Home » » Bagaimana Menghitung Nilai Indeks Literasi/Numerasi

Bagaimana Menghitung Nilai Indeks Literasi/Numerasi

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya kesenjangan antarkelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antardaerah, atau pun kesenjangan antarkelompok berdasarkan atribut tertentu). Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.
Hasil Asesmen
Hasil asesmen Nasional dilaporkan pada rentang nilai 1,00 - 3,00 berbeda dari umumnya nilai ujian yang memiliki rentang 0 - 100. Nilai 1,00 berarti seluruh aspek/subaspek dalam indikator tersebut kategori pencapaiannya kuarang. Sedangkan nilai 3,00 berarti seluruh aspek/subaspek dalam indikator tersebut kategori capaiannya baik.

1. KEMAMPUAN LITERASI
Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Atribut Sekolah
DI ATAS KOMPETENSI MINIMUMMENCAPAI KOMPETENSI MINIMUMDI BAWAH KOMPETENSI MINIMUMJAUH DI BAWAH KOMPETENSI MINIMUM
Murid di sekolah menunjukkan tingkat literasi membaca yang cakap dan cukup banyak murid berada pada level mahirSebagian besar murid telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca namun perlu upaya mendorong lebih banyak murid menjadi mahir.Kurang dari 50% murid telah mencapai kompetensi minimum untuk literasi membaca.Sebagian besar murid belum mencapai batas kompetensi mininum untuk literasi membaca
Rentang Nilai
2,10 s.d. 3,001,80 s.d. 2,091,40 s.d. 1,791,00 s.d. 1.39

Atribut Murid
MAHIRCAKAPDASARPERLU INTERVENSI KHUSUS
Peserta didik mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks; mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap isi teksPeserta didik mampu membuat interpretasi dari informasi implisit yang ada dalam teks; mampu membuat simpulan dari hasil integrasi beberapa informasi dalam suatu teks.Peserta didik mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks serta membuat interpretasi sederhana.Peserta didik belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks ataupun membuat interpretasi sederhana
  • A.1.1 Kompetensi membaca teks informasi. Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks informasional (non-fiksi). 
  • A.1.2 kompetensi membaca teks sastra. Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks fiksi. 
  • A.1.3 kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks (L2). Kemampuan peserta didik dalam membandingkan dan mengontraskan ide atau informasi dalam atau antarteks, membuat kesimpulan, mengelompokkan, mengombinasikan ide dan informasi dalam teks atau antarteks informasional (non-fiksi) dan sastra. 
  • A.1.4 Kompetensi mengevaluasi dan merefleksi isi teks (L3). Kemampuan peserta didik dalam menganalisis, memprediksi, dan menilai konten, bahasa, dan unsur-unsur dalam teks informasional (non-fiksi) dan sastra.

2. Kemampuan Numerasi
Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Atribut Sekolah
DI ATAS KOMPETENSI MINIMUMMENCAPAI KOMPETENSI MINIMUMDI BAWAH KOMPETENSI MINIMUMJAUH DI BAWAH KOMPETENSI MINIMUM
Murid di sekolah menunjukkan tingkat numerasi yang cakap dan cukup banyak murid berada pada level mahir.Sebagian besar murid telah mencapai batas kompetensi minimum untuk numerasi namun perlu upaya mendorong lebih banyak murid menjadi mahir.Kurang dari 50% murid telah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi.Sebagian besar murid belum mencapai batas kompetensi mininum untuk numerasi.
Rentang Nilai
2,10 s.d. 3,001,80 s.d. 2,091,40 s.d. 1,791,00 s.d. 1.39

Atribut Murid
MAHIRCAKAPDASARPERLU INTERVENSI KHUSUS
Peserta didik mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks serta nonrutin berdasarkan konsep matematika yang dimilikinya.Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan matematika yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam.Peserta didik memiliki keterampilan dasar matematika: komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin.Peserta didik hanya memiliki pengetahuan matematika yang terbatas (penguasaan konsep yang parsial dan keterampilan komputasi yang terbatas).
  • A.2.1 Kompetensi pada domain bilangan. Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten bilangan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. 
  • A.2.2 Kompetensi pada domain Aljabar. Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten aljabar untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. 
  • A.2.3 Kompetensi pada domain Geometri. Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten geometri untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. 
  • A.2.4 Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian. Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten data dan ketidakpastian untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. 
  • A.2.5 Kompetensi mengetahui (L1). Kemampuan peserta didik memahami fakta, proses, konsep, dan prosedur. 
  • A.2.6 Kompetensi menerapkan (L2). Kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, relasi, proses, konsep, prosedur, dan metode pada konten bilangan dengan konteks situasi nyata untuk menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan. 
  • A.2.7 Kompetensi menalar (L3). Kemampuan peserta didik menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman dalam situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau konteks yang lebih kompleks.

3 Karakter
Tingkat karakter pelajar pancasila yang bersifat holistik mencakup komponen pengetahuan, afektif, keterampilan, dan perwujudan dalam perilaku.

Atribut Sekolah
MEMBUDAYABERKEMBANGPERLU DIKEMBANGKANBELUM TERINTERNALISASI
Murid secara proaktif dan konsisten menerapkan nilainilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hari.Murid terbiasa menerapkan nilainilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hariMurid telah menyadari pentingnya nilainilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global, namun masih perlu dukungan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Murid belum memiliki kesadaran akan pentingnya nilainilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global
Rentang Nilai
2,26 s.d. 3,002,01 s.d. 2.251,85 s.d. 2,001,00 s.d. 1.39

INDIKATOR
IndikatorRentang Nilai
A.3.1
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia. Karakter murid yang berkaitan dengan beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
MEMBUDAYA
Murid secara proaktif dan konsisten telah menerapkan perilaku yang menunjukkan berakhlak baik pada sesama manusia, alam, dan negara
2,26 s.d. 3,00
BERKEMBANG
Murid memiliki kesadaran akan pentingnya berakhlak baik pada sesama manusia, alam, dan negara, serta sudah menerapkannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari
1,85 s.d. 2,25
PERLU DITINGKATKAN
Murid menyadari pentingnya berakhlak baik pada sesama manusia, alam, dan negara, namun belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
1,00 s.d. 1,84
A.3.2
Gotong Royong. Kesediaan dan pengalaman berkontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial
MEMBUDAYA
Murid telah mengimplementasikan dan menggerakkan aktivitas terkait kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial secara proaktif serta konsisten
2,26 s.d. 3,00
BERKEMBANG
Murid memiliki kesediaan dan kemauan berkontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan sosial, serta sudah diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari
1,85 s.d. 2,25
PERLU DITINGKATKAN
Murid menyadari pentingnya kontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan sosial, namun belum sepenuhnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari
1,00 s.d. 1,84
A.3.3
Kreativitas. Kesenangan dan pengalaman untuk menghasilkan pemikiran, gagasan, serta karya yang baru dan berbeda
MEMBUDAYA
Murid telah mengimplementasikan dan menggerakkan aktivitas terkait kegiatan yang menghasilkan pemikiran, gagasan, serta karya yang baru dan berbeda secara rutin serta konsisten
2,26 s.d. 3,00
BERKEMBANG
Murid memiliki kesenangan dan pengalaman untuk menghasilkan pemikiran, gagasan, serta karya yang baru dan berbeda, serta sudah diimplementasikan secara optimal
1,85 s.d. 2,25
PERLU DITINGKATKAN
Murid memiliki kesenangan dan pengalaman untuk menghasilkan pemikiran, gagasan, serta karya yang baru dan berbeda, namun belum sepenuhnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari
1,00 s.d. 1,84
A.3.4
Nalar Kritis. Kemauan dan kebiasaan membuat keputusan yang etis berdasarkan analisis logis dan pertimbangan yang objektif atas beragam bukti dan perspektif
MEMBUDAYA
Murid secara rutin dan konsisten telah menelusuri, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat.
2,26 s.d. 3,00
BERKEMBANG
Murid terbiasa untuk menelusuri, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat
1,85 s.d. 2,25
PERLU DITINGKATKAN
Murid menyadari pentingnya menelusuri, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat, namun belum sepenuhnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari
1,00 s.d. 1,84
A.3.5
Kebinekaan Global. Ketertarikan terhadap keragaman di berbagai negara serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu global
MEMBUDAYA
Murid secara rutin dan konsisten menunjukkan ketertarikan terhadap keragaman di berbagai negara serta peduli terhadap isu-isu global
2,26 s.d. 3,00
BERKEMBANG
Murid memiliki ketertarikan terhadap keragaman di berbagai negara serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu global, dan sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
1,85 s.d. 2,25
PERLU DITINGKATKAN
Murid menyadari adanya ketertarikan terhadap keragaman di berbagai negara serta pentingnya kepedulian terhadap isu-isu global, namun belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
1,00 s.d. 1,84
A.3.6
Kemandirian. Kemauan dan kebiasaan mengelola pikiran, perasaan, dan tindakan untuk mencapai tujuan belajar dalam berbagai konteks
MEMBUDAYA
Murid secara rutin dan konsisten mampu mengelola pikiran, perasaan, dan tindakan untuk mencapai tujuan belajar
2,26 s.d. 3,00
BERKEMBANG
Murid terbiasa mengelola pikiran, perasaan, dan tindakan untuk mencapai tujuan belajar dalam kehidupan sehari-hari
1,85 s.d. 2,25
PERLU DITINGKATKAN
Murid menyadari pentingnya mengelola pikiran, perasaan, dan tindakan untuk mencapai tujuan belajar, namun belum sepenuhnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari
1,00 s.d. 1,84

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:30 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.