Home » » Pembelajaran 5 Tema 7 Subtema 1 Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

Pembelajaran 5 Tema 7 Subtema 1 Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 memberi dampak yang sangat besar terhadap perjuangan pergerakan nasional.

Ayo Membaca
Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda 1928

Pada tanggal 28 Oktober 1928, suatu tekad yang sangat penting bagi penguatan konsep wawasan kebangsaan Indonesia telah diikrarkan. Ikrar tersebut merupakan modal yang sangat berharga bagi terbentuknya negara kesatuan. Tekad untuk bersatu dan mengesampingkan alasan-alasan kedaerahan, kesukuan, keturunan, keagamaan, dan golongan. Namun, persatuan itu tetap dalam kerangka saling menghormati dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Kesemuanya bersatu padu dan melebur dalam ikrar Sumpah Pemuda.

Sejak peristiwa Sumpah Pemuda 1928, dunia dikejutkan oleh kemampuan dan kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam sebuah ikatan kebangsaan. Pengaruhnya pun sangat besar bagi organisasi pergerakan. Organisasi-organisasi politik yang lahir setelah peristiwa Sumpah Pemuda semuanya memakai kata “Indonesia” dalam namanya. Begitu pun dengan organisasi yang masih bersifat kedaerahan mulai memproses untuk bersatu dalam satu wadah, yaitu Organisasi Indonesia Muda. Adapun tujuannya adalah untuk mempererat tali persatuan segenap pemuda yang berbangsa, berbahasa, dan bertanah air Indonesia.
SUmpah Pemuda
Peristiwa Sumpah Pemuda telah membawa kesadaran dalam diri setiap orang akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam sebuah bangsa. Penyatuan berbagai sifat kedaerahan menjadi sifat nasional terus dilakukan.

Peristiwa Sumpah Pemuda menegaskan rasa senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa. Rasa inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya semangat persatuan untuk membentuk sebuah negara kesatuan.

Ayo Berdiskusi
Diskusikan dengan teman sebangkumu teks di atas. Kemudian, buatlah ulasan mengenai bacaan tersebut pada bagan di bawah ini.
Ulasan Teks
Judul teksDampak Peristiwa Sumpah Pemuda 1928
Bagian yang paling menarikSejak peristiwa Sumpah Pemuda 1928, dunia dikejutkan oleh kemampuan dan kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam sebuah ikatan kebangsaan.
Informasi penting
  1. Pada tanggal 28 Oktober 1928 terbentuk tekad untuk bersatu dalam ikrar Sumpah Pemuda.
  2. Sejak peristiwa Sumpah Pemuda 1928 timbul kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam sebuah ikatan kebangsaan.
  3. Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 berpengaruh sangat besar bagi organisasi pergerakan.
  4. Peristiwa Sumpah Pemuda menegaskan rasa senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa.
Pendapat saya tentang teks iniSaya sangat setuju bahwa Sumpah Pemuda memberikan dampak yang sangat besar bagi perjuangan bangsa Indonesia dalam melepaskan diri dari penjajahan bangsa asing
Saya menyarankan teks ini karenaSaya menyarankan teks ini karena berisi informasi yang sangat penting tentang pengaruh Sumpah Pemuda terhadap perjuangan bangsa Indonesia

Ayo Menulis
Pahamilah bacaan di atas! Tuliskan informasi penting dalam bacaan ke dalam kolom-kolom berikut!
Dampak Sumpah Pemuda
Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda
  1. Sejak peristiwa Sumpah Pemuda 1928 timbul kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam sebuah ikatan kebangsaan.
  2. Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 berpengaruh sangat besar bagi organisasi pergerakan.
  3. Peristiwa Sumpah Pemuda menegaskan rasa senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa.

Pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928, turut diakui lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia. Ayo, kita nyanyikan lagu tersebut dengan penuh khidmat.
Ayo Bernyanyi
Indonesia Raya
Lirik Lagu Indonesia Raya
Stanza 2 (tidak tercakup PP 44/1958)
Indonesia Tanah Yang Mulia Tanah Kita Yang Kaya

Disanalah Aku Berdiri Untuk Slama-lamanya

Indonesia Tanah Pusaka Pusaka Kita Semuanya

Marilah Kita Mendoa Indonesia Bahagia

Suburlah Tanahnya Suburlah Jiwanya

Bangsanya Rakyatnya Semuanya

Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya

Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya Merdeka Merdeka

Tanahku Negeriku Yang Kucinta

Indonesia Raya Merdeka Merdeka

Hiduplah Indonesia Raya
Stanza 3 (tidak tercakup PP 44/1958)
Indonesia Tanah Yang Suci Tanah Kita Yang Sakti

Disanalah Aku Berdiri Menjaga Ibu Sejati

Indonesia Tanah Berseri Tanah Yang Aku Sayangi

Marilah Kita Berjanji Indonesia Abadi

Slamatkan Rakyatnya Slamatkan Puteranya

Pulaunya Lautnya Semuanya

Majulah Negerinya Majulah Pandunya

Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya Merdeka Merdeka

Tanahku Negeriku Yang Kucinta

Indonesia Raya Merdeka Merdeka

Hiduplah Indonesia Raya
Ayo Menulis
Setelah bernyanyi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Apa yang kamu rasakan saat menyanyikan lagu “Indonesia Raya”? Jelaskan!
Terharu karena perjuangan para pahlawan yang tanpa henti berjuang untuk negara indonesia agar sehingga negara kita tidak lagi dikuasai oleh negara lain

2. Bagaimanakah nada dan tempo lagu “Indonesia Raya”? Jelaskan!
Lagu Kebangsaan Indonesia raya dinyanyikan dengan nada Do = G dengan birama 4/4. Con Bravura artinya adalah, lagu tersebut dibawakan dengan semangat bergelora

3. Apakah lirik lagu “Indonesia Raya” mencerminkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan? Jelaskan!
Indonesia Raya dan Sumpah Pemuda, yang waktu itu didukung pula oleh golongan Tionghoa dan Arab, membawa persatuan Indonesia. Indonesia yang subur, makmur, tentram, dan damai

Jelaskan isi lagu tersebut dengan kata-katamu sendiri. Tuliskan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan penggunaan kata-kata baku. Perhatikan pula penggunaan tanda baca yang benar. Tuliskan dalam kotak berikut.
Stanza 1 terdapat kalimat Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu. Dalam kalimat ini terdapat makna penyemangat dan seruan bagi Indonesia yang saat itu belum merdeka. Pada stanza ke-2 terdapat kalimat Marilah Kita Mendoa, Indonesia Bahagia. Makna yang mendalam terkandung di dalam lirik di atas, dimana bermakna landasan spiritual dengan selalu mendoakan Indonesia yang bahagia. Stanza 3 (tiga) terdapat sumpah dan amanat agraria yang diselipkan di dalam lirik Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Sumpah setia terucap dalam lirik Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi.; Sedangkan amanat agrarian terdapat dalam lirik yang berbunyi Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya.

Ayo Membaca 
Peristiwa Mengembun dan Menyublim
Selain peristiwa mencair, membeku, dan menguap, masih terdapat dua peristiwa perubahan wujud benda. Perubahan wujud benda yang dimaksud adalah mengembun dan menyublim.

Mengembun adalah peristiwa perubahan wujud gas menjadi cair. Peristiwa ini merupakan kebalikan dari peristiwa menguap. Pada waktu gas mengembun, gas melepaskan kalor karena terjadi penurunan suhu di sekitarnya. Peristiwa sehari-hari yang mudah kamu jumpai antara lain peristiwa pengembunan yang terjadi di pagi hari. Meskipun pada malam sebelumnya tidak terjadi hujan, tetapi pada pagi hari, terdapat tetesan air pada tanaman yang berada di luar. Kamu juga dapat menjumpai beberapa tempat terasa lembap oleh air. Peristiwa mengembun ini terjadi karena uap air dalam udara menyentuh permukaan seperti permukaan daun atau permukaan yang lainnya.

Menyublim merupakan peristiwa berubahnya wujud zat padat menjadi gas. Mengkristal adalah perubahan wujud gas menjadi padat. Peristiwa “lenyapnya” kapur barus yang diletakkan di dalam lemari sering dijadikan contoh peristiwa menyublim. Contoh peristiwa ini terjadi pada saat uap
iodium yang mengkristal menjadi padatan pada saat didinginkan pada suhu tertentu

Peristiwa perubahan wujud benda dapat dijelaskan dengan menggunakan diagram berikut ini. Perhatikanlah diagram tersebut dengan saksama!
Perubahan Wujud Benda
Ayo Berdiskusi
Peristiwa perubahan wujud benda dapat dijelaskan dengan menggunakan diagram berikut ini. Perhatikanlah diagram tersebut dengan saksama! Bersama dengan teman sekelompokmu, diskusikanlah soal-soal berikut.

1. Jelaskan bagan perubahan wujud benda di atas dengan lengkap berdasarkan pengamatanmu sebelumnya dan bacaan yang kamu miliki
Mencair merupakan peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair sedangkan membeku adalah peristiwa perubahan wujud zat dari cair menjadi padat. Mengkristal adalah peristiwa perubahan wujud zat dari gas menjadi padat sedangkan menguap adalah peristiwa perubahan wujud zat dari cair menjadi gas. Menyublim adalah peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi gas. sedangkan mengembun adalah peristiwa perubahan wujud zat dari gas menjadi cair.

2. Jelaskan perbedaan antara peristiwa mengembun dan menyublim!
Pada peristiwa menyublim zat membutuhkan kalor sedangkan pada peristiwa mengembun zat melepaskan kalor. Mengembun terjadi pada benda gas sedangkan menyublim terjadi pada benda padat

3. Jelaskan perbedaan antara peristiwa mengembun dan disposisi!
Mengembun merupakan perubahan wujud suatu benda dari gas menjadi cair, sedangkan Deposisi merupakan perubahan wujud suatu benda dari gas menjadi padat.

4. Jelaskan perbedaan antara peristiwa menyublim dan mengkristal!
Menyublim merupakan perubahan wujud suatu benda dari padat menjadi gas, sedangkan Mengkristal merupakan perubahan wujud suatu benda dari gas menjadi padat (Mengkristal sama artinya dengan Deposisi)

5. Apa saja yang menyebabkan terjadinya peristiwa mengembun, menyublim dan mengkristal?
  • Mengembun disebabkan penurunan suhu/pelepasan panas menyebabkan gas berubah menjadi cair.yang bisa kita lihat di kaca jendela saat pagi hari.
  • Menyublim disebabkan peningkatan suhu benda padat sehingga berubah menjadi gas.. Contohnya kapur barus yang di taruh di lemari lama-kelamaan akan habis.
  • Mengkristal disebabkan oleh penurunan suhu atau pelepasan panas yang dialami benda tersebut.. Contohnyab uap air berubah jadi salju.

6. Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa mengembun? Jelaskan!
Mengembun, mengembun adalah proses perubahan wujud zat dari gas menjadi cair. Beberapa contoh peristiwa mengembun antara lain titik-titik embun di pagi hari, dan butiran air di bagian luar gelas yang berisi es.

7. Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa menyublim? Jelaskan!
Menyublim, menyublim adalah peristiwa perubahan zat padat menjadi gas atau sebaliknya (gas menjadi padat). Contoh peristiwa menyublim antara lain kamper yang dibiarkan di udara. Kamper berubah dari padat menjadi gas yang dapat kita rasakan dengan adanya bau kamper. Proses pembuatan es kering juga merupakan contoh peristiwa menyublim.

Ayo Mencoba
Bersama dengan teman sekelompokmu, rancanglah percobaan untuk menunjukkan terjadinya peristiwa mengembun dan menyublim.
  1. Siapkanlah alat dan bahan yang diperlukan.
  2. Tulislah tahapan dan langkah-langkahnya
  3. Gambarlah setiap tahapan yang kamu rancang.
  4. Lakukan percobaan sesuai tahap yang telah kamu rancang.
  5. Catatlah setiap perubahan yang terjadi dengan saksama.
  6. Buatlah laporan hasil percobaanmu ke dalam sebuah poster.
  7. Pada poster, jelaskan perbedaan utama kedua peristiwa perubahan wujud benda tersebut.
  8. Presentasikan hasil percobaanmu dengan percaya diri.
Poster Mengembun
Laporan Percobaan
Tujuan : Mengamati perubahan wujud benda

Alat dan Bahan
  1. 4 buah batu bata untuk membuat tungku sederhana
  2. 1 buah lilin
  3. 1 buah kaleng bekas susu
  4. 5 butir kapur barus ukuran kecil
  5. 1/5 bagian kaleng pasir kering
  6. Piring aluminium
  7. Es batu

Cara Kerja
Penyubliman
  1. Tumpuk batu bata menjadi dua tingkat untuk dijadikan tungku sederhana.
  2. Letakkan lilin di tengah tungku, lalu nyalakan lilin.
  3. Isi kaleng bekas susu dengan pasir, lalu masukkan kapur barus.
  4. Letakkan kaleng bekas susu tersebut di atas tungku.
  5. Letakkan piring aluminium di atas kaleng susu, lalu letakkan beberapa butir es batu.
  6. Diamkan selama sepuluh menit.

Pengamatan
Amatilah perubahan yang terjadi pada kapur barus setelah sepuluh menit. Angkatlah piring alumunium dari atas kaleng. Lalu, perhatikanlah apa yang terjadi pada dasar piring.

Setelah 10 menit piring besi dibuka, tuang es batu kedalam gelas. Lihat apa yang terjadi pada dasar piring. Terdapat kristas-kristal didasar piring yang digunakan untuk menutup kaleng. Didalam kaleng hanya terdapat pasir saja, kapur barus yang tadi diletakkan diatas pasir menghilang. Pada dinding-dinding kaleng juga terdapat kristal-kristal yang berbau kapur barus.

Jadi kapur barus yang tadi dipanaskan mengalami proses penyubliman dan pada saat gas menyentuh piring yang dingin gas berubah menjadi Kristal-kristal didasar piring dan dinding kaleng.

Dari percobaan diatas kita juga dapat menemukan dasar kaleng mengalami penggelapan warna karena adanya angus. Angus tersebut termasuk hasil dari perubahan wujud benda gas menjadi padat atau mengkristal.

Selain itu piring yang diberikan es diatasnya di sekeliling dasatnya terdapat embun-embun yang berasal dari gas yang menyentuh dasar piring sehingga menjadi embun peristiwa itu disebut mengembun yaitu perubahan wujud benda gas menjadi cair.

Setelah melakukan pengamatan pada kegiatan di atas, dapatkah kamu menjelaskan kesimpulanmu?

Kesimpulanku:
Pada percobaan di atas menunjukkan salah satu contoh peristiwa menyublim yaitu perubahan wujud dari padat menjadi gas. Kapur barus yang tadi dipanaskan mengalami proses penyubliman dan pada saat gas menyentuh piring yang dingin gas berubah menjadi Kristal-kristal didasar piring dan dinding kaleng.

Ayo Renungkan
Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh
Dengan mempelajari sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah, khususnya peristiwa Sumpah Pemuda, banyak pelajaran yang kita petik. Kita menjadi tahu bahwa persatuan dan kesatuan memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berbagai perlawanan yang bersifat kedaerahan selalu saja gagal dalam mengusir penjajah. Bangsa kita pun mudah diadu domba. Dengan demikian, tepat kiranya pepatah ”bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Persatuan dan kesatuan dapat kita wujudkan dengan membina kerukunan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Selain itu, pola hidup gotong royong juga harus senantiasa dilakukan oleh masyarakat.

Sekarang, ceritakan sikap dan perilakumu sehari-hari yang sudah menunjukkan nilai-nilai kerukunan hidup. Tuliskan pada kolom berikut!

Beberapa contoh sikap dan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai kerukunan antara lain :
  1. Saling menghargai
  2. Saling menghormati
  3. Saling membantu atar satu sama lain
  4. Menjalin bersilaturahmi
  5. Bersikap sopan
  6. Hidup rukun antar sesama warga negara
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:15 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.