Home » , » Kreativitas Membuat Kaus Lama Menjadi Baru

Kreativitas Membuat Kaus Lama Menjadi Baru

Pada Pembelajaran Bab VII asal-usul muatan Bahasa Indonesia Kelas IV kita akan belajar tentang berkreasi membuat proyek atau karya untuk melatih kemampuan berbahasa Indonesia, dibantu guru atau orang tua.

Kegiatan ini bisa dilakukan di rumah maupun sekolah, sebaiknya di luar ruangan. Guru bisa berkomunikasi dengan orang tua untuk mendampingi peserta didik beraktivitas dengan pewarna alami dan menciptakan batik dari kaus bekas. Menggunakan kaus bekas akan menyenangkan karena peserta didik bisa memakai kaus karya sendiri.

Namun demikian, jika hal itu tidak memungkinkan, peserta didik tetap bisa menggunakan media lain untuk menggambar batiknya, misalnya kain lain atau kertas. Peserta didik bisa membuat taplak meja untuk di rumah. Akan berkesan jika pada hari tertentu semua peserta didik dan guru sama-sama mengenakan kaus batik buatan sendiri.

Kain celup ikat adalah kain yang diperoleh dengan memberi motif dengan cara mengisi kain kemudian diikat dengan cara tertentu sehingga bagian yang diikat menjadi motif sesuai dengan warna asli kainnya atau tidak berwarna. Celup ikat atau Jumputan adalah nama sebuah karya seni yang dibuat pada kain celup ikat.

Celup ikat merupakan hasil produk yang diperoleh dari kombinasi proses batik dan proses teknik kerajinan. Menciptakan motif atau ragam hias celup ikat perlu proses tertentu dan disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Celup ikat sebetulnya sudah sejak lama menjdi salah satu produk unggulan kerajinan masyarakat.

Teknik celup ikat mengalami perkembangan dari satu daerah ke daerah lainnya, namun proses pembuatannya pada dasarnya adalah sama. Mula-mula bagian-bagian tertentu dari permukaan kain dijelujur, dilipat atau dipilin, kemudian diikat hingga kedap air. Sering kali plastik digunakan untuk membungkus bagian kain yang tidak akan diwarnai. 

Kain yang telah diikat dicelup ke dalam zat pewarna. Intensitas celupan serta lamanya waktu perendaman tergantung pada hasil warna yang diinginkan. Setelah proses pencelupan, kain digantung dan ditiriskan sebentar agar tetesan cairan pewarna habis. Kemudian ikatan dibuka dan kain dibentang. Corak-corak yang terbentuk karena adanya ikatan yang merintangi masuknya warna akan terlihat.

Ada 3 teknik ikatan dasar yang dikenal, yaitu: 
  1. Ikatan Tunggal :Teknik ikatan tunggal dilakukan dengan cara memberikan ikatan pada kain dengan satu kali ikatan saja, sehingga didapat satu motif ikatan.
  2. Ikatan Ganda : Pada teknik ikatan ganda, kain diberi ikatan lebih dari satu ikatan sehingga didapat motif ikatan lebih dari satu atau ganda.
  3. Ikatan Silang : Pada teknik ikatan silang, ikatan dilakukan secara menyilang sehingga didapat motif ikatan dalam bentuk menyilang satu dengan yang lainnya. 

Alat dan Bahan:
Alat dan bahan
  1. Kaus
  2. Karet gelang (Banyak)
  3. Ember/baskom
  4. Kelereng botol plastik bekas atau wadah lainnya
  5. Kunyit parut
  6. Kulit manggis
  7. Kulit rambutan

Cara Membuat:
Cara Membuat
  1. Rebus bahan yang akan kalian jadikan pewarna di dalam panci terpisah. Satu bahan di satu panci. Mintalah bantuan orang tua atau orang dewasa lainnya untuk melakukannya.
  2. Setelah air rebusan dingin, saringlah. Masukkan setiap pewarna ke dalam wadah atau botol plastik
  3. Puntir, lipat, atau gulung kaus. Lakukan ini pada bagian tertentu saja, atau keseluruhan kaus. Eratkan dengan mengikatnya dengan beberapa karet gelang. Kalian juga dapat menyelipkan beberapa kelereng atau kerikil, lalu mengikatnya erat-erat.
  4. Siramkan pewarna yang kalian suka ke kaus tersebut. Kalian boleh memakai satu warna atau banyak warna. Biarkan beberapa jam supaya pewarna meresap.
  5. Jemur sampai kering. Lalu, bilas kaus dengan air bersih dan jemur kembali. Kalian mendapatkan kaus baru!

Demikian pembahasan mengenai Kreativitas Membuat Kaus Lama Menjadi Baru. Semoga tulisan ini bermanfaat

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:39 AM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.