Teks biografi merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain. Umumnya biografi berisi tulisan yang memaparkan riwayat kehidupan seseorang berdasarkan fakta, data, dan peristiwa atau kejadian yang dialami. Bahasa yang digunakan dalam teks biografi harus lugas, jelas, serta tidak bertele-tele agar tidak menimbulkan pemahaman yang berbeda dan bias pada pembaca
Untuk memahami sebuah teks biografi, kalian perlu memperhatikan ide pokok dan ide penjelas di dalamnya. Ide pokok merupakan sebuah topik yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Karena itu, bentuk kalimatnya bersifat umum. Sedangkan, ide penjelas adalah uraian atau pengembangan dari ide pokok. Ide penjelas bisa berisi keterangan, contoh, maupun rincian.
Letak ide pokok umumnya mengikuti letak kalimat utama, yaitu pada awal paragraf (deduktif), akhir paragraf (induktif), dan campuran keduanya. Berikut ini contoh letak ide pokok pada paragraf deduktif dan induktif.
1. Ide pokok pada paragraf deduktif
Aman Datuk Madjoindo lebih dikenal sebagai penulis cerita anak-anak. Ketenarannya sebagai penulis cerita anak disebabkan profesinya sebagai pengasuh rubrik cerita anak-anak di majalah Panji pustaka. Di majalah mingguan itu, ia sering memublikasikan cerita anak. Sudah tidak terhitung jumlah cerita anak yang sudah ditulisnya selama bekerja di majalah tersebut.
Ide pokok: Aman Datuk Madjoindo penulis cerita anak.
Kalimat utama: Aman Datuk Madjoindo lebih dikenal sebagai penulis cerita anak-anak .
Ide penjelas:
a. Ketenarannya karena mengasuh rubrik cerita di Panji Pustaka.
b. Ia sering memublikasikan cerita anak.
c. Tidak terhitung jumlah cerita anak yang ditulisnya.
2. Ide pokok pada paragraf induktif
Kartini saat itu menganggap wanita pribumi banyak yang tidak memiliki pendidikan layak sehingga tidak mengenal baca tulis. Mereka juga sering mendapat perlakuan diskriminasi jenis kelamin. Selain itu, wanita pribumi juga kerap tidak mendapatkan persamaan hak, kebebasan berpendapat, dan kesetaraan hukum. Itulah beberapa alasan Kartini yang bercita-cita ingin memajukan wanita Indonesia.
Ide penjelas:
a. Kartini menganggap wanita pribumi tidak memiliki pendidikan.
b. Mereka mendapat perlakukan diskriminasi.
c. Wanita pribumi tidak mendapat persamaan hak, kebebasan berpendapat, dan kesetaraan hukum.
Kalimat utama: Itulah beberapa alasan Kartini yang bercita-cita ingin memajukan wanita Indonesia.
Ide pokok: Alasan Kartini ingin memajukan wanita Indonesia
| Paragraf | Ide Pokok | Ide Penjelas |
|---|---|---|
| Paragraf 1 | Nama Ki Hadjar Dewantara bukanlah nama pemberian orang tuanya sejak lahir |
|
| Paragraf 2 | Pada masanya, Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai penulis andal. |
|
| Paragraf 3 | Pada tanggal 25 Desember 1912, mereka mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. |
|
| Paragraf 4 | Akibat aktivitas dan tulisannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jenderal Idenburg menjatuhkan hukuman pengasingan terhadap Ki Hadjar Dewantara. |
|
| Paragraf 5 | Di tanah air, Ki Hadjar Dewantara semakin mencurahkan perhatiannya di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan. |
|
| Paragraf 6 | Selama aktif di Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara juga tetap rajin menulis. |
|
| Paragraf 7 | Setelah kemerdekaan Indonesia berhasil direbut dari tangan penjajah dan stabilitas pemerintahan sudah terbentuk, Ki Hadjar Dewantara kemudian dipercaya oleh Presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. |
|
| Paragraf 8 | Untuk mengenang jasa-jasa dan melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara, pihak penerus perguruan Taman Siswa mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta. |
|
| Paragraf 9 | Kini, nama Ki Hadjar Dewantara diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (Bapak Pendidikan Nasional). |
|










Thanks
ReplyDeletebner ga jawabannya?
Delete