Home » , » Membaca Teks Cerita Awas

Membaca Teks Cerita Awas

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar Bab III lihat sekitar terdapat kegiatan membaca teks berjudul Awas. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah melalui kegiatan membaca cerita “Awas!” peserta didik dapat memahami dan menggunakan kata-kata dengan tepat.

Arti Warna Dasar Rambu-Rambu Lalu Lintas
Ada berbagai warna rambu lalu lintas dalam aturan di jalan raya. Kitapasti juga menyadari mengenai warna dari rambu lalu lintas. Namun apakah kita mengetahui seluruh arti rambu lalu lintas? Masing-masing warna rambu memiliki arti tersendiri yang patut dipahami. Khususnya bagi yang sering berkendara setiap harinya.

1. Warna Biru
Berbentuk persegi, berwarna dasar biru, lambang, huruf atau angka, dan kata-kata putih. Rambu ini berisi perintah wajib bagi pengguna jalan, atau penunjuk lokasi, misalnya petunjuk tempat menyeberang untuk pejalan kaki, atau tempat membuang sampah.

2. Warna Merah
Warna dasar putih dengan lingkaran merah, huruf atau angka berwarna hitam. Rambu ini bersifat larangan, misalnya dilarang parkir, dilarang berbelok ke kiri, dilarang masuk, dilarang berkecepatan tertentu, atau larangan lainnya.

3. Warna Kuning
Berbentuk ketupat. Warna dasar kuning dengan lambang, tulisan, atau gambar berwarna hitam. Rambu ini bersifat peringatan, misalnya peringatan akan jalan yang licin, adanya tanjakan yang terjal, banyak anak-anak menyeberang, atau peringatan lainnya.

4. Warna Hijau
Berbentuk persegi panjang, berwarna dasar hijau, garis tepi putih, lambang putih, huruf atau angka putih. Rambu ini berisi informasi, misalnya informasi arah, jurusan, atau lokasi fasilitas umum

5. Warna Putih
Biasanya berbentuk bulat, dengan dasar berwarna putih, tulisan putih bergaris luar hitam. Rambu ini menandai berakhirnya satu atau semua larangan, misalnya larangan melebihi kecepatan maksimum
Bacalah cerita di bawah ini bersama teman kalian!

Awas
Rudi berangkat lebih pagi. Kelompoknya piket hari ini. Mereka sudah berbagi tugas. Tugas Rudi menyapu kelas.

Aduh, lampu lalu lintas sudah berganti kuning. Rudi tahu dia harus bersiap-siap untuk berhenti. 

Rudi tidak sabar menunggu lampu lalu lintas di depannya berganti hijau. Rasanya sungguh lama. 

Sudah tidak ada kendaraan lagi dari sebelah kanan dan kiri.

Jalan di depannya kosong. Ah, aman, pikir Rudi. Dia  mengayuh pedal dan bersiap untuk melaju sekencang-kencangnya.
Rudi
Tiba-tiba … Teeeeeeet! Bunyi klakson memekakkan telinga.  Sebuah sepeda motor tiba-tiba melaju mendekatinya.

Rudi sangat terkejut, tetapi dia sigap  mengerem. Pengendara sepeda motor juga mengerem, tetapi dia terjatuh.

Untunglah, pengendara sepeda motor itu tidak terluka. Sepeda motornya juga tidak rusak.

“Kamu tidak apa-apa?” seorang ibu bertanya kepada Rudi.
Gambar Rudi
“Kenapa kamu sudah maju? Di sebelah sana lampu lalu lintas masih hijau, berarti di sini masih merah!” kata pengendarasepeda motor dengan kesal. “Itu berbahaya!”

Rudi hanya bisa berkata, “Maaf, Bang.” Dia masih terkejut dan sekarang mulai merasa takut. 

“Sudah, sabar. Yang penting tidak ada yang terluka,” kata ibu itu menengahi. “Kalian tidak pakai helm, itu juga berbahaya!”

“Hati-hati, ya, Nak,”pesan ibu itu.

Jelajah Kata
Perhatikan kata-kata yang disorot kuning pada cerita “Awas!” di  atas. Tahukah kalian artinya? Agar kalian lebih paham, lengkapilah kalimat di bawah ini dengan kata-kata yang sesuai.
sigap, helm, mengayuh, klakson, lampu lalu lintas, mengerem
1. Rudi membunyikan bel sepedanya, Bang Tanto membunyikan klakson sepeda motornya.
2. Nelayan mendayung sampan, Rudi mengayuh sepeda.
3. Ayo, bergeraklah dengan sigap, jangan bermalas-malasan!
4. Rudi mengerem sepedanya supaya berhenti.
5. Helm dipakai untuk melindungi kepala.
6. Jika lampu lalu lintas menyala merah, berarti kendaraan harus berhenti.


KBBI
  • helm n topi pelindung kepala yang dibuat dari bahan yang tahan benturan
  • klakson n alat (berupa trompet) yang dibunyikan dengan listrik pada mobil atau kendaraan bermotor lain, digunakan sebagai tanda peringatan akan keberadaan kendaraan tersebut
  • lampu lalu lintas n lampu berwarna merah, kuning, dan hijau yang dipasang di perempatan atau persimpangan jalan untuk mengatur lalu lintas
  • me.nga.yuh (kata dasar: kayuh) v mendayung
  • naik sepeda; v mengendarai sepeda
  • mengerem (kata dasar: rem)
  • v menggunakan rem supaya berhenti v menahan; mengekang
  • sigap a tangkas; cepat dan kuat (penuh semangat dan meyakinkan

Berdiskusi
Diskusikanlah kembali cerita “Awas!” bersama teman dan guru. Kalian dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai bahan diskusi.Sampaikan jawaban kalian setelah dipersilakan guru.

1. Di mana Rudi berada?
Rudi berada di perempatan jalan.
2. Mengapa pengendara sepeda motor itu marah kepada Rudi?
Pengendara motor marah kepada Rudi karena maju saat lampu lalu lintas masih berwarna kuning.
3. Mengapa Rudi memutuskan maju saat lampu lalu lintas belum berwarna hijau?
Rudi tidak sabar menunggu lampu lalu lintas di depannya berganti hijau.
4. Menurut kalian, bagaimana perasaan Rudi?
Rudi merasa takut.
5. Jika kalian menjadi Rudi, apa yang kalian lakukan?
Jika saya menjadi Rudi saya akan menunggu lampu lalu lintas berganti hijau.
6. Pernahkah kalian mengalami kejadian seperti itu? Ceritakanlah!
Saya belum pernah mengalami kejadian seperti Rudi.

Demikian pembahasan mengenai Membaca Teks Cerita Awas. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV SD, Kemendikbud.

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:03 PM

0 komentar:

Post a Comment

Mohon tidak memasukan link aktif.