Home » » Pembelajaran 4 Tema 2 Subtema 1 Rukun dalam Perbedaan

Pembelajaran 4 Tema 2 Subtema 1 Rukun dalam Perbedaan

Negara Indonesia dibangun berdasarkan persatuan. Seluruh generasi bahu membahu membangun bangsa Indonesia yang bebas dari negara penjajah.Menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal kita merupakan tugas setiap warga.

Ayo Membaca
Persatuan sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Segala perbedaan yang ada dikesampingkan untuk kepentingan bersama. Terkadang perbedaan yang dimiliki oleh suatu kelompok dapat memperkaya keputusan yang diambil.

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, terdapat beberapa peristiwa penting yang perlu kita ketahui, di antaranya sebagai berikut.

Tanggal 9 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat pergi ke Dalat, Saigon untuk bertemu dengan Marsekal Terauchi, Panglima Besar Tentara Jepang di Asia Tenggara. Panglima tersebut menyampaikan informasi kepada pemerintah Indonesia bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.

Saat itu tentara Jepang sedang terdesak oleh tentara sekutu. Beberapa wilayah Jepang dijatuhi bom oleh tentara musuh. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang memutuskan untuk menghadiahkan kemerdekaan.

Pertemuan antara Panglima Jepang dan Pemerintah Indonesia memicu pertentangan di dalam negeri. Terjadilah perbedaan pendapat antara tokoh golongan tua dan golongan muda. Golongan muda tidak ingin kemerdekaan Indonesia diatur oleh Jepang. Mereka menginginkan proses kemerdekaan Indonesia disiapkan oleh bangsa Indonesia tanpa ada campur tangan asing.

Berdasarkan bacaan tersebut, tulislah informasi penting pada peta pikiran berikut!
Peta pikiran

  1. Apa peristiwa yang terjadi pada bacaan di atas? Pada bacaan di atas terjadi peristiwa Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  2. Mengapa Marsekal Terauchi memanggil ketiga tokoh Indonesia? Marsekal Terauchi ingin menyampaikan informasi kepada pemerintah Indonesia bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.
  3. Siapa saja tokoh yang pergi menemui Panglima Besar Tentara Jepang?Ketiga tokoh yang pergi menemui Panglima Besar Tentara Jepang adalah Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat.
  4. Di Mana Pertemuan antara Tentara Jepang dan Pemerintah Indonesia dilaksanakan? Pertemuan antara Tentara Jepang dan Pemerintah Indonesia dilaksanakan di Dalat, Saigon
  5. Kapan tentara Jepang terdesak oleh tentara sekutu? Tanggal 9 Agustus 1945 tentara Jepang sedang terdesak oleh tentara sekutu.
  6. Bagaimana keadaan Indonesia setelah adanya pertemuan tersebut? Setelah pertemuan antara Panglima Jepang dan Pemerintah Indonesia memicu pertentangan di dalam negeri antara tokoh golongan tua dan golongan muda.

Kembangkan informasi pada peta pikiran menggunakan kalimatmu sendiri. Serahkanlah hasil pekerjaanmu kepada gurumu.
Pada bacaan di atas terjadi peristiwa Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tanggal 9 Agustus 1945 tentara Jepang sedang terdesak oleh tentara sekutu. Marsekal Terauchi ingin menyampaikan informasi kepada pemerintah Indonesia bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Ketiga tokoh pergi menemui Panglima Besar Tentara Jepang adalah Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Pertemuan antara Tentara Jepang dan Pemerintah Indonesia dilaksanakan di Dalat, Saigon. Setelah pertemuan antara Panglima Jepang dan Pemerintah Indonesia memicu pertentangan di dalam negeri antara tokoh golongan tua dan golongan muda.

Ayo Berdiskusi
Amati gambar berikut!
Bermain Bersama

Seandainya kamu sedang bermain bersama mereka, apa yang harus kamu perhatikan terkait kerukunan dan persatuan?
Seandainya aku sedang bermain bersama mereka, maka yang harus aku perhatikan terkait kerukunan dan persatuan adalah tidak membedakan bersasarkan suku bangsa atau agama.
Apakah kamu telah menerapkan nilai-nilai kerukunan terkait persatuan dan kesatuan dalam kehidupanmu sehari-hari? Jelaskan dan beri 3 contoh kegiatan dan perbedaan yang ada!

Salah satu nilai Pancasila yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah Persatuan Indonesia. Dengan menjaga persatuan mulai dari lingkungan sekitar, maka kita telah turut serta dalam menjaga persatuan Indonesia.

Beberapa contoh dari menjaga kerukunan dan perbedaan yang ada dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut
  1. Ikut menjaga dan tidak mengganggu umat agama yang berbeda agama dengan kita dalam menjalankan ibadah mereka.
  2. Membantu tetangga kita yang terkena musibah walaupun tetangga kita berbeda suku dan budaya dari kita.
  3. Menjalin komunikasi dan berinteraksi sosial dengan orang yang berbeda dengan kita seperti berbeda agama, suku, budaya.

Apa manfaat yang kamu peroleh dari nilai-nilai tersebut? Tulislah 3 manfaat yang kamu rasakan!
Kehidupan bermasyarakat yang rukun akan memberikan manfaat pada manusia sebagai makhluk sosial, berikut ini beberapa diantaranya :
  1. Kehidupan Lebih Harmonis. Hidup rukun dapat membuat keadaan menjadi lebih harmonis. Hubungan keluarga dan juga masyarakat yang harmonis tentu saja nantinya jika suatu saat menghadapi masalah orang lain akan sangat senang untuk membantunya.
  2. Keadaan Lebih Aman Dan Tentram. Dengan hidup rukun hidup menjadi lebih aman dan tentram. Jika kita hidup menjaga hubungan baik, tentu saja tidak ada ancaman dari pihak lain.
  3. Mempererat Tali Persatuan. Manfaat hidup rukun selanjutnya adalah akan membantu memperkokoh persatuan dan juga kesatuan antar anggota masyarakat.
  4. Menghindari perselisihan. Kehidupan yang rukun dalam keluarga dan bermasyarakat akan menghindari perselisihan. Perselisihan pada dasarnya dimulai dari kesalahpahaman antar keluarga maupun masyarakat.
  5. Memiliki Lebih Banyak Teman. Kerukunan juga bermanfaat agar lebih banyak teman karena di mulai dari komunikasi yang baik sehingga menjadikan hubungan lebih damai. Hubungan yang damai ini, menciptakan suasana keakraban dengan siapapun, sehingga akan mudah memiliki teman.

Ayo Berlatih
Bekerja sama dapat mempermudah pekerjaan. Tujuan mulia bisa tercapai karena persatuan.

1. Bacalah cerita di bawah ini!
Siti, Udin, Lani, Edo, Beni dan Dayu menjual martabak buatan Ibu Lani. Mereka sedang bekerja sama untuk mengumpulkan dana bagi temannya yang sedang dirawat. Mereka mengikuti bazar makanan di
lingkungan tempat Dayu tinggal. Enam sekawan menjual 8 martabak. Setiap martabak dipotong menjadi 12 potong. Mereka berhasil menjual 90 potong.
a. Berapa martabak yang terjual?
b. Berapa martabak yang tersisa?

Tulislah jawabanmu pada tempat yang disediakan! Kamu harus bisa menjelaskan jawabanmu melalui tulisan.

Diketahui :
Ada 8 x 12 potong martabak = 96 potong
Jumlah martabak yang terjual = 90 potong

Ditanyakan : Berapa martabak yang terjual dan martabak yang tersisa
Jawab :
Banyak martabak yang terjuall adalah jumlah martabak yang ada dikurangi martabak yang tersisa.
= 8 x 12 - 6
= 96 - 6
= 90 potong

Jadi jumlah martabak yang terjual adalah 90 potong.

Martabak yang tersisa dapat ditentukan dengan cara mengurangkan martabak yang ada dengan martabak yang terjual.
= 8 x 12 - 90
= 96 - 90
= 6

Jadi martabak yang tersisa ada 6 potong
Jumlah martabak ada 8, kemudian di potong menjadi 12 potong. Itu berarti jika ditulis dalam kalimat matematika adalah 8 x 12 = 96. Kemudian mereka berhasil menjual 90 potong. Ini berarti jumlah martabak mereka telah berkurang sebanyak 90 potong, sehingga diperoleh 96 - 90 = 6 potong.

2. Selain martabak, enam sekawan juga menjual dodol buatan Ibu Udin. Mereka memiliki 5 5/6 dodol. Seluruh dodol dipotong menjadi 6 potong yang sama. Berapa pembeli yang akan mendapat 5 potongan dodol yang sama? Bagaimana kamu menemukan jawabannya? Gunakan gambar untuk membantu jawabanmu! Tulislah pada tempat yang tersedia

Diketahui :
Ada 5 5/6 dodol. seluruh dodol dipotong menjadi 6 potong yang sama. 

Ditanyakan : berapa pembeli yang akan mendapat 5 potongan dodol yang sama?

Jawab:
Potongan Dodol


Pembeli yang mendapat 5 potongan dodol yang sama dapat dicari dengan mengalikan 5 5/6 dengan 6 kemudian dibagi 5. Untuk memudahkan pecahan campuran diubah ke bentuk campuran biasa. Untuk mengalikan pecahan kalikan pembilang dengan pembilang serta penyebut dengan penyebut. Sedangkan untuk membagi pecahan salah satu pecahan harus dibalik dan pembagian diubah menjadi perkalian. Jadi banyak pembeli yang mendapat kan 5 potongan dodol yang sama ada 7 orang
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:55 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.