Home » » Peran Daerah dalam Perjuangan Kemerdekaan

Peran Daerah dalam Perjuangan Kemerdekaan

Kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan rakyat di seluruh wilayah Indonesia. Seluruh rakyat berjuang bersama untuk merebut hak bangsa yang diambil oleh penjajah. Semenjak kedatangan bangsa Barat berawal dengan melakukan perdagangan di Indonesia. Namun dengan perubahan sikap bangsa Barat yang ingin menguasai dan menjajah Indonesia, maka semenjak itu perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan hak tidak pernah kunjung padam.

Peran daerah dalam perjuangan kemerdekaan NKRI cukup jelas terlihat. Saat itu, seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke berjuang bersama melawan penjajah yang menyengsarakan rakyat Indonesia.

Akhirnya, munculah perlawanan berbasis kedaerahan kepada penjajah. Seperti beberapa persitiwa perlawanan yang dilakukan oleh para pejuang kita. Diantaranya Perlawanan rakyat di daerah Sumatera Utara yang dipimpin oleh Raja Sisingamangaraja XIII. Sementara di Aceh yang dipimpin oleh Tjut Nyak Dien, dan Teuku Umar;

Selain di Pulau Sumatera, ada juga perlawanan yang dilakukan oleh rakyat di pulau Jawa dengan tokoh-tokoh terkenal seperti Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Agung, dan Pangeran Diponegoro. Di Pulau Kalimantan, perlawanan dipimpin oleh Pangeran Antasari, sedangkan di Pulau Sulawesi ada perlawanan dari Sultan Hassanudin, dan di daerah timur Indonesia tepatnya di Maluku perlawanan dilakukan oleh Pattimura.

Perjuangan merebut kemerdekaan mengalami perubahan strategi setelah Kebangkitan Nasional 1908. Semula perjuangan yang bersifat kedaerahan, menjadi perjuangan dengan mengutamakan organisasi dan bersifat nasional. Pada saat perjuangan ini berdirilah organisasi perjuangan di beberapa daerah seperti Jong Minahasa, Jong Islamiten Bond, Jong Ambon, Budi Utomo, Sarekat Islam, Partai Nasional Indonesia, dan sebagainya.

Juga muncul tokoh asal daerah di Indonesia yang menjadi tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Husni Thamrin, Muhammad Hatta, Liem Koen Hian, Andi Pettarani, A.A Maramis, Latuharhary, dan tokoh nasional yang lain.

Perjuangan ini terus berlanjut setelah kemerdekaan untuk mempertahankan kemerdekaaan dari keinginan Belanda untuk menjajah kembali Indonesia. Berbagai peristiwa sejarah mencatat kegigihan para pejuang Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Seperti peristiwa pertempuran Ambarawa, peristiwa Bandung Lautan Api, perang gerilya Jenderal Soedirman, pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dan peristiwa perjuangan yang lainnya. Buatlah sosiodrama tentang perjuangan setiap daerah di Indonesia dalam mengusir penjajah. Mintalah teman kalian untuk memberikan masukan guna perbaikan yang akan datang

Keterikatan daerah terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia ditegaskan dengan disepakati bentuk negara kesatuan yang menghendaki bersatunya seluruh wilayah Indonesia dalam satu negara. Wilayah Indonesia yang sebelum kemerdekaan terdiri atas beberapa kerajaan atau bentuk lain, menyatu menjadi satu kesatuan negara.

Peristiwa ketika Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyatakan bahwa wilayah kerajaannya merupakan bagian dari NKRI merupakan contoh keteguhan akan bentuk negara kesatuan. Tekad bentuk negara kesatuan yang telah disepakati oleh para pendiri negara ini harus terus dipahami dan dilestarikan oleh seluruh bangsa Indonesia, termasuk kalian sebagai pelajar dan generasi muda Indonesia.

Aktivitas 6.4
Coba kalian amati gambar pahlawan nasional berikut dan tulislah apa yang kalian ketahui tentang perjuangan pahlawan nasional tersebut pada kolom yang tersedia :
Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah
No.Gambar Pahlawan NasionalUraian
1.Cut Nyak Dhien
Cut Nyak Dhien
Cut Nyak Dien lahir di Aceh Besar pada tahun 1848 merupakan salah satu tokoh perlawanan bersama rakyat Aceh. Cut Nyak Dien meninggal pada 6 November 1908. Cut Nyak Dhien berjuang melawan belanda pada masa perang Aceh karena wilayah VI mukim diserang. Ia mengungsi sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan belanda kemudian tewas. Tewasnya Ibrahim Lamnga membuat Cut nyak dhien sangat marah dan bersumpah akan hendak menghancurkan belanda.
2.Pangeran Antasari
Antasari
Pangeran Antasari.Berjuang saat Perang Banjar pecah. Pangeran Antasari dengan 300 prajuritnya menyerang tambang batu bara milik belanda di Pengaron tanggal 25 April 1859. Peperangan demi ke peperangan dikomandoi Pangeran Antasari di seluruh wilayah Kerajaan Banjar. Dengan dibantu para Panglima dan pengikutnya. Pangeran Antasari menyerang pos-pos Belanda di Martapura, Hulu Sungai Riam Kanan, tanah laut tabalong, sepanjang sungai Barito sampai ke Puruk Cahu.
3.Ir. Soekarno
Soekarno
Ir. Soekarno merupakan presiden pertama Republik Indonesia. Beliau lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Ir. Soekarno merupakan salah satu penyusun dan pembaca teks proklamasi bersama Moh. Hatta. Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya Pancasila.
4.RA. Kartini
Kartini
Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879. Beliau merupakan pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia. Kartini memperjuangkan hak kebebasan bagi perempuan, ide-idenya disampaikan melalui surat yang ditulisnya dan kini diterbitkan menjadi buku berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.
5.KI Hajar Dewantara
Raden Mas soewardi
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau bisa disebut juga Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889. Beliau merupakan pahlawan pada bidang pendidikan dan hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa dengan semboyannya yang terkenal adalah, Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Aktivitas 6.5
Apakah para tokoh pahlawan Nasional di atas ada yang berasal dari daerah kalian? Apabila tidak ada cobalah kalian sebutkan tokoh pahlawan di daerah yang paling dekat dengan kalian yang melakukan perlawanan terhadap penjajahan di Indonesia! Coba kalian secara kelompok, mengkaji peran daerah kalian dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing. Perjuangan yang menjadi bahan kajian dapat berupa perjuangan di tingkat desa/kelurahan, kabupaten/kota, provinsi atau wilayah region. Lakukan pengumpulan informasi melalui berbagai sumber belajar, dokumen sejarah, nara sumber di sekitar kalian. Lakukan wawancara dengan nara sumber pelaku sejarah atau orang yang mengetahui. Susun hasil kajian kalian dan sajikan di kelas. Berilah tanggapan terhadap teman lain yang menyajikannya.
Silas Papare lahir di Serui, 18 Desember 1918. Berlatar belakang sebagai juru rawat, Silas kemudian diperbantukan sebagai tentara Sekutu berpangkat sersan pada Perang Dunia II. Pasca-perang, Silas kembali menjadi perawat. Pemerintah Belanda menggunakan Silas Papare sebagai penasihat mantri di sekolah pamong praja di Kota Nica. Dari situlah Silas kemudian berkenalan dengan Soegoro Atmoprasodjo dan Marthen Indey. 

Pada akhir 1946, Silas bersama Marthen Indey dan Corinus Krey mempengaruhi Batalion Papua untuk mengadakan pemberontakan terhadap Belanda. Mereka bertujuan mewujudkan kemerdekaan di Papua. Rencana itu bocor karena seorang anggota batalion yang berkhianat. “Belanda mendatangkan bantuan dari Rabaul (Papua Timur). Akibatnya Silas Papare dan Marthin Indey ditangkap dan dipenjarakan di Hollandia (Jayapura). Dari penjara di Pulau Biak, Silas Papare kemudian dipindahkan ke Pulau Serui. 

Di Serui, Silas Papare bertemu dengan Samuel Ratulangi, tokoh nasionalis Indonesia asal Minahasa yang juga diasingkan pemerintah Belanda. Bersama Ratulangi, Silas Papare kemudian membentuk Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). 

Pada 1950-an, Silas melebarkan sayap perjuangannya dengan hijrah ke Pulau Jawa. Di Yogyakarta, Silas terlibat dalam pembentukan Badan Perjuangan Irian. Kemudian, pemerintah Indonesia menunjuknya membentuk Biro Irian di Jakarta. Hingga pada 1962, Silas menjadi anggota delegasi Indonesia dari Papua dalam Perjanjian New York yang menandai kemenangan Indonesia dalam sengketa Irian Barat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:17 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.