Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerita Pendek

Sebelum membuat pementasan sebuah drama, hal pertama yang harus disiapkan adalah mempersiapkan naskah drama. Di sinilah peran penting penulis naskah drama. Walau masih banyak faktor lain yang memengaruhi keberhasilan sebuah pertunjukan drama, seperti peran sutradara, kemampuan akting dari para pemain, atau keunggulan lighting dan sound effect, tidak bisa dimungkiri bahwa hal pertama yang harus disiapkan dengan sebaik-baiknya adalah naskah drama.

Untuk menulis sebuah naskah drama, penulis naskah drama bisa mengambil ide dari pengalaman sendiri atau menyadur dari karya sastra jenis lain seperti dari puisi atau prosa. Menulis karya dengan cara menyadur dari jenis karya yang lain memang terasa lebih mudah bagi penulis naskah drama dibanding dengan mengangkat kisah nyata yang dialami sendiri. Paling tidak, dalam karya saduran sudah tersedia ide cerita, siapa saja pemerannya, konflik yang dialami, dan sebagainya.

Walaupun terasa lebih mudah, penulis naskah drama tetap saja harus memperhatikan hal-hal apa saja yang harus ada dalam naskah drama serta mengikuti langkah-langkah penulisan naskah drama. Hal paling pokok yang harus diperhatikan dalam menyadur sebuah karya prosa ke dalam naskah drama adalah membaca dan memahami karya yang akan disadur dengan baik.

Setelah hal utama itu dilakukan, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi tokoh-tokoh yang terlibat dan karakternya, dialog antartokoh, lakuan para tokoh, tempat dan suasana adegan tersebut berlangsung, pergantian babak atau scene, dan sebagainya.
Cerita Pendek
Setelah memahami teks yang akan digubah dan proses identifikasi unsur-unsur pembangun cerita dilakukan dengan baik oleh penulis naskah, langkah selanjutnya adalah mulai menulis naskah drama. Naskah drama harus ditulis sejelas mungkin karena inilah yang akan dipakai sebagai pegangan utama oleh sutradara, para pemeran, dan para kru dalam mempersiapkan pertunjukan. Adapun hal-hal utama yang ada dalam naskah drama adalah
a. tokoh;
b. dialog antartokoh;
c. keterangan lakuan (ditulis dalam tanda kurung);
d. keterangan latar tempat yang dituangkan dalam pengaturan tata panggung;
e. keterangan suara/musik pendukung untuk membantu menggambarkan latar suasana; 
f. keterangan tata lampu/lighting juga untuk menggambarkan latar suasana; dan
g. keterangan kostum dan rias wajah yang dikenakan oleh para pemain. 

Seperti telah dijelaskan di atas, kekuatan sebuah naskah drama terletak pada lakuan atau acting para pemeran dan dialog antar tokoh. Kedua hal tersebut jika diramu dengan baik, akan tergambarkan konflik yang ingin disampaikan dalam pertunjukan drama. Berdasarkan teks tersebut di atas, identifikasi ada berapa babak, latar tempat dan waktu, siapa saja tokoh yang berperan dalam setiap babak, dialog yang dilakukan antartokoh, serta lakuan dari setiap pemain.

Adegan 1 Latar tempat dan latar waktu: di ruang operasi sebuah rumah sakit dan malam hari....
No. Nama Tokoh Dialog Keterangan Lakuan
1. Aku (dr. Hen) “Susah, Ibu. Saya punya jadwal bedah sesar setidaknya sampai akhir tahun ini. Apalagi menjelang hari raya, selain musim hujan, juga musim orang melahirkan.” sambil berusaha melepaskan sarung karet bekas operasi).
“Ya tidak,” (melepaskan sarung tangan dan membuangnya ke tempat sampah).
“tiga” (tokoh aku duduk di kursi meja kerjanya)
2. Ibu “Ambil libur dua hari apa tidak bisa sama sekali?” Tidak ada keterangan lakuan karena ditulis dari sudut pandang tokoh aku. Hanya ada efek suara.
“Berapa dokter kandungan di rumah sakitmu?”
”Kalau begitu tukar jaga kan bisa, kecuali memang kamu tidak menginginkannya!”

Adegan 2 Latar tempat dan latar waktu: di dapur dan pagi hari.
No. Nama Tokoh Dialog Keterangan Lakuan
1. Aku (dr. Hen) “Memang apa bedanya, Bu? Toh, sama-sama akan dihaluskan juga.” (aku menyanggah dan ibu menggeleng tanda tidak setuju).
“Lalu, apa hubungannya dengan cara memecah kemiri?” mengangguk).
2. Ibu “Bukan begitu cara memecah kemiri, nanti hancur!”

”Kau tahu setiap manusia ini akhirnya akan mati dan hancur dalam tanah ‘kan?”
(suara ibu menyela)
”Kalau sudah tahu akan mati dan hancur, apa sembarangan juga perlakuanmu saat mengeluarkan bayi dari perut ibunya?” (Tokoh aku terdiam dan menyaksikan ibu memecah kemiri. Gerakannya hati-hati sekali. Persis seperti menolong bayi memecah gelap rahim menuju bumi. Mula-mula ibu menjepit kemiri dengan telunjuk dan jempol, lalu ulekan ia ketukkan sehingga terdengar suara kulit keras yang rekah. Ibu kemudian melebarkan rekahan dengan ujung pisau hingga terpisah).

Adegan 3 Latar tempat dan latar waktu: di kamar tidur dan pagi hari.
No. Nama Tokoh Dialog Keterangan Lakuan
1. Aku (dr. Hen) “Ibu, saya mau pamit kembali ke rumah sakit” (kembali mengetuk kembali).
”Ibu..” (Sambil membuka pintu dan tokoh aku panik ketika mendapati ibu lunglai menyandar di pintu lemari. Tubuhnya masih terbalut mukena dengan tasbih di tangan. Lekaslekas ia raba pergelangan tangan dan lehernya. Nihil, ibu telah tiada)
2. Ibu - (lunglai menyandar di pintu lemari. Tubuhnya masih terbalut mukena dengan tasbih di tangan.)
3. Suami tokoh aku ”Kau yakin tidak mau pesan jamuan dari katering saja?” memandang ragu).
4. Anak-anak tokoh aku - (tergambarkan suasana duka ketika suami dan anak-anak tokoh aku datang dan memeluknya)

Adegan/Babak 1 
  1. Tata panggung: Sebuah kamar bedah di sebuah rumah sakit dengan perlengkapan layaknya sebuah ruang bedah. Hari sudah larut malam.
  2. Musik pendukung: Suasana malam yang sunyi setelah selesainya operasi dan musik tidak diperdengarkan untuk menggambarkan suasana sepi.
  3. Tata lampu: lampu terang kemudian meredup pada akhir babak.
  4. Tata busana: tokoh aku (dr. Hen) memakai pakaian dokter yang lengkap ketika sedang melakukan operasi. Ibu menggunakan pakaian perempuan Jawa dengan kebaya dan sanggul sederhana. 

Adegan/Babak 2 
  1. Tata panggung: Sebuah dapur dengan berbagai jenis bahan siap dimasak ada di lantai dapur seperti jagung, ubi kayu, kacang panjang, waluh, aneka bumbu, dan umbut kelapa. Hari masih pagi. 
  2. Musik pendukung: Suasana pagi dengan suasana dapur dan musik mengalun dengan ringan.
  3. Tata lampu: lampu terang kemudian meredup pada akhir babak.
  4. Tata busana: tokoh aku (dr. Hen) menggunakan pakaian perempuan modern seperti celana jeans dan blus. Ibu menggunakan kebaya dan sanggul sederhana seperti perempuan Jawa. 

Adegan/Babak 3
  1. Tata panggung: Sebuah kamar tidur dengan perlengkapan tempat tidur dan lemari. Hari masih pagi. 
  2. Musik pendukung: Suasana pagi dan tokoh aku mengetuk-ketuk kamar, musik mengalun dengan ringan. 
  3. Tata lampu: lampu terang kemudian meredup pada akhir babak.
  4. Tata busana: tokoh aku (dr. Hen) menggunakan pakaian perempuan modern seperti celana jeans dan blus. Ibu menggunakan  mukena karena tengah melakukan salat. 

Kegiatan 4 Berlatihlah mengubah cerita pendek ke dalam bentuk naskah drama.
Wayang Potehi: Cinta yang Pupus

1. Cerpen “Wayang Potehi: Cinta yang Pupus” jika dibuat naskah drama akan menjadi lima babak atau adegan. Identifikasilah tokoh-tokoh yang akan terlibat dalam setiap babaknya! Jelaskan ciri-ciri fisik dan perwatakan dari setiap tokoh tersebut!
Kedua tokoh utama berasal dari suku dan agama yang berbeda. Joko Sudiro beragama Islam; dia mengenakan peci dan sarung sepulang dari masjid salat Isya. Adapun Mei Wang beragama Kristen; dia pergi ke gereja bersama teman-temannya hari Minggu pagi. Mereka juga berasal dari ras yang berbeda, terlihat dari namanya yaitu Joko Sudiro (Jawa) dan Mei Wang (Tionghoa).
2. Bagaimana tata panggung dari setiap babak harus dipersiapkan sehingga bisa menggambarkan latar tempat, latar waktu, dan latar suasana dalam cerpen tersebut? Lengkapi penjelasan tata panggung dengan perlengkapan panggung yang harus disediakan dalam kelima babak tersebut!
Latar waktu adalah April 1998. Bukti ada kutipan: “Untungnya, tak sampai sebulan rezim itu tumbang” (Rezim tumbang Mei 1998)
Babak 1
Latar waktu: Malam hari
Latar tempat: Pinggir jalan di antara rumah-rumah penduduk.
Perlengkapan: Gerobak bakmi dan lampu jalan.

Babak 2
Latar waktu: Pagi hari
Latar tempat: Panggung dibagi menjadi dua bagian dengan bagian pertama menggambarkan kamar Joko yang sedang buka jendela.
Pada bagian kedua, menggambarkan teras rumah Mei Wan saat akan beranjak ke gereja.
Perlengkapan: Barang yang menggambarkan isi kamar seperti lemari, tempat tidur, meja ataupun kursi.

Babak 3
Latar waktu: Malam hari
Latar tempat: Teras sebuah rumah dengan meja dan kursi yang digunakan oleh Joko dan Mei Wan.
Perlengkapan: Meja dan kursi serta wayang potehi.

Babak 4
Latar waktu: Malam hari
Latar tempat: Latar ruangan yang gelap
Perlengkapan: Meja dan kursi dan satu lampu menyorot ke meja dan kursi.

Babak 5
Latar: Malam hari
Latar tempat: Tempat pertunjukan wayang potehi.
Perlengkapan: Wayang potehi, alat musik, dan kursi tempat penonton duduk.
3. Identifikasilah dan jelaskan bagaimana kostum dan tata wajah yang harus dikenakan oleh para pemain peran dalam kelima babak tersebut sehingga bisa mewakili isi cerita dari cerpen!
Babak 1
Kostum:
- Joko memakai peci, sarung dan baju koko. 
- Mei Wan memakai rok dan kaos.
- Tukang mengenakan topi, kaos, celana panjang, dan sandal.

Tata Wajah:
- Joko menampilkan wajah yang senang, tetapi terlihat malu.
- Mei Wan wajahnya malu-malu dengan pipi kemerahan.
- Tukang Bakmi menampilkan wajah ceria dengan senyum terus menggoda keduanya.

Babak 2
Kostum:
- Pakaian Mei Wan dan teman-temannya rapi, bersih dan formal karena akan pergi ke gereja.
- Joko hanya menggunakan kaos oblong, rambut acak-acakan, dan sarung.

Tata wajah:
- Mei Wan terlihat malu-malu sambil terus digoda teman-temannya yang terlihat ceria.
- Joko tersenyum malu.

Babak 3
Kostum:
- Joko mengenakan celana panjang dan kaos.
- Mei Wan mengenakan rok dan kaos.

Tata wajah:
- Joko senang untuk memulai pembicaraan.
- Mei Wan terlihat senang dan juga malu.

Babak 4
Kostum:
- Joko berkaos dan bercelana panjang jeans yang sudah terlihat lusuh dan kotor.
- Penginterogasi memakai baju tentara dengan sepatu PDH.

Tata wajah:
- Joko kesakitan. Ada bercak darah dari bibir, wajah, dan pelipis kanannya juga terlihat babak belur.
- Penginterogasi berwajah sangar, galak, garang dan berambut cepak.

Babak 5
Kostum:
- Joko memakai kaos dan celana panjang. Mei Wan menggunakan pakaian khas tionghoa.

Tata wajah:
- Joko senang bercampur takut di awal adegan, tetapi berubah menjadi kaget dan sedih di akhir adegan.
- Mei Wan berwajah takut.
4. Musik dan efek suara adalah hal yang harus diperhatikan di dalam setiap babak. Jelaskan bagaimana jenis musik dan efek suara harus dipersiapkan dari kelima babak tersebut!
Babak 1
Musik: Terdengar suara sayup dari masjid berupa suara mengaji yang biasa dilakukan setelah salat untuk menunjukkan tokoh Joko bahwa ia pulang dari masjid.

Efek suara: Suara tukang bakmi memukulkan sendok ke mangkok serta suara jangkrik untuk menandakan suasana malam hari.

Babak 2
Musik: Suara alunan lagu ceria sayup.
Efek suara: Suara ayam berkokok dari jauh yang menandakan bahwa hari sudah pagi ketika Mei Wang hendak pergi ke gereja.

Babak 3
Musik: (Tidak ada, agar penonton fokus ke percakapan yang terjadi)
Efek suara: Suara jangkrik untuk menandakan suasana malam hari.

Babak 4
Musik: Suara musik mencekam terdengar beradu keras dengan suara tokoh penginterogasi.
Efek suara: Suara gebrakan meja.

Babak 5
Musik: Suara alunan musik Tiongkok pengiring wayang potehi.
Efek suara: Suara kerumunan orang ceria di awal babak dan suara kerumunan orang histeris di akhir babak.
5. Pertunjukan juga harus didukung oleh efek tata lampu. Identifikasi dan jelaskan bagaimana tata lampu harus diatur dalam setiap babak sehingga bisa menggambarkan latar suasana dalam cerpen tersebut!
Babak 1
Efek tata lampu: Pengaturan lampu diatur remang pada awal dan akhir dengan mengandalkan properti lampu jalan.
Cahaya lampu fokus ke arah Mei Wang dan Joko ketika mereka berbicara secara bergantian.
Pada akhir babak lampu berangsur-angsur meredup. 

Babak 2
Efek tata lampu: Pengaturan lampu diatur terang agar menandakan bahwa itu suasana pagi hari.
Pada akhir babak lampu berangsur-angsur meredup. 

Babak 3
Efek tata lampu: Pengaturan lampu diatur remang menandakan malam hari. 
Cahaya lampu ada dua yang masing-masing fokus ke arah Mei Wang dan Joko.
Pada akhir babak lampu berangsur-angsur meredup. 

Babak 4
Efek tata lampu: Lampu hanya menyorot Joko yang sedang diinterogasi dengan sisi lainnya gelap.

Babak 5
Efek tata lampu: Pada awal babak pengaturan lampu diatur berfokus pada pagelaran wayang dan Joko.
Cahaya fokus ke arah Mei Wang dan Joko ketika mereka akhirnya saling menemukan satu sama lain.
Pada akhir babak, lampu berwarna merah menyorot ke arah semua pemain di panggung dan mati secara tiba-tiba untuk menambah dramatisasi alur cerita.

Demikian pembahasan mengenai Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerita Pendek. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:55 PM

Topik C: Bagaimana Bumi Kita Berubah?

Bencana alam seperti gempa Bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi terjadi akibat dari pergerakan lempeng Bumi. Selain menyebabkan bencana alam tersebut, pergerakan lempeng Bumi juga mengubah struktur Bumi kita.

Alam kita senantiasa berubah. Mulai dari perubahan cuaca yang sifatnya sementara sampai dengan perubahan kondisi lingkungan yang sifatnya semipermanen. Perubahan kondisi lingkungan yang sifatnya semipermanen salah satunya terjadi karena bencana alam. Contohnya, ketika Gunung Tambora di Pulau Lombok yang meletus pada tahun 1815. Awalnya, Gunung Tambora memiliki ketinggian 4.200 meter di atas permukaan air laut (dpl). Namun, setelah meletus tingginya berkurang menjadi hanya 2.800 meter dpl. 

Selain gunung meletus, ada juga faktor alam lainnya yang mengubah bentuk permukaan Bumi, seperti tsunami, tanah longsor, gempa Bumi, dan sebagainya. Peristiwa-peristiwa alam ini terjadi karena struktur permukaan Bumi yang terus bergerak.
Inti Bumi
Inti Bumi memiliki suhu 5.400°C, lima puluh empat kali lebih panas dibandingkan air mendidih. Benda apapun yang berada di sekitar inti Bumi akan meleleh dan berubah wujud menjadi cair. Itu sebabnya, inti luar Bumi berwujud cair. Namun, karena bagian mantel dan permukaan Bumi memiliki jarak yang jauh dari inti Bumi dan suhunya lebih rendah maka bagian ini berwujud padat. Mirip dengan permukaan agar-agar yang telah dingin seperti percobaan yang kalian lakukan pada aktivitas Lakukan Bersama. Bagian dalamnya cair, namun bagian luarnya padat.

Ketika cairan dipanaskan maka cairan itu akan terus bergerak karena adanya arus konveksi (perpindahan kalor pada cairan). Akibatnya, bagian padat yang ada di permukaan Bumi akan ikut bergerak. Inilah yang menjadi penyebab mengapa bagian permukaan Bumi yang berbentuk lempengan-lempengan terus bergerak. Pergerakan lempengan Bumi inilah yang menyebabkan terjadinya gempa Bumi, memicu terjadinya tsunami dan terbentuknya gunung berapi.

Lakukan Bersama
Bumi yang Seperti Jelly

Alat dan bahan:
  1. panci atau gelas beaker;
  2. kompor portabel/pembakar spiritus dan kaki tiga;
  3. 1 gelas atau 250 ml air;
  4. 1 bungkus agar-agar atau jelly instan (sekitar 7 gram);
  5. batang pengaduk/sendok.

Langkah percobaan:
Percobaan ini menggunakan api. Kalian diharapkan agar selalu fokus dan  bekerja dengan hati-hati saat melakukan percobaan ini. 
  1. Masukkan 1 bungkus jelly instan berukuran sekitar 7 gram ke dalam panci.
  2. Masukkan 1 gelas air (kira-kira 250 ml) ke dalam panci atau gelas beaker. 
  3. Aduk larutan di atas kompor/api hingga seluruh serbuk jelly tercampur.
  4. Nyalakan api kompor/pembakar spiritus.
  5. Letakkan panci atau gelas beaker di atas kompor/pembakar spiritus.
  6. Masak hingga mendidih sambil diaduk-aduk. Kemudian, matikan kompor/pembakar spiritus.
  7. Diamkan larutan hingga terbentuk lapisan jelly yang memadat di atasnya. Kalian bisa bertanya kepada guru jika ragu-ragu apakah lapisan padat sudah terbentuk atau belum.
  8. Dengan menggunakan batang kayu/sendok periksa apakah jelly yang berada di dasar panci berwujud padat atau cair.
  9. Amati dan bandingkan wujud jelly yang ada di permukaan dengan yang ada di bagian dalam panci/gelas beaker.

Diskusi
Apakah ada perbedaan wujud jelly yang ada di permukaan dan di bagian bawah panci/wadah?
Iya, ada. Di permukaan, jelly seperti berselaput. Adapun di bagian bawah panci/wadah berbentuk cair.
b. Jika terdapat perbedaan, mengapa bisa demikian?
Di bagian dalam panci, jelly berwujud cair. Adapun di bagian permukaan, tekstur jelly terlihat lebih padat dan membentuk 
sebuah lapisan. Jika diperhatikan, suhu di dalam panci lebih tinggi dibandingkan suhu di luar. Akibatnya, di bagian dalam wujud jelly cair, sedangkan di bagian permukaan suhunya lebih rendah dan menyebabkan permukaan jelly menjadi membeku.
c. Apa yang akan terjadi jika jelly didiamkan selama 3 jam?
Jelly akan memadat. Teksturnya akan menjadi kenyal, bukan cair seperti saat setelah dipanaskan.
d. Jika setelah didiamkan selama 3 jam jelly dipanaskan kembali, menurut kalian bagaimana kira-kira wujud jelly?
Jelly akan kembali menjadi cair seperti sebelumnya.

Mari Refleksikan
1. Apakah kalian pernah merasakan atau mendengar berita tentang gempa Bumi?
Pernah
2. Menurut pendapat kalian apa yang menyebabkan gempa Bumi terjadi?
Gempa Bumi terjadi karena adanya pergerakan lempeng Bumi, letusan gunung berapi, atau bisa juga karena ada suatu aktivitas seperti ledakan atau runtuhan (sifatnya lokal). Arahkan peserta didik untuk menggunakan pengetahuannya mengenai struktur permukaan Bumi yang selalu bergerak saat menjawab pertanyaan ini.

Uji Pemahaman

A. Benarkah pernyataan ini?
1. Bagian daratan di Bumi diistilahkan dengan hidrosfer. 
Salah.
Alasan: Bagian daratan Bumi disebut dengan litosfer. Hidrosfer adalah lapisan air yang terdapat di permukaan Bumi. 
2. Proses penguapan air dalam siklus air hanya terjadi di laut. 
Salah. 
Alasan: Bagian daratan Bumi disebut dengan litosfer. Hidrosfer adalah lapisan air yang terdapat di permukaan Bumi. 
3. Bagian lembah selalu lebih rendah dibandingkan puncak gunung.
Benar.
Alasan: Lembah merupakan dataran rendah yang berada di sekitar gunung. 
4. Danau merupakan salah satu bagian dari hidrosfer. 
Benar.
Alasan: Yang termasuk dalam hidrosfer antara lain sungai, danau, rawa, dan laut.
5. Jika tidak ada atmosfer maka kehidupan di Bumi akan musnah. 
Benar.
Alasan: Dalam lapisan atmosfer, terdapat lapisan troposfer yang berisi oksigen untuk kebutuhan makhluk hidup bernapas. Terdapat pula lapisan ozon yang mengurangi intensitas sinar UV dari Matahari sehingga suhu di Bumi tidak terlalu panas.

B. Jawablah pertanyaan berikut ini. 
1. Sungai memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan kita. Sungai selalu mengalir dari tempat yang berada di dataran tinggi ke dataran yang lebih rendah. Menurut pendapat kalian mengapa hal ini bisa terjadi?
Pada dasarnya, setiap materi yang memiliki massa akan terdampak oleh gaya gravitasi. Dalam bahasa sederhananya, setiap benda yang memiliki massa secara spontan akan berpindah dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Termasuk air sungai.
2. Menurut pendapat kalian apa yang akan terjadi jika seluruh air yang ada di permukaan Bumi tidak dapat menguap dan membentuk awan? Apa dampaknya terhadap kehidupan manusia?
Jika seluruh air yang ada di permukaan Bumi tidak dapat menguap maka tidak akan ada awan yang terbentuk. Hal ini akan membuat tidak turun hujan. Akibatnya, berbagai daerah akan mengalami kekeringan, tumbuhan secara perlahan-lahan akan mati karena tidak mendapatkan air yang memadai. Berkurangnya vegetasi yang hidup akan menyebabkan hewan dan manusia kehilangan sumber pangan utama. Jika kondisi ini terus-menerus terjadi maka seluruh hewan dan manusia akan punah karena tidak dapat bertahan hidup.

3. Coba identifikasi bentuk permukaan Bumi di lingkungan sekitar kalian. Cari tahu apakah ada bukit, gunung, sungai, danau, pantai, atau kenampakan alam lainnya. Ceritakan bagaimana kondisi permukaan Bumi di sekitar memengaruhi kehidupan kalian.
Contohnya, di daerah tempat tinggalku terdapat sebuah sungai yang sangat lebar. Untuk bisa melewati sungai ini kita perlu menyeberangi jembatan yang panjangnya sekitar 200 meter. Sungai ini menjadi sumber kehidupan banyak orang. Banyak petani di daerah tempat tinggalku yang mendapatkan pasokan air dari sungai ini. Begitu pula para pedagang di daerahku banyak sekali yang menggunakan sungai ini sebagai sarana transportasi ke kota sebelah.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:01 AM

Unsur-unsur Pembangun Pertunjukan Drama Sekadar Imajinasi

Kata drama berasal dari bahasa Yunani, dari kata kerja dran yang berarti “berbuat, to act atau to do”. Demikianlah dari segi etimologinya, drama mengutamakan perbuatan, gerak, yang merupakan inti hakikat setiap karangan yang bersifat drama. Moulton mengatakan bahwa “drama adalah hidup yang ditampilkan dalam gerak” (life presented in action). Balthazar Verhagen mengemukakan bahwa “drama adalah kesenian melukis sifat dan sikap manusia dengan gerak” (Slametmuljana dalam Tarigan, 1985: 70). Jadi, drama adalah sebuah cerita yang membawakan tema tertentu dengan dialog dan gerak sebagai pengungkapannya. 

Seperti halnya karya sastra yang lain, naskah drama juga tersusun dari bagian-bagian yang disusun secara sistematis. Struktur naskah drama terdiri atas tiga bagian utama, yakni prolog, dialog, dan epilog. Bagian pembuka drama biasanya disebut dengan prolog, sedangkan bagian konflik akan ada di bagian tengah, yaitu disebut dialog, dan bagian terakhir sebagai bagian penutup disebut dengan epilog.

Drama dibangun dari unsur-unsur pembangunnya. Unsur-unsur pembangun sebuah pertunjukan drama adalah tokoh dan perwatakannya, tema, amanat, latar cerita, dan alur cerita. Unsur-unsur pembangun pertunjukan drama tidak terlalu berbeda dengan unsur-unsur pembangun karya prosa. Hal yang berbeda antara unsur pembangun pertunjukan drama dan karya prosa adalah pertunjukan drama lebih menekankan penggunaan lakuan para tokoh dan dialog antartokoh untuk menjelaskan jalan cerita. 

Dalam pertunjukan drama penonton disuguhi tontonan dengan tokoh yang mengalami konflik dengan mengikuti jalan cerita atau plot tertentu. Dengan menggunakan media panggung, sebuah pertunjukan drama menyampaikan tokoh dan konflik di dalamnya menggunakan dialog dan lakuan atau acting dari para pemerannya. Tidak hanya dialog dan lakuan yang dilakukan tetapi juga didukung unsur yang lain, seperti tata panggung, musik atau efek suara, dan lampu. 

Media panggung yang digunakan dalam pertunjukan drama tidak serta-merta membuat unsur-unsur pembangun pertunjukan menjadi sangat berbeda dengan bentuk sastra yang lain seperti prosa. Unsur-unsur pembangun keduanya memiliki kemiripan seperti tema, amanat, latar baik latar tempat, waktu, dan suasana, serta alur cerita. Perlu digarisbawahi hal yang membedakan dari semua unsur tersebut adalah drama lebih menonjolkan dialog dan keterangan lakuan atau acting dari para pemerannya

Kegiatan 1 Saksikan pertunjukan drama berjudul “Sekadar Imajinasi” oleh Teater Koma.
“Sekadar Imajinasi
Berdasarkan pertunjukan drama yang telah kalian saksikan tersebut,  secara berkelompok terdiri atas 4-5 siswa jawablah pertanyaan-pertanyaan  di bawah ini dengan menggunakan kalimat yang baik!

1. Terdapat berapa latar tempat dalam pementasan drama tersebut? Jelaskan disertai dengan bukti. 
Ada dua latar tempat. Latar pertama di pengadilan dengan bukti terdapat hakim, terdakwa dan suasana sidang. Latar tempat yang kedua adalah di rumah terdakwa buktinya ada latar ruang tamu dan adegan istri terdakwa menerima tamu yaitu teman terdakwa.
2. Terdapat berapa babak pertunjukan drama yang telah kalian saksikan tersebut? Jelaskan dan berikan buktinya!
Dalam pertunjukan drama “Sekadar Imajinasi”, terdapat dua babak. Babak pertama adalah di ruang sidang dan babak kedua adalah di rumah terdakwa.
3. Identifikasilah mana bagian yang disebut prolog, dialog, dan epilog pada pertunjukan drama tersebut!
Bagian prolog atau pembuka adalah saat terdengar suara “sekadar imajinasi” dengan terdakwa memasuki ruangan. Tahap dialog berupa konflik ketika terdakwa mendapat tuduhan dari hakim telah membuat 2 orang saksi mati. Tahap epilog adalah tahap penutup ketika ditutup dengan suara “sekadar imajinasi” dan terdakwa serta istrinya duduk di ruang tamu. 
4. Siapakah tokoh utama dan siapa saja peran pendukung dalam pentas drama tersebut? Berikan alasan dan bukti yang mendukung!
Tokoh utama adalah terdakwa karena dia menjadi pusat cerita. Pemeran pendukung seperti hakim, saksi, istri terdakwa, dan sahabat terdakwa. Keempat tokoh tidak menjadi pusat cerita, tetapi menjelaskan bagaimana konflik berjalan
5. Dari pentas tersebut, identifikasilah mana tokoh yang punya perwatakan baik, jahat, dan campuran! Berikan bukti yang mendukung jawabanmu!
Tokoh yang baik seperti terdakwa dan istrinya. Dia mengalami depresi karena sifatnya terlalu lembut yang tidak bisa mengingkari bahwa dia telah berbuat salah ketika melakukan korupsi. Tokoh yang jahat adalah sahabat terdakwa yang mengatakan, “anggap saja kematian orang itu sekadar imajinasi dan tidak terjadi sungguh-sungguh.” Perwatakan yang tidak terlalu jelas apakah dia jahat atau baik seperti saksi dan hakim ketua. 
6. Apakah terdakwa dalam sidang pengadilan mengakui apa yang dituduhkan oleh Hakim Ketua? Tunjukkan dialog manakah yang menunjukkan hal tersebut! 
Terdakwa tidak mengakui perbuatannya telah membunuh saksi. Hal ini terlihat dalam dialog bahwa dia hanya menciptakan tokoh dalam novel-novelnya
7. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh terdakwa sehingga dijatuhi hukuman tiga bulan penjara? Bagaimana tanggapan sahabat tokoh tentang waktu hukuman yang hanya tiga bulan tersebut? 
Terdakwa melakukan korupsi bersama teman-temannya 1 triliun dan dia mendapat bagian 100 miliar. Hukuman 3 bulan, kata sahabat terdakwa, itu ringan dan tidak berat.
8. Menurut kalian, apakah hukuman tiga bulan itu merupakan hukuman yang setimpal bagi pelaku korupsi yang 100 miliar?
Menurut saya hukuman tiga bulan tidak setimpal dengan kesalahan pelaku, yaitu melakukan korupsi sebesar 100 miliar. Ditambah lagi, dana yang dikorupsi merupakan dana sosial yang khusus dianggarkan untuk orang yang tidak mampu. Hukuman dalam jangka waktu tersebut tidak akan memberi efek jera kepada pelaku.Besar kemungkinan pelaku melakukannya kembali jika memiliki kesempatan yang sama
9. Berikan penjelasan kalian mengapa pentas drama tersebut diberi judul “Sekadar Imajinasi”? Berikan alasan yang mendukung jawabanmu. 
Pentas pertunjukan drama diberi judul “Sekadar Imajinasi” karena ketika si tokoh utama melakukan korupsi dan menjadi terdakwa akhirnya dia mengalami depresi. Oleh karena itu, agar terhindar dari depresi sahabat tokoh utama menganjurkan dia untuk menganggap bahwa semua tragedi korupsi dan kematian orang akibat perbuatan korupsi hanya sekadar imajinasi dan tidak sungguh-sungguh terjadi
10. Tuliskan satu amanat yang bisa kalian tarik dari pertunjukan drama tersebut dan berikan alasan serta bukti yang mendukung
Amanat dari pertunjukan drama adalah jangan melakukan perbuatan jahat karena Tuhan sudah memberikan hati kecil yang akan mengingatkan manusia tentang perbuatan salahnya sehingga kita akan merasa bersalah jika melakukan perbuatan salah. Bukti terdakwa yang terus dihantui rasa bersalah akibat melakukan korupsi. 

Demikian pembahasan mengenai Unsur-unsur Pembangun Pertunjukan Drama. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:45 PM

Perbedaan Puisi, Prosa, dan Drama.

Karya sastra dibagi ke dalam tiga bentuk, yaitu puisi, prosa, dan drama. Bentuk karya sastra puisi dan prosa telah kalian pelajari pada bab-bab sebelumnya. Sekarang saatnya kalian belajar tentang jenis karya sastra yang ketiga yaitu drama.

1. Puisi
Puisi merupakan satu bentuk karya sastra yang berisi ungkapan hati, pikiran, dan perasaan penyair yang dituangkan dengan memanfaatkan segala daya bahasa, kreativitas dan imajinasi pengarang dengan rangkaian bahasa yang indah serta mengandung irama juga makna.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Jadi, dapat disimpulkan puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan penyair yang dituangkan dengan menggunakan bahasa yang indah serta mengandung makna yang mendalam. Puisi memiliki ciri yang membedakannya dengan karya sastra lain, yaitu:
  1. Berisikan ungkapan pikiran, perasaan, dan pengalaman penyair yang bersifat imajinatif.
  2. Menggunakan bahasa konotatif.
  3. Terdapat pemadatan segala unsur daya bahasa.
  4. Menggunakan diksi yang tepat dengan memperhatikan irama atau bunyi.
  5. Dapat dibentuk oleh tipografi.

2. Prosa
Prosa adalah bentuk karya sastra yang berbentuk karangan bebas yang tidak terikat aturan (lama) yang mengisahkan tentang suatu sejarah atau peristiwa. Prosa juga bisa diartikan karya sastra yang berbentuk cerita yang bebas, tidak terikat oleh rima, irama, dan kemerduan bunyi seperti puisi. Bahasa prosa seperti bahasa sehari-hari.

Prosa merupakan sebuah karya sastra yang memiliki rangkaian cerita tertentu yang dihasilkan melalui imajinasi pengarang. Pengarang menciptakan sebuah karya sastra yang dapat dinikmati oleh pembaca dan dapat diapresiasi oleh pembaca yang mebuat pengarang lebih termotivasi dalam membuat karya. Dalam pengertian kesastraan, prosa sering diistilahkan dengan fiksi (fiction), teks naratif (narrative text) atau wacana naratif (narrative discourse). 

Prosa yang sejajar dengan istilah fiksi (arti rekaan) dapat diartikan : karya naratif yang menceritakan sesuatu yang bersifat rekaan, tidak sungguh-sungguh terjadi di dunia nyata. Tokoh, peristiwa dan latar dalam fiksi bersifat imajiner (Nurgiyantoro, 2005). Hal ini berbeda dengan karya nonfiksi. Dalam nonfiksi tokoh,  peristiwa, dan latar bersifat faktual atau dapat dibuktikan di dunia nyata (secara empiris).

3. Drama
Kata drama berasal dari kata Yunani draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, bereaksi, dan sebagainya, jadi drama berarti perbuatan atau tindakan (Hasanuddin, 1996:2). Dalam drama pada hakikatnya hanya terdiri dari sebuah dialog. Mungkin dalam drama ada petunjuk pementasan, namun petunjuk pementasan ini hanya dijadikan pedoman oleh sutradara dan para pemain. Oleh karena itu, dialog para tokoh dalam drama biasa disebut dengan teks atau naskah drama. 
Drama biasanya berisi seperti sebuah gambaran kehidupan masyarakat yang diceritakan lewat pertunjukkan. Drama dilukiskan dengan gerak dan menunjukkan kehidupan manusia yang diekspresikan secara langsung.

Dalam pertunjukan drama penonton disuguhi tontonan dengan tokoh yang mengalami konflik dengan mengikuti jalan cerita atau plot tertentu. Dengan menggunakan media panggung, sebuah pertunjukan drama menyampaikan tokoh dan konflik di dalamnya menggunakan dialog dan lakuan atau acting dari para pemerannya. Tidak hanya dialog dan lakuan yang dilakukan tetapi juga didukung unsur yang lain, seperti tata panggung, musik atau efek suara, dan lampu.

Media panggung yang digunakan dalam pertunjukan drama tidak serta-merta membuat unsur-unsur pembangun pertunjukan menjadi sangat berbeda dengan bentuk sastra yang lain seperti prosa. Unsur-unsur pembangun keduanya memiliki kemiripan seperti tema, amanat, latar baik latar tempat, waktu, dan suasana, serta alur cerita. Perlu digarisbawahi hal yang membedakan dari semua unsur tersebut adalah drama lebih menonjolkan dialog dan keterangan lakuan atau acting dari para pemerannya.

Setelah kalian membaca contoh puisi, prosa, dan drama, buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa. Setelah itu, berdiskusilah dan jawablah pertanyaan di bawah ini.

1. Temukan pengertian puisi, prosa, dan drama dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia!
  • Prosa adalah bentuk karya sastra yang berbentuk cerita dan bersifat bebas, tidak terikat pada jenis rima dalam puisi, irama, dan mengisahkan tentang suatu kisah atau peristiwa (tidak terikat oleh kaidah seperti puisi).
  • Puisi adalah karya sastra yang berisi dari ungkapan hati dari penulis. Puisi mengandung irama, rima, dan terdapat lirik dalam setiap baitnya.
  • Drama adalah karya sastra yang berbentuk naskah dan dialog dengan maksud untuk diperankan oleh aktor. Penyusunan drama biasanya menggunakan paragraf narasi. Pementasan naskah drama ini biasanya disebut dengan teater ataupun diperankan dalam sebuah film.
2. Berdasarkan ketiga contoh di atas, temukan perbedaan ketiga bentuk karya sastra tersebut dengan melengkapi tabel di bawah ini!
Komponen Puisi Prosa Drama
Bentuk Berbentuk bait-bait Berbentuk kalimat dan paragraf. Berbentuk percakapan dan lakuan
Bahasa Menggunakan bahasa yang indah dan terikat pada rima, persajakan, dan mengutamakan majas Menggunakan bahasa deskriptif dalam bentuk bebas dan tidak terikat pada rima dan persajakan Bahasa yang digunakan lebih menonjolkan dialog antartokoh
Media Menggunakan media cetak atau elektronik Menggunakan media cetak Menggunakan panggung

Demikian pembahasan mengenai Perbedaan Puisi, Prosa, dan  Drama. . Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 1:14 PM

Mempersiapkan Musikalisasi Puisi

Musikalisasi puisi menggabungkan musik dengan puisi. Tambahan komponen musik pada pembawaan puisi akan membantu para penikmat puisi. Musik dapat memperkuat imaji auditif. Musik juga dapat memperkuat unsur nada dan suasana pada puisi, yang akhirnya dapat membantu penikmat puisi memahami perasaan penyair. Tentu saja, hal ini membuat puisi lebih dapat dinikmati, dipahami, maupun diapresiasi.

Membuat pertunjukan musikalisasi puisi akan mengembangkan sikap berkolaborasi, kreatif, cinta terhadap karya sastra puisi Indonesia dan berlatih mengembangkan bakat ekonomi kreatif. Setiap inividu diharapkan berperan aktif dalam pekerjaan besar kelasnya dalam mempersiapkan proyek pentas musikalisasi puisi.

Selain menulis naskah puisi yang sudah dilakukan di kegiatan sebelum ini, pentas musikalisasi puisi juga memerlukan musik pengiring yang sesuai. Tentu saja tidak ketinggalan koreografer dan penata kostum bila diperlukan. Secara garis besar langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
  1. Mempersiapkan puisi yang akan dipertunjukkan;
  2. Memilih seorang (atau dua orang atau lebih) pembawa puisi;
  3. Memilih dan merancang koreografi musik pendamping sekaligus menyiapkan alat musik yang diperlukan;
  4. Memilih penata kostum yang akan memilih kostum dan menyiapkan kostum;
  5. Penata panggung yang bertugas menyiapkan peralatan dan menata panggung; dan
  6. Pemilih perekam video.
Musikalisasi Puisi
Musikalisasi puisi digunakan untuk membuat pembacaan puisi jauh lebih menarik serta ekspresif. Puisi dibawakan dengan cara dinyanyikan atau diberi iringan musik yang sesuai.Musikalisasi puisi memiliki beberapa unsur yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. Nada Dalam musikalisasi puisi, nada menjadi unsur utama yang penting. Karena puisi harus dibacakan sesuai nada iringan musik yang digunakan. 
  2. Irama. Irama dalam pembacaan musikalisasi puisi dilakukan untuk menjiwai isi puisi yang dibawakan. Penentuan irama dan temponya ditentukan dari tema puisi. Contohnya tema puisi yang bersemangat, jauh lebih cocok dibawakan dengan irama dan tempo musik yang cepat dan semangat.
  3. Pelafalan. Sama seperti pembacaan puisi biasa, pelafalan juga termasuk unsur musikalisasi puisi. Pelafalan dari pembacaan puisi harus jelas, agar pendengar dapat memahami dan menjiwainya. 
  4. Harmoni Artinya keseluruhan unsur musikalisasi puisi haruslah saling berkesinambungan dan harmonis. Mulai dari nada iringan musik hingga cara pembawaannya, semua harus harmonis dan serasi. 
  5. Ekspresi Saat membaca puisi, ekspresi menjadi unsur penting. Begitu pula dengan musikalisasi puisi, ekspresi wajah dan gerak gerik tubuh harus diperhatikan, karena berpengaruh pada penjiwaan.

Setelah menyimak musikalisasi puisi pada Kegiatan 1, jawablah pertanyaan berikut secara berkelompok (4-5 siswa).

1. Apa sajakah yang perlu dipersiapkan untuk musikalisasi puisi? Jelaskan jawaban kalian.
Persiapan yang perlu dilakukan: memilih puisi, memahami puisi, menentukan alat musik pengiring, menentukan lagu dan irama yang akan digunakan sebagai pengiring, mempersiapkan kostum, dan berlatih. 
2. Apakah persamaan dan perbedaan musikalisasi puisi Juara 1 dengan Juara 3 (pilih salah satu dari dua pilihan Juara 3) pada Kegiatan 1?
Perbandingan antara musikalisasi puisi Juara 1 dengan Juara 3 pada 
Kegiatan 1:
Persamaan: Pembawa puisi ada 2 orang, pemain musik dan pemeran lain memakai masker.
Perbedaan:
Juara 1 (musik elektrik, kostum baju daerah, suasana semiformal, nada serius), juara 3 (musik akustik, baju sehari-hari, suasana kasual, nada riang populer)
3. Musik merupakan komponen penting dalam musikalisasi puisi. Dari musikalisasi puisi Juara 1 dan Juara 3 (pilih salah satu dari dua pilihan Juara 3), kelompok mana yang dapat memanfaatkan musik lebih baik? Jelaskan alasan kalian.
Menurut saya juara 3 lebih dapat memanfaatkan musik karena dengan alat musik dan lagunya lebih dapat memberikan suasana puisi yang lebih ringan dan mudah dipahami.

Demikian pembahasan mengenai Mempersiapkan Musikalisasi Puisi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:38 PM

Menulis Puisi Berdasarkan Cerpen Hatarakibachi

Puisi dan cerpen (cerita pendek) menjadi karya sastra yang paling sederhana dalam menulis kreatif. Karena proses penciptaan yang dilakukan tergolong tidak kompleks.

Cerpen atau disebut juga cerita pendek adalah sebuah karangan prosa yang terbilang tidak Panjang, singkat dan pendek. Cerpen dikatakan cerita pendek karena cerpen hanya berisi satu masalah (permasalahan yang ada di dalam cerpen hanya terdapat satu dan tidak lebih). Satu masalah tersebut merupakan satu bagian kehidupan tokoh (tidak mengalami perubahan nasib) dan hanya menampilkan perwatakan tokoh secara sekilas.

Umumnya, struktur cerita cerpen tergolong sederhana dan memuat pengisahan yang terdiri dari: 1) situasi pembuka cerita, 2) peristiwa-peristiwa yang terjadi, 3) peristiwa-peristiwa inti mulai memuncak, 4) klimaks, dan 5) anti klimaks.

Puisi adalah karya sastra dengan pilihan kalimat yang padat dan berbahasa indah. Menurut Richards (Raharjo, 2018: 47), struktur batin puisi ada empat, yakni tema, perasaan penyair, nada atau sikap penyair terhadap pembaca, dan amanat (tujuan/pesan). Untuk menulis kreatif karya sastra puisi, perlu dipahami langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Menentukan tema;
  2. Membangun rasa dengan memaksimalkan imajinasi menggunakan  panca indera saat menyusunnya;
  3. Menciptakan nada dengan pemilihan gaya bahasa indah melalui diksi dan majas; serta
  4. Menyisipkan tujuan atau pesan dengan ungkapan yang indah dan memikat.
Hatarakibachi
Setelah memahami cerpen “Hatarakibachi” karya Awit Radiani, ubahlah cerpen tersebut menjadi sebuah puisi sesuai dengan unsur-unsur puisi yang telah dibahas. Puisi terdiri atas 4-8 bait. Kerjakanlah kegiatan ini secara berkelompok yang terdiri atas 4-5 siswa.

Nama Wawan Hendrawan
Tema Puisi Percintaan, persahabatan
Judul Puisi: Pertemuan Kembali di Hatarakibach
Puisi
Di negeri matahari terbit, aku berdiri tegar
Kendala bahasa membuat kepala terasa berat
Undangan Satoshi-san, sebuah tugas berat
Kehormatan kongres seni budaya Asia menanti

Angin musim semi membelai rambutku
Tokyo yang ramah menyambut kehadiranku
Tobu Levant di Sumida-ku kutempuh dalam perjalanan
Aku sedikit mual, mengingat akar-akar kampung

Seorang seniman kampung di negeriku
Kini menjadi duta seni, mewakili bangsaku
Tak siap dengan perjalanan jauh ini
Namun aku terus melangkah, menghadapinya

Di sepanjang jalan kulihat barisan para pedagang
Sushi asli menanti untuk dicicipi
Pemandangan Tokyo Sky Tower menjulang
Landmark kota, sebuah kemegahan yang serupa

Tinggi menara, tak terjangkau pandang mata
Kupandang dengan penuh rasa takjub
Tapi di hati, aku merindu tanah airku
Tugu Yogya, landmark sederhana yang merakyat

Demikian pembahasan mengenai Menulis Puisi Berdasarkan Cerpen. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:24 PM

Menjawab pertanyaan cerpen “Hatarakibachi” karya Awit Radiani.


Dalam cerpen Hatarkibachi yang mengisahan seorang peremupan Indonesia yang menjadi wakil sastrawan negerinya untuk menghadiri pertemuan yang digelar tuan Satoshi. Yang memiliki kenalan dengan orang Jepang, kenalan itu ia kenal sebelumnya dan sempat saling jatuh cinta.

Cerpen yang berjudul Hatarakibachi karanagn Awit Radiani adalah cerpen yang menceritakan tentang kehidupan sosial masyarakat Jepang. Cerpen dalam cerpen ini penulis mengambarkan lingkungan fisik negara jepang yang memiliki permandagan yang khas, dengan baguan yang tinggi-tinggi yang menjadi kebangaan negara. Misalnya pada kalimat berikut:  “Tokyo Skay Tower berdiri menusuk langit. Ah. Lagi-lagi sebuah menara land mark kota yang pamer ketinggian”
Hatarakibachi” karya Awit Radiani.
Selain itu Jepang juga memang selalu terkenal denagn kebudayaan dan hasil produksinya yang selalu laris di pasar dunia. Misalnya pada kalimat berikut: “Aku geleng kepala. Merek jepang memang ada dimana-mana. Di seberang hotel aku pun lihat papan nama restoran dengan brand yang sama seperti di Jakarta”.

Untuk lebih memahami tokoh, penokohan, tema, dan pesan dalam cerpen di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Temukan arti kosakata di bawah ini dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia.
a. landmark
b. kurator
c. asperger syndrom
d. eksentrik
e. etos

  • landmark adalah kejadian penting. Arti lainnya dari landmark adalah sesuatu yang mudah dilihat.
  • kurator adalah pengurus atau pengawas museum (gedung pameran seni lukis, perpustakaan, dan sebagainya)
  • asperger syndrom adalah gangguan perkembangan yang memengaruhi kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi secara efektif
  • eksentrik adalah aneh; ganjil; tidak wajar
  • etos adalah pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial;
2. Temukan tokoh utama dan tokoh pendukung dalam cerpen di atas. Kemudian, jelaskan mengenai tokoh dan penokohannya dalam tabel berikut.
No. Tokoh Penokohan
1. Nina Chan Nina Chan sebagai tokoh utama memiliki sifat yang ramah terhadap orang , dia juga mudah bergaul , pintar dan suka bercanda
2. Endo Seorang yang tidak teguh pendirian, dia juga suka menyendiri, pintar merayu dan suka melakukan tindakan yang eksentrik.
3. Satoshi San Satoshi-san, seseorang yang peduli dengan sekitar

3. Mengapa Nina-chan merasa ia kurang layak untuk hadir pada kongres budaya itu?
Nina-chan merasa tidak percaya diri dan merasa kurang layak karena ia merasa karya belum apa-apa dan menurutnya banyak yang lebih berpengalaman dari dirinya.
4. Benarkah kecurigaan Nina-chan bahwa Endo melakukan rekayasa agar Nina-chan terpilih? Jelaskan alasan dari jawaban kalian.
Kecurigaan Nina-chan bahwa Endo melakukan rekayasa agar Nina-chan terpilih benar. Edo melakukan rekayasa agar Nina-chan terpilih, karena Edo sendiri ingin berjumpa dengan Nina-chan. Sehingga ia melakukan rekayasa agar Nina-chan pergi pada kongres. Edo dibantu oleh Satoshi-san untuk melancarkan aksinya.
5. Di manakah latar dari cerpen di atas? Jelaskan alasan yang mendukung jawaban kalian.
Latar cerpen di atas umumnya ada di negara Jepang, seperti di bandara, stasiun, hotel. Hal itu juga terlihat di dalam cerpen sebutan tempat maupun makanan yang biasanya dijumpai di negara matahari terbit tersebut.
6. Sudut pandang apakah (orang pertama atau orang ketiga) yang digunakan pencerita? Jelaskan alasan dari jawaban kalian.
Sudut padang orang pertama, dibuktikan dengan menggunakan kata “aku” dan “ku”
7. Sebutkan tema yang diusung dalam cerpen tersebut. 
Tema percintaan
8. Sebutkan salah satu pesan atau amanat dari cerpen di atas.
Kita perlu berhati-hati terhadap pria yang seperti “kutu loncat” atau (orang yang hanya mengantungkan hidupnya dengan menumpang dari satu orang ke orang lain) yang hanya mementingkan cinta sesaat.

Demikian pembahasan mengenai Menjawab pertanyaan cerpen “Hatarakibachi” karya  Awit Radiani.. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:44 PM

Mahir Menggunakan Tanda Baca

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik mampu menggunakan tanda baca pada kalimat yang mengandung kata-kata serapan asing/daerah serta kata-kata teknis dengan penekanan dan intonasi yang sesuai dengan konteksnya.

Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang telah diintegrasikan ke bentuk bahasa dan telah diterima penggunaanya secara umum. Kata serapan berfungsi untuk memperkaya kosa kata dan memberikan pengetahuan lebih tentang bahasa asing kepada pemakai Bahasa Indonesia.

Penyebab adanya kata serapan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya pola suatu bahasa yang mengambil dari bahasa lain berbeda. Misalnya dalam bahasa Indonesia, munculnya bahasa serapan yang masuk ke dalam bahasa ini selain diakibatkan dari faktor interaksi masyarakat, juga diakui dari faktor pesatnya ilmu pengetahuan dari berbagai bidang dan kehidupan.

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa bahasa Indonesia sebetulnya berasal dari bahasa Melayu. Pada perkembangan, bahasa Melayu menyerap bahasa asing sebelum diresmikan kedalam bahasa Indonesia. Dikutip dari berbagai sumber, bahasa yang banyak diserap kedalam bahasa Melayu atau Indonesia merupakan bahasa Sansekerta, Belanda, China, Arab, Inggris, Portugis, Parsi, Tamil, dan Hindi.

Perhatikan tiga kalimat berikut ini:
1. Saat ini cyberbullying ‘perundungan siber’ termasuk jenis perundungan yang mengkhawatirkan.
2. Saat ini cyberbullying (perundungan siber) termasuk jenis perundungan yang mengkhawatirkan.
3. Saat ini cyberbullying/perundungan siber termasuk jenis perundungan yang mengkhawatirkan.

Di dalam ketiga kalimat tersebut terdapat istilah dalam bahasa Inggris dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Keduanya digunakan bersamaan dengan tujuan memperkenalkan padanannya dalam bahasa Indonesia. Kalian menemukan bahwa ada tanda petik tunggal (‘…’), dalam kurung ((…)), dan garis miring (/) digunakan di dalam kalimat. Untuk memahami penggunaan tanda baca tersebut, bacalah penjelasan berikut ini yang dikutip dari PUEBI Daring.
Tanda Baca

1. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan.
Misalnya:
  • tergugat ‘yang digugat’
  • retina ‘dinding mata sebelah dalam’
  • noken ‘tas khas Papua’
  • tadulako ‘panglima’
  • marsiadap ari ‘saling bantu’
  • tuah sakato ‘sepakat demi manfaat bersama’
  • policy ‘kebijakan’
  • wisdom ‘kebijaksanaan’
  • money politics ‘politik uang’

2. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Misalnya:
  • Dia memperpanjang surat izin mengemudi (SIM).
  • Warga baru itu belum memiliki KTP (kartu tanda penduduk).
  • Lokakarya (workshop) itu diadakan di Manado.

3. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, serta setiap.
Misalnya:
  • mahapeserta didik/mahasiswi = ‘mahapeserta didik dan mahasiswi’
  • dikirimkan lewat darat/laut = ‘dikirimkan lewat darat atau lewat laut’
  • buku dan/atau majalah = ‘buku dan majalah atau buku atau majalah’
  • harganya Rp1.500,00/lembar = ‘harganya Rp1.500,00 setiap lembar

Ayo Berlatih
1. Ucapkanlah kalimat berikut ini dengan intonasi yang tepat. Rekamlah dengan gawaimu.
a. Kita harus mencegah terjadinya cyberbullying (perundungan siber) di sekolah ini!
b. Apakah kalian menyadari bahwa komentar pedas yang kalian sampaikan melalui media sosial itu termasuk cyberbullying ‘perundungan siber’?
c. Penyandang disabilitas/kaum difabel berhak mendapatkan pelayanan untuk mengakses pendidikan. 

2. Buatlah tiga contoh kalimat yang masing-masing menggunakan tanda petik tunggal, tanda kurung, dan tanda garis miring secara tepat.
  • Karena kita keluarga, maka berat sama dipikul ringan sama dijinjing alias 'terus bersama dalam duka dan suka'.
  • Bahasa Indonesia mempunyai tes standar yang disebut Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
  • Kecepatan mobil ini dapat mencapai 150 km/jam.

3. Carilah sebuah teks tentang teknologi informasi. Temukan kalimat yang menggunakan tanda baca kurang tepat. Perbaikilah kalimat tersebut. Contoh:
Kalimat Asli Kalimat Setelah Perbaikan
Bantu mereka dengan memahami alasan di balik perilaku bullying mereka (seperti apakah mereka punya masalah di rumah, kurangnya perhatian, pengalaman bullying sebelumnya, dll.) Bantu mereka untuk memahami alasan di balik perilaku bullying, seperti masalah yang ada di rumah mereka, kurangnya perhatian, dan pengalaman bullying sebelumnya
Penjelasan mengenai anatomi otak manusia bisa kamu baca di buku karangan Netter halaman 1255. Penjelasan mengenai anatomi otak manusia bisa kamu baca di buku karangan Netter halaman 1.255.
Susunan acara jalan sehat hari ini adalah pembukaan oleh ketua RW, ketua RT, dan ketua panitia, senam, jalan sehat, serta pembagian konsumsi, pin, dan doorpize. Susunan acara jalan sehat hari ini adalah pembukaan oleh ketua RW, ketua RT, dan ketua panitia; senam; jalan sehat; serta pembagian konsumsi, pin, dan doorpize.
Budiman tidak bisa tidur malam itu setelah ia membaca ‘Misteri Pembunuhan di Usaha Tando’. Budiman tidak bisa tidur malam itu setelah ia membaca “Misteri Pembunuhan di Usaha Tando”.
“Eh, tahukah kau dari mana suara teriakan “aduh” barusan berasal?” “Eh, tahukah kau dari mana suara teriakan ‘aduh’ barusan berasal?”

Demikian pembahasan mengenai Mahir Menggunakan Tanda Baca. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 3:56 PM

Mengenali Istilah dari Fenomena Sosial

Pada pembelajaran Bhasa Indonesia Kelas XII Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Mengenali Istilah dari Fenomena Sosial. Tujuan pembelajaran kali ini adalah peserta didik menggunakan kata-kata baru yang digunakan dalam konteks topik sains/sosial tertentu dalam tulisan dengan format yang lebih baku berdasarkan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf)

Sebuah fenomena sosial seperti perundungan terkadang mendorong penggunaan kata atau istilah dalam bahasa asing, lalu muncul padanan dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh ialah istilah bullying yang kemudian dipadankan dengan kata ‘merundung’.

Di dalam KBBI makna ‘merundung’ adalah “menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali dan dari waktu ke waktu, seperti memanggil nama seseorang dengan julukan yang tidak disukai, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, mengancam, atau merongrong”. Kata ‘merundung’ juga bersinonim dengan kata ‘merisak’

Saat ini ada pilihan kata lain untuk penyandang cacat ialah difabel yang berasal dari singkatan dalam bahasa Inggris different ability. Keadaan seseorang yang mengalaminya disebut disabilitas. Kata disabilitas berasal dari bahasa Inggris disability. Selain difabel digunakan juga kata penyandang disabilitas yang resmi tercantum di dalam Undang-Undang tentang  Penyandang Disabilitas. 

Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.
Difabel
Adapun khusus untuk anak-anak digunakan istilah anak berkebutuhan khusus (ABK).Kedua istilah itu difabel dan penyandang disabilitas dapat digunakan. Asosiasi penyandang disabilitas lebih merekomendasikan penggunaan istilah ‘penyandang disabilitas’ sesuai dengan Undang-Undang.

Terkait dengan fenomena sosial, kita juga dapat mengamati kata yang awalnya digunakan, kemudian digantikan kata lain. Sebagai contoh, kata cacat atau tuna- saat ini dihindarkan penggunaannya. Karena itu, istilah penyandang cacat atau tuna- tidak lagi digunakan karena dianggap kurang etis untuk diucapkan atau dituliskan alih-alih menjadi semacam perundungan verbal. Bandingkan dengan kata bisu, tuli, buta, atau buntung yang terasa lebih kasar lagi. 

Ayo Berlatih
1. Carilah makna dari istilah berikut ini.
Istilah Makna
perundungan fisik Tindakan intimidasi yang dilakukan sebagai usaha mengontrol korban dengan kekuatan yang dimiliki pelakunya. Termasuk di antaranya menendang, memukul, meninju, menampar, mendorong, dan serangan fisik lainnya.
perundungan verbal Tindakan perundungan yang dilakukan secara verbal (katakata) dengan cara mengejek, menghina, mengancam, dan  komentar seksual yang tidak diinginkan
perundungan siber Tindakan perundungan yang terjadi secara online di dunia maya. Ini merupakan tindakan perundungan yang paling jarang disadari oleh orangtua dan guru. Pelaku melakukan perundungan dengan cara melecehkan, mengancam, mempermalukan, dan menargetkan korban melalui media online. 
perundungan sosial Tindakan perundungan yang berkenaan dengan perundungan relasional yang bertujuan untuk merusak reputasi seseorang, seperti mempermalukan dan memerintahkan peminggiran seseorang
perundungan seksual Tindakan yang berbahaya dan memalukan seseorang secara seksual. Intimidasi seksual ini termasuk pemanggilan nama seksual atau cat-calling, gerakan vulgar, menyentuh, dan materi pornografi.
disabilitas fisik Terganggunya fungsi gerak, antara lain amputasi, lumpuh layuh atau kaku, paraplegi, celebral palsy (CP), akibat stroke, akibat kusta, dan orang kecil.
disabilitas sensorik Terganggunya salah satu fungsi dari pancaindra antara lain disabilitas netra, rungu, dan atau wicara.
disabilitas mental Terganggunya fungsi pikir, emosi, dan perilaku antara lain: psikososial, misalnya skizofrenia, bipolar, depresi, anxietas, gangguan kepribadian. Disabilitas perkembangan yang berpengaruh pada kemampuan interaksi sosial, misalnya autis dan hiperaktif
disabilitas intelektual Terganggunya intelektual yang ditandai dengan kemampuan mental atau intelegensi di bawah rata-rata (down syndrome).

2. Kata ‘cacat’ berkembang pemakaiannya. Carilah makna dari istilah berikut ini dan buat satu kalimat dari setiap istilah. 
a. cacat prosedur
b. cacat hukum
c. cacat naskah
d. cacat bahasa

  • Cacat prosedur adalah suatu kebijakan yang dihasilkan dengan tidak sesuai dengan langkah-langkah, urutan, atau prosedur yang berlaku atau ditetapkan. Kalimat:Penunjukkan Pak Diro sebagai pimpinan perusahaan itu cacat prosedur.
  • Cacat hukum adalah suatu perjanjian, kebijakan atau prosedur yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga dikatakan cacat dan tidak mengikat secara hukum. Kalimat: Perjanjian jual beli tanah antara pihak pertama dan kedua ternyata cacat hukum.
  • Cacat naskah adalah bagian naskah yang mengandung kesalahan, keburukan, atau tidak sesuai dengan norma dan aturan. Kalimat:Naskah drama yang akan dipentaskan mengandung penghinaan taerhadap agama dan suku tertentu sehingga naskah tersebut dikategorikan sebagai cacat naskah
  • Cacat bahasa adalah kelainan dalam bahasa seseorang yang disebabkan oleh gangguan atau cedera psikofisiologis. 

Demikian pembahasan mengenai Mengenali Istilah dari Fenomena Sosial. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 8:59 PM

Mengungkap Fakta, Fiksi, Opini, dan Asumsi di dalam Narasi

Teks naratif adalah teks yang mengandung kisah. Teks naratif secara umum terdapat pada karya fiksi seperti cerita pendek dan novel. Namun, teks naratif juga dapat berupa karya nonfiksi, seperti memoar, biografi, autobiografi, atau karangan khas (feature).

a. Fakta dan Fiksi dalam Teks Naratif
Di dalam sebuah teks cerita dapat terkandung unsur fakta, fiksi  (khayalan), opini, dan asumsi. Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi. Fiksi adalah sesuatu yang tidak benar-benar terjadi atau sekadar khayalan. Namun, bukan berarti dalan teks naratif, khususnya prosa, tidak mengandung unsur fakta. Beberapa cerita justru diangkat dari fakta peristiwa, baik yang dialami sendiri oleh pengarang maupun dialami oleh orang lain.

b. Opini dan Asumsi dalam Teks Sastra
Opini adalah pendapat atau pemikiran seseorang terhadap suatu permasalahan. Asumsi adalah dugaan yang diterima sebagai dasar untuk bertindak. Dalam teks narasi sangat memungkinkan muncul kedua unsur tersebut. Umumnya, opini dan asumsi itu muncul sebagai respons atau tanggapan terhadap teks narasi yang dibaca.

Ayo Berlatih
1. Berdasarkan kisah perundungan (bullying) yang dialami oleh Quaden Bayles di dalam teks karangan khas di atas, jawablah pertanyaan berikut ini.
Quaden Bayles
Apa fakta yang disampaikan Yarakka Bayles tentang anaknya di dalam unggahan video?
Beberapa fakta yang diungkapkan di antaranya: 
Anaknya sering mengungkapkan keinginanya untuk bunuh diri; anaknya sering  mendapatkan perundungan (bullying) dari teman-temannya di sekolah; Yarraka Bayles juga menyampaikan fakta bahwa video yang menampilkan anaknya di bully oleh netizen secara verbal.

Beberapa orang berasumsi melalui komentar atas unggahan video Yarakka Bayles. Asumsi yang keliru itu dibantah oleh Yarakka Bayles. Apakah asumsi itu?
Asumsi keliru dari orang-orang yang memberikan komentar atas unggahan video Yarakka Bayles di antaranya dengan mengatakan “Jelek sekali anak itu.” Tak lama disusul pula komentar cemooh lain seperti, “Lihat si cebol itu.”, “Itu anak korban obat-obatan.” Bahkan ada seseorang yang tega mengatakan, “Itulah yang terjadi jika Anda mengonsumsi obat-obatan (psikotropika) saat hamil”. Komentar tersebut tidak layak disampaikan karena bagian dari perisakan /perundungan siber (cyberbullying) secara verbal. Sebagai orang tua, Yarakka Bayles tidak menerima anaknya yang mengalami dwarfisme diperlakukan seperti itu. Yarakka justru membuat dan membagikan video tersebut sebagai wujud rasa bangganya atas pencapaian sang anak setelah diterapi di rumah sakit di Brisbane, Australia.

Yarakka Bayles memberikan pendapat/opininya tentang perundungan. Apakah opini yang disampaikan Yarakka Bayles itu?
Yarakka Bayles memberikan sebuah opini bahwa apa yang menimpa anaknya sungguh berlebihan. Yarakka menggunggah video di laman pribadinya dan tidak berharap akan diperlakukan sedemikian rupa. Lebih lanjut Yarakka mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang ingin mendengar hal buruk tentang anak mereka atau ketika mereka mengalami perundungan.” Untuk itu, Yarakka mengimbau kepada para orang tua agar bisa mendidik anak-anaknya agar tidak melakukan  perisakan perundungan.

2. Carilah sebuah informasi tentang perundungan siber. Ungkapkanlah beberapa fakta tentang perundungan siber tersebut dengan bahasa kalian sendiri dalam 1–2 paragraf.
Salah satu fakta kasus cyberbullying atau perundungan siber di Indonesia dialami oleh anak artis dan presenter Ussy Sulistyowati. Beberapa waktu lalu, ibu dari empat anak ini sempat mengunggah foto bersama keluarganya, di akun instagram miliknya. Usai diunggah, foto tersebut justru mendapatkan komentar-komentar tidak sopan dari warganet yang ditujukan pada anak perempuan Ussy.

Warganet mengomentari perihal cara berbusana [anak Ussy] yang dinilai tidak sesuai usia. Tidak sekali ini saja, anak tertua Ussy yang berinisial A ini juga sering terkena body shamming, hingga menyebabkan ia sempat tidak mau makan demi mendapatkan tubuh langsing.

Efek yang paling nyata dan paling awal dirasakan oleh anak yang dirundung adalah masalah psikis dan kesehatan. Riset yang dilakukan oleh Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development menunjukkan bahwa, anak yang dirundung melalui media elektronik, seperti komputer atau telepon seluler, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk depresi daripada anak yang dirundung secara langsung.Penindasan dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan emosional, baik  dalam jangka pendek maupun jangka panjang

Hal ini dapat menyebabkan cedera fisik, masalah sosial, masalah emosional, dan bahkan kematian. Mereka yang diintimidasi juga lebih rentan dengan masalah kesehatan mental, sakit kepala, dan adaptasi dengan sekolah. Perundungan juga dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang dalam hal menghargai diri sendiri
3. Sering kali perundungan dilakukan terhadap orang-orang yang mengalami keterbatasan fisik atau keterbatasan mental. Contohnya Quaden Bayles yang menderita dwarfisme. Carilah informasi dan fakta tentang dwarfisme. Sampaikanlah dengan bahasa kalian sendiri dalam 1–2 paragraf.
Pengertian Dwarfisme
Dwarfisme merupakan kondisi perawakan pendek yang terjadi akibat faktor genetik atau medis. Dwarfisme secara umum didefinisikan sebagai tinggi orang dewasa yang sama dengan atau kurang dari 147 sentimeter (4 kaki 10 inci). Rata-rata tinggi orang dewasa pada mereka yang mengalami dwarfisme adalah 122 sentimeter (4 kaki).Kondisi yang menyebabkan dwarfisme dibagi menjadi dua kategori besar:
  1. Dwarfisme disproporsional, yaitu bila ukuran tubuh tidak proporsional. Ada beberapa bagian tubuh tampak kecil dan beberapa bagian lainnya tampak sedang atau lebih dari ukuran rata-rata. Kondisi yang menyebabkan dwarfisme disproporsional menghambat perkembangan tulang.
  2. Dwarfisme proporsional. Tubuh dikatakan kecil secara proporsional apabila seluruh bagian tubuh berukuran kecil dengan derajat yang sama dan tampak seperti tubuh proporsional dengan ukuran kecil. Kondisi medis yang timbul saat lahir atau berawal pada masa kanak-kanak dapat membatasi pertumbuhan dan perkembangan sebelum mencapai titik pertumbuhan sepenuhnya.

Penyebab Dwarfisme
Penyebab untuk masing-masing kondisi yang menyebabkan dwarfisme sebagai berikut.
  1. Akondroplasia. Sekitar 80 persen individu dengan akondroplasia lahir dari orang tua dengan tinggi badan rata-rata. Mereka yang mengalami akondroplasia dengan dua orang tua yang memiliki tinggi badan normal, mendapatkan satu gen yang mengalami mutasi dari salah satu orang tua dan satu gen normal. Orang dengan kondisi ini dapat menurunkan antara gen yang mengalami mutasi atau gen normal kepada anaknya.
  2. Sindrom Turner. Kondisi ini hanya memengaruhi wanita. Bisa terjadi apabila salah satu kromosom seks (kromosom X) hilang atau hilang sebagian. Wanita mendapatkan kromosom X dari masing-masing orang tua. Wanita dengan sindrom Turner hanya memiliki satu kromosom X yang berfungsi secara menyeluruh.
  3. Defisiensi hormon pertumbuhan. Penyebab dari defisiensi hormon pertumbuhan terkadang dapat dikaitkan dengan mutasi genetik atau cedera. Namun, untuk sebagian besar individu yang mengalami kondisi ini, penyebab pasti tidak dapat diidentifikasi.

Gejala Dwarfisme
Selain perawakan pendek, tanda dan gejala lain dwarfisme dapat bervariasi sesuai dengan spektrum penyakit yang timbul. Penyebab paling sering dari dwarfisme disproporsional adalah akondroplasia. Kondisi ini menyebabkan perawatan pendek secara disproporsional. Umumnya menampakkan tanda dan gejala sebagai berikut.
  1. Badan berukuran rata-rata
  2. Lengan dan tungkai yang pendek, terutama lebih pendek pada lengan atas dan tungkai atas.
  3. Jari-jari yang pendek, terkadang dengan perpisahan yang sangat lebar antara jari tengah dan jari manis.
  4. Pergerakan yang terbatas pada sendi siku
  5. Kepala yang besar secara disproporsional, dengan dahi yang prominen dan jembatan hidung yang rata.
  6. Perkembangan bentuk kaki yang abnormal
  7. Perkembangan punggung bawah yang miring
  8. Tinggi dewasa sekitar 122 sentimeter (4 kaki)

Penangangan Dwarfisme
Sebagian besar penanganan dwarfisme tidak akan meningkatkan tinggi perawakan. Akan tetapi, terapi dapat mengoreksi atau meredakan masalah yang disebabkan oleh komplikasi yang timbul.Prosedur pembedahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pada individu dengan dwarfisme disproporsional adalah:
  1. Mengoreksi arah tumbuh tulang
  2. Menstabilisasi dan mengoreksi bentuk tulang belakang
  3. Meningkatkan ukuran celah pada tulang belakang untuk mengurangi  tekanan pada saraf tulang belakang
  4. Melakukan pemasangan shunt untuk mengeluarkan kelebihan cairan di sekitar kepala

Penanganan lain yang dapat dilakukan mencakup pemanjangan ekstremitas atau terapi hormonal, bergantung dari penyakit yang mendasari kondisi dwarfisme.

4. Carilah sebuah cerita pendek yang berbasis cerita keseharian atau kehidupan nyata. Lalu, temukan cerita fakta dan fiksi di dalam cerita tersebut. Isilah tabel berikut ini
Judul Cerpen Ketika Laut Marah
Penulis/Pengarang Widya Suwarna
Tokoh Utama Pak Yus
Fakta di dalam Cerita Sudah empat hari nelayan-nelayan tak bisa turun ke laut. Pada malam hari, hujan lebat turun. Gemuruh gelombang, tiupan angin kencang di kegelapan malam seolah-olah memberi tanda bahwa alam sedang murka, laut sedang marah. Terlebih lagi, bintang-bintang pun seolah tak berani menampakkan diri.
Fiksi di dalam Cerita Namun, selama hari-hari sulit, ada pesta di rumah Pak Yus. Tak ada yang menikah, tak ada yang ulang tahun, dan Pak Yus juga bukan orang kaya. Pak Yus hanyalah nelayan biasa, seperti para tetangganya.
Sumber : https://www.brainacademy.id/blog/contoh-cerita-pendek

Demikian pembahasan mengenai Mengungkap Fakta, Fiksi, Opini, dan Asumsi di dalam Narasi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 4:45 PM

Menyimpulkan Bacaan dengan Tampilan Grafis

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Menyimpulkan Bacaan dengan Tampilan Grafis. Tujuan pembelajaran kali ini adalah menyimpulkan antara satu bacaan dan bacaan lain dalam pengaturan grafis

Infografik adalah kumpulan visualisasi, grafik, dan sedikit teks. Semua itu dirangkai untuk memudahkan pemahaman audiens akan suatu topik. Penggunaannya juga bermacam-macam. Pembuat infografik biasanya merancang infografik untuk konten mereka. Akan tetapi, saat sedang presentasi, kamu juga bisa menggunakan infografik.

Menurut Venngage, infografik adalah bentuk komunikasi visual yang patut diperhitungkan. Sebab, jika desainnya unik dan menarik, audiens akan sangat tertarik pada konten ini. Akan tetapi, jangan sekadar memikirkan desain. Kita tak boleh lupa dengan kualitas dan kejelasan informasi di dalam infografik. Ingat, konten visual ini diciptakan untuk memudahkan pemahaman.

Dua teks yang telah kalian baca pada kegiatan sebelumnya yaitu Dia Merundungku dengan Menjadi Aku dalam Halloween Mengenal Jenis-Jenis Bullying atau Perundungan dan dapat disimpulkan ke dalam bentuk grafis. Bentuk grafis yang berisikan informasi salah satunya adalah infografik. Infografik itu dapat dibuat dari hasil penelusuran data dan fakta pada beberapa bacaan.

Selanjutnya, berdasarkan bacaan yang kalian baca dan kumpulkan tentang Aija Mayrock, dapat ditampilkan infografik seperti berikut ini.
Aija Mayrock
Ayo Berlatih
Carilah beberapa bahan bacaan tentang perundungan. Buatlah simpulan dari bahan bacaan tersebut dan sajikan dalam bentuk grafis. Grafis dibuat dalam ukuran kertas A4 serta mengandung teks dan gambar. Panjang teks maksimal 150 kata. Cantumkan sumber bacaan yang kalian kutip
Amira
Sumber : https://www.detik.com/jabar/kuliner/d-6795907/cerita-amira-dulu-jadi-korban-kini-melawan-perundungan

Teks naratif adalah teks yang mengandung kisah di dalamnya. Teks naratif secara umum terdapat pada karya fiksi seperti cerita pendek dan novel. Namun, teks naratif juga dapat berupa karya nonfiksi, seperti memoar, biografi, autobiografi, atau karangan khas (feature).

Tujuan teks naratif biasanya digunakan sebagai media hiburan untuk pembaca. Teks naratif disebut mampu memberikan pengetahuan tentang cerita fiksi atau non fiksi yang baik kepada para pembacanya. Selain digunakan sebagai media penghibur, teks naratif juga bisa memberikan pengalaman keindahan, pengetahuan baru, hingga informasi penting kepada pembaca.

Teks naratif sendiri menyimpan banyak pesan moral dan amanat yang dimasukkan oleh penulisnya. Beberapa contoh teks naratif adalah cerita pendek, cerita panjang, novel hingga roman.

Karya yang berbentuk teks naratif cenderung memiliki dampak positif bagi para pembaca. Bahkan, banyak pembaca yang terpengaruh dan terinspirasi untuk mengikuti cerita yang dibuat oleh penulis.

Demikian pembahasan mengenai Menyimpulkan Bacaan dengan Tampilan Grafis. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 4:06 PM

Menulis Tanggapan tentang Perundungan Secara Kreatif

Menurut Hudzaifah (2008:1) resensi (review, recentie) adalah tulisan yang berisi penilaian tentang kelebihan atau kekurangan sebuah karya tulis (buku), karya sastra (novel), atau karya seni (film, sinema). Biasanya mengandung penilaian tentang tema dan isi, kritikan, dan dorongan kepada publik tentang perlu tidaknya membaca atau menonton karya tersebut. 

Langkah pertama menulis resensi adalah dengan membaca dan memahami isinya secara kritis. Pembahasan mengenai baik buruk buku tersebut akan dapat diketahui jika kita telah membaca dan memahaminya secara baik.

Menurut Samad (1997:2) resensi buku memiliki tujuan:
  1. Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang terungkap dalam sebuah buku.
  2. Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.
  3. Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah buku pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
  4. Menjawab pertanyaan yang timbul jika seseorang melihat buku baru terbit.
  5. Untuk yang membaca resensi, pembaca akan mendapatkan bimbingan dalam memilih buku-buku atau jika tidak ada waktu untuk membaca buku maka dapat membaca resensi.

Membaca resensi novel Unfriend You yang ditulis oleh Nurina Widiani ini kalian menjadi lebih tahu jalan cerita novel tersebut. Ada tokoh lain yang juga berperan bernama Priska Steffanie Shanatavia dan Jonas. Resensi mendorong kalian untuk membaca novel ini secara utuh meskipun ada kritik yang disampaikan penulis resensi

Ayo Berlatih
1. Di dalam resensi terdapat pujian dan kritik dari penulis resensi berdasarkan hasil analisis. Tuliskan dengan bahasa kalian sendiri pujian dan kritik yang disampaikan penulis resensi.
Pujian Kritik
  1. Cukup berat dan menyesakkan membaca novel seperti ini, tetapi Dyah Rinni membungkusnya dengan jalinan cerita yang menarik.
  2. Meski plot tidak terlalu softdalam berpindah adegan, alurnya menghanyutkan.
  3. Saya selalu suka diksi Dyah Rinni sejak membaca Marginalia. Lalu, kali ini dalam Unfriend You, saya kembali jatuh cinta pada gaya bertutur Dyah. Manis, namun tajam di kala lain.
  1. Menggunakan sudut pandang orang ketiga, Unfriend You lebih berfokus pada perasaan dan pikiran Katrissa. Sementara pikiran dan perasaan tokoh lain tidak diungkapkan
  2. Sayangnya untuk Aura, alasan mengapa ia menjadi pelaku bullying baru ada di akhir, rasanya jadi semacam pembenaran bukan asal muasal
  3. Sayangnya masih banyak typo (kesalahan pengetikkan) dalam novel ini

2. Siapakah pelaku perundungan dan korban perundungan yang dikisahkan oleh penulis novel Unfriend You? Bagaimanakah posisi tokoh utama Katrissa Satin di dalam novel tersebut?
Pelaku perundungan dalam novel tersebut adalah tokoh Aura, sedangkan korban perundungan adalah tokoh Priska. Tokoh utama  dalam novel ini adalah Katrissa yang berposisi sebagai pelaku, penonton, dan juga korban bullying, pembaca tetap akan merasakan kompleksitasnya.
3. Penulis resensi merekomendasikan novel Unfriend You untuk dibaca oleh remaja dan orang dewasa. Ia memberikan penilaian 4 bintang? Apakah makna penilaian 4 bintang.
Penilaian bintang empat menunjukkan bahwa novel tersebut dikategorikan novel yang bagus dan direkomendasikan sebagai pilihan bahan bacaan.

Ayo Berlatih
1. Tuliskan tanggapanmu secara kreatif terhadap artikel berjudul  “Mengenal Jenis-Jenis Bullying atau Perundungan”. Tanggapan dibuat dalam bentuk karya nonfiksi. Kalian dapat memilih membuat esai atau karangan khas (feature) dengan panjang maksimal 600 kata. 

2. Carilah sebuah berita tentang perundungan di media massa. Buatlah tanggapan secara kreatif dalam bentuk puisi. Bacakan puisi kalian di depan kelas.

Ayo Berlatih
1. Carilah informasi yang lebih detil tentang sosok Aija Mayrock. Buatlah profil Aija Mayrock dalam tulisan paling banyak 300 kata.
Aija Mayrock
Aija Mayrock menjadi sasaran perundungan berat saat di sekolah. Kini, ia berusia 23 tahun sebagai penulis terlaris, aktivis, dan panutan yang luar biasa bagi gadis-gadis muda di mana pun. Bukunya memadukan anekdot pribadi dan tips inspiratif untuk membantu kaum muda bertahan (dan berkembang) dalam menghadapi kesulitan. 

Saat ini Aija Mayrock merupakan penulis buku terkenal. Ia penulis novel best seller: Dear Girl and The Survival Guide to Bullying. Aija pernah mengalami kejadian yang tak mengenakan dalam hidupnya. Ia menjadi korban penindasan selama bertahun-tahun, herannya pelaku penindasan tersebut adalah kawan-kawannya sendiri.

Aija kemudian bermain media sosial, tetapi dia tetap mengalami perundungan. Hingga pada waktu Ia tersadar kemudian menulis novel dan membaca puisi mengenai cara menghadapinya. Aija bahkan menyebutkan nama-nama pelaku penindasan terhadap dirinya di novelnya. Entah nama samaran atau nama sebenarnya.

Aija kemudian menjadi pembicara di talkshow ternama. Ia bahkan diminta mengisi acara seminar PBB. Banyak orang yang kini menyukainya. Hal itu tentu telah mengubah hidupnya 100 derajat dari Itik menjadi angsa. Musuhnya yang dulu merundung mungkin sudah jadi penggemarnya sejak Ia terkenal.
2. Tuliskan tanggapan kalian terhadap kisah yang dituliskan Aija Mayrock melalui tulisan kreatif. Pilih salah satu tulisan kreatif berikut ini:
a. puisi untuk Aija Mayrock; dan
Berjuang melawan intimidasi
Menulis buku sebagai pelampiasan
Itu adalah cara menyikapi kehidupan
Tertawa atau bersedih
Jika memilih bersedih
Bukankah bahagia lebih baik
Jika tertawa itu indah
Janganlah mendekati kesedihan
Matahari pun bersinar cerah
Melihat Aija cantik tersenyum
b. surat terbuka untuk Aija Mayrock.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 2:04 PM

Fakta dan Opini Penulis Teks Memotret Kondisi Kesehatan Indonesia

Membaca surat kabar atau majalah ibarat makan sehari-hari. Apalagi di era kini yang memungkinkan setiap orang mudah untuk mendapatkan bacaan jenis ini. Kamu pasti juga menjadi bagian dari orang-orang yang membaca surat kabar dan majalah. Jika dicermati, berita dalam majalah atau surat kabar terdiri atas beragam rubrik. Dari segi isinya, koran/majalah tersebut dapat berupa rubrik politik, hukum, olahraga, pendidikan, dan sebagainya. Dari segi bentuknya, ada surat pembaca, kolom, profil, opini, dan editorial.

Di dalam artikel majalah atau surat kabar, kamu akan menemukan fakta dan opini yang disajikan secara beriringan. Oleh karena itu, kamu harus cermat agar dapat membedakannya. Berikut adalah pengertian dari fakta dan opini.
  1. Fakta adalah kenyataan atau peristiwa yang benar-benar ada atau terjadi. Fakta biasanya dapat menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, atau berapa.
  2. Opini adalah pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang terhadap sesuatu. Opini biasanya dapat menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa
Memotret Kondisi Kesehatan Indonesia
Tugas
Setelah menemukan fakta dan opini dalam artikel yang berjudul ”Memotret Kondisi Kesehatan Indonesia”, kamu diminta untuk membedakan antara fakta dan opini dengan mengisi kolom berikut ini!
No. Paragraf Fakta Opini
1. Paragraf 1 Sehat merupakan hak asasi setiap warga negara yang diatur dalam konstitusi Indonesia. Tidak hanya sebagai hak, ”sehat” menjadi kewajiban negara karena sejatinya komponen tersebut merupakan investasi penting bagi suatu bangsa. Rakyat yang sehat bukan hanya sehat fisik, melainkan juga sehat secara mental, sehat dalam pergaulan sosial, dan tak lepas dari pembinaan aspek spiritual.
2. Paragraf 2 Keempat transisi tersebut adalah transisi demografi, epidemiologi, gizi, dan transisi perilaku. Kini rakyat Indonesia mengalami empat transisi masalah kesehatan yang memberikan dampak ”double burden” alias beban ganda.
3. Paragraf 3 Sementara itu, masalah kesehatan klasik dari populasi penduduk yang bayi, balita, remaja, dan ibu hamil tetap saja belum berkurang.  Transisi demografi ditandai dengan usia harapan hidup yang meningkat, berakibat penduduk usia lanjut bertambah dan menjadi tantangan tersendiri bagi sektor kesehatan karena meningkatnya kasus-kasus geriatri.
4. Paragraf 4 Transisi epidemiologi datang dengan dua kelompok kasus penyakit, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular.
Penyakit menular seperti tuberkulosis, malaria, demam berdarah, diare, cacingan, hepatitis virus, dan HIV tetap eksis dari tahun ke tahun. 
Di sisi lain, penyakit tidak menular yang berlangsung kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, kencing manis, gagal ginjal, stroke dan kanker, kasusnya makin banyak dan menyerap dana kesehatan dalam jumlah yang tidak sedikit.
-
5. Paragraf 5 Transisi ketiga terjadi pada sektor gizi. Di satu sisi kita berhadapan dengan kasus penduduk gizi lebih (kegemukan/obesitas), sementara kasus gizi kurang masih tetap terjadi. Transisi keempat adalah pada pola perilaku (gaya hidup). Perilaku hidup ”modern”, atau lebih tepatnya ”sedentary” mulai menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat.  Gaya hidup serba instan, termasuk dalam memilih bahan pangan, dan kurang peduli aspek kesehatan, sementara sebagian yang lain masih percaya mitos-mitos yang diwariskan berkaitan dengan sakit-sehatnya seseorang.
6. Paragraf 6 Dulu, penyakit jantung, pembuluh darah, gagal ginjal, stroke, hipertensi, kencing manis, kanker, dan lain-lain penyakit kronis akrab dengan populasi penduduk kaya.
Kini, penduduk dengan penghasilan yang menengah ke bawah juga sudah banyak yang mengalami sakit serupa.
Dari keempat transisi tersebut, yang paling berat membebani kita saat ini adalah peningkatan prevalensi penyakit tidak menular
7. Paragraf 7
-
Jika dirunut di mana masalahnya, akan kita temukan bahwa penyelamatan dan pengelolaan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai dari pembuahan hingga anak berusia dua tahun, memiliki peran yang sangat besar. Setelah fase HPK tersebut, akar penyebab ikutan yang makin memberatkan kita adalah ”sedentary life style” pola hidup yang tidak sehat akibat penerapan diet yang keliru dan rendahnya aktivitas fisik.
8. Paragraf 8
Langkah pencegahan dan penanggulangan masalah ini bisa kita mulai sesegera mungkin. Adapun langkah-langkahnya adalah selamatkan 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan penerapan diet sehat serta aktivitas fisik yang teratur.
Karena itu, perlu ada gerakan bersama untuk dua hal ini, gerakan masyarakat sadar gizi dan gerakan masyarakat sadar olahraga. 
9. Paragraf 9
Guru besar administrasi kesehatan dari Universitas Berkeley, Henrik L  Blum, menyatakan bahwa ada empat faktor yang memengaruhi status kesehatan manusia/rakyat, yaitu lingkungan, perilaku manusia, pelayanan kesehatan, dan genetik/keturunan. Secara sederhana, Hodgetts dan Cascio membagi dua pelayanan kesehatan, yaitu pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan perorangan. Pelayanan kesehatan masyarakat dilaksanakan oleh ahli kesehatan masyarakat, dengan perhatian utama pada upaya memelihara kesehatan rakyat dan mencegah penyakit.
-
10. Paragraf 10
Sasaran utama layanan kesehatan masyarakat adalah kelompok atau masyarakat secara keseluruhan dan selalu berupaya mencari cara yang efisien. Pelayanan kesehatan berikutnya adalah layanan kesehatan perorangan yang tenaga pelaksana utamanya adalah dokter, dengan perhatian utama pada penyembuhan dan pemulihan penyakit. Sasaran utama adalah perorangan dan keluarga.
Jenis layanan ini menurut Hodgetts dan Cascio kurang memperhatikan aspek efisiensi. 
11. Paragraf 11
Untuk Indonesia, pelayanan kedokteran (kesehatan perorangan) masuk dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dari segi kuantitas, dokter umum per 17 November 2015 (Data KKI) sebanyak 108.028 dokter umum yang memiliki STR saat ini mestinya cukup untuk melayani 152.721.329 peserta JKN.
Faktor distribusi dokter yang kurang baik kemudian menjadi catatan tersendiri sehingga sebagian peserta JKN terutama di daerah pedalaman, kepulauan, dan perbatasan, menjadi sulit mendapatkan akses ke dokter. 
12. Paragraf 12
Terjadi penumpukan dokter di kota dan daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi karena pendapatan dokter sekitar 80% dari praktik pribadi. Sekalipun memang dalam era JKN pendapatan dari praktik pribadi pelan-pelan berkurang/menghilang.
Aspek ini tidak bisa tidak harus diperhitungkan bila ingin menata persebaran dokter. 
13. Paragraf 13
Jumlah dan kondisi puskesmas saat ini ada 9.799. Persebarannya tidak seimbang dengan jumlah dokter umum dan pertambahan dokter sekitar 5.000 orang per tahun profesional dokter per tahun. 
Akibatnya, BPJS sebagai pelaksana JKN belum dapat mengandalkan seluruh puskesmas tersebut sebagai ujung tombak pelayanan.
14. Paragraf 14
Saat ini, setelah hampir dua tahun JKN berjalan, dokter umum yang ditempatkan pada garda terdepan pelayanan kesehatan masih dibayar lebih rendah dari kepantasan dan beban kerja, serta tidak mempunyai kepastian pendapatan.
Model pembayaran kapitasi yang besarannya kurang layak menjadikan dokter (terutama yang bukan PNS) berada dalam kekhawatiran beban finansial yang cukup mengganggu. Hal ini secara tidak langsung berpotensi menyebabkan berkurangnya kualitas pelayanan yang dapat merugikan pasien.
15. Paragraf 15
Tahun 2015 ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali bermuktamar dan menawarkan konsep pelayanan kesehatan terstruktur yang merata dan berkeadilan untuk mengurai sebagian dari masalah kesehatan dalam era JKN sekarang ini.
Disebutkan bahwa pelayanan kesehatan baik kesehatan masyarakat maupun kesehatan per orangan (kedokteran) hanyalah memiliki kontribusi 15% dalam meningkatkan derajat kesehatan penduduk.
16. Paragraf 16
Bagian yang lebih besar lagi merupakan tanggung jawab sektor di luar pelayanan kesehatan dan pelayanan kedokteran.
Memang boleh dikatakan sangat kecil, tetapi bila tanggung jawab ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tentu memiliki makna yang sangat berarti. Oleh karena itu, ke depan, Indonesia perlu merumuskan sistem kesehatan nasional (SKN) yang mengintegrasikan sektor-sektor lain di luar kesehatan, yang diyakini mempunyai pengaruh besar dalam meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia. 
17. Paragraf 17
-
Bahkan karena sistem kesehatan mengatur dan mengintegrasikan sektor di luar sektor kesehatan, SKN perlu diatur dalam melalui undang-undang. Sebagai padanannya adalah mengatur sistem pembiayaan diatur melalui UU SJSN dan UU BPJS. Salam Sehat Indonesia!

Demikian pembahasan mengenai Fakta dan Opini Penulis Teks Memotret Kondisi Kesehatan Indonesia. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum 2013, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:54 PM