Home » » Cara Mendeklamasikan Sebuah Puisi

Cara Mendeklamasikan Sebuah Puisi

Pada tema 6 kelas IV sekolah dasar terdapat muatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu kompetensi dasar pada tema tersebut adalah 4.6 Melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat mendeklamasikan puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang benar.

Deklamasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia deklamasi adalah penyajian sajak (termasuk puisi di dalamnya) yang disertai lagu dan gaya. Deklamasi adalah satu cara yang dilakukan untuk membacakan puisi tanpa menggunakan teks. Deklamasi ini dapat dilakukan dengan menghafalkan dan memahami isi puisi yang akan dibacakan. Dengan memahami isi puisi diharapkan deklamasi yang kita lakukan dapat dinikmati oleh pendengar.
Cara Mendeklamasikan Sebuah Puisi
A. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Mendeklamasikan Puisi
Siapapun bisa belajar mendeklamasikan puisi. Pada saat mendeklamasikan puisi, kita bebas menggunakan gaya dan lagu. Saat melakukan deklamasi puisi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut :
  1. Lafal adalah cara mengucapkan bunyi bahasa.
  2. Intonasi yaitu naik turunya ucapan bunyi bahasa. Intonasi berfungsi untuk membentuk makna kalimat. Ada 3 macam intonasi yaitu naik, turun, dan datar
  3. Jeda yaitu penghentian atau pemenggalan kalimat. Jeda membuat puisi enak didengan dan mudah dipahami.
  4. Ekspresi yaitu raut wajah dan gerak tubuh yang menunjukkan perasan pembaca puisi.

B. Langkah-langkah Mendeklamasikan Puisi
Mendeklamasikan puisi adalah menyajikan puisi dengan gerak dan ekspresi wajah yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah mendeklamasikan puisi.
  1. Memahami isi puisi yang akan dideklamasikan
  2. Memberikan tanda jeda pada tempat yang sesuai.
  3. Memperhatikan intonasi (tinggi-rendah), tempo (cepat lambantnya pengucapan), irama (panjang pendek bunyi dan kemerduan bunyi), serta pelafalan (cara orang mengucapkan bunyi bahasa0 saat membaca puisi.
  4. Memperhatikan mimik. Saat mendeklamasikan puisi harus menyesuaikan isi puisi dengan mimik.

C. Penekanan Saat Mendeklamasikan Puisi.
Mendeklamasikan puisi memerlukan persiapan yang matang. Salah satu cara membedakan puisi adalah dengan memberikan penekanan pada saat mendeklamasikannya. Selain menghafalkan baris demi baris, kamu juga harus memahami makna puisi tersebut. Setiap orang bisa memiliki pemahaman yang berbeda terhadap makna puisi.

Salah satu cara untuk membedakan makna puisi adalah dengan memberikan penekanan pada saat mendeklamasikannya.Pemberian tekanan pada baris puisi biasanya menggunakan tanda V. Perhatikanlah penggunaan tanda tersebut di bawah ini.
  1. V menyimbolkan tekanan kata pendek sekali.
  2. VV menyimbolkan tekanan kata agak pendek.
  3. VVV menyimbolkan tekan kata agak panjang.

D. Menentukan Jeda Pada Puisi
Untuk memudahkan saat mendeklamasikan sebuah puisi kita dapat menempatkan tanda jeda pada tempat yang sesuai. Caranya adalah menambahkan tanda jeda yang berupa garis miring (/), (//), atau (///) 

Contoh menentukan jeda:
Kau // adalah / para penyelamat negeri //

Catatan:
  1. / berhenti sebentar untuk bernapas, biasanya pada koma atau di tengah baris.
  2. // berhenti agak lama/biasanya koma di akhir baris yang masih berhubungan dengan baris berikutnya.
  3. /// berhenti lama sekali biasanya pada titik baris terakhir atau pada akhir puisi.

Penggunaan garis miring tadi hanyalah contoh. Dalam teks puisi yang sebenarnya tidak terdapat penggunaan garis miring tersebut. Namun, kita dapat membuatnya sendiri untuk memudahkan dalam menentukan jeda ketika menghafal puisi.

Berikut ini beberapa kegiatan pembelajaran mendeklamasikan puisi pada tema 6 kelas IV sekolah dasar.

Pembelajaran 1 Subtema 3
Pada Pembelajaran 1 Tema 6 Subtema 3: Giat Berusaha Meraih Cita-Cita terdapat pusis Penjaga Alamku Karya: D. Karitas

Puisi Berjudul Penjaga Alamku setelah diberi tanda jeda adalah sebagai berikut :

Penjaga Alamku
Karya: D. Karitas

Kau tidak pernah lelah //
Kau tidak pernah putus asa //
Kau tidak pernah menyerah //
Mencintai alam/ di mana kau dibesarkan //

Angin/ dan badai/ adalah sahabatmu //
Hujan/ dan panas/ adalah penolongmu //
Air sungai/ adalah kehidupanmu //
Alammu/ adalah ibumu //

Maka engkau menjaganya//
Maka engkau memeliharanya //
Maka engkau merawatnya //
Karena alam/ adalah ibumu///

Pembelajaran 2 Subtema 3
Pada Pembelajaran 2 Tema 6 Subtema 3: Giat Berusaha Meraih Cita-Cita terdapat pusis Sahabatku Seorang Pemulung Ciptaan : D. Karitas

Setelah diberi tanda jeda puisi tersebut adalah sebagai berikut :
Sahabatku Seorang Pemulung
Ciptaan : D. Karitas

Tangan-tangan kecilmu begitu lincah//
Mengais / dan memilah sampah rumah //
Kamu // mencari plastik //
Bahkan kertas dan kardus //

Berbekal karung dan tongkat kecil //
Kamu // mencari dan menemukan //
Barang-barang yang telah dibuang pemiliknya //
Untuk // ditukarkan kepada para pengepul //

Aku mengagumimu, // sahabatku //
Kamu // tidak pernah menyerah
Kamu // tidak pernah mengeluh //
Kamu // selalu bersemangat //

Semoga kamu / dapat menggapai cita-citamu //
Seperti aku pun // berjuang untuk itu //
Mari kita saling mendukung //
Untuk menjadi yang kita mau ///

Pembelajaran 3 Subtema 3
Pada Pembelajaran 3 Tema 6 Subtema 3: Giat Berusaha Meraih Cita-Cita terdapat kegiatan memberi tanda penekanan

Setelah diberi tanda tekanan adalah sebagai berikut :
Penjaga Alamku
Karya: D. Karitas

Kau tidak pernah lelah VV
Kau tidak pernah putus asa VV
Kau tidak pernah menyerah VV
Mencintai alamV di mana kau dibesarkan VV

Angin/Vdan badaiV adalah sahabatmu VV
HujanV dan panasV adalah penolongmu VV
Air sungaiV adalah kehidupanmu VV
AlammuV adalah ibumu VV

Maka engkau menjaganyaVV
Maka engkau memeliharanya VV
Maka engkau merawatnya VV
Karena alamV adalah ibumuVVV

Pembelajaran 4 Subtema 3
Pada Pembelajaran 4 Tema 6 Subtema 3: Giat Berusaha Meraih Cita-Cita terdapat pusis Laskar Pelangi

Setelah diberi tanda jeda adalah sebagai berikut :
Laskar Pelangi
Karya: Nidji

Mimpi/adalah kunci//
Untuk kita/ menaklukkan dunia//
Berlarilah/engkau meraihnya//

Laskar pelangi/takkan terikat waktu//
Bebaskan mimpimu/di angkasa//
Warnai bintang/di jiwa//

Menarilah/dan terus tertawa//
Walau dunia/tak seindah surga//
Bersyukurlah/pada yang/kuasa//
Cinta kita/di dunia,// selamanya//

Cinta/kepada hidup//
Memberikan/senyuman abadi//
Walau hidup/kadang tak adil//
Tapi cinta/lengkapi kita///

Pembelajaran 6 Subtema 3
Pada Pembelajaran 6 Tema 6 Subtema 3 Giat Berusaha Meraih Cita-Cita terdapat kegiatan memilih puisi

Pilihlah satu puisi yang dapat kamu ambil dari mana saja untuk dideklamasikan. Ayo, lakukan langkah-langkah berikut!
  1. Pastikan puisimu terdiri atas paling sedikit dua bait.
  2. Pelajari puisi tersebut dengan saksama untuk memahami isi puisi. Tuliskan isi puisi tersebut dalam bentuk paragraf.
  3. Tentukan ekspresi wajah yang akan mewakili isi puisi.
  4. Pelajari rima dan irama puisi untuk menentukan jeda, dan tekanan. Gunakan tanda jeda dan tekanan pada beberapa kata untuk menguatkan makna.
  5. Hafalkan puisi baris per baris.
  6. Deklamasikan beberapa kali untuk memastikan pelafalan, jeda dan tekanannya tepat.
  7. Pastikan ekspresi wajahmu tepat pada saat mendeklamasikan puisi.
  8. Deklamasikan puisimu di depan kelas dengan percaya diri.

Bundaku Selalu Kurindu

Saat kutemukan/ foto lama,//
Foto kenangan/ penuh makna,//
Timbul rindu/ dalam dada,//
Mengenangkan dirimu, // Ibunda.//

Senyumanmu/ begitu damai,//
Kasih sayangmu/ tak pernah usai,//
Memandang wajahmu/ nampak permai,//
Rindu padamu tak pernah selesai.

Hanya doa/ yang kupanjatkan,//
Untuk Ibunda/ yang berpulang,//
Semoga/ dosa diampunkan,//
Mendapatkan rahmat/ kasih sayang.///

Sumber : https://pantuncinta2000.blogspot.com/2019/05/puisi-ibu-untuk-anak-sd.html

Isi Puisi :
Saat menemukan foto kenangan lama, aku merinfukan bunda. Senyuman dan kasih sayangnya selalu kuingat. Ketika memandang wajahmu rinduku semakin dalam. Aku hanya dapat berdoa untuk ibuku yang sudah tiada. Semoga segala dosanya diampuni, dan mendapatkan rahmat dari yang Maha Kuasa.

Demikian pembahasan mengenai Cara Mendeklamasikan Sebuah Puisi, semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih.

Sumber : Buku Kelas IV Tema 6, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:03 AM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.