Home » » Pembelajaran 2 Tema 8 Subtema 1 Aturan Keselamatan di Rumah

Pembelajaran 2 Tema 8 Subtema 1 Aturan Keselamatan di Rumah

Pada Pembelajaran 2 Tema 8 Subtema 1 Aturan Keselamatan di Rumah akan mempelajari tentang menjelaskan penggunaan gerak berjalan dan berlari dalam bentuk permainan di air, mempraktikkan penggunaan gerak berjalan dan berlari dalam bentuk permainan di air, membaca teks pendek yang di dalamnya memuat aturan penggunaan huruf kapital (nama orang), menemukan penggunaan huruf kapital, menulis teks pendek dengan memperhatikan aturan penggunaan huruf kapital, menyunting teks pendek sesuai dengan kebenaran aturan penggunaan huruf kapital, menyunting sesuai dengan aturan penggunaan huruf kapital, memberikan contoh kegiatan bermain yang menunjukkan persatuan dalam keberagaman teman, menceritakan pengalaman melakukan kegiatan yang mencerminkan persatuan dalam keberagaman teman sekolah secara lisan.

Udin, Edo, Beni, Siti, Dayu, Meli, dan Lani akan bermain menirukan bagaimana cara binatang berjalan.

Mereka akan bermain di halaman rumah Udin.

Akan tetapi, halaman rumah Udin masih kotor.

Halaman rumah Udin perlu dibersihkan.

Ayo Mengamati
Amatilah halaman rumah Udin. Apakah kamu dapat menemukan benda-benda yang dapat membahayakan diri?
Halaman Rumah
Setelah dibersihkan. Halaman rumah terlihat bersih dan aman untuk bermain.

Ayo Membaca
Udin dan teman-teman mulai bermain menirukan gerakan binatang berjalan. Permainan ini dapat dilakukan di darat atau di air. Misalnya, di kolam atau di sungai yang bersih di sekitarmu. Menirukan gerakan binatang berjalan berguna untuk melatih otot-otot kaki agar tidak kaku.

Bacalah petunjuk bermain menirukan gerakan binatang berjalan berikut dengan nyaring!
Aturan Bermain Menirukan Gerakan Binatang Berjalan di Air

Bermain “Menirukan Gerakan Binatang Berjalan di Air” dilakukan secara berkelompok. Semakin banyak anak, akan semakin seru. Mengingat permainan ini dilakukan di air, setiap anak harus berhati-hati. Permainan ini juga harus dalam pengawasan guru atau orang dewasa.

Awali dengan hom pim pa. Anak-anak yang menang, akan berdiri membentuk lingkaran. Anak yang kalah akan berada di tengah lingkaran.

Anak tersebut akan bernyanyi “ikuti ... ikuti ... aku ...” sambil anak menirukan gaya seekor binatang. Misalnya monyet berjalan. Anak-anak yang lain menirukan berjalan keliling seperti monyet. Setelah berjalan keliling satu putaran, anak yang berada di tengah berteriak menyebutkan nama seorang teman.

Anak yang disebut namanya segera maju. Dia juga bernyanyi "ikuti ... ikuti ... aku ..." sambil memeragakan gerakan jalan seekor binatang. Binatang yang ditirukan tidak boleh sama. Begitu seterusnya. Jika anak yang ditunjuk tidak dapat menirukan gerakan binatang berjalan, anak tersebut akan kalah. Dia akan mendapat hukuman. Hukumannya menyanyi sambil menari.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar bermain menirukan bagaimana cara binatang berjalan di air berikut!
Menirukan Hewan
Ayo Mencoba
Lakukan bermain menirukan gerakan binatang berjalan di air secara berkelompok! Anak yang kalah harus sportif dan bersedia menerima hukuman permainan. Hukumannya menyanyi sambil menari.

Ayo Mengamati
Perhatikan kembali gambar Udin dan teman-teman ketika bermain. Udin dan teman-teman berbeda agama. Mereka selalu hidup rukun walaupun berbeda agama. Mereka menunjukkan sikap persatuan dalam keberagaman. Sikap mereka pantas untuk ditiru. Tahukah kamu contoh kegiatan bermain lainnya yang membutuhkan persatuan?

Ayo Berlatih
Tuliskan contoh kegiatan bermain yang pernah kamu lakukan yang menunjukkan persatuan!
No.Nama Kegiatan Bermain
1.Permainan Bentengan
2.Permainan Gobak Sodor
3.Permainan Tepuk Nyamuk
4.Permainan Kasti
5.Permainan Ular Naga

Ayo Bercerita
Sekarang, coba ceritakan salah satu kegiatan bermain yang pernah kamu lakukan! Perhatikan contoh berikut! 
Bermain Bola
Aku dan teman-teman suka bermain sepak bola. Kami berbeda agama. Walaupun kami berbeda agama, kami tetap bermain bersama dan kompak. Kami juga saling mendukung dan tidak saling menyalahkan atau mengejek. Dengan sikap itu, kami dapat meraih kemenangan.

Contoh Cerita Pengalaman :
Saya dan teman-teman suka bermain bentengan. Bentengan, atau disebut juga rerebonan di daerah Jawa Barat, merupakan salah satu permainan tradisional asli Indonesia. Aku dan teman-teman berbeda agama, namun kami tetap bermain bersama dan kompak. Kami tidak membedakan teman berdasarkan agama. Kami juga saling membantu, mendukung, dan tidak saling menyalahkan atau mengejek. Dengan sikap itu, kami dapat bermain dengan gembira dan dapat meraih kemenangan.

Ayo Membaca
Menceritakan pengalaman juga dapat dilakukan secara tertulis. Bacalah pengalaman Udin berikut dengan lafal dan intonasi yang tepat!

Bermain Menirukan Gerakan Binatang Berjalan di Air
Aku, Edo, Beni, Siti, Dayu, Meli, dan Lani bermain menirukan gerakan binatang berjalan di air. Kami bermain di kolam renang di rumah Beni. Sebelum bermain, kami membersihkan kolam renang dari lumut terlebih dahulu. Kebersihan air kolam renang pun perlu diperhatikan. Kolam renang yang bersih, lebih aman dan nyaman digunakan untuk bermain.

Bermain menirukan gerakan binatang dimulai. Kami mulai bermain dengan hom pim pa. Teman-teman membentuk lingkaran. Beni yang pertama mendapat giliran berada di tengah lingkaran. Bermain menirukan gerakan binatang berjalan seru. Semua teman bermain dengan rukun. Anak yang mendapat giliran di tengah bermain dengan sportif. Sikap sportif dalam bermain akan membuat suasana menyenangkan.

Apa isi teks yang kamu baca di atas?
Teks tersebut berisi tentang bermain menirukan gerakan binatang di air
Apa kesimpulanmu terhadap isi teks?
Kesimpulan cerita tersebut adalah sebelum bermain menirukan gerakan binantang kolam diberishkan dahulu dan saat bermain harus bersikap sportif.
Ayo Mengamati
Masih ingatkah kamu penggunaan huruf kapital? Huruf kapital dikatakan juga sebagai huruf besar. Perhatikan penggunaan huruf kapital pada kalimat-kalimat berikut!
Aku, Edo, Beni, Siti, Dayu, Meli, dan Lani akan bermain menirukan gerakan binatang berjalan di air.
Kata Edo, Beni, Siti, Dayu, Meli, dan Lani selalu diawali dengan huruf kapital atau huruf besar. Setiap awal kata nama orang harus ditulis dengan huruf kapital.

Informasi :
Penggunaan huruf kapital yang benar dalam kalimat Sesuai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan. Misalnya: Amir Hamzah, Dewi Sartika, Halim Perdanakusumah, Wage Rudolf Supratman, Jenderal Kancil, dan Dewa Pedang

Ayo Berdiskusi
Susunlah kata-kata berikut menjadi sebuah kalimat yang utuh! Diskusikan bersama temanmu!
Menyusun Kalimat
Tuliskan kalimat yang kamu susun pada kolom berikut!
No.Nama Kegiatan Bermain
1.Udin memegang tong sampah
2.Siti menyapu halaman rumah
3.Edo mengumpulkan batu dan kerikil
4.Lani mengumpulkan sampah
5.Meli memegang sapu lidi

Sudah benarkah kalimat yang kamu susun? Jika belum, perbaikilah kembali dengan benar!

Kegiatan bersama Orang Tua
Orang tua dalam membimbing anak menulis perlu memperhatikan penggunaan huruf kapital, terutama pada setiap awal kata nama orang.
Penggunaan huruf kapital yang benar dalam kalimat Sesuai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)
  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat. Misalnya: Apa maksudnya?
  2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan. Misalnya: Amir Hamzah
  3. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung. Misalnya: Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
  4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan. Misalnya: Islam, Al Quran, dan Allah
  5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang. Misalnya: Sultan Hasanuddin
  6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan. Misalnya: Selamat datang, Yang Mulia.
  7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya: Wakil Presiden Maruf Amin
  8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya: bangsa Indonesia
  9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya. Misalnya: tahun Hijriah
  10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah. Misalnya: Konferensi Asia Afrika
  11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya: Jakarta, Asia Tenggara,  Pulau Miangas
  12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk. Misalnya: Republik Indonesia
  13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
  14. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singka- tan nama gelar, pangkat, atau sapaan. Misalnya: S.H. sarjana hukum
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:30 AM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.