Home » » Rangkuman Materi Kelas V Tema 7

Rangkuman Materi Kelas V Tema 7

Selamat datang di blog ini, semoga apa yang anda butuhkan ada di sini. Pada semester 2 kelas V diawali dengan pembelajaran pada tema 7 Peristiwa dalam kehidupan. Tema 7 Peristiwa dalam kehidupan terbagi menjadi tiga subtema yaitu Subtema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan, Subtema 2 : Peristiwa kebangsaan seputar proklamasi, dan Subtema 3 : Peristiwa mengisi kemerdekaan. Rangkuman atau resume ini ditulis dengan harapan semoga dapat membantu bapak ibu guru untuk lebih mudah memahami materi tematik tema 7 kurikulum 2013. Secara garis besar materi yang ada di dalam tema 7 ini mencakup tentang:
  1. PPKn : keberagaman sosial budaya masyarakat
  2. Bahasa Indonesia : informasi penting dari teks narasi sejarah
  3. IPA : pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud benda
  4. IPS : faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia
  5. SBdP : tangga nada sebuah lagu, pola lantai dan karya seni rupa daerah.

A. Rangkuman Muatan PPKN
Kompetensi Dasar
3.3Menelaah keberagaman sosial budaya masyarakat
4.3
Menyelenggarakan kegiatan yang mendukung keberagaman sosial budaya masyarakat

Subtema 1 : Peristiwa Kebangsaan Massa Penjajahan
Keragaman Sosial Budaya di Indonesia
Budaya merupakan segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia. Adapun wujud budaya, yaitu:
  1. Gagasan atau ide, misalnya kepercayaan;
  2. Tindakan, misalnya upacara adat dan seni pertunjukan; serta
  3. Benda, misalnya pakaian adat dan senjata tradisional.

Selain sebagai identitas, kebudayaan juga sebagai kepribadian suatu bangsa. Negara kita mengembangkan kebudayaan daerah dalam rmemperkaya kebudayan nasional. Hubungan antara keduanya serat karena kebudayaan nasional bersumber dari kebudayaan daerKebudayaan nasional lahir sebagai hasil usaha akal budi atau pikirseluruh bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam ras dan suku.

Faktor Penyebab Keragaman Bangsa Indonesia
  1. Indonesia merupakan negara kesatuan yang masyarakatnya majemuk.
  2. Bangsa Indonesia terdiri atas beberapa suku bangsa yang menyebar dar Sabang (ujung Sumatra Utara) sampai Merauke (ujung Papua).
Syukur adalah ucapan yang tepat atas keberagaman sosial budaya bangsa kita.

Melestarikan adalah tindakan yang tepat ketika menyaksikan kebudayaankebudayaan dari berbagai Suku bangsa di Indonesia. Adapun Kerukunan merupakan cita-cita yang harus diwujudkan ketika melihat berbagai perbedaan suku bangsa yang ada di Indonesia.

Dalam sikap saling menghargai keberagaman sosial budaya, kita dilarang membeda-bedakan. Kita dilarang menganggap bahwa suku bangsa kita sendiri lebih tinggi dibandingkan dengan suku bangsa lain. Kita juga dilarang merendahkan budaya dari suku bangsa lain. Pada dasarnya, kebudayaan daerah menyumbang bagi kekayaan budaya nasional. Akan lebih membanggakan lagi jika kita tidak hanya mengenal budaya dari suku bangsa lain, tetapi juga mengerti maknanya dan turut melestarikannya.

Subtema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan
Seluruh rakyat di berbagai daerah dari berbagai suku, agama, dan golongan penuh suka cita menyambut merayakan Proklamasi Kemerdekaan. Semua bersatu padu dan lebur saling bahu-membahu melakukan perlawan terhadap penjajah. Semua menunjukkan rasa persatuan dan kesatuan, tidak lagi memikirkan kedaerahan, suku, agama, dan golongan. Hanya ada satu identitas, yaitu Indonesia

Kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang memiliki keanekaragaman di segala bidang kehidupan. Meskipun beragam dan berbeda, tetapi kita tetap bisa bersatu dan hidup dengan rukun.

Perhatikan lambang negara kita, Burung Garuda. Lihatlah pita yang dicengkeramnya. Pada pita itu, tertulis kalimat “Bhinneka Tunggal Ika”. Kalimat ter- sebut diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Kata-kata tersebut kemudian diberi makna yang lebih luas dan menjadi semboyan “meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua”. Semboyan itulah kemudian yang mengikat keberagaman bangsa menjadi satu kesatuan.

Untuk menerapkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, kamu pun tidak perlu harus meniru temanmu atau orang lain agar terlihat sama. Kamu tidak harus seperti orang lain. Biarlah kamu berbeda dengan orang lain dan orang lain biarlah berbeda dengan dirimu.

Kamu harus menyadari perbedaan itu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus kita syukuri. Dengan demikian, kamu tidak perlu berselisih hanya karena adanya perbedaan. Kamu harus mensyukuri perbedaan dengan cara menghormati dan menghargai teman-temanmu. Dengan begitu, perbedaan itu justru membuat hidup makin indah.

Subtema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan
Pancasila sebagai dasar negara merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Maka, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya harus dipahami dan diamalkan oleh setiap warga negara Indonesia.

Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, kita memiliki dasar yang kuat sehingga akan bisa menentukan sikap dan perilaku dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Dengan demikian, kita tidak akan kehilangan kepribadian sebagai bangsa Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia, Pancasila merupakan ukuran dan pedoman nilai dan norma untuk menyikapi pengaruh dan perkembangan iptek. Pancasila merupakan pandangan hidup yang telah menyatu di dalam kebudayaan bangsa Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila sesungguhnya telah ada dalam kehidupan bangsa Indonesia yang beragam. Sebuah nilai yang menunjukkan adanya perilaku dan sikap kerukunan serta kerja sama dalam masyarakat yang beragam, yaitu hidup gotong royong

Kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam menuntut warganya untuk mengembangkan cara untuk menjaga keutuhan dan kerukunan warganya dengan melakukan musyawarah. Musyawarah mufakat dapat mengatasi masalah dalam keberagaman.

Perilaku dan sikap di sekolah
  1. Menghormati dan menghargai sesama teman.
  2. Menolong teman tanpa membedakannya
  3. Menumbuhkan semangat persaudaraan

B. Rangkuman Muatan Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar
3.5Menggali informasi penting dari teks narasi sejarah yang disajikan secara lisan dan tulis menggunakanaspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana
4.5
Memaparkan informasi penting dari teks narasi sejarah menggunakan aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana serta kosakata baku dan kalimat efektif

Subtema 1 : Peristiwa Kebangsaan Massa Penjajahan
Kata tanya adalah kata yang dipakai dalam kalimat tanya untuk menanyakan sesuatu, baik itu orang/benda, perbuatan/tindakan, keadaan/situasi, dan lain sebagainya.
  1. Kata tanya “Apa” berfungsi : untuk menanyakan benda atau sesuatu, keadaan atau perbuatan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan isi atau pokok bahasan.
  2. Kata tanya “Siapa” berfungsi : untuk menanyakan orang atau pihak yang terlibat.
  3. Kata tanya “Kapan” berfungsi : untuk menanyakan waktu terjadinya sebuah/suatu peristiwa atau kejadian.
  4. Kata tanya “(Di, Ke, Dari) Mana” berfungsi : untuk menanyakan tempat berlangsungnya suatu peristiwa, lokasi yang akan dituju, tempat yang sedang ditgunakan atau yang telah didatangi.
  5. Kata tanya “Mengapa” berfungsi : untuk menanyakan sebab atau alasan suatu peristiwa terjadi.
  6. Kata tanya “Bagaimana” berfungsi : untuk menanyakan keadaan atau kejelasan tentang sesuatu hal, cara atau proses pengerjaan sesuatu.
  7. Kata tanya “Berapa” berfungsi : untuk menanyakan banyak, jumlah atau satuan.

Contoh penggunaan kata tanya dalam teks Kedatangan Bangsa Barat adalah sebagai berikut :
  1. Siapa yang dimaksud dengan bangsa Barat?
  2. Apa faktor yang melatar-belakangi bangsa Barat melakukan penjajahan di Indonesia?
  3. Kapan bangsa Barat mulai melakukan penjelajahan samudra?
  4. Mengapa bangsa Barat melakukan penjelajahan samudra?
  5. Di mana bangsa Barat pertama kali mendarat di Indonesia?
  6. Bagaimana kondisi rakyat yang mengalami penjajahan?

Ulasan Teks Kedatangan Bangsa Barat
Ulasan merupakan suatu penilaian terhadap suatu karya, misalnya seperti film, buku, lagu, karya sastra, hingga karya seni. Teks ulasan juga bisa dibuat terhadap adanya suatu peristiwa, misalnya olahraga atau kegiatan sosial lainnya.
Ulasan Teks
Judul TeksPeristiwa Kedatangan Bangsa Barat
Bagian yang paling menarikHarga rempah-rempah saat itu pernah sama mahalnya dengan emas.
Informasi pentingPenjelajahan dan penjajahan bangsa Eropa terhadap Indonesia diawali oleh bangsa Portugis (1511), Spanyol (1521), Inggris, dan kemudian Belanda. Faktor yang menjadikan bangsa Eropa datang ke Indonesia adalah gold, gospel, glory, dan berkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendapat saya tentang teks iniDalam teks ini menyadarkan saya bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya dan memiliki potensi besar untuk menjadi bangsa yang maju. Hal ini dibuktikan banyaknya penjajah yang ingin menguasai Indonesia.
Saya menyarankan teks ini karenaSaya menyarankan teks ini, karena teks ini mengajarkan kita terhadap sejarah perjalanan Indonesia dan dengan teks ini dapat menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa negaranya merupakan negara yang besar sehingga diinginkan oleh bangsa penjajah.

Kosa Kata Baku
Pada Teks Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda” terdapat beberapa kata baku Perhatikan cara-cara menggunakan kamus berikut.
  1. Pilihlah sebuah kata dari daftar kosakata barumu, misalnya: pilar.
  2. Bukalah kamusmu. Carilah daftar kata-kata yang dimulai dengan huruf awal “p”. Ingat, setiap kata pada kamus selalu diurutkan berdasarkan urutan abjad.
  3. Dalam daftar kata yang berhuruf awal “p”, carilah daftar kata yang dimulai dengan “pi”.
  4. Carilah daftar kata yang dimulai dengan “pil”. Kata pilar akan kamu temukan di antara kata-kata itu. Selamat mencari.
Kosakata pada Bacaan
Kosakata BakuArti
WajibHarus dilakukan
KolonialPenjajahan
PetaniOrang berusaha atau berkegiatan mengolah tanah untuk diambil hasilnya
PanenPemungutan hasil pertanian
RakyatOrang yang berada di suatu negara dan diakui keberadaannya oleh pemerintah

Subtema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan
Ulasan Teks Akhmad Subarjo.
Ulasan Teks
Judul teksAhmad Soebarjo
Bagian yang paling menarikPeran Akhmad Soebarjo ketika beliau ikut menjadi Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945.
Informasi penting
  1. Ahmad Soebarjo lahir di Karawang, Jawa Barat pada tanggal 23 Maret 1897.
  2. Beliau ikut menjadi Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945.
  3. Ahmad Soebarjo juga dikenal sebagai tokoh perumus naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Pendapat saya tentang teks iniSaya sangat setuju bahwa Akhmad Soebarjo sangat besar jasanya bagi bangsa dan negara. Selain sebagai anggota Panitia sembilan beliau juga merupakan perumus teks proklamasi.
Saya menyarankan teks ini karenaSaya menyarankan teks ini karena berisi informasi yang sangat penting tentang peran Akhmad Soebarjo terhadap perjuangan bangsa Indonesia

Kata Baku dan Tidak Baku Teks Peristiwa Pembacaan Teks Proklamasi
Kata baku adalah kata yang digunakan sesuai aturan atau kaidah berbahasa Indonesia yang sudah ditentukan sebelumnya. Kata tidak baku merupakan kebalikan dari kata baku, yang penggunaanya tidak sesuai aturan dan kaidah berbahasa Indonesia yang sudah ditentukan sebelumnya.
Kata Baku dan Tidak Baku
Kosakata BakuArtiKosakata Tidak BakuArti
ProklamasiPemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat; permakluman; pengumumanBakiNampan
LaksamanaPangkat perwira tinggi dalam angkatan laut,ShodancoPangkat kemiliteran Jepang
SaksiOrang yang melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa--
UpacaraRangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan tertentu--
ProtokolOrang yang bertugas mengatur jalannya upacara--

Subtema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan
Surat Undangan
Surat undangan merupakan surat yang berisi pemberitahuan dan permintaan kesediaan seseorang untuk menghadiri suatu acara atau kegiatan. Kalimat yang digunakan dalam undangan haruslah efektif, yaitu singkat, padat, dan jelas. Tujuannya agar orang yang membacanya dapat segera mengerti isinya.

Surat undangan dibedakan atas 3 jenis, yaitu sebagai berikut.
1. Undangan resmi
Undangan yang mengatasnamakan sebuah instansi atau organisasi dan kedinasan. Biasanya dipergunakan untuk kepentingan kedinasan.

2. Undangan setengah resmi
Undangan yang mengatasnamakan perorangan yang ditujukan ke perorangan maupun instansi atau organisasi.

3. Undangan tidak resmi
Undangan yang mengatasnamakan perorangan yang ditujukan kepada perorangan untuk kepentingan perorangan, seperti undangan ulang tahun, undangan perayaan kelahiran.

Bagian bagian dari Surat Resmi
  1. Kepala Surat
  2. Nama dan alamat tujuan
  3. Isi Surat
  4. Penutup Surat
  5. Tempat dan Tanggal Surat
  6. Pembuat Surat
Persamaan dan Perbedaan Undangan Resmi, Setengah Resmi, dan Tidak Resmi
Jenis UndanganPersamaanPerbedaan
ResmiBerisi pemberitahuan dan permintaan kesediaan seseorang untuk menghadiri suatu acara atau kegiatan. Kalimat yang digunakan dalam undangan harus efektifMengatasnamakan sebuah instansi atau organisasi dan kedinasan. Biasanya, dipergunakan untuk kepentingan kedinasan.
Setengah ResmiMengatasnamakan perorangan yang ditujukan ke perorangan maupun instansi atau organisasi untuk kepentingan setengah resmi.
Tidak ResmiMengatasnamakan perorangan yang ditujukan kepada perorangan untuk kepentingan perorangan, seperti undangan ulang tahun.

Contoh Surat Undangan
Surat Undangan
C. Rangkuman Muatan IPA
Kompetensi Dasar
3.7Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud benda dalam kehidupan sehari-harii
4.7
Melaporkan hasil percobaan pengaruh kalor pada benda

Subtema 1 : Peristiwa Kebangsaan Massa Penjajahan
Benda-benda yang ada disekitar digolongkan menjadi tiga, yaitu benda padat, cair dan gas.
  1. Benda padat dapat diubah ke bentuk lain dengan beberapa perlakuan sperti diberi panas, diberi tekanan tinggi, atau diberi perlakuan Fisik seperti menggunting, menekan, melipat atau menyobek.
  2. Wujud benda cair. Air merupakan zat penting dalam kehidupan makhluk hidup yang berwujud cair. Perhatikanlah bahwa ketika benda cair itu dipindahkan, ia akan berubah mengikuti wadahnya. Benda cair akan mengalir dari tepat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Benda cair juga dapat merambat melalui serat-serat halus dari bahan seperti bahan kain. Benda cair mengisi rongga kecil atau pori-pori bahan tersebut.
  3. Wujud benda gas. Manusia menghirup gas oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida. Dengan cara meniup, kamu dapat membuat sebuah balon mengembang. Dengan meniup, kamu juga dapat menggerakkan selembar kertas di tanganmu. Kamu dapat mencium bau napasmu sendiri. Kamu pun dapat mencium bau-bau lainnya yang berupa gas. Dengan memahami sifat gas, manusia menciptakan parfum atau minyak wangi untuk menyebarkan bau dari gas yang dikeluarkan dari wadah parfum tersebut.

Perubahan wujud suatu benda yang terjadi antara lain adalah peristiwa membeku, mencair, menguap, mengembun, atau menyublim.
  1. Membeku merupakan perubahan wujud benda cair menjadi benda padat. Benda cair akan membeku jika suhunya di bawah 0°C. Perubahan air menjadi es merupakan salah satu peristiwa membeku.
  2. Mencair merupakan perubahan wujud benda padat menjadi benda cair akibat suhu yang panas. Peristiwa mencair contohnya es mencair.
  3. Menguap merupakan perubahan wujud benda cair menjadi benda gas. Peristiwa ini mudah dijumpai ketika ada kegiatan masak-memasak. Pada saat air dipanaskan di atas api kompor, dalam beberapa saat, air akan mendidih. Peristiwa mendidih adalah contoh terjadinya penguapan atau perubahan dari benda cair ke gas dan pada saat yang sama, terjadi pengurangan volume air.
  4. Mengembun dalah peristiwa perubahan wujud gas menajdi cair. Peristiwa ini merupakan kebalikan dari peristiwa menguap.Pada waktu gas mengembun, gas melepaskan kalor karena terjadi penurunan suhu di sekitarnya. Peristiwa sehari-hari yang mudah kamu jumpai antara lain peristiwa pengembunan yang terjadi di pagi hari. Meskipun pada malam sebelumnya tidak terjadi hujan, tetapi pada pagi hari, terdapat tetesan air pada tanaman yang berada di luar. Kamu juga dapat menjumpai beberapa tempat terasa lembap oleh air. Peristiwa mengembun ini terjadi karena uap air dalam udara menyentuh permukaan seperti permukaan daun atau permukaan yang lainnya.
  5. Menyublim merupakan peristiwa berubahnya wujud zat padat menjadi gas. Mengkristal adalah perubahan wujud gas menjadi padat. Peristiwa “lenyapnya” kapur barus yang diletakkan di dalam lemari sering dijadikan contoh peristiwa menyublim. Contoh peristiwa ini terjadi pada saat uap iodium yang mengkristal menjadi padatan pada saat didinginkan pada suhu tertentu.

Subtema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan
Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh benda. Secara umum, mengetahui adanya kalor yang dimiliki oleh benda dapat dilakukan dengan cara mengukur suhu benda tersebut. Jika suhu benda tinggi, kalor yang dikandung oleh benda juga besar. Sebaliknya, jika suhu benda rendah, kalor yang dikandung oleh benda juga kecil.

Kalor yang dimiliki oleh suatu benda bisa berubah-ubah. Bisa naik, bisa juga turun karena kalor dapat berpindah dari suhu tinggi menuju suhu rendah.

Contoh bahwa kalor dapat mengubah suhu benda: Air panas memiliki suhu tinggi. Air dingin memiliki suhu rendah.

Apabila kedua air dicampur, campuran itu akan menghasilkan suhu baru. Suhu rendah akan meningkat karena menerima panas yang bersuhu tinggi

Proses penguapan embun terjadi dengan bakentuan energi sinar matahari dan angin. Akibat panas dari sinar matahari, air menguap menjadi uap air.

Energi panas atau kalor memiliki peran utama dalam proses penguapan tersebut. Energi panas dapat mengubah suhu benda dan dapat mengubah wujud benda.

Contoh perubahan wujud karena penguapan sebagai berikut.
  1. Bensin dibiarkan di tempat terbuka lama-lama akan habis.
  2. Minyak kayu putih dibiarkan di dalam botol terbuka dalam waktu lama akan berkurang isinya. 
  3. Baju basah akan kering ketika dijemur di bawah panas matahari.

Percobaan Memanaskan Mentega
Judul Percobaan:Percobaan Pengaruh Kalor Terhadap Wujud Benda
TujuanMengamati pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda
Alat dan bahanAlat dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan ini antara lain : Kompor, Panci/Penggorengan, Mentega
Langkah kerja
  1. Hidupkan kompor
  2. Letakkan mentega dalam panci/penggorengan
  3. Letakkan panci/penggorengan di atas kompor menyala
  4. Amati perubahan yang terjadi pada mentega
KesimpulanMentega mengalami perubahan wujud karena terkena kalor/panas dari panci/penggorengan. Mentega yang merupakan zat padat berubah menjadi zat cair. Peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi benda cair karena adanya pemanasan disebut mencair

Subtema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan
Perubahan wujud benda terjadi di sekitar kita. Salah satu perubahan wujud yang mungkin tidak kamu sadari adalah penyubliman. Kapur barus merupakan benda padat, yang dalam waktu tertentu berubah wujud menjadi gas. Kapur barus mengalami penyubliman. Menyublim adalah peristiwa berubahnya wujud benda dari padat ke gas.

Pengkristalan ialah perubahan wujud benda dari gas menjadi padat dengan proses pelepasan maupun penyerapan kalor. Contoh peristiwa pengkristalan dengan proses pelepasan kalor adalah salju dan gas yang didinginkan.

Contoh peristiwa pengkristalan dengan penyerapan kalor ada- lah pada proses pembuatan garam. Garam dibuat dari air laut, kemudian diuapkan dengan sinar matahari di dalam petak-petak hingga tersisa kristal-kristal garam

D. Rangkuman Muatan IPS
Kompetensi Dasar
3.4Mengidentifikasi faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya
4.4
Menyajikan hasil identifikasi mengenai faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya

Subtema 1 : Peristiwa Kebangsaan Massa Penjajahan
Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat
Mulai akhir abad XV, bangsa Eropa berusaha melakukan penjelajahan samudra. Bangsa Eropa yang pernah melakukan penjelajahan dan penjajahan di Indonesia dimulai oleh bangsa Portugis. Kapal mereka pertama kali mendarat di Malaka pada tahun 1511. Berikutnya ialah bangsa Spanyol yang mendarat di Tidore, Maluku pada tahun 1521. Kemudian, disusul oleh bangsa Inggris dan Belanda. Kapal-kapal Belanda pertama kali mendarat di Pelabuhan Banten pada tahun 1596.

Faktor-faktor pendorong penjelajahan samudra antara lain sebagai berikut.
  1. Adanya keinginan mencari kekayaan (gold)
  2. Adanya keinginan menyebarkan agama (gospel)
  3. Adanya keinginan mencari kejayaan (glory)
  4. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Contohnya seperti berikut. 1) Dikembangkannya teknik pembuatan kapal yang dapat digunakan untuk mengarungi samudra luas. 2) Ditemukannya mesiu untuk persenjataan. Senjata dapat digunakan untuk melindungi pelayaran dari ancaman bajak laut dan sebagainya. Ditemukannya kompas.

Sistem tanam paksa adalah menanam tanaman tertentu untuk diserahkan ke kolonial beanda. Sistem ini terjadi pada masa kepemimpinan johanes van den bosch. Sistem tanam pakasa mendapatkan banyak penentangan dari beerbagai pihak diantaranya adalah Douwes dekker atau multatuli.

Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi 4 (empat) kelompok ras sebagai berikut.
  1. Kelompok ras Papua Melanezoid, terdapat di Papua, Pulau Aru, Pulau Kai.
  2. Kelompok ras Negroid, antara lain orang Semang di Semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Andaman.
  3. Kelompok ras Weddoid, antara lain orang Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatra Selatan dan Jambi, orang Tomuna di Pulau Muna, orang Enggano di Pulau Enggano, dan orang Mentawai di Kepulauan Mentawai.
  4. Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang dibedakan menjadi 2 (dua) golongan. Ras Proto Melayu (Melayu Tua) antara lain Suku Batak, Suku Toraja, Suku Dayak. Di samping kelompok ras di atas, masyarakat Indonesia juga terdiri atas kelompok warga keturunan China (ras Mongoloid), warga keturunan Arab, Pakistan, India, ras Kaukasoid, dan sebagainya yang hidup berdampingan membaur menjadi warga negara Indonesia. Masyarakat Indonesia tidak mengenal superioritas suatu ras dan tidak menganut paham rasialisme.

Subtema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan
Peristiwa pembacaan teks Proklamasi
Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945. Sesuai kesepakatan yang diambil di rumah Laksamana Maeda, para tokoh Indonesia menjelang pukul 10.30 waktu Jawa zaman Jepang atau pukul 10.00 WIB telah berdatangan ke rumah Ir. Soekarno. Mereka hadir untuk menjadi saksi pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Acara yang disusun dalam upacara di kediaman Ir. Soekarno itu, antara lain sebagai berikut.
  1. Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  2. Pengibaran bendera Merah Putih.
  3. Sambutan Wali Kota Suwiryo dan dr. Muwardi.

Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi
  1. Pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Poetra dibawa pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
  2. Setelah melalui perdebatan dan ditengahi Ahmad Soebardjo, menjelang malam hari, kedua tokoh, Bung Hatta dan Bung Karno, akhirnya kembali ke Jakarta. Rombongan Soekarno-Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.00. WIB.
  3. Soekarno dan Hatta setelah singgah di rumah masing masing, lalu bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta (tempat Ahmad Soebardjo bekerja). Di tempat itu, mereka akan merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Adapun peristiwa setelah dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan sebagai berikut.
1. Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
  1. Para pemuda menyebarkan berita Proklamasi melalui berbagai cara, antara lain menyebar pamflet, mengadakan pertemuan, dan menulis pada tembok-tembok.
  2. Wartawan Kantor Berita Domei (sekarang Kantor Berita Antara), Syahruddin berhasil menyelundupkan teks Proklamasi dan diterima oleh Kepala Bagian Radio, Waidan B. Palenewen. Teks Proklamasi tersebut kemudian diberikan kepada F. Wuz untuk segera disiarkan melalui radio.
  3. Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui beberapa surat kabar. Harian Soeara Asia di Surabaya adalah koran pertama yang menyiarkan berita Proklamasi.
  4. Pihak pemerintah Republik Indonesia juga menugaskan para gubernur yang telah dilantik pada tanggal 2 September 1945 untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di wilayahnya.

2. Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Peristiwa penting yang menunjukkan dukungan rakyat secara spontan terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain sebagai berikut.
  1. Rapat Raksasa di Lapangan lkada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 menyambut kemerdekaan.
  2. Usaha menegakkan kedaulatan juga terjadi di berbagai daerah dengan adanya tindakan heroik di berbagai kota yang mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Aceh, Bali, Palembang, Kalimantan, Bandung, Makassar, Lampung, Solo, Sumatra Selatan, dan Sumbawa.

Proklamator Indonesia
  1. Ir. Soekarno merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) dan Pahlawan Proklamator. Beliau menjadi Presiden RI sejak tahun 1945 sampai dengan 1967. Ir. Soekarno dikenal pandai berpidato dan menguasai beberapa bahasa asing sehingga dijuluki sebagai “Singa Podium”. Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 6 Juni 1901. Jenjang pendidikannya dimulai dari Indische School (IS) di Tulungagung. Setelah lulus, Soekarno melanjutkan pendidikannya di Europesche Lagene School (ELS) Mojokerto, Jawa Timur; Hogene Burger School (HBS) Surabaya; dan Technische Hogere School (THS), sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Jawa Barat, dan memperoleh gelar insinyur.
  2. Drs. Mohammad Hatta adalah Wakil Presiden Pertama RI (1945-1957) dan Bapak Koperasi Indonesia. Beliau juga sangat berperan dalam upaya memperoleh pengakuan dari pemerintah Belanda terhadap kedaulatan RI. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Jenjang pendidikannya ditempuh di Europoesche Lagere School (ELS) di Bukittinggi, Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO) di Padang, dan Handels Middelsbare School (HMS) di Jakarta.

Tindakan Heroik Mendukung Proklamasi
Usaha menegakkan kedaulatan terjadi di berbagai daerah dengan tindakan heroik mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Berikut tindakan heroik mendukung Proklamasi di beberapa daerah di Indonesia.
  1. Peristiwa Heroik di Yogyakarta.Perebutan kekuasaan di Yogyakarta dimulai pada tanggal 26 September 1945& sejak pukul 10.00 WIB. Para pegawai pemerintah dan perusahaan yang dikuasai Jepang melakukan aksi mogok. Mereka menuntut agar Jepang menyerahkan semua kantor kepada pihak Indonesia.
  2. Peristiwa Heroik di Surabaya. Terjadi insiden bendera di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya. Orang Belanda mengibarkan bendera Merah Putih Biru di atap hotel. Rakyat kemudian menyerbu hotel, menurunkan, dan merobek warna biru bendera itu untuk dikibarkan kembali. Insiden ini terjadi pada tanggal 19 September 1945.
  3. Peristiwa Heroik Semarang. Pada tanggal 15 Oktober 1945, pasukan Jepang melakukan serangan ke Kota Semarang dan dihadapi oleh TKR dan laskar pejuang lainnya. Pertempuran berlangsung selama lima hari. Akibat pertempuran ini, ribuan pemuda gugur dan ratusan orang Jepang tewas. Untuk mengenang peristiwa itu, di Semarang didirikan Monumen Tugu Muda.
  4. Peristiwa Heroik Aceh. Pada tanggal 6 Oktober 1945, para pemuda dari tokoh masyarakat membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API). Anggota API kemudian merebut dan mengambil alih kantor-kantor pemerintahan. Di tempat-tempat yang telah mereka rebut, para pemuda mengibarkan bendera Merah Putih dan berhasil melucuti senjata tentara Jepang.
  5. Peristiwa Heroik Bali. Pada bulan Agustus 1945, pemuda Bali membentuk organisasi Angkatan Muda Indonesia (AMI) dan Pemuda Republik Indonesia (PRI). Upaya perundingan untuk menegakkan kedaulatan RI telah mereka upayakan, tetapi pihak Jepang selalu menghambat. Pada tanggal 13 Desember 1945, para pemuda merebut kekuasaan dari Jepang secara serentak, tetapi belum berhasil karena persenjataan Jepang masih kuat.
  6. Peristiwa Heroik di Sumbawa. Bentrokan fisik antara pemuda dan Jepang terjadi di Gempe, Sape, dan Raba.
  7. Peristiwa Heroik di Kalimantan. Rakyat Kalimantan juga berusaha menegakkan kemerdekaan dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih, memakai lencana Merah Putih, dan mengadakan rapat-rapat. Namun, kegiatan ini dilarang oleh pasukan Sekutu yang sudah ada di Kalimantan. Rakyat tidak menghiraukan larangan Sekutu sehingga pada tanggal 14 November 1945 di Balikpapan (depan markas Sekutu) berkumpul lebih kurang 8.000 orang dengan membawa bendera Merah Putih.
  8. Peristiwa Heroik di Palembang. Adanya upacara pengibaran bendera Merah Putih pada tanggal 8 Oktober 1945 yang dipimpin oleh dr. A.K. Gani. Pada kesempatan itu, diumumkan bahwa Sumatra Selatan berada di bawah kekuasaan RI. Upaya penegakan kedaulatan di Sumatra Selatan tidak memerlukan kekerasan karena Jepang berusaha menghindari pertempuran.
  9. Peristiwa Heroik di Makassar. Gubernur Sam Ratulangi menyusun pemerintahan pada tanggal 19 Agustus
  10. 1945. Sementara itu, para pemuda bergerak untuk merebut gedung-gedung penting seperti stasiun radio dan tangsi polisi.

Proses Pembentukan NKRI
1. Pembentukan Kelengkapan Pemerintahan
Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama Gedung Kesenian Jakarta. Sidang dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Anggota Sidang PPKI sebanyak 27 orang.

Melalui pembahasan secara musyawarah, sidang mengambil keputusan penting, antara lain sebagai berikut.
  1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi RI.
  2. Memilih presiden dan wakil presiden, Ir. Soekarno sebagai Presiden RI dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden RI.
  3. Tugas presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Komite Nasional.

PPKI melanjutkan pekerjaannya guna melengkapi berbagai hal yang diperlukan bagi berdirinya negara dengan melaksanakan sidang pada tanggal 19 Agustus 1945. Dalam sidang kedua, PPKI menghasilkan keputusan, antara lain sebagai berikut.
  1. Menetapkan dua belas kementerian yang membantu tugas presiden dalam pemerintah.
  2. Membagi wilayah Republik Indonesia menjadi delapan provinsi, yaitu Provinsi Sumatra , Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sunda Kecil, Provinsi Maluku, Provinsi Sulawesi, dan Provinsi Kalimantan.

2. Pembentukan Komite Nasional Indonesia
PPKI kembali mengadakan sidang pada tanggal 22 Agustus 1945 yang memiliki agenda pokok tentang rencana pembentukan Komite Nasional dan Badan Keamanan Rakyat. Komite Nasional dibentuk di seluruh Indonesia dan berpusat di Jakarta. Tujuannya sebagai penjelmaan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan kemerdekaan Indonesia yang berdasarkan kedaulatan rakyat.

Pembentukan Alat Kelengkapan Keamanan Negara
Dalam rapat Pleno PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945, diputuskan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR ditetapkan sebagai bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP) yang merupakan induk organisasi dengan tujuan untuk memelihara keselamatan masyarakat, serta merawat para korban perang.

Perkembangan situasi negara makin membahayakan. Pimpinan negara menyadari bahwa sulit untuk mempertahankan negara dan kemerdekaan tanpa angkatan perang. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah memanggil pensiunan Mayor KNIL Oerip Soemoharjo dari Yogyakarta ke Jakarta dan diberi tugas membentuk tentara kebangsaan. Dengan Maklumat Pemerintah pada tanggal 5 Oktober 1945, terbentuklah organisasi ke- tentaraan yang bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

4. Pembentukan Lembaga Pemerintahan di Seluruh Daerah di Indonesia
Bentuk pemerintah daerah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18 (sebelum diamandemen). Pasal tersebut berbunyi: Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang dengan memandang dan mengingat dasar musyawarah dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa. Berdasarkan bunyi pasal tersebut, berarti daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah provinsi. Setiap daerah provinsi akan dibagi pula dalam daerah yang lebih kecil.

Sesuai dengan keputusan PPKI tanggal 18 Agustus 1945 bahwa tugas presiden dibantu oleh Komite Nasional, di daerah-daerah tugas gubernur (kepala daerah) juga dibantu oleh Komite Nasional di daerah. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Daerah yang ada di tiap-tiap provinsi merupakan lembaga yang akan berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebelum diadakan pemilihan umum. Dengan terbentuknya pemerintahan di daerah, yang dibantu oleh Komite Nasional di daerah, diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan, baik di tingkat pusat maupun di daerah.

Subtema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan
Peristiwa Lahirnya Pancasila
Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca dan sila. Panca artinya lima, dan sila artinya dasar. Jadi, Pancasila berarti lima dasar atau lima asas.

Istilah pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit, yaitu terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Dalam kitab Sutasoma, pancasila berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima

Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara terjadi pada saat Sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang pertama. Berikut usulan-usulan dasar negara yang disampaikan oleh tiga tokoh bangsa.

Pada tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengusulkan lima dasar negara, yaitu:
1. peri kebangsaan,
2. peri kemanusiaan,
3. peri ketuhanan,
4. peri kerakyatan, dan

Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo dalam pidato singkatnya mengusulkan lima asas:
1. persatuan
2. kekeluargaan
3. keseimbangangan lahir batin
4. musyawarah
5. keadilan rakyat

Pada hari terakhir Sidang BPUKPI tanggal 1 Juni1945, Ir. Soekarno berpidato tanpa teks tentang calon rumusan dasar negara Republik Indonesia, yaitu:
1. internasionalisme,
2. peri kemanusiaan,
3. mufakat atau demokrasi,
4. kesejahteraan sosial, dan
5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kemudian, untuk memberikan nama pada kelima dasar tersebut, diusulkan istilah “Pancasila”. Tanggal 1 Juni 1945 dianggap sebagai hari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, disahkan Undang-Undang Dasar 1945 pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945, termuat isi rumusan Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya pada alinea IV yang berbunyi sebagai berikut:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

E. Rangkuman Muatan SBdP
Subtema 1 : Peristiwa Kebangsaan Massa Penjajahan
Kompetensi Dasar
3.2Memahami tangga nada
4.2
Menyanyikan lagu-lagu dalam berbagai tangga nada dengan iringan musik

Lagu wajib adalah lagu yang wajib dipelajari oleh siswa dalam rangka menanamkan rasa cinta tanah air, menghargai jasa pahlawan, dan membakar semangat perjuangan agar selalu menyala. Ciri-ciri lagu wajib antara lain sebagai berikut.
  1. Lirik lagu wajib bertujuan untuk menanamkan sikap cinta tanah air, kepahlawanan, nasionalisme, serta rela berkorban demi bangsa dan negara.
  2. Biasanya, lagu wajib menggunakan irama yang penuh semangat dan atau berupa himne.
  3. Lagu-lagu wajib diajarkan, dipelajari, dan dihayati sesuai dengan maksud dan tujuan yang terkandung di dalamnya

Lagu Rayuan Pulau Kelapa diciptakan oleh Ismail Marzuki, lagu tersebut dinyanyikan dengan nada dasar Do = C, birama 4/4 dan tempo Andante atau sedang . Lagu Indonesia Raya diciptakan olh WR Supratman. Lagu tersebut dinyanyikan dengan nada dasar Do = G, birama 4/4 dan tempo Con Bravura yang arinya lagu tersebut dibawakan dengan semangat bergelora. Lagu Tanah Airku diciptakan oleh Ibu Sud dengan nada dasar Do=Bes. Birama 4/4 dan tempo Largetto atau cukup lambat

Subtema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan
Kompetensi Dasar
3.3Memahami pola lantai dalam tari kreasi daerah
4.3
Mempraktikkan pola lantai pada gerak tari kreasi daerah

Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari dalam tubuh manusia. Penampilan gerak tari akan terasa lebih indah jika ada iringan musiknya. Musik dan tari merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Musik dapat mengatur tempo gerak, sebagai pengiring, memberikan suasana, dan sebagai ilustrasi untuk mempertegas ekspresi gerak. Selain musik atau iringan tarinya, keindahan gerak tari juga dapat dilihat dari pola lantai saat penari memperagakan gerak tari. Pola lantai adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari dari perpindahan tempat satu ke tempat lain pada saat melakukan gerak tari.

Menurut jenisnya, ada tiga bentuk karya tari yang perlu kamu ketahui sebelum kita lebih lanjut membahas tentang pola lantai. Ada bentuk karya tari tunggal, karya tari berpasangan, dan bentuk tari kelompok.

Subtema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan
Kompetensi Dasar
3.4Memahami karya seni rupa daerah
4.4
Membuat karya seni rupa daerah

Seni rupa daerah adalah seni rupa yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Seni rupa daerah dapat disebut juga seni rupa tradisional karena dikerjakan secara turun-temurun di suatu daerah. Seni rupa daerah dapat berupa seni kerajinan, seni lukis, dan seni patung. Seni kerajinan meliputi seni tekstil (batik, tenun, dan songket), seni anyam, seni ukir, seni keramik. Hasil karya seni tekstil dan seni lukis berbentuk dua dimensi, yaitu memiliki ukuran panjang dan lebar. Hasil karya seni anyam, seni keramik, dan seni patung pada umumnya berbentuk tiga dimensi, yaitu memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi atau memiliki volume.

1. Seni Lukis Daerah
Seni lukis adalah seni menggambarkan objek-objek berupa pemandang- an alam, tumbuhan, binatang, manusia, benda di alam, untuk me- nimbulkan perasaan keindahan. Seni lukis daerah mengandung nilai- nilai budaya yang berkembang di suatu daerah.

Salah satu seni lukis daerah yang terkenal adalah seni lukis Kamasan dari Bali. Kamasan adalah sebuah desa di Kabupaten Klungkung yang

sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pelukis. Seni lukis Kamas-an merupakan seni lukis klasik yang biasanya bertema kisah pewayangan, kehidupan bangsawan, dan dongeng binatang. Para pelukis menggunakan warna alam yang dicampur dengan perekat yang menempel pada kanvas. Kanvas yang digunakan berupa kain kasar yang dicelup dengan bubur beras, lalu dijemur di bawah matahari. Setelah dijemur, kain digosok agar permukaannya halus dan siap untuk dibuat sketsa.

Seni Lukis Kaca
Seni lukis kaca Cirebon dibuat dengan cara terbalik menggunakan media kaca. Sketsa dibuat pada kertas yang kemudian ditempel pada kaca, lalu dilukis bagian sebaliknya dengan menggunakan kuas. Salah satu tema khas lukis kaca Cirebon adalah wayang dan batik Cirebon dengan&n motif mega mendung yang terkenal.

2. Seni Patung Daerah
Seni patung adalah seni membuat bentuk manusia atau binatang dengan bahan yang lunak atau bahan keras. Patung dari bahan lunak dibuat dengan teknik membentuk, sedangkan patung dari bahan keras dibuat dengan teknik meraut atau memahat.

Salah satu contoh patung tradisional adalah patung Asmat yang dibuat oleh suku Asmat yang tinggal di Pulau Papua. Masyarakat suku ini biasanya menggunakan kayu bakau untuk membuat patung yang menjadi bentuk hubungan mereka dengan nenek moyang. Oleh karenanya, tema pemahatan pada umumnya tentang penghargaan kepada nenek moyang mereka.

Walaupun hanya menggunakan peralatan sederhana seperti kapak batu, pisau dari tulang, dan paku yang dipipihkan, patung yang dihasilkan bernilai estetika dan religius yang sangat tinggi.

3. Seni Kriya
Seni kriya merupakan seni kerajinan dalam membuat benda-benda pakai berdasarkan kegunaan dan keindahannya dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai jenis seni kriya dapat dijumpai sehari-hari seperti seni tekstil berupa batik, songket, dan tenun. Selain itu, terdapat pula seni anyam dan seni ukir.

Karya seni kriya seperti batik, songket, dan tenun telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Karya seni tekstil biasanya digunakan pada acara-acara penting dalam masyarakat adat, mulai dari acara kelahiran, pernikahan, hingga kematian. Seni tekstil selalu menjadi bagian penting suatu daerah.

Seni anyaman merupakan seni menjalin bahan berbentuk bilah atau batang dengan menggunakan pola tertentu sehingga berbentuk sebuah benda. Seni anyam dibuat untuk memenuhi kebutuhan untuk membuat wadah- wadah dengan menggunakan bahan alam yang tersedia. Bahan-bahan yang digunakan pun sangat beragam, misalnya bilah bambu, rotan, lidi, akar-akaran, pelepah pisang, dan daun pandan. Seni anyam digunakan untuk membuat tikar, keranjang, bakul, kursi, dan alat rumah tangga lainnya.
Seni ukir juga telah lama menjadi bagian kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Seni ukir menggunakan motif tertentu yang memiliki makna dan keunikan tersendiri sesuai dengan budaya masyarakat. Seni ukir Bali berhubungan dengan agama Hindu yang menggunakan motif-motif tumbuhan, manusia, dan binatang. Ukiran Jepara (Jawa) berhubungan dengan agama Islam dan banyak menggunakan motif tumbuhan.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:13 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.