Home » » Pembelajaran 1 Tema 1 Subtema 3 Lingkungan dan Manfaatnya

Pembelajaran 1 Tema 1 Subtema 3 Lingkungan dan Manfaatnya

Selanjutnya adalah pembelajaran pada Tema 1 Subtema 3 yang terdiri dari beberapa halaman yaitu halaman 123 127 128 129 131. Pada Pembelajaran 1 Tema 1 Subtema 3 Lingkungan dan Manfaatnya akan mempelajari tentang menentukan ide pokok setiap paragraf dalam bacaan secara percaya diri. Dengan menulis, siswa dapat mengembangkan ide pokok menjadi sebuah paragraf secara tanggung jawab. Sebagai catatan tulisan ini hanya sebagai panduan saja ketika mengikuti kegiatan pembelajaran bersama Bapak/Ibu guru. Simak kegiatan pembelajaranya berikut ini.

Ayo Mengamati
Ide Pokok
Amatilah ilustrasi gambar pada halaman sebelumnya. Buatlah sebuah cerita berdasarkan gambar-gambar tersebut.

Namun, sebelumnya kamu harus menentukan ide pokok tiap-tiap paragrafnya terlebih dulu.Ide

Pokok:Cerita Berdasarkan Gambar:
  1. Bahan baku pembuatan gerabah adalah tanah liat
  2. Tahap pembuatan gerabah menggunakan beberapa teknik
  3. Tahap finishing gerabah dengan pemberian warna

Cerita Berdasarkan Gambar
Bahan baku pembuatan gerabah adalah tanah liat. Sebelum digunakan tanah liat harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran. Kemudian tanah yang telah tercampur ditambahkan air secukupnya dan diulek sampai rata dan homogen. Selanjutnya bahan gerabah sudah siap dipergunakan untuk perwujudan badan gerabah.

Tahap pembuatan gerabah menggunakan beberapa teknik. eberapa teknik pembentukan yang dapat diterapkan, antara lain : teknik putar (wheel/throwing), teknik cetak (casting), teknik lempengan (slab), teknik pijit (pinching), teknik pilin (coil). Setelah gerabah terbentuk selanjutnya adalah proses pengeringan dapat dilakukan dengan atau tanpa panas matahari. Setelah kering selanjutnya adalah tahap pembakaran.

Tahap finishing gerabah dengan pemberian warna. Finishing yang dimaksud disini adalah proses akhir dari gerabah setelah proses pembakaran. Proses ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara misalnya memulas dengan cat warna, melukis, menempel atau menganyam dengan bahan lain, dan lain-lain.

Ayo Membaca
Gerabah dari Pulau Madura
Salah satu warisan karya budaya yang sangat tua, luas persebaranya, dan mampu bertahan hingga sekarang adalah gerabah, yakni barang pecah belah dari tanah bakar yang dibuat secara tradisional. Gerabah juga dikenal dengan sebutan tembikar. Gerabah konon sudah dibuat manusia sejak mereka hidup menetap dan mulai bercocok tanam beberapa ribu tahun sebelum tahun masehi, dan kini masih kita dapatkan di seluruh pelosok Nusantara, tidak terkecuali di Pulau Madura.

Pada situs-situs kebudayaan dan purbakala, banyak dijumpai gerabah atau tembikar yang difungsikan sebagai peralatan atau perkakas rumah tangga dan untuk keperluan peribadahan serta penguburan mayat. Gerabah yang paling sederhana dibuat dan dibentuk hanya menggunakan tangan dengan ciri adonan yang kasar dan bagian-bagian gerabah tersebut masih dipenuhi oleh jejak-jejak jari. Selain itu, bentuknya kadang tidak simetris.

Tidak terkecuali di Pulau Madura, gerabah dibuat untuk difungsikan sebagai peralatan sehari-hari masyarakat setempat, yang dilakukan secara tradisional seperti apa yang dilakukan oleh para pendahuliunya. Kesamaan pembuatan gerabah di Madura sekarang ini dengan para pendahulunya adalah proses pembuatan dan bentuknya yang masih tradisional sama seperti gerabah-gerabah yang dihasilkan pada zaman terdahulu.Gerabah-gerabah yang dihasilkan oleh para pengrajin di Madura adalah gerabah yang dibuat dari tanah liat yang berwarna kuning dengan pasir halus. Tanah liat hitam dapat juga dipergunakan tetapi kualitasnya kurang baik.

Beberapa daerah di Madura menjadi penghasil gerabah, seperti di Mandala Andulyang, Duko Ru Baru, Yangkatan Kyangean, Baragung, Pademawa, Dalpenyang Pakaporan, dan Blega Bangkalan. Di antara daerah-daerah tersebut, yang sangat terkenal adalah Karang Penang Sampang dan Andulang Sumenep. Kedua daerah tersebut memproduksi gerabah dalam bentuk genteng.

Memang tidak semua daerah di Madura menghasilkan gerabah. Hal ini disebabkan karena tidak semua wilayah di Madura memiliki struktur tanah liat yang dijadikan bahan dasar pembuatan gerabah. Secara umum, tanah-tanah di Madura mengandung pasir yang tinggi, karena Pulau Madura dikeliling oleh pantai, sehingga tidak bisa digunakan untuk membuat gerabah.

Di antara daerah-daerah penghasil gerabah tersebut ada semacam perjanjian kerja untuk membuat barang-barang yang sudah ditentukan secara turun-temurun atau spesialisasi. Dengan spesialisasi ini persaingan dapat dicegah. Gerabah Madura juga memiliki kekhasan lokal yang disebabkan oleh keahlian/keterampilan pengrajin, tersedianya bahan, teknik pembuatan, dan teknik pembakaran. Dengan spesialisasi dan ciri khasnya itu, banyak kampung diberi nama sesuai dengan nama jenis tembikar tertentu.

Peralatan pengrajin gerabah Madura adalah alat-alat tradisional yang tidak jauh bedanya dengan yang sudah digunakan pada zaman prasejarah. Alat-alat umum adalah cangkul, linggis, ember, dan alat-alat khusus seperti berikut.
  1. Panombuk atau penumbuk berupa bulatan bertangkai untuk alat pembentuk bagian dalam.
  2. Panempa atau penempa untuk pembentuk dan penghalus bagian luar berupa sekeping papan.
  3. Pangorek atau pengerok, sejenis sabit bermata miring bertangkai panjang untuk menghaluskan bagian dalam.
  4. Panyabungan, wadah air untuk menetesi gerabah dengan secarik kain agar mudah dihaluskan.
  5. Pangeled, secarik kain untuk membentuk bibir gerabah.
  6. Pangajakan, sejenis nyiru untuk ayakan pasir.
  7. Pangabuan, tempat abu.
  8. Panompal, alat menyisikan abu dari pembakaran.
  9. Wer-kower, galah berujung kawat lengkung.
  10. Pamatong, sejenis pisau atau kawat pemotong tanah liat.
  11. Pungku, pembakaran gerabah.
Alat Produksi
Adapun proses pembuatan gerabah dilakukan dengan tahapan-tahapan yang harus dilakukan secara berurutan. Proses pembuatan gerabah tersebut sebagai berikut.
  1. Menyiapkan bahan berupa tanah liat.
  2. Mengaduk tanah liat dengan dicampur air.
  3. Setelah jadi adonan, diambil per bongkahan untuk dibuat bentuk kasar.
  4. Dengan menggunakan kain pangeled, bibir atau pinggiran bongkahan dibentuk sehingga bulat melingkar.
  5. Bila yang dibuat sejenis periuk, maka ketika pinggiran atau bibir sudah jadi lalu diangin-anginkan. Baru kemudian membuat bagian perut yang terpisah dengan bibir, kemudian setelah jadi perut dan bibir disambung dan diperhalus.
  6. Bila yang dibuat bertelinga atau bertangkai, maka dibuatkan telinga atau tangkai untuk kemudian ditempelkan atau digabungkan dan diperhalus.
  7. Setelah halus dan diteliti kesempurnaannya, kemudian dijemur atau dibakar hingga benar-benar kering.
  8. Langkah terakhir setelah kering adalah dibersihkan. Namun untuk beberapa daerah ada yang masih menyempurnakannya dengan cat yang berasal dari lumpur.

Keberadaan pengrajin gerabah di Madura ini telah banyak memberikan manfaat, baik untuk pengrajin, pemakai maupun untuk masyarakat umum. Pemakai gerabah Madura memperoleh banyak keuntungan seperti harga murah, anti karat, mudah dibersihkan, dan mengurangi polusi. Di samping itu, juga dapat menyerap banyak tenaga kerja. Kerajinan gerabah ini juga merupakan salah satu cara melestarikan warisan budaya yang telah turun menurun. Mengingat manfaat-manfaatnya tersebut, maka pelestariannya perlu mendapat perhatian kita semua. Salah satu caranya dengan menjaga kualitas.

Meski gerabah masih tetap diproduksi, tetapi dalam perkembangannya dihadapkan pada produk-produk modern. Produk-produk modern tersebut tidak hanya proses pembuatannya yang modern, namun juga menggunakan bahan-bahan yang lebih praktis dan lebih tahan lama, seperti dari plastik, karet, besi, dan aluminium. Akibatnya, lambat laun menggeser keberadaan gerabah. Para pengrajin pun juga terancam.

Ayo Menulis
Berdasarkan bacaan di atas, temukan ide pokok masing-masing paragraf.
ParagrafIde Pokok
1Salah satu di antara warisan karya budaya yang sangat tua, luas persebaranya, dan mampu bertahan hingga sekarang adalah gerabah, yakni barang pecah belah dari tanah bakar yang dibuat secara tradisional.
2Pada situs-situs kebudayaan dan purbakala, banyak dijumpai gerabah atau tembikar yang difungsikan sebagai peralatan atau perkakas rumah tangga dan untuk keperluan peribadahan serta penguburan mayat
3 Tak terkecuali di Pulau Madura, gerabah dibuat untuk difungsikan sebagai peralatan sehari-hari masyarakat setempat, yang dilakukan secara tradisional seperti apa yang dilakukan oleh para pendahulunya.
4Gerabah-gerabah yang dihasilkan oleh para pengrajain di Madura adalah gerabah yang dibuat dari tanah liat yang berwarna kuning dengan pasir halus.
5Beberapa daerah di Madura menjadi penghasil gerabah seperti di Mandala Andulyang, Duko Ru Baru, Yangkatan Kyangean, Baragung, Pademawa, Dalpenyang Pakaporan, Blega Byangkalan, dan lain-lain.
6Memang tidak semua daerah di Madura menghasilkan gerabah.
7Di antara daerah-daerah penghasil gerabah tersebut ada semacam perjanjian kerja untuk membuat baryang-baryang yang sudah ditentukan secara turun temurun atau spesilaisasi
8Peralatan pengrajin gerabah Madura adalah alat-alat tradisional yang tak jauh bedanya dengan yang sudah digunakan pada zaman prasejarah.
9Adapun proses pembuatan gerabah dilakukan dengan tahapan-tahapan yang harus dilakukan secara berurutan
10Keberadaan pengrajin gerabah di Madura ini telah banyak memberikan manfaat, baik untuk pengrajin, pemakai maupun untuk masyarakat umum
11Meski gerabah masih tetap diproduksi, namun dalam perkembangannya dihadapkan pada produk-produk modern.

Ayo Berlatih
Kamu sudah bisa menentukan ide pokok dari sebuah bacaan, sekarang kembangkan ide-ide pokok berikut menjadi sebuah paragraf.
Ide PokokParagraf
Tanah liat banyak kegunaannya.Salah satu jenis tanah yang banyak memiliki manfaat adalah tanah liat. Tanah liat dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis kerajinan gerabah seperti vas, poci, dan lain sebagainya.
Proses pembuatan gerabah dari tanah liatAgar dapat menghasilkan gerabah yang bagus, tanah liat haruslah melalui beberapa proses pengolahan terlebih dulu. Tanah liat dibuat adonan dengan mencampur air kemudian diaduk dan dibolak-balik agar lebih pekat dan lengket. Tujuannnya adalah untuk mengeluarkan udara dalam tanah, agar mudah dibentuk, dan hasilnya tidak mudah retak. Setelah adonan tanah liat jadi, baru kemudian masuk pada tahap pembentukan dengan menggunakan berbagai macam teknik dan alat. Hingga pada akhirnya tanah liat yang sudah berbentuk tersebut dibakar dalam waktu dan suhu tertentu.
Macam-macam peralatan yang terbuat dari tanah liat. Banyak barang-barang di sekitar kita yang terbuat dari tanah liat. Seperti asbak, vas bunga, kendi, teko dan cangkir. Bahkan ada juga meja dan kursi yang terbuat dari tanah liat. Barang-barang yang terbuat dari tanah liat memiliki nilai seni dan keindahan tersendiri dibandingkan dengan barang-barang yang terbuat dari bahan lainnya.

Lani dan ayahnya sampai di tempat produksi gerabah. Di sana juga terdapat ruang pajang yang memamerkan berbagai hasil kerajinan gerabah. Bagi pelanggan yang akan membeli gerabah tinggal menunjuk contoh gerabah yang dipamerkan di ruang pajang tersebut. Untuk kemudian diambilkan sesuai dengan pesanan oleh pengrajin di tempat produksi atau gudang.

“Wah, hebat kualitas gerabah-gerabah ini sangat baik,” puji Ayah Lani.“Benar, Ayah. Jadi bingung memilihnya, karena semuanya bagus-bagus,” kata Lani.

“Lani, memang harus begini. Kerajinan gerabah ini telah menjadi tumpuan nafkah masyarakat di sini. Jadi, mereka pun mengerjakannya dengan sepenuh hati. Mereka benar-benar menjaga kualitasnya, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, finishing, pengemasan, hingga sampai pemasarannya. Jika mereka mengerjakannya sembarangan, mereka lama-kelamaan akan kehilangan pelanggan yang pada akhirnya justru akan mematikan sumber penghasilan mereka,” jelas Ayah Lani. 

“Betul sekali, Ayah," kata Lani.

Ayo Renungkan
Pengrajin gerabah merupakan salah satu profesi yang ada di Indonesia. Para pengrajin tersebut bekerja keras untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Begitu juga dengan orang tuamu, walaupun memiliki profesi yang berbeda, tetapi tujuannya sama, yakni mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.Lalu, bagaimanakah caramu untuk membalas kerja keras orang tuamu?
Cara membalas kerja keras orang tua antara lain :
  1. Belajar dengan tekun dan menggunakan waktu luang untuk belajar
  2. Mematuhi semua nasehat orang tua
  3. Bersikap hormat dan sopan terhadap kedua orang tua.
  4. Ikut meringankan pekerjaan orangtua dengan membantu sesuai kemampuan.
Kerja Sama dengan Orang Tua
Mintalah kepada orang tuamu untuk menceritakan profesinya. Kemudian catatlah dan susunlah menjadi sebuah cerita menarik.(hanya contoh)
Orang tuaku berkerja sebagai pedagang di sebuah pasar. Ada banyak orang yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja pada pasar. Pusat perbelanjaan tradisional yang ada di desaku ini pun menyimpan banyak kenangan, terutama bagi mereka yang sudah hidup puluhan tahun. Salah satunya seperti ayahku, penjual kopi.

Ayahku bisa menjadi salah satu pedagang di pasar ini karena mengikuti jejak almarhum ibunya. Dia juga mengenal perkembangan pasar dari masa ke masa. Bagi ayahku, keberadaan pasar benar-benar memberi warna dalam hidupnya.

Kondisi pasar yang sekarang memang lebih memiliki daya tarik dibandingkan yang dulu. Apalagi, di pinggir bangunan pasar sudah tak terlihat tirai-tirai berserakan seperti terpal, anyaman bambu, atau barang lain. Dengan kondisi pasar yang demikian,  cukup menarik perhatian konsumen muda untuk datang ke pasar.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:13 AM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.