Home » , » Mengidentifikasi Permasalahan Tokoh Cerita Garuk Garuk

Mengidentifikasi Permasalahan Tokoh Cerita Garuk Garuk

Pada Pembelajaran Bab VIII Sehatlah Ragaku muatan Bahasa Indonesia Kelas IV kita akan belajar menyebutkan permasalahan yang dialami tokoh di dalam cerita. Tujuan dari kegiatan pembelajaran kali ini adalah melalui mencermati isi teks, peserta didik dapat mengidentifikasi dan menyebutkan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita.

Tokoh cerita adalah pemeran yang ada dalam cerita tersebut. Tokoh dalam sebuah cerita kebanyakan manusia atau makhluk lain yang mempunyai sifat seperti manusia. Tokoh juga diartikan sebagai pelaku rekaan dalam sebuah cerita yang memiliki sifat manusia pada umumnya. Berdasarkan perannya, tokoh dalam cerita dapat dibedakan sebagai berikut:  
  1. Tokoh utama, yaitu tokoh yang memiliki paling banyak peran dalam sebuah cerita
  2. Tokoh pembantu, yaitu Tokoh pembantu adalah tokoh yang memiliki peranan tidak penting dalam cerita dan kehadiran tokoh ini hanya sekedar menunjang tokoh utama

Silahkan bacalah kembali dengan cermat teks berjudul “Garuk-Garuk”, lalu mengisi tabel pertanyaan yang berkaitan dengan teks

Garuk-Garuk
Bermain atau belajar bersama di rumah Pahmi itu menyenangkan. Rumahnya luas, bentuknya meniru rumah Baloy, rumah adat Kalimantan Utara. Bagi Kidul, bermain di rumah Pahmi berarti dia terbebas dari Kak Asih yang cerewet menyuruhnya mandi. Kidul tidak suka mandi, itu sudah bukan rahasia lagi.

Selain terbebas dari Kak Asih, di rumah Pahmi juga banyak makanan. Ibu Pahmi selalu menyuguhi mereka buah dan penganan khas Malinau ataupun dari luar daerah. Siang ini mereka membaca buku ditemani kerupuk tipis. Kata Pahmi, kerupuk ini disebut rempeyek dan makhluk kecil-kecil di atasnya itu adalah rebon, atau disebut juga udang papai. Kidul suka sekali. Tiap sebentar tangannya meraih stoples berisi kerupuk itu.
“Dul, aku lihat tanganmu lebih sering memegang rempeyek daripada membalik halaman buku,” goda Sagoy.

Kidul hanya meringis. Tangan kanannya memegang rempeyek. Tangan kirinya menggaruk tangan kanan. Habis itu rempeyek pindah ke tangan kiri, tangan kanan menggaruk tangan kiri. Kedua tangannya terlihat memerah.

“Aduh, banyak nyamuk,” seru Kidul.

“Mana ada nyamuk?” kata Pahmi. “Buktinya aku dan Sagoy baik-baik saja.”

“Makanya, rajin-rajinlah kau mandi,” kata Sagoy. “Kapan kau terakhir mandi?”

“Ah, bosan, gerakannya begitu-begitu saja,” sahut Kidul sambil mengingat-ingat kapan dia terakhir mandi. Dua hari lalu? Tiga hari lalu? Menurut Kidul kalau sedang libur tidak perlu mandi.

Namun, gatal-gatal di tubuh Kidul terus bertambah. Sekarang lehernya juga terasa gatal. Tangannya kini malah lebih sering menggaruk daripada memegang rempeyek. Karena Sagoy dan Pahmi makin sering meledeknya, Kidul memutuskan untuk pulang saja. Ibu Pahmi membungkuskan rempeyek untuk dibawanya pulang. Kidul tersenyum lebar menyambut bungkusan itu.

Begitu tiba di rumah, Kidul cepat-cepat masuk kamar supaya Kak Asih tidak melihatnya. Apa daya, gatalnya tidak kunjung hilang. Makin digaruk makin gatal. Tidak tahan, Kidul mengadu kepada Ibu.

Ibu dan Kak Asih terkejut melihat tangan Kidul yang lecet-lecet. Sebelum Kak Asih bersuara, Ibu sudah berkata tegas, “Kita harus ke dokter!”

Dokter Tuti yang memeriksa Kidul menyapa dengan ramah, “Ini sepertinya alergi. Tadi makan siangnya pakai apa? Telur? Udang?”

Tiba-tiba Kidul teringat makhluk kecil-kecil di atas rempeyek. Ah, itulah penyebabnya. 

“Jadi, bukan karena tidak mandi?’ tanya Kidul gembira.

Dokter Tuti tertawa. “Memang gatal-gatalmu ini karena alergi terhadap udang papai. Namun, bukan berarti tidak mandi itu bagus. Lecet-lecetmu ini bisa menjadi infeksi parah karena kuman-kuman yang ada di kulit. Kita mandi supaya tubuh kita bersih, bebas dari kuman.” 
Dokter Tuti
Aduh, ternyata Kidul tetap harus mandi. Mungkin dia harus memikirkan cara mandi yang berbeda supaya tidak membosankan. Bagaimana menurutmu?

Perhatikan kembali cerita “Garuk-Garuk” di atas. Perhatikan masalah yang dialami tokoh-tokohnya. Setelah itu, salin dan lengkapi tabel berikut ini ke buku tulis kalian.
AspekJawaban
Judul ceritaGaruk Garuk
Tokoh utamaKidul
Tokoh pendukungSagoy, Pahmi, Kak Asih, Ibu, Dokter Tuti
Hal yang diinginkan atau tidak diinginkan tokoh utama
  1. Kidul tidak ingin mandi.
  2. Kidul ingin terus makan rempeyek.
Alasan tokoh menginginkannya
  1. Kidul tidak ingin mandi karena gerakannya membosankan.
  2. Kidul ingin terus makan rempeyek karena rasanya enak. 
Tindakan yang dilakukan tokoh untuk mencapai keinginannya
  1. Menghindar dari Kak Asih, belajar di rumah Pahmi.
  2. Membawa pulang rempeyek
Hal yang membuat tokoh belum mendapatkan keinginannya (di tengah cerita)
  1. Ada Kak Asih yang selalu mengingatkan untuk mandi.
  2. Tidak ada.
Apakah tokoh berhasil mencapai keinginannya? Jelaskan.
  1. Tidak, karena ternyata Kidul tetap harus mandi. Kata dokter Tuti, kita harus mandi supaya tubuh kita bersih, bebas dari kuman.
  2. Tidak, karena ternyata Kidul alergi terhadap udang yang ada di rempeyek.

Dengan membaca cerita “Garuk-Garuk”, kalian belajar mengidentifikasi masalah yang dialami tokoh cerita.

Perhatikan bahwa ada dua hal yang dapat diidentifikasi peserta didik sebagai tujuan/keinginan Kidul.Maksud “Hal yang membuat tokoh belum/tidak mendapatkan keinginannya” adalah hal-hal yang menjadi kendala atau yang menghalangi tokoh cerita dari keinginannya.

Demikian pembahasan mengenai Mengidentifikasi Permasalahan Tokoh Cerita Garuk Garuk. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:55 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.