Home » , , » Menulis Puisi tentang Keindahan Alam

Menulis Puisi tentang Keindahan Alam

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Bab 6 Satu Titik terdapat kegiatan menulis puisi tentang keindahan alam. Tujun pembelajaran pada kegiatan ini adalah dengan menggambarkan keadaan daerah mereka menggunakan kata-kata yang deskriptif, peserta didik dapat menulis puisi dengan baik.

Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat yang berupa kepulauan. Dari banyak pulau yang ada, terdapat empat yang paling besar, yaitu Pulau Waigo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool. Sebagian penduduknya bekerja sebagai nelayan. Raja Ampat menjadi rumah bagi biota laut. Ada sekitar 540 jenis karang, 1.511 jenis ikan, 700 jenis moluska, dan masih banyak lagi lainnya. Sebelumnya kalian sudah membaca cerita “Raja Ampat”. Teks di bawah ini judulnya hampir serupa. Isinya juga menggambarkan keindahan Raja Ampat. Namun, penyajiannya berbeda.

Pada kegiatan ini Guru dan peserta didik membaca puisi “Raja Ampat” bergantian dan saling memberi pendapat. Guru dapat mengajukan pertanyaan pemantik seperti 
  1. Di mana kira-kira penulis berdiri ketika menuliskan puisi ini?
  2. Apa yang dilihat penulis ketika menuliskan puisinya?
  3. Kalimat mana yang tidak kalian mengerti?
  4. Kalimat mana yang menurut kalian menarik?

Setelah itu, sampaikan kepada peserta didik bahwa mereka boleh menulis puisi dengan kalimat mereka sendiri. Minta peserta didik membaca puisi yang ditulisnya. Ajak mereka merasakan dan meresapi kata-katanya. Kalau peserta didik merasakan ada kata-kata yang janggal atau belum sesuai, mereka dapat mengubahnya.

Raja Ampatku
oleh B.E. Priyanti

Dari atas mata memandang
Gugusan pulaumu berdaratan
Laksana untaian mutiara di lautan
Sungguh indah dan menawan

Dari bawah mata menyelam
Airmu beriak tenang membahagiakan
Lambaian terumbu karang dan ikan
Manyapa hangat kehadiran para penyelam

Kalian mungkin bisa menebak bahwa teks “Raja Ampatku” di atas adalah puisi. Ada puisi yang termasuk ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Ada pula puisi bebas yang cara penulisannya lebih bebas, tidak terikat rima, jumlah kata, ataupun jumlah larik.

Puisi merupakan salah satu cara mengungkapkan perasaan atau pikiran melalui tulisan. Kata-kata dipilih dengan tepat dan dirangkai dengan indah. Biasanya perasaan tersebut diungkapkan melalui perumpamaan atau majas.

Contoh: 
  1. Laksana untaian mutiara di lautan (gugusan pulau diumpamakan untaian mutiara)
  2. Lambaian terumbu karang dan ikan menyapa … (karang dan ikan dipersonifikasi seolah-olah seperti manusia)

Dapatkah kalian membayangkan Raja Ampat seperti yang digambarkan pengarang puisi tersebut? Sekarang bayangkan suatu tempat di daerah kalian. Ceritakan keindahannya dalam bentuk puisi.Tahap yang dapat kalian lakukan adalah sebagai berikut.
  1. Tentukan tema puisi kalian. 
  2. Buat daftar kata yang sesuai untuk tempat tersebut. Contoh: jernih, gemericik, dan sejuk → puisi tentang air terjun
  3. Carilah perumpamaan atau majas untuk menggambarkan tempat itu atau suasananya.Contoh: bunyi hempasan ombak → seperti alunan musik 
  4. Tulislah puisi kalian di buku tulis.
  5. Bacalah puisi tulisan kalian dengan nyaring. Rasakan keindahannya.Jika ada kata-kata yang terasa janggal atau belum sesuai, kalian dapat mengubahnya lagi.

Contoh :
Tema : Keindahan alam pantai
Daftar kata : Ombak, pasir, ikan, camar
Pantai
Alam Indah Tepi Pantai
Sang ombak menari-nari di tepian pantai
Menyapa pasir yang terhampar luas
Camar berterbangan di atas ombak
Berharap ikan segar bertemu mereka

Ombak mengusap kedua mata kaki
Terasa dingin hingga ke relung dada
Ikan-ikan kecil genit menggigit telapak kaki
Menambah perasaan suka pada alam ini

Kupandangi kaki langit yang kemerahan
Terasa indah di pandang mata
Kurasa sinar mentari indah inilah
Yang menyatukan langit biru dan laut luas

Kata Baru
pu.i.si
  1. n ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait
  2. n gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus

Bagi sebagian peserta didik, menulis bisa mendatangkan tekanan misalnya karena keterbatasan kosakata atau pengalaman. Guru tidak bisa secara umum memberi petunjuk kepada peserta didik “Ayo, gunakan imajinasi kalian! Bebaskan imajinasi!”Sebagian peserta didik perlu diberi contoh dan diberi panduan. 

Demikian pembahasan mengenai Menulis Puisi tentang Keindahan Alam. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:41 AM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.