Home » » Kepadatan Penduduk Indonesia

Kepadatan Penduduk Indonesia

Untuk menggambarkan komposisi penduduk di Indonesia, para ahli demografi atau ahli kependudukan menggunakan sejumlah ukuran, diantaranya bilangan jumlah, kepadatan, dan komposisi. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu daerah per satuan luas. Kepadatan penduduk disuatu daerah bisa dihitung dengan rumus : Kepadatan penduduk : Jumlah penduduk total / Luas wilayah. Komposisi penduduk adalah penyusunan atau pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertantu. Adapun kriteria yang digunakan antara lain kriteria usia dan jenis kelamin, angkatan kerja, dan rasio ketergantungan.

Berdasarkan data kependudukan dunia tahun 2012, Indonesia menempati urutan ke-4 jumlah penduduk terbesar di dunia. Adapun urutan pertama ditempati China (1,35 milyar jiwa), ke-2 India (1,260 milyar jiwa) dan ke-3 Amerika Serikat (314 juta jiwa). Sementara itu, hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 237.641.326 jiwa. Jika luas wilayah Indonesia mencapai 1.904.569 km², kepadatan penduduk Indonesia dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut. Angka kepadatan penduduk dihitung dengan cara membagi jumlah penduduk dengan luas wilayah. Jadi rumus yang digunakan adalah:
Kepadatan penduduk =   Jumlah Penduduk = 237.641.326 =125 Jiwa/km²
Luas Wilayah 1.904.569
Berdasarkan data jumlah penduduk tahun 2012, maka angka kepadatan penduduk Indonesia mencapai 135 jiwa/km². Angka kepadatan penduduk berdasarkan sensus tahun 2010 mencapai 125 jiwa/km².
No. Nama Provinsi Populasi (Jiwa) Luas Wilayah (km²) Kepadatan (jiwa/km²)
1. Nanggroe Aceh Darussalam 5.201.002 56.500,51 92
2. Sumatra Utara 12.450.911 72.427,81 172
3. Sumatra Barat 4.566.126 42.224,65 107
4. Riau 4.579.219 87.844,23 51
5. Jambi 2.635.968 45.348,49 58
6. Sumatera Selatan 6.782.339 60.302,54 112
7. Bengkulu 1.549.273 19.795,15 78
8. Lampung 7.116.177 37.735,15 188
9. Kepulauan Bangka Belitung 1.043.456 16.424,14 63
10. Kepulauan Riau 1.274.848 8.084,01 157
11. DKI Jakarta 8.860.381 740,29 11.968
12. Jawa Barat 38.965.440 36.925,05 1.055
13. Jawa Tengah 31.977.968 32.799,71 975
14. Daerah Istimewa Yogyakarta 3.343.651 3.133,15 1.067
15. Jawa Timur 36.294.280 46.689,64 777
16. Banten 9.028.816  9.018,64 1.001
17. Bali 3.383.572 5.449,37 620
18. Nusa Tenggara Barat 4.184.411 19.708,79 90
19. Nusa Tenggara Timur 4.260.294 46.137,87 92
20. Kalimantan Barat 4.052.345 120.114,32 33
21. Kalimantan Tengah 1.914.900 153.564,50 12
22. Kalimantan Selatan 3.446.631 37.530,52 91
23. Kalimantan Timur 3.779.260 230.277,00 16
24. Kalimantan Utara 530.425 85.618,00 6
25. Sulawesi Utara 2.128.780 13.930,73 152
26. Sulawesi Tengah 2.294.841 68.089,83 33
27. Sulawesi Selatan 7.509.704 46.116,45 162
28. Sulawesi Tenggara 1.963.025 36.757,45 54
29. Gorontalo 922.176 12.165,44 79
30. Sulawesi Barat 969.429 16.787,19 57
31. Maluku 1.251.539 47.350,42 26
32. Maluku Utara 884.142 39.959,99 22
33. Papua Barat 643.012 114.566,40 6
34. Papua 1.875.388 309.934,40 6
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa kepadatan penduduk Indonesia tidak merata antar provinsi. Sejumlah provinsi tampak jauh lebih padat dari provinsi lainya. Gambaran tersebut akan lebih mudah untuk diamati pada peta kepadatan penduduk Indonesia berikut ini.
kepadatan Penduduk
Berdasarkan peta kepadatan penduduk tampak bahwa Pulau Jawa jauh lebih padat dibandingkan dengan pulau lainnya di Indonesia. Pulau Jawa menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian negara, sehingga banyak penduduk yang tertarik untuk tinggal di wilayah ini. Kepadatan penduduk yang tinggi di Pulau Jawa dapat dijelaskan dengan melihat faktor geografis, khususnya faktor fisik berupa tanah yang lebih subur dan faktor sejarah. Kerajaan-kerajaan banyak berkembang di Pulau Jawa sehingga Pulau Jawa berkembang menjadi pusat aktivitas penduduk saat ini di Indonesia.

Jumlah dan kepadatan penduduk akan memengaruhi dinamika kehidupan masyarakatnya. Tentukan lima provinsi terpadat di Indonesia dengan aktivitas penduduk yang dominan!
No Nama Provinsi Kepadatan dan Aktivitas Dominan
1. DKI Jakarta Kepadatan 11.696 (perkantoran, perindustrian)
2. DI Yogyakarta Kepadatan 1067 (perdagangan, perindustrian, jasa)
3. Jawa Barat Kepadatan 1055 (perkebunan, pertanian)
4. Banten Kepadatan 1001 (perindustrian, perkebunan, perindustrian)
5. Jawa Tengah Kepadatan 975 ( perkebunan, pertanian)

Apa dampak sebaran penduduk yang tidak merata terhadap berbagai aspek kehidupan?
No Aspek Dampak Sebaran Penduduk yang Tidak Merata
1. Sosial
  1. Kriminalitas meningkat akibat dari kemiskinan di daerah yang padat penduduknya.
  2. Kurangnya fasilitas kesehatan, pendidikan, air bersih.
  3. Polusi pencemaran udara meningkat.
  4. Banyak permukiman kumuh di daerah perkotaan
2. Budaya
  1. Budaya masyarakat Indonesia yang suka bergotong royong dan bekerja sama akan hilang dan digantikan dengan budaya individualis masyarakat perkotaan (padat penduduk).
  2. Timbulnya keinginan untuk menguasai daerah lain yang jumlah penduduknya lebih sedikit.
3. Ekonomi
  1. Pemusatan kegiatan ekonomi pada satu daerah saja mengakibatkan ketimpangan.
  2. Luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sementara lahan di luar pulau Jawa belum dimanfaatkan dengan optimal
  3. Tidak meratanya pembangunan ekonomi
4. Politik
Banyak yang tidak puas dengan pemerintah karena tidak meratanya pembangunan. Pembangunan dipusatkan hanya di daerah yang padat penduduk saja, sehingga daerah yang penduduknya sedikit kurang diperhatikan.

Berikan ide yang kreatif untuk mengatasi masalah sebaran penduduk yang tidak merata di Indonesia!
No Aspek Cara Mengatasi Masalah Persebaran Penduduk
1. Sosial
  1. Menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana.
  2. Melaksanakan program transmigrasi untuk pemerataan penduduk
  3. Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan.
  4. Membuka lapangan kerja sebanyak mungkin di daerah daerah sehingga mencegah urbanisasi
2. Budaya
  1. Mengembangkan budaya saling menghargai dan menghormati sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial akibat pembangunan yang tidak merata,
  2. Peningkatkan rasa kekeluargaan, nilai etika dan gotong royong
3. Ekonomi
  1. Pengelolaan sumber daya alam digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat bukan hanya untuk pejabat saja.
  2. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari tahun ke tahun sehingga mengurangi kemiskinan
  3. Menciptakan lapangan kerja di daerah-daerah sehingga kegiatan ekonomi tidap terpusat di daerah perkotaan saja.
  4. Program Bantuan Rakyat Miskin dialihkan untuk kegiatan ekonomi yang produktif.
4. Politik
Pemerintah mengadakan pemerataan pembangunan sehingga tidak ada daerah yang tertinggal dan terisolir.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 12:44 AM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.