Home » » Mengidentifikasi Informasi Penting Pada Teks Nonfiksi

Mengidentifikasi Informasi Penting Pada Teks Nonfiksi

Pada Tema 5 kelas IV sekolah dasar dibahas mengenai teks nonfiksi.Pada kompetensi dasar 3.7 yaitu menggali pengetahuan baru yang terdapat pada teks non-fiksi. Sebuah tulisan dapat dikategorikan sebagai teks non-fiksi jika tulisan bersumber dari hasil pemikiran atau pendapat penulis yang dikembangkan berdasarkan data pendukung atau peristiwa yang nyata terjadi. Tidak hanya itu teks non-fiksi juga harus dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya sehingga data yang digunakan harus benar-benar valid.

A. Apa Itu Teks Non-Fiksi?
Karya tulis dibagi menjadi dua jenis teks, yaitu teks fiksi dan teks non-fiksi. Teks non-fiksi merupakan salah satu jenis karya tulis. Karya tulis merupakan hasil karangan dalam bentuk tulisan yang merupakan hasil pikiran, hasil pengamatan seseorang, dan disusun secara sistematis atau urut.

Teks nonfiksi adalah karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Beberapa contoh karya tulis teks non-fiksi antara lain ada laporan, ensiklopedia, artikel, berita, tulisan sejarah, karya ilmiah, kamus, buku referensi, buku petunjuk/panduan, buku pelajaran, directory, peta, skripsi, autobiografi, dan biografi.

Sedangkan teks fiksi adalah kisah atau cerita yang dibuat berdasar khayalan atau imajinasi pengarang. Cerita fiksi tidak benar-benar terjadi di dunia nyata. Beberapa contoh karya tulis yang termasuk teks fiksi antara lain ada cerpen, novel, cerita fantasi, dongeng, legenda, dan roman. 

B. Perbedaan Teks Fiksi dan Non-Fiksi
Teks fiksi tentu saja berbeda dengan teks non-fiksi. Jika teks fiksi berisi fakta yang benar-benar terjadi berbanding terbalik dengan teks fiksi yang berupa imajinasi dari penulis. Secara umum perbedaan antara teks non-fiksi dan teks fiksi antara lain sebagai berikut.
No.Teks FiksiTeks Non-Fiksi
1.Teks Fiksi ditulis pengarang berdasarkan imajinasi dan bersifat fiktifTeks non-fiksi disusun berdasarkan fakta atau realitas yang benar-benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
2.Fiksi dapat berbentuk cerpen, novel, cerita fantasi, dongeng, legenda, dan romanTeks non-fiksi dapat berbentuk aporan, ensiklopedia, artikel, berita, tulisan sejarah, dan karya ilmiah.
3.Teks Fiksi dipengaruhi oleh subjektivitas pengarang dan berusaha menggugah perasaan dan membangkitkan emosi pembaca,Teks non-fiksi berusaha mencapai taraf objektivitas yang tinggi, dan berusaha menggugah pikiran pembaca.
4.Bahasa dalam korya fiksi bersifat konotatif dan denotatif dan sangat mungkin menimbulkan taksiran tang beragamBahasa teks non-fiksi bersifat denotatif dan menunjuk pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak menimbulkan penaksiran yang beragam

Pada kelas rendah (kelas 1, 2, dan 3) teks non-fiksi menekankan pada hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan siswa, Contoh: menuliskan pengalaman menggunakan kalimat sederhana dengan hurufsambung, menulis karangan pendek tentang kegiatan anggota keluarga, dan menulis cerita sederhana tentang kesukaan dan ketidaksukaan

Pada pembelajaran kelas tinggi (kelas 4, 5, dan 6) teks non-fiksi menekankan pada keterampilan menulis yang lebih kompleks dan aplikatif. Contoh: membuat ringkasan, menulis teks prosedur, menulis deskripsi, menulis surat, menyusun laporan sederhana, meringkas subbab buku, menulis pengalaman pribadi, membuat iklan dan menulis surat resmi.

C. Cara Mengidentifikasi Teks Non-fiksi
Dalam teks non-fiksi, informasi penting merupakan inti fakta yang ingin disampaikan penulis dari teks itu. Informasi dalam teks itu ada yang tersurat atau sudah tertulis dalam teks, dan ada juga yang tersirat atau perlu dipahami lebih lanjut oleh pembaca.

Cara Mengidentifikasi Teks Non-Fiksi
  1. Membaca teks dengan seksama dan memahami makna setiap kalimat pada teks. Kita bisa membacanya dua sampai tiga kali agar lebih paham.
  2. Mencari kalimat utama.
  3. Menentukan ide pokok atau gagasan pokok dari teks. Kita bisa menandai kalimat yang mengandung kata kunci.
  4. Kita bisa menggunakan kata tanya apa, kapan, siapa, dimana, mengapa, dan bagaimana untuk mencari tahu informasi penting dan menyajikannya dalam kesimpulan.

D. Contoh Mengidentifikasi Teks Non-Fiksi
Tujuan mengidentifikasi teks non-fiksi adalah menemukan informasi penting dalam teks. Informasi adalah sekumpulan fakta yang menggambarkan sebuah kejadian atau peristiwa. Informasi tersebut bermanfaat agar semua orang mengetahui atau memahami suatu hal. Pada pembelajaran tema 5 kelas IV salah satu contoh teks non-fiksi adalah teks yang terdapat pada halaman 2 dan 3 pembelajaran 1. Berikut ini teks bacaaanya.

Raja Purnawarman, Panji Segala Raja
Raja Purnawarman mulai memerintah Kerajaan Tarumanegara pada tahun 395 M. Pada masa pemerintahannya, ia selalu berjuang untuk rakyatnya. Ia membangun saluran air dan memberantas perompak.
Raja Purnawarman, Panji Segala Raja
Raja Purnawarman sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Ia memperbaiki aliran Sungai Gangga di daerah Cirebon. Dua tahun kemudian, ia juga memperbaiki dan memperindah alur Sungai Cupu sehingga air bisa mengalir ke seluruh kerajaan. Para petani senang karena ladang mereka mendapat air dari aliran sungai sehingga menjadi subur. Ladang para petani tidak kekeringan pada musim kemarau.

Raja Purnawarman juga berani memimpin Angkatan Laut Kerajaan Tarumanegara untuk memerangi bajak laut yang merajalela di perairan Barat dan Utara kerajaan. Setelah Raja Purnawarman berhasil membasmi semua perompak, keadaan menjadi aman. Rakyat di Kerajaan Tarumanegara kemudian hidup aman dan sejahtera.

Sebagai wujud kecintaan rakyat Kerajaan Tarumanegara kepada Raja Purnawarman, telapak kakinya diabadikan dalam bentuk prasasti yang dikenal sebagai Prasasti Ciaruteun.

Setelah membaca teks tersebut, jawab pertanyaan berikut!
1. Tuliskan perjuangan yang dilakukan oleh Raja Purnawarman!
Perjuangan yang dilakukan oleh Raja Purnawarman adalah dia membuat saluran air yang dihubungkan dari sungai Citarum, Jawa barat dan memberantas perompak.

2. Tuliskan sikap kepahlawanan yang dimiliki oleh Raja Purnawarman!
Sikap kepahlawanan yang dimiliki oleh Raja Purnawarman adalah berani dan pantang menyerah memberantas kejahatan untuk keamanan dan kesejahteraan rakyatnya.

3. Apa yang dirasakan rakyat Kerajaan Tarumanegara atas perjuangan yang dilakukan oleh Purnawarman?
Dampak perjuangan yang dilakukan oleh Purnawarman bagi rakyat Tarumanegara adalah karena ladang milik mereka mendapatkan air dari aliran sungai sehingga menjadi subur dan tidak menderita kekeringan pada musim kemarau, keadaan menjadi aman karena para perompak telah dikalahkan. Rakyat di Kerajaan Tarumanegara kemudian hidup aman dan sejahtera.

4. Menurutmu, bagaimana kehidupan rakyat kerajaan Tarumanegara jika Rajanya tidak memiliki sikap kepahlawanan?
Jika Kerajaan Tarumanegara tidak dipimpin oleh Raja Purnawarman, kehidupan rakyatnya tidak akan aman dan sejahtera karena tidak ada yang memperbaiki saluran air dan memberantas perompak. Tetapi, mungkin saja akan ada tokoh lain yang melakukan hal tersebut.

5. Ceritakan kembali isi teks berdasarkan jawaban-jawabanmu. Tulisanmu harus memperhatikan peristiwa yang ada, runtut, dan menggunakan ejaan yang benar
Raja Purnawarman adalah raja Kerajaan Tarumanegara yang hidup di masa kerajaan Hindu. Karena Raja Purnawarman, rakyat Kerajaan Tarumanegara hidup aman dan sejahtera. Raja Purnawarman adalah raja yang berani melawan kejahatan, pantang menyerah, dan cinta rakyatnya karena telah berjuang dengan gigih membela rakyatnya. Beliau memimpin armada laut untuk menupas perompak yang merajalela. Sebagai wujud kecintaan rakyat Kerajaan Tarumanegara kepada Raja Purnawarman, telapak kakinya diabadikan dalam bentuk prasasti yang dikenal sebagai Prasasti Ciareteun.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:23 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.