Home » » Posisi dan Peran Indonesia Dalam Kerja Sama Asean

Posisi dan Peran Indonesia Dalam Kerja Sama Asean

Organisasi regional yaitu Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) resmi terbentuk dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok. Awal pembentukannya ASEAN bertujuan menggalang kerja sama antarnegara anggota dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, mendorong perdamaian dan stabilitas wilayah, serta membentuk kerja sama di berbagai bidang kepentingan bersama. Pada perkembangannya, ASEAN bergerak di bidang politik dan ekonomi. Seiring majunya ASEAN, negara-negara di kawasan Asia Tenggara ikut bergabung.

Pada era globalisasi, interaksi antarruang di wilayah Asia Tenggara semakin berkembang. Terbukti, kerja sama antarnegara anggota ASEAN semakin beragam. Kondisi ini terjadi seiring munculnya kebutuhan negara anggota di berbagai bidang. Bidang tersebut antara lain bidang ekonomi, politik, sosial budaya, teknologi, dan pendidikan.

Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di Asia Tenggara. Indonesia berperan penting dalam interaksi antarnegara di Asia Tenggara. Dalam lingkup Asia Tenggara, Indonesia menjadi pelopor pembentukan ASEAN.
Kerjasama ASEAN
A. Sumbangsih Indonesia di Lingkup ASEAN
Sejak 1967 Indonesia berkontribusi banyak bagi ASEAN. Beberapa sumbangsih Indonesia dalam lingkup ASEAN antara lain sebagai berikut.
  1. Berperan memastikan sentralitas ASEAN. Contohnya, Indonesia memprakarsai dikeluarkannya Joint Statement of the Foreign Ministers of ASEAN Member States on the Maintenance of Peace, Security and Stability in the Region pada Juli 2016.
  2. Ikut mendorong penguatan kerja sama keamanan maritim. Kerja sama ini terkait penanganan isu illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF). Indonesia juga berperan sebagai pendorong implementasi EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation yang disepakati pada 2015.
  3. Sebagai pendorong upaya dan kerja sama penanganan terorisme, radikalisme, dan violent extremism. Upaya ini dilakukan melalui implementasi ASEAN Convention on Counter Terrorism dan instrumen internasional lainnya.

B. Posisi dan Peran Indonesia di ASEAN
Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di Asia Tenggara. Kenyataan ini memungkinkan Indonesia berperan penting dalam interaksi antarnegara di Asia Tenggara. Sumbangsih lain Indonesia dalam ASEAN sebagai berikut.
  1. Sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan KTT I ASEAN berlangsung tanggal 23–24 Februari 1976 di Bali.. Pada tanggal 7-8 Oktober 2003 Indonesia melaksanakan pelaksanaan KTT IX ASEAN di Bali. Pada tanggal 17-19 November 2011 Indonesia menyelenggarakan KTT XIX ASEAN.
  2. Menjadi Pemimpin ASEAN pada tahun 2004. Saat itu Indonesia mengadakan Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting), Forum Kawasan ASEAN (ASEAN Regional Forum), Pertemuan Kementerian Kawasan Terkait untuk menangani berbagai masalah.
  3. Sebagai Tuan Rumah Pertemuan Khusus Pascagempa dan Tsunami. Pertemuan khusus ini berlangsung pada Januari 2015. Dalam pertemuan ini dibahas tindakan mengatasi bencana tsunami pada 26 Desember 2004.
  4. Sebagai koordinator dalam Pelaksanaan KTT ASEAN Bersama Negara Luar. Prof. Sumitro Djojohadikusumo sebagai ketua Standing Committee of A Special Coordination Committee (SCSCC). Selain itu, Indonesia sebagai koordinator hubungan ASEAN-Kanada serta KTT ASEAN-Cina pada 2006.
  5. Mengusulkan Pembentukan Komunitas Keamanan di Asia Tenggara. Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda mengusulkan mengenai sistem pertahanan di setiap negara. Setiap negara menyiapkan sistem pertahanan dalam menghadapi serangan terorisme, separatisme, dan kejahatan internasional.

1. Posisi dan Peran Indonesia dalam Kerja Sama Bidang Ekonomi ASEAN
Dalam lingkup ASEAN, negara-negara anggota membentuk Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA). Berkaitan dengan pelaksanaan KEA, negara-negara ASEAN menjalin kerja sama ASEAN di bidang ekonomi berikut.
  • Membuka pusat promosi ASEAN Pembukaan pusat promosi ASEAN di Jepang untuk meningkatkan kegiatan ekspor negara-negara ASEAN ke Jepang.
  • Sebagai negara yang menyediakan cadangan pangan Peran ini dilakukan Indonesia untuk menyediakan cadangan pangan negara ASEAN. Bersama Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, Indonesia sebagai penyedia cadangan pangan.
  • Menjalin kerja sama di bidang perindustrian dan perdagangan melalui ASEAN Industrial Cooperation (AICO). Negara-negara ASEAN terlibat dalam beberapa proyek industri seperti industri pupuk, tembaga, vaksin, dan abu soda.
  • Kerja sama di sektor perdagangan ditunjukkan dengan ASEAN Free Trade Area (AFTA), ASEAN Economy Community (AEC), dan koperasi ASEAN.
  • Kerja sama di sektor fasilitasi perdagangan, negara anggota ASEAN sepakat menandatangani Protocol 1-Designation of Transit Transport Routes and Facilities.
  • Menjalin kerja sama di sektor jasa melalui ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) tanggal 15 Desember 1995 di Bangkok, Thailand. Untuk mendukung kesepakatan tersebut, ASEAN membentuk Coordinating Committee on Services (CCS)
  • Mendukung pembentukan integrasi ekonomi dengan mendukung terbentuknya MEA.Adanya MEA bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

2. Posisi dan Peran Indonesia dalam Kerja Sama Bidang Politik ASEAN
Kerja sama di bidang politik dan keamanan bertujuan menciptakan keamanan, stabilitas, dan perdamaian di Asia Tenggara dan dunia. Negara anggota ASEAN bekerjasama melalui zone of peace, freedom, and neutrality/ZOPFAN), traktat persahabatan dan kerja sama (Treaty of Amity and Cooperation/ TAC in Southeast Asia), dan kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara (Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ). Selain itu juga melalui ASEAN Regional Forum (ARF). Terkait ARF, Indonesia berperan menyelenggarakan ASEAN Forum 2007 di Jakarta untuk mendukung terwujudnya Komunitas ASEAN 2015.

Dalam bidang politik, Indonesia juga terlibat aktif di ASEAN. Berikut posisi dan peran Indonesia di bidang politik di ASEAN.
  1. Mengikuti ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) ADMM merupakan pertemuan rutin para menteri pertahanan dan keamanan negara-negara ASEAN.
  2. Melakukan Pengiriman Duta dan Konsulat Setiap negara anggota ASEAN
  3. Menegakkan Perjanjian Ekstradisi di Kawasan ASEAN Perjanjian ekstradisi mengurusi tersangka kejahatan yang melarikan diri di negara ASEAN. Perjanjian ini memungkinkan negara ASEAN bekerja sama memulangkan tersangka ke negara asal.
  4. Melaksanakan Perjanjian Kawasan Bebas Nuklir
  5. Sebagai Pendukung Kesepakatan Kawasan Damai, Bebas, dan Netral Indonesia sebagai salah satu pendukung kesepakatan Zone of Peace, Freedom, and Netrality (ZOPFAN).
  6. Ikut Bekerja Sama Menanggulangi Napza di Asia Tenggara
  7. Ikut Terlibat Aktif dalam Penyelesaian Konflik di Kawasan ASEAN seperti (1) Jakarta Informal Meeting (JIM) pada 1988-1989 untuk menyelesaikan konflik antara Kamboja dan Vietnam. (2) Sebagai pemrakarsa dan tuan rumah pelaksanaan Informal ASEAN Foreign Minister’s Meeting (IAFMM) pada 22 Februari 2011 di Jakarta.untuk penyelesaian konflik antara Thailand dan Kamboja. (3) Mengirim pasukan perdamaian yaitu Pasukan Garuda IV dan V keVietnam. (4) Sebagai penengah dalam konflik antara Kamboja dan Vietnam tahun 1976-1979. (5) Sebagai penengah dalam konflik antara Moro National Front Liberation (MNFL) dan Filipina. (6) Mendesak Myanmar agar lebih menghargai penegakan hak asasi manusia (HAM) antaretnik.

3. Posisi dan Peran Indonesia dalam Kerja Sama di Bidang Sosial ASEAN
Sebagai komunitas ini, masyarakat ASEAN mengatasi tantangan di bidang kependudukan, kemiskinan, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan masyarakat. Dalam lingkup ASEAN, Indonesia ikut berperan aktif dalam bidang sosial budaya.
  • Menyepakati pembentukan ASEAN Ministerial Meting on Women (AMMW) untuk meningkatkan kerja sama pemajuan dan perlindungan hak perempuan.
  • Menjalin kerja sama kepemudaan dengan mengadakan temu karya pemuda ASEAN.
  • Menjalin kerja sama di bidang kepegawaian dan administrasi.
  • Menjalin kerja sama penanggulangan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
  • Menjalin kerja sama di bidang pembangunan sosial.
  • Menyalurkan bantuan kepada masyarakat ASEAN, terutama kaum pemuda dan perempuan.
  • Melakukan intensifikasi dan perluasan kerja sama dalam menangani masalah perkembangan penduduk di ASEAN.

4. Posisi dan Peran Indonesia dalam Kerja Sama di Bidang Budaya ASEAN
Beberapa kerja sama dalam bidang budaya masyarakat anggota ASEAN antara lain sebagai berikut :
  • Menjalin kerja sama sektor kebudayaan dan penerangan misalnya festival lagu ASEAN dan siaran program televise secara bersama.
  • Melakukan pertukaran utusan kelompok seni budaya.misalnya, kelompok Jaipongan Indonesia dikirim ke Vietnam.
  • Menyampaikan gagasan mengenai pentingnya penegakan hak asasi manusia (HAM).
  • Membentuk ASEAN Ministerial Meeting on Sport (AMMS) untuk menangani masalah olahraga.
  • Ikut berpartisipasi dalam ajang olahraga di kawasan Asia Tenggara atau Southeast Asian Games (SEA Games)
  • Mengenalkan ASEAN dan negara anggota melalui sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.
  • Menyalurkan bantuan kepada cendekiawan, penulis, artis, dan wakil media massa ASEAN
  • Menyebarluaskan pengkajian masalah Asia Tenggara melalui kerja sama antarlembaga nasional.

Kerja sama dalam bidang budaya negara-negara ASEAN juga melalui ASEAN Social Cultural Community/ASCC). Komunitas ini memiliki empat bagian utama sebagai berikut.
  1. Mengelola dampak-dampak sosial dari integrasi ekonomi.
  2. Membentuk masyarakat yang lebih peduli dan berbagi untuk mengatasi isu-isu kemiskinan, keadilan, dan pengembangan sumber daya manusia.
  3. Meningkatkan perlindungan lingkungan.
  4. Memperkuat dasar-dasar bagi ikatan sosial kawasan.

Kerja sama nyata dalam bidang sosial budaya negara-negara ASEAN antara lain sebagai berikut.
  1. Pertukaran kunjungan antarseniman ASEAN.
  2. Festival lagu dan lomba menyanyi negara-negara ASEAN.
  3. Kerja sama promosi pariwisata.
  4. Kerja sama budaya serumpun Melayu.
  5. Pertukaran berita dan penyiaran informasi mengenai ASEAN melalui televisi dan radio.
  6. Penyelenggaraan pesta olahraga SEA-Games setiap dua tahun sekali.

5. Posisi dan Peran Indonesia dalam Kerja Sama di Bidang Pendidikan ASEAN
Kerja sama sektor pendidikan di ASEAN dilakukan oleh Komite ASEAN untuk pendidikan (ASEAN Committee on Education).  Negara-negara ASEAN melakukan kerja sama berikut.
  • Mendorong hubungan kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan di berbagai tingkat pendidikan.
  • Mendorong organisasi dan sekolah di tiap-tiap negara mencari mitra kerja sama di kawasan Asia Tenggara.
  • Mengikuti pertukaran pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
  • Mengadakan lokakarya atau mengundang dosen untuk memberikan kuliah di universitas negara lain.
  • Menjalin kerja sama di bidang akademis dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

6. Posisi dan Peran Indonesia dalam Kerja Sama di Bidang IPTEK ASEAN
IPTEK ASEAN
Dalam lingkup ASEAN, kerja sama di sektor iptek ditangani ASEAN Committee on Science and Technology (ASEAN-COST). Adapun bentuk kerja sama ASEAN di bidang iptek sebagai berikut.
  • Mengelola pusat penelitian untuk biologi atau Regional Centre for Tropical Biology (Biotrop) yang berpusat di Bogor, Indonesia.
  • Mengelola pusat penelitian ilmu pengetahuan Matematika atau Regional Centre for iducation Science Mathematic (RECSAM) di Pinang, Malaysia.
  • Mengelola pusat pendidikan bahasa Inggris atau Regional English Lenguage Center (RELC) di Singapura.
  • Mengelola lembaga penelitian dan pengkajian pertanian atau Regional Centre of Graduate Study and Reaseach in Agricultural (SEARCA) di Los Banos, Filipina.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:58 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.