Home » » Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi Selamat Datang, Air Bersih!

Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi Selamat Datang, Air Bersih!

Pada Kegiatan Berbasis Proyek dan Literasi  kali ini akan membahas tentang ketersediaan air bersih. Literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan bentuk-bentuk bahasa tertulis yang dibutuhkan oleh masyarakat dan /atau dihargai oleh individu. Pada kegiatan ini siswa akan membaca senyap bacaan tentang air bersih. Guru juga menjelaskan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa setelah membaca senyap bacaan yang tersedia. Salah satunya adalah menjawab pertanyaan tentang bancaan yang telah dibaca siswa. Simak penjelasannya berikut ini.

Selamat Datang, Air Bersih!
Penulis: Karunia Sylviany Sambas Dongeng Anak Terpilih
Kategori Air Minum-Lomba Menulis Dongeng Anak KSAN 2015

Tika dan keluarganya tinggal di Desa Simpang Kawat, Asahan. Mereka baru saja pindah ke sini untuk mengikuti Bunda yang dipindahtugaskan mengajar di SD setempat.

Awalnya, tinggal di sini menyenangkan. Banyak anak seusia Tika yang menemaninya bermain. Namun, lama-kelamaan Tika merasa kecewa. Ternyata, air bersih masih sulit didapat. Air di sini berwarna agak kuning. Setelah hujan turun, airnya agak bening. Tapi, begitu dibiarkan semalaman, akan ada benda kuning yang melayang di dalam air. Kata Bunda, itu namanya parak.

Kata Bunda lagi, walaupun berwarna kuning, para warga menggunakan air itu untuk kepentingan sehari-hari, misalnya memasak, mencuci, dan mandi.

“Bun, tinggal di sini tidak enak, ya. Lebih enak tinggal di kota,” ujar Tika.

Bunda tersenyum mendengar keluhan putrinya.

“Siapa bilang tidak enak? Nanti Tika akan dapat kejutan di tempat ini.

” Hari Minggu ini Ayah tampak sibuk di halaman belakang bersama seorang lelaki muda. Ayah lalu memperkenalkan Tika pada lelaki muda itu, yang ternyata bernama Bang Mursali, tetangga di sebelah rumah.

Kata Bang Mursali, air di desa ini memang berwarna agak kuning. Tapi, para warga punya cara agar air kuning itu menjadi bening.

“Desa ini kan dekat dengan area persawahan, jadi warna airnya kurang baik,” jelas Bang Mursali yang ternyata bekerja sebagai tenaga penyuluh.

“Kita akan membuat alat penyaring sederhana untuk membuat air bening,” ucap ayah.

Tika jadi penasaran. Ia melihat ada potongan batu bata, ijuk, arang, pasir, dan kerikil. Ada juga drum plastik, keran air, lem pipa, pisau, dan beberapa timba air.

Tika memperhatikan kerja Bang Mursali. Mula-mula, ia membuat lubang dengan jarak 10 sentimeter dari dasar drum. Ukuran diameter lubang disesuaikan dengan diameter keran. Setelah lubang selesai, keran dipasang dengan menggunakan lem pipa.
Air Bersih
“Tika mau menyusun benda-benda ini ke dalam drum?” tunjuk Ayah pada batu bata, ijuk, arang, pasir, dan kerikil.

Tika mengangguk cepat. Ia sudah tak sabar ingin ikut membantu.

Ayah membimbing Tika mengisi drum. Kerikil diletakkan di bagian dasar, lalu berturut-turut ijuk, pasir, arang, ijuk lagi, dan terakhir potongan batu bata.

“Selesai!” Bang Mursali mengacungkan jempolnya pada Tika.

Ayah mengambil air kuning beberapa timba. Lalu, air itu dimasukkan ke dalam drum. Beberapa menit kemudian, air keluar melalui keran. Walaupun belum terlalu bening, warna kuning air itu sudah mulai memudar.

“Horeee!” Tika berteriak gembira.

“Nanti lama, kelamaan airnya akan lebih bening lagi, Pak,” jelas Bang Mursali.

Bunda datang membawa goreng pisang dan teh hangat. “Sudah dapat kejutannya, kan, Nak?” tanya Bunda.

Tika mengangguk. Ternyata, ini kejutan yang Bunda maksud. Kalau di sekolah hanya belajar teori, hari ini Tika belajar IPA secara langsung.

“Selamat datang, air bersih!

A. Jawablah pertanyaan berikut ini berdasarkan bacaan tersebut.
1. Siapakah tokoh utama pada cerita tersebut?
Tokoh utama pada cerita tersebut adalah Tika.
2. Permasalahan apakah yang timbul pada cerita tersebut?
Permasalahan yang terjadi pada cerita adalah air bersih masih sulit didapat. Air di tempat tersebut berwarna agak kuning.
3. Bagaimanakah pemecahan masalah berdasarkan cerita tersebut?
Dalam bacaan "Selamat Datang Air Bersih", pemecahan masalah berdasarkan cerita tersebut adalah penggunaan penyaring air sederhana untuk menghilangkan warna kekuningan pada air sehingga menjadi lebih bening.
4. Pesan apakah yang dapat kamu petik dari cerita tersebut?
Pesan yang diperoleh dari cerita adalah kita harus menjaga ketersediaan air bersih

B. Kegiatan Proyek
Bersama dengan kelompokmu, lakukanlah kegiatan berikut.
  1. Carilah informasi dari berbagai sumber tentang cara penjernihan air.
  2. Gambarlah bagan atau diagram yang menunjukkan cara penjernihan air sederhana.
  3. Lakukanlah percobaan penjernihan air tersebut dan buatlah kesimpulanmu.
  4. Sebutkanlah pengaruh kegiatan manusia di sekitarmu yang dapat mengganggu ketersediaan sumber air bersih.
  5. Pada ekosistem hutan, sebutkanlah fungsi air bersih bagi ekosistem tersebut

Salah satu cara mendapatkan air bersih adalah menggunakan saringan air sederhana. Pada saringan air sederhana ini selain menggunakan kerikil, sabut kelapa, ijuk, dan arang juga ditambah satu buah lapisan spon sebagai lapisan terakhir. Saringan air yang kita buat ini hanya merupakan simulasi bagaimana cara untuk mendapatkan air bersih secara sederhana dan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar rumah kita. Pada pembuatan saringan air yang sesungguhnya tentu diperlukan bahan-bahan yang lebih banyak. Berikut ini cara membuat saringan air sederhana.

1. Alat dan bahan:
  • Gunting atau cutter digunakan untuk memotong bagian bawah botol air mineral.
  • Botol plastik air mineral ukuran 1.500 ml, digunakan sebagai wadah penyaringan air.
  • Kerikil, sebagai penyaring air yang pertama
  • Sabut kelapa, sebagai penyaring air tingkat kedua
  • Ijuk, sebagai penyaring air ketiga
  • Arang, sebagai penyaring air keempat
  • Spon, sebagai penyaring air terakhir atau paling bawah
  • Bak penampung berguna untuk menampung air hasil saringan, bak penampung dapat menggunakan mangkok atau alat yang lain.

2. Langkah kerja:
  1. Untuk memastikan bahan-bahan yang kita gunakan benar-benar bersih, cuci bersih semua bahan yang akan digunakan, kemudian keringkan.
  2. Ambil botol plastik air mineral bekas ukuran 1.500 ml atau ukuran 1,5 liter. Potong bagian dasarnya menggunakan gunting atau cutter. Mintalah bantuan orang dewasa atau guru untuk memotongnya karena menggunakan gunting atau cutter dapat mengenai tangan.
  3. Buka tutup botol, lalu tempatkan botol air di bak penampungan, secara terbalik pegang botol air mineral supaya tidak roboh saat dilakukan pengisian bahan-bahan penyaring air.
  4. Susunlah bahan-bahan yang diperlukan sesuai urutan yaitu paling atas adalah kerikil, sabut kelapa, arang, ijuk, dan terakhr adalah spons.
  5. Letakkan bak penampung di bawah botol untuk menampung air hasil saringan.
  6. Tuangkan beberapa gayung air kotor perlahan melalui botol penyaring.
  7. Secara terus menerus, tuang air kotor tersebut hingga air yang tertampung berubah menjadi lebih jernih.
  8. Apabila hasil saringan masih kurang bersih lakukan penyaringan sekali lagi agar mendapatkan air yang benar-benar bersih.

Setelah melakukan penyaringan air dengan menggunakan alat sederhana tugas selanjutnya adalah membuat laporan hasil pengamatan. Salah satu bagian dalam pengamatan berisi tentang hasil pengamatan dan kesimpulan.
Penjernih air 
Hasil Pengamatan
Hasil penjernihan air dapat dilihat melalui gambar sebelumnya. Dimana air yang semula warnanya keruh berubah menjadi lebih bening. Hal ini karena bahan-bahan yang digunakan, seperti batu kerikil, sabut kelapa, arang, ijuk, dan spons. Adapun batu-batu kerikil dan sabut kelapa yang digunakan pada alat penjernihan air sederhana tersebuat adalah untuk menyaring material-material yang berukuran besar, contoh : daun-daun, lumut, ganggang, dan lain-lain. Sementara arang, ijuk, dan spons berfungsi untuk menyaring atau menghilangkan bau, warna, zat pencemar dalam air, sebagai pelindung dan penukaran resin dalam alat atau penyulingan air.

Kesimpulan :
Cara-cara manusia untuk mendapatkan air bersih melalui proses pembuatan alat penyaringan atau penjernihan air. Salah satunya, dapat dilakukan dengan metode filtrasi dari benda-benda seperti kerikil, sabut kelapa, arang, ijuk, dan spons yang dapat menyaring kotoran pada air limbah yang menjadikan air lebih bening.

Kegiatan Manusia Yang Memengaruhi Ketersediaan Air Bersih
Kegiatan manusia yang dapat mengganggu ketersediaan air bersih antara lain :
  1. Adanya pencemaran air karena limbah rumah tangga dan industri.
  2. Penggunaan air bersih yang boros dan kurang bijak.
  3. Kurangnnya tumbuhan atau pohon-pohon untuk menyerap air hujan sehingga mempengaruhi ketersediaan air tanah.
  4. Penebangan hutan yang tidak disertai dengan reboisasi mengakibatkan ait tanah tidak tertampung.
  5. Betonisasi mangakibatkkan air resapan berkurang.

Manfaat Air Bersih Bagi Ekosistem Hutan
Selain manusia, air bersih juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga ekosistem lingkungan. Misalnya, air bersih di ekosistem hutan dapat menjaga kelangsungan hidup tumbuhan dan hewan. Pada ekosistem hutan air bersih dibutuhkan hewan sebagai air minum dan membersihkan diri. Sedangkan tumbuhan membutuhkan air bersih untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:12 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.