Home » » Pembelajaran 6 Tema 8 Subtema 3 Usaha Pelestarian Lingkungan

Pembelajaran 6 Tema 8 Subtema 3 Usaha Pelestarian Lingkungan

Pada Pembelajaran 6 Tema 8 Subtema 3 Usaha Pelestarian Lingkungan kita akan belajar tentang menjelaskan langkah-langkah mewarnai gambar cerita, mewarnai gambar cerita, mengidentifikasi peristiwa dalam teks nonfiksi, dan menyebutkan contoh cerita tentang arti pentingnya memahami keragaman sosial budaya masyarakat. Tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti pembelajaran dalam kelas bersama Bapak/Ibu guru Anda. Berikut ini kegiatan pembelajaran pada pertemuan 6.

Ayo mewarnai gambar yang telah dibuat pada Pembelajaran 5 dan mempelajari sikap toleransi dalam keragaman seni dan budaya.

Ayo Membaca
Tahap Mewarnai Gambar dalam Membuat Gambar Cerita
Setelah menentukan tema dan membuat sketsa sesuai tema, tahap berikutnya ialah mewarnai gambar. Ada dua macam teknik pewarnaan, yaitu pewarnaan basah dan pewarnaan kering. Teknik pewarnaan basah ialah pewarnaan menggunakan media yang memerlukan pengencer, misalnya tinta, cat air, atau cat minyak. Sebaliknya, teknik pewarnaan kering ialah pewarnaan menggunakan media yang tidak memerlukan bahan pengencer, misalnya pensil warna, krayon, atau oil pastel.

Gambar berikut merupakan gambar dari sebuah cerita tentang seorang anak yang tidak mau bekerja sama dengan temannya dalam menyelesaikan tugas mewarnai. Saat melihat teman-teman lain telah menyelesaikan tugas, si anak mau bekerja sama untuk segera menyelesaikan tugas. Perhatikan gambar sebelum diwarnai dan setelah diwarnai.
Mewarnai Gambar
Perhatikan gambar-gambar tersebut. Gambar pertama merupakan gambar sketsa yang telah disempurnakan. Gambar berikutnya merupakan gambar yang telah diwarnai.

Ayo Mencoba
Pada Pembelajaran 5 kamu telah membuat sketsa gambar cerita pada buklet. Sekarang warnailah gambarmu. Gunakan gabungan teknik kering dan teknik basah.

Ayo Membaca
Uniknya Keragaman Budaya Indonesia dalam Festival Kuwung 2016
Festival Kuwung merupakan acara seni dan budaya sekaligus pesta rakyat yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya setiap tahun. Festival yang digelar dalam rangka hari jadi Banyuwangi (Harjaba) ke 245 ini menyuguhkan beragam tradisi daerah yang dikemas dalam sebuah pertunjukan yang megah.

Rakyat Banyuwangi berpesta, penampilan seluruh peserta mampu mengundang decak kagum. Berbagai seni daerah tampil dengan sangat menarik dan menghibur. Tidak hanya para penari dan aksi teatrikal yang tampil dengan memikat, pawai mobil dengan aneka lampu yang menampilkan miniatur budaya daerah juga mampu mencuri perhatian. Ratusan pendukung acara pun tampil dalam balutan kostum yang atraktif. Ditambah iringan musik tradisional sepanjang acara membuat suasana malam Banyuwangi begitu meriah.
Festival Kuwung 2016
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata M.Y. Bramuda, Festival Kuwung 2016 mengangkat tema Kembang Setaman Bumi Blambangan. Tema ini sebagai perlambang keharmonisan hidup masyarakat Banyuwangi yang terdiri dari berbagai etnis dan latar belakang budaya.

“Di Banyuwangi sendiri beragam etnis seperti suku Jawa, suku Using, suku Bali, Etnis Madura, Etnis Tionghoa, Etnis Arab menjadi penduduk daerah yang telah berpuluh tahun hidup berdampingan dalam kerukunan,” katanya.

Festival Kuwung pun membingkai keragaman budaya beragam etnis dan suku tersebut dalam rangkaian fragmen yang menarik. Pembukaan Kuwung menyuguhkan Tradisi Saulak, Suku Mandar. Tradisi Saulak merupakan tradisi pernikahan khas warga Mandar yang merupakan warga pesisir pantai. Berikutnya pawai menampilkan etnis Jawa Mataraman membawakan fragmen berjudul Cungkup Tapanrejo yang mengisahkan babat alas warga Jawa dalam memulai kehidupan baru.

Selain itu, juga ada penampilan suku Using yang menampilkan Sarine Kembang Bakung. Cerita ini mengisahkan kegigihan dan semangat masyarakat desa dalam melestarikan budaya adat Using. Sementara itu pawai Etnis Madura tampil dengan pakaian khas daerahnya. Para penampil membawakan Tari Topeng dan fragmen yang mengisahkan mata pencaharian mereka sebagai petani kakao. Etnis Bali menampilkan tradisi Melasti Bali Banyuwangen. Juga tidak ketinggalan atraksi Ogoh-Ogoh yang menjadi ciri khas perayaan Nyepi umat Hindu.

Etnis Tionghoa juga memeriahkan acara dengan menampilkan fragmen bertema Liong Harmoni Tionghoa. Mereka menampilkan berbagai tarian dengan kostum khasnya. Suasana semakin meriah dengan penampilan Barongsai. Sebelumnya Festival Kuwung juga dimeriahkan oleh penampilan defile perwakilan dari beberapa daerah, seperti kota Bogor, Kediri, Sleman, Probolinggo hingga Sumbawa Barat yang menampilkan tari Kipas.

(Sumber: banyuwangi.merdeka.com)

Ayo Berdiskusi
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi bersama kelompokmu.
  1. Peristiwa apa yang terjadi pada teks “Uniknya Keragaman Indonesia dalam Festival Kuwung 2016”? Acara seni dan budaya sekaligus pesta rakyat dalam rangka hari jadi Banyuwangi.
  2. Keberagaman apa yang ditampilkan pada teks tersebut? Keberagaman suku bangsa, tarian, pakaian khas, tradisi, dan kesenian daerah.
  3. Sikap apa yang dapat kalian tiru dari teks? Berbagai etnis suku bangsa yang ada di Banyuwangi dapat hidup berdampingan dalam kerukunan

Bacalah hasil diskusi di depan kelompok lain dan Bapak/Ibu Guru.

Ayo Mencoba

Identifikasikan keragaman seni dan budaya yang terdapat pada bacaan “Uniknya Keragaman Indonesia dalam Festival Kuwung 2016”. Tulislah hasil identifikasimu dalam tabel berikut.

Keragaman Seni dan Budaya pada bacaan “Uniknya Keragaman Budaya Indonesia dalam Festival Kuwung 2016”
No.SukuKesenaian Yang Ditampilkan
1.UsingCerita “Sarine Kembang Bakung”
2.MaduraPakaian khas daerah
3.MandarTradisi Saulak
4.JawaFragmen berjudul Cungkup Tapanrejo
5.BaliTradisi Melasti Bali Banyuwangen
6.TionghoaFragmen bertema Liong Harmoni Tionghoa

Ayo Renungkan
Pengetahuan dan keterampilan yang dapat aku berikan bagi perbaikan kehidupan lingkungan sekitarku:
Pengetahuan dan keterampilan yang dapat aku berikan untuk perbaikan kehidupan adalah pengatahuan teragaman sosial budaya masyarakat. Dengan memahami keragaman sosial budaya maka kehidupan akan semakin tenteram.
Sikap baikku yang dapat menjadikan kehidupan dan lingkungan sekitarku menjadi lebih baik:
Sikap baikku yang dapat menjadikan kehidupan lingkunganku menjadi lebih baik adalah sikap bekerja sama. Dengan kerja sama persatuan dan kesatuan akan semakin kokoh.
Kegiatan Bersama Orang Tua
Tulislah kegiatan yang mendukung keberagaman sosial budaya yang pernah keluargamu ikuti. Ceritakan dengan bahasa yang runtut dan ejaan yang benar. Kegiatan yang mendukung keberagaman sosial budaya yang pernah diikuti keluargaku:
Berikut ini beberapa contoh kegiatan yang mendukung keberagaman sosial budaya yang pernah diikuti keluargaku. Pertama, adik menggunakan pakaian daerah suku lain ketika mengikuti pawai di Hari Kemerdekaan Indonesia. Kewdua, ayah dan ibu ikut menghadiri acara pernikahan tetangga yang diadakan menggunakan tradisi yang mengakar pada budaya si pengantin
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 4:23 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.