Home » » Membaca Intensif Grafik, Tabel, atau Bagan

Membaca Intensif Grafik, Tabel, atau Bagan

Penyajian sebuah informasi tidak mutlak disampaikan dalam teks atau wacana yang berbentuk paragraf. Tabel, grafik, dan bagan merupakan salah satu bentuk penyampaian informasi yang biasanya memuat hal berkaitan dengan angka, urutan atau tingkatan secara periodik, perbandingan, serta data-data dalam ruang lingkup dan waktu tertentu. Grafik, tabel dan bagan tidaklah dibuat sekadar melengkapi teks, namun lebih dari itu, grafik merupakan bagian tak terpisahkan dari teks yang disajikan. Pemunculan grafik pada sebuah teks dimaksudkan untuk mendukung kemudahan dalam memahami isi informasi teks tersebut.

Grafik adalah lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar. Grafik menggambarkan tenatang naik turunnya hasil, statistik, dan lain-lain. Tabel merupakan daftar berisi ikhtisar sejumlah data informasi yang biasanya berupa bilangan atau kata-kata yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dengan mudah disimak. Bagan adalah gambar rancangan, gambar denah, atau skema. Bagan juga dapat berarti alat peraga grafik untuk menyajikan data untuk mempermudah penafsiran.

Grafik, tabel, atau bagan yang menyertai teks bacaan berfungsi memperjelas isi wacana. Paparan yang rumit dan pelik akan lebih mudah dipahami bila disertai dengan tabel, grafik atau bagan/diagram. Teks bacaan yang rumit dan disertai dengan tabel, grafik atau bagan/diagram, membantu pembaca untuk lebih memfokuskan pada tabel, grafik atau bagan/diagram yang disajikan. Pada umumnya pembaca akan mencari bagian-bagian yang diperlukan saja pada tabel, grafik atau bagan/diagram yang disajikan.

Pada grafik tersebut, disajikan informasi yang sudah ditampilkan sedemikian rupa ke dalam gambar yang mewakili sejumlah data. Penggambaran jumlah angka menjadi garis atau gambar akan memudahkan memahami sebuah data, sebuah perkembangan dan lebih memudahkan kalian menyimpulkan isi data. Untuk itu diperlukan  kemampuan  dalam membaca informasi berbentuk grafik, tabel atau bagan. 

Membaca atau memahami isi sebuah grafik, tabel atau bagan dapat dilakukan dengan cara mengubah tampilan grafik, tabel atau bagan ke dalam bentuk uraian atau beberapa kalimat. Terkadang informasi dalam bentuk grafik tabel, dan bagan masih menyulitkan orang lain mengetahui informasi di dalamnya. Mengubah informasi dari sebuah grafik, tabel, dan bagan ke dalam beberapa kalimat bertujuan membantu pembaca memahami isinya. Kegiatan menguraikan grafik, tabel, dan bagan ke dalam kalimat berarti menerjemahkan gambar menjadi wacana, sehingga akan lebih dipahami.

Perhatikan contoh grafik hasil tangkapan ikan nelayan selama semester pertama tahun 2014 di bawah ini.
grafik hasil nelayan
Berdasarkan grafik di atas, dapat menyimpulkan isi grafik dengan menuliskannya dalam bentuk kalimat-kalimat sebagai berikut.
  1. Hasil tangkapan nelayan bulan Januari 2014 sebanyak 20 ton.
  2. Hasil tangkapan nelayan bulan Pebruari 2014 sebanyak 10 ton.(paling sedikit)
  3. Hasil tangkapan nelayan bulan Maret 2014 sebanyak 30 ton.
  4. Hasil tangkapan nelayan bulan April 2014 sebanyak 25 ton.
  5. Hasil tangkapan nelayan bulan Mei 2014 sebanyak 45 ton.
  6. Hasil tangkapan nelayan bulan Juni 2014 sebanyak 50 ton.(paling banyak)
  7. Hasil tangkapan nelayan selama semester pertama tahun 2014 adalah 180 ton.
  8. Rata-rata hasil tangkapan nelayan setiap bulan adalah 180 : 6 = 30 ton.

Grafik di atas juga dapat diuraikan sebagai berikut.
Hasil tangkapan nelayan selama semester pertama tahun 2014 sebanyak 180 ton dengan rincian bulan Januari sebanyak 20 ton, Pebruari 10 ton, Maret 30 ton, April 25 ton, Mei 45 ton, dan Juni 50 ton. Hasil tangkapan paling sedikit terjadi pada bulan Pebruari, sedangkan hasil tangkapan paling banyak terjadi pada bulan Mei. Hasil tangkapan rata-rata nelayan selama semester pertama tahun 2015 adalah 30 ton per bulan.

Tabel
Perhatikan tabel Pengunjung Perpustakaan SMP Bakti Bangsa Lombok Nusa Tenggara Barat berikut ini.
KelasBulan
JanuariPebruariMaretAprilMeiJuni
VII11013015012510025
VII11512016015012020
IX140140200175750
Grafik dan tabel di atas dapat uraikan dalam kalimat-kalimat seperti berikut ini:
  1. Jumlah pengunjung perpustakaan tertinggi terjadi pada bulan Maret yaitu sebanyak 510 orang.
  2. Jumlah pengunjung perpustakaan terendah terjadi pada bulan Juni yaitu sebanyak 45 orang.
  3. Pada bulan Juni tidak ada siswa kelas IX yang mengunjungi perpustakaan.
  4. Pengunjung kelas VII pada bulan Mei lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pengunjung kelas VIII. 
  5. Pengunjung kelas IX pada bulan Maret lebih banyak dibandingkan dengan pengunjung kelas VII.

Bagan
bagan
Bagan di atas dapat diuraikan dalam bentuk narasi berikut ini.
  1. Kepala sekolah merupakan pemimpin tertinggi di sekolah. Dalam menjalankan tugasnya kepala sekolah dibantu oleh seorang wakil kepala sekolah dan pembantu kepala sekolah. Kedudukan pembantu-pembantu kepala sekolah meliputi urusan kurikulum, kesiswaaan, humas, dan sarana prasarana. Dalam pelaksanaan operasional harian di kelas kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dibantu oleh para wali kelas.
  2. Dalam merencanakan kegiatan sekolah kepala sekolah dapat berkoordinasi dengan komite sekolah yang beranggotakan perwakilan wali murid atau tokoh masyarakat. Kedudukan antara kepala sekolah dengan komite sekolah sejajar.Artinya keduanya sebagai mitra kerja dalam mengelola sekolah.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae Updated at: 12:48 AM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif. Silahkan tulis url Anda dengan tanda koma (,). Jika saya sempat akan kunbal....