Home » » Penyebab dan Cara Pencegahan Penyakit Pernapasan

Penyebab dan Cara Pencegahan Penyakit Pernapasan

Gangguan pada sistem pernapasan umumnya karena kelainan atau penyakit yang menyerang alat-alat pernapasan. Penyakit ini ditimbulkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, namun juga bisa disebabkan oleh keturunan.

Sistem pernapasan kita pasti pernah yang namanya mengalami gangguan. Ketika gangguan terjadi, otomatis kita akan merasa tak nyaman saat sedang beraktivitas. Menghirup udara saja menjadi sulit dan kebutuhan oksigen pun kurang terpenuhi dengan baik. Di bawah ini adalah segala jenis gangguan pada sistem pernapasan dalam bentuk penyakit yang umum kita temui.

Asma merupakan penyakit penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi. Pencetus
alergi misalnya udara dingin, rambut, bulu, kotoran, debu, atau tekanan psikologis. Gejala awal penyakit asma berupa:
  1. Batuk terutama pada malam atau dini hari,
  2. Sesak napas,
  3. Napas berbunyi yang terdengar jika pasien mengembuskan napasnya,
  4. Rasa berat di dada, dan
  5. Dahak sulit keluar.
Asma
Dalam perkembangannya pasien berpenyakit asma dapat mengalami gejala berat. Gejala berat adalah keadaan gawat darurat yang mengancam jiwa. Gejala berat asma meliputi:
  1. Serangan batuk hebat,
  2. Sesak napas yang berat,
  3. Napas tersengal-sengal,
  4. Sianosis (kulit kebiruan) yang dimulai dari sekitar mulut,
  5. Ssulit tidur (posisi tidur yang nyaman adalah dalam keadaan duduk), dan
  6. Kesadaran menurun.

Cara Mencegah :
  • Sebisa mungkin tinggal di lingkungan yang minim dari polusi serta lingkungan yang bersih
  • Jangan memelihara hewan dengan bulu yang banyak dan halus
  • Saat cuaca dingin, selalu gunakan pakaian hangat dan selendang di leher
  • Olahraga dengan kapasitas secukupnya saja, tidak perlu yang berlebihan apalagi menguras cukup banyak tenaga dan hindari olahraga yang memerlukan napas panjang

Pengobatan
Sebetulnya obat untuk asma belumlah ada hingga kini, namun perawatan untuk dapat mengendalikan asma selalu ditawarkan. Penanganan tersebut meliputi mencegah serangan asma serta meredakan gejalanya. Pengobatan asma secara dini dapat menghilangkan gejala dan mencegah.
  • Obat asma dapat bekerja dengan cepat untuk menghentikan batuk dan dengan cara mengencerkan lendir saluran napas dan membuka otot jalan napas. 
  • Inhaler dapat digunakan sendiri di rumah. Cara pakainya jelas tidak mudah, mengingat penekanan tombol inhalernya juga harus tepat, yaitu sebaiknya ketika serangan asma, seseorang sedang membuang napas, maka inhaler itu disemprotkan. 
  • Asma nebuliser merupakan suatu alat untuk memberikan obat uap dan tepat diberikan di ruang unit gawat darurat (UGD) ketika seseorang mengalami serangan asma. 
  • Mengendalikan pemicu asma. Belajar lebih banyak tentang pemicu asma dapat membantu penderita mengurangi kesempatan mengalami serangan asma.

Ayo Menulis
Diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman sebangkumu.
  1. Apa penyebab penyakit asma? Penyakit asma disebabkan oleh Alergi.
  2. Apa yang terjadi pada organ pernapasan penderita penyakit asma? Penyakit asma mengganggu saluran napas yang menyebabkan otot saluran napas berkontraksi dan menyempit dan menjadi meradang atau memproduksi lendir
  3. Apa gejala awal penyakit asma? Batuk terutama pada malam atau dini hari,, Sesak napas,, Napas berbunyi yang terdengar jika pasien mengembuskan napasnya,, Rasa berat di dada, dan Dahak sulit keluar.
  4. Bagaimana kondisi pasien asma yang mengalami gejala berat? Serangan batuk hebat,, Sesak napas yang berat,, Napas tersengal-sengal,, Sianosis (kulit kebiruan) yang dimulai dari sekitar mulut, Sulit tidur (posisi tidur yang nyaman adalah dalam keadaan duduk), dan, dan Kesadaran menurun.
  5. Mengapa pasien asma yang mengalami gejala berat harus segera mendapat perawatan? 
  6. Pasien asma yang mengalami gejala berat harus segera mendapatkan perawatan, karena bila tidak langsung mendapat perawatan maka nyawanyapun bisa terancam.
  7. Bagaimana posisi tidur terbaik bagi pasien asma yang mengalami gejala berat? Posisi tidur yang nyaman adalah dalam keadaan duduk.
  8. Adakah anggota keluargamu atau orang di sekitarmu yang menderita asma? Jika ada, siapa namanya? Tidak ada.

Ayo Mengamati
Selah mengetahui salah satu penyakit yang berhubungan dengan organ pernapasan. Carilah informasi mengenai penyakit lain yang berhubungan dengan organ pernapasan, misalnya influenza, bronkitis, tonsilitis, dan pneumonia. Carilah informasi mengenai penyebab, gejala, dan pengobatannya. Lakukan secara berkelompok. Tiap kelompok beranggotakan 5-6 anak.

1. Bronkhitis
Bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut. Kondisi ini termasuk sebagai salah satu penyakit pernapasan. Berikut ini adalah beberapa gejala yang diakibatkan oleh bronkitis:
  • Batuk-batuk disertai lendir berwarna kuning keabu-abuan atau hijau.
  • Sakit pada tenggorokan.
  • Sesak napas.
  • Hidung beringus atau tersumbat.
  • Sakit atau rasa tidak nyaman pada dada.
  • Kelelahan.
  • Demam ringan.
Bronkhitis
Berikut ini adalah beberapa cara pendegahan yang bisa dilakukan sendiri:
  • Banyak beristirahat.
  • Minum banyak air. Air dapat membantu mengencerkan lendir agar mudah terangkat dari paru-paru. 
  • Berhenti mer*k*k dan menghindari asap (pabrik, knalpot, bahan kimia). 
  • Hindari mengonsumsi obat batuk. 

Pengobatan
Sebetulnya bronkitis ini sebuah kondisi yang bakal hilang sendiri hanya dalam hitungan minggu, jadi kadang tak perlu obat tertentu untuk penanganannya. Hanya saja, penderita perlu lebih banyak beristirahat dan minum banyak air putih.

2. Penumonia
Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan. Gejala-gejala umum yang biasanya muncul meliputi:
  • Demam.
  • Berkeringat dan menggigil.
  • Batuk kering atau batuk dengan dahak kental berwarna kuning, hijau, atau disertai darah.
  • Napas terengah-engah dan pendek.
  • Rasa sakit pada dada ketika menarik napas atau batuk.
  • Mual atau muntah.
  • Diare.
  • Kelelahan.
Penumonia
Pencegahan pneumonia dapat kita lakukan dengan langkah-langkah sederhana. Beberapa di antaranya adalah:
  • Menjalani vaksinasi. Vaksin merupakan langkah penting agar kita terhindar dari pneumonia maupun penyakit lain. Harap diingat bahwa vaksin pencegah pneumonia bagi orang dewasa berbeda dengan anak-anak.
  • Menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Misalnya dengan teratur berolahraga, cukup istirahat, serta menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.
  • Menjaga kebersihan agar terhindari dari penyebaran virus, seperti sering mencuci tangan.
  • Jangan mer*k*k karena asap r*kok dapat merusak paru-paru sehingga lebih mudah terinfeksi.

Pengobatan
Antibiotik lagi-lagi menjadi obat yang dokter akan resepkan sebagai solusi. Banyak minum dan banyak istirahat juga akan mempercepat proses kesembuhan.

3. Influenza
Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan (sistem yang terdiri dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru). Virus penyebab influenza menular melalui udara. Beberapa gejala yang biasanya dialami adalah:
  • Demam.
  • Pegal-pegal.
  • Batuk kering.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Menggigil.
  • Sakit tenggorokan.
  • Bersin-bersin, hidung tersumbat, atau hidung beringus.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sulit tidur.
Influenza
Beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan flu adalah:
  • Menjaga kebersihan.
  • Selalu mencuci tangan, misalnya sebelum makan atau setelah bepergian.
  • Menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk.
  • Memakai masker saat bepergian (terutama bagi pengguna kendaraan umum) atau ketika berada di sekitar penderita flu.
  • Memastikan tubuh menerima asupan vitamin dan gizi secaracukup dan seimbang.
  • Istirahat yang cukup.
  • Olahraga secara teratur.
  • Menjaga asupan cairan.

Pengobatan
Obat flu akan bekerja secara efektif untuk mengurangi rasa pegal sekaligus menurunkan demam. Selain itu, penderita dapat mengobati dengan makan buah serta sayur, serta minum banyak air putih supaya cairan tubuh tak hilang.

4. Tonsilitis
Tonsilitis atau sering disebut radang amandel adalah pembengkakan dan peradangan pada amandel, yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Walau menimbulkan rasa yang tidak nyaman, tonsilitis jarang merupakan penyakit yang serius. Infeksi bakteri seperti streptococcus adalah salah satu penyebab utama radang amandel.

Gejala umum dari tonsilitis adalah:
  • Radang tenggorokan
  • Kesulitan atau sakit saat menelan
  • Suara yang serak
  • Kehilangan napsu makan
  • Sakit kepala
  • Leher kaku
  • Nyeri pada rahang dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Amandel yang tampak berwarna merah dan bengkak
Tonsilitis
Pencegahan
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit amandel tanpa melalui jalan operasi akan lebih banyak dilakukan dirumah seperti dibawah ini.
  • Konsumsi Minuman Probiotik. Minuman dengan kandungan probiotik akan berperan penting dalam mencegah amandel. 
  • Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Mulut dan Gigi. Kebersihan mulut dan gigi menjadi faktor yang amat penting untuk mencegah timbulnya peradangan atau masalah dibagian amandel. 
  • Hindari Konsumsi Makanan yang Mengandung Pengawet. Memilah dan menyeleksi makanan adalah hal penting dalam mencegah dan menangani sakit amandel yang dirasakan. 

Pengobatan
Kasus tonsilitis yang ringan tidak memerlukan pertolongan medis. Namun, jika kasus yang terjadi parah, Anda perlu melakukan perawatan berikut:
  • Antibiotik: Diberikan apabila infeksi bakteri merupakan penyebab tonsilitis.
  • Operasi: Operasi amandel dilakukan untuk mengangkat amandel yang terinfeksi apabila kondisi kronis.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 8:06 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.