Home » » Jenis Serat Bahan Tekstil Alam

Jenis Serat Bahan Tekstil Alam

Serat bahan tekstil merupakan bagian terkecil yang dipakai sebagai bahan dasar untuk membuat kain atau bahan tekstil. Secara garis besar serat tekstil dibagi menjadi dua golongan yaitu serat alam dan serat buatan. 

Serat alam adalah serat tekstil yang berasal dari hewan, tumbuh tumbuhan, dan barang barang galian. Serat tekstil yang berasal dari hewan disebut serat protein, serat tekstil yang berasal dari tumbuh tumbuhan disebut serat sellulosa, serat tekstil yang berasal dari barang barang galian disebut dengan serat mineral, sedangkan serat termoplastik atau serat buatan manusia adalah serat yang terbuat dari bahan bahan kimia.

A. Serat Protein
Menurut asalnya serat bahan tekstil dibagi menjadi 4 (empat) golongan yaitu serat hewani (protein), serat tumbuhan (sellulosa), serat mineral (galian). serat buatan (organik dan an organik) dan masing masing serat memliki karakteristik yang berbeda beda seperti panjangnya, kekuatannya, warnanya sehingga berpengaruh terhadap bahan tekstil yang dihasilkan. Beberapa contoh Serat Protein (Hewan) antara lain sebagai berikut.
Serat Bahan Tekstil Alam
1. Wol
Wol adalah bahan tekstil yang terbuat dari bulu domba jenis biri biri.  Wol mulai dipakai sejak 4000 tahun sebelum masehi di Yunani, Babilon dan Mesir. Wol pada mulanya berasal dari Asia Tengah dan Asia kecil, disekitar sungai Efrath yang kemudian diperkenalkan ke negara lain hingga terkenal hampir keseluruh dunia.  Kualitas bahan wol sangat dipengaruhi oleh jenis domba, makananya, umur, dan cara pengolahannya, maupun iklim di negara tersebut.

Kualitas wol ada tiga kategori wol halus, wol sedang dan wol kasar atau wol permadani.
  • Wol halus diperoleh dari domba/biri biri merino asal Spanyol
  • Wol sedang diperoleh dari wol Inggris bulunya lebih besar, Ada tiga jenis wol Inggris yaitu :. Wol luster adalah jenis wol yang dihasilkan dari bulu domba jenis Lincoln, dan Leicester. Woldown adalah jenis wol yang dihasilkan dari bulu domba jenis southdown.  Wol crossbread adalah wol yang dihasilkan dari bulu domba jenis crossbread yaitu hasil persilangan antara domba merino rambouillet dengan domba berbulu panjang. 
  • Wol kasar umumnya berasal dari domba Asia seperti India, pakistan dan Timur Tengah.

Selain bulu biri-biri, ada beberapa jenis bulu hewan yang dapat dijadikan sebagai bahan tekstil antara lain, bulu domba, bulu unta, bulu kuda, dan bulu kelinci. Bulu domba (Angora dan Cashmere).

Bulu domba (Angora dan Cashmere)
Mohair adalah serat yang diperoleh dari bulu domba angora.yang berasal dari propinsi Angora Turki. Serat mohair panjang dan licin, kurang ikal sehingga sukar dipintal. Sifat kimianya hampir menyerupai wol. Mohair dipakai untuk pembuatan bahan bahan berbulu, rajutan, bahan penutup kursi dan permadani.

Cashmere diperoleh dari domba cashmere yang terdapat di pegunungan Tibet, mongolia, tiongkok bahkan sampai himalaya. Domba cashmere lebih besar dari angora, berambut dan berbulu lurus. Rambutnya keabu abuan atau putih dan terlepas sendiri satu tahun sekali.

Alpaca dan Vicuna
Alpaca dan vicuna berasal dari keluarga unta yang banyak dipelihara di Amerika latin, mempunyai panjang serat 20 sampai 30 cm, halus, lembut dan berkilau berwarna putih dan hitam. Sedangkan vicuna, diperoleh dari rambut unta vicuna sejenis ilama kecil yang hidupnya liar di hutan hutan Amerika Selatan. Memiliki serat yang paling halus lembut dan terbaik diantara serat hewan yang lain. Seratnya pendek, sangat berkilau dan berwarna coklat muda.

Bulu Kuda
Bulu kuda diperoleh dari rambut surai dan rambut ekornya, seratnya kaku, licin, panjang, warna coklat kemerahan. Bulu kuda digunakan sebagai campuran serat kapas untuk pembuatan bahan pelapis.

Bulu Kelinci Angora
Bulu kelinci angora, diperoleh dari kelinci angora yang banyak dipelihara di Cekoslovakia, Jepang, Perancis, seratnya sangat halus, lembut dan warnanya putih. Pencukuran bulu dapat dilakukan empat kali dalam setahun, serat ini umumnya diperuntukan untuk membuat topi, bahan rajut atau sebagai campuran serat wol atau nylon.

2. Sutera
Sutera adalah serat protein berbentuk Filament atau benang terus yang terbuat dari jenis serangga yang disebut Lepidoptera. Serat tersebut dihasilkan oleh larva ulat sutera saat membentuk kepompong. Jenis ulat sutera yang menghasilkan serat kualitas terbaik disebut Bombyx mori, mempunyai filamen yang halus lembut dan berkilau.

Di Indonesia sutera banyak dihasilkan dari kota Sulawesi selatan (Sopeng) yang hasilnya dikenal dengan sarung bugis. Selain ulat sutera bombyx mori, ada beberapa jenis kupu kupu atau ulat sutera yang dapat menghasilkan bahan sutera antara lain, sutera tusah, sutera mentah, sutera rejaan, sutera bourette, dan sutera anaphe.
  • Sutera Tusah adalah jenis bahan sutera yang dihasilkan dari ulat tussah. Ulat yang hidupnya liar dan tidak terpelihara banyak terdapat di daerah cina.  Seratnya berwarna kecoklat coklatan karena adanya zat tanin dari daun oak. Filamennya pendek pendek dan kualitasnya kurang baik.
  • Sutera mentah atau grege adalah filamen yang masih mengandung zat perekat atau serisin, untuk menghilangkan zat perekatnya setelah menjadi tenunan sutera dimasak dengan air sabun. Sutera diolah dengan berbagai bahan kimia berupa garam dalam zat warna atau celupan yang tahan cuci.
  • Sutera Bourette jenis sutera yang dihasilkan dari sisa sisa sutera rejaan dan banyak simpulnya, seratnya pendek pendek, benangnya berbintik bintik. Sutera bourette dapat dengan mudah dibedakan dari tenunan kapas karena bila dikepal terdengar bunyi gemersik.
  • Sutera anaphe banyak terdapat di Afrika Barat, hidupnya mengelompok dan membuat sarang dimana setiap ulat membentuk kepompong. Kepompong Anappe tidak menguntungkan secara komersil karena banyak mengandung kotoran.

B. Serat Sellulosa
Sellulosa adalah golongan serat alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan terdiri dari 2 (dua) golongan yaitu sellulosa alam dan sellulosa buatan. Beberapa serat yang termasuk serat sellulosa dari alam antara lain, serat biji (kapas dan kapok), serat batang (lenan, rami, goni dan henep), serat daun
(abaka dan sisal).

1. Serat Biji 
Serat sellulosa yang termasuk serat biji adalah kapas dan kapok. Dikatakan serat biji karena pada bijinya terdapat bulu-bulu yang dijadikan serat. Di Indonesia kapas banyak terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Palembang.

Serat kapas terdapat pada buahnya, yaitu bulu bulu yang menyelimuti bijinya (satu buah kapas mengandung sekitar 20 biji kapas). Gining adalah proses pemisahan serat atau bulu-bulu kapas dari bijinya. Bulu-bulu pendek yang masih melekat pada biji kapas disebut linters. 

Penampang melintang serat kapas sangat bervariasi, tapi pada umumnya bentuknya oval seperti bentuk ginjal dan terdiri dari cuticula, dinding sel atau primer, dinding sekunder, dan lumen.
  • Kuticula adalah lapisan terluar dari serat kapas yang mengandung zat lilin, pektin dan protein. Untuk menghilangkan zat lilin, serat kapas dimasak dengan soda atau lindi natron.
  • Dinding sel atau dinding primeir, terdiri dari sellulosa tetapi juga mengandung pectin, protein dan zat lilin. 
  • Dinding sekunder adalah lapisan sellulosa yang merupakan bagian utama serat
  • Lumen adalah bagian kosong yang ada didalam serat, berisi zat-zat yang padat merupakan sisa protoplasma yang sudah kering yang komposisinya sebagian besar terdiri dari nitrogen.

Kapuk termasuk serat biji yang dihasilkan dari buah pohon randu yang diambil buahnya. Kapuk menjadi bahan yang penting dalam dunia perdagangan setelah Belanda memarken produksi kapuk Jawa di World’s Colombian Exposition di Chicago tahun 1983. Indonesia, India, Srilanka dan Philipina adalah Negara-negara penghasil kapuk.

Penampang lintang serat kapas berbentuk bulat hampir lonjong dengan lumen yang lebar dan dinding yang sangat tipis, pada lumen terlihat ada gelembung gelembung udara. Bentuk penampang membujur seperti silinder meruncing keujung dan mempunyai pilinan seperti serat kapas. Kapuk pada umumnya dipergunakan untuk bahan pengisi.

2. Serat Batang
Serat batang terdapat pada kulit batang yang berbentuk berkas-berkas yang melekat dengan perekat tumbuh tumbuhan yang disebut pektin yang gunanya untuk menguatkan batang. Serat yang termasuk serat batang antara lain, lenan, rami, goni dan henep.
  • Lenan adalah salah satu serat batang yang berasal dari tanaman vlas.  Industri lenan pertama terdapat di Mesir dan hasil produksinya dipergunakan untuk busana para bangsawan kuno dan pembungkus mumi. Irlandia, Belanda, Inggris, Perancis, Scotlandia, Jerman, Irlandia, Polandia. Rusia adalah negara terbesar lenan di dunia tetapi Irlandia negara penghasil lenan terbaik.
  • Rami berasal dari tanaman Bochmeria Nibea yang diambil batangnya.  Selain untuk bahan tekstil serat rami dijadikan benang jahit, jala, kanvas, tali temali, terpal dan sepatu. Bila dicampur dengan serat kapas dan rayon kemudian ditenun dapat digunakan untuk bahan pembungkus jok kursi.
  • Tanaman Goni yang diambil seratnya mempunyai batang kecil, tinggi dan lurus. Panen dapat dilakukan tiga kali, yang pertama pada saat pohon berbunga menghasilkan serat yang halus, berwarna lebih muda tetapi hasilnya sedikit. Panen kedua dilakukan pada saat pohon mulai berbuah dan menghasilkan serat yang paling baik hasilnya. Panen ketiga setelah buah masak menghasilkan serat banyak tetapi serat kasar dan warnya lebih tua.
  • Negara penghasil henep dewasa ini adalah Italia, Rusia dan Yugoslavia. Serat yang baik sangat muda dan berkilau, tetapi umumnya berwarna abu abu pucat kekuningan, kehijau-hijauan atau kecoklatan tergantung dari jenis dan cara pemisahan serat. Kekuatan dan daya mulurnya hampir sama dengan vlas atau lenan.

3. Serat Daun 
Serat daun adalah serat yang termasuk sellulosa yang dihasilkan dari daun-daunan. Serat yang termasuk golongan serat daun antara lain, abaka, rosela dan sisal.
  • Abaka adalah serat daun yang termasuk golongan pisang, serat ini juga sering disebut Manila henep karena kebanyakan ditanam di Manila (Filipina). Warna yang baik bervariasi dari putih sampai berwarna kuning gading, kream dan coklat muda, coklat tua sampai hampir hitam tergantung dari letaknya pada pelepah.
  • Rosela, adalah serat yang diambil dari kulit pohon yang menyerupai pohon henep yang banyak ditanam di Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Pemanfaatan serat rosela sama seperti serat goni yaitu sebagai pembungkus atau karung.
  • Sisal berasal dari daun tumbuhan Agave sisalana.  Serat sisal pada umumnya dibuat untuk tali-temali.


Baca Juga : Serat Bahan Tekstil Buatan

C. Serat Mineral (Galian)
Serat mineral adalah serat yang diperoleh dari barang galian, menurut asalnya serat mineral dikelompokkan menjadi dua yaitu serat mineral dari alam yaitu asbes, dan serat mineral buatan yaitu serat gelas dan benang logam.

Mineral alam (Asbes). Asbes adalah serat yang diperoleh dari batu karang yang terletak jauh dibawah
permukaan tanah, batu karang tersebut dinamakan peridotite yang tersusun dari besi, magnesium dan silikat. Asbes banyak terdapat di Indonesia, Canada, Transveal dan Australia. Serat asbes dapat dipintal jadi benang sehingga dapat dijadikan bahan tekstil. Bahan tekstil yang dihasilkan asbes tahan api dan tidak dapat terbakar.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 2:13 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....