Home » » Pembelajaran 2 Tema 8 Subtema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku

Pembelajaran 2 Tema 8 Subtema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku

Di mana kamu tinggal? Apakah kamu mengenal lagu daerah di lingkungan tempat tinggalmu? Keluarga besarku berasal dari Papua. Di lingkungan tempat tinggalku ada beberapa lagu daerah yang terkenal. Aku, Ayah, dan Ibuku senang menyanyikan lagu daerah. Apa lagu daerah yang sering aku nyanyikan bersama keluargaku? Ayo, pelajari materi berikut.

Hari itu Edo mendapat tugas untuk menyiapkan sebuah lagu daerah. Lagu itu akan dinyanyikan di depan teman-teman sekelasnya. Edo dan keluarganya berasal dari Papua. Edo teringat lagu daerah di lingkungan tempat tinggalnya di Papua. Edo akan menyanyikan lagu dari Papua yang berjudul ”Yamko Rambe Yamko”.

Ayo Bernyanyi
Nyanyikan lagu daerah berikut dengan penuh semangat.
Yamko Rambe Yamko
Berikut ini video lagu Yamko Rambe Yamko :

Edo berhasil menyanyikan lagu ”Yamko Rambe Yamko” dengan baik. Saat bernyanyi, Edo memperhatikan tempo dan tinggi rendah nada. Apa kamu masih ingat tentang tempo dan tinggi rendah nada? Mari, mengingat kembali tentang tempo dan tinggi rendah nada.

Tempo adalah cepat lambatnya lagu dinyanyikan. Tempo dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tempo cepat, tempo sedang, dan tempo lambat. Pemilihan tempo dalam suatu lagu harus disesuaikan dengan isi lagu. Sebagai contoh, lagu yang menggambarkan keriangan biasanya menggunakan tempo cepat. Lagu untuk menidurkan bayi biasanya menggunakan tempo sedang ataupun tempo lambat.

Sementara itu, tinggi rendah nada merupakan cara menyanyikan lagu sehingga menghasilkan nada tinggi ataupun nada rendah sesuai dengan notasi lagu. Berikut urutan tinggi rendah nada yang disebut tangga nada dengan notasi angka dan notasi balok
Tempo Musik
Semakin ke kanan, nada semakin tinggi. Sebaliknya, semakin ke kiri, nada semakin rendah. Nada bertitik di bawah berarti nada rendah, nada tidak bertitik berarti nada sedang, dan nada bertitik di atas berarti nada tinggi. Nada-nada yang bertitik di bawah disebut tangga nada oktaf rendah, nadanada yang tidak bertitik disebut tangga nada oktaf sedang, dan nada-nada yang bertitik di atas disebut tangga nada oktaf tinggi. Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang. Susunan nada yang berurutan naik atau turun disebut tangga nada. Tentu saja jarak antarnada yang berurutan itu naik atau turun tertentu pula 1 2 3 4 5 6 7 î.

Ayo Berlatih
Amatilah teks lagu “Yamko Rambe Yamko”. Identifikasi tinggi rendah nada dari notasi lagu di depan. Apa yang kamu temukan?

Hee yamko Rambe Yamko
Aronawa kombe
Hee Yamko Rambe Yamko
Aronawa Kombe

Temino Kibe Kubano Ko Bombe Ko
Yuma No Bungo Awe Ade
Temino Kibe Kubano Ko Bombe Ko
Yuma No Bungo Awe Ade

Hongke Hongke, Hongke Riro
Hongke Jombe, Jombe Riro
Hongke Hongke, Hongke Riro
Hongke Jombe, Jombe Riro

Keterangan :
Warna merah : lebih tinggi
Warna hitam : lebih rendah

Nyanyikan lagu ”Yamko Rambe Yamko” bersama gurumu sesuai dengan tempo atau kecepatan dan tinggi rendah nada. Gurumu akan memberikan aba-aba tempo atau kecepatan dengan ketukan. Jelaskan tinggi rendah nada pada lagu ”Yamko Rambe Yamko”! Kamu dapat pula mengetuk tempo lagu yang dinyanyikan. Rasakan bila tempo itu dipercepat.

Apa makna yang terkandung dari lagu ”Yamko Rambe Yamko”?
Yamko Rambe Yamko lagu tentang peperangan yang menyedihkan. Lagu ini mengisahkan sebuah pertikaian dalam negeri. Di dalam lirik lagu ini, si penyanyi hendak menjadi pahlawan (disebut bunga bangsa) dan mempertahankan kemerdekaan.

Edo bernyanyi lagu ”Yamko Rambe Yamko” dengan penuh semangat dan percaya diri. Tidak disangka setelah semua teman-teman bernyanyi, Ibu Guru bercerita mengenai cerita rakyat Papua. Edo merasa bangga karena lingkungan tempat tinggal keluarga besarnya kaya budaya. Ada lagu daerah dan juga cerita rakyat. Berikut cerita yang disampaikan Ibu Guru.

Ayo Membaca
Kasuari dan Dara Makota
Kasuari memiliki badan besar dan sayap lebar. Dia mampu terbang tinggi. Namun, Kasuari amat serakah. Dia memetik banyak sekali buah yang telah masak. Buah-buahan itu disembunyikan di bawah sayapnya sehingga burung-burung lain tidak kebagian. Burung-burung lain mengetahui keserakahan Kasuari. Oleh karena itu, tidak seekor burung pun mau berteman dengannya. Meski demikian, Kasuari tidak memedulikannya.

Lama-kemalaan Kasuari semakin serakah. Tidak hanya buah-buahan di pohon saja yang diambilnya, tetapi juga buah-buahan yang jatuh ke tanah. Burung-burung lain pun jengkel. Mereka mencari cara agar Kasuari sadar dari sifat serakahnya.

”Bagaimana jika lomba terbang? Siapa yang mampu terbang tinggi dan paling jauh, dialah pemenangnya. Kalau Kasuari kalah, dia tidak boleh mencurangi kita lagi,” usul Dara Makota.

”Siapa yang bisa melawan Kasuari? Badannya besar. Sayapnya lebar. Sekali mengepakkan sayap, dia pasti bisa terbang jauh. Kita tidak akan menang,” jawab Pipit pesimis.

”Ingat, kita harus menggunakan akal. Serahkan semuanya kepadaku. Aku akan melawannya dalam perlombaan ini,” kata Dara Makota sambil tersenyum. Dia berusaha meyakinkan teman-temannya.

Teman-teman Dara Makota saling berpandangan. Mereka bertanyatanya dalam hati. Mungkinkah Dara Makota yang bertubuh kecil dapat mengalahkan Kasuari yang besar?

Dara Makota menyampaikan tantangannya kepada Kasuari. Kasuari menyetujui tantangan Dara Makota. Saat pertandingan tiba, semua burung hadir untuk menyaksikan.

Dengan sombongnya Kasuari menertawakan Dara Makota. ”Sudahlah, kamu menyerah saja daripada mendapat malu,” ejek Kasuari.

Dara Makota bergeming. ”Siapa yang tertawa belakangan, dia yang menang,” sahut Dara Makota.

Kasuari dan Dara Makota pun bertanding. Mereka melesat dengan kencang. Kasuari terbang cepat sekali. Sesekali Kasuari menoleh Dara Makota yang berada di belakangnya. Dia takut jika Dara Makota menyusulnya.

Saat asyik menoleh, tiba-tiba... BRAAK.... Kasuari menabrak batang pohon. Sebelah sayapnya pun patah. Semua yang hadir tertegun, tetapi Kasuari tak mau menyerah. Dia berusaha bangkit dan mengepakngepakkan sayapnya. Sayangnya, dia terus terjatuh dan menggelepar di tanah. Sementara itu, Dara Makota terus melesat jauh meninggalkan Kasuari.

Kasuari hanya dapat memandang Dara Makota dengan rasa malu. Sekarang dia baru tahu rasanya menjadi makhluk lemah. Selama ini dia selalu merasa menjadi burung terhebat. Namun, dalam sekejap dia tidak mampu terbang lagi.

Beberapa burung lain turun ke tanah. Mereka membantu Kasuari. Kasuari semakin malu karena selama ini dia telah mencurangi mereka.

Sejak saat itu, Kasuari sadar dan mengubah perilakunya. Namun sayang sekali, sejak saat itu pula Kasuari tidak bisa terbang lagi. Dia harus mencari makan di tanah.

Pada Pembelajaran 1 telah dijelaskan bahwa cerita Asal Mula Telaga Warna merupakan cerita fiksi. Cerita yang diceritakan Ibu Guru di atas juga merupakan cerita fiksi. Ayo, melakukan kegiatan berikut.

Ayo Berlatih
Siapa saja tokoh-tokoh dalam cerita tersebut? Sebutkan tokoh-tokoh dalam cerita. Kemudian, ceritakan secara lisan cerita tersebut di depan teman-teman dan gurumu.

Tokoh Cerita :
Burung Kasuari, Burung Dara Makota, Burung Pipit dan burung lannya.

Cerita Lisan :
Kasuari merupakan burung yang amat serakah. Dia memetik banyak sekali buah yang telah masak sehingga burung-burung lain tidak kebagian. Burung-burung lain tak mau berteman dengannya dan mencari cara agar Kasuari sadar dari sifat serakahnya.

Dara Makota mengusulkan lomba terbang, siapa yang mampu terbang tinggi dan paling jauh, dialah pemenangnya. Burung Pipit merasa pesimis tidak akan bisa melawan burung Kasuari. Dara Makota meyakinkan teman-temanya bahwa dia mampu mengalahkan Burung Kasuari.

Kasuari dan Dara Makota pun bertanding. Sesekali Kasuari menoleh Dara Makota yang berada di belakangnya. Saat asyik menoleh, tiba-tiba... BRAAK.... Kasuari menabrak batang pohon. Kasuari hanya dapat memandang Dara Makota dengan rasa malu karena dia tidak mampu terbang lagi.

Sejak saat itu, Kasuari sadar dan mengubah perilakunya. Namun sayang sekali, sejak saat itu pula Kasuari tidak bisa terbang lagi. Dia harus mencari makan di tanah.

Ada berbagai jenis cerita fiksi, di antaranya cerita rakyat, cerpen, dan novel. Adapun jenis cerita rakyat antara lain cerita jenaka, mite, fabel, legenda, dan saga.

Simak Video Cerita Kasuari dan Dara Makota berikut ini !
Ayo Berdiskusi
Carilah informasi tentang jenis-jenis cerita fiksi berikut!
  1. Cerita jenaka adalah cerita pendek berisi kebodohan atau kecerdikan seseorang dan menimbulkan senyum atau tawa bagi pembaca atau pendengar. Contoh: Pak Pandir, Pak Belalang, dan Lebai Malang.
  2. Mite adalah cerita berhubungan dengan kepercayaan suatu benda, peristiwa gaib, alam gaib, atau yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib, seperti dewa, peri, dan Tuhan.
  3. Fabel adalah cerita dengan tokoh-tokoh binatang yang diceritakan hidup dan bermasyarakat seperti manusia. Contoh: Kancil dengan Buaya dan Burung Bangau.
  4. Legenda adalah cerita lama mengisahkan riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah, kejadian alam, asal-usul suatu benda, atau kejadian di suatu tempat atau daerah. Contoh: Terjadinya Gunung Tangkuban Perahu dan
  5. Saga adalah cerita lama yang mengandung unsur sejarah, misalnya kepahlawanan. Contoh: Calon Arang dan Lutung Kasarung.
  6. Cerpen adalah cerita fiksi yang memaparkan kisah ataupun cerita tentang kehidupan manusia melalui tulisan pendek. Cerpen dapat selesai dibaca dalam sekali duduk. Contoh: cerpen-cerpen anak pada majalah atau surat kabar. Contoh: Putri Tunjung Buih dan Putri dari Bambu
  7. Novel adalah cerita fiksi yang panjang dan mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak setiap tokoh. Contoh: Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
 
Ayo Berlatih
Bacalah kembali cerita Asal Mula Telaga Warna dan Kasuari dan Dara Makota. . Kemudian, identifikasilah jenis cerita fiksi tersebut.
Jenis cerita fiksi Kasuari dan Mara Makota adalah Fabel
Penjelasan: Cerita fiksi Kasuari dan Dara Mahkota merupakan cerita rakyat dengan tokoh-tokoh berupa binatang, yaitu burung yang hidup dan berbicara seperti manusia
Jenis cerita fiksi Asal Mula Telaga Warna a dalah Legenda Penjelasan:Asal Mula Telaga Warna tersebut mengisahkan asal mula terjadinya suatu tempat, yaitu Telaga Warna.

Kasuari dan Dara Mahota dalam cerita di depan memiliki sayap untuk terbang. Dengan terbang, mereka dapat menuju tempat tertentu. Demikian juga dengan manusia. Manusia seringkali menggunakan sarana transpotasi, seperti sepeda, sepeda motor, mobil, pesawat, dan kapal untuk menuju tempat tertentu. 

Pulang sekolah Edo mengendarai sepeda. Di jalan cukup ramai, Edo mengurangi kekuatan saat mengayuh sepedanya. Laju sepeda menjadi lambat. Di jalan lengang, Edo menambah kekuatan saat mengayuh sepeda. Laju sepeda menjadi cepat.

Kekuatan mengayuh memengaruhi laju sepeda. Saat Edo mengurangi kekuatan dalam mengayuh sepeda, Edo telah mengurangi gaya. Sepeda pun bergerak lambat atau pelan. Sebaliknya, saat Edo menambah kekuatan dalam mengayuh sepeda, Edo telah menambah gaya. Sepeda pun bergerak cepat. Dengan demikian, gaya berpengaruh terhadap gerak benda. Apa kamu masih ingat tentang gaya dan gerak?
Gaya adalah suatu kekuatan yang mengakibatkan benda yang dikenainya dapat mengalami gerak, perubahan kedudukan, atau perubahan bentuk. Gaya juga dapat diartikan sebagai tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi keadaan suatu benda. Sementara itu, gerak adalah perpindahan kedudukan suatu benda terhadap benda lainnya, baik perpindahan kedudukan yang mendekati maupun menjauhi suatu benda atau tempat asal akibat benda itu dikenai gaya. Jadi, gaya memengaruhi gerak suatu benda.

Ayo Mencoba
Lakukan percobaan di bawah ini secara berpasangan.

Mendorong Meja Sendiri dan Bersama Teman
Tujuan : mengetahui perubahan gerak akibat gaya
Alat : meja

Langkah kegiatan
  1. Letakkan meja di tempat cukup luas.
  2. Doronglah meja secara sendiri dengan kekuatan penuh. Perhatikan gerakan meja. Apa yang kamu rasakan?
  3. Kemudian, doronglah meja bersama temanmu. Gunakan kekuatan penuh seperti saat mendorong sendirian. Perhatikan gerakan meja. Apa yang kamu rasakan?

Ayo Menulis
Tulislah hasil percobaanmu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Apa perbedaan yang kamu rasakan saat mendorong meja sendiri dan berdua?
Saat mendorong meja sendirian lebih berat jika dibandingkan saat mendorong meja berdua
2. Bagaimana pergerakan meja saat didorong sendiri dan berdua?
Saat didorong sendiri pergerakan meja lebih lambat jika dibandingkan saat didorong berdua
3. Apa kesimpulanmu dari percobaan ini?
Meja yang didorong oleh seorang anak dengan kekuatan penuh dengan meja didorong oleh dua orang anak yang sama-sama menggunakan kekuatan penuh berbeda. Jumlah gaya yang diperoleh meja yang didorong dua anak dua kali lebih besar dibandingkan jumlah gaya pada meja yang didorong satu anak. Akibatnya, gerakan meja yang didorong dua anak menjadi lebih cepat. Sebaliknya, gerakan meja yang didorong satu anak menjadi lambat. Jadi, pemberian gaya berpengaruh terhadap kecepatan gerak benda.

Ayo Renungkan
Apa yang kamu pelajari hari ini? 
Hari ini saya telah belajar tentang tempo pada lagu , tokoh-tokoh pada teks fiksi, jenis teks fiksi, dan gaya dan kecepatan gerak
Apa yang harus kamu perhatikan saat menyanyi? 
Saat menyanyi salah satu yang harus diperhatikan adalah tempo lagu dan tinggi rendah nada yang dinyanyikan
Apakah pengaruh gaya terhadap gerak benda?
Pemberian gaya berpengaruh terhadap kecepatan gerak benda.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:58 PM

1 komentar:

Mohon tidak memasukan link aktif.