Home » » Menjaga Organ Reproduksi Pada Masa Pubertas

Menjaga Organ Reproduksi Pada Masa Pubertas

Masa Pubertas adalah masa terjadinya perubahan fisik dan mental anak laki-laki dan anak perempuan yang disebabkan perubahan hormon. Masa pubertas disebut juga masa akil balig (usia remaja). Masa pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Masa pubertas pada anak laki-laki dan perempuan tidak sama. Ada yang lebih dulu mengalami dan ada yang lambat. Biasanya anak perempuan mengalami masa pubertas pada usia 8-13 tahun, sedangkan anak laki-laki pada usia 10-15 tahun.

Pada masa pubertas, tubuh laki-laki dan perempuan mengalami perubahan. Ada dua jenis perubahan yang terjadi pada masa pubertas, yaitu perubahan primer dan perubahan sekunder. Perubahan primer disebut juga perubahan utama yang terjadi di dalam tubuh. Perubahan tersebut memungkinkan seorang laki-laki dan perempuan pada masa pubertas menghasilkan bayi. Perubahan primer diiringi perubahan sekunder. Perubahan sekunder disebut perubahan fisik atau perubahan yang ciri-cirinya tampak pada tubuh laki-laki dan perempuan.
Masa Pubertas
A. Perubahan Fisik pada Masa Pubertas
Ada perbedaan perubahan fisik yang terjadi pada anak laki-laki dan anak perempuan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan hormon yang ada di dalam tubuh. Cepat atau lambatnya perubahan fisik pada masa pubertas juga ditentukan oleh kinerja hormon di dalam tubuh masing-masing anak.

1. Perubahan Fisik pada Laki-Laki
Perubahan fisik pada anak laki-laki dipengaruhi oleh hormon testosteron. Hormon ini dihasilkan oleh testis. Pada masa pubertas, hormon testosteron akan meningkat drastis. Laki-laki mengalami perubahan primer dan juga sekunder pada masa pubertas.

a. Ciri-Ciri Kelamin Primer
Ciri primer pada laki-laki adalah mengalami ‘Mimpi Basah’. Pada seorang laki-laki, perubahan yang terjadi adalah mulai diproduksinya sperma pada organ reproduksi laki-laki. Perubahan ini menandakan bahwa sistem reproduksinya telah berfungsi.

Alat reproduksi pada laki-laki yakni terdiri atas testis, saluran sperma, uretra, dan juga penis. Organ testis menghasilkan sperma. Testis dapat memproduksi jutaan sperma setiap hari. Akibatnya, kantung testis akan terisi penuh dengan cairan sperma. Cairan sperma keluar melalui saluran sperma, kemudian menuju uretra. Cairan sperma akhirnya akan keluar dengan sendirinya.

b. Ciri-Ciri Kelamin Sekunder
Ciri-ciri kelamin primer biasanya diikuti dengan perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder. Ciri-ciri kelamin sekunder dapat kita amati dengan melihat perubahan fisik yang dialami seseorang. Berikut ini ciri-ciri kelamin sekunder pada laki-laki.
  1. Tumbuh jakun
  2. Tumbuh kumis dan janggut (rambut yang tumbuh di dagu)
  3. Tumbuh rambut-rambut halus di ketiak dan organ kelamin
  4. Suara berubah menjadi berat
  5. Dada tampak bidang

Namun, tidak semua laki-laki mengalami ciri-ciri kelamin sekunder yang mencolok. Ada juga yang tidak mengalami pertumbuhan kumis dan jakun.

2. Perubahan Fisik pada Perempuan
Sama halnya seperti pada laki-laki, perempuan juga mengalami perubahan primer maupun juga sekunder. Adapaun cirinya adalah sebagai berikut.

a. Ciri-Ciri Kelamin Primer
Ciri primer pada perempuan adalah menstruasi. Dimana pada awalnya mulai diproduksinya sel telur. Sel ini dihasilkan oleh organ kelamin yang disebut indung telur atau ovarium. Alat reproduksi pada perempuan terdiri atas ovarium, tuba falopi, uterus, dan lubang kemaluan (vagina).

Menstruasi merupakan hasil peluruhan yang disertai dengan pendarahan yang dikeluarkan melalui vagina. Hal itu juga sebagai hasil dari sel telur yang tidak bertemu sperma dan tidak mengalami pembuahan.

b. Ciri-Ciri Kelamin Sekunder
Ketika anak perempuan akan mengalami pubertas, ovarium atau indung telur akan membesar dan memproduksi dua jenis hormon. Hormon tersebut bernama estrogen dan progesteron. Kedua hormon inilah yang akan menyebabkan perubahan fisik pada anak perempuan. Beberapa perubahan fisik yang terjadi pada anak perempuan saat pubertas, di antaranya:
  1. Tumbuh rambut-rambut halus di ketiak dan organ kemaluan.
  2. Payudara dan pinggul mulai membesar.
  3. Perubahan suara yang menjadi lebih melengking dari suara sebelumnya.
  4. Kulitmu menjadi lebih halus.
  5. Kulit menjadi lebih berminyak

B. Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi
Alat reproduksi laki-laki dan perempuan sangatlah berbeda. Bentuk alat reproduksi laki-laki yang letaknya diluar, memudahkan untuk merawat dan membersihkannya. Akan tetapi, berbeda dengan perempuan yang memerlukan perawatan yang lebih. Hal tersebut dikarenakan organ reproduksi berada di dalam. Penting bagi remaja untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang kesehatan reproduksi dan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi.

1. Cara Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi Perempuan
Organ reproduksi wanita memiliki peran penting, sehingga harus dijaga dengan baik. Di bawah ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kebersihan organ reproduksi perempuan.
  1. Sebaiknya mandi dua kali sehari dengan air bersih. Jika badan kotor dan lengket, sebaiknya langsung dibersihkan.
  2. Gunakan celana dalam yang mudah menyerap keringat dan air, usahakan suasananya tidak basah dan lembab karena lingkungan tersebut memudahkan tumbuhnya bacteri dan kuman.
  3. Saat mengalami menstruasi, sebaiknya mengganti pembalut setiap beberapa jam sekali. Pembalut yang dikenakan harus bersih, nyaman, serta berbahan lembut.
  4. Membasuh organ reproduksi sehabis buang air kecil. Cara membersihkannya adalah dari arah depan ke belakang. Hal ini dilakukan agar kuman dari anus tidak masuk ke saluran reproduksi. Hindarilah penggunaan sabun yang mengandung deodoran atauparfum untuk membasuh kemaluan.
  5. Jangan terlalu sering memakan makanan yang terlalu banyak mengandung garam. Garam dapat menyebabkan perasaan tertekan dan tegang.
  6. Minumlah air putih lebih banyak dan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Saat menstruasi, banyak zat besi yang hilang dari tubuh kita melalui darah menstruasi.
  7. Berolahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh
  8. Tidak memasukkan benda asing ke dalam organ reproduksi.
  9. Menghentikan kebiasaan menahan buang air kecil

2. Cara Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi Laki-Laki
Tidak hanya wanita, pria juga perlu menjaga kesehatan organ reproduksinya secara teratur. Remaja laki-laki dapat menjaga kebersihan organ reproduksinya dengan cara-cara berikut.
  1. Mandilah minimal dua kali sehari menggunakan air bersih. Jika badan terasa kotor dan lengket, sebaiknya langsung dibersihkan.
  2. Gantilah pakaian paling sedikit dua kali sehari.
  3. Basuhlah organ reproduksi sehabis buang air kecil.
  4. Berolahraga secara teratur dan minum air putih yang cukup banyak
  5. Hindari pemakaian pakaian dalam yang terlalu ketat karena dapat meningkatkan suhu testes sehingga mengganggu spermatogenesis.
  6. Tidak menggunakan celana dalam dari nilon, karena tidak menyerap air/keringat. Suasana lembab disukai jamur dan bacteri.
  7. Menjalani khitan mencegah penumpukan kotoran, sisa urine, semen dan cairan yang keluar dari kelenjar-kelenjar pada organ reproduksi.
  8. Menghilangkan kebiasaan mandi dengan air panas, temperatur yang sejuk diperlukan untuk perkembangan sperma.

C. Menyikapi Masa Pubertas
Perubahan fisik selama masa pubertas kemungkinan akan mempengaruhi kegiatanmu sehari-hari. Mungkin kamu akan merasakan sedikit ketidaknyamanan. Berikut beberapa cara menyikapi masa pubertas yang akan kamu alami.
  1. Menjaga kebersihan tubuh. Dalam masa pubertas, aktivitas kelenjar minyak dan kelenjar keringat meningkat. Akibatnya, wajah mudah berjerawat dan tubuh berbau kurang sedap. Mandilah dua kali sehari dan kenakan pakaian yang mudah menyerap keringat. Apabila keringatmu berlebih, bersihkan tubuhmu dan gantilah pakaianmu. Pakaian yang lembap oleh keringat menjadi sarang kuman. Kuman dapat menyebabkan bau tidak sedap dan menimbulkan penyakit kulit.
  2. Menjaga kesehatan dengan memilih makanan sehat dan berolahraga. Makanan diperlukan untuk pertumbuhan badan. Pilihlah makanan yang berasal dari bahan-bahan segar dan diolah dengan cara yang sehat, misalnya tanpa pengawet, pemanis buatan, atau penyedap rasa. Perbanyak pula minum air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar berupa keringat.
  3. Hati-hati dalam bergaul dengan lawan jenis. Pada masa puber, organ reproduksi telah aktif. Oleh karena itu, sebaiknya kamu bergaul dengan lawan jenis dalam batas yang wajar. Hindari berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan.
  4. Memilih bacaan dan tontonan yang sesuai umur. Saat ini akses untuk bacaan dan tontonan dengan mudah dapat kita peroleh. Namun, pilihlah bacaan dan tontonan yang baik, menambah wawasan, dan sesuai umurmu. Hindari membaca bacaan dan menonton tontonan dewasa.
  5. Rajin beribadah sesuai agama masing-masing. Dengan rajin beribadah, kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Kita akan mematuhi aturan-aturan agama untuk berperilaku dan berbuat sesuai tuntunan agama.

Dalam fase kehidupan, tentunya manusia akan mengalami perkembangbiakkan. Untuk itu, salah satu fase perubahan yang terjadi pada manusia adalah masa pubertas. Masa ini dikenal juga dengan masa remaja. Masa Pubertas adalah masa terjadinya perubahan fisik dan mental anak laki-laki dan anak perempuan yang disebabkan perubahan hormon. Ada dua jenis perubahan yang terjadi pada masa pubertas, yaitu perubahan primer dan perubahan sekunder. Ciri primer pada laki-laki adalah mengalami ‘Mimpi Basah’ sementara ciri primer pada perempuan adalah menstruasi
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:45 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.