Home » » Gerak Rotasi dan Revolusi Bulan

Gerak Rotasi dan Revolusi Bulan

Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari.  Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari. Bulan dalam peredarannya melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi bulan, revolusi bulan, dan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari. Periode rotasinya sama dengan bumi mengitari matahari. Periode rotasinya sama dengan periode revolusinya. Akibatnya, muka bulan yang menghadap bumi selalu sama yakni separuh bagian dan separuh bagian yang lain tidak pernah menghadap bumi.

Gaya gravitasi bumi terhadap bulan yang lebih besar daripada gaya gravitasi bulan terhadap bumi menyebabkan bulan berevolusi terhadap bumi. Rata-rata waktu yang diperlukan bulan untuk berevolusi terhadap bumi sama dengan rata-rata waktu yang diperlukan bulan untuk berotasi pada sumbunya, yaitu 29 hari hingga 30 hari. Gaya gravitasi bulan terhadap bumi mengakibatkan terjadinya pasang surut air laut. Air laut akan pasang saat permukaan bulan atau matahari menghadap langsung ke bumi.

Gerakan Rotasi Bulan
Rotasi bulan adalah perputaran bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. dalam satu kali rotasi bulan memerlukan waktu sama dengan satu kali revolusinya mengelilingi bumi. Oleh karena waktu berotasi dan berevolusi sama maka permukaan bulan yang menghadap bumi relatif tetap. Rotasi Bulan tidak memberikan dampak apa pun terhadap kehidupan di Bumi.

Revolusi Bulan mengelilingi bumi
Selain berputar pada porosnya, bulan juga bergerak mengelilingi bumi yang disebut revolusi bulan. Akibat revolusi bulan, bulan akan tampak berubah-ubah jika dilihat dari bumi yang disebut dengan fase bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami delapan fase. Apabila dirata-rata, setiap fase Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari.

Fase bulan adalah bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi. Fase bulan itu tergantung pada kedudukan bulan terhadap matahari dilihat dari bumi. Fase bulan disebut juga aspek bulan. Berikut ini adalah deskripsi dari masing-masing fase Bulan :
fase bulan
FaseTanggalKeterangan
Bulan baru (New Moon)Tanggal 1Bulan berada pada posisi 0°. Bagian Bulan yang tidak terkena sinar Matahari menghadap ke Bumi. Akibatnya, Bulan tidak tampak dari Bumi.
Bulan Sabit Pertama (Waxing Crescent)Tanggal  4Bulan berada pada posisi 45°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak melengkung seperti sabit.
Kuartir Pertama (First Quarter)Tanggal 8.Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran.
Waxing GibbousTanggal 11Bulan berada pada posisi 135°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak seperti cakram. Bulan terlihat hampir penuh (masih ada sedikit gelap berbentuk sabit).
Bulan Purnama (Full Moon)Tanggal 14Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh.
Waning GibbousTanggal 17Bulan berada pada posisi 225°. Dilihat dari Bumi, penampakan Bulan kembali seperti cakram.
Last QuarterTanggal 21Bulan berada pada posisi 270°. Penampakan Bulan sama dengan Bulan pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran.
Waning CrescentTanggal 25Penampakan Bulan pada posisi ini sama dengan posisi Bulan pada 45°. Bulan tampak berbentuk seperti sabit. Selanjutnya, Bulan akan kembali ke kedudukan semula, yaitu Bulan mati. Posisi Bulan mati sama dengan posisi Bulan baru. Bedanya, Bulan baru menunjukkan fase awal, sedangkan Bulan mati menunjukkan fase akhir.

Bulan mengelilingi bumi dari arah barat ke timur dengan satu kali revolusi penuh bulan memerlukan waktu rata-rata 27 hari 7 jam 43,2 menit. Para ahli astronomi mengakui adanya dua jenis bulan, yaitu:
  • Bulan Sinodis, yaitu fase orbit bulan selama 29,5 hari. Sinodis (syahru iqtirani) yaitu waktu yang ditempuh bulan dari posisi sejajar (iqtiran) antara matahari, dan bumi ke posisi sejajar berikutnya.waktu iqtiran ditempuh rata-rata 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik atau di bulatkan menjadi 29,5 hari.
  • Bulan Sideris, yaitu fase orbit bulan selama 27,5 hari. Sideris ( Syahru nujumi) yaitu waktu yang ditempuh bulan untuk kembali ke asalnya. Revolusi bulan ini dijadikan dasar bulan qomariyah, tetapi waktu yang dipergunakannya bukan waktu sideris melainkan waktu yang sinodis.
Revolusi bulan mengelilngi matahari
Selain berputar pada porosnya dan bergerak mengelilingi bumi, bulan juga bergerak mengelilingi matahari. Waktu yang diperlulan bulan untuk bergerak mengelilingi matahari sama dengan waktu yang diperlukan bumi untuk bergerak mengelilingi matahari. Sehingga dalam 1 tahun bulan hanya satu kali bergerak mengelilingi matahari dan duabelas kali bergerak mengelilingi bumi. Hal inilah yang menyebabkan ada 12 bulan selama 1 tahun di dalam kalender masehi.

Selain mengakibatkan perubahan fase bulan, revolusi bumi dan bulan terhadap matahari juga mengakibatkan beberapa kejadian langka yang sangat menarik, di antaranya adalah gerhana bulan dan gerhana matahari.
  • Gerhana bulan terjadi ketika bulan, bumi, dan matahari terletak pada garis lurus. Cahaya matahari yang menuju bulan terhalang oleh bumi, sehingga bulan tampak gelap. 
  • Gerhana matahari terjadi ketika bumi, bulan, dan matahari terletak pada garis lurus. Cahaya matahari yang menuju bumi terhalang bulan, sehingga bayangan bulan mengakibatkan bagian bumi yang tertutup tersebut menjadi gelap.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 2:59 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....