Membaca Grafik Jumlah Kunjungan Wisata Labuhan Bajo

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca Grafik . Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat memirsa dan menganalisis grafik.

Pada kegiatan ini peserta didik akan menemukan dan mengidentifikasi informasi pada satu paragraf atau pada fitur grafis (grafik, bagan, dll.) serta informasi lain yang ditambahkan oleh penerbit dalam bentuk glosarium yang sesuai untuk jenjangnya.Menemukan informasi pada sumber pendukung lain seperti kamus, ensiklopedia, dan tesaurus yang sesuai jenjangnya.

Grafik adalah metode umum untuk mengilustrasikan hubungan dalam data secara visual. Grafik dapat menjadi cara efektif untuk menyajikan data dan menginterpretasikannya. Pepatah umum mengatakan “sebuah gambar bernilai ribuan kata”, yang mana asumsinya bahwa sebuah gambar dapat “mengatakan” hal-hal yang tidak dapat diungkapkan atau diungkapkan dengan jelas dan ringkas oleh kata-kata.

Penyajian data menggunakan grafik atau diagram merupakan pengembangan dari penyajian data menggunakan tabel. Penyajian data menggunakan grafik haruslah mudah dimengerti oleh pembaca, sebab terkadang pemberian informasi kepada umum hanya disajikan dalam benttuk grafik tanpa adanya tabel sebagai informasi yang mendukung. 

Penyajian dalam bentuk grafik adalah suatu penyajian data secara visual. Untuk memahami dan menginterpretasikan data selain dengan menghitung nilai ststiatika deskriptif kadang-kadang lebih mudah dan cepat memahami data tersebut jika disajikan dalam bentuk diagram. Berikut merupakan jenis-jenis diagram.
  1. Diagram batang
  2. Diagram garis
  3. Diagram lambing atau diagram symbol
  4. Diagram pastel dan diagram lingkaran
  5. Diagram peta atau kartogram
  6. Diagram pencar atau diagram titik.

Cara Membaca Grafik
Tujuan grafik adalah untuk menyampaikan informasi. Berikut beberapa langkah untuk membantu Anda membaca grafik:

1. Merangkum
Merangkum dapat menggunakan kata ‘total’. Contoh: Pada tahun 2019, total luas kebakaran hutan dan lahan di 10 provinsi sebesar 857,755 hektare.

2. Menggunakan kata sifat superlatif (paling)
Kata sifat paling bisa digunakan untuk data yang paling tinggi dan paling rendah.
Contoh:
a) Provinsi Kalimantan Tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan terluas pada tahun 2019.
b) Kebakaran hutan dan lahan paling sedikit terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat seluas 22,046 Ha.

3. Membandingkan
Membandingkan bisa dengan menggunakan kata-kata lebih banyak atau lebih sedikit. Contoh: Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat sedikit lebih kecil daripada yang dialami provinsi tetangganya, Kalimantan Tengah.

4. Membaca tren (kecenderungan)
Kalau ada data waktu ke waktu, kalian bisa menyatakan kecenderungan suatu  peristiwa meningkat atau menurun.

Latihan
Buatlah setidaknya lima kalimat dari pembacaan grafik berikut ini. Kalian bisa merangkum, membandingkan, menggunakan kata sifat superlatif (paling), dan menyatakan tren/kecenderungan
Labuhan Bajo
Hasil Membaca Grafik
  1. Pada tahun 2015, angka kunjungan wisatawan di Labuan Bajo adalah sebesar 27.325.
  2. Dari tahun 2015 sampai tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan di Labuan Bajo paling sedikit pada tahun 2017 sebesar 18.632.
  3. Kunjungan wisatawan di Labuan Bajo meningkat drastis pada tahun 2018 menjadi sebesar 67.592.
  4. Peningkatan kunjungan wisatawan di Labuan Bajo dari tahun 2017 ke tahun 2018 lebih dari 300%.
  5. Rata-rata kunjungan wisatawan di Labuan Bajo dalam empat tahun terakhir adalah 35 ribu orang.
  6. Antara tahun 2015 dan 2016 tidak ada perbedaan besar terhadap angka kunjungan wisatawan di Labuan Bajo

Dengan menuliskan kalimat tentang data pada grafik, kalian berlatih memahami dan menafsirkan data yang tersaji pada grafik.

Demikian pembahasan mengenai Membaca Grafik  Jumlah Kunjungan Wisata Labuhan Bajo Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:04 PM

Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Teks “Bertemu Orang Utan di Taman Nasional Tanjung Puting”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Kalimat Langsung dan Tidak Langsung. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik tahu ciri-ciri dan mampu mengubah kalimat langsung dan tidak langsung.

Pada kegiatan pembelajaran kali ini peserta didik akan mengenali dan memahami fungsi tanda titik, koma, tanda tanya, tanda seru, elipsis, tanda kutip, serta dapat membacanya dengan intonasi yang sesuai konteks/register formal/informal.

Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan apa yang diujarkan orang secara cermat. Kalimat langsung ini dapat berupa kalimat tanya, berita, atau kalimat perintah. Sementara kalimat tidak langsung adalah kalimat yang berisi ungkapan apa yang diujarkan orang.
Orang Utan
Pada bacaan “Bertemu Orang Utan di Taman Nasional Tanjung Puting” terdapat kalimat langsung dan tidak langsung. Jika kalian cermati kembali, adakah perbedaan yang bisa kalian temukan pada kalimat-kalimatnya? Berikut adalah perbedaan antara kalimat langsung dan tak langsung
Definisi
Kalimat Langsung Kalimat Tidak Langsung
Kalimat yang langsung diucapkan oleh pembicara atau pelaku Kalimat yang tidak langsung diucapkan oleh pembicara atau pelaku.
Ciri-Ciri
Kalimat Langsung Kalimat Tidak Langsung
  1. Menggunakan tanda petik dua (“…”)
  2. Sebelum tanda petik dua, dipisahkan dengan tanda koma (,)
  3. Huruf pertama di awal petikan menggunakan huruf kapital
  1. Tidak menggunakan tanda petik dua 
  2. Menggunakan kata hubung bahwa, agar, untuk, dan untuk pertanyaan menggunakan kata apakah serta mengenai. 
Contoh
Kalimat Langsung Kalimat Tidak Langsung
  1. Lani berkata, “Kunang-kunang di hutan ini cantik sekali.” 
  2. “Apakah kamu sudah lapar?” tanya Ibu kepadaku
  1. Lani mengatakan bahwa kunang-kunang di hutan ini cantik sekali.
  2. Ibu bertanya apakah aku sudah lapar.

Latihan
Di catatan perjalanan dengan kelotok, terdapat beberapa kalimat langsung dan tidak langsung. Bekerjalah dengan teman sebangkumu.Carilah kalimat langsung dan tidak langsung dalam teks tersebut dan ubahlah jenis kalimatnya tanpa mengubah maknanya.
bawah ini dengan informasi yang kalian dapatkan dari catatan perjalanan di halaman sebelumnya. 
No. Kalimat Langsung Kalimat Tidak Langsung
1. Adikku yang berusia enam tahun berseru, “Asyik sekali menjelajah hutan.” Adikku yang berusia enam tahun menyerukan bahwa menjelajah hutan itu asyik sekali.
2. “Penduduk di sekitar taman nasional sangat menghormati Prof. Birute dan memanggilnya ibu,” kata pemandu kami. Pemandu kami mengatakan bahwa penduduk di sekitar taman nasional sangat menghormati Prof. Birute dan memanggilnya ibu.
3. Ibu berkata, “Birute Galdikas adalah peneliti dan aktivis yang mengadvokasi pelestarian orang utan dan hutan hujan tropis.  Ibu mengatakan bahwa Birute Galdikas adalah peneliti dan aktivis yang mengadvokasi pelestarian orang utan dan hutan hujan tropis.
4. Pak Safei memberi tahu kami, “Itu Rini, dan dua bayinya, Ricak dan Robby.” Pak Safei memberi tahu kami bahwa orang utan itu bernama Rini dan dua bayinya bernama Ricak dan Robby.
5.  “Semua orang mematuhi perintah ibu untuk tidak mengambil ikan di area taman nasional,” tambah Pak Safei. Pak Safei menambahkan bahwa semua orang mematuhi perintah ibu untuk tidak mengambil ikan di area taman nasional.

Demikian pembahasan mengenai Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:59 AM

Fakta dan Opini Teks “Taman Nasional Tanjung Puting”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Fakta dan Opini Teks “Taman Nasional Tanjung Puting”. Tujuan pembelajaran kali ini adalah Ppeserta didik memahami inti dari catatan perjalanan dengan menjawab pertanyaan, membedakan opini dan fakta, dan mencari makna dari kosakata baru.

Pada kegiatan ini peserta didik menjelaskan ide pokok dan banyak ide pendukung dari sebuah teks sastra dan informasional yang terus meningkat sesuai jenjangnya. Mengidentifikasi dan memahami kata-kata yang memiliki makna jamak yang sering digunakan sehari-hari (misalnya keberagaman, warisan) dan kata-kata baru (misalnya globalisasi) pada teks sesuai jenjangnya dengan menggunakan petunjuk visual dan konteks kalimat yang mendukung.
Bertemu Orang Utan di Taman Nasional Tanjung Puting
Fakta adalah keadaan atau peristiwa yang benar-benar ada atau terjadi dalam kehidupan nyata. Kebenaran yang dikandung dalam fakta ini sudah terbukti dan terverifikasi. Oleh karena itu saat dihadapkan dengan fakta, tidak ada orang yang bisa membantahnya. Misalnya, ketika seseorang mengatakan bahwa matahari terbit dari timur, kita tidak bisa membantahnya karena hal itu benar-benar terjadi.

Berbeda dengan kalimat fakta yang mengandung kebenaran yang sudah terbukti, kebenaran dalam opini belum terbukti, karena kalimat opini mengandung pendapat, pandangan, gagasan, sikap, saran atau solusi penulis terhadap sebuah masalah atau kejadian yang sedang dibahas dalam artikelnya. Sekalipun demikian, bila sebuah opini pada akhirnya terbukti kebenarannya, maka opini tersebut berubah menjadi fakta.

Apakah kalian suka catatan perjalanan itu? Sekarang, jawablah pertanyaan-pertanyaan ini, ya!
1. Mengapa penulis sangat ingin mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting?
Penulis ingin mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting karena pernah membaca tentang peneliti yang mengadvokasi pelestarian orang utan dan hutan hujan tropis.
2. Mengapa penulis mengatakan bahwa perjalanannya istimewa? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri!
Perjalanan tersebut istimewa karena mereka tidak menginap di penginapan, tetapi di rumah perahu yang disebut kelotok.
3. Kegiatan apa saja yang dilakukan oleh pusat rehabilitasi orang utan?
Kegiatan pusat rehabilitasi orang utan antara lain merawat orang utan yang menjadi korban kejahatan (misalnya dengan memberi makan) dan kemudian melepaskan mereka kembali ke habitat aslinya.

Mengelompokkan Informasi
Supaya lebih memahami suatu teks atau wacana, kalian bisa mengelompokkan informasi yang terdapat di dalamnya. Pengelompokan bisa dilakukan berdasar kejadian kronologis, atau berdasar tempat kejadiannya. Pengelompokan ini juga akan membantu kalian memahami bacaan. Coba lengkapi tabel di bawah ini dengan informasi yang kalian dapatkan dari catatan perjalanan di halaman sebelumnya. 
Hari Ke Tempat Informasi atau Peristiwa Penting
1. Tanjung Harapan
  1. Bertemu Gundul dan orang utan lain di tempat pemberian makan. Melihat Bekantan. 
  2. Makan malam dengan kunang-kunang
1. Tanjung Puting
  1. Melihat bekantan
  2. Melihat burung Rangkong
2. Pondok Tanggul
  1. Melihat orang utan bersantai di pohon: Rini dan dua bayinya bernama Ricak dan Robby. 
  2. Tidak ada orang utan yang datang saat pemberian makanan
2. Camp Leakey
  1. Adik penulis mengeluh capek ketika harus berjalan dari dermaga ke tempat pemberian makan. 
  2. Bertemu dengan Tom, orang utan yang dikenal sebagai penguasa hutan. 
  3. Mengunjungi pusat informasi tentang orang utan. 
  4. 97% DNA oramg utan sama dengan DNA manusia. 
  5. Melihat rumah Prof. Birute Galdikas, orang yang pertama kali meneliti orang utan di Tanjung Puting. 
  6. Melihat gerhana bulan dari dek kelotok
3. Desa Sekonyer
  1. Melihat-lihat desa tempat bermukimnya penduduk yang sebelumnya tinggal di dalam taman nasional. 
  2. Di sini turis dapat membeli kerajinan tangan hasil karya penduduk.

Opini atau Fakta
Baca dengan saksama pernyataan dari catatan perjalanan di atas dan tentukan apakah kalimat tersebut opini atau fakta. Beri tanda centang di kolom yang sesuai.
No. Pernyataan Opini Fakta
1. Perjalanan ini istimewa karena kami menginap di rumah perahu atau kelotok. -
2. Tom, orang utan di Camp Leakey, memiliki kekuatan setara delapan orang dewasa. -
3. Prof. Birute Galdikas pertama kali meneliti orang utan di Tanjung Puting pada tahun 1971. -
4. Pemandangan malam di hutan tampak indah. -
5. Penduduk Desa Sekonyer awalnya tinggal di dalam taman nasional, tapi kemudian dipindah ke lokasi ini.tanda  -

Kosakata Baru dalam Bacaan “Bertemu Orang Utan”
  1. taman nasional: kawasan pelestarian alam yang dikelola, dimanfaatkan untuk kegiatan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, serta rekreasi dan pariwisata
  2. kelotok: n perahu bermotor (di daerah Kalimantan Selatan) terbuat dari kayu untuk kendaraan sungai
  3. dermaga: n tembok rendah yang memanjang di tepi pantai menjorok ke laut di kawasan pelabuhan (untuk pangkalan dan bongkar muat barang); kade
  4. mengadvokasi: melakukan pembelaan
  5. tanah gambut: Tan tanah yang terbentuk dari proses pelapukan tumbuhan rawa, kurang subur
  6. pemandu wisata: orang yang pekerjaannya mendampingi wisatawan dengan mengatur perjalanan dan memberi penjelasan tentang tempat yang dikunjungi; orang yang bertugas memandu wisatawan; pramuwisata
  7. habitat: n Bio tempat hidup organisme tertentu; tempat hidup yang alami (bagi tumbuhan dan hewan); lingkungan kehidupan asli, n Geo tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia dengan kondisi tertentu pada permukaan bumi
  8. polusi cahaya: lampu dan cahaya buatan yang membuat langit terlalu terang sehingga bintang tidak terlihat
  9. endemik: berkenaan dengan spesies organisme yang terbatas pada wilayah  geografis tertentu

Demikian pembahasan mengenai Fakta dan Opini Teks “Taman Nasional Tanjung Puting” Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:35 AM

Membahas Gaya Bahasa Majas Teks “Legenda Putri Komodo”

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membahas Gaya Bahasa Majas Teks “Legenda Putri Komodo”. Tujuan pembelajaran kali ini adalah Peserta didik bisa menganalisis penggunaan gaya bahasa majas dalam legenda dan membedakan makna sebenarnya dan makna kiasan.

Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar semakin hidup. Mudahnya, bisa kita pahami bahwa majas itu menjadi ungkapan yang dapat menghidupkan suatu kalimat. Majas melakukan penyimpangan dari makna dari suatu kata yang biasa digunakan.
Majas
Jenis majas yang ada dalam Bahasa Indonesia ada sangat banyak sekali. Tapi, di artikel ini kita akan bahas beberapa saja ya yang sering muncul di pelajaran. Secara umum, kita akan membahas macam-macam majas, di antaranya majas metafora, majas asosiasi, majas personifikasi, dan majas hiperbola.
  1. Majas Metafora: mengungkapkan sesuatu dengan perbandingan langsung  atas dasar sifat yang sama atau hampir sama. Contoh: Karena rajin  membantu, dia dianggap anak emas oleh orang tuanya.
  2. Majas Asosiasi (Perumpamaan): membandingkan dua objek yang berbeda  tapi dianggap sama, menggunakan kata pembanding ‘bagaikan,’ ‘bak,’  atau ‘seperti.’ Contoh: Matanya indah seperti bintang kejora.
  3. Majas Personifikasi: menggunakan sifat-sifat benda hidup pada suatu  benda mati. Contoh: Pohon nyiur melambai-lambai tertiup angin.
  4. Majas Hiperbola: menyampaikan sesuatu dengan gaya melebih-lebihkan.  Contoh: Ayah bekerja keras membanting tulang demi memenuhi  kebutuhan keluarganya.

Untuk memperkirakan makna majas, peserta didik bisa mengaitkan dengan konteks dalam bacaan atau mintalah peserta didik untuk membayangkan secara visual kata-kata majas tersebut, misalnya rata dengan tanah, bayangkan sebuah desa yang bangunannya hampir tidak ada yang berdiri melebihi tinggi tanah.

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, penduduk Pulau Komodo juga punya legenda yang turun temurun diturunkan secara lisan. Cerita tersebut populer dengan sebutan legenda Putri Naga Komodo yang katanya menjawab asal muasal mengapa komodo ada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Eksistensi kadal raksasa itu memang populer banget sampai ke mancanegara. Bahkan habitat Komodo ini sudah diklaim sebagai Situs Warisan Dunia sejak 1991.

Dalam cerita tentang Putri Komodo ada beberapa contoh majas. Sebutkan termasuk majas apa dan tuliskan maknanya.
Kalimat Jenis Majas Makna
Hati yang berkeping-keping Hiperbola Sangat sedih
Rata dengan tanah Hiperbola Hancur
Setegar karang Asosiasi Sangat tabah
Hutan bisa memberi kita makan Personifikasi hutan tempat kehidupan
Buah hati Metafora Anak
Berat hati Metafora Tidak tega
Angin menari-nari Personifikasi Angin berhembus
Wajah bersinar seperti bulan Asosiasi Wajah cantik
Ruh sudah meninggalkan jasad Personifikasi Meninggal
Berlapang dada Metafora Ikhlas
Belahan hati  Metafora Pasangan (istri atau suami)
Buah bibir  Metafora Menjadi pembicaraan
Matahari baru bangun Personifikasi Matahari terbit
Air mata yang membanjir Hiperbola Menangis hebat
Secepat kilat Hiperbola Sangat cepat
Darah daging Metafora Anak kandung atau keluarga

Demikian pembahasan mengenai Membahas Gaya Bahasa Majas Teks “Legenda Putri Komodo” Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:46 AM

Soal Post test Modul 6 Setelah Belajar di Tahap Siap

Perancangan kurikulum operasional satuan pendidikan pada tahap siap adalah dengan engembangkan kurikulum satuan pendidikan berdasarkan contoh dari Kemendikbudristek dengan cara memodifikasi pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran berdasarkan analisis dan refleksi terhadap kondisi, sarana, prasarana dan tenaga pendidik serta kependidikan di satuan pendidikan dengan melibatkan melibatkan perwakilan siswa, orangtua, atau masyarakat.

Perancangan alur tujuan pembelajaran pada tahap siap adalah dengan Mmelakukan perombakan terhadap alur tujuan pembelajaran yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan berdasarkan kebutuhan peserta didik
Tahap SIap
Perencanaan pembelajaran dan asesmen pada tahap siap adalah dengan melakukan perombakan terhadap contoh perencanaan pembelajaran dan asesmen yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan kebutuhan peserta didik.

Penggunaan dan pengembangan perangkat ajar pada tahap siap adalah dengan mengkombinasikan berbagai perangkat ajar menyesuaikan dengan konteks lokal dan kebutuhan peserta didik. Guru dapat memodifikasi beberapa bagian dari modul ajar yang disediakan Kemendikbudristek untuk salah satu atau sebagian materi pelajaran.

Perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila pada tahap siap adalah membuat penyesuaian terhadap modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek sesuai konteks lokal, kebutuhan, serta minat peserta didik dengan melibatkan pendapat dan ide-ide peserta didik.

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila pada tahap siap adalah dengan menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan jumlah sesuai dengan yang dianjurkan Kemendikbudristek. Projek diawali dengan identifikasi masalah yang difasilitasi oleh guru sehingga kegiatan projek mulai berorientasi pada pemahaman tentang konsep dan/atau penyelesaian masalah (problem solving) sesuai tema.

Penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik pada tahap siap adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik, serta sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik Peran sebagai fasilitator lebih dominan, ditunjukkan dengan dengan memberikan lebih banyak kesempatan untuk siswa belajar mandiri, bertanggung jawab atas proses belajar mereka.

Keterpaduan penilaian dalam pembelajaran pada tahap siap adalah guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran berikutnya yang sesuai dengan capaian mayoritas peserta didik di kelasnya (belum merupakan rencana pembelajaran terdiferensiasi) Guru melakukan asesmen untuk mendapatkan umpan balik tentang kebutuhan belajar peserta didik dan menentukan tindak lanjutnya.

Pembelajaran sesuai tahap belajar peserta didik (pendidikan dasar dan menengah) pada tahap siap adalah berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, siswa di kelas yang sama dibagi menjadi duakelompok menurut capaian belajar mereka. Dengan demikian, setiap siswa dapat belajar sesuai dengan capaian belajarnya. Sekolah menyelenggarakan program pelajaran tambahan untuk siswa yang belum siap untuk belajar sesuai dengan kelasnya.

1. Latihan Pemahaman
Untuk mengembangkan kurikulum operasional yang kontekstual, satuan pendidikan bisa menggali aspirasi dari ...
A. Peserta didik
B. Orang tua/wali
C. Pendidik dan tenaga pendidik
D.  Semua Benar
Jawaban : D

2. Cerita Reflektif
Setelah mempelajari topik ini, saya akan melakukan...
Setelah mempelajari topik ini saya akan melakukan implementasi tahap siap siswa guna merancang kurikulum operasional satuan pendidikan.
3. SOal Post Test
Langkah selanjutnya setelah menyelesaikan topik ini adalah
(A) Mengerjakan aksi nyata 
(B) Mencoba belajar tahap yang lain 
(C) Melanjutkan belajar ke topik Memahami Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan di Tahap Awal bagian ke-2 
(D) semua benar Jawaban : D

Demikian pembahasan mengenai Soal Post test Modul 6 Setelah Belajar di Tahap Siap Platform Merdeka Mengajar. Semoga bermanfaat.

Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:57 PM

Soal Post Test Modul 1 Memulai Belajar di Tahap Berkembang (Part 1)

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk bisa berkembang dengan minat dan bakatnya masing-masing. Ada tiga hal utama yang menjadi fokus kurikulum merdeka, yaitu pemberian materi yang esensial, penguatan karakter, dan pengembangan potensi siswa.

Meski secara resmi baru diterapkan di tahun ajaran 2022 ini, kurikulum ini sudah diuji coba di 2.500 sekolah penggerak yang ada di Indonesia, juga di beberapa sekolah lain yang ada di seluruh Indonesia. Menurut data Kemendikbudristek, sampai saat ini sudah ada 143.256 sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Tentunya jumlah ini akan terus bertambah, sejak diresmikannya Kurikulum Merdeka sebagai acuan pembelajaran tahun 2022 di semua jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.

Perancangan kurikulum operasional satuan pendidikan pada tahap berkembang adalah mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan berdasarkan contoh dokumen kurikulum satuan pendidikan yang disediakan oleh Kemendikbudristek dengan cara memodifikasi bagian pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran sesuai kondisi satuan pendidikan, tanpa didasarkan pada refleksi terhadap hasil analisis karakteristik satuan pendidikannya.

Perancangan alur tujuan pembelajaran pada tahap berkembang adalah melakukan penyesuaian terhadap alur tujuan pembelajaran yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Tahap Berkembang
Perencanaan pembelajaran dan asesmen pada tahap berkembang adalah melakukan penyesuaian terhadap contoh perencanaan pembelajaran dan asesmen yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan kebutuhan peserta didik.

Penggunaan dan pengembangan perangkat ajar pada tahap berkembang adalah guru dapat memilih materi dari buku teks dan modul ajar, serta bahan ajar lainnya supaya sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.

Perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila pada tahap berkembang adalah membuat penyesuaian terhadap modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila pada tahap berkembang adalah menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan jumlah sesuai dengan yang dianjurkan Kemendikbudristek. Projek diawali dengan identifikasi masalah yang dipandu atau diarahkan lebih banyak oleh guru sehingga kegiatan projek mulai berorientasi pada pemahaman tentang konsep dan/atau penyelesaian masalah (problem solving) sesuai tema.

Penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik pada tahap berkembang adalah guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik, serta metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Keterpaduan penilaian dalam pembelajaran pada tahap berkembang adalah guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih Ketika merancang asesmen, guru mulai memperhatikan kesesuaian antara asesmen dengan tujuan pembelajaran.

Pembelajaran sesuai tahap belajar peserta didik (pendidikan dasar dan menengah) pada tahap berkembang adalah berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, guru mengajar seluruh siswa di kelasnya sesuai dengan fase capaian belajar mayoritas siswa di kelasnya dan dengan memberikan perhatian khusus terhadap sebagian siswa yang membutuhkan perlakuan (materi dan/atau metode belajar) yang berbeda.

1. Latihan pemahaman
Walaupun ada di tahap siap, saya bisa mempelajari cara menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan di tahap-tahap lainnya pada topik lain.
Jawaban : benar
2. Cerita Reflektif
Pada materi ini tidak ada cerita reflektif. Silahkan tuliskan tanda '-' pada kotak yang disediakan.

3. Post Test
Tahap kesiapan satuan pendidikan dalam menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan ditentukan dari ….
a. Arahan pengawas
b. Hasil refleksi mandiri
c. Keinginan kepala satuan pendidikan
d. Arahan yayasan
Jawaban : B

Satuan pendidikan bebas mempelajari komponen pada tahap lain sesuai kesiapannya masing-masing. 
A. Benar 
B. Salah 
Jawaban : A

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 1 Memulai Belajar di Tahap Berkembang (Part 1) Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:06 AM

Soal Post test Modul 6 Setelah Belajar di Tahap Awal (Part 1)

Semoga pengalaman belajar ini menghasilkan diskusi dan ide-idea yang seru, untuk perancangan kurikulum operasional di satuan pendidikan masing-masing. Ternyata, penyusunan kurikulum operasional memang memperlukan banyak pihak yang terlibat, bukan hanya satu orang saja. Kita telah belajar mengenai komponen karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan, cara merancang kurikulum operasional di tahap awal.

Penyusunan KOSP bisa dimulai dari melakukan penyesuaian kecil dari contoh dokumen yang disediakan, yang penting relevant. Nah, kemudian, dilanjut dengan sosialisasi ulang visi, misi, dan tujuan kepada seluruh warga satuan pendidikan. Agar semuanya tahu dan paham harapan besar dan arah yang mau ditujuh satuan pendidikan.
Soal Post test Modul 6
Bagi satuan pendidikan yang akan mengimplementasi Kurikulum Merdeka dapat memilih salah satu dari tiga tingkatan opsi. Berikut ini adalah tingkatan opsi dari level pemula hingga level lanjutan:

1. Mandiri Belajar 
Satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum 2013 dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan beberapa prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen.

2. Mandiri Berubah
Satuan Pendidikan menggunakan struktur kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen.  

3. Kategori Mandiri Berbagi
Satuan Pendidikan menggunakan struktur kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen, dengan komitmen untuk membagikan praktik-praktik baiknya kepada satuan pendidikan lain.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah:
  1. Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.
  2. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
  3. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Kurikulum Merdeka mencakup tiga tipe kegiatan pembelajaran sebagai berikut:
  1. Pembelajaran intrakurikuler yang dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal ini juga memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya.
  2. Pembelajaran kokurikuler berupa projek penguatan Profil Pelajar Pancasila,  berprinsip pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum.
  3. Pembelajaran ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai dengan minat murid dan sumber daya satuan pendidik.
  4. Alokasi jam pelajaran pada struktur kurikulum dituliskan secara total dalam satu tahun dan dilengkapi dengan saran alokasi jam pelajaran jika disampaikan secara reguler/mingguan.

1. Latihan Pemahaman
Implementasi tahap berkembang menjadi cara terakhir dalam merancang kurikulum operasional satuan pendidikan.
Jawaban : Benar
2. Cerita Reflektif
Setelah mempelajari topik ini, saya akan melakukan...
Setelah mempelajari topik ini saya akan melakukan implementasi tahap berkembang siswa guna merancang kurikulum operasional satuan pendidikan.
3. Soal Post Test
Langkah selanjutnya setelah menyelesaikan topik ini adalah 
A. Mengerjakan aksi nyata 
B. Mencoba belajar tahap yang lain 
C. Melanjutkan belajar ke topik Memahami Kurikulum Operasional pada Tahap Siap bagian ke-2 
D. Semua benar 
Jawaban : D

Demikian pembahasan mengenai Soal Post test Modul 6 Setelah Belajar di Tahap Awal (Part 1) Platform Merdeka Mengajar. Semoga bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:26 PM

Soal Post Test Modul 2 Memahami Karakteristik Satuan Pendidikan (Tahap Awal)

Karakteristik satuan pendidikan adalah ciri-ciri atau sifat-sifat yang dimiliki oleh sebuah satuan pendidikan. Karakteristik ini dapat meliputi aspek fisik dan non-fisik, seperti ukuran gedung, jumlah guru, jumlah murid, kurikulum, dan sebagainya. Dengan memahami karakteristik satuan pendidikan, kita dapat menentukan strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di setiap satuan pendidikan.

Tujuan memahami karakteristik satuan pendidikan adalah agar satuan pendidikan mampu mengimplementasi kurikulum operasional pendidikan secara konstektual, sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Sesuatu yang bersifat kontektual pasti memiliki keterkaitan dengan pengalaman yang dapat langsung dirasakan. KOSP harus dikembangkan secara kontekstual agar dapat memberikan pembelajaran yang bermakna.
Karakteristik
Ki Hajar Dewantara pernah menyampaikan bahwa maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk kehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota masyarakat. Artinya setiap pendidikan dan pengajaran yang berlangsung di setiap satuan pendidikan harus mampu menjadi bekal bagi setiap peserta didik untuk dapat hidup berdampingan dengan komunitas masyarakatnya.

Untuk dapat mengembangkan pendidikan yang konstektual perlu mengetahui karakteristik satuan pendidikannnya. Karakteristik satuan pendidikan dibagi menjadi karakteristik eksternal dan internal.
  1. Karakteristik internal adalah berbagai karakteristik yang berkaitan dengan satuan pendidikan itu sendiri seperti karakteristik peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, orang tua serta sarana dan prasarana.
  2. Karakteristik eksternal adalah berbagai karakteristik yang tidak secara langsung menjadi bagian satuan pendidikan tetapi sangat mempengaruhi proses pembelajaran seperti  karakteristik lingkungan dan sosial budaya setempat satuan pendidikan bertempat

Selan karakteristik internal dan eksternal ada karakteristik dengan faktor khusus seperti di SMK dan SLB

Sebelum mengembangkan kurikulum operasional, satuan pendidikan perlu melakukan analisis karakteristik dan lingkungan belajar dengan menampung aspirasi anggota komunitas, dan menjadikan visi dan misi sebagai arahan yang disepakati oleh seluruh warga satuan pendidikan. Analisis karakteristik satuan pendidikan penting untuk dilakukan agar mendapatkan gambaran utuh kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan dan seluruh warganya. Hasil analisis karakteristik akan menjadi landasan dalam proses perumusan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan.

Proses Penyusunan KOSP
Dalam penyelenggaraannya, KOSP perlu menjadi dokumen yang dinamis, yang diperbarui secara berkesinambungan, menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkan. Penyusunan dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan hendaknya dimulai dengan memahami secara utuh Struktur Kurikulum Merdeka.

Proses penyusunan kurikulum operasional bersifat tetap dan fleksibel. Tetap, artinya mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Sedangkan fleksibel atau dinamis adalah mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan.

Langkah-langkah Penyusunan Kurikulum Operasional (bagi yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan), yaitu:
  1. Melaksanakan analisis karakteristik satuan pendidikan
  2. Merumuskan visi, misi, dan tujuan
  3. Menentukan pengorganisasian pembelajaran
  4. Menyusun rencana pembelajaran
  5. Merancang evaluasi, pendampingan dan pengembangan profesional

1. Latihan Pemahaman
Kita harus memastikan, bahwa proses belajar kurikulum merdeka sesuai dengan…..
Jawaban : Karakteristik satuan pendidikan
Analisis karakteristik dilakukan setelah satuan pendidikan merancang visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan.
Jawaban : Salah
2. Cerita Reflektif
Hal baru mengenai karakteristik satuan pendidikan yang saya pelajari dari materi ini adalah...
Karakteristik satuan pendidikan dibagi menjadi karakteristik eksternal dan internal.
3. Soal Post test
1. Salah satu aspek yang dilihat dalam menganalisis karakter pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan adalah …
A. Banyaknya sekolah yang pernah diajar
B. Tingkat kesulitan mata pelajaran yang diampu
C. Tingkat pendidikan terakhir yang diperoleh
D. Jumlah peserta didik yang berminat dengan guru tersebut
Pembahasan :
Jawaban : C
2. Berikut adalah beberapa faktor eksternal dalam karakteristik satuan pendidikan, kecuali…
A. Karakteristik lingkungan
B. Karakteristik sosial budaya
C. Karakteristik orang tua/wali
D. Tidak ada jawaban yang benar
Pembahasan :
Jawaban : C
3. Di satuan pendidikan kejuruan atau SMK, terdapat karakteristik khusus yang digunakan, yaitu…
A. Karakteristik pendidik
B. Karakteristik lingkungan
C. Karakteristik peserta didik
D. Karakteristik program keahlian
Pembahasan :
Jawaban : D
4. Berikut adalah beberapa faktor internal dalam karakteristik satuan pendidikan, kecuali…
A. Karakteristik peserta didik
B. Karakteristik tenaga pendidik
C. Karakteristik orang tua/wali
D. Karakteristik sosial budaya
Pembahasan :
Jawaban : D
5. Cakupan karakteristik satuan pendidikan yang berkaitan dengan keahlian di dunia kerja pada peserta didik merupakan karakteristik khusus untuk….. 
A. SMA
B. SMK
C. SMA dan SMK
D. SLB
Pembahasan :
Jawaban : B

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 2 Memahami Karakteristik Satuan Pendidikanplatform Merdeka Mengajar. Semoga bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:52 PM

Soal Post Test Modul 1 Memulai Belajar di Tahap Awal

Implementasi perubahan kebijakan pendidikan, termasuk kurikulum, adalah suatu proses pembelajaran yang panjang sehingga Pemerintah memberikan kesempatan kepada pendidik dan satuan pendidikan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sesuai dengan kesiapan masing-masing. Seperti halnya peserta didik belajar sesuai dengan tahap kesiapan belajar mereka, pendidik dan satuan pendidikan juga perlu belajar mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sesuai dengan kesiapan masing-masing, dan berangsur-angsur semakin mahir dalam menggunakannya.

Adanya tahapan belajar dalam memahami kurikulum operasional ini, justru memberikan pilihan buat kita dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, sesuai dengan kesiapan satuan pendidikan masing-masing. Yang penting adalah, bagaimana kita bisa menerapkannya di satuan pendidikan kita? Bukan hanya sebatas adanya dokumen kurikulum operasional satuan pendidikan saja.

Dalam penyelenggaraannya, KOSP perlu menjadi dokumen yang dinamis, yang diperbarui secara berkesinambungan, menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkan. Penyusunan dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan hendaknya dimulai dengan memahami secara utuh Struktur Kurikulum Merdeka.
Tahap Awal
Proses penyusunan kurikulum operasional bersifat tetap dan fleksibel. Tetap, artinya mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Sedangkan fleksibel atau dinamis adalah mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan.

Langkah-langkah Penyusunan Kurikulum Operasional (bagi yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan), yaitu:

1. Menganalisis Konteks Karakteristik Satuan Pendidikan
Langkah pertama dalam penyusunan KOSP kurikulum merdeka yaitu analisis konteks terkait karakteristik satuan pendidikan termasuk madrasah. Hasil analisis ini menjadi acuan perumusan langkah yang kedua yaitu merumuskan visi, misi, dan tujuan.

2. Merumuskan Visi, Misi, dan Tujuan
Langkah kedua yaitu merumuskan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan. Ketiga narasi tersebut menjadi mimpi semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan di satuan pendidikan. Maka prinsip pelibatan pihak lain dalam penyusunan KOSP Kurikulum merdeka menjadi penting. Karena akan menjadi cita-cita bersama.

Setelah memiliki visi, misi, dan tujuan, kemudian menentukan langkah-langkah untuk mewujudkannya dalam bentuk pengorganisasian pembelajaran.

3. Menentukan Pengorganisasian Pembelajaran
Langkah ketiga dalam penyusunan KOSP adalah menentukan Pengorganisasian Pembelajaran kurikulum merdeka yang memiliki karakteristik berbeda dengan kurikulum 2013. Penguatan karakter berbasis projek menjadi kegiatan khusus di samping Intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Juga memberikan kebebasan dalam pengelolaan pembelajaran, bisa tematik, integratif, bidang studi, atau blok terpisah. Pilihan tersebut sesuai dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan. Penentuan pola pengorganisasian pembelajaran mempengaruhi langkah selanjutnya dalam menyusun perencanaan pembelajaran.

4. Menyusun perencanaan pembelajaran
Langkah keempat dalam penyusunan KOSP Kurikulum Merdeka yaitu menyusun perencanaan pembelajaran. Lingkup Perencanaan Pembelajaran ada 2 yaitu lingkup satuan pendidikan dalam bentuk alur tujuan pembelajaran atau istilah lainnya adalah silabus. Dan lingkup kelas dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP. Pada kurikulum merdeka berkembang menjadi modul ajar.

Secara umum, langkah keempat menjadi proses terakhir penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan kurikulum merdeka. Tapi panduan pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan menambah satu kegiatan sebagai langkah pengembangan berkelanjutan yaitu merancang pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional.

5. Merancang pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional
Langkah kelima yang merupakan tambahan yaitu merancang pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional. Langkah ini dapat dilakukan oleh satuan pendidikan yang mampu menyusunnya.

Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan Program Keahlian’

Langkah-langkah Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional (bagi yang telah memiliki dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan), yaitu:
  1. Menganalisis konteks karakteristik satuan pendidikan
  2. Meninjau ulang visi, misi, dan tujuan
  3. Meninjau ulang pengorganisasian pembelajaran
  4. Menyusun rencana pembelajaran
  5. Merancang pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional

1. Latihan Pemahaman
Walaupun ada di tahap awal, saya bisa mempelajari cara menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan di tahap-tahap lainnya pada topik lain.
Jawban : Benar
2. Cerita Reflektif
Pada materi ini tidak ada cerita reflektif. Silahkan tuliskan tanda '-' pada kotak yang disediakan.

3. Soal Post Test
Tahap kesiapan satuan pendidikan dalam menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan ditentukan dari …. 
A. Arahan pengawas 
B. Hasil refleksi mandiri 
C. Keinginan kepala satuan pendidikan 
D. Arahan yayasan 
Jawaban : B

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 1 Memulai Belajar di Tahap Awal platform Merdeka Mengajar. Semoga bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:04 PM

Soal Post Test Modul 6 Mari kita ingat lagi

Teknik fasilitasi menawarkan beberapa metode yang terstruktur dan sistematis. Misalnya, di awal proses pembelajaran, peserta didik dapat berbagi atau curah pendapat terhadap apa yang telah diketahuinya. Mereka dapat berkolompok untuk membahas apa yang ingin mereka pelajari lebih dalam. Di akhir proses pembelajaran, mereka bekerja secara mandiri untuk mengembangkan rencana aksi dari apa yang telah mereka pelajari, sesuai dengan kebutuhan mereka.

Peran guru adalah memandu proses fasilitasi meskipun dengan metode fasilitasi yang berbeda. Hal penting yang perlu dimiliki guru agar dapat memfasilitasi pembelajaran dengan baik adalah :
  1. Menggali dan menemukan cara untuk mengatasi tantangan
  2. Menggali/mengembangkan ide/gagasan
  3. Membuka ruang-ruang diskusi , fokus dalam mencapai tujuan belajar peserta didik.
Fasilitasi
Prinsip dalam fasilitasi adalah memberdayakan semua peserta didik dalam mengambil peran dan tanggung jawab terhadap tujuan belajar mereka. Berangkat dari prinsip tersebut, maka guru sebagai fasilitator harus berupaya memberdayakan peserta didiknya. Jika prinsip ini terapkan, maka, di dalam kelas akan terlihat, terdengar, terasa bahwa setiap peserta didik.
  1. Saling memperhatikan satu sama lain
  2. Menunjukkan minat bersama
  3. Saling percaya, hormat, dan saling keterbukaan
  4. Maju bersama ke pemahaman yang lebih komprehensif
  5. Memiliki kontribusi penting dalam pembelajaran

Untuk menjalankan prinsip, memberdayakan semua peserta didik, maka dibutuhkan dialog yang juga memberdayakan mereka. Menurut Aloni dan Vella, dialog yang memberdayakan merupakan dialog yang mendorong peserta didik untuk mendapatkan pengalaman yang bermakna. Seorang fasilitator diibarakan seperti pemandu. Untuk memandu proses fasilitasi pembelajaran di dalam kelas dengan baik.

Seorang fasilitator tidak memiliki sumber kekuasan mutlak dan tidak menjadi superior. Sehingga dalam memandu proses pembelajaran, guru berlaku setara terhadap seluruh peserta didik di kelas. Peranya adalah untuk memandu peserta didik untuk:
  1. Mengeluarkan seluruh ide dan pendapat peserta didik dengan memberikan pertanyaan dan menstrukturkan jawaban dari peserta didik
  2. Memproses informasi dan menggali wawasan dari dalam diri
  3. Mendorong komitmen peserta didik dalam menjalankan proses belajarnya
  4. Melakukan refleksi

Ada sembilian sikap dasar yang perlu ditanamkan dalam diri seorang fasilitator.
  1. Keadaran diri. Guru memiliki kesadaran diri untuk mendapingi peserta didik agar tujuan mereka tercapai.
  2. Demokratis. Sikap demokratis memungkinkan seorang fasilitator menghargai perbedaan, keragaman dan toleransi
  3. Sistematis. Berpikir sistematis memungkinkan fasilitator membuat proses terstruktur dan terukur
  4. Observatif. Guru dapat memetakan kebutuhan individu dan kelompok.
  5. Empati. Guru memahami situasi dan kesulitan yang terjadi
  6. Percaya diri. Guru yang percaya diri memampukan diri, mempunyai semangat dan daya lenting.
  7. Perpikiran terbuka. Guru siap beradaptasi, tidak mengajari, dan percaya bahwa peserta didik mmeiliki sumber daya dalam dirinya
  8. Objektif. Guru bersikap netral dalam menentukan ruang lingkup, sumber belajar yang mendukung
  9. Fokus. Guru berkonsentrasi dalam memfasilitiasi peserta didik mencapai tujuan

Bagaimana sikap yang perlu dihindari oleh guru sebagai fasilitator?
  1. Tidak terbuka terhadap pandangan peserta didik
  2. Tidak memahami siapapun
  3. Tidak menyetir apa yang dilakukan oleh peserta didik

Paradigma berpikir yang perlu dimiliki oleh guru sebagai fasilitator pembelajaran yang berpihak pada peserta didik adalah.
  1. Fokus pada pemberdayaan peserta didik, agar mereka dapat belajar dari dirinya dan membuat keputusan-keputusan terhadap situasi yang dihadapinya dengan mandiri.
  2. Bersikap terbuka bukan untuk menghakimi, melabel, berasumsi, tetapi untuk terkoneksi dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terhadap apa yang membuat siswa memiliki pemikiran, perasaan,  gagasan tertentu, memiliki kesadaran yang kuat untuk membantu guru menangka perubahan atau perkembangan yang terjadi dalam diri sendiri maupun dari peserta didik.
  3. Mampu melihat peluang perkembangan yang ada dan bisa mendegarkan peserta didik kepada tujuan yang ingin dicapai.

Melalui percakapan yang memberdayakan, peserta didik dapat menjadi pribadi yang mandiri. Mereka untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab terhadap situasi yang sedang dihadapinya.

1. Latihan Pemahaman
Seyogyanya, fasilitasi adalah tindakan membantu orang lain untuk menangani suatu proses atau solusi sesuai tujuan orang atau kelompok tersebut. Pernyataan di atas adalah...
Jawaban : benar
2. Post test
1. Seyogyanya, fasilitasi adalah tindakan membantu orang lain untuk menangani suatu proses atau solusi sesuai…………orang atau kelompok tersebut. Kata yang paling tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah…
A. Keinginan
B. Harapan
C. Tujuan
D. Semua benar
Pembahasan :
Jawaban : C
2. Keterampilan apa yang perlu dimiliki agar guru dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator pembelajaran?
A. Diskusi dan Coaching
B. Fasilitasi dan interaksi
C. Coaching dan komunikasi
D. Fasilitasi dan coaching
Pembahasan :
Jawaban : D

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 6 Mari kita ingat lagi platform Merdeka Mengajar. Semoga bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:06 PM

Menyimak Kisah Legenda Putri Komodo

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Menyimak Kisah Legenda Putri Komodo. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik didik mampu menyimak dengan baik dan membuat pertanyaan mengenai kisah yang dibacakan.

Pada kegiatan ini peserta didik menyimak dengan saksama, memahami, memaknai instruksi yang lebih kompleks sesuai jenjangnya, memahami dan menganalisis ide pokok dan ide yang lebih terperinci dalam paparan guru atau teman dan dalam teks audiovisual dan teks aural (teks yang dibacakan, misalnya buku yang dibacakan nyaring atau siaran berita)

Menyimak sangat dekat maknanya dengan mendengar dan mendengarkan. Namun, kalau kita pelajari lebih jauh, ketiga kata itu terdapat perbedaan pengertian. Mendengar didefinisikan sebagai suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak memerhatikan makna dan pesan bunyi itu. Sedangkan menyimak adalah proses mendengar denganpemahaman dan perhatian terhadap makna dan pesan bunyi itu.

Jika keterampilan menyimak dikaitkan dengan keterampilan berbahasa yang lain, seperti keterampilan membaca, maka kedua keterampilan berbahasa ini berhubungan erat, karena keduanya merupakan alat untuk menerima komunikasi. Perbedaannya terletak dalam hal jenis komunikasi. Menyimak berhubungan dengan komunikasi lisan, sedangkan membaca berhubungan dengan komunikasi tulis. Dalam hal tujuan, keduanya mengandung persamaan, yaitu memperoleh informasi, menangkap isi, memahami makna komunikasi.

Nama Putri Naga sudah tidak asing lagi ditelinga penduduk Pulau Komodo. Sebab, sosok putri gaib itu memiliki peranan penting dalam cerita asal-usul hewan Komodo yang eksistensinya masih ada sampai sekarang. Apa sih hubungannya si Tuan Putri dengan komodo? Jadi, legenda Putri Naga Komodo sudah turun temurun diceritakan dari generasi silam. Konon, di sekitar wilayah tersebut ada seorang wanita cantik yang punya kekuatan mistis. Penduduk menyebutnya sebagai Putri Naga.

Putri Naga juga memiliki sifat yang baik sehingga salah satu pemuda bernama Majo kesengsem. Untungnya, Putri Naga juga memiliki perasaan yang sama sehingga mereka berdua menikah. Lama-kelamaan, Putri Naga akhirnya hamil dan kejadian mengejutkan terjadi setelah mereka mengetahui anak yang dilahirkan ternyata tidak normal.

Menyimak
Simaklah ketika guru membacakan cerita rakyat tentang komodo ini. Selama menyimak, tuliskan satu pertanyaan yang terlintas di pikiranmu tentang kisah ini di selembar kertas!

Legenda Putri Komodo
Pada zaman dahulu di Kepulauan Komodo tinggallah seorang pria bernama Empu Najo dan istrinya, Lea. Mereka tinggal di Teluk Loh Lawi di Gili Mana. Di sana Empu Najo terpilih menjadi kepala desa. Namun, desa tersebut terus diserang oleh orang-orang dari Suku Bajo yang tak segan menjarah dan mengobrak-abrik desa mereka hingga luluh lantak. 
Kisah Legenda Putri Komodo
Dan seterusnya

Bacalah ulang cerita “Legenda Putri Komodo” tersebut. Kemudian, jawablah  pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Menurut kalian, apakah kisah legenda ini benar-benar terjadi? Jelaskan jawabanmu.
Kisah legenda merupakan cerita fiksi. Jadi, tidak benar-benar terjadi pada masa lalu. Kisah legenda digunakan sebagai dongeng, hiburan, atau nasihat untuk diteruskan ke generasi selanjutnya.
2. Mengapa Si Gerong bersikap baik kepada saudara perempuannya?
Gerong bersikap baik pada adiknya karena dia menyayangi satu-satunya saudara kandung yang hidup bersamanya sejak kecil dan mereka berdua dibesarkan oleh ayahnya dengan penuh kasih sayang. Gerong juga ingin melindungi adiknya dari penduduk desa yang mungkin berniat jahat.
3. Bagaimana cara Empu Najo membesarkan kedua anaknya?
Empu Najo membesarkan kedua anaknya dengan penuh kasih sayang dan berlaku adil.
4. Apa pesan atau amanat yang bisa dipetik dari legenda ini?
Hikmah yang bisa dipetik dari legenda ini adalah bahwa sebaiknya kita hidup berdampingan dengan hewan-hewan yang tinggal di habitat yang sama dengan baik. Tidak perlu memburu atau menyakiti hewan tersebut.

Demikian pembahasan mengenai Menyimak Kisah Legenda Putri Komodo. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 10:49 AM

Soal Post Test Modul 2 Perkembangan Diri Peserta Didik Fase Fondasi

Konsep Merdeka Belajar mengedepankan kebebasan setiap peserta didik untuk mengatur sendiri pilihan belajar mereka. Mengingat, kemampuan setiap peserta didik berbeda-beda. Dalam hal ini, guru berperan sebagai penggerak agar para peserta didik bisa terus semangat dan termotivasi untuk mengembangkan kemampuan dan keahliannya tanpa ada paksaan. Itulah mengapa, pada Kurikulum Merdeka ini, pemerintah membentuk sistem fase capaian pembelajaran untuk memetakan tingkat kemampuan setiap peserta didik. 

Fase Pondasi adalah fase yang diperuntukkan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Capaian pembelajaran pada fase ini lebih difokuskan pada capaian perkembangan. Mengingat, pembelajaran di jenjang PAUD tidak berbasis mata pelajaran layaknya di jenjang pendidikan dasar dan menengah, namun lebih mengarah pada integrasi enam aspek, yaitu perkembangan kognitif, sosial, emosi, fisik, motorik, dan seni. 

Sementara itu, lingkup capaian pembelajaran di fase Pondasi ini memuat tiga elemen stimulasi yang menggabungkan lima aspek perkembangan anak dan bidang lain yang bisa mendukung tumbuh kembang anak sesuai tuntutan pendidikan abad ke-21. 

A. Perkembangan Fisik Fase Fondasi (4-6 tahun)
“Anak saya tidak bisa diam, sebentar saja duduk, lalu naik turun kursi, dan membongkar mainannya. Tetangga bilang, mungkin anak saya hiperaktif.”

Ciri Perkembangan Fisik
4 - 5 Tahun 5 - 6 Tahun
Motorik kasar
  1. Berlari, berhenti, dan melompat dengan lincah.
  2. Lompat dengan satu kaki dan berjalan di garis lurus.Suka memanjat tangga, pohon, dan permainan seperti perosotan.
  3. Menuruni tangga dengan kaki bergantian.
  4. Berlatih memperkirakan kecepatan, jarak, dan sasaran.
  1. Melompat 10 kali ke depan tanpa henti.
  2. Jalan mundur dengan berjinjit.
  3. Mengayuh sepeda roda 3 dengan baik dan mulai menguasai sepeda roda
  4. Menuruni tangga tanpa berpegangan.
  5. Menangkap bola dari jarak 1 meter.
Motorik halus
  1. Memegang krayon/alat tulis dengan 3 jari: ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.
  2. Bisa membuat lingkaran. 
  3. Memotong dengan gunting.
  4. Meronce benda.
  5. Membuat berbagai bentuk dengan plastisin.
  6. Punya tujuan dan rencana saat menggambar dan mewarnai, meskipun masih kesulitan mempraktikkannya.
  1. Punya kontrol yang baik saat memegang pensil dan mewarnai sesuai bidang.
  2. Menggunting mengikuti garis, tapi kontrol tangan belum baik.
  3. Memasang resleting dan kancing.
  4. Mulai bisa mengikat tali.
  5. Sudah menggunakan tangan yang dominan.

Latihan Pemahaman
Hal yang khas dari perkembangan fisik anak PAUD yaitu aktif bergerak.
Pernyataan di atas adalah…
Jawaban : Benar
Cerita Reflektif
Ciri perkembangan fisik apa yang paling umum ditampilkan peserta didik di kelas Ibu dan Bapak?
Peserta didik suka berlari kesana kemari serta melompat

B. Perkembangan Kognitif Fase Fondasi (4-6 tahun)
Di usia 4-6 tahun peserta didik suka mengajukan banyak sekali pertanyaan atas hal yang mereka amati sehari-hari. Terkadang kita semangat menjawabnya, lain waktu merasa tidak siap untuk merespons satu per satu.

Ciri Perkembangan Kognitif
4 - 5 Tahun 5 - 6 Tahun
  1. Melatih rutinitas harian, misal bangun tidur, mandi, sarapan, ke sekolah.
  2. Memilih, mengklasifikasi, serta membuat pola berurutan.
  3. Mulai paham konsep paling tinggi, paling pendek, paling banyak, dan paling sedikit.
  4. Mengenali simbol huruf besertanama-namanya dan familiar dengan itu.
  5. Lancar menyebut angka 1-20, tapi pemahaman konsep tentang jumlah masih terbatas 1-5.
  1. Mengenali jam dan menghubungkan waktu dengan rutinitas.
  2. Mengidentifikasi benda berdasarkan urutannya: pertama, kedua, ketiga, dst.
  3. Memahami konsep waktu dengan sederhana (hari ini, kemarin, besok, pagi, siang, malam).
  4. Mulai bisa membaca kata yang sederhana.
  5. Menyebut angka dari 20 atau lebih, bahkan ada yang bisa sampai 100

Latihan Pemahaman
Hal khas dari aspek perkembangan kognitif peserta didik usia 4-6 tahun adalah suka mengamati, bertanya, dan bereksperimen.
Pernyataan di atas adalah..
Jawaban : Benar
Cerita Reflektif
Tantangan perkembangan kognitif apa yang paling umum dihadapi Ibu dan Bapak?
Bagi kami tantangan yan paling menonol ialah adanya anak yang masih kurang suka membaca

C. Perkembangan Bahasa Fase Fondasi (4-6 tahun)
Apa yang khas dari aspek perkembangan bahasa peserta didik usia 4-6 tahun? Karena sudah bisa berkomunikasi dengan semakin lancar, hubungan kita dengan peserta didik juga menguat di periode ini.
Perkembangan Bahasa
Ciri Perkembangan Bahasa
4 - 5 Tahun 5 - 6 Tahun
  1. Menggunakan preposisi ‘di  atas’, ‘di bawah’, ‘di dalam’ dengan tepat.
  2. Mengulang-ulang menyanyi lagu-lagu sederhana.
  3. Menggunakan kalimat lebih terstruktur dengan menggunakan SPOK.
  4. Dapat menjawab pertanyaan ‘Siapa?’, ‘Mengapa?’, ‘Berapa?’, ‘Punya siapa?’
  5. Menjawab pertanyaan sesuai situasi dan kondisi dengan tepat.
  1. Mampu menjelaskan fungsi benda.
  2. Suka melontarkan hal lucu karena senang humor.
  3. Memiliki kosakata sampai dengan 1500 lebih.
  4. Mampu menyebutkan nama lengkap, alamat, dan ulang tahunnya.
  5. Mampu menerima dan menyampaikan pesan sederhana dengan tepat.

1. Latihan Pemahaman
Anak sudah mampu menggunakan preposisi (‘di atas’, ‘di bawah’, ‘di dalam’) dengan tepat merupakan ciri dari perkembangan aspek bahasa.
Pernyataan di atas adalah…
Jawaban : Benar
Cerita Reflektif
Cerita apa yang paling peserta didik ingin dengar dari Ibu dan Bapak di kelas?
Cerita dongeng serta kisah misteri.

D. Perkembangan Sosial-Emosi Fase Fondasi (4-6 tahun)
Sangat wajar di fase ini tak jarang menyaksikan peserta didik semakin menikmati interaksi dalam kelompok terutama saat bermain bebas. Walau ada juga perasaan khawatir yang muncul, terutama saat mereka meniru perilaku-perilaku yang tidak seharusnya.

Ciri Perkembangan Sosial-Emosi
4 - 5 Tahun 5 - 6 Tahun
  1. Mengekspresikan bangga atas apa yang dicapai, sering meminta pengakuan orang dewasa.
  2. Masih sulit berbagi, menunjukkan sikap bekerja sama dan berpartisipasi dalam aktivitas kelompok.
  3. Mulai bersahabat, menunjukkan pilihan berteman dengan teman tertentu.
  4. Ramah dan mulai lebih mudah adaptasi. 
  5. Lebih mampu mengekspresikan emosinya
  1. Menyepakati aturan dan konsekuensi bersama orangtua dan pendidik.
  2. Dapat berbagi, menunggu giliran, dan bekerja sama saat bermain dengan benda.
  3. Membina hubungan persahabatan dengan 1-2 orang.
  4. Senang membuat lelucon dan membuat orang lain tertawa.
  5. Belajar kontrol diri dengan lebih baik.

Latihan Pemahaman
Sulit berbagi merupakan hal tidak wajar bagi perkembangan sosial-emosi peserta didik di PAUD.
Pernyataan di atas adalah…
Jawaban : Salah
Cerita Reflektif
Hal apa yang sering peserta didik coba lakukan saat meniru temannya?
Perilaku meniru sebenarnya adalah bagian normal dari perkembangan anak, dimana dia belajar tentang perilaku yang diterima atau tidak diterima

Soal post test sebagai evaluasi pemahaman terhadap suatu modul, memang ditujukan buat para guru atau pendidik. Mari kita mulai mempelajarinya.

2. Post Test
1. Berikut ini adalah ciri perkembangan fisik motorik halus usia 4-6 tahun…
A. Jalan mundur dengan berjinjit.
B. Menangkap bola dari jarak 1 meter.
C. Memegang krayon/alat tulis dengan 3 jari.
D. Menuruni tangga tanpa berpegangan.
Pembahasan :
Jawaban : C
2. Pernyataan berikut di bawah ini tidak sesuai dengan prinsip asesmen sumatif yakni...
A. Penilaian yang dipakai buat menyediakan informasi terkait pada ketercapaian kurikulum murid
B. Dengan menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan atau CP murid untuk dasar kenaikan kelas
C. Dengan menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan atau CP murid untuk dasar kelulusan
D. Menilai proses belajar buat memetakan kemampuan anak didik di awal
Pembahasan :
Jawaban : B
3. Aspek perkembangan fisik mencakup…
A. Motorik halus dan motorik kasar
B. Kekuatan tangan dan jari
C. Anak mampu berolah raga dengan baik
D. Anak siap beraktivitas fisik di dalam dan luar ruangan
Pembahasan :
Jawaban : A
4. Melibatkan peserta didik dalam tugas domestik yang sederhana di kelas merupakan bentuk stimulasi kognitif usia 4-6 tahun.

Pernyataan di atas adalah…
A. Benar
B. Salah
Pembahasan :
Jawaban : A
5. Cakupan perkembangan bahasa adalah…
A. Kemampuan menulis kalimat dengan huruf yang tepat
B. Kemampuan membaca nyaring
C. Kemampuan menggunakan bahasa asing
D. Kemampuan komunikasi lisan dalam mendengar dan berbicara
Pembahasan :
Jawaban : D
6. Di bawah ini cara menstimulasi aspek perkembangan bahasa untuk usia 4-6 tahun, kecuali…
A. Bermain peran
B. Melakukan rutinitas harian
C. Mendengarkan peserta didik bercerita
D. Bernyanyi bersama
Pembahasan :
Jawaban : B
7. Cemas saat berpisah dari orangtua atau pengasuh di pintu sekolah/kelas adalah hal tidak wajar.

Pernyataan di atas
A. Benar
B. Salah
Pembahasan :
Jawaban : B
8. Berikut cara menstimulasi perkembangan sosial-emosi untuk anak berusia 5-6 tahun, kecuali…
A. Mencoba beragam olah raga dan aktivitas fisik untuk melatih kerja sama, negosiasi, dan taat denga  aturan
B. Membaca nyaring
C. Bermain bersama teman
D. Rutin bermain peran dengan orang dewasa agar kebutuhan emosi terpenuhi
Pembahasan :
Jawaban : B
9. Ciri perkembangan kognitif peserta didik di PAUD usia 4-6 tahun adalah: ...
A. Memahami konsep waktu dengan sederhana
B. Mengenali jam dan menghubungkan waktu dengan rutinitas
C. Memilih, mengklasifikasi, serta membuat pola berurutan
D. Semua benar
Pembahasan :
Jawaban : D
10. Salah satu ciri perkembangan bahasa usia 4-6 tahun, yaitu…
A. Mampu menyebutkan nama lengkap, alamat, dan ulang tahunnya.
B. Banyak mengulang-ulang kata yang disebutkan orang lain
C. Tidak dapat menjawab pertanyaan Siapa?, Mengapa?
D. Sulit menggunkan kalimat lebih terstruktur
Pembahasan :
Jawaban : A
11. Di bawah ini yang bukan khas dari aspek perkembangan sosial-emosi usia 4-6 tahun adalah…
A. Memiliki minat membaca menulis, dan berhitung
B. Suka mengekspresikan perasaannya
C. Mulai bisa mengontrol perilakunya
D. Meniru temannya
Pembahasan :
Jawaban : A
12. Di bawah ini merupakan ciri aspek perkembangan kognitif usia 4-6 tahun, kecuali…
A. Lancar menyebut angka 1 - 20
B. Mengidentifikasi benda berdasarkan urutan
C. Membaca buku dengan lancar dan cepat bersama pendidik dan orang tua
D. Memahami konsep waktu dengan sederhana
Pembahasan :
Jawaban : C

Demikian pembahasan mengenai Soal Post Test Modul 2 Perkembangan Diri Peserta Didik Fase Fondasi. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:38 AM

Mewawancarai Orang Tua/Keluarga di Rumah

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Mewawancarai Orang Tua/Keluarga di Rumaho. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat melakukan wawancara untuk menggali ide dan menuliskan hasilnya dalam laporan singkat.

Pada kegiatan ini peserta didik belajar tentang berbicara dengan sopan (menggunakan maaf, tolong, dan terima kasih).  Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, 
berbicara dengan jelas sehingga dipahami lawan bicara. Menanggapi dengan  aktif ketika berbicara dengan kelompok pendengar yang berbeda (teman,  guru, dan orang dewasa di sekitarnya).

Wawancara adalah tanya jawab antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan data, keterangan, dan pendapat tentang suatu hal. Wawancara harus dipersiapkan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang optimal. Sebelumnya, tentukan tujuan dari wawancara tersebut. Setelah itu, pilihlah narasumber yang sesuai. Mintalah kesediaan narasumber untuk diwawancarai tentang topik tertentu. Setelah itu, buatlah daftar pertanyaan yang akan diajukan.
Mewawancarai Orang Tua/
Ketika melakukan wawancara di waktu yang disepakati, perhatikan adab sebagai pewawancara. Pakailah baju yang sopan dan berbicara dengan sopan. Perkenalkan diri terlebih dahulu dan ucapkan terima kasih kepada narasumber yang sudah mau diwawancara. Sampaikan pertanyaan dengan jelas. Apabila jawaban narasumber kurang jelas, sampaikan konfirmasi dengan mengatakan, “Apakah yang Bapak/Ibu maksud seperti ini …?” Ajukan pertanyaan yang sesuai meskipun tidak ada dalam daftar pertanyaan. Sampaikan terima kasih kepada narasumber ketika wawancara sudah selesai dan mintalah kesediaannya untuk ditanya kembali kalau ada hal-hal yang perlu dikonfirmasi.

Hal yang tidak kalah penting dari praktik wawancara adalah menuliskan hasilnya. Kalau kalian mempunyai alat perekam suara, kalian bisa menuliskan transkrip wawancara lengkap. Namun kalau tidak punya alat perekam, kalian bisa merangkum hal-hal yang penting saja dari wawancara dengan merujuk ke tujuan wawancara. Ketika melakukan wawancara, catat kata-kata kunci saja, tidak perlu menuliskan seluruh kalimat. Lebih baik pewawancara fokus untuk mendengarkan dan memahami jawaban dari narasumber.

Langkah-langkah wawancara:
  1. Menemukan tokoh yang akan diwawancara. Narasumber ini bisa orang tuamu, kakek nenek, saudara, atau tetangga yang sekiranya mempunyai pengetahuan dan pengalaman tentang kesenian daerah.
  2. Menghubungi narasumber dan meminta kesediaan untuk diwawancarai.
  3. Menyiapkan daftar pertanyaan untuk wawancara. Contoh: 1. Menurut Bapak/Ibu, apa kesenian tradisional yang khas dan paling dibanggakan dari daerah ini? 2. Apa alasan Bapak/Ibu memilih kesenian tradisional tersebut? 3. Bagaimana sejarah atau latar belakang terciptanya kesenian tersebut? 4. Apakah ada permainan tradisional khas dari daerah sini yang sekarang tidak dimainkan lagi oleh anak-anak? Tolong ceritakan bagaimana cara memainkannya.

1. Menurut Bapak/Ibu, apa kesenian tradisional yang khas dan paling dibanggakan dari daerah ini?
Menurut saya kesenian tradisional yang khas dan paling membanggakan dari daerah ini adalah Ebeg. Ebeg merupakan bentuk kesenian tari daerah Banyumas yang menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan kepalanya diberi ijuk sebagai rambut. Tarian Ebeg di daerah Banyumas menggambarkan prajurit perang yang sedang menunggang kuda. Gerak tari yang menggambarkan kegagahan diperagakan oleh pemain Ebeg.

2. Apa alasan Bapak/Ibu memilih kesenian tradisional tersebut?
Saya memilih kesenian tersebut karena Ebeg dianggap sebagai seni budaya yang benar-benar asli dari Jawa Banyumasan mengingat didalamnya sama sekali tidak ada pengaruh dari budaya lain. Berbeda dengan Wayang yang merupakan apresiasi budaya Hindu India dengan berbagai tokoh-tokohnya. 

Selain itu, biasanya dalam pertunjukkan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan, penthul & cepet. Dalam pertunjukkannya ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe. Kesenian ini mirip dengan jathilan, kuda kepang dan kuda lumping di daerah lain.

3. Bagaimana sejarah atau latar belakang terciptanya kesenian tersebut?
Menurut saya kesenian Ebeg berkembang di daerah Jawa Tengah khususnya wilayah Banyumas, Purbalingga,Cilacap, dan Kebumen. Kesenian Ebeg termasuk dalam seni tari tradisional yang bercerita tentang ksatria yang berlatih perang (Pangeran Diponegoro). Kesenian ini telah berkembang sejak meletusnya perang diponegoro.

Tarian ini sejatinya melambangkan dukungan rakyat terhadap Pangeran Diponegoro dalam melawan imperialisme kolonial Belanda. Pada pementasannya, tari ebeg terdiri dari empat pembabakan (fragmen), yaitu fragmen buto lawas yang dilakukan 2 kali, fragmen senterewe, dan fragmen begon putri.

Masyarakat banyak yang mengaitkan kesenian ini dengan hal-hal yang bersifat magis, mengingat dalam salah fragmen tertentu, penari mengalami kerasukan dan hilang akal. Ketika para penari mulai kesurupan (mengalami trance/ mendhem/ wuru), tanpa sadar mereka memakan pecahan kaca, bara api dan benda benda berbahaya lainnya, makan dedaunan yang belum matang, dedhek/ kathul (pakan ternak), kemudian mengupas serabut kelapa dengan gigi, memakan), serta bertingkah sepeti monyet, ular, dll .

4. Apakah ada permainan tradisional khas dari daerah sini yang sekarang tidak dimainkan lagi oleh anak-anak? Tolong ceritakan bagaimana cara memainkannya.
Menurut saya permainan khas yang sekarang sudah jarang dimainkan anak-anak adalah Sliring Genting. Permainan ini berkisah tentang seorang pencuri yang berpura-pura mendatangi sebuah rumah untuk meminta api. Namun, si empunya rumah yang curiga, akhirnya mengetahui bahwa tamu tak diundangnya, ternyata berniat mengambil pithik alias ayam miliknya. 

Para pemain akan tegang di belakang si empunya rumah yang berada di barisan paling depan, berhadap-hadapan dengan si pencuri. Nah, si pencuri akan berusaha mengejar ayam yang ada di barisan paling belakang. 

Sementara itu, mereka yang khawatir di belakang penjaga rumah berperan sebagai prajurit yang bertugas menjaga si ayam agar tak sampai jatuh ke tangan si begal alias si pencuri. Para prajurit ini harus pintar-pintar mengelak agar si begal bisa menangkap si ayam.

Demikian pembahasan mengenai Mewawancarai Orang Tua/Keluarga di Rumah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:54 PM

Membaca Transkrip Wawancara Panggung Dunia Eko Supriyanto

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca Transkrip Wawancara Panggung Dunia Eko Supriyanto. Tujuan pembelajaran kali ini adalah menjelaskan ide pokok dan banyak ide pendukung dari sebuah teks sastra dan informasional yang terus meningkat sesuai jenjangnya,

Pada kegiatan ini peserta didik membaca transkrip wawancara “Panggung Dunia Eko Supriyanto” dan menjawab pertanyaan pemahamaan untuk bacaan di Buku Siswa. Peserta didik dapat memahami ide pokok dan ide pendukung dari suatu transkrip wawancara. 

Transkrip wawancara atau menyalin wawancara adalah catatan tertulis dari wawancara lisan yang telah selesai dilakukan. Menyalin wawancara sendiri merupakan kegiatan mendokumentasikan percakapan antara dua orang atau lebih. Proses ini dapat dilakukan secara real-time atau dari rekaman audio atau video.

Panggung Dunia Eko Supriyanto
Eko Supriyanto adalah seniman tari kontemporer Indonesia. Namanya dikenal ketika pada tahun 2001 berhasil menjadi penari latar diva pop dunia, Madonna, dalam tur keliling dunia. Eko berhasil mengalahkan ribuan orang yang mengikuti audisi di Amerika Serikat. Pada tahun 2018, Eko menjadi koreografer tarian pembuka ASEAN Games di Jakarta. Berikut adalah cuplikan wawancara Eko Supriyanto dengan wartawan Beritagar.id.

Dan seterusnya...

Untuk menguji pemahamanmu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Menurut kalian, apa yang dimaksud dengan tari kontemporer? Apa perbedaannya dengan tari tradisional?
Tari kontemporer adalah tari masa kini yang bentuknya bisa berbeda dari tari tradisional. Sementara tari tradisional adalah tari yang mengikuti pakem atau aturan tertentu.
2. Apakah kalian setuju dengan anggapan bahwa menari hanya cocok dilakukan 
oleh perempuan?
Saya setuju karena menari bisa dilakukan oleh siapa saja, baik perempuan atau laki-laki, seperti halnya kegiatan kesenian lainnya.
3. Eko Supriyanto terpilih sebagai penari latar Madonna melalui seleksi yang ketat. Ia menjadi satu-satunya orang asing yang terpilih. Apa yang dapat kalian pelajari dari hal ini?
Eko Supriyanto mendapatkan pengalaman berharga terpilih dari ribuan penari lain yang mengikuti audisi. Ini menunjukkan kemampuan tarinya dan juga bahwa Indonesia memiliki keragaman tari yang luar biasa.
4. Mengapa Eko Supriyanto tidak ingin tarian tradisi kita hanya dianggap sebagai  barang eksotis? Jelaskan dalam kata-kata kalian sendiri!
Barang eksotis hanyalah barang yang sekadar ditonton atau diperlihatkan untuk orang asing. Eko Supriyanto ingin agar tarian tradisi diinterpretasi kembali dan memunculkan gagasan baru dalam berbagai ungkapan dan bentuk

Kosakata Baru dalam Bacaan “Panggung Dunia Eko Supriyanto”
Dalam teks bacaan””Panggung Dunia Eko Supriyanto”, terdapat beberapa kata yang mungkin masih jarang kalian dengar.
  1. kontemporer: a pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa ini
  2. koreografer: n orang yang ahli dalam mencipta dan menggubah gerak tari
  3. sanggar: n Jw tempat untuk kegiatan seni (tari, lukis, dan sebagainya)
  4. penari latar: orang yang menari mendampingi penyanyi yang pentas di panggung
  5. motivasi: n dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu
  6. konotasi: n Ling tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata; makna yang ditambahkan pada makna denotasi
  7. regenerasi: n ki penggantian generasi tua kepada generasi muda; peremajaan
  8. feminin: a menyerupai atau seperti perempuan
  9. maskulin: a bersifat jantan
  10. pakem: n pedoman pokok (tentang aturan, tata cara, dan sebagainya)
  11. eksotis: a bergaya asing; luar biasa; istimewa; aneh; ganjil

Untuk lebih memahami makna kata-kata tersebut, pasangkanlah kata di kolom kanan dengan makna kata yang sesuai di kolom kiri!
Kata Baru
Demikian pembahasan mengenai Membaca Transkrip Wawancara Panggung Dunia Eko Supriyanto. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 9:07 AM