Home » » Macam Macam Kompresor dalam Pneumatik

Macam Macam Kompresor dalam Pneumatik

Sistem pengadaan udara bertekanan diperlukan untuk menjamin keandalan sistem pneumatik. Sistem harus menjamin udara yang berkualitas. Termasuk di dalamnya adalah udara yang bersih, kering, dan tekanan yang tepat. Udara bertekanan diperoleh dari kompresor, kemudian dialirkan melalui beberapa elemen sampai mencapai pemakai. Perhatikan sistem pengadaan udara bertekanan. Sistem terdiri dari kompresor udara, tangki udara, pengering udara, saluran udara dan tempat pembuangan untuk kondensasi, serta unit pemeliharaan/pelayanan udara yang terdiri dari filter udara, pengatur tekanan dan pelumas.

Pada kegiatan ini kita pelajari pengadaan udara bertekanan mulai dari kompresor sebagai sumber pembangkit udara bertekanan sampai ke unit pelayanan udara.

A. Fungsi Kompresor
Kompresor adalah mesin atau alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan atau memampatkan fluida gas atau udara. Kompresor dibutuhkan agar mendapatkan tekanan kerja yang diinginkan.

Kompresor udara biasanya mengisap udara dari atmosfir. Namun ada pula yang mengisap udara atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfir. Dalam hal ini kompresor bekerja sebagai penguat. Sebaliknya ada kompresor yang mengisap gas yang bertekanan lebih rendah dari tekanan atmosfir. Dalam hal ini kompresor disebut pompa vakum.

B. Kriteria Pemilihan Kompresor
Karakteristik kompresor yang terpenting adalah volume gas yang dikeluarkan dengan satuan m³/min atau liter (l)/min dan tekanan kerja dengan satuan bar. Pemilihan kompresor tergantung tekanan kerja dan jumlah udarayang dibutuhkan.Kriteria lain yang diperlukan untuk menentukan kompresor adalah :
  1. Desain
  2. Tipe penggerak
  3. Kapasitas penyimpanan
  4. Pendinginan
  5. Kondisi dan lingkungan instalasi
  6. Perawatan
  7. Biaya

Tergantung jenis kompresor, kapasitas/volume yang dihasilkan bervariasi dari beberapa liter permenit sampai kira-kira 50.000 m³/min. Sedangkan tekanan yang dihasilkan berkisar antara beberapa milimeter udara sampai lebih 10 bar.

C. Macam-macam Kompresor
Terdapat berbagai macam jenis dan karakteristik dari suatu kompresor. Kompresor terdapat dalam berbagai jenis dan model tergantung pada volume dan tekanannya. Berikut ini merupakan jenis-jenis kompresor yang diklasifikasikan berdasarkan karakteristik tertentu.

Klasifikasi kompresor tergantung tekanannya adalah :
  1. Kompresor (pemampat) dipakai untuk tekanan tinggi
  2. Blower (peniup) dipakai untuk tekanan agak rendah
  3. Fan (kipas) dipakai untuk tekanan sangat rendah.

Atas dasar cara pemampatannya, kompresor dibagi atas jenis :
  1. Jenis turbo (aliran)Jenis ini menaikkan tekanan dan kecepatan gas dengan gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh kipas (impeler) atau dengan gaya angkat yang ditimbulkan oleh sudu-sudu.
  2. Jenis perpindahan (displacement)Jenis ini menaikkan tekanan dengan memperkecil atau memampatkan volume gas yang diisap ke dalam silinder atau stator oleh sudu. Jenis perpindahan terdiri dari jenis putar (piston putar) dan jenis bolak balik (torak).
Kompresor
1. Kompresor Piston
Reciprocating Compressor atau lebih sering di sebut kompresor piston adalah kompresor yang menggunakan sistem torak atau piston yang bergerak di dalam silinder untuk mengkompres udara. Piston menarik udara melalui katup isap pada langkah turun, memampatkannya pada langkah naik dan mendorong keluar melalui katup tekanan. Daerah tekanan : satu tahap sampai 600 kPa ( 6 bar), dan dua tahap sampai 1500 kPa (15 bar)
Kompresor piston  tunggal
Reciprocating Compressor atau kompresor piston memiliki 2 jenis tipe yaitu kompresor piston dengan sistem kerja tunggal dan kompresor piston sistem kerja ganda. Kompresor kerja tunggal cocok digunakan untuk aplikasi yang lebih ringan, sedangkan kompresor kerja ganda cocok digunakan untuk alat berat di pabrik.

2. Kompresor Sekerup
Kompresor tipe ini banyak dibutuhkan di dunia industri secara umum untuk mensupply udara kompresi dalam jumlah yang besar. Cara kerjanya adalah udara dihisap melalui lubang hisap dan dipindahkan aksial melalui dua propeller dengan kecepatan tinggi untuk mendapatkan tekanan. Daerah tekanan: sampai 1000 kPa (10 bar)
Kompresor Sekerup
Jika dibandingkan dengan jenis kompresor lainnya, kompresor sekrup ini memiliki kelebihan. Salah satunya adalah kompresor sekrup bisa beroperasi selama 24 jam tanpa henti. Daya tahan ini berbeda jauh dengan jenis kompresor piston yang hanya bisa digunakan maksimal selama sekitar 8 jam saja.

3. Kompresor Aliran Radial
Kompresor aliran radial adalah kompresor yang menggunakan sistem sentrifugal dengan putaran tinggi biasanyan digerakkan oleh turbin uap atau turbin gas  yang mempunyai karakteristik yang hampir sama. 
Kompresor Aliran Radial
Cara kerja jenis kompresor ini adalah melalui baling-baling putaran cepat, udara dipercepat secara radial. Energi kinetik dari udara diubah menjadi energi tekanan. Daerah tekanan : dengan langkah banyak sampai 1000 kPa (10 bar).

4. Kompresor Sudu Geser
Kompresor ini mempunyai rotor yang dipasang secara eksentrik di dalam rumah yang berbentuk silinder. Pada rotor terdapat beberapa parit dalam arah aksial dimana sudu-sudu dipasang. 
Kompresor Sudu Geser
Selama berputar ukuran sudu-sudu berubah-ubah, sehingga udara dimampatkan. Daerah tekanan :
satu tahap sampai 400 kPa (4 bar), dua tahap sampai 800 kPa (8 bar).

5. Kompresor Aksial
Kompresor jenis ini memiliki tingkat efisiensi tinggi tetapi jauh lebih mahal daripada jenis kompresor udara lainnya, dan dapat mencapai ribuan power kuda, itulah sebabnya mereka terutama dicadangkan untuk penelitian dirgantara.
Kompresor aksial
Cara kerja jenis kompresor ini adalah Melalui baling-baling putaran cepat, udara dipercepat secara radial. Energi kinetik dari udara diubah menjadi energi tekanan. Daerah tekanan : dengan langkah banyak sampai 600 kPa (6 bar)
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:37 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.