namanya
  4. Alat musik ini berupa suling bambu besar yang bentuknya seperti angklung
  5. Unik bentuknya, unik pula bunyinya
5Paragraf 5Kebudayaan Indonesia memang sangat beragam. kaya dan mengagumkan.
  1. Udin dan teman-teman senang melihat pawai budaya
  2. Selalu ada hal baru yang mereka perhatikan setiap tahun.
  3. Pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia selalu menyenangkan untuk diamati

Ayo Berdiskusi 
Diskusikanlah hasilnya dengan teman dan gurumu!

Ayo Renungkan
Apa yang kamu pelajari dari kegiatan hari ini?
Hari ini saya belajar ikap: peduli dan santun.Keterampilan: Jalan, lari, lompat, analisi dan menyimpulkan, mencari informasi.Pengetahuan: Gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, Sifat-sifat bunyi merambat., dan Gagasan pokok dan pendukung.
Keragaman apa yang kamu pelajari?
Keberagaman permainan tradisional dan keberagaman permabatan bunyi.
Apa yang akan kamu lakukan agar alat musik tradisional Indonesia tidak punah?
Agar permainan tradisional tidak punah adalah menjaga, mencitai, mempelajari, memperkenalkan dan melestarikan permainan tersebut.

Kerja Sama dengan Orang Tua
Cobalah lakukan salah satu percobaan tentang perambatan bunyi di rumah.Ceritakan hasilnya kepada teman dan gurumu di sekolah
Saya mencoba melakukan sifat bunyi (merambat) melalui udara. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah selang plastik.

Ayahku memeegang salah satu ujung selang dan minta aku memegang ujung lainnya.. Aku dan ayah mendekatkan ujung selang ke telinga. Ayah berbicara melalui ujung selang yang ia pegang. dan aku mendengarkan dan mencatat apa yang beliau sampaikan. Ternyata suara ayah jelas terdengar memlui selang tersebut.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:49 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.