Soal Latihan dan Persoalan Pengukuran per Kuantitas Unit

Pada bagian akhir pembelajaran Matematika kelas V Bab 2 Pengukuran per Kuantitas Unit siswa akan mengerjakan soal latihan dan persoalan yang berhubungan dengan Pengukuran per Kuantitas Unit. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat memikirkan cara menghitung dengan menggunakan rata-rata dan metode lain untuk menentukan jumlah jawaban tabel perkalian

Nilai Rata-Rata
Proses untuk membuat pengukuran dari ukuran yang berbeda menjadi pengukuran baru dengan ukuran yang sama disebut merata-rata. Nilai rata-rata adalah nilai yang ditentukan saat nilai dibulatkan. Secara matematis, rata-rata adalah cara untuk menyatakan nilai representatif ketika ada beberapa bilangan.Ada berbagai cara untuk mengungkapkan nilai representatif, seperti median, mode, maksimum, minimum, dll., Tetapi yang paling umum digunakan adalah mean.

Pengukuran per Kuantitas Unit
Tingkat kepadatan adalah pengukuran per kuantitas unit, yang mengukur banyaknya benda atau orang pada satuan luas tertentu. Untuk dapat menentukan karpet mana yang memiliki tingkat kepadatan paling tinggi, kita bisa membandingkan rata-rata banyak anak di tiap karpetnya.

Tingkat kepadatan dinyatakan dengan 2 syarat, yaitu banyaknya anak dan luas.Biasanya kita membandingkan tingkat kepadatan menggunakan satuan (unit) yang sama seperti 1 m² atau 1 km². Ketika orang tidak dikelompokkan dalam cara yang terorganisir, banyaknya orang per 1 m² menggambarkan tingkat kepadatan.

Kita umpamakan setiap anak sebagai lingkaran, maka ada 4 langkah yang perlu kita lakukan, yaitu seperti ini!
  1. Buatlah kolom sesuai banyaknya karpet.
  2. Isi dengan lingkaran baris yang paling bawah secara berurutan sampai setiap baris terisi penuh.
  3. Tentukan banyak anak yang ada setiap kolom
  4. Bandingkan banyak anak, semakin banyak anak berarti semakin padat.

1. Tabel di bawah ini menunjukkan banyaknya botol kosong yang dikumpulkan Kadek selama 5 hari berturut-turut. Berapa rata-rata banyaknya botol kosong yang dikumpulkan Kadek per hari?
Hari Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5
Banyaknya Botol 6 7 5 8 8
Rata-rata = (6 + 7 + 5 + 8 + 8) : 5 = 6,8 buah

2. Kereta A memiliki 6 gerbong yang berisi 1.080 penumpang. Sedangkan kereta B memiliki 8 gerbong yang berisi 1.640 penumpang. Kereta mana yang lebih padat?
Kereta A = 1080:6=180(orang)
Kereta B = 1640:8=205(orang)
Kereta B lebih padat dari kereta A
3. Ada 2 jenis pensil warna. Pensil warna jenis pertama seharga Rp12.000,00 berisi 12 pensil. Pensil warna jenis kedua seharga Rp8.800,00 berisi 8 pensil. Pensil warna jenis mana yang lebih mahal?
Pensil A = Rp 12.000 : 12 = Rp 1.000
Pensil B = Rp 8.800 : 8 = Rp 1.100
Pensil B lebih mahal dibanding pensil A
4. Lahan seluas 180 m² dapat menghasilkan 432 kg jeruk. Berapa kg jeruk yang dapat dihasilkan oleh lahan tersebut per m²?
432 : 180 = 2,4 kg/m²
Ayo hitunglah.
Perkalian

Persoalan 1
1. Populasi dari kota tempat tinggal Yosef adalah 39.000 orang dan luas kotanya sekitar 50 km². Hitunglah kepadatan populasi kota tersebut.(Memahami cara menghitung kepadatan populasi)
39.000 : 50 = 780 orang
2. Ada sebuah pita seharga Rp4.800,00 per 4 m.(Memahami makna dari pengukuran per unit.)
1. Berapa harga dari 1 m pita tersebut?
4.800 : 4 = 1.200 rupiah
2. Berapa harga dari 5 m pita tersebut?
1.200 × 5 = 6.000 rupiah
3. Jika saya membeli pita tersebut seharga Rp14.400,00, berapa m pita yang saya dapatkan?
1440 : 120 = 12 m
3.  Sebuah printer dapat mencetak 350 lembar kertas dalam 5 menit.(Memahami makna banyaknya pekerjaan per unit.)
1. Berapa lembar kertas yang dapat dicetak oleh printer tersebut selama 1 menit?
350 : 5 = 70 lembar
2. Berapa lembar kertas yang dapat dicetak oleh printer tersebut selama 8 menit?
70 × 8 = 560 lembar
3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencetak 2100 lembar kertas?
2100 : 70 = 30 menit
4. Target Kadek adalah dapat membaca 25 lembar buku per hari. Dia membaca rata-rata 23 lembar buku selama 6 hari mulai hari Minggu sampai Jumat. Untuk memenuhi targetnya selama seminggu, berapa lembar buku yang harus dibaca oleh Kadek pada hari Sabtu? (Memahami hubungan antara rata-rata, total, dan banyaknya unit)
25×7-23×6=37 halaman
5. Tabel di bawah ini menunjukkan banyaknya siswa kelas 5 di sekolah Dadang dan banyaknya gantungan kunci yang dimiliki oleh semua siswa kelas 5 tersebut. Dari tabel itu, hitunglah rata-rata banyaknya gantungan kunci yang dimiliki satu siswa di kelas 5. (Memahami makna rata-rata dan pengukuran per unit, serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah.)
Gantungan
336:60=5.6 kali

Persoalan 2
1.  Seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini, koin ditumpuk pada tabel perkalian dengan jumlah yang sama dengan hasil perkalian.(Menggunakan ide dari rata-rata)
Berapakah jumlah total koin tersebut?
Total Koin
Ayo tuliskan caramu untuk mengerjakannya dan diskusikan dengan temanmu.
Gunakan rata-rata
Rata-rata perkalian 1 = (1+2+3+4+5+6+7+8+9): 9 = 5
Rata-rata perkalian 2 = (2+4+6+8+10+14+16+18):9 = 10
Karena itu (5+10+15+20+25+30+35+40+45) x 9 = 2025
Demikian pembahasan mengenai Soal Latihan dan Persoalan Pengukuran  per Kuantitas  Unit. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:53 PM

Pengukuran per Kuantitas Unit

Pada pembelajaran Matematika Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Bab 2 Pengukuran per Kuantitas Unit terdapat pembahasan mengenai Pengukuran per Kuantitas Unit. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat membandingkan "kepadatan", ada dua kuantitas, yaitu ukuran dan jumlah orang yang terlibat.

Pengukuran per Kuantitas Unit
Tingkat kepadatan adalah pengukuran per kuantitas unit, yang mengukur banyaknya benda atau orang pada satuan luas tertentu. Untuk dapat menentukan karpet mana yang memiliki tingkat kepadatan paling tinggi, kita bisa membandingkan rata-rata banyak anak di tiap karpetnya.

Tingkat kepadatan dinyatakan dengan 2 syarat, yaitu banyaknya anak dan luas.Biasanya kita membandingkan tingkat kepadatan menggunakan satuan (unit) yang sama seperti 1 m² atau 1 km². Ketika orang tidak dikelompokkan dalam cara yang terorganisir, banyaknya orang per 1 m² menggambarkan tingkat kepadatan.

Kita umpamakan setiap anak sebagai lingkaran, maka ada 4 langkah yang perlu kita lakukan, yaitu seperti ini!
  1. Buatlah kolom sesuai banyaknya karpet.
  2. Isi dengan lingkaran baris yang paling bawah secara berurutan sampai setiap baris terisi penuh.
  3. Tentukan banyak anak yang ada setiap kolom
  4. Bandingkan banyak anak, semakin banyak anak berarti semakin padat.

1. Beberapa anak berdiri di atas karpet. Manakah dari gambar A , B , dan C yang paling padat?
Keramaian
1. Manakah yang lebih padat?
Bandingkan gambar B dan gambar C (C)
Ketika banyaknya karpet sama, karpet dengan lebih anak lebih padat.
Bandingkan gambar A dan gambar B.(A)
Ketika banyaknya anak sama, anak-anak dengan karpet lebih yang lebih padat. 
Bandingkan gambar A dan gambar C.(A)

2 Ayo temukan berapa banyak anak dalam setiap karpet.
Kepadatan

Jumlah tikar (lembar) Jumlah orang (orang)
A 2 12
B 3 12
C 3 15

3. Luas dari 1 karpet adalah 1 m². Berapa banyaknya anak per 1 m²?
Soal 2
Latihan
1. Ada 10 anak bermain di kotak pasir yang dalam 8 m². Di sebelahnya ada kotak pasir dengan luas 10 m² yang digunakan oleh 13 anak untuk bermain. Kotak pasir manakah yang lebih padat?
10 : 8 = 1.25
13 : 10 = 1.3 taman pasir 10 m² lebih padat dari kotak pasir 8 m²
2. Ada sebuah kereta dengan 7 gerbong dan 1.260 penumpang. Ada sebuah kereta lain dengan 10 gerbong dan 1.850 penumpang. Kereta manakah yang lebih padat?
1260 : 7 = 180
1850 : 10 = 185 kereta 10 gerbong lebih padta dari kereta 7 gerbong
2. Tabel berikut ini menunjukkan populasi penduduk dan luas dari Kota Timur dan Kota Barat. Ayo hitunglah banyaknya orang per 1 km², dan lihatlah kota mana yang lebih padat.
Tabel
Kota Timur 273.600 : 72 = 3800 Orang
Kota Barat 22.100 : 17 = 1300 Orang

Populasi penduduk per 1 km² disebut kepadatan populasi.Kepadatan dari jumlah orang yang tinggal dalam sebuah negara atau wilayah dibandingkan dengan menggunakan kepadatan populasi.

Latihan
Ayo hitunglah kepadatan populasi pada tahun 2010 dari tiap provinsi yang ada di Pulau Sulawesi berikut ini. Bulatkan tempat desimal pertama dan berikan jawabannya dalam bilangan bulat.
Sulawesi

Sulawesi Tengah = 2.659.163 orang = 43
61.841 km²
Sulawesi Barat = 1.157.889 orang  = 69
16.787 km²
Sulawesi Selatan = 8.035.324 orang = 172
46.717 km2
Sulawesi Tenggara = 2.246.012 orang = 59
38.068 km²
Gorontalo = 1.035.664 orang  = 92
11.257 km²
Sulawesi Utara = 2.264.396 orang = 163
13.892 km²

3. Ada sebuah kawat panjangnya 8 m dan beratnya 480 gram.
1. Berapa gram berat kawat per 1 m? Ayo tuliskan hubungan antara 4 bilangan dalam diagram dan dalam tabel berikut ini.
Soal 3
480:8=60 g
2. Berapa gram berat kawat yang panjangnya 15 m? Ayo jawab pertanyaan tersebut dengan menggambar diagram dan tabel berikut ini.
Soal 3
60×15= 900 g
3. Kita memotong kawat tersebut dan berat dari potongan kawat itu adalah 300 gram. Berapa meter panjang potongan kawat itu? Ayo jawab pertanyaan tersebut dengan menggambar diagram dan tabel berikut ini.
Soal 33
300 : 60 = 5
Kepadatan populasi dan berat per 1 m disebut ukuran per kuantitas unit.

4. Ayah dan kakak sedang memanen ketela rambat. Mereka mendapatkan 43,2 kg ketela rambat dari lahan seluas 6 m² dan 62,1 kg ketela rambat dari lahan seluas 9 m²
Lahan manakah yang lebih banyak menghasilkan ketela rambat?
43,2 : 6 = 7,2 (kg)
62,1 : 9 = 6,9 (kg) Lahan yang lebih banyak menghasilkan ketela adalah lahan lahan 6 m²
Bandingkan kedua lahan, manakah yang menghasilkan lebih banyak ketela rambat yang dipanen per 1m²?
Soal 4
 Lahan 6 m² 
5. Ada 2 jenis permen. Permen jenis pertama seharga Rp12.000,00 berisi 10 permen. Permen jenis kedua seharga  Rp10.400,00 berisi 8 permen. 
Permen jenis mana yang lebih mahal?
Harga satuan 12.000 : 10 = Rp 1.200
Harga satuan 10.400 : 8 = Rp 1.300 Harga permen lebih mahal adalah permen kedua
Bandingkan harga setiap permen.
Soal 5
Buku catatan dengan harga 10.400 untuk 8 buku.

6. Mesin pertama dapat memompa 240 L air dalam 8 menit, sedangkan mesin kedua dapat memompa 300 L air dalam 12 menit. 

Mesin mana yang dapat memompa lebih banyak air per menit?
Soal 7
240 : 8 = 30 (L)
300 : 12 = 25 (L). Mesin yang memompa lebih banyak air adalah mesin 240 L dalam 8 menit
7. Mesin fotokopi A dapat memfotokopi 300 lembar kertas dalam 4 menit, sedangkan mesin fotokopi B dapat memfotokopi 380 lembar kertas dalam 5 menit.
Mesin Cetak
Mesin fotokopi A = 300 : 4 = 75 lembar
Mesin fotokopi B = 380 : 5 = 76 lembar
Mesin cetak A dapat mencetak esin cetak A dapat mencetak 300 lembar dalam 4 menit. Mesin 00 lembar dalam 4 menit. Mesin cetak B dapat mencetak 380 etak B dapat mencetak 380 lembar dalam 5 menit.

Mesin fotokopi mana yang lebih cepat?
mesin fotokopi B
Berapa lembar kertas yang dapat difotokopi oleh mesin A selama 7 menit?
75 ×7= 525 lembar
Berapa menit waktu yang dibutuhkan oleh mesin Buntuk memfotokopi 1140 lembar kertas?
1140 :76 =15 menit
Latihan
Sebuah traktor kecil dapat digunakan untuk membajak lahan seluas 900 m² dalam 3 jam. Berapa luas lahan yang dapat dibajak oleh traktor tersebut selama 8 jam?
900 : 3 = 300
300 × 8 = 2400. Luas lahan yang dapat dibajak selama 8 jam adalah 2400 m²
Menyelidiki Pemanasan Global Menggunakan Pengukuran Per Unit
Pemanasan global dapat menyebabkan berbagai masalah seperti kenaikan permukaan air laut dan masalah dalam produksi pangan. Salah satu penyebab pemanasan global adalah meningkatnya kadar karbondioksida di udara.

8. Ayo temukan berapa banyak peningkatan kadar karbondioksida di Jepang. Temukan juga berapa banyak peningkatan kadar karbondioksida per orang. Tunjukkan hasilnya menggunakan diagram batang dan diagram garis.

Kadar karbondioksida di Jepang
Tahun Kadar karbondioksida (sepuluh ribu kg) Populasi (sepuluh ribu) Kadar karbondioksida per orang (kg)
1990 114.400.000 12.361 9.255
1994 121.400.000 12.527 9.691
1998 120.000.000 12.647 9.488
2002 127.900.000 12.749 10.032
2006 127.400.000 12.777 9.971
Diagram Batang
Ada kenaikan dan penurunan.
Tahun 2002 adalah yang terbanyak.
Masih akan terus meningkat
9. Diagram berikut menunjukkan kadar karbondioksida per orang di beberapa negara. Apa yang dapat kamu amati?  Diskusikan jawabanmu dengan teman-temanmu.
Karbon
USA memiliki jumlah yang sangat besar.
China memiliki lebih sedikit.
Dalam tabel ini, Jepang berada di peringkat ke-4.

Demikian pembahasan mengenai Pengukuran per Kuantitas Unit. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:44 PM

Mencari Nilai Rata-Rata

Pada pembelajaran Matematika Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Bab 2 Pengukuran per Kuantitas Unit terdapat pembahasan mengenai Mencari Nilai Rata-Rata. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik memahami arti "menjadi" melalui operasi serta memahami cara melakukan penyamarataan dalam perhitungan dan memahami istilah serta arti dari "rata-rata"

Pada jam pelajaran olahraga selama 5 minggu berturut-turut, anak-anak kelas 5 berlari mengelilingi lapangan sekolah mereka. Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan diri menjelang lomba Maraton. Yosef dan Kadek membuat tabel berapa putaran yang mereka lalui ketika berlari pada setiap jam pelajaran olahraga selama 5 minggu.
Tabel Putaran
Yosef berlatih selama 5 minggu berturut-turut dan Kadek beristirahat di minggu terakhir (minggu ke-5) sehingga hanya berlatih selama 4 minggu. Siapa yang memiliki persiapan yang lebih baik?

Mana yang bisa dikatakan lebih baik?
Jumlah hari lari, jumlah total putaran, jumlah putaran maksimum lari dalam sehari, jumlah putaran minimum lari dalam sehari, dan seterusnya adalah beberapa poin perbandingan. Sulit untuk membuat penilaian berdasarkan satu perspektif karena ada perbedaan dalam jumlah hari dan jumlah putaran di halaman sekolah.

Bagaimana kita bisa membandingkan? 
Jika jumlah hari berlari kamu sama, kamu baru dapat membandingkannya.

Menurut kamu, berapa banyak masing-masing putaran dalam sehari dari keduanya ?
Jumlah putaran yang ingin kamu temukan adalah jumlah maksimum. Jumlah putaran yang ingin mereka temukan berada di antara angka maksimum dan minimum.

Rata-rata dan "Jika~ maka~"
"Jika saya berlari 4 putaran, jumlahnya akan menjadi 40 putaran, sama dengan Yosef." "Jika saya menjalankan jumlah putaran paling sedikit 6, jumlah putaran akan menjadi 42, yang lebih banyak dari Yosef."

Nilai Rata-Rata
Proses untuk membuat pengukuran dari ukuran yang berbeda menjadi pengukuran baru dengan ukuran yang sama disebut merata-rata. Nilai rata-rata adalah nilai yang ditentukan saat nilai dibulatkan. Secara matematis, rata-rata adalah cara untuk menyatakan nilai representatif ketika ada beberapa bilangan.Ada berbagai cara untuk mengungkapkan nilai representatif, seperti median, mode, maksimum, minimum, dll., Tetapi yang paling umum digunakan adalah mean.

1. Jika Yosef dan Kadek berlari dengan banyak putaran yang sama setiap minggu, berapa banyak putaran yang dilalui setiap minggu tersebut?

1. Jika kita misalkan Yosef berlari sebanyak 40 total putaran selama 5 minggu dan menempuh jumlah putaran yang sama setiap minggu, berapa banyak putaran yang dilalui setiap minggu tersebut?
Putaran
8 Putaran
.2. Jika kita misalkan Kadek berlari sebanyak 36 total putaran selama 4 minggu dan menempuh jumlah putaran yang sama setiap minggu, berapa banyak putaran yang dilalui setiap minggu tersebut?
Putaran 2
9 putaran
3. Siapakah yang berlatih lebih banyak?
Kadek
2. Ada jus buah dalam kotak-kotak berikut ini.
1 Ayo buat rata-rata dari jus buah tersebut sehingga setiap kotak memiliki volume jus yang sama.
Kadek dan Yosef
2. Ayo berpikir bagaimana cara menghitung pengukuran rata-rata.
Rata
Untuk menghitung pengukuran rata-rata dari 4 kotak, kita membagi total jus dalam 4 kotak menjadi 4. Bilangan atau pengukuran yang merupakan rata-rata dari beberapa bilangan atau pengukuran disebut nilai rata-rata.
nilai rata-rata = jumlah total : banyaknya unit
3. Manakah di antara dua ayam berikut yang menghasilkan telur paling berat ketika dijumlah? Bandingkan dengan menghitung berat rata-rata dari telur tersebut.
Telur Ayam
(56+ 58+ 56+ 61+ 54+ 57) : 6 = 57
(57+ 53+ 60+ 58+ 56+ 53+ 55) : 7 = 56
Jika menemukan sesuatu yang tidak mungkin untuk dinyatakan dengan bilangan desimal, misalnya jumlah buku, kamu tetap dapat menghitung nilai rata-ratanya dan dapat dinyatakan dengan bilangan desimal

4. Tabel di bawah ini menunjukkan jumlah buku yang dibaca oleh 5 orang siswa pada bulan Agustus. Berapa banyaknya buku ratarata yang dibaca oleh kelima siswa tersebut?
Buku
Rata-rata = (4 + 3 + 0 + 5 + 2) : 5 = 2,8 buku
Bahkan untuk sesuatu yang tidak mungkin untuk dinyatakan dengan bilangan desimal, misalnya banyaknya buku, nilai rata-ratanya dapat dinyatakan dengan bilangan desimal.

“ Rata - rata “ Dalam Bahasa Indonesia, rata-rata berarti hampir sama; berimbang jumlahnya:

Demikian pembahasan mengenai Mencari Nilai Rata-Rata. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:11 PM

Soal Latihan dan Persoalan Bilangan Desimal dan Bulat

Pada bagian akhir pembelajaran Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka Bab 1 Bilangan Desimal dan Bilangan Bulat peserta didik mengerjakan soal latihan dan persoalan mengenai bilangan bulat. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah memahami bahwa angka 1/10 , 1/100 , ... dari sebuah angka memiliki koma desimal yang bergeser ke kiri sebanyak satu digit dan seterusnya. Serta memperdalam pemahaman tentang materi yang telah dipelajari.

Bilangan  Desimal dan  Bilangan  Bulat
Bilangan bulat adalah kumpulan atau himpunan yang nilainya bulat. Bilangan bulat sendiri terdiri dari bilangan cacah dan bilangan bulat negatif. Sedangkan bilangan desimal adalah bilangan yang diperoleh dari hasil pembagian suatu bilangan dengan angka sepuluh atau pangkatnya, yakni 10, 100, 1.000, 10.000, dan seterusnya.

Bilangan bulat dan desimal bekerja dengan cara yang sama: sebuah bilangan satuannya dapat berpindah ke nilai tempat di atasnya jika sudah dikalikan dengan 10 dalam nilai tempat tersebut. Sebuah bilangan dapat berpindah ke nilai tempat di bawahnya jika dibagi 10.

Pada bilangan bulat maupun bilangan desimal, sebuah bilangan satuannya dapat berpindah ke nilai tempat di atasnya jika sudah dikalikan dengan 10 dalam nilai tempat tersebut. Sebuah bilangan dapat berpindah ke nilai tempat di bawahnya jika dibagi 10 (dikalikan 1/10). Dengan menggunakan sistem nilai tempat, setiap bilangan bulat atau bilangan desimal dapat dinyatakan dalam sepuluh bilangan yaitu 0, 1, 2,.., 9 dan tanda koma.

1. Isilah kotak di bawah ini dengan suatu bilangan.
Soal 1
Pahami cara kerja desimal dan bilangan bulat.
1. 86,1 = 8 x 10 + 6 x 1 + 1 x 0,1
2. 0,0072 = 7 x 0,001 + 2 x 0,00001
 2. Simpulkan ciri-ciri umum dari bilangan desimal dan bilangan bulat.
Pahami sifat umum dari desimal dan bilangan bulat.
1. Dalam bilangan bulat maupun bilangan desimal, ketika ada 10 kumpulan dari bilangan maka bilangan tersebut berpindah ke nilai tempat di atasnya. Demikian juga ketika suatu bilangan dapat dibagi menjadi 10 bagian yang sama maka bilangan tersebut berpindah ke nilai tempat di bawahnya. Penulisan bilangan bulat maupun bilangan desimal berdasarkan pada sistem nilai tempat. 

2. Setiap bilangan bulat dan bilangan desimal dapat dinyatakan dengan 10 digit dari 0 – 9 dan tanda koma.

3. Tulislah bilangan yang merupakan 10 kali dan 100 kali dari 36,05 dan tulis pula bilangan yang merupakan 1/10 dan 1/100 dari 36,05.
Bilangan yang merupakan 10 kali 36,05 adalag360,5 dan bilangan yang merupakan 100 kali dari 36,05 adalah 3605
Bilangan yang merupakan 1/10 dari 36,05 adalah 3,605 dan bilangan yang merupakan 1/100 dari 36,05 adalah 0,3605.
Simpulkan apa yang sudah kita pelajari pada buku catatanmu.
1. Bilangan desimal dan bilangan bulat
1 Apa yang sudah saya pahami
Dalam bilangan bulat maupun bilangan desimal, ketika ada 10 kumpulan dari bilangan maka bilangan tersebut berpindah ke nilai tempat di atasnya.
Soal2
2 Beberapa fakta menarik
Bilangan yang merupakan 10 kali atau 1/10 kali dari suatu bilangan dapat dibuat dengan memindahkan tanda koma.1/10 kali dari1,34 adalah 13,4 1/10 kali dari 1,34 adalah 0,134

Persoalan 1
1. Nyatakan jumlah di bawah ini dengan unit satuan yang tertulis pada ( ). (Mengubah penyebut dengan menggunakan bilangan desimal)
1. 8695 g = 8695 x 0,001 = 8,695 (kg)
2. 320 mâ„“ = 320 x 0,001 = 0,32 (â„“) 
3. 3,67 km = 3,67 x 1000 = 3670 (m)
4. 67,2 m = 67,2 x 100 = 6720 (cm)
2. Ayo jawab pertanyaan berikut ini. (Memahami bilangan yang merupakan 10 kali, 100 kali,1/10 , 1/100 kali dari suatu bilangan.)
1. Kalikan 0,825 dengan 10 = 8,25
2. Kalikan 5,67 dengan 100 = 567
3. 1/10 dari 72,3 = 7,23
4. 1/100 dari 45,2 = 0,452
3. Ayo cari bilangan di bawah ini.(Memahami hubungan antara bilangan desimal dan perkalian dengan 10, 100, 1/10 , 1/100.)
1. Bilangan apakah yang ketika dikalikan dengan 10, lalu dikalikan lagi dengan 100, hasilnya adalah 307,4?
0,3074 x 10 = 3,074 lalu 3,074 x 100 = 307,4 (kali dari aslinya 1000)
2. Bilangan apakah yang ketika dikalikan dengan 100, lalu dikalikan lagi dengan 1/10 , hasilnya adalah 20,5?
2,05 x 100 = 205, lalu dikali 1/20 = 20,5 (10 kali dari aslinya)
3. Bilangan apakah yang ketika dibagi dengan 1/10 , lalu dikalikan lagi dengan 1/100, hasilnya adalah 0,175?
175 x 1/10 = 17,5, lalu 17,5 x 1/100 = 0,175 (kali dari aslinya 1/1000)
Persoalan 2
Sistem bilangan Bangsa Mesir
Angka Mesir
1. Ketika 176 dinyatakan dalam Bilangan Mesir, akan ditulis sebagai berikut: 
Angka Mesir

1. TulisMesirdalam bilangan bulat.
132
2. Ayo bandingkan cara penulisan sistem bilangan bangsa Mesir dengan cara yang telah kamu pelajari dan tuliskan hasilnya.
Dalam sistem penomoran unit desimal, semua tingkat dapat diwakili oleh sepuluh angka dari 0 hingga 9.
3. Ayo hitunglah 176+ 244 dalam sistem bilangan Mesir.
Penjumlahan
Demikian pembahasan mengenai soal latihan dan persoalan Bilangan Desimal dan Bilangan Bulat. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 3:59 PM

Fungsi dan Pembentukkan Imbuhan Pe

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia KelasV Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka Bab I Aku yang Unik terdapat prmbahasan tentang Imbuhan Pe-. Tujuan pembelajaran kali ini adalah melalui kegiatan pengenalan atas kata berimbuhan pe-, peserta didik dapat mengetahui bagaimana membentuk kata sifat dengan penambahan kata berimbuhan pe-.

Pada kegiatan ini peserta didik akan membaca tentang makna imbuhan peyang membentuk kata sifat. Peserta didik juga mengenal peluruhan kata berawalan pemenjadi pem- atau peny-. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Imbuhan Pe
Imbuhan atau afiks merupakan tambahan dalam tata bahasa Indonesia untuk membuat kata baru. Ini dapat mengubah kata dasar menjadi kata baru, di mana maknanya juga berbeda dari kata asal. Imbuhan dibedakan menjadi empat macam berdasarkan letak posisinya. Keempat afiks tersebut ialah prefiks, sufiks, konfiks, dan infiks.
  1. Prefiks atau awalan adalah imbuhan yang posisinya terletak di awal. Sebaliknya, sufiks atau akhiran merupakan imbuhan yang terletak di akhir. 
  2. Konfiks adalah imbuhan yang terletak di awal dan akhir.
  3. Adapun infiks terletak di tengah kata, sehingga disebut juga dengan istilah sisipan.
Imbuhan Pe
Imbuhan adalah tambahan pada kata dasar yang diletakkan di awal, tengah, atau akhir kata. Imbuhan yang akan dipelajari kali ini adalah imbuhan dalam bentuk awalan pe-. 

Fungsi Imbuhan Pe
1. Imbuhan pe- bermakna sebagai pelaku. Contoh :
  • pe + kerja = pekerja
  • pe + makan = pemakan
  • pe + tulis = penulis
  • pe + ajar = pelajar
  • pe + tonton = penonton

2. Imbuhan pe- bermakna sebagai pekerjaan atau profesi. Contoh :
  • pe + tani = petani
  • pe + lukis = pelukis
  • pe + rawat = perawat
  • pe + dagang = pedagang
  • pe + minum = peminum

3. Imbuhan pe- bermakna menyatakan sifat. Contoh :
  • pe + malas = pemalas
  • pe + rusak = perusak
  • pe + marah = pemarah
  • pe + rusak = perusak
  • pe + bohong = pembohong

4. Imbuhan pe- bermakna menyatakan alat. Contoh :
  • pe + tajam = penajam
  • pe + timbang = penimbang
  • pe +bersih = pembersih
  • pe + sikat = penyikat
  • pe + pahat = pemahat

Salah satu makna yang terdapat pada imbuhan pe- adalah menyatakan kata sifat.
Imbuhan Contoh Kalimat
pe- + lupa → pelupa Egi berjanji akan menulis jadwal agar tidak lagi menjadi anak pelupa.
pe- + maaf → pemaaf Jangan ragu mengakui perbuatanmu karena ia seorang pemaaf.
pe- + sabar → penyabar Ibuku yang penyabar tetap lembut menjawab adikku yang rewel.

Perhatikan bahwa imbuhan pe- akan berubah menjadi pem- atau peny- untuk beberapa kata.
pe- + K + huruf vokal = peng-, misal pe- + kuasa = penguasa
pe- + P + huruf vokal = pem-, misal pe- + padam = pemadam
pe- + S + huruf vokal = peny-, misal pe- + sabar = penyabar
pe- + T + huruf vokal = pen-, misal pe- + tulis = penulis

Latihan
Tulislah hasil pembentukan kata setelah mendapat imbuhan pe- dari daftar kata-kata di bawah ini!Contoh: diam → pendiam 
1. bohong → Pembohong
2. riang → Periang
3. dendam →Pendendam
4. tolong →Penolong
5. malas →Pemalas

Demikian pembahasan mengenai . Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:10 AM

Sistem Bilangan Desimal dan Bilangan Bulat

Pada pembelajaran Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka Bab 1 Bilangan Desimal dan Bilangan Bulat terdapat pembahasan tentang Sistem Bilangan Desimal dan Bilangan Bulat. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik akan memahami bahwa desimal memiliki struktur bilangan yang sama dengan bilangan bulat dan  meringkas notasi desimal.

Sistem Bilangan Desimal dan Bilangan Bulat
Bilangan bulat adalah kumpulan atau himpunan yang nilainya bulat. Bilangan bulat sendiri terdiri dari bilangan cacah dan bilangan bulat negatif. Himpunan bilangan bulat dilambangkan dengan huruf Z. Huruf Z berasal dari kata Zahlen (bahasa Jerman) yang artinya bilangan. Sedangkan bilangan desimal adalah bilangan yang diperoleh dari hasil pembagian suatu bilangan dengan angka sepuluh atau pangkatnya, yakni 10, 100, 1.000, 10.000, dan seterusnya.
Bilangan Bulat
Bilangan bulat dan desimal bekerja dengan cara yang sama: sebuah bilangan satuannya dapat berpindah ke nilai tempat di atasnya jika sudah dikalikan dengan 10 dalam nilai tempat tersebut. Sebuah bilangan dapat berpindah ke nilai tempat di bawahnya jika dibagi 10.

Sistem penomoran unit desimal adalah cara untuk merumuskan angka menggunakan angka dari 0 hingga 9, naik satu tempat untuk setiap angka sepuluh.Notasi yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti 3776 atau 42,195, yang dinyatakan dengan sistem desimal dan prinsip nilai tempat, disebut "sistem penomoran unit desimal"

Pada bilangan bulat maupun bilangan desimal, sebuah bilangan satuannya dapat berpindah ke nilai tempat di atasnya jika sudah dikalikan dengan 10 dalam nilai tempat tersebut. Sebuah bilangan dapat berpindah ke nilai tempat di bawahnya jika dibagi 10 (dikalikan 1/10). Dengan menggunakan sistem nilai tempat, setiap bilangan bulat atau bilangan desimal dapat dinyatakan dalam sepuluh bilangan yaitu 0, 1, 2,.., 9 dan tanda koma

Suatu menara pengawas yang terletak di suatu kawasan dataran tinggi memiliki ketinggian 1.456 meter dari permukaan laut.

Lihatlah dua gambar (menara pengawas dan peta Indonesia), diskusikan angka-angka yang tertulis di atasnya, dan memahami bahwa kita akan memulai belajar tentang sistem bilangan bulat dan desimal.

1. Ayo bandingkan dua bilangan 1.456 dan 1,456.
1 Isilah kotak dengan sebuah bilangan.
2 Lihatlah gambar blok di atas dan diskusikan dengan temanmu.
3 Lengkapilah pernyataan berikut ini.
Bulat 2
Kita juga dapat mengatakan bahwa 1,456 dibentuk dari 1 satuan 4 persepuluhan 5 perseratusan dan 6 perseribuan

Panjang peta Indonesia pada gambar di atas adalah 1,456 meter.
4 Tulislah setiap bilangan pada tabel di bawah ini.
Sistem

Ribuan Ratusan Puluhan Satuan 1/10 1/100 1/1000
Tinggi menara pengawas 1 4 5 6


Panjang peta Indonesia


1 4 5 6

5. Bandingkan sistem bilangan desimal dengan sistem bilangan bulat dan diskusikan dengan temanmu.
Bilangan bulat dan desimal bekerja dengan cara yang sama: sebuah bilangan satuannya dapat berpindah ke nilai tempat di atasnya jika sudah dikalikan dengan 10 dalam nilai tempat tersebut. Sebuah bilangan dapat berpindah ke nilai tempat di bawahnya jika dibagi 10.
2. Ayo Berpikir Tentang Sistem Bilangan
1. Untuk suatu bilangan bulat, ada berapa banyak bilangan yang diperlukan dalam sebuah nilai tempat agar dapat berpindah ke nilai tempat di atasnya?
10 buah 
Ada berapa banyak bagian yang sama yang harus dibagi agar dapat berpindah ke nilai tempat di bawahnya?
10 bagian bagian yang sama
2. Untuk suatu bilangan desimal, ada berapa banyak bilangan yang diperlukan dalam sebuah nilai tempat agar dapat berpindah ke nilai tempat di atasnya?
10 buah
Ada berapa banyak bagian yang sama yang harus dibagi agar dapat berpindah ke nilai tempat di bawahnya?
10 bagian bagian yang sama
3. Ayo Bandingkan Perhitungan 132 + 47 dengan 1,32 + 4,7.
Chia
Apa pendapatmu tentang cara perhitungan Chia? Jelaskan pendapatmu kepada teman-temanmu.
Jika kita menghitung 1,32 + 4,7, Anda akan mendapatkan 1,79.  Dalam kasus 1,32 + 4,7, kita harus mencocokkan setiap tempat, bukan angka terakhir.
Latihan
Ayo buat bilangan dengan menggunakan 10 bilangan dari 0 – 9,  masing-masing dipakai hanya sekali dan menggunakan tanda koma.
0,1, 0,2, 0,3, 0,4, 0,5, 0,6, 0,7, 0,8, 0,9
1 Tulis bilangan yang paling kecil.
0,1 
2 Tulis bilangan yang kurang dari 1 tetapi mendekati 1.
0,9
10 kali dan 100 kali dari suatu bilangan
 4. Ayo Pikirkan Bilangan yang dikalikan dengan 10 dan 100

1 Ada 10 stiker yang masing-masing panjangnya 1,34 cm seperti pada gambar di bawah ini. Berapa cm total panjangnya?
Ide Chia
Karena angkanya 10 kali dari 1,34, kita bisa mendapatkan 1,34 x 10 = 13,4.
2. Ada 100 stiker yang masing-masing panjangnya 1,34 cm seperti pada gambar di bawah ini. Berapa cm total panjangnya?
Kali 100
Saat Anda mengalikan dengan 10, koma desimal digeser ke kanan sebesar satu tempat.
3. Tulislah panjang total dari 10 stiker dan 100 stiker pada tabel di bawah ini.
Panjang Stiker
4. Jelaskan kepada temanmu apa yang sudah kamu pahami.
Kalikan dengan 10 dan bilangan tersebut naik satu tingkat.

5. Tulislah tanda koma ketika 1,34 dikalikan dengan 10 dan 100.
Geser
Saat mengalikan dengan 10, koma desimal digeser satu tempat ke kanan. Saat dikalikan dengan 100, koma desimal digeser dua tempat ke kanan
Jika suatu bilangan dikalikan dengan 10, tanda komanya bergeser 1 tempat ke kanan. Jika suatu bilangan dikalikan dengan 100, tanda komanya bergeser 2 tempat ke kanan.

Latihan
Ayo jawab pertanyaan berikut.
1. Tulis bilangan ketika 23,47 dikalikan dengan 10 dan 100.
23,47 x 10 = 2,347, 23,47 x 100 = 2347
2. Bilangan 87,2 dan 872 adalah berapa kalinya dari bilangan 8,72? 
87,2 = 10 kali dan 872 100 kali dari 8,72.
1/10 dan 1/100  suatu bilangan
5. Ayo pikirkan bilangan-bilanganyang merupakan 1/10 dan 1/100 dari suatu bilangan
1. Hitunglah 1/10 dan 1/100 dari 296, dan tuliskan jawabannya pada tabel di bawah ini.
Persepuluh
2. Bagaimana caranya?
Peringkatnya turun satu per satu.
3. Tulislah tanda koma dari bilangan yang merupakan 1/10 dan 1/100 dari 296 pada kotak di bawah ini
Desimal
Posisi titik desimal osisi titik desimal bergeser ke kiri.
Latihan
Ayo jawab pertanyaan berikut.
1. Tulis bilangan yang merupakan 1/10 dan 1/100 dari 30,84.
3.084 dan 0.3084
2. Bilangan 6,32 dan 0,632 adalah berapa kalinya dari bilangan 63,2?
 6,32 =1/10 dari 63,2 dan 0,632 =1/100 dari 63,2
Demikian pembahasan mengenai Sistem Bilangan Desimal dan Bilangan Bulat. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:43 PM

Seberapa Kuat Paru-paru Milikku?

Paru-paru setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Pada umumnya, jenis kelamin juga memengaruhi kapasitas paru-paru. Mari kita lakukan aktivitas berikut ini bersama-sama agar kalian mengetahui kapasitas paru-paru setiap orang.

Kapasitas vital adalah volume udara yang keluar masuk paru-paru. Ketika kita melakukan aktivitas, tubuh akan membutuhkan lebih banyak oksigen dan mengeluarkan lebih banyak karbondioksida, akibatnya kapasitas vital meningkat. Berbeda dengan sebelum melakukan aktivitas, tubuh membutuhkan oksigen lebih kecil dan karbondioksida yang dikeluarkan kecil, sehingga sebelum melakukan aktivitas kapasitas vital lebih kecil.

Alat dan bahan:
  1. jeriken ukuran 5 liter;
  2. air;
  3. selang air;
  4. spidol besar;
  5. baskom plastik;

Langkah percobaan:
Paru
  1. Siapkan baskom yang hampirpenuh berisi air.
  2. Isi jeriken dengan air. Caranya dengan membenamkan jeriken ke dalam baskom berisi air yang telah disiapkan sebelumnya. 
  3. Kemudian, baliklah jeriken tersebut dengan cepat tanpa mengangkatnya ke luar dari air. 
  4. Simpan salah satu ujung selang di dalam mulut jeriken, sedangkan ujung selang satunya kalian pegang dekat dengan mulut.
  5. Hiruplah udara melalui hidung dalam-dalam dan embuskan napas kalian dengan kuat melalui ujung selang di tangan. 
  6. Amati napas kalian akan memaksa sebagian air keluar dari jeriken. Tandai tingkat air pada jeriken dengan spidol.
  7. Kosongkan jeriken dan isi dengan air sampai pada tanda yang tadi dibuat, lalu catat hasilnya. Volume air mewakili kapasitas vital paru-paru kalian.
  8. Lakukan bergantian dengan anggota kelompok kalian dan catat hasilnya pada lembar kerja 5.2. 
  9. Lakukan pengukuran ulang, namun sebelum mengukur kapasitas vital paruparu, setiap peserta didik diharuskan berlari selama 1 menit. Selanjutnya catat hasilnya pada lembar kerja 5.2 
  10. Diskusikan hasil percobaan tentang kapasitas vital masing-masing individu berdasarkan jenis kelamin dan aktivitas pada lembar kerja  

Lembar Kerja
Seberapa Kuat Paru-paru Milikku?
Lakukan demonstrasi pengukuran kapasitas paru-paru sesuai petunjuk yang terdapat pada Buku Siswa. Selanjutnya, catat hasil pengukuran kalian pada lembar kerja berikut dan jawablah pertanyaan di bawahnya.
Nama Anggota Kelompok Kapasitas Paru-paru Tanpa Aktivitas Olahraga Kapasitas Paru-paru setelah Melakukan Aktivitas Olahraga
















1. Apakah ada perbedaan kapasitas paru-paru sebelum dan setelah melakukan aktivitas olahraga? Utarakan pendapat kalian mengapa hal itu bisa terjadi pada kolom berikut.
Ketika kita melakukan aktivitas, tubuh akan membutuhkan lebih banyak oksigen dan mengeluarkan lebih banyak karbondioksida, akibatnya kapasitas vital meningkat. Berbeda dengan sebelum melakukan aktivitas, tubuh membutuhkan oksigen lebih kecil dan karbondioksida yang dikeluarkan kecil, sehingga sebelum melakukan aktivitas kapasitas vital lebih kecil.
2. Apakah kapasitas paru-paru laki-laki dan perempuan berbeda?
Berbeda
3. Jika kapasitas paru-paru laki-laki dan perempuan berbeda, menurut kalian mengapa hal itu bisa terjadi?
Pria memiliki kapasitas oksigen yang lebih besar dibandingkan wanita dikarenakan salah satunya adalah jenis kelamin dan hormon

Mari Refleksikan
1. Bagaimana proses bernapas pada manusia?
Saat bernapas, kita menghirup oksigen melalui hidung. Kemudian, udara melewati trakea, bronkus, dan menuju paru-paru. Di sana terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Oksigen disebarkan ke seluruh tubuh dan karbon dioksida dikeluarkan lewat mulut.
2. Mengapa manusia untuk hidup dan bertumbuh perlu bernapas?
Dengan bernapas kita mendapat oksigen yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi dan menghangatkan tubuh.
3. Apakah hubungan antara frekuensi pernapasan dengan aktivitas seseorang?
Semakin tinggi aktivitas seseorang maka frekuensi pernapasannya semakin meningkat. Hal ini dikarenakan energi yang dibutuhkan lebih banyak untuk mendukung aktivitas tersebut.
4. Apakah kalian sudah menjaga kesehatan organ pernapasan dengan baik?
Sudah. Saya selalu menjaga kesehatan organ pernapasan.
5. Apakah lingkungan sekitar dapat memengaruhi kesehatan organ pernapasan kalian? Mengapa?
Lingkungan sekitar dapat memengaruhi kesehatan organ pernapasan. Jika kita hidup di daerah industri (pabrik) atau kota besar yang mengandung banyak polutan, tentu akan menjadi faktor gangguan pernapasan. Berbeda halnya, jika kita hidup di daerah pegunungan yang udaranya masih bersih.

Demikian pembahasan mengenai Seberapa Kuat Paru-paru Milikku? Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 6:11 AM

Percobaan Bagaimana Paru-paru Bekerja

Sistem pernapasan adalah serangkaian organ tubuh yang bekerja untuk membantu makhluk hidup bernapas. Oksigen dibutuhkan makhluk hidup untuk menghasilkan energi pada proses metabolisme dan menghangatkan tubuh. Proses ini menghasilkan produk samping gas karbon dioksida. Oleh karena itu, saat bernapas terjadi pertukaran kedua gas tersebut.

Karena bernapas merupakan kerja sebuah sistem maka jika salah satu organ mengalami gangguan akan menyebabkan sistem berjalan tidak seimbang. Gangguan pernapasan pada manusia dapat disebabkan oleh faktor berikut.
  1. Pola hidup, seperti merokok, tidak memakai masker, berbagi alat makan, tidak cuci tangan, dan sebagainya.
  2. Kondisi lingkungan, seperti berdebu, berasap, berpolusi, dan sebagainya.
  3. Penyakit bawaan, seperti asma, sinusitis, dan sebagainya.

Mari Mencoba
Bagaimana Paru-paru Bekerja

Alat dan bahan:
  1. 1 buah botol plastik bening ukuran besar (sekitar 1,5 l);
  2. 1 meter selang plastik kecil diameter kurang dari 1 cm;
  3. 1 buah balon besar (sekitar 9 - 10 inci);
  4. 2 buah balon kecil (sekitar 5 inci);
  5. 1 buah karet gelang;
  6. 6.plastisin secukupnya;
  7. 1 buah gunting;

Langkah percobaan:
1. Membuat selang Y
Selang Y
  • Siapkan 1 buah selang plastik dengan panjang 6 cm. Buat lubang di salah satu sisi selang tepat di tengah-tengah seperti ilustrasi berikut.
  • Siapkan 2 buah selang dengan panjang masing–masing 3 cm. Kemudian, buat salah ujung masing–masing selang menjadi runcing.
  • Masukkan selang dengan panjang 3 cm ke dalam selang yang bagian tengahnya telah dilubangi sehingga selang membentuk huruf Y.
  • Agar tidak ada celah udara, berikan plastisin pada cabang selang.

2. Memasang selang Y dan balon 
Balon
  • Ambil 2 balon kecil dan ikat pada selang plastik yang tadi dibentuk huruf Y. Ikatkan balon pada masing-masing bagian selang potongan pendek.
  • Agar tidak ada celah udara, tempelkan selotip pada sambungan antara selang dan balon sehingga bentuknya seperti berikut.

3. Membuat model dada menggunakan botol
  • Ambil botol plastik bening, potong bagian bawah botol dengan ukuran kurang lebih setengah botol menggunakan gunting.
  • Ambil sebuah balon, kemudian potong menjadi ¾ bagian.
  • Ikat bagian kecil ujung balon.

4. Membuat model paru-paru
Paru
  • Ambil tutup botol plastik bening, kemudian lubangi tutup tersebut dengan ukuran lubang sebesar diameter selang plastik.
  • Masukkan selang Y yang sudah dirangkai ke dalam botol melalui bagian bawah botol.
  • Tutuplah botol menggunakan tutup yang telah dilubangi. Pastikan selang Y masuk ke dalam tutup botol.
  • Tutup botol rapat-rapat sehingga tidak ada celah udara. Gunakan plastisin pada tutup botol di sekitar selang.
  • Setelah dirangkai bentuknya menjadi seperti berikut.
  • Tutup lubang botol bagian bawah dengan potongan balon dan ikat menggunakan karet gelang.
Bagian Paru
5. Setelah alat percobaan selesai dirangkai, lakukan eksperimen paru-paru buatan dengan cara sebagai berikut.
  • Tarik balon bagian bawah botol ke bawah. Perhatikan apa yang terjadi dengan balon yang ada di dalam botol.
  • Kemudian, lepaskan balon bagian bawah botol ke bawah. Perhatikan apa yang terjadi dengan balon yang ada di dalam botol.

6. Tuliskan hasil pengamatan kalian pada lembar kerja di Lampiran 5.1 yang akan telah diberikan oleh guru kalian

Lembar Kerja
Bagaimana Paru-Paru Bekerja?

Lakukan demonstrasi proses pernapasan dengan cara menarik dan melepaskan balon karet pada bagian bawah alat peraga. Setelah itu, diskusikan bersama kelompok kalian dan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
  • Perhatikan diagram alat peraga berikut.
  • Berilah tanda panah pada bagian alat peraga yang mewakili tenggorokan, bronkus, paru-paru, rongga dada, dan diafragma 
  • Coba tiup sedotan, kemudian perhatikan apa yang terjadi.

1. Apa yang terjadi pada kedua balon kecil setelah kalian mengembuskan napas melalui sedotan?
Ketika ditiup/ada embuskan napas melalui sedotan, balon kecil yang ada di dalam botol plastik akan menggelembung.
2. Tarik balon yang berada pada bagian bawah alat peraga, kemudian tuliskan apa yang kalian amati pada kolom berikut ini.
Balon di dalam botol akan menggelembung. 
3. Lepaskan tarikan balon yang berada pada bagian bawah alat peraga, kemudian tuliskan apa yang kalian amati pada kolom berikut ini.
Balon di dalam botol akan mengempis.
4. Berdasarkan alat peraga yang kalian ciptakan, ceritakan bagaimana proses bernapas terjadi?
Ketika kita mengambil napas, paru-paru akan mengembang karena terisi oleh udara yang kita hirup dan otot diafragma akan mengencang. Pada saat kita mengembuskan napas, otot diafragma akan mengendur, paru-paru mengempis dan gas yang ada di dalam paru-paru akan keluar melalui hidung
Demikian pembahasan mengenai Percobaan Bagaimana Paru-paru Bekerja. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 5:40 AM

Persoalan Bilangan Pecahan

Pada pembelajaran Matematika Kelas V Kurikulum Merdeka Bab 8 Pecahan terdapat kegiatan tentang Persoalan Pecahan. Tujuan kegiatan pembelajaran kali ini adalah peserta didik dapat menyederhanakan pecahan dan penyebutnya dapat disamakan, menyatakan hasil pembagian sebagai pecahan, serta mewakili pecahan sebagai suatau hubungan antara desimal dan bilangan bulat.

Persoalan Bilangan Pecahan
Dalam Matematika, kita mengenal banyak jenis bilangan mulai dari bilangan bulat, bilangan prima, sampai bilangan pecahan. Nah di tingkat SD, siswa akan mempelajari beberapa jenis bilangan tersebut, salah satunya pecahan. Agar siswa memahami konsep pecahan secara lebih mudah, ada beberapa cara yang bisa Bapak dan Ibu Guru lakukan.

1. Membandingkan Pecahan
Membandingkan pecahan berarti melihat dua bilangan pecahan dan menentukan mana bilangan yang lebih besar. Untuk membandingkan pecahan maka yang harus dilakukan, yaitu membuat kedua pecahan memiliki penyebut yang sama, lalu melihat pecahan mana yang memiliki pembilang yang lebih besar.

2. Menyederhanakan Pecahan
Menyederhanakan pecahan berarti membagi pembilang dan penyebut dengan faktor persekutuan agar menghasilkan pecahan yang lebih sederhana. Suatu pecahan dikatakan sederhana apabila pembilang lebih kecil dari penyebutnya. Pecahan yang pembilang dan penyebutnya tidak mempunyai faktor persekutuan lagi, kecuali 1 disebut pecahan paling sederhana.

3. Pecahan, Bilangan Desimal, dan Bilangan Bulat
Pecahan adalah bagian dari satu keseluruhan dari suatu kuantitas tertentu. Secara matematis, bilangan pecahan dapat disimbolkan dengan “a/b”. Bilangan a/b bisa dibaca dengan “a per b”. Bilangan a sebagai pembilang dan bilangan b sebagai penyebut. Bilangan desimal adalah bilangan yang terdiri dari bilangan bulat dan bilangan pecahan, yang dalam penulisannya antara bilangan bulat dan pecahan dipisahkan dengan tanda koma, yang disebut dengan koma desimal. Bilangan bulat adalah semua bilangan yang tidak berbentuk pecahan atau desimal.

1. Ayo sederhanakan pecahan berikut. (Memahami bagaimana menyederhanakan pecahan.)
Persoalan 1
2. Ayo ubahlah pecahan berikut menggunakan penyebut yang sama untuk perbandingan.(Membandingkan pecahan)
Persoalan 2
3. Ayo nyatakan hasil bagi berikut ke pecahan paling sederhana. (Memahami hubungan antara pembagian dan pecahan)
Persoalan 3

4. Ayo nyatakan pecahan berikut sebagai bilangan desimal atau bilangan bulat. Nyatakan bilangan desimalnya sebagai pecahan. (Mengubah representasi bilangan ke dalam bilangan desimal, pecahan, dan bilangan bulat.)
Persoalan 4
Persoalan 2
1. Ayo pikirkan cara menyatakan pecahan dan bilangan desimal. (Memahami aturan bahwa beberapa pecahan tidak dapat direpresentasikan dengan tepat dalam bilangan desimal.)
1. Ayo nyatakan 1/4dalam bilangan desimal.
1/4 = 0,25
2 Farida mencoba untuk menyatakan pecahan lain dalam bilangan desimal. Dia menemukan bahwa beberapa pecahan tidak dapat dibagi dengan tepat. Ada beberapa pecahan yang menghasilkan bilangan berulang seperti berikut.
Berulang
Ketika kamu menyatakan 1/11 dalam bilangan desimal, apakah bilangan 1/11 dalam persepuluhan? Untuk mendapatkan jawabannya, ayo gunakan aturan pola bahwa bilangan yang sama polanya berulang.
Jika 1/11 dinyatakan sebagai desimal = 0,0909090909090909, angka yang diulang adalah 09, maka tempat desimal kesepuluh adalah 9.
3. 1/7 adalah pecahan yang menghasilkan bilangan berulang ketika kamu menyatakannya dalam bentuk desimal. Berapakah bilangan 1/7dalam 100 tempat desimal? Ayo jelaskan bagaimana dan mengapa.
1/7 = 0,1428571428571429 6 angka yang diulang adalah  142857.
100 : 6 = 16 kurang dari 4, angka ke 4 adalah 8.
Demikian pembahasan mengenai Persoalan Bilangan Pecahan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Matematika Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.
Posted by Nanang_Ajim
Mikirbae.com Updated at: 7:17 PM